MODUL 1

Mata Kuliah : Sistem Informasi Kesehatan
Judul : Dasar SIK
Kode MK : KG 205
Jurusan : Kesehatan Gigi
SKS : 1 SKS Teori

Penyusun :
Sulur Joyo Sukendro, S.Si.T
Hanif Pandu S, SKM

Jurusan Kesehatan Gigi
Politeknik Kesehatan Semarang
2007

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga buku ajar ini dapat diselesaikan. Isi buku ini merupakan kumpulan dari bahan kuliah Sistem Informasi Kesehatan yang akan diberikan bagi para mahasiswa Perawat Gigi sebagai bekal pegangan dalam pengabdiannya pada masyarakat kelak.com> Health Information System Modul 1 . buku ajar ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Harapan penyusun. Semarang. selanjutnya Perawat gigi sendiri dapat menelaah dan mengembangkan pengetahuannya sendiri sesuai dengan perkembangan Ilmu Kesehatan Gigi. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan buku ajar ini.co. oleh karena itu kritik dan saran penyusun harapkan demi kesempurnaan buku ajar ini. Buku Ajar Sistem Informasi Kesehatan ini disusun untuk memperlancar proses pembelajaran bagi mahasiswa Perawat Gigi.SKM < hanif_ps@yahoo.Si.id> Hanif Pandu S.T < sj_sukendro@yahoo.S. April 2007 Tim Penyusun Sulur Joyo Sukendro.

Patient record pada umumnya berisi catatan-catatan dari petugas klinik dan hal-hal lain yang mendukung perawatan. Pada abad ke 5 SM. dan umumnya mengharuskan petugas klinik untuk pergi ke suatu tempat khusus untuk melihat materi tersebut. Laporan tersebut harus mengindikasikan kemungkinan penyebab dari penyakit (it should indicate the possible causes of disease). hasil tes. Patient record adalah suatu rekaman atau catatan yang berisi tentang kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang dibuat setelah pasien mendapatkan suatu tindakan medis. Dengan pengecualian terhadap elektrokardiogram. 2. khususnya citra. pendekatan (consideration). Dengan cara pandang tersebut pada waktu itu. Laporan tersebut harus akurat menceritakan perjalanan terjadinya penyakit (it should accurately reflect the course of disease). Sejarah Singkat Patient Record Pada awalnya isitilah yang digunakan untuk menyebut catatan data-data pasien yang berkaitan dengan perawatan kesehatan adalah istilah patient record. Pada sebagian besar negara-negara di Eropa. patient record dicatat terpisah dengan nursing record. seperti X-ray. dan endoskopi. suatu laporan medis berisi penjelasan dari kejadian-kejadian yang mendahului terjadinya penyakit daripada sebab-sebab Health Information System Modul 2 .Pendahuluan Patient record yang konvensional menggunakan kertas sebagai media pencatatnya. Dia menyatakan bahwa suatu laporan medis harus memenuhi dua tujuan. Catatan-catatan ini sering dilengkapi dengan data-data dari sumber lain. Pada umumnya. yaitu: 1. Maka dari itu. fungsi paru-paru. dan data lain yang merupakan informasi mayoritas pada patient record konvensional (paper-based patient record) merupakan data yang dapat diekspresikan dalam karakter dan digit (alphanumeric data). beberapa citra atau gambar. seperti hasil tes laboratorium dan laporan yang menjelaskan hasil dari tes-tes lain yang pernah dilakukan. Hampir semua informasi non-tekstual. patologi. ultrasonic. suatu set data pasien pada umumnya belum tersedia sebagai satu kesatuan pada satu tempat dan waktu yang sama seperti yang dibutuhkan. catatan atau rekaman dibuat oleh perawat atau dokter. Catatan tersebut berisi temuan (findings). suatu laporan medis sangat dipengaruhi oleh pemikiran Hippocrates. sebelum kemudian lebih umum digunakan istilah medical record dan kemudian dibuat klasifikasi untuk berbagai jenis catatan atau rekaman data kesehatan seseorang. dan informasi perawatan lain yang berhubungan dengan penyakit pasien. hanya dapat dilihat melalui permintaan khusus.

