BAB I

PENDAHULUAN

Kemajuan di suatu negara akan terukur dari situasi dan kondisi keamanannya sebagai
salah satu syarat utama, baik negara maju, negara berkembang tidak terkecuali negara miskin,
faktor keamanan merupakan suatu landasan yang sangat kuat sebagai tolok ukur untuk
mendukung terhadap perkembangan yang lainnya, bahkan setiap kebijakan suatu negara akan
selalu berhubungan erat dengan situasi dan kondisi yang dipengaruhi oleh faktor dan terciptanya
keamanan, seperti pembangunan yang akan dilaksanakan agar segera terealisasi dan cepat
terlaksana. Keamanan merupakan kunci dalam setiap pelaksanaan pembangunan yang akan
dilaksanakan, apabila keamanan benar-benar kondusif, maka pelaksanaan roda perekonomian
dan pembangunan akan berjalan dan terlaksana dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan yang
direncanakan. Pemerintah Indonesia telah memberikan jabaran yang luas untuk menciptakan
keamanan di dalam negeri, hal ini tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
alinea keempat, dan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Republik Indonesia No. IV/MPR/1999 tentang Garisgaris Besar Haluan Negara 1999-
2004 dalam huruf I angka 2 tentang Pertahanan dan Keamanan, serta dalam Amandemen Ke-IV
Undang-Undang Dasar 1945 Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan Negara, Pasal 30 ayat
(1). Bertitik tolak dari antisipasi Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi keamanan dalam
negeri agar terciptanya rasa aman dalam masyarakat, maka fungsi Kepolisian menjadi tolok ukur
keamanan di suatu lingkungan masyarakat, sehingga peranan Polri dituntut untuk meningkatkan
profesionalisme di setiap jajaran kepolisian baik di Pusat maupun Daerah
sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002
tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, bahwa tugas dan fungsi Kepolisian bukan hanya
sebagai pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat dan penegak hukum saja tetapi lebih
jauh dari hal itu dapat mengeliminir semaksimal mungkin setiap gangguan Kamtibmas, dan
penegakan hukum benar-benar dapat dilaksanakan sehingga bisa membantu jalannya roda
perekonomian dan terlaksananya pembangunan dengan baik, “Polri selaku pengemban fungsi
kepolisian dan fungsi Pemerintahan Negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban
masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,
telah berupaya seoptimal mungkin guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dengan lebih
mengedepankan tindakan preemptif dan preventif dengan harapan dapat mengurangi atau
mengeliminir setiap bentuk gangguan kamtibmas yang kondusif dan pada gilirannya dapat
menunjang roda pembangunan dan perekonomian bangsa kita yang masih belum keluar dari
berbagai krisis yang melandanya”.

BAB II
DEFINISI

A. SATUAN PENGAMANAN

Satpam yang merupakan singkatan dari Satuan Pengamanan, adalah satuan kelompok
petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik
(physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.
Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa polisi tidak mungkin bekerja sendiri
dalam mengemban fungsi kepolisian. Oleh karena itu, lembaga satuan pengamanan secara resmi
dibentuk pada 30 Desember 1980 melalui surat keputusan kepala kepolisian negara.
Keperuntukan keamanan pada umumnya adalah untuk mengamankan asset, kawasan atau
wilayah, suatu intansi atau perusahahan serta dapat memberikan rasa nyaman bagi intansi
tersebut, dalam beraktifitas dan menjalankan kegiatan sesuai fungsinya masing-masing.
Sudah Barang tentu suatu perusahaan apa bila keamanan serta kenyamanannya terganggu oleh
pihak luar maupun dalam, saat beraktifitas atau bekerja akan terganggu.
Keamanan adalah garda depan suatu perusahaan, bukan suatu yang menghasilkan produksi tapi
sebagai managemen yang menjaga hasil produksi dari perusahaan atau intansi tersebut.
Untuk jumlah atau kekuatan personil pada umumnya dilihat dari luas wilayah yang dimiliki
suatu perusahaan atau intansi, tindak kerawanan yang terjadi di lingkungan sekitar serta aset -
aset yang dimiliki oleh perusahaan atau intansi tersebut.
Suatu perusahaan yang memiliki wilayah yang luas, tingkat kerawanan yang tinggi serta memiki
aset yang besar sudah barang tentu jumlah personilnya membutuhkan lebih banyak. dilihat dari
titik - titik rawan serta keperuntukan - keperuntukan yang lain yang Berkaitan dengan keamana.
keamananpun harus provesional dan siap terjun dilapangan serta siap di plot (ditempatkan) dan
dalam waktu atau cuaca apapun. personil keamanan wajib disiplin, jujur, berani, dan
bertanggung jawab terhadap perusahaan atau instansi tugasnya.

B. JENJANG PELATIHAN

Jenjang pelatihan satpam ada 3 tingkat yaitu :

1. Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam.
Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l.
Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam,
Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang
Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan
Penghormatan;
2. Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah
memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam
pelajaran dan

3. Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa
saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan.
Pola 100 jam pelajaran.

Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan
yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan
latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan satpam. Kepolisian Wilayah, Kepolisian
Wilayah Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Resor Kota hanya melakukan latihan
penyegaran.

C. PERANAN

Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai

1. Unsur membantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan
ketertiban lingkungan kerja.
2. Unsur Membantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada
keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.

BAB III

TATALAKSANA

A. TUGAS DAN FUNGSI KEAMANAN
Kegiatan seorang petugas Keamanan terdiri dari ( P6M )

1. PENGATURAN.
Pengaturan disini dilihat dari medan yang diamankan, fungsi tambahan yang di
keluarkan oleh perusahaan atau pimpinan keamanan. Dan dilihat dari kebutuhan perusahaan
2. PENJAGAAN
Setiap keamanan memiliki fungsi dan tugas yang sama secara umum menjaga dan
mengamankan semua asset, karyawan, atasan dan keamanan kerja dilingkungan kerja atau
tempat-tempat tertentu sesuai dengan ploting yang diatur oleh perusahaan atau atasan. Dan
dituntut seorang keamanan yang memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, kejujuran tinggi.
3. PENGAWALAN
Melakukan pengawalan pada atasan atau asset perusahaan yang dibawa atau
dipindahkan, atau diambil dari tempat lain yang diperlukan perusahaan atau yang
dikeluarkan oleh perusahaan. Dan bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan
kenyamanan selama dalam perjalanan sampai tujuan yang dimaksut.
4. PATROLI
Tugas ini diwajibkan kepada setiap keamanan yang ditempatkan disetiap plot yang
sudah diatur oleh atasan atau yang sudah ditunjuk oleh atasan keamanan guna melakukan
kegiatan ini. Dan dapat melakukan pencegahan apabila dalam melakukan patroli mendapati
hal-hal yang mencurigagan atau janggal dan melakukan pencekalan apabila terdapat hal-hal
yang merupakan suatu pelanggaran didalam sistem pengamanan.
5. PENYIDIKAN DAN PENYELIDIKAN
Kemampuan penyidikan dan penyelidikan setiap kejadian harus dimiliki oleh setiap
personil sebelum ditangani oleh pihak yang berwajib, fungsi supaya dapat menggantisipasi
sebelumnya untuk tidak terjadi hal-hal yang demikian
6. PELAPORAN
Seorang keamanan harus dapat membuat laporan kepada atasan dan harus
melaporkan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk dilaporkan dan untuk diketahui oleh
atasan atau pihak perusahaan. Dan dapat mengetahui kejadian tersebut penting atau tidaknya
untuk dilaporkan atau dimutasikan.
7. MENGAMANKAN
Keamanan mempunyai hak untuk mengamankan pelaku dan mengamankan barang
bukti atau mencari barang bukti serta dapat meminta saksi-saksi yang benar mengetahui
kejadian dan wajib menjadi saksi apabila personil tersebut mengetahui kejadian tersebut.

B. SENYUM, SAPA, SALAM, TINDAK ( S³T)
1. SENYUM
Biasakan senyum untuk menerima tamu, karena dengan senyum tamu akan merasa
dihargai dan dihormati.
2. SAPA
Sapalah tamu sebelum anda disapa, Tanya keperluannya dengan sopan, sampaikan
hal tersebut kepada yang dituju oleh tamu, diperbolehkan masuk atau tidak, apabila
diperbolehkan, arahkan tamu tersebut kepada yang bersangkutan. Dan apabila tidak lakukan
penolakan secara baik-baik dengan alasan yang tidak menyinggung perasaan tamu. Hal
tersebut diatas biasanya digunakan apabila yang bersangkutan bertugas dipos jaga kantor
atau didalam kantor.
3. SALAM
Ucapkan salam yang bersifat umum kepada tamu. Perlakukan tamu dengan sebaik-
baiknya. Ucapan-ucapan Selamat siang,. Apa ada yang bisa saya Bantu,. Trimakasih,. Maaf
pak,. Silahkan pak / bu
4. TINDAK
Apa bila ada tamu yang melanggar ketertiban didalam lingkungan perusahaan atau
kantor terlebih dahulu dilakukan teguran secara baik-baik, dinasehati dan apabila yang
bersangkutan masih melakukan dan tidak mengindahkan teguran tersebut amankan

C. PLOTING PERSONIL
Jumlah personil yang dimiliki oleh perusahaan yang nantinya akan ditempatkan atau di
ploting harus disesuaikan. Penyesuaian tersebut harus dilakukan oleh atasan keamanan, dan
atasan tersebut harus mengetahui lokasi – lokasi mana saja yang akan ditempatkan personil
keamanan tersebut.
Untuk melihat berapa atau tempat mana saja yang harus ditempatkan personil dapat dilihat dari:
Kerawanan lokasi
Penyesuaiyan jumlah personil yang dimiliki.
Asset yang terdapat dilokasi
Luasnya lokasi
Pos keluar masuk kendaraan dan tamu.
Kantor perusahaan
Kekuatan personil yang akan diplot oleh atasan keamanan dapat di pelajari dari beberapa aspek
diatas, dengan demikian atasan keamanan dapat menentukan berapa personil yang diperlukan
dilokasi ploting tersebut.

D. ATRIBUT DAN SENJATA
1. ATRIBUT
Wajib bagi seorang keamanan memiliki seragam dan atribut lengkap sesuai dengan
kebutuhan serta dituntut memiliki KTA, IJIN SAJAM dan BORGOL, yang dikeluarkan
oleh polres atau polda setempat supaya legalitas tampilan keamanan berwibaya { Bukan
Satpam Gadungan } dan dapat dipertanggung jawabkan.

