JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No.

1, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F11

Penurunan Ion Besi (Fe) dan Mangan (Mn)
dalam Air dengan Serbuk Gergaji Kayu Kamper
Istifiarti Mandasari dan Alfan Purnomo
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: alfan_purnomo@enviro.its.ac.id

Abstrak—Air tanah mengandung berbagai mineral, antara lain pori, dan adanya gugus fungsi pada permukaan mempengaruhi
besi dan mangan. Besi dan mangan yang berlebihan dalam air kapasitas adsorpsi [6]. Hal ini menuntun pada modifikasi
memerlukan pengolahan. Salah satu pengolahan yang sesuai adsorben sehingga adsorben memiliki sifat fisik dan kimia
adalah adsorpsi. Serbuk gergaji kayu memiliki kemampuan
untuk meningkatkan kemampuan pengambilan ion logam dari
sebagai adsorben karena mengandung selulosa. Serbuk gergaji
kayu diaktivasi terlebih dahulu dengan variasi pencucian akuades larutan. Aktivasi bertujuan untuk memodifikasi bagian
dan aktivasi kimia (HCl-NaOH). Masing-masing larutan Fe dan permukaan adsorben [7]. Aktivasi dapat dilakukan dengan cara
Mn sebanyak 75 ml dikontakkan dengan adsorben teraktivasi fisika, fisika-kimia, atau kimia. Oleh karena itu, perlu
dengan dosis 6 gr/L dalam waktu 15; 30; 45; 60; 75; 90; 105; dan dilakukan suatu penelitian mengenai proses adsorpsi Fe dan
120 menit. Diperoleh kapasitas adsorpsi terbesar Fe 0,179 mg/g Mn dengan adsorben variasi pencucian akuades dan aktivasi
dan Mn 0,095 mg/g dengan adsorben teraktivasi kimia pada
kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode
waktu 15 menit. Adsorben dikontakkan dengan larutan Fe
konsentrasi 2,6; 2,8; 3,0; 3,2; dan 3,4 mg/L selama 15 menit dan aktivasi terbaik untuk adsorben serbuk gergaji kayu kamper
diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 0,182 mg/g dalam proses adsorpsi Fe dan Mn dalam air.
dengan rata-rata efisiensi removal 22,13% pada adsorben
teraktivasi kimia. Adsorben dikontakkan dengan larutan Mn
konsentrasi 5; 6; 7; 8; dan 9 mg/L selama 15 menit dan diperoleh II. METODE PENELITIAN
kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 1,698 mg/g dengan rata-
rata efisiensi removal 98,51% pada adsorben teraktivasi kimia. A. Penelitian Pendahuluan
Adsorben dengan aktivasi kimia menunjukkan kapasitas adsorpsi Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah penentuan
terbesar dalam menurunkan kadar Fe dan Mn. ukuran adsorben. Penentuan ukuran adsorben dilakukan
dengan menggunakan analisis ayakan untuk mengetahui
Kata Kunci—Adsorpsi, besi, mangan, serbuk gergaji kayu
gradasi adsorben serta menyeragamkan ukuran adsorben yang
digunakan. Adsorben yang digunakan adalah adsorben dengan
I. PENDAHULUAN persentase berat tertahan terbesar yaitu adsorben ukuran 20
mesh.
I ON besi (Fe) dan mangan (Mn) bervalensi dua umumnya
terdapat dalam air tanah secara bersamaan. Fe dan Mn
dalam air dapat menyebabkan kekeruhan, korosi, kesadahan.