dokter melandaskan observasi mereka pada apa yang mereka dapat dengar. Penjelasan utamanya mencerminkan apa yang dituturkan oleh pasien dan kerabat pasien. Pasca 1880. tetapi pihak- pihak yang mendukungnya harus mengetahui batas-batasnya dan menahan diri dari campur tangan yang melewati batas. Hal lainya. Tugas penting dari dokter dan perawat adalah untuk melepaskan penderitaan pasien. Visi Hippocrates masih menjadi dasar dari sumpah atau janji yang harus diucapkan oleh semua dokter hingga hari ini sebelum mereka mulai mempraktekkan profesi mereka. sangat penting untuk memperkirakan nilai ramalan dari temuan. Sebagai hasilnya. seperti opthalmoscope dan laryngoscope. Buku besar tersebut berisi laporan kronologis dari semua pasien yang ada. Atau dengan kata lain. Sampai dengan awal abad ke 19. Mayo Clinic menerapkan sistem satu arsip terpisah untuk setiap pasien. Sejarah penyakit yang terdokumentasi dengan baik memainkan peran penting untuk mencapai tujuan tersebut. laporan medis saat itu ditulis dengan sudut pandang kronologis atau disebut pula sebagai laporan medis dengan orientasi waktu (time-oriented medical record). catatan-catatan yang berkaitan dengan seorang pasien dapat terpisah beberapa halaman. Pada 1920. Namun. Pengobatan dalam pandangan Hippocrates. Pada 1816. Catatan yang tersebar semacam itu menyebabkan pencatatan menjadi menyulitkan untuk menghasilkan pandangan yang baik tentang sejarah lengkap penyakit dari pasien. William Mayo. rasakan. Instrumen ini berkontribusi pada perkembangan teknik diagnosa. suatu bagian informasi dari seorang pasien dapat saja terdapat pada buku catatan beberapa dokter. seorang ahli bedah Amerika. membentuk kelompok praktek pertama. tergantung dari jarak waktu antara satu kunjungan dengan kunjungan berikutnya. Sederatan atau sekumpulan data ini Health Information System Modul 3 . Ketika instrumen-instrumen diagnosa menjadi tersedia dalam berbagai ragam fungsi. manajemen Mayo Clinic menyetujui sederetan jenis data minimal yang semua dokter dapat susun dalam laporan dan catatannya. yang sekarang dikenal dengan Mayo Clinic di Rochester. Pada awal berdirinya. stetoskop di temukan oleh Laennec. menyebabkan perubahan titik berat dari laporan medis pasien dari laporan yang isinya adalah cerita kronologis yang diceritakan oleh pasien atau keluarga pasien menjadi temuan-temuan oleh dokter dan perawat. Pada 1907. ketika itu belum ditentukan data-data seperti apa saja yang termasuk pada data yang perlu dimasukkan pada patient record.nyata yang menyebabkan penyakit tersebut. Inovasi ini adalah asal mula dari patient record yang berpusat pada pasien (patient-centered medical record). dan lihat. Minnesota. setiap dokter menyimpan catatan-catatan medis pada sebuah buku besar pribadi.

Walaupun demikian. Catatan direkam per masalah menurut struktur SOAP yang merupakan kepanjangan dari subjective (keluhan yang diungkapkan oleh pasien). dan data lain yang dipisahkan pada bagian tersendiri pada patient record. Patient Record Konvensional Sebagian besar patient record modern tidaklah murni berorientasi waktu karena kronologi yang terlalu kaku akan menyebabkan analisis dari sebuah variabel berkait waktu untuk mendeteksi perubahan jangka panjang (trend analysis) sulit dilakukan.kurang lebih menjadi kerangka kerja (framework) untuk patient record yang ada hari ini. Misalnya bagaimana mengatasi masalah suatu data yang berasosiasi dengan lebih dari satu masalah tidak perlu di rekam lebih dari satu kali. Pada patient record jenis ini setiap pasien dimasukkan pada satu atau lebih masalah. Beberapa catatan yang tidak beraturan (unordered) tidak dapat memberikan pandangan atau penjelasan yang jelas. Untuk memfasilitasi trend analysis. Dan pada tahun 1960an ia memperkenalkan patient record berorientasi masalah (problem-oriented medical record). Pada setiap bagiannya. objective (temuan yang ditemukan oleh dokter atau perawat). tes darah. Health Information System Modul 4 . Walaupun bentuk patient record yang diusulkan Weed telah banyak diterima. masih kerap terjadi pencatatan yang seringkali merupakan gabungan dari keluhan (complains). pendekatan (considerations). laporan X-ray. contohnya tentang tingkat hemoglobin. Weed menjawab tantangan untuk memperbaiki organisasi dari patient record tersebut. dan temuan. data-data tersebut diatur secara kronologis. khususnya dalam kasus pasien yang dirawat untuk lebih dari satu keluhan atau penyakit. Di samping untuk perbaikan dalam standarisasi dan pengaturan dari patient record. Bantuk rekaman yang mengikuti kode SOAP problem-oriented Weed hanyalah catatan klinik saja. Hal ini sangat membantu memperjelas hubungan antara temuan dokter dengan rencana perawatan selanjutnya. patient record terkini umumnya berorientasi sumber (source oriented). rencana terapi. assessment (hasil tes atau kesimpulan seperti sebuah diagnosa). Isi dari laporan diatur menurut metode berdasarkan sumbernya: catatan kunjungan. Hasil tes laboratorium dapat saja terpisah dengan catatan kunjungan. seseorang tidak dapat secara cepat mendapatkan gambaran dari sebuah masalah. namun aplikasinya ke tataran praktis masih membutuhkan banyak disiplin manajemen. laporan X-ray. tujuan utama dari struktur SOAP yang berorientasi masalah adalah untuk memberikan gambaran yang lebih baik dari sebab-sebab penyakit yang dapat mendukung proses perawatan. dan plan (rencana perawatan atau kebijakan). dan informasi lainnya. hasil tes. Pada laporan semacam ini.