32 inch. Senjata api bahu. Sangkur lempar 3. BORGOL Borgol yang digunakan oleh keamanan yaitu borgol setandar polri yaitu borgol lengan dan borgol ibu jari. Peraturan Kepala Polri No. 2. kaliber 0. kaliber 0. Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah 1. dapat juga sebagai alat pembela diri dengan tehnik- tehniktertentu. objek vital. lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya. 2. jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA 2. Referensi 1. tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen/silinder untuk setiap pucuk senjata api. SAJAM 1. jenis pistol atau jenis revolver . seperti bank. SENPI Sesuai dengan sifat. sebelum dibawa kepada pihak yang berwajib. Sangkur komando 2. BUKU TAMU Setiap tamu yang berkepentingan di areal perusahaan wajip lapor kepada personil keamanan dan wajib mengisi buku tamu guna mengidentifikasi apabila ada sesuatu hal yang tidak di inginkan. kantor bendahara. kaliber 0.22 inch Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi/proyek/badan usah dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas. anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara. Senjata api genggam. Pol.25 inch. . SARANA PENUNJANG 1. yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh pihak perusahaan. INVENTARIS Inventaris yang digunakan dan yang merupakan sarana penunjang keamanan harus di gunakan dan dijaga oleh setiap personil keamanan dengan sebaik-baiknya dan apabila hilang atau rusah bertanggung jawab sepenuhnya oleh yang melakukan atau semua keamanan. 18 Tahun 2006 2. 4. Ketentuan perizinan senjata api ini diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/244/II/1999 tertanggal 26 Februari 1999tentang Ketentuan Perizinan Senjata Api Non-Organik ABRI untuk Bela Diri E. Dan bagi tamu karyawan yang menginap di dalam atau di MESS perusahan wajib lapor dan setiap tamu wajib meninggalkan identitas yang masih berlaku di pos piket. Fungsi dari borgol tersebut adalah untuk mengamankan tersangka tindak perkara.

yang bersangkutan wajib untuk menjadi saksi atas kejadian tersebut 10. Jangan menyentuh barang apapun yang ada di TKP guna memudahkan penyelidikan pihak kepolisian. Apabila pada saat kejadian keamanan berada ditempat kejadian.3. Apabila perkara tersebut memang harus dilaporkan maka…… 5. Pelajari TKP 3. BUKU MUTASI Buku ini berfungsu untuk meninjau ulang segala kejadia yang terjadi dilokasi piket yang bersipat penting atau tidak. Portal berfungsi untuk mengantisipasi kendaraan tamu atau karyawan yang menerobos karena tidak berkenan untuk melapor atau untuk diperiksa oleh personil keamanan. Laporan ke pihak kepolisian 6. Personil dipos memiliki hak penuh untuk memeriksa atau menghentikan kendaraan siapapun tanpa terkecuali guna pemeriksaan dan pencatatan untuk laporan harian personil piket itu sendiri. untuk mempermudah pihak kepolisian menindak lanjuti atas perkara tersebut . 4.hal ini dilakukan apabila perkata tersebut diatas merupakan tindak pencurian atau pembunuhan. apabila olah TKP diperlukan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Informasikan kepada petugas apa yang anda ketahui. POS PORTAL Pos keamanan suatu intansi atau perusahaan berfungsi untuk pemeriksaan yang bersifat Global Atau menyeluruh. Amankan TKP / korban. 8. sebelum kejadian tersebut. DAMPAK./Pelaku 7. F. setiap personil piket wajib mengisi buku mutasi dengan jelas dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dimuat di dalalm buku mutasi tersebut dan wajib membukukan apabila ada laporan dari personil yang patroli atau personil yang diplot di lokasi ploting yang sudah ditentukan yang wajib diisi oleh personil keamanan yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban atasan keamanan. Laporkan perkara tesebut kepada DANRU atau CHIEF 2. TINDAKAN PERTAMA TEMPAT KEJADIAN PERKARA ( TPTKP ) Apabila ada perkara kejadian khususnya dilingkungan kerja 1. EFEK dari perkara tersebut sebelum melaporkan kepada pihak yang berwajib ( POLISI ) 4. Barang bawaan karyawan atau tamu yang keluar masuk Pos keamanan berfungsi juga untuk menerima laporan dari personil yang diploting di plot masing-masing menggunakan sarana Radio Komunikasi atau secara langsung ( LAPSIT ) laporan situasi yang nantinya harus di bukukan kedalam buku mutasi. Pelajari BOBOT. Tamu yang keluar atau masuk 3. mengenai TKP / korban. adapun yang diperikasa antara lain: 1. Kendaraan tamu atau karyawan yang keluar masuk 2. Jangan mengijinkan siapun kecuali Petugas masuk ke TKP 9.

? Dengan siapa. Menerima laporan [in put] dari personil.? Menggunakan apa…….…….  Danru harus selalu siap apabila diperlukan oleh chief guna kepentingan angota dan perusahaan..? Mengapa………………. 4. 3. maka harus di lakukan Introgasi saksi-saksi. buku mutasi.? Ada dimana……………. KOMANDAN REGU ( DANRU ) Komandan regu harus memiliki pengalaman dan kemampuan yang lebih dari personil keamanan yang lain. buku tamu. 2. Bertanggung jawab atas personil masing . korban tersebut guna mendapatkan keterangan mengenai perkara tersebut. Mengecek absent. pelaku. 6. Menjadwal personil masing . minimal 2 minggu sekali.masing regu.G. memiliki tugas yang berbeda dengan anggota lainnya.? Bagaimana………………? Waktu……………………? Perluas kalimat-kalimat tersebut diatas guna mendapat keterangan yang diperlukan pada saat Introgasi. …. 7.. Mengatur ploting personil. Disamping itu harus memiliki kemampuan untuk membaca situasi dilingkungan kerja dan dapat menggambil keputusan apabila ada sesuatu hal Tugas : 1. INTROGASI KEJADIAN Untuk mengetahui dan menindak lanjuti perkara-perkara kejadian yang terjadi di lingkungan atau kejadian tersebut terjadi pada karyawan.  memiliki wewenang untuk mengatur dan menegur anggota Keamanan yang tidak taat pada peraturan perusahaan atau peraturan dari managemen keamanan itu sendiri.masing. Melanjutkan laporan [in put] ke chief security. Menampung arahan dan masukan dari personil Fungsi :  Danru adalah panjang tangan dari chief security... .. sesudah mempelajari tindak kerawanan dititik tersebut. Pertanyaan-pertanyaan inti…. 5.  Danru memiliki hak untuk memindahkan personil di plot yang tadinya sudah ditentukan. H.  Memiliki jam kerja yang lebih dibanding anggotanya.SI ADI DE MEN BA TU Siapa…………………….? Ada siapa……………….

Tidak melakukan patroli di plot yang sudah ditentukan 5. Tidak berada diplot seperti yang sudah ditentukan 6. . Semua karyawan wajib diperiksa. Apabila ada karyawan melakukan tindakan pelanggaran lakukan tindakan: 1. I. Lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. secara lisan ( teguran ) atau secara tulisan ( surat peringatan ) J. Tidak memeriksa kendaraan yang keluar masuk ( untuk yang piket di pos portal ) 8. Izin tidak melapor. Tidak mengisi buku mutasi.  Dituntut Royalitas kerja yang tinggi. 4. RAZIA Razia { Pemeriksaan } adalah pemeriksaan terhadap karyawan tanpa terkecuali yang bertujuan untuk menggantisipasi tindak pencurian atau pelanggaran lain yang kemunggkinan besar dilakukan oleh karyawan perusahaan itu sendiri. Amankan barang bukti dari tindakan pelanggaran tersebut 2. Datang tidak tepat waktu 2. Laporkan kepada atasan untuk tindak lanjut. Penindakan dapat dilakukan oleh pihak keamanan yang dibantu oleh pihak lain yang berkompeten dan dapat dimintai pertanggung jawaban atau pihak yang diminta oleh pihak keamanan untuk membantu dan demi lancarnya kegiatan itu sendiri. 9. Apabila pelanggaran itu merupakan tidak pencurian yang mengharuskan pelaku untuk dilaporkan kepada pihak yang berwajib maka laporkan dan disertai oleh berita acara tersebut. sarana yang dibawa pada saat itu yang kemungkinan besar merupakan sarana untuk membawa barang atau asset yang dimiliki oleh perusahaan atau sajam sarana tersebut antara lain: Tas karyawan. Introgasi dan akan di muat kedalam berita acara 6. Minta data lengkap pelaku atau minta identitas pelaku secara lengkap 3. PELANGGARAN – PELANGGARAN Adapun beberapa pelanggaran yang sering dilakukan oleh personil antara lain: 1. Tidak mengikuti peraturan perusahaan 7. Tidur pada saat piket 3. Pulang tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan 4. Pelanggaran – pelanggaran tersebut diatas dapat dikenakan sanksi ( peringatan ) oleh pihak perusahaan. Pemeriksaan atau Razia ini bukan mencurigai tapi mengantisipasi tindak pencurian atau pelanggaran yang akan merugikan perusahaan atau melanggara peraturan perusahaan itu sendiri. Mobil karyawan dan dll wajib untuk diperiksa dengan teliti. 5.

Berita acara harus dibuat dengan sedetail mungkin guna laporan kepada atasan dan harus sesuai dengan apa yang terjadi lapangan. Dan seorang keamanan harus bisa membuat berita acara tersebut dengan terlebih dahulu harus : 1. yang harus di pelajari dalam hal ini adalah pada saat jam penggantian shift dimana shift yang lama harus menunggu sampai shift yang baru tiba dilokasi. memarahi DLL yang tidak sesuai dengan etika berbicara atau etika agama. Memanggil Korban Dan fungsi berita acara tersebut selain untuk laporan kepada atasan juga berfungsi untuk laporan kepolisian apabila perkara tersebut dilanjutkan kepada pihak kepolisian. Memanggil Saksi – saksi 3. RADIO KOMUNIKASI ( HT ) Radio komunikasi berfungsi untuk memberikan laporan kepada personil lain. Laporan-laporan tersebut dapat dilakukan untuk menginformasian situasi yang terjadi di ploting dimana personil tersebut di tempatkan. Apabila terjadi sesuatu dimana ploting personil berada.K. Dan apabila di panggil oleh personil lain wajib menjawab apabila personil tersebut dapat menerima input dari personil yang memanggil.dan supaya diketahui oleh personil lain yang berposisi di plot masing-masing. . mencaci. dan harus dilakukan serah terima ifentaris serta dilakukan pengecekan ifentaris oleh shift baru supaya tidak ada kesalahan dalam pendataan. diambil dari keterangan-keterangan saksi atau pelaku atau korban. L. segera laporkan kepada personil yang lain menggunakan HT terseput supaya dapat diketahui dan apabila diperlukan bantuan . OVER SHIFT OVER SHIFT adalah pergantian waktu atau jam tugas yang dilakukan setiap hari oleh setiap personil. Berkomunikasilah dengan bahasa yng sopan. tidak menggandung sara dan pornografi. dan dilakukan kordinasi sebelum pulang (minimal 20 menit ) adapun kordinasi tersebut berfungsi untuk mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi pada shieft lama. dengan apa yang ada dilokasi ploting. BERITA ACARA Berita acara adalah laporan suatu kejadian. Selama dalam piket seorang keamanan yang memiliki fasilitas HT di larang keras mematikan sarana tersebut. guna mendapatkan laporan dari rekan-rekan sesama piket. maka personil yang mengetahui wajib membantu personil yang memerlukan bantuan tersebut. dan dilarang keras menggunakan fasilitas tersebut untuk berkomunikasi dengan tujuan menghasut. Melakukan pengecekan TKP 2. M. Memanggil Pelaku / Tersangka 4.

Dalam pengawalan uang minimal dilakukan oleh 2 (dua) orang petugas satpam. SIM dan sebagainya kemudian cek keadaan kendaraannya. Dalam pengawalan uang dilarang berhenti atau mampir disuatu tempat. b.G. Perhatikan selalu pada waktu barang-barang akan dinaikan maupun diturunkan dari suatu kendaraan dan akan dimasukkan ataupun dikeluarkan dari gudang. dengan formasi sebagai berikut: . Persiapkan segala sesuatunya terutama kendaraan yang akan dipakai. f. atur jarak kendaraan satu dengan yang lainnya. d. Waspada selalu dalam perjalanan terhadap usaha yang akan merongrong atau membuat tidak baik terhadap barang yang dikawal. e. c. TEKNIK PENGAWALAN OLEH SATPAM 1. segera diadakan pemeriksaan kembali barang-barang tersebut dan keadaan kendaraannya. Dalam melaksanakan pengawalan uang harus berkoordinasi dengan Polri setempat terutama dimintakan bantuannya. c. Dalam pengawalan uang bawalah perlengkapan seperlunya seperti borgol. Periksa dokumen / surat-surat pengeluaran barang yang dibuat oleh petugas yang telah ditentukan. Pengawalan Tahanan Dalam mengawal tahanan bagi anggota satpam adalah mengawal tersangka yang tertangkap tangan dalam melakukan kejahatan maka dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah sebogai berikut: a. b. c. Dalam melaksanakan pengawalan uang milik perusahaan / instansi/ proyek / badan usaha yang bersangkutan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: b. Periksa barang-barang yang akan dikawal apakah sesuai dengan jumlah keadaan sebagaimana yang tertera didalam surat yang menyertai barang tersebut. Pengawalan dilakukan minimal 3(tiga ) orang bila tahanan lebih dari satu orang. Tahanan tersebut diborgol dahulu. supaya berjalan beriringan seperti orang berbaris. 3. Pengawalan Barang a. d. pentungan. Setelah tiba dilempat tujuan. Bila terjadi sesuatu ditengah perjalanan segera hubungi polisi yang terdekat untuk dimintakan bantuannya. berikan petunjuk terutama untukmemudahkan komunikasi. Bila kendaraan yang dipakai lebih dari satu. cek surat-surat kendaraan tersebut dan STNK. e. pisau atau senjata api bila yang sudah memiliki izin. Pengawalan Uang a. Bila tahanannya dua orang. Bila sedang mengadakan pengawalan uang harus selalu waspada dan perhatikan gerak- gerik orang yang mengikuti. 2. g. Segera hubungi kantor kepolisian yang terdekat bila dalam pengawalan uang ada yang mengikuti serta gerak-gerik yang mencurigakan.