B. Pembuatan Larutan Fe dan Mn
Penelitian menggunakan larutan Fe dan Mn buatan
Fe dan Mn juga menyebabkan warna kekuningan pada cucian
(artificial). Konsentrasi larutan Fe yang digunakan untuk
dan alat plambing [1]. Teknologi yang umum digunakan untuk
analisis sebesar 2,6; 2,8; 3,0; 3,2; dan 3,4 mg/L. Konsentrasi
menyisihkan Fe dan Mn meliputi teknologi membran,
larutan Mn yang digunakan untuk analisis sebesar 5,0; 6,0;
adsorpsi, pertukaran ion, dan presipitasi. Adsorpsi merupakan
7,0; 8,0; dan 9,0 mg/L.
salah satu proses pengolahan air yang efektif dan sering
digunakan untuk menghilangkan logam berat [2]. C. Aktivasi Adsorben
Serbuk gergaji kayu mengandung lignin, selulosa, dan Aktivasi adsorben dilakukan dengan dua variasi, yaitu
hemiselulosa sehingga serbuk gergaji kayu berpotensi sebagai adsorben yang dicuci dengan akuades serta adsorben dengan
penyerap ion logam [3]. Gugus OH pada selulosa dan aktivasi kimia HCl-NaOH. Sebagai variabel kontrol,
hemiselulosa menyebabkan terjadinya sifat polar pada digunakan adsorben tanpa aktivasi.
adsorben tersebut. Dengan demikian, selulosa dan Adsorben sebanyak ± 100 gram dicuci dengan akuades
hemiselulosa lebih kuat menyerap zat yang bersifat polar menggunakan magnetic stirrer kecepatan 200 rpm selama 30
daripada zat yang kurang polar [4]. Salah satu jenis kayu yang menit. Adsorben disaring dan dikeringkan di dalam oven
mengandung selulosa yang tinggi yaitu kayu kamper dengan dengan suhu 60oC selama 24 jam hingga kering merata.
kandungan selulosa sebesar 60% [5]. Adsorben untuk aktivasi kimia diambil sebanyak ± 100
Berbagai faktor seperti luas permukaan, ukuran pori, jumlah gram dan dicuci dengan akuades menggunakan magnetic

6.7 mg/L. Proses Aktivasi Adsorben menghasilkan gugus fungsi pada Gambar 2. dengan larutan NaOH bertujuan agar terjadi delignifikasi pada Adsorben disaring dan dicuci kembali beberapa kali dengan adsorben. maupun tanpa aktivasi. Penentuan transmitan (sumbu Y) yang terbentang pada suatu angka waktu kontak Mn dilakukan dengan cara yang sama gelombang (sumbu X). D. (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F12 stirrer kecepatan 200 rpm selama 30 menit. Gambar 1. E. No. 75. Adsorben direndam di dalam senyawa seperti lignin yang dapat menghambat proses larutan NaOH 1 M selama 24 jam. 1. Analisis Kapasitas Adsorpsi Hasil uji FTIR pada adsorben tanpa aktivasi menghasilkan Larutan Fe yang digunakan dengan konsentrasi 2. penutupan pori-pori adsorben dan dapat mengurangi kapasitas adsorpsi adsorben [9]. dan 9. 90. Gugus fungsi yang diperlukan dalam adsorpsi logam-logam adalah gugus fungsi hidroksil (-OH). maupun tanpa aktivasi. selama 15. penentuan kapasitas adsorpsi Mn dilakukan dengan cara yang sama menggunakan larutan Mn dengan konsentrasi 5.7 mg/L. Adsorben untuk menghilangkan mineral-mineral asam serta pengotor selanjutnya dicuci dengan larutan HCl 1 M menggunakan yang menempel pada adsorben [10]. Perendaman adsorben magnetic stirrer kecepatan 200 rpm selama 30 menit. 8. 