Riset klinik. d. patient record digunakan untuk mendukung perawatan pasien. Pendukung riset: a. Sebagai sumber informasi yang dapat dibagi di antara pendukung- pendukung perawatan. c. Mendukung perawatan pasien: a. Sebagai dasar kewenangan dari pembayar. Karena perkembangan dunia kedokteran. b. perkembangan dalam dunia perawatan kesehatan telah membuat tugas ini lebih kompleks. Kelemahan-kelemahan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menyediakan pendukung untuk manajemen pembiayaan. 2. c. d. Terdapat kemungkinan tidak terbaca (tulisan tangan yang terlalu jelek). 2. bagaimana sebuah patient record yang masih menggunakan kertas-kertas dapat memenuhi tujuan ini? Bagaimanapun. Health Information System Modul 5 . Kegunaan patient record hari ini dapat meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Terdapat bermacam-macam bentuk pengaturan. Peninjauan kualitas perawatan. b. Pendidikan petugas kesehatan. 5. c. Isi laporan bebas (beragam) sehingga: a. Laporan atau catatan hanya dapat terdapat pada satu tempat pada satu waktu. Pengawasan distribusi obat-obatan. Laporan atau catatan tersebut tidak dapat tersedia untuk waktu dan tempat yang berbeda secara bersamaan jika dibutuhkan oleh lebih dari satu pihak. Manajemen dan pelayanan kesehatan: a. Menyediakan sarana pendukung untuk penagihan (billing) dan pembayaran ganti rugi (reimbursement). Sebuah laporan legal dari tindakan medis. Terdapat kemungkinan tidak lengkap. catatan dengan menggunakan media kertas jadi memiliki beberapa kelemahan untuk dapat memenuhi tujuannya mendukung perawatan pasien. Dan terdapat suatu pertanyan penting. Seperti tujuan awalnya. Menyediakan pendukung untuk isu-isu organisasi. Sebagai sumber bahan evaluasi dan pengambilan keputusan. 3. 4. Studi epidemi penyakit. dan di sana juga terdapat kebutuhan untuk data pasien yang dapat memenuhi tujuan lain daripada sekedar perawatan pasien. Sebagian besar catatan medis hari ini biasanya masih menggunakan kertas sebagai media. b. b.

4. Beberapa contoh sistem yang dibangun pada era 1970an yang masih terus digunakan. 3. Definisi Electronic Medical Record Health Personnel Act dan Patients’ Rights Act memberikan definisi tentang electronic patient records yaitu: “An electronic collection of registered information on a patient related to health care. Contoh data-data naratif adalah catatan-catatan pada sejarah pasien dan pengujian fisik. memunculkan ketertarikan yang besar pada pengembangan electronic patient record. Komputer memiliki potensi untuk memperbaiki tingkat keterbacaan. Tidak hanya dokter yang memberikan beragam penjelasan tentang temuan mereka tetapi pemasukan data (data entry) langsung ke komputer juga lamban karena belum terbiasanya petugas kesehatan dan mereka masih merasa bahwa memasukkan data ke terminal akan banyak memakan waktu.” (Sebuah kumpulan informasi tercatat tentang pasien yang berhubungan dengan perawatan kesehatan dalam bentuk elektronik. atau masukan secara aktif kepada pihak pengguna. seiring dengan perkembangan pada ilmu pengetahuan komputer. isi perlu dituliskan dengan lengkap dengan potensi error karena ada tulisan yang tidak terbaca atau data tidak lengakap. hasil tes laboratorium. akses. Data-data yang naratif jauh lebih sulit untuk dikumpulkan menjadi format yang terstruktur. It is the repository of clinical information on which Health Information System Modul 6 . dan struktur. Terdapat kemungkinan ambigu. RMIS. Laerum memberikan pandangan lain berkaitan dengan terminologi electronic medical record dalam konteks yang lebih baik: “The EMR in its simplest form may be regarded as an electronic version of the paper-based medical record. Patient Record Yang Berbasis Komputer Peningkatan kebutuhan untuk data pasien yang terstruktur baik dan mudah diakses.) Namun. dan ELIAS. Pengembangan pertama adalah pada kondisi rumah sakit dan difokuskan pada bagian patient record yang berisi data-data diagnosa. contohnya COSTAR. TMR. dan data pengobatan. tetapi ini memiliki kebutuhan yang besar pada proses pengumpulan data. peringatan (warning). Catatan dengan kertas tidak dapat memberi pengingatan (reminder). STOR. d. Lebih dari 25 tahun manusia berusaha untuk mengembangkan computer patient record. Untuk analisis ilmiah. definisi ini kurang tepat karena terminologi yang digunakan adalah electronic patient record dan belum memberikan ruang untuk suatu interoperability yang sudah merupakan kebutuhan mendesak saat ini.