TKP (Tempat Kejadian Perkara) a) TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) adalah : (1) Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan / terjadi atau akibat yang ditimbulkan. Bila pengawalan tahanan mempergunakan kendaraan perlu diperhatikan sebagai berikut: 1) Perlu diborgol / diikat tangannya. yang berwenang menangani lebih lanjut. e. (2) Tempat-tempat lain yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dimana . (3) Melindungi pelaku dari amukan / pengeroyokan massa. (2) Orang yang dianggap perlu ( Saksi Korban atau mungkin pelaku-pelaku yang belum tertangkap ) untuk tidak meninggalkan TKP sebelum datangnya petugas Polri. a. f. atau (4) Apabila sesaat kemudian adanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan tindak pidana itu. b. 2) Jangan membawa / mengawal tahanan disamping pengemudi. 1) Satu orang Satpam berjalan dimuka tahanan 2) Satu orang Satpam berjalan dibelakang tahanan 3) Kemudian yang satu orang berjalan dikanan atau kiri tahanan d. Tahanan yang lebih dan satu orang jangan diberi kesempatan untuk berbicara dengan yang lainnya. Peristiwa tertangkap tangan. 3) Jangan biarkan tahanan duduk sendirian. Yang dimaksud dengan tertangkap tangan adalah : (1) Tertangkapnya seseorang pada waktu sedang melakukan tindakan pidana atau (2) Dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan. (4) Melaporkan / menyerahkan tersangka dan barang bukti ( bila ada ) kepada petugas Polri yang berwenang menanganilebih lanjut. Tahanan jangan sampai berbicara dengan orang umum dan dilarang singgah di suatu tempat. kemudian harus diawasi dan belakang oleh petugas lain yang mengiringi H. TEKNIK PENANGKAPAN 1. 4) Sewaktu meninggalkan kendaraan periksa apakah apakah ada benda-benda yang sengaja ditinggalkan oleh tahanan didalam kendaraan g. atau (3) Sesaat kemudian disertakan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya. 2. Tindakan yang dilakukan adalah : (1) Menangkap pelaku dan menyita barang bukti. Pengawalan tahanan dengan sepeda motor dilakukan dengan keadaan terpaksa dan tangannya harus tetap diborgol.

MENGATASI ORANG MABUK DILOKASI KERJA 1. barang bukti. J. usahakan dengan akal cerdik melumpuhkan orang gila tersebut dengan tidak membahayakan diri sendiri dan jika yang bersangkutan misalnya ditangkap dengan menggunakan jaring. MENGATASI ORANG MENGAMUK /MEMBUAT KERIBUTAN 1. Apabila menghadapi karyawan / bukan karyawan sedang mengamuk dilingkungan kawasan kerja berikan peringgatan keras dan tegas agar orang tersebut menghentikan perbuatannya dan menyerah kalau dianggap perlu (bila ia bersenjata tajam dan membahayakan orang lain) gunakan Tongkat untuk melumpuhkannya. Apabila yang dihadapi orang gila yang sedang mengamuk dilingkungan / kawasan kerja. b. Menutup pintu gerbang. I. barang-barang bukti korban atau bagian tubuh korban ditemukan. (3) Pertahankan keaslian TKP ( status Quo ) bila petugas Polri belum tiba serta cegah agar berkas-berkas / barang bukti jangan sampai hilang atau rusak. Apabila terjadi pengrusakan oleh orang yang mabuk. 5. Apabila orang yang mabuk tersebut tidak melakukan perbuatan menggangu keamanan segera halau dan usahakan orang tersebut untuk menjauh dari lingkungan perusahaan 6. Amankan orang yang mabuk sehingga tidak membahayakan orang lain. Setelah orang mabuk dapat dikendalikan lakukan pemborgolan. sehingga peristiwa tersebut Mengakibatkan kerugian materi. Gunakan tongkat (knopel) dengan tidak membahayakan diri orang yang sedang mabuk. (4) Sambil menutup TKP hubungi pos Polisi terdekat. MENGATASI DEMONSTRASI ATAU UNJUK RASA 1. (5) Apabila datang petugas Polri. Mencegah orang diluar karyawan untuk masuk ke dalam lokasi c. b) Tindakan yang dilakukan lalah : (1) Pertolongan / perlindungan terhadap korban. Melaporkan ke Koordinator SATPAM . 7. 4. 2. pelaku. Memonitor dan mengawasi secara terus-menerus agar tidak terjadi pengerusakan/anarkis. Lakukan penangkapan apabila ada perlawanan 2. laporkan tentang keadaan yang ditemukan di TKP baik korban. jangan digunakan kekerasan. kumpulan barang bukti untuk selanjutnya diserahkan kepada polisi guna kepentingan penyidikan. Laporkan perihal tersebut ke Koordinator setempat K. Jika yang berdemo adalah karyawan langkah yang diambil adalah : a. d. (2) Tutup dan jaga TKP dan gangguan orang-orang yang tidak berkepentingan. 3.

b. Perkelahian 1 lawan 1 a. Usahakan melerai. Perkelahion kelompok a. Minta bantuan masyarakat / petugas keamanan lainnya untuk dapat memisahkan kelompok yang berkeiahi menjadi kelompok kecil. MENGATASI PERKELAHIAN 1. Melaporkan ke Koordinator untuk mengantisipasi kejadian dengan berkoordinasi ke Aparat Kepolisian setempat. Jika yang berdemonstrasi adalah dari orang luar (organisasi masyarakat) langkah yang harus diambil adalah : a. Kemudian segera membuat laporan pada buku mutasi penjagaan. g.2. . Bila yang bersangkutan mengadakan perlawanan segera mengambil langkah sebagai berikut: 1) Dalam menghadapi pelaku kejahatan harus selalu waspada dan jangan melakukan tindakan yang ceroboh sehingga dapat menimbulkan kerugian diri sendiri. d. agar tidak menjadi kacau / gelisah. 3) bila pelakunya lebih dari 1 orang segera hubungi anggota satpam lainnya dengan melalui alat telekomunikasi yang berlaku / ada dan bila perlu mengadakan penangkapan terhadap pelaku tersebut c. e. bahkan telah berbuat kejahatan. pentungan. f. Segera menutup pintu gerbang utama. Setelah diadakan penangkapan segera pelakunya diamankan berikut barang bukti bila ada. memisahkan para palakunya dengan peringatan untuk mengalihkan perhatian. Usahakan memberi peringatan yang dapat menarik dan mengalihkan perhatian para pelaku. Jangan sekali-kali mengadakan pemukulan / menghakimi sendiri. Apabiia dalam perkelahian tersebut digunakan alat-alat berbahaya (rantai. 2. maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a. 2) Jika pelakunya seorang dan bisa diatasi segera diadakan penangkapan. PERISTIWA PENCURIAN Bila dilingkungan tempat kerja dijumpai ada orang yang mencurigakan gerak geriknya. b. Anggota Satpam dengan kekuatan maksimal berjaga – jaga dipintu utama/gerbang utama. Bila memungkinkan segera dibawa ke Pos Polisi terdekat atau setidak-tidaknya memberitahukan kepada Polri tersebut. c. Lakukan peneguran kepada yang bersangkutan seperlunya. Dalam waktu bersamaan anggota satpam lainnya menghubungi pos Polisi terdekat melalui telepon atau alat komunikasi lainnya. b. M. L. Menenangkan karyawan yang sedang bekerja. b. senjata tajam) usahakan pemisahan itu diarahkan kepada salah satu pihak yang menggunakan senjata.

b. penjagaan tidak boleh ditinggalkan. h.N. Melaporkan segera kekantor polisi. 6. jangan sekali kali masuk kedalam ruang jaga.instruksi yang harus diperhatikan. d. sikap dan tampan petugas agar selalu rapi dan berwibawa. dimana perbuatan ini dilakukan dengan sengaja melawan hukum yang berlaku. 5) Periksa apakah ada penggumuman-penggumuman / instruksi. Pengawasan terhadap karyawan / tamu yang keluar masuk. sebelum serah terima tugas jaga lama berkewajiban mombersihkan ruangan penjagaan. Mengamankan karyawan / tamu yang sengaja melakukan keributan / tindakan penganiayaan. Apabila anggota yang akan mengganti telah lengkap. Usahakan jaga selalu kebersihan tempat penjagaan dan sekitarnya. 2. Sebelum berangkat tugas jangan lupa memperhatikan sikap. g. tampan dan kelengkapan tugas. c. Harus selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. 3) Periksa daftar tempat-tempat / bangunan-bangunan yang diberi catatan-catatan khusus untuk diawasi / patroli. Setengah jam sebelum serah terima penjagaan dimulai. 4. 3. 1) Apakah buku-buku / register yang harus ada dipenjagaan dalam keadaan lengkap dan telah ditandatangani oleh petugas jaga lama. demonstrasi dan sebagainya. f. e. ataupun oleh orang luar instansi / perusahaan terhadap karyawan berupa pemukulan. TINDAK KEKERASAN PENGANIAYAAN Tindak kekerasan / penganiayaan adalah merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan baik oleh sesama karyawan ataupun oleh karyawan terhadap atasan / pimpinannya. selama giliran jaga tidak boleh tidur. Penjagaan a. Serah terima tugas penjagaan dilaksanakan tepat pada waktu yang telah ditentukan. 2) Periksa barang-barang inventaris diruang penjagaan. apakah telah sesuai dengan daftar yang ada ( diserah terimakan ). Yang harus diperhatikan pada saat serah terima penjagaan. 4) Periksa alat-alat PPPK dan alat-alat pemadam kebakaran. Tindakan yang dilakukan adalah : 1. Bagi yang bersenjata jangan meninggalkan / menaruh senjata tanpa pengawasan. TAKTIK DAN TEKNIS DALAM PENJAGAAN TUGAS SATPAM 1. Melakukan tindakan-tindakan sebagaimana tersebut pada poin 3 diatas apabila terjadi korban. O. Menjaga / mengawal keselamatan pimpinan. . pesan-pesan tugas yang harus dilanjutkan. Pemenksaan terhadap tamu / identitasnya. 5. sudah berada ditempat jaga. agar petugas jaga yang lama dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan tertib.