3. Pemanasan dengan suhu lebih dari 105oC dapat mengakibatkan penyusutan volume. dasar lignin sehingga lignin akan mudah larut.dari NaOH akan memutus ikatan-ikatan dari struktur 60oC selama 24 jam hingga kering merata. Ion saringan selanjutnya dikeringkan di dalam oven dengan suhu OH. 2. kemudian dalam adsorben. bentang angka gelombang tersendiri. gugus fungsi pada Gambar 1.0. Masing-masing larutan diambil sebanyak 75 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml yang berbeda-beda.8.JURNAL TEKNIK ITS Vol. Analisis Karakteristik Gugus Fungsional Adsorben Larutan Fe yang digunakan dengan konsentrasi 3. dan 3. Uji FTIR pada penelitian ini menggunakan dikontakkan dengan adsorben dengan dosis 6 gr/L. Hasil analisis konsentrasi akhir % transmitan yang terdapat pada suatu angka gelombang. Larutan Shimadzu spektrofotometer dengan spektrum infra merah selanjutnya diaduk dengan shaker pada kecepatan 200 rpm sedang (angka gelombang 400-4000 cm-1). Perlakuan Uji FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi dengan ini dilakukan dengan masing-masing variasi aktivasi pencucian merepresentasikan melalui peak besar serapan spektrum % akuades. Aktivasi adsorben bertujuan untuk memodifikasi bagian permukaan adsorben sehingga kapasitas adsorpsi dapat meningkat. HASIL DAN DISKUSI Hasil uji FTIR pada adsorben dengan pencucian akuades A. Fe dan Mn digunakan untuk menghitung kapasitas adsorpsi.0. 6. Perlakuan ini dilakukan dengan masing-masing adsorben dengan pencucian akuades.0 mg/L Analisis gugus fungsional adsorben dilakukan dengan uji dan Mn 0.0 mg/L. 7.2. Pencucian adsorben yang mengandung selulosa dengan akuades dilakukan untuk menghilangkan komponen- komponen non selulosa yang menempel pada adsorben [8]. Masing-masing larutan dikontakkan dengan adsorben dengan dosis 6 gr/L menggunakan shaker kecepatan 200 rpm selama waktu kontak yang diperoleh sebelumnya. 3.4 mg/L. Penentuan jenis gugus Masing-masing larutan selanjutnya disaring dan dianalisis fungsi dapat ditentukan dengan lokasi peak serapan spektrum konsentrasi Fe dan Mn akhir.0. Selanjutnya adsorben dikeringkan dalam oven dengan suhu 60oC selama 24 jam hingga kering merata. Pencucian dengan larutan asam bertujuan .0. 45. dan 120 menit. Hasil uji FTIR adsorben tanpa aktivasi III. 60. 30. Fungsi delignifikasi adalah melarutkan senyawa- akuades hingga pH mendekati 7. Analisis Waktu Kontak Adsorben B. Setiap jenis gugus fungsi memiliki menggunakan larutan Mn dengan konsentrasi 0. 105. aktivasi kimia. Larutan akuades hingga pH mendekati 7 dan disaring dengan kain NaOH akan memecah ikatan selulosa dengan lignin [11]. Variasi aktivasi pertama yaitu pencucian dengan akuades.0. aktivasi kimia. 5. Gambar 2. Adsorben selanjutnya dicuci beberapa kali dengan menghalangi proses transfer ion ke sisi aktif adsorben. Penentuan waktu kontak dilakukan dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR). dan disaring dengan kain adsorpsi. Hasil uji FTIR adsorben dengan pencucian akuades Aktivasi kimia dilakukan dengan menggunakan larutan HCl dan larutan NaOH. Hal ini terjadi karena keberadaan llignin akan saringan. Uji FTIR pada adsorben mengambil larutan Fe sebanyak 75 ml dan dimasukkan ke diperlukan untuk mengetahui gugus fungsi yang terkandung dalam 8 erlenmeyer 250 ml yang berbeda.

