DISIPLIN :KEGIATAN MANAJEMEN UNTUK MENJALANKAN

STANDAR-STANDAR ORGANISASIONAL.

KEDISIPLINAN : KESADARAN DAN KESEDIAAN
SESEORANG MENAATI SEMUA
PERATURAN PERUSAHAAN DAN NORMA-NORMA
SOSIAL YANG BERLAKU.

DISIPLIN PREVENTIF : KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN UNTUK
MENDORONG PARA KARYAWAN AGAR MENGIKUTI BERBAGAI
STANDAR DAN ATURAN SEHINGGA PENYELEWENGAN-
PENYELEWENGAN DAPAT DICEGAH.

DISIPLIN KOREKTIP : KEGIATAN YANG DIAMBIL UNTUK MENANGANI
PELANGGARAN TERHADAP ATURAN-ATURAN DAN MENCOBA UNTUK
MENGHINDARI PELANGGARAN-PELANGGARAN LEBIH LANJUT.

DISIPLIN KOREKTIP SERING DISEBUT TINDAKAN PENDISIPLINAN
(DISCIPLINARI ACTION), CONTOH : PERINGATAN ATAU SKORSING.

DISIPLIN PROGRESIF: MEMBERIKAN HUKUMAN-HUKUMAN YANG
LEBIH BERAT TERHADAP PELANGGARAN-PELANGGARAN YANG
BERULANG.

SEBAGAI CONTOH TINDAKAN PENDISIPLINAN :

1. TEGURAN SECARA LISAN OLEH PENYELIA
2. TEGURAN TERTULIS, DENGAN CATATAN DALAM FILE
PERSONALIA
3. SKORSING DARI PEKERJAAN SATU –TIGA HARI
4. SKORSING SATU MINGGU ATAU LEBIH
5. DITURUNKAN PANGKAT (DEMOSI)
6. DIPECAT.

INDIKATOR-INDIKATOR KEDISIPLINAN :

1. TUJUAN DAN KEMAMPUAN , hal ini berarti bahwa tujuan
pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai
dengan kemampuan karyawan Yangbersangkutan supaya dia

3 BALAS JASA : / gaji ikut mempengaruhi kedisiplinan karyawan karena akan memberikan kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap perusahaan/pekerjaannya. serta menciptakan system internal control yang terbaik untuk mendukung terwujudnya tujuan perusahaan. . menggali system kerja yang paling efektif. 4 KEADILAN : ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan . Keteladanan yang baik dari seseorang akan memberikan dampak/hasil yang baik pada sebuah organisasi. bekerja dengan sungguh – sungguh. 5 WASKAT (PENGAWASAN MELEKAT): berarti tindakan nyata dan efektif untuk mengetahui dan mencegah kesalahan. karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama/adil dengan orang lain.Terciptanya hubungan yang serasi serta mengikat akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman bagi karyawan.meningkatkan prestasi kerja. 6 SANKSI HUKUMAN : hendaknya cukup wajar untuk setiap tindakan indisipliner dan bersifat mendidik dan menjadi motivasi untuk memelihara kedisiplinan 7 KETEGASAN: pemimpin yang tegas dalam setiap keputusan yang diambilnya akan disegani oleh karyawannya. membetulkan kesalahan.karyawan dan masyarakat. 8 HUBUNGAN KEMANUSIAAN: (human relationship).and the right man in the right job 2 TELADAN PIMPINAN:hal ini berarti pimpinan harus mampu menjadi teladan/panutan bagi karyawannya. Yang terjadi dalam pengalaman gaji telah digadaikan di bank sehingga sudah malas untuk bekerja. Asas the right man in the right place.memelihara kedisiplinan.

ETIKA KERJA: NILAI – NILAI ATAU KEBIASAAN YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA BERADA DI LINGKUNGAN KERJA. saling menghargai.  Sikap karyawan dengan wewenang dan jabatannya.  Hubungan karyawan dengan atasan dan dengan bawahannya. kinerja bawahannya. menjadikan atasan sebagai panutan. menghargai dan membina kerja sama dalam suasana keterbukaan atas vdasar ketulusan dan itikad baik. menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. pengarah dan pembimbing bawahannya dan bertanggung jawab atas perilaku. ETIKA KERJA MELIPUTI :  Sikap Karyawan dalam perusahaan. PRINSIP dalam meningkatkan Etika Kerja  Datang kantor lebih awal.ETIKA  ETIKA berasal dari bahasa Yunani “ Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan  ETIKA adalah kebiasaan hidup yang baik pada diri sendiri maupun suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang dianut dan diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. paling lambat 15 menit sebelum kerja .  Hubungan karyawan dengan sesama karyawan. menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. mengembangkan potensinya secara optimal. mengutamakan kepentingan perusahaan diatas kepentingan pribadi atau pihak-pihak tertentu. Saling menerima.membina kerja sama dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing.

 Pertahankan sikap profesional setiap saat.  Produktif  Menghormati kontribusi rekan lain  Tidak perhitungan dengan waktu kerja KEPUASAN KERJA (JOB STRATIFICATION)  Kepuasan Kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaanya FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA  Balas jasa yang adil dan layak  Penempatan yang tepat sesuai keahlian  Berat ringannya pekerjan  Suasana dan lingkungan pekerjaan  Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan. hindari gossip dan focus pada masalah-masalah perusahaan. Jika kepuasan diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan maka kedisiplinan karyawan akan baik .  Bersikap positif terhadap komentar negative. ramah dan bersahabat.  Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya  Sifat pekerjaan monoton atau tidak FAKTOR FAKTOR LAIN YANG JUGA MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA  Kepuasan Kerja & Kedisiplinan .  Inisiatif untuk menangani proyek baru. membawa prespektif yang segar pada pendapat negative.

 Kepuasan Kerja & Kepemimpinan . Kepuasan Kerja & Umur Karyawan. . Kepemimpinan yang otoriter dapat mengakibatkan kepuasan kerja karyawan yang rendah. kepuasan kerja banyak dipengaruhi oleh sikap pimpinan dlm kepemimpinannya. Perusahaan yg besar kepuasan karyawan akan menurun karena perannya dlm perusahaan semakin kecil. demikian sebaliknya. besar kecilnya organisasi mempengaruhi kepuasan kerja karyawannya. dimana karyawan yang muda akan lebih tinggi tuntutan kepuasannya daripada yang tua.  Kepuasan Kerja & Organisasi. akan mempengaruhi kepuasan kerja.

SRI PAHAM GINTING NIM: B00213085 4. ETOS KERJA DAN KEPUASAN KERJA D I S U S U N OLEH 1. AMELIA K.L NYOLO-NYOLO NIM: B100215001 2.TUGAS MATA KULIAH: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DISIPLIN KERJA. NUNING NUGRAH NINGSI NIM: B00213091 3. ESTER ALFAMET SAOGU NIM: B00213072 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BARAMULI TAHUN 2017 .