6. Tempat-tempat lain yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dimana barang. 2. Pencurian ternak. letusan. 3. 2. PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN 1. TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA 1. Tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya. dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.berkas / barang bukti jangan sampai hilang atau rusak. barang bukti. diperiksa dan diadili disidang pengadilan. Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan / terjadi atau akibat yang ditimbulkan. Keterangan Saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Pasal 363 Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: 1. 2. Apabila datang petugas Polri laporkan tentang keadaan yang ditemukan di TKP baik korban. R. Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut. PENCURIAN Pasal 362 Barang siapa mengambil barang sesuatu. 5. Q. atau gempa laut. b. dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri. Pertolongan / perlindungan terhadap korban.ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan pengetahuannya itu. ia lihat sendiri dan ia alami sendiri. banjir gempa bumi. Pencurian pada waktu ada kebakaran. diancam karena pencurian. 4. Pertahankan keaslian TKP ( status Quo ) bila petugas Polri belum tiba serta cegah agar berkas.P.barang bukti korban atau bagian tubuh korban ditemukan. berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana . TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) adalah : a. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. e. pelaku. dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. Sambil menutup TKP hubungi pos Polisi terdekat. yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. b. Tindakan yang dilakukan lalah : a. gunung . d. c. Tutup dan jaga TKP dan gangguan orang-orang yang tidak berkepentingan. Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan.

dilakukan dengan merusak. perintah palsu atau pakaian jabatan palsu. disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan dalam no. d. 3. memotong atau memanjat. atau dengan memakai anak kunci palsu. jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua puluh lima rupiah. maka diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. jika perbuatan mengakihntkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. apabila tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. f. Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului. atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri. di berjalan. yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak. terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atsu mempermudah pencurian. 4. Pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan. periniah palsu atau pakaian jabatan palsu. 5. meletus. diancam karena pencurian ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak dua ratus lima puluh rupiah. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. 1 . Pasal 365 1. kapal terdampar. pemberontakan atau bahaya perang. 1 dan 3. dan 865 dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. atau untuk sampai pada barang yang diambil. e. Jika perhuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya. Jika pencurian yang diterangkan dalam butir 3 disertai dengan salah satu hal dalam butir 4 dan 5. . Jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. jika masuk kc tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu. huru-hara. kecelakaan kereta api. Jika perbuatan mengakibatkan kematian maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tuhun. atau dalam hal tertangkap tangan. 363. Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. 6. b. 2. kapal karam. Pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya.4. disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. begitu pun perbuatan yang diterangkan dalam pasal 363 butir 5. c. Pasal 364 Perbuatan yang diterangkan dalam pasal 362 dan pasal 363 butir 4. Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun: a. Pasal 366 Dalam hal pemidanaan berdasarkan salah satu perbuatan yang dirumuskan dalum pasal 362.

4. Jika pembuat atau pemhantu ciari salah satu kejahatan dalam bab ini adalah suami (istri) dari orang yang terkena kejahatan dan tidak terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta kekayaan. dipertunjukan pada umum atau ditempelkan.” Pasal 27 ayat (3) UU ITE “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/ atau pencemaran nama baik” . dihukum karena menista. atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya. Jika dia adalah suami (istri) yang terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta kekayaan.banyaknya Rp. jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar. Jika menurut lembaga matriarkal kekuasaan bapak dilakukan oleh orang lain daripada bapak kandung (sendiri). 4. baik dalam garis lurus maupun garis menyimpang derajat kedua maka terhadap orang itu hanya mungkin diadakan penuntutan jika ada pengaduan yang terkena kejahatan. Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu.” pasal 315 KUHP: “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang. maka terhadap pembuat atau pembantu itu tidak mungkin diadakan tuntutan pidana. dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak. atau jika dia adalah keluarga sedarah atau semenda. 2. baik di muka umum dengan lisan atau tulisan. maka ketentuan ayat di atas berlaku juga bagi orang itu. dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak- banyaknya Rp. dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu. diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pencemaran Nama Baik Pasal 310 KUH Pidana 1.500. maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan dengan hukuman penjara selama.-“ 2. maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan.500.- Pasal 311 KUH Pidana “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan.Pasal 367 1. Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan.

000.00 (satu miliar rupiah). diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. 2. ayat (2). Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 aya 2. . 4. ayat (3). atau menjadi bawahannya.000(dua belas miliar rupiah) Penganiayaan Pasal 351 1. sebagai penganiayaan ringan. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. 2. seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum 12 milyar rupiah (dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2) Pasal 51 ayat (2) UU ITE Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12. Pasal 36 UU ITE “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain” Misalnya. 3. Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356. Pasal 352 1. perhatikan pasal 36 UU ITE.000. Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Pasal 45 UU ITE 1.000. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya. Jika mengakibatkan mati. 5.000. dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian.000. Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan denda yang lebih berat lagi. diancam.

. Pasal 357 Dalam hal pemidanaan karena salah satu kejahatan berdasarkan pasal 353 dan 355. dengan pidana penjara paling lama empat tahun.Pasal 353 1.luka berat. Barang siapa sengaja melukai berat orang lain. 353. 3. Mereka yang sengaja turut serta dalam penyerangan atau perkelahian di mana terlibat beberapa orang. Pasal 358 1. selain tanggung jawab masing-masing terhadap apa yang khusus dilakukan olehnya. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. jika akibatnya ada yang mati. Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian. 2. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 3o No.4. 2. 2. Jika perbuatan itu mengkibatkan kematian yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun Pasal 354 1. 354 dan 355 dapat ditambah dengan sepertiga: bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya. diancam:dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. bapaknya yang sah. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. Pidana yang ditentukan dalam pasal 351. Pasal 356 1. Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu. 2. jika kejahatan itu dilakukan dengan memberikan bahan yang herbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lams lima belas tahun. 1 . Pasal 355 1. Jika perbuatan itu mengakibatka luka-luka berat. diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. jika kejahatan itu dilakukan terhadap seorang pejsbat ketika atau karena menjalankan tugasnya yang sah. 2. istrinya atau anaknya. jika akibat penyerangan atau perkelahian itu ada yang luka. Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu. yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. 3. Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian.

Mengetahui dan berusaha untuk mengetahui sumber-sumber gangguan yang selalu menimbulkan kerawanan keadaan dan ketertiban dilingkungan / kawasan kerja. b.lorong.gang didalam kawasan e. Semua hal tersebut diatas harus dikuasai dan harus menjadi sasaran pengamatan khusus selama berpatroli 4. Pengertian Patroli Pengetahuan dasar yang harus dimiliki antara lain: Mengetahui dan menguasai daerah/kawasan Kerja (berdasarkan peta / data yang ada) 2. Pendingin ruangan ( AC ) f. f. Masing-masing pabrik c. Pejabat dilingkungan kawasan kerjanya serta nomor pesawat teleponnya / alamatnya. f. Jalan. Sebelumnya persiapkan perlengkapan dan cek oleh Kasatpam atau Komandan Jaga. gudang. dan Iain-lain. Gudang b. . Tentukan Route patroli serta hal-hal yang perlu mendapat pengamatan khusus. Bagaimana seharusnya melaksanakan tugas patroli ? a. Mesin pabrik c. Dalam berpatroli agar tidak menggunakan route yang tetap dan berhentiiah pada tempat-tempat tertentu. Bangunan utama/perkantoran a. g. Pergunakan mata dan telinga sebaik-baiknya. patrolilah dengan sigap dan tanggap dan kecepatan yang teratur. d. mesin. maka akan diketahui sasaran yang ganjil dan tidak beres. Tempat parkir e. Tempat pemadam kebakaran g. misalnya kantor yang ber AC. Bila berjalan kaki perhatikan dengan teliti daerah kawasan yang rawan. Tempat kunci ruangan kantor dan Iain-Iain h.I. c. Penyimpanan bahan-bahan kimia g. a. Usahakan untuk mengenal segala kebiasaan yang terjadi dalam kawasan kerja karena dengan mengenal kebiasaan. TEKNIK PATROLI 1. Dalam melakukan tugas tindakan perhatian peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan kebijaksanaan pimpinannya. b. Instalasi listrik d. Lain-lain 3. Tempat bahan baku / pom bensin dan Iain-Iain. e. Instalasi listrik d.

. 2. e. huruf b. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah merupakan kewenangan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pengelolaannya dilakukan secara professional dalam suatu Sistem Manajemen Pengamanan. d. Mengingat : 1. perlu menetapkan f. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi. Menimbang : a. dan huruf c. terbatas pada lingkungan kerjanya. 3. Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah. dan pelayanan kepada masyarakat. pengayoman. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). tertib dan tegaknya hukum. Keputusan Presiden Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia. bahwa Satuan Pengamanan merupakan bentuk pengamanan swakarsa yang bertugas membantu Polri di bidang c. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. bahwa pengaturan mengenai satuan pengamanan pada organisasi. BAB IV LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN ORGANISASI. terselenggaranya perlindungan. PERUSAHAAN DAN/ATAU INSTANSI/LEMBAGA PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. bahwa dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat. dipandang perlu melibatkan dan meningkatkan potensi pengamanan swakarsa untuk membantu salah satu tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. b. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional.

bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan public berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia. yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Organisasi adalah suatu badan berbasis kemasyarakatan yang melakukan kegiatannya dengan tidak berorientasi pada aspek komersial. utility. tertutup atau terbuka. yang menyelenggarakan Satuan Pengamanan. 4. tanggung jawab. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. sumberdaya. prosedur. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatannya berorientasi komersial yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN ORGANISASI. . material dan informasi rahasia industri dalam rangka mencegah terjadinya kerugian dan kerusakan. 3. pelaksanaan. Industrial Security adalah segala upaya yang berkaitan dengan perlindungan terhadap instalasi. Satuan Pengamanan yang selanjutnya disingkat Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa dilingkungan kerjanya. efisien dan produktif. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman. 6. 2. pencapaian. perencanaan. Instansi/lembaga Pemerintah adalah organisasi pemerintah selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berorientasi pada fungsi pelayanan masyarakat. Sistem Manajemen Pengamanan yang selanjutnya disingkat SMP adalah bagian dari manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. PERUSAHAAN DAN/ATAU INSTANSI/ LEMBAGA PEMERINTAH. 5. proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan. 7.

12. 19. menciptakan. dan lingkungan kerjanya dalam bentuk ketertiban dan keamanan swakarsa. Pembinaan Satpam adalah segala usaha. pemeliharaan. mengarahkan. kawal angkut uang/barang berharga. 10. kompetensi. proses tender. Surat Izin Operasional adalah surat yang berisi keterangan bahwa pemegang surat diberi izin untuk melakukan kegiatan promosi. Badan Audit adalah suatu badan independen yang bertugas melakukan audit SMP untuk memastikan tingkat pencapaian. 17. Pelatihan adalah proses interaksi antara peserta pelatihan dengan pelatih untuk memperoleh kompetensi agar mampu berbuat dan terbiasa melakukan sesuatu egiatan di bidang tertentu. dan melakukan kegiatan sebagai perusahaan jasa di bidang pengamanan. 13. Wilayah Usaha adalah wilayah dimana badan usaha yang bersangkutan dibenarkan untuk melakukan kegiatan usaha yang didasarkan atas pembagian wilayah hukum Polda. dan penyediaan satwa untuk pengamanan. 18. pelatihan keamanan. Badan Usaha Jasa Pengamanan yang selanjutnya disingkat BUJP adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang penyediaan tenaga pengamanan. perusahaan. 16. analistis. memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan bagi diri 15. 11. isi. kritis dan selektif guna memberikan pendapat atau kesimpulan dan rekomendasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. . menggerakan termasuk kegiatan koordinasi dan bimbingan teknis Satpam. 9. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Audit adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk meyakinkan tingkat kesesuaian antara satu kondisi yang menyangkut kegiatan dari suatu identitas dengan kriterianya dilakukan oleh auditor yang berkompeten dan independent dengan mendekatkan dan mengevaluasi bukti-bukti pendukungnya secara sistematis. penerapan peralatan keamanan. Laporan audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat SMP. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk penyelenggaraan pembelajaran dan/atau pelatihan guna mencapai tujuan tertentu. serta penerapan SMP di lingkungan organisasi. instansi/lembaga pemerintah. konsultasi keamanan. melaksanakan kontrak kerja pengamanan. kegiatan dan pekerjaan untuk membimbing. untuk ikut serta secara aktif 14. Tim Audit adalah Tim yang dibentuk oleh Polri yang bertugas melakukan audit akreditasi terhadap BUJP dalam rangka penerbitan operasionalnya.8. mendorong.