Konsentrasi larutan Mn yang digunakan yaitu 5. Penentuan Waktu Kontak Adsorben adsorbat yang telah menempel pada permukaan adsorben. ion logam khususnya untuk kation logam transisi dengan elektronegativitas yang relatif tinggi cenderung membentuk kation terhidrat dengan H2O. Hasil uji FTIR adsorben aktivasi kimia Gambar 5 menunjukkan kapasitas adsorpsi Mn terbesar Berdasarkan hasil uji FTIR pada Gambar 1. Hasil perhitungan kapasitas adsorpsi Fe dengan masing- masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 4. 8.2. 7. aktivasi masih memiliki gugus hidroksil (-OH). Grafik kapasitas adsorpsi Mn terhadap waktu kontak Gambar 3.6. 0.095 mg/g (adsorben teraktivasi kimia).JURNAL TEKNIK ITS Vol.8. kation-kation tersebut Gambar 6. dan 9 mg/L. diketahui bahwa kapasitas adsorpsi semakin menurun hingga menit ke 45. hidroksil yang terkandung dalam masing-masing jenis diketahui bahwa kapasitas adsorpsi mulai menurun. Kompleks H2O Pada Gambar 6. yaitu pada menit ke 15. Waktu kontak terbaik merupakan waktu ketika adsorben Penggunaan kecepatan aduk di atas 90 rpm akan membuat dikontakkan dengan larutan Fe atau Mn dan menghasilkan ikatan antar partikel adsorben dan adsorbat terlepas [13]. Hasil perhitungan efisiensi removal Fe dengan masing- Gambar 4. No.099 mg/g (adsorben tanpa aktivasi).179 mg/g (adsorben aktivasi kimia). Penurunan adsorben menunjukkan bahwa setiap jenis adsorben dapat kapasitas adsorpsi disebabkan oleh penggunaan alat pengaduk digunakan sebagai adsorben ion logam Fe dan Mn.149 mg/g (adsorben pencucian akuades). Gambar 5. Penentuan Kapasitas Adsorpsi Fe dan Mn Penentuan kapasitas adsorpsi dilakukan dengan menggunakan waktu kontak terbaik yang diperoleh sebelumnya. 2. sebesar 0. 0. dan 0.0. logam. diketahui bahwa efisiensi removal pada yang terbentuk memiliki ukuran yang cukup besar sehingga masing-masing metode aktivasi semakin menurun seiring kemampuan untuk terperangkap dalam adsorben menjadi kecil dengan meningkatnya konsentrasi larutan Fe awal. Rata-rata [12]. Gugus dan 0. Hasil konsentrasi akhir larutan digunakan untuk menghitung efisiensi removal dan kapasitas adsorpsi yang selanjutnya dibuat dalam grafik permodelan isoterm Langmuir dan Freundlich. 3. Di kapasitas adsorpsi yang terbesar. Penggunaan alat pengaduk dengan kecepatan tinggi dapat melepas kembali C. (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F13 Hasil uji FTIR pada adsorben dengan aktivasi kimia Hasil perhitungan kapasitas adsorpsi Mn dengan masing- menghasilkan gugus fungsi pada Gambar 3. D. 3. Gambar 4 menunjukkan kapasitas adsorpsi Fe pada adsorben dengan pencucian akuades dan aktivasi kimia terbesar terjadi pada menit ke 15. Konsentrasi larutan Fe yang digunakan dalam menentukan kapasitas adsorpsi yaitu 2. 5. Efsiensi removal Fe awal membentuk ikatan kovalen (koordinasi) dengan H2O dalam bentuk ion kompleks yang larut dalam air. Grafik kapasitas adsorpsi Fe terhadap waktu kontak masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 6. dan 3. 1. dan 3.125 mg/g (adsorben tanpa aktivasi). yaitu mencapai 0. Penentuan waktu optimum samping itu terlalu cepatnya pengadukan membuat adsorben adsorben teraktivasi dilakukan dengan membuat larutan Fe tidak sempat membentuk ikatan yang kuat dengan partikel konsentrasi 3 mg/L dan Mn konsentrasi 0. Dalam medium air. efisiensi removal Fe pada adsorben tanpa aktivasi sebesar . (shaker) dengan kecepatan yang tinggi. 2. masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 5. Setelah menit ke 15. Setelah menit ke 15. 6.7 mg/L.095 mg/g (adsorben diketahui bahwa seluruh adsorben dengan variasi metode pencucian akuades).4 mg/L.