However. isi dari EMR tidak terdefinisi pada literatur dan sebagai konsekuensinya. Gambaran EMR sebagai sebuah database. its content is not universally defined in the literature.health personnel base their decisions regarding health care of the individual patient. Automated Medical Record (AMR). and consequently. Untuk memberikan pendekatan yang lebih umum dari bagaimana mengatur hak pengaksesan ke database dengan memastikan bahwa syarat-syarat kerahasiaan (confidentiality). Computerized Medical Record (CMR). Di sini EMR didefinisikan sebagai sebuah database yang memuat data dari berbagai macam sumber seperti digambarkan pada gambar 1. terdapat lima tingkat dari Electronic HealthCare Record (EHCR). Bagaimanapun. Electronic Medical Record (EMR). dan tanggung jawab (accountability) tetap terpenuhi. Untuk memperjelasan perbedaan terminologi patient record dan medical record.” EMR pada bentuknya yang paling sederhana dapat dipandang sebagai versi elektronik dari paper-based medical record. Health Information System Modul 7 . menurut Medical Records Institute. definisi yang lebih luas diperlukan. integritas (integrity).) Laerum memberikan sebuah pandangan yang berbeda tentang definisi EMR. yaitu: 1. 3. konsep ini disebut dengan berbagai macam cara. AMR adalah sebuah rekaman atau catatan yang masih berbasiskan kertas namun dengan beberapa dokumen yang sudah dihasilkan oleh komputer. ketersediaan (availability). the concept is named in a multitude of ways. Gambar 1. 2. CMR membuat dokumen-dokumen pada tingkatan AMR menjadi tersedia secara elektronik. Ini adalah tempat penyimpanan informasi-informasi klinik yang mana para petugas kesehatan membuat keputusan- keputusan mereka dalam perawatan kesehatan pasien dengan mengacu padanya. EMR melakukan restrukturisasi dan optimasi dari dokumen-dokumen pada tingkatan sebelumnya dengan memastikan kemampuan interoperasi (interoperability) dari semua sistem dokumentasi.

Insan Infonesia. Springer. Handbook of Medical Informatics. EPR adalah sebuah rekaman atau catatan yang berorientasi pada pasien dengan informasi dari berbagai institusi. 2005. Dynamic Security for Medical Record Sharing. [8] Rahardjo. [9] van Bemmel. Indocisc. Davrondzhon. 1998-2005.ohsu. yaitu diperhitungkannya aspek interoperability pada electronic medical record atau EMR.org [6] http://en. PT. Di sini diberikan suatu perbedaan antara electronic patient record dengan electronic medical record. 2003. Future of Security and Privacy in Medical Information. Dalam electronic patient record atau EPR aspek interoperability tidak dimasukkan. Electronic Health Record (EHR). 5. Bandung dan PT. [2] Cody. 2003. Maka...gov/ocr/hipaa [5] http://www. Dorothea. Heidelberg. Nils Kalstad Svensen. Electronic Patient Record (EPR). Health Information System Modul 8 . Jakarta.H. [4] http://www. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet. Budi. Penerbit Gava Media. Security Model for Electronic Medical Record. Massachusetts Institute of Technology.org [7] Kristanto. Kirsi Helkala. secara umum untuk menyebut suatu catatan tentang kesehatan dan penyakit pasien dalam bentuk data elektronik dan memiliki interoperability digunakan terminologi electronic medical record (EMR). Andri. Yogyakarta. Daftar Pustaka [1] Beringer.wikipedia. Gjovik University College. 2000. Germany. [3] Gafurov. J. EHR adalah informasi-informasi kesehatan umum yang tidak terkait secara langsung dengan penyakit.hhs. 4. Keamanan Data Pada Jaringan Komputer. 2003. Patrick M. Stanford University.

Related Interests