Pelatihan/Kursus Spesialisasi adalah kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mendapatkan keahlian tertentu di bidang pengamanan.20. 29. 28. Atribut Satpam adalah segala bentuk tanda anggota Satpam yang dapat menunjukkan kompetensi. Pelatihan Gada Madya adalah pelatihan Satpam bagi anggota Satpam yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan setingkat Kepala regu keatas (supervisor). Gam Satpam Pakaian Dinas Harian yang selanjutnya disingkat Gam Satpam PDH adalah Gam Satpam yang dipakai dan digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari di lingkungan kerjanya. 23. Gam Satpam Pakaian Dinas Lapangan yang selanjutnya disingkat Gam Satpam PDL adalah Gam Satpam yang khusus digunakan pada area yang banyak berhubungan kegiatan di lapangan dan sejenisnya. . Gam Satpam Pakaian Sipil Harian yang selanjutnya disingkat Gam Satpam PSH adalah Gam Satpam yang dipakai dan digunakan untuk melaksanakan tugas harian di area kerjanya yang banyak berhubungan dengan pelanggan. Gam Satpam Pakaian Sipil Lapangan yang selanjutnya disingkat Gam Satpam PSL adalah Gam Satpam yang dipakai dan digunakan untuk melaksanakan tugas pengamanan event. 25. selain di kawasan khusus yang memerlukan kelengkapan seragam khusus. masyarakat umum serta petugas yang membidangi pengamanan non fisik. Inhouse Training adalah pelatihan yang dilaksanakan pengguna Satpam pada bidang khusus sesuai dengan lingkup tugasnya. 30. 26. Pelatihan Gada Utama adalah pelatihan Satpam bagi manajer/calon manajer/chief security atau bagi manajer yang bertanggung jawab terhadap bidang pengamanan. 21. Seragam Satpam yang selanjutnya disingkat Gam Satpam adalah pakaian yang dilengkapi dengan tanda pengenal dan atribut tertentu sesuai aturan dari kepolisian sebagai pengawas dan pembina teknis Satpam yang dipakai dan digunakan oleh anggota Satpam serta telah mendapat pengakuan dari Polri untuk dapat melaksanakan tugas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas pada lingkungan kerjanya. 27. yang diberikan kepada petugas setingkat supervisor ke atas. 24. kualifikasi dan identitas pengguna serta daerah tempat bertugas yang dipasang pada pakaian kerja. Pelatihan Gada Pratama adalah pelatihan dasar Satpam bagi anggota/calon anggota Satpam yang belum pernah mengikuti pelatihan di bidang Satpam. 22.

Tanda Kewenangan adalah tanda tertentu yang dipakai oleh setiap anggota Satpam sebagai tanda kompetensi pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungannya. g. pemantauan dan evaluasi kinerja pengamanan serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. f. perencanaan pemenuhan kebijakan tujuan dan sasaran manajemen d. Petunjuk teknis (technical guide line) adalah penjabaran dari SMP yang ditandatangani oleh Pejabat Polri setingkat Deputi atas nama Kapolri. penetapan kebijakan pengamanan dan menjamin komitmen terhadap penerapan b. BAB II Pasal 3 SMP wajib diterapkan pada organisasi. 33. penerapan kebijakan SMP secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah. kondisi dan lingkungan kerja yang secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman. c. tenaga kerja. SMP. gangguan dan/atau bencana serta mewujudkan tempat kerja yang aman. pengukuran. Daerah tugas adalah wilayah hukum dari satuan kewilayahan Polri dimana lingkungan kerja atau pusat kegiatan (home base) dari anggota Satpam tersebut berada. 32. pengamanan. e. peninjauan secara teratur dan peningkatan pelaksanaan SMP secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja pengamanan Pasal 5 (1) Unsur-unsur yang terdapat dalam standar dan penerapan SMP pada organisasi. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah di wilayah hukum Republik Indonesia. Pasal 2 Tujuan SMP Tujuan dari SMP adalah menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen. tujuan dan sasaran pengamanan. terdiri atas: . Bagian pertama Standar dan Penerapan Pasal 4 Standar SMP meliputi : a. efisien dan produktif. 31.

BAB III SATPAM Bagian Kesatu Tugas Pokok. d. b. komunikasi dan partisipasi. perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian. manajemen risiko pengamanan. g. f. i. Fungsi dan Peranan Pasal 6 1) Tugas pokok Satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik. serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya. pemeliharaan dan pembangunan komitmen. personel. dan kompetensi pengamanan. b. . e. o. n. kepedulian. konsultasi. perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah. 3) Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas. Satpam berperan sebagai: a. peningkatan berkelanjutan. a. l. pelaporan. 2) Fungsi Satpam adalah melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan. unsur pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat. h. unsur pembantu pimpinan organisasi. penanganan keadaan darurat. pengendalian proses dan infrastruktur. m. perencanaan dan program. pemantauan dan pengukuran kinerja. tujuan dan sasaran. p. penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya. k. j. Penjelasan mengenai standar dan penerapan SMP sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. c. audit. pengguna Satpam di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban lingkungan/tempat kerjanya. pengumpulan dan penggunaan data. pemenuhan aspek peraturan perundang-undangan keamanan. tinjauan manajemen. informasi dan pengamanan teknis lainnya. pengendalian dokumen dan catatan. pelatihan.

3. 4. asosiasi yang menampung Satpam yaitu organisasi massa yang menampung aspirasi dan kepentingan profesi Satpam. 4) Unsur pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a angka 3 dapat dibagi menurut obyek fisik tempat geografis/instalasi produksi dan/atau obyek khusus yang secara kegunaan diperlukan sesuai kebutuhan. 3) Bentuk organisasi Satpam sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah: A. unsur staf dan pelaksana (back office). unsur pelaksana (front office). yaitu para anggota Satpam diorganisir dalam satu badan usaha yang bergerak di bidang industri jasa pengamanan. tergantung dari sifat dan ruang lingkup kerjanya. . sebagai pembantu pimpinan dalam pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan pengamanan di lingkungan kerja. 2. organisasi Satpam organik. Bagian Kedua Struktur Organisasi Pasal 7 Organisasi. unsur pimpinan (penanggung jawab). perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah. organisasi Satpam sebagai berikut: 1. perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah pengguna Satpam berbeda antara satu dengan lainnya. 6) Pembentukan asosiasi difasilitasi dan disahkan oleh Kapolri serta menjadi mitra Polri dalam rangka pembinaan industrial security di Indonesia. unsur pengawasan (internal audit). yaitu merupakan satu komponen bagian dari suatu organisasi. yang bertugas melaksanakan semua kegiatan pengamanan di lingkungan kerjanya. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah harus membentuk struktur organisasi Satpam dalam rangka mendukung pencapaian penerapan SMP. C. Pasal 8 1) Pengorganisasian Satpam dilaksanakan secara fungsional dan struktural yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan. organisasi BUJP. 2) Bentuk organisasi Satpam pada setiap organisasi. sebagai pimpinan puncak Satpam yang bertanggung jawab atas pengelolaan system keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. berdasarkan penyelenggaraan dan manfaatnya. material dan logistik. 2. B. 5) Asosiasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c dibentuk oleh komunitas Satpam dengan mengikutsertakan komunitas terkait. secara umum organisasi Satpam mencerminkan organ-organ yang mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. keuangan. yang bertugas sebagai pembantu pimpinan dalam bidang perencanaan.

dan d. b. Pasal 10 Pembinaan anggota Satpam oleh Polri. h. menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). c. tinggi badan paling rendah 165 (seratus enam puluh lima) cm untuk pria dan paling rendah 160 (seratus enam puluh) cm untuk wanita. . sistem manejemen penggunaannya.7) Bentuk organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dikembangkan sesuai kebutuhan antara lain menurut stratifikasi jenjang otoritas kewenangan baik secara struktural maupun fungsional. d. legalitas kompetensi. Paragraf 2 Sumber anggota Satpam Pasal 11 Sumber anggota Satpam diperoleh dari: a. bebas Narkoba. g. b. badan usaha di bidang jasa pengamanan (out-source). 8) Tipikal bentuk organisasi Satpam dan organisasinya sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. meliputi: a. Pasal 12 (1) Untuk diangkat sebagai anggota Satpam. f. registrasi dan penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA). seragam dan atribut. Bagian Ketiga Pembinaan Satpam Paragraf 1 Prioritas Pembinaan Pasal 9 Prioritas pembinaan Satpam diarahkan kepada pelaksanaan tugas Satpam yang sejalan dengan kebijakan Polri di bidang Kamtibmas. lulus tes kesehatan dan kesamaptaan. lulus psikotes. e. b. seorang calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. usia paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi 30 (tiga puluh) tahun. berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU). karyawan permanen yang ditunjuk pimpinan organisasi. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah (in-house security). c. warga negara Indonesia.

diperoleh melalui pelatihan Satpam pada Lembaga Pendidikan Polri maupun BUJP yang telahm mendapatkan izin dari Kapolri. c. kepolisian terbatas. (5) Pelatihan/Kursus Spesialisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. g. menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Gada Pratama untuk kemampuan dasar. berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU). e. keselamatan dan keamanan lingkungan kerja. (3) Kemampuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri dari 3 (tiga) jenjang pelatihan yaitu: a. berkaitan dengan bidang tugasnya yang diatur secara spesifik baik teknis maupun cakupannya. Paragraf 3 Kemampuan/Kompetensi Pasal 13 (1) Kemampuan/kompetensi anggota Satpam meliputi: a. c. (4) Kemampuan teknis keselamatan dan keamanan lingkungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. lulus tes kesehatan dan kesamaptaan. f. diperoleh melalui pelatihan in house training pada tempat dimana anggota Satpam bertugas. kesamaptaan fisik. d. b. Gada Utama untuk kemampuan manajerial. lulus psikotes. usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 30 tahun. b. pelatihan/kursus spesialisasi dibidang Industrial Security. Persyaratan dan Kurikulum Pelatihan Pasal 14 (1) Tujuan pelatihan Gada Pratama yaitu menghasilkan Satpam yang memiliki sikap mental kepribadian. dan memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar sebagai pelaksana tugas Satpam. Gada Madya untuk kemampuan menengah. (2) Persyaratan peserta pelatihan Gada Pratama adalah: a. warga negara Indonesia. dan h. tinggi badan paling rendah 165 (seratus enam puluh lima) cm untuk pria dan paling rendah 160 (seratus enam puluh) cm untuk wanita. Paragraf 4 Tujuan. b. bebas Narkoba. (6) Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) merupakan kewajiban dari instansi/badan/penyelenggara dan pengguna Satpam. (2) Kemampuan/kompetensi anggota Satpam sebagai pengemban fungsi Kepolisian Terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. . oleh ketentuan peruntukannya.(2) Ketentuan mengenai persyaratan bagi mantan/purnawirawan anggota TNI dan Polri diatur lebih lanjut dengan Petunjuk Teknis. dan c.