(2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F14 12.917 dan 0. Isoterm Freundlich Fe dengan adsorben aktivasi kimia Jenis isoterm adsorpsi pada adsorben teraktivasi dapat ditentukan dengan nilai R2 yang diperoleh. No. Isoterm Freundlich Fe dengan adsorben pencucian akuades Gambar 7.JURNAL TEKNIK ITS Vol. Isoterm Freundlich Fe dengan adsorben tanpa aktivasi Apabila ditulis dalam persamaan linier menjadi 1 log q  log K  log C (4) n Hasil permodelan isoterm Langmuir proses adsorpsi Fe dengan masing-masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 7. pendekatan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich pada adsorben tanpa aktivasi memiliki nilai R2 Gambar 8. Isoterm adsorpsi yang akan ditentukan yaitu isoterm Langmuir dan Freundlich. Nilai R2 yang semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa proses adsorpsi dapat dimodelkan dengan isoterm adsorpsi Fe. dan 9. dan adsorben dengan aktivasi kimia sebesar 22. 11.874 dan 0. Isoterm Langmuir Fe dengan adsorben pencucian akuades sebesar 0. 1. 1 1 1 1    (2) q qm  Kads  c  qm Isoterm Freundlich mengasumsikan bahwa satu adsorbat berikatan dengan satu bagian pada adsorben namun setiap bagian permukaan memiliki daya tarik yang berbeda pada adsorbat yang berbeda. Pendekatan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich pada adsorben dengan pencucian akuades memiliki nilai R2 sebesar 0. Pendekatan isoterm adsorpsi pada adsorben dengan aktivasi . 8.27%.926. 5. biasa dengan persamaan: q  K  C1 / n (3) Gambar 10. Data hasil perhitungan kapasitas adsorpsi selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan model isoterm adsorpsi yang sesuai. Gambar 11. Isoterm Langmuir mengasumsikan bahwa satu adsorbat berikatan dengan satu bagian pada adsorben dan seluruh bagian permukaan adsorben mempunyai daya tarik yang sama untuk adsorbat dengan persamaan umum: Gambar 9. dan 12.13%.33%. adsorben dengan pencucian akuades sebesar 18.884. Isoterm Langmuir Fe dengan adsorben aktivasi kimia Kads  C q  qm Hasil permodelan isoterm Freundlich proses adsorpsi Fe 1  Kads  C (1) dengan masing-masing variasi adsorben dapat dilihat pada Apabila ditulis dalam persamaan linier menjadi Gambar 10. Isoterm Langmuir Fe dengan adsorben tanpa aktivasi Gambar 12. Berdasarkan Gambar 7 hingga 12.

Tabel 1. sedangkan efisiensi removal adsorben Gambar 15. 15. Hasil perhitungan efisiensi removal Mn dengan masing- masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 13. 77. Selanjutnya yaitu adsorben dengan pencucian akuades dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0. Isoterm Langmuir Mn dengan adsorben pencucian akuades dengan pencucian akuades dan tanpa aktivasi masing-masing sebesar 18. Gambar 13. dan adsorben tanpa aktivasi memiliki efisiensi removal Mn terendah.060 2. Adsorben dengan aktivasi kimia juga memiliki efisiensi removal rata-rata terbesar yaitu 22.27%. dan 98. masing adsorben teraktivasi memiliki nilai yang mendekati 1 dengan model isoterm Freundlich.JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1. Gambar 14. dapat diketahui bahwa nilai R2 pada masing. 5.13%. Model adsorpsi Fe dengan isoterm Freundlich menghasilkan konstanta persamaan Freundlich yang terdapat pada Tabel 1.20% pada adsorben dengan pencucian akuades.70% pada adsorben tanpa aktivasi. Hasil permodelan isoterm Langmuir proses adsorpsi Mn .948 dan 0.081 2.035 1. 18. Efsiensi removal Mn awal Pada Gambar 13. dan 16. Isoterm Freundlich Mn dengan adsorben tanpa aktivasi efisiensi removal Mn yang paling tinggi. Isoterm adsorpsi yang akan ditentukan hanya sebanyak 2 jenis model isoterm adsorpsi yaitu isoterm Langmuir dan Freundlich. Isoterm Langmuir Mn dengan adsorben aktivasi kimia Hasil permodelan isoterm Freundlich proses adsorpsi Mn dengan masing-masing variasi adsorben dapat dilihat pada Gambar 17. Gambar 16.678 Pencucian Akuades 0. Data hasil perhitungan kapasitas adsorpsi selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan model isoterm adsorpsi yang sesuai. (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F15 kimia memiliki nilai R2 sebesar 0.954. Konstanta isoterm Freundlich pada adsorpsi Fe Isoterm Freundlich Metode Aktivasi KF n Tanpa Aktivasi 0.177 mgFe/g adsorben. Berdasarkan dengan masing-masing variasi adsorben dapat dilihat pada hasil tersebut. diketahui bahwa efisiensi removal pada masing-masing metode aktivasi semakin menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi larutan Mn awal.33% dan 12.591 Gambar 14.182 mgFe/g adsorben. yaitu sebesar 0.151 mgFe/g adsorben. Isoterm Langmuir Mn dengan adsorben tanpa aktivasi Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa adsorben dengan aktivasi kimia memiliki kapasitas adsorpsi maksimum terbesar yaitu 0. No. Berdasarkan hal tersebut. Sehingga dapat diketahui bahwa adsorben dengan aktivasi kimia memiliki kemampuan adsorpsi Fe yang paling besar. diketahui bahwa adsorben dengan aktivasi kimia memiliki Gambar 17. dan 19. Adsorben tanpa aktivasi memiliki nilaki kapasitas adsorpsi maksimum yang terkecil.51% pada adsorben dengan aktivasi kimia.058 Aktivasi Kimia 0. Rata-rata efisiensi removal Mn pada masing-masing variasi aktivasi adsorben yaitu 68.

894 Kimia FMIPA ITS Surabaya (2010). Mudhoo. Gambar 19. Model adsorpsi Mn dengan isoterm Langmuir Process. Noegrohati. Lofrano.395 0. Vol. 1-3 (2007) 205-2014. H. “Removal of Hardness Agents. [4] I. Vol. 1 (2006) 1-9. Futalan. dengan aktivasi kimia memiliki kapasitas adsorpsi maksimum by Natural and Alkaline Modified Pumice Stones in Single and Binary Systems. Vol. Zaharah. No.51% untuk Mn. Calcium and Magnesium. Adsorben tanpa Kontak. pendekatan isoterm adsorpsi Langmuir of Environmental Sciences.” Jurnal Molekul.20% dan 68. “Adsorpsi Timbal (II) oleh adsorben dengan pencucian akuades dengan kapasitas adsorpsi Selulosa Jerami Padi Teraktivasi Asam Nitrat.” Jurnal Info Teknik. Kartini. Vol.” Applied Surface Sciences. dengan pencucian akuades dan tanpa aktivasi masing-masing . “Studi Pendahuluan Adsorpsi Kation Ca dan Mg Isoterm Langmuir Metode Aktivasi (Penyebab Kesadahan) Menggunakan Selulosa Bakterial Nata De Coco qm KL dengan Metode Batch. Gautam. dengan aktivasi kimia juga memiliki efisiensi removal rata-rata [13] I. “Adsorpsi Ion Cr3+ oleh Serbuk Gergaji Kayu Albizia akuades memiliki nilai R2 sebesar 0. Berdasarkan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Praktis Sifat-sifat Dasar Jenis Kayu Indonesia.545 Algae Sargassum sp.155 [9] J. Vol. and M. [8] U.946. adsorben serbuk gergaji kayu dapat digunakan dengan metode kontinu menggunakan kolom adsorpsi. Pengaruh pH dan Waktu maksimum sebesar 1. dan Freundlich pada adsorben tanpa aktivasi memiliki nilai R2 [3] A. 1 (2011) 11-20. K. mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pendidikan Tinggi. 1 (2012) 1-7. Kazemian. 