dan memiliki pengetahuan dan keterampilan manajerial tingkat dasar dengan kualifikasi supervisor petugas Satpam. penambahan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan industrial security. bebas narkoba. lulus pelatihan Gada Pratama. (2) Persyaratan umum pelatihan Gada Utama adalah: a. b. bagi purnawirawan. dan memiliki pengetahuan serta keterampilan sebagai Manajer/Chief Security dengan kemampuan melakukan analisa tugas dan kegiatan. lulus tes wawancara. c. memiliki pengalaman kerja paling singkat 3 (tiga) tahun di bidang security.(3) Pelatihan Gada Pratama dilaksanakan dengan menggunakan minimal pola 232 (dua ratus tiga puluh dua) jam pelajaran. memiliki pengalaman kerja paling singkat 6 (enam) tahun bagi security karier. dan e. d. b. menyertakan SKCK. surat rekomendasi dari perusahaan tempat peserta bekerja. . (3) Persyaratan khusus pelatihan Gada Utama adalah: a. kesamaptaan fisik. c. (2) Persyaratan peserta pelatihan Gada Madya adalah: a. penambahan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan industrial security. dan d. c. lulus pelatihan Gada Madya. b. untuk lulusan SMU. wajib memiliki pengalaman kerja di bidang security paling sedikit 2 (dua) tahun bagi yang berpendidikan Strata Satu (S1). d. bebas narkoba. lulus tes kesehatan. (3) Pelatihan Gada Madya dilaksanakan menggunakan minimal pola 160 (seratus enam puluh) jam pelajaran. Pasal 15 (1) Tujuan pelatihan Gada Madya yaitu menghasilkan anggota Satpam yang memiliki sikap mental kepribadian. paling rendah berpangkat Perwira Pertama (Pama). wajib memiliki pengalaman kerja di bidang security paling singkat 3 (tiga) tahun bagi yang berpendidikan Diploma Tiga (DIII). kemampuan mengelola sumber daya serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. surat rekomendasi dari perusahaan tempat peserta bekerja atau SKCK bagi peserta mandiri. Pasal 16 (1) Tujuan pelatihan Gada Utama yaitu menghasilkan anggota Satpam yang memiliki sikap mental kepribadian. lulus tes kesehatan dan kesamaptaan. f. e. kesamaptaan fisik.

materi pelajaran. lulus Gada Pratama. rincian mingguan. b. mata pelajaran dan jam pelajaran pelatihan Gada Pratama. rincian harian. efisiensi dan efektif. sistematik. yaitu materi pelajaran yang diberikan selalu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. (5) Alokasi waktu. kemampuan yang ingin dicapai. e. yaitu penggunaan waktu. dan fasilitas yang tersedia harus bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung tercapainya tujuan. Gada Madya dan Gada Utama sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. yaitu sejumlah pengetahuan dan keterampilan yang wajib dimiliki oleh Satpam sehingga mampu mengemban tugas dan jabatannya. tujuan. Paragraf 5 Kode Etik dan Prinsip Penuntun Satpam Pasal 18 1) Komitmen Satpam terhadap kemampuan/kompetensi dalam melaksanakan tugas. dana. f. (4) Pelatihan Gada Utama dilaksanakan minimal menggunakan pola 100 (seratus) jam pelajaran. dan teknologi. b. 2) Kode Etik Satpam dan penuntun Satpam sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini Paragraf 6 Pendekatan Pelatihan Pasal 19 Pelatihan Satpam menggunakan pendekatan: a. kompetensi. yaitu penekanan pada kaitan fungsional antara berbagai komponen kurikulum yaitu tujuan pelatihan. dinamis. ilmu pengetahuan. Pasal 17 (1) Persyaratan peserta pelatihan/kursus spesialisasi adalah: a. penambahan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan industrial security. dan komponen pendukung lainnya. yaitu setiap tenaga pelatih wajib mengetahui secara jelas tujuan yang harus dicapai oleh siswa dalam kegiatan pelatihan. . memiliki surat rekomendasi dari perusahaan tempat peserta bekerja. yaitu mendasarkan pada pemikiran yang teratur berdasarkan langkahlangkah yang telah ditentukan. d. sistemik. berdasarkan kode etik Satpam dan prinsip penuntun Satpam. metode pengajaran. pengalaman belajar. c. (2) Kurikulum pelatihan/kursus spesialisasi disusun sesuai peruntukkan dan kualifikasi lulusannya.

wajib mempunyai kualifikasi formal dan non-formal sebagai berikut: a. Paragraf 7 Instruktur Pasal 20 Instruktur pelatihan sebagai tenaga pendidik/pelatih dalam pelatihan Satpam. pengetahuan maupun pengalaman. g. menunjukkan pengalaman tugas pengamanan. yaitu lembaga yang memiliki otoritas memberikan pelatihan adalah Lembaga Pendidikan Polri atau BUJP yang mendapat izin dari Kapolri. keahlian instruktur pada kekhususan atau kejuruan tertentu sesuai dengan standar yang diperuntukkan. b. c. kepribadian. (2) Pelatihan Gada Utama penyelenggaraannya dikendalikan oleh Mabes Polri. b. (3) Untuk pelatihan/kursus spesialisasi diselenggarakan oleh : . legalitas. menunjukkan tingkatan/strata kemampuan sebagai instruktur dalam memberikan materi pelatihan pada Gada Pratama. tahap ketiga adalah tahap pembulatan yakni aplikasi semua pengetahuan dan keterampilan yang telah diterima selama mengikuti pelatihan yang diwujudkan dalam bentuk latihan teknis dan pembekalan-pembekalan. atau Gada Utama. Paragraf 9 Lembaga Pelatihan Pasal 22 (1) Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya diselenggarakan oleh: a. lembaga pendidikan di lingkungan Polri. memiliki akta/sertifikat sebagai pelatih yang diperoleh melalui pendidikan/pelatihan formal yang dirancang khusus untuk menjadi seorang instruktur. Gada Madya. Paragraf 8 Penahapan Pelatihan Pasal 21 Penahapan pelatihan Satpam terdiri dari: a. b. memiliki kompetensi/kemampuan instruktur dalam menyusun dan menyampaikan materi yang diperoleh melalui pendidikan. tahap kedua yaitu tahap pemberian pengetahuan dan keterampilan teknis profesi Satpam agar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Satpam. d. BUJP yang mempunyai izin operasional pelatihan dari Kapolri. c. tahap pertama yaitu tahap pembentukan sikap mental kepribadian dan pembinaan fisik guna membentuk sikap mental. dan penampilan fisik petugas Satpam.

ditandatangani oleh Kepala Bagian Binkamsa atas nama Kepala Biro Bimbingan Masyarakat (Karobimmas) Polri untuk pelatihan yang dilaksanakan pada tingkat Mabes Polri. untuk pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya: 1. c. inhouse training oleh pengguna jasa dan/atau instansi terkait. hasil pelatihan. (4) Dukungan pembiayaan pelatihan menjadi tanggung jawab organisasi. diterbitkan dan disahkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. b. instruktur. (2) Isi laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. untuk pelatihan/kursus spesialisasi ditandatangani oleh Pejabat Instansi terkait yang mempunyai kewenangan. untuk pelatihan Gada Utama ditandatangani oleh Karobimmas Polri. c. materi dan metode pelatihan. Paragraf 11 Pelaporan Pasal 24 (1) Setiap pelaksanaan pelatihan Satpam wajib dibuatkan laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan. b. berhak mendapatkan sertifikat pelatihan tanpa daftar nilai. yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan ijazah kelulusan yang mencantumkan kualifikasi pelatihan dan daftar nilai. ditandatangani oleh Kepala Birobinamitra atas nama Kapolda untuk pelatihan yang dilaksanakan pada tingkat Polda. (3) Sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). jumlah dan sumber peserta. d. sarana dan prasarana pelatihan. 2. dan e. Polri. instansi/pengguna Satpam terkait dan/atau BUJP yang mendapat izin atau akreditasi untuk melakukan pelatihan dimaksud. a. Paragraf 10 Sertifikasi dan Biaya Pasal 23 (1) Setiap peserta pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3). . (2) Bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan/kursus spesialisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf c. b.

c. monogram dari logam dipasang pada leher baju. Klep warna hitam. Pasal 26 Gam Satpam terdiri dari: a. Satpam memakai pakaian seragam dan atribut sebagai identitas pengemban fungsi kepolisian terbatas yang sah. Emblem untuk setingkat supervisor keatas berwarna kuning emas dengan alas beludru hitam sedangkan untuk staf dan anggota berwarna putih perak. untuk pimpinan berwarna kuning emas. Gam Satpam PSL. atribut. Pita hias untuk setingkat supervisor ke atas berwarna kuning.Paragraf 12 Seragam Satpam Pasal 25 Dalam pelaksanaan tugasnya. Pasal 27 (1) Gam Satpam PDH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. pita nama terbuat dari kain berwarna dasar putih dijahit di atas saku sebelah kanan dengan tulisan berwarna hitam. Gam Satpam PDH. sehingga identitas tersebut dapat dibedakan dari bentuk-bentuk seragam profesi lainnya. ikat pinggang terdiri dari sabuk besar (kopelriem) berwarna hitam dengan timang (gesper) dari logam berwarna kuning dan ikat pinggang kecil berwarna hitam memakai timang (gesper) dari logam berwarna kuning dengan simbol sama seperti pada emblem. pita Satpam terbuat dari kain berwarna dasar putih dengan huruf berwarna hitam dijahit di atas saku dada sebelah kiri. 2. Gam Satpam PSH. sepatu untuk pria sepatu rendah berwarna hitam dengan kaos kaki berwarna hitam. berwarna biru tua dilengkapi dengan: 1. . 2. c. d. 3. sedangkan anggota lainnya berwarna putih. 4. 3. Baju kemeja lengan pendek berwarna putih dan memakai lap pundak (schouderlap). e. terdiri dari : 1. b. b. terdiri dari: a. d. f. Tutup kepala memakai pet. celana untuk pria adalah celana panjang berwarna biru tua dan rok panjang di bawah atau kulot untuk wanita yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Gam Satpam PDL. Knop tali hias berbentuk bundar dengan simbol emblem Satpam. staf berwarna putih dan anggota berwarna hitam. sedangkan di bawah nama ditulis nomor registrasi dari anggota yang bersangkutan dengan tulisan berwarna hitam. dan untuk wanita sepatu pantofel dengan tumit sepatu setinggi 5 (lima) cm warna hitam.

8. pisau rimba (survival & tactical) dan multi fungsi (multi function). e. Pasal 28 Gam Satpam PDL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. c. tanda lokasi terbuat dari kain dijahit pada lengan baju kiri di atas badge yang menunjukkan lokasi Poltabes/Polres/ta yang membawahi operasionalisasi Satpam tersebut. badge Mabes Polri atau Polda terbuat dari kain dijahit pada lengan baju kanan yang menunjukkan dimana Satpam tersebut diregistrasi. celana untuk pria dan wanita. badge terbuat dari kain dijahit pada lengan baju kiri yang menunjukkan instansi/proyek/badan usaha yang menggunakan Satpam tersebut. 4. sepatu untuk pria sepatu rendah berwarna hitam dengan kaos kaki berwarna hitam sedangkan untuk wanita sepatu pantofel dengan tumit setinggi 5 (lima) cm berwarna hitam. tali peluit untuk setingkat supervisor ke atas di bahu kanan berwarna hitam. bentuk dan warna sama dengan Gam Satpam PDH pria. b. terdiri dari : a. sedangkan untuk staf dan anggota di bahu kiri berwarna hitam. terdiri dari: a. atribut Gam Satpam PDL sama dengan Gam Satpam PDH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f. c. 5. Pasal 29 Gam Satpam PSH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. (2) Bentuk dan spesifikasi tanda kualifikasi/spesialisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f angka 12 ditetapkan dengan Keputusan Kapolri. baju kemeja lengan panjang berwarna biru tua dan memakai lap pundak (schouderlap). d. tanda jabatan hanya untuk setingkat Supervisor dilekatkan pada saku sebelah kiri yang terbuat dari logam berwarna kuning emas. sepatu untuk pria sepatu dinas lapangan berwarna hitam sedangkan untuk wanita sepatu rendah berwarna hitam. atribut. ikat pinggang terdiri dari kopelriem berwarna putih dan ikat pinggang kecil berwarna hitam. 6. tutup kepala memakai topi lapangan berwarna biru tua dilengkapi dengan emblem. 11. stelan safari berwarna gelap bagi pria dan wanita. b. pentung/ruyung yang digunakan menyesuaikan spesifikasi teknis dan penggunaan yang digunakan pada Polri. 10. 7. f. ditambah dengan pemegang kopelriem. gada madya dan gada utama terbuat dari logam dipasang pada dada kiri. kecuali tali peluit berwarna putih. 12. 9. tanda kualifikasi/spesialisasi keahlian/keterampilan ditempatkan di atas pita sekuriti di bawah tanda kompetensi. tanda kompetensi Kepolisian terbatas gada pratama. terdiri dari : .