25. Wahyuni.” semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa proses adsorpsi Desalination. V. No.698 mgMn/g dengan rata-rata Gambar 18. menghasilkan konstanta persamaan Freundlich yang terdapat [7] R. and M. IV.883 dan 0. “Karakteristik Adsorpsi Tembaga (II) pada Humin dalam Medium Air Tawar. No. 274 (2013) 295-305. Sulistyana. dan T. Belgiorno. Kyakioglu. dapat dimidelkan dengan isoterm adsorpsi Mn. Shukla. KESIMPULAN/RINGKASAN Metode aktivasi kimia HCl-NaOH pada adsorben serbuk gergaji kayu kamper menghasilkan kapasitas adsorpsi terbesar yaitu 0.635. during Drying” Brazil: 4th Mercusor Congress on Process Systems Engineering (2005).” Emerging Compounds Removal from Wastewater (2012).” Journal Gambar 14 hingga 19.618 1. Syauqiah. 210 No. Zarrabi. sehingga dapat dimodelkan dengan isoterm adsorpsi [6] M. Barone. “Adsorption of Mn 2+ from Aqueous Solution Using Fe and Mn Oxide-coated Sand. yaitu sebesar 1. No. “Analisis Variasi Waktu dan terbesar yaitu 98. Berdasarkan [2] C.M. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis I. Sehingga dapat diketahui bahwa adsorben dengan aktivasi kimia memiliki kemampuan adsorpsi Mn yang paling besar. Margrave. aktivasi memiliki nilaki kapasitas adsorpsi maksimum yang [12] R. Aganon.” Indonesia Sawmill and masing adsorben teraktivasi memiliki nilai yang mendekati 1. and F. Luzio. Isoterm Freundlich Mn dengan adsorben aktivasi kimia DAFTAR PUSTAKA Jenis isoterm adsorpsi pada adsorben teraktivasi dapat [1] P. pada Tabel 2. (Albizia Falcata): Studi Pengembangan Bahan Alternatif Penjerap Pendekatan isoterm adsorpsi pada adsorben dengan aktivasi Limbah Logam Berat. dapat diketahui bahwa nilai R2 pada masing. 1. Grassi. Kan. 7 (2013) 1483-1491.” Langmuir dan Freundlich pada adsorben dengan pencucian Journal of Hazardous Materials.13% untuk Fe dan 98. S. A. C.618 mgMn/g adsorben. Pendekatan isoterm adsorpsi of Sawdust in The Removal of Unwanted Materials from Water. N. Amrane. 2. Selanjutnya yaitu [11] I.182 mgFe/g dan 1.70%. Sepehr. 5. sedangkan efisiensi removal adsorben Kecepatan Pengaduk pada Proses Adsorpsi Limbah Logam Berat dengan Arang Aktif. 95. C. Dalam pengembangannya.” Prosiding Skripsi Semester Genap Jurusan Tanpa Aktivasi 1.983 dan 0. [5] Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH). M.698 mgMn/g adsorben. Yaghmaian. Nilai R2 yang Water Supplies Intended for Human Consumption: A Case Study. N. “Biomass-derived Biosorbents for Metal Ions Sequestration: Adsorbent Tabel 2. G. G. Rocha. Vol.JURNAL TEKNIK ITS Vol. Amalia. terkecil.” JKK. Andreas. [10] M. “The Role sebesar 0. Safrianti.395 mgMn/g adsorben. “Petunjuk hasil tersebut. Ghaffari.698 53. dan S. Pencucian Akuades 1. Dubey. “Change in Structure of Marine Aktivasi Kimia 1. Vol. A. “Removal of Emerging Contaminants from Water and Wastewater by Adsorption Langmuir. Program Studi Kimia (2008) Sekolah kimia memiliki nilai R2sebesar 0. 1. A. P. and G. 1 (2014) 239-259. Woodworking Association (2008).” Tesis. “Removal Manganese from ditentukan dengan nilai R2 yang diperoleh. (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F16 sebesar 77. Sukarta. No. Vagliasindi. and M. terbesar yaitu 1. Y. dan H. Roccaro. Modification and Activation Methods and Adsorben Regeneration” Konstanta isoterm Langmuir pada adsorpsi Mn Journal of Chemical Engineering. Cavalcante. M. M. Adsorben Vol. Lofrano. and S.51%. Zhang.920. J. Dalida. 1-2 (2002) 137-152. Narsito. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan finansial melalui Beasiswa PPA tahun 2014-2015.838 dan 0. Shukla. Isoterm Freundlich Mn dengan adsorben pencucian akuades efisiensi removal terbesar yaitu 22. No. 12. and Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa adsorben H. Chattopadhyaya.