(2) Ketentuan mengenai penggunaan kelengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Petunjuk Teknis. antara lain: a. kompetensi Kepolisian Terbatas. kelengkapan perorangan yang melekat. Gada Pratama. 3) Dalam rangka pelayanan prima. 5) Bentuk Gam Satpam PDH. spesifikasinya berpedoman kepada ketentuan yang ada pada Polri. dan radio komunikasi. 2) Penggunaan Gam Satpam di luar lingkungan/tempat kerjanya diwajibkan membawa Surat Perintah Tugas atasannya. (4) Bentuk perlengkapan topi keselamatan kerja (Safety Helmet). Gam Satpam PSH. b. 1. papan nama terbuat dari bahan mika berwarna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih. stelan jas lengkap berwarna biru tua bagi pria dan wanita. borgol. b. senjata api. sepatu untuk pria sepatu rendah berwarna hitam dengan kaos kaki berwarna mhitam sedangkan untuk wanita sepatu pantofel dengan tumit setinggi 5 (lima) cm berwarna hitam. (3) Dalam rangka menjamin legalitas pemakaian kelengkapan harus dibekali dengan surat perintah penggunaan dari pimpinan organisasi. penggunaan Gam Satpam dapat dilengkapi dengan jaket berwarna hitam dan penempatan atributnya sama dengan Gam Satpam. ditempatkan pada dada kanan. dan Gam Satpam PSL sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini Paragraf 13 Kelengkapan lain Pasal 32 (1) Kelengkapan anggota Satpam. 2. Pasal 31 1) Penggunaan Gam Satpam hanya dibenarkan dalam melaksanakan tugas pengamanan di lingkungan/tempat kerjanya. pisau. terbuat dari logam dipasang pada dada kiri. kelengkapan peralatan keamanan (security devices) Satpam diberikan sesuai dengan tuntutan standar kebutuhan perlengkapan yang harus digunakan pada suatu area tugas. penggunaan Gam Satpam PDH dapat dilengkapi dengan dasi berwarna biru. c. Pasal 30 Seragam Satpam PSL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf d terdiri dari: a. Gada Madya atau Gada Utama ditempatkan pada dada kiri. . atribut dan kompetensi Satpam sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. sepatu keselamatan kerja (Safety shoes). Gam Satpam PDL. seperti tongkat polisi. Gada Madya dan Gada Utama. atribut terdiri dari tanda kompetensi Gada Pratama. 4) Dalam keadaan tertentu. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah pengguna Satpam.

b. 2. bagian ketiga menunjukkan nomor urut registrasi dari anggota Satpam yang bersangkutan. Gada Madya dan Gada Utama serta di bawah papan nama pada Seragam. dan 4. (3) Kode nomor “00” diberikan hanya bagi anggota satuan pengamanan yang memperoleh pelatihan tingkat Mabes Polri serta akan ditugaskan oleh organisasi penggunanya di 2 (dua) wilayah Polda atau lebih. bagian kedua yang menunjukkan tahun berapa anggota Satpam tersebut lulus mengikuti pelatihan Satpam. c. (2) KTA wajib diperlihatkan apabila diperlukan untuk membuktikan kewenangan yang dimiliki pemegangnya. (2) Dokumen registrasi dijadikan dasar untuk pembuatan data. catatan yang berkaitan dengan profile penugasan masing-masing Satpam. riwayat penugasan. identitas pribadi.Pasal 33 Penggunaan senjata api bagi Satpam disesuaikan dengan sifat dan lingkup tugasnya serta berpedoman pada ketentuan tentang penggunaan senjata api yang berlaku Paragraf 14 Registrasi dan KTA Pasal 34 (1) Untuk memudahkan pengenalan secara fisik anggota Satpam. Pasal 36 (1) Fungsi KTA Satpam adalah sebagai identitas kewenangan melaksanakan tugas pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerjanya. statistik dan informasi yang dapat menggambarkan peta kekuatan satpam sesuai dengan kebutuhannya. (2) Struktur penulisan nomor registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. sebagai salah satu bentuk pengawasan administratif terhadap setiap anggota Satpam yang meliputi: 1. Pasal 35 (1) Fungsi registrasi untuk Satpam adalah: a. . b. 3. sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. kompetensi kemampuan. merupakan syarat untuk menetapkan nomor registrasi dan mengeluarkan KTA bagi seorang anggota Satpam. bagian pertama yang menunjukkan kode Mabes Polri atau Polda di mana anggota diregistrasi pertama kali. setiap anggota Satpam mempunyai Nomor Registrasi (No Reg) sendiri yang dicantumkan/ dituliskan di balik atribut tanda kompetensi Gada Pratama. (4) Kode nomor registrasi pertama kali.

b. maka pada tingkat: 1. organisasi pengguna Satpam secara kolektif mengajukan permohonan registrasi dan penerbitan KTA secara tertulis kepada Kapolri U. maka permohonan dapat diajukan ke Polwil/Polwiltabes/Poltabes/ Polres/Polresta. dan selanjutnya Polwil/Polwiltabes/Poltabes/Polres/Polresta meneruskannya ke Polda setempat. dilaksanakan oleh pejabat Identifikasi Polri pada organik pelaksana fungsi identifikasi di setiap tempat registrasi. 2. b. yang akan digunakan sebagai data dalam rangka pembinaan operasionalnya. Mabes Polri. dan Karobimmas Polri bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan registrasi Satpam tingkat nasional. rumus sidik jari masing-masing anggota Satpam. selanjutnya diproses untuk kelengkapan pas foto dan rumus sidik jadi. (2) Pengambilan pas foto dan perumusan sidik jari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf c. (4) KTA yang telah diterima oleh pemohon. wajib dilaporkan kepada Binamitra Polres dimana pemegangnya bertugas. pas foto. kemudian dibuatkan surat pengantar ke Polda guna penomoran registrasi dan penerbitan KTA.p. Polda. . c. dan Kapolda bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan registrasi Satpam tingkat kewilayahan. fotokopi sertifikasi kompetensi yang dimiliki. permohonan registrasi dan penerbitan KTA yang diterima. Polda. Pasal 38 (1) Kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3) huruf a terdiri dari: a. (2) Dalam hal tempat pengajuan registrasi sangat jauh dari tempat tinggal pemohon. b. Mabes Polri. (3) Tata cara dalam pemberian registrasi sebagai berikut: a. Karobimmas Polri atau Kapolda berdasarkan tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dilampiri dengan formulir registrasi dan KTA yang telah diisi dan dilengkapi persyaratan oleh masing-masing anggota Satpam. sebagai pusat registrasi dan database Satpam seluruh wilayah Indonesia.Pasal 37 (1) Tempat pengajuan registrasi KTA adalah: a. formulir registrasi yang telah diterima setelah dinyatakan lengkap. dan c. sebagai pusat registrasi dan database Satpam di wilayah Polda. diberikan nomor registrasi untuk seterusnya diterbitkan KTA yang ditandatangani oleh Karobinamitra atas nama Kapolda. diberikan nomor registrasi untuk seterusnya diterbitkan KTA yang ditandatangani oleh Kabagbinkamsa atas nama Karobimmas Polri.

dan d. dipindahkan atau dibebaskan dari tugas-tugas Satpam. (2) Setiap perubahan/penambahan nomor registrasi KTA. apabila KTA Satpam telah habis masa berlakunya. c. c.Pasal 39 Keterangan yang dicantumkan dalam KTA. maka penggantian KTA dapat dilakukan melalui tata cara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3) dan pada surat permohonan penggantian KTA harus dilampiri KTA yang telah habis jangka waktu berlakunya. untuk kemudian diproses pencabutannya. perusahaan/instansi yang menggunakan. apabila pemegang KTA Satpam meninggal dunia. lokasi. dan tidak mudah rusak. c. pas foto berwarna ukuran 2 x 3 cm sebanyak 2 lembar. b. kompetensi kemampuan/kecakapan yang dimiliki. kecuali untuk Kartu Tanda Manager Keamanan dapat menggunakan Seragam PSH. Polda wajib melaporkan ke Mabes Polri c. . Birobimmas Polri. dapat diminta penggantinya melalui tata cara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3). b. kuning diperuntukkan bagi anggota Satpam yang telah lulus pelatihan gada madya.q. efisien. background/warna dasar pas foto menyesuaikan KTA Satpam yang diajukan. merah diperuntukkan bagi anggota Satpam atau Manager Keamanan yang telah lulus pelatihan gada utama. identitas pribadi. meliputi: a. masa berlaku KTA. (4) Masa berlaku KTA Satpam adalah untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan. maka KTA yang bersangkutan oleh penggunanya diserahkan kepada Polres setempat. papan nama. tanda kewenangan dan tanpa tutup kepala. b. b. Pasal 40 Ketentuan dalam pembuatan pas foto pada KTA Satpam adalah: a. (2) Bentuk dan ukuran KTA dibuat dengan kriteria fleksibel. dan dilampiri bukti-bukti hilang atau sebab-sebab kerusakan. biru diperuntukkan bagi anggota Satpam yang telah lulus pelatihan gada pratama. (3) Spesifikasi teknis KTA Satpam ditetapkan dengan Keputusan Kapolri. Pasal 42 (1) Tata cara penggantian dan pencabutan KTA Satpam. menggunakan Gam PDH yaitu putih biru lengkap dengan badge. apabila KTA Satpam hilang atau rusak. c. Pasal 41 (1) Warna dasar KTA adalah: a. sebagai berikut: a. sehingga dapat ditempatkan dalam saku atau dompet. serta mudah untuk dibaca dan dikenali.

Pasal 45 Bagan tentang proses registrasi dan penerbitan KTA. Sistem electronik data-base dirancang dengan konfigurasi terdistribusi sampai dengan tingkat Polres. f. formulir registrasi dan bentuk KTA sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. operator sistem data-base dan tataran kewenangan akses ditetapkan dengan surat keputusan. c. dilakukan sebagai berikut: a. 2) Setiap Polres wajib melaporkan mutasi dari pemegang KTA kepada Polda nya untuk menentukan perubahan status registrasi yang bersangkutan. d. e. Pasal 46 Anggaran untuk penyelenggaraan registrasi dan penerbitan KTA Satpam disusun dengan melibatkan semua komponen yang terkait. Pasal 43 1) Setiap Polda wajib melaporkan mutasi pemberian nomor registrasi untuk database tingkat Mabes Polri. 3) Laporan pelaksanaan kegiatan registrasi dilakukan satu bulan sekali. pembinaan terhadap sistem data-base ini dilaksanakan oleh Birobimmas Polri. Pasal 44 Sistem data base elektronik Satpam. implementasi sistem data base elektronik Satpam dilaksanakan sesuai dengan program yang ditetapkannya. aplikasi dalam data-base meliputi berbagai statistik tentang satuan pengamanan dan cetak KTA. . penulisan dan pencantuman nomor registrasi. Pada jaringan intranet Polri. dan berjalan b.

vertikal ke atas. c. antar Satpam bersifat koordinatif saling tukar informasi guna mendukung pelaksanaan tugas masing-masing. maka organisasi yang lebih atas melakukan pengawasan. dengan satuan Polri. dengan ketentuan: 1. dalam ikatan perorangan. vertikal ke bawah. 3. BAB IV HUBUNGAN DAN TATA CARA KERJA Pasal 47 (1) Hubungan dan Tata Cara Kerja (HTCK) Satpam adalah: a. dengan asosiasi yang membawahi Satpam. pengendalian dan bantuan terhadap kegiatan serta menerima laporan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. menerima direktif hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan teknis sesuai dengan bidangnya. yaitu: 1. yaitu antar Satpam dengan komponen organisasi yang sejajar di lingkungan kerja maupun dengan organisasi kemasyarakatan di sekitar lingkungan kerja. 2. b. 2. pemeliharaan kemampuan dan kesiap siagaan serta asistensi dan bantuan operasional. dengan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di sekitar tempat tugas bersifat koordinasi guna menciptakan situasi yang saling manfaat dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. maka kompetensi yang lebih atas dapat melakukan pengawasan teknis penerapan kode etik dan tuntunan pelaksanaan tugas serta melakukan tindakan korektif. maka Satpam harus di bawah komando dan kendali langsung Pejabat Polri yang berwenang. horizontal. dalam ikatan organisasi. menerima direktif yang menyangkut hal-hal legalitas kompetensi. (3) Apabila pada satu tingkat eskalasi keamanan tertentu menimbulkan ancaman dan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat umum. menerima direktif halhal yang berkaitan dengan pembinaan keprofesian termasuk kesejahteraan di bidang industrial security dan advokasi terhadap masalah-masalah hukum yang terjadi. (2) Pada setiap lingkungan kerja HTCK harus dijabarkan dalam satu prosedur standar (Standart Operating Procedure/SOP) yang menjadi pedoman pokok pelaksanaan kegiatan pengamanan. rencana pengamanan (Renpam) merupakan produk/naskah kebijaksanaan pengamanan yang menetapkan arahan dan kerangka prinsip kegiatan yang lengkap untuk setiap organisasi yang disusun oleh pimpinan Satpam. 2. dengan instansi/departemen teknis pemerintah. dengan komponen organisasi di lingkungan kerja bersifat koordinasi untuk efisiensi dan efektivitas kegiatan dalam pembinaan keamanan dan ketertiban. 3. Pasal 48 (1) Produk staf/naskah administrasi pengamanan terdiri dari: a. . yaitu: 1.

yang pemberlakuan dan perubahannya harus disahkan oleh pimpinan manajemen puncak. laporan pelaksanaan. (2) Apabila peristiwa/kejadian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e mengakibatkan korban manusia dan/atau berakibat gangguan kepada masyarakat umum di luar lingkungan kerja. c. rencana kontinjensi (Renkon). Pasal 49 (1) Produk Renpam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 huruf a digunakan sebagai pedoman implementasi SMP pada seluruh komponen/bagian organisasi. laporan pelaksanaan tugas. e. pelaksanaannya dilakukan oleh Kepala/Manajer Satpam. laporan bulanan. 2. kebijaksanaan pengamanan harus konsisten dengan proses bisnis organisasi dan/atau sistem manajemen yang berlaku. maka wajib pada kesempatan pertama dilaporkan kepada Satwil Kepolisian setempat dan membuat laporan selaku saksi pelapor. Renpam dapat diberikan kepada kepala satuan wilayah kepolisian setingkat Polres setempat dan khusus untuk objek vital nasional kepada Polda setempat. dibuat oleh penanggung jawab Satpam sebagai pertanggungjawaban lengkap dari pelaksanaan tugas selama 1(satu) periode kerja/kontrak. dan menjangkau 1 (satu) tahun periode kerja atau kontrak pengamanan. diolah menjadi laporan kegiatan pengamanan kepada pimpinan puncak manajemen (Direksi). meliputi: 1. atau sudah memenuhi unsur-unsur pelanggaran/pidana umum. Renpam harus dijabarkan menjadi rencana kegiatan pengamanan oleh setiap komponen/bagian organisasi maupun kegiatan. pengendalian distribusi naskah Renpam berada pada pimpinan manajemen puncak. d. merupakan produk/naskah “rahasia/confidential”. b. yang menetapkan arahan dan kerangka prinsip kegiatan lengkap untuk satu organisasi. . laporan kejadian. secara “bulanan dan mingguan” yang akan menjadi acuan kegiatan bagi setiap anggota Satpam yang melaksanakan. merupakan produk tertulis yang disusun oleh setiap bagian dan unit kerja dari organisasi Satpam. c. dan setelah dikompulir dan dievaluasi. yang berisi tentang peristiwa/kejadian gangguan keselamatan/keamanan yang terjadi dan harus segera diketahui oleh penanggung jawab Satpam maupun manajemen puncak (Direksi). merupakan laporan yang dibuat oleh petugas Satpam yang berkompeten dan diberikan kewenangan secara fungsional. rencana kegiatan dan rencana kontinjensi (Activities Plan and Contingency Plan). (2) Ketentuan dalam pembuatan produk Renpam adalah: a. dibuat oleh setiap bagian/komponen organisasi Satpam yang ditujukan kepada penanggung jawab Satpam. d. merupakan produk tertulis pada tatanan manajemen puncak. b. merupakan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. (3) Apabila dipandang perlu oleh manajemen.

dikerjakan oleh pimpinan Satpam. e. b. pengendalian distribusi naskah Renkon berada pada manajemen puncak. dituangkan pada panel visual di tempat kerja yang dapat dilihat oleh personel yang terlibat. 2. hasil yang dicapai dan keterangan yang perlu dicatat/direkam. disusun oleh pimpinan bagian/unit organisasi. laporan kejadian dan laporan kegiatan (security report) sebagaimana tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini. 4. 6. diberikan kepada kepala satuan wilayah kepolisian setingkat Polres setempat. dijabarkan pada setiap komponen/bagian dari organisasi ke dalam petunjuk kontinjensi yang lebih teknis dan praktis. uraian kegiatan. minimal pada saat rapat koordinasi rutin dalam rangka penyusunan rencana kegiatan bersama. renkon (contingency plan). 3. dilaporkan dan/atau dikoordinasikan dengan Satuan Polri setempat. Pasal 50 (1) Produk Renkon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 huruf b disusun oleh kepala/manajer Satpam. jadwal pelaksanaan. yang digunakan sebagai pedoman di setiap komponen/bagian lingkungan kerja dalam menghadapi keadaan darurat/kontinjensi keamanan. merupakan jabaran dari Renpam dan Renkon. (2) Produk Renkon merupakan produk “terbatas”. berisi tentang target kegiatan. yang pemberlakuannya disahkan oleh pimpinan instansi/lembaga Pemerintah yang bersangkutan. serta secara selektif prioritas diberikan kepada instansi pemerintah terkait. pemberlakuannya termasuk perubahannya disahkan oleh pimpinan puncak manajemen. . dan khusus untuk objek vital nasional diberikan juga kepada Polda setempat. 5. dan dalam pembuatannya harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. dalam penyusunannya dapat meminta konsultasi dari pejabat/Kepala Kepolisian wilayah setempat dan instansi pemerintah terkait. rencana kegiatan dari unsur-unsur pelaksana pada organisasi pengamanan. Pasal 51 (1) Ketentuan produk rencana kegiatan dan rencana kontinjensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 huruf c adalah : a. personel penanggung jawab. (2) Bentuk dari produk berupa renpam (security plan).rencana kegiatan (security activity plan). dan untuk pemberlakuannya disahkan oleh penanggung jawab Satpam. dilakukan latihan secara periodik guna evaluasi dalam rangka peninjauan untuk penyesuaian/penyempurnaan. d. c.

Transport). dan memelihara kemampuan tenaga Satpam. Pasal 54 (1) Usaha Jasa Konsultasi Keamanan (Security Consultancy) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf a. pertimbangan atau pendapat dan membantu dalam pengelolaan tentang cara dan prosedur pengamanan suatu objek. Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services). (3) Usaha Jasa Pelatihan Keamanan (Security Training) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf c. (4) Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga (Valuables Security Transport) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf d. yang dalam pelaksanaannya wajib mendapatkan izin operasional dari Kapolri berdasarkan rekomendasi dari Polda di tempat badan usaha tersebut beroperasi. Bagian Kedua Penggolongan Pasal 53 Penggolongan BUJP meliputi: a. memberikan jasa kepada pengguna jasa berupa saran. meningkatkan. (2) Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan (Security Devices) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b. c. . Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan (Guard Services). perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah dapat menggunakan BUJP dalam rangka mendukung pencapaian penerapan SMP. Usaha Jasa Pelatihan Keamanan (Security Training). Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan (Security Devices). Usaha Jasa Konsultasi Keamanan (Security Consultancy). memberikan jasa kepada pengguna jasa berupa penerapan teknologi peralatan pengamanan dalam kaitannya dengan cara dan prosedur pengamanan suatu objek. g. Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga (Valuables Security e. b. memberikan jasa berupa penyediaan sarana dan prasarana untuk melaksanakan pendidikan dan latihan di bidang keamanan guna menyiapkan. BAB V BUJP Bagian Kesatu Pembinaan Pasal 52 (1) Organisasi. (2) BUJP yang dimaksud pada ayat (1) dibina oleh Polri. d. memberikan jasa pengamanan berupa pengawalan pengangkutan uang dan barang berharga. f.

menyelenggarakan pelatihan tenaga Satpam dengan kualifikasi kemampuan dasar b. dan lingkungan. b. prosedur dan mekanisme sistem tanda bahaya atau darurat h. pemeliharaan peralatan keamanan. peralatan keamanan. membuat perencanaan bentuk dasar dan desain pengamanan yang berstruktur c. e. (6) Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf f. memberikan jasa konsultasi di bidang resiko bisnis (bussiness risk). asset. . mengadakan penelitian dan pengembangan tentang cara dan prosedur e. melakukan jasa penilaian kelayakan pengamanan objek. memberikan jasa berupa penyediaan satwa untuk melakukan pengamanan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja pengguna jasa. dan/atau n. memberikan jasa berupa penyediaan tenaga Satpam untuk melakukan pengamanan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja pengguna jasa. l. jasa pengumpulan informasi untuk kepentingan pengamanan swakarsa internal o. informasi pengamanan dan bisnis. kecuali untuk peralatan keamanan senjata api. dan sistematis sesuai dengan potensi kerawanan objek yang diamankan. terkait atau BUJP yang direkomendasikan oleh instansi terkait. guna bantuan dan pertolongan pertama. rancang bangun (design). (5) Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan (Guard Services) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf e. Gada Pratama dan Gada Madya. dan/atau g. merencanakan pengadaan. i. kecuali untuk Gada Utama penyelenggaraannya c. lingkungan. menyelenggarakan pelatihan spesialisasi bekerja sama dengan instansi. alat/peralatan kejut dengan tenaga listrik. perusahaan (client) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. perangkat pengamanan yang baru atau mengkaji ulang sistem pengamanan yang k. termasuk m. pengamanan suatu objek. pemasangan. Pasal 57 Kegiatan Badan Usaha Jasa Pelatihan Keamanan adalah: a. c. menyiapkan dan melatih tenaga operator untuk menjamin beroperasinya f. dikendalikan oleh Mabes Polri. f. d. dan bahan peledak. membantu pemakai jasa keamanan dalam mengimplementasikan sistem j. d. telah ada. gas air mata. memberikan jasa perancangan sistem perangkat pengamanan yang efektif dan g. Pasal 55 Kegiatan Badan Usaha Jasa Konsultasi Keamanan adalah: a. Pasal 56 Kegiatan Badan Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan adalah: a. otoritas e. menyusun tata cara. menetapkan garansi atas penggunaan peralatan keamanan. dan b. d. efisien pada suatu objek pengamanan berdasarkan potensi kerawanan dan kondisi h.

dan c. e. Satpam (Gada Pratama). menyewakan satwa. memberikan kompensasi. dan/atau h. melatih pawang satwa. menyiapkan infrastruktur dan sarana angkutan yang memenuhi persyaratan b. b. menyiapkan tenaga pengamanan yang berkualifikasi minimal pelatihan dasar b. dan/atau h. membuat laporan setiap semester yang ditujukan kepada Karobimmas Polri dan tembusan kepada Kapolda U. mengasuransikan personel yang melaksanakan pengawalan dan pengangkutan g. mengasuransikan uang dan barang berharga yang diangkut/dikawal. dan/atau d. mengatur kegiatan pengamanan dalam lingkungan/kawasan kerjanya sesuai g. permintaan pengguna jasa pengamanan. asuransi.f. dan jaminan kesejahteraan lain bagi setiap d. b. menaati ketentuan peraturan perundangan. Pasal 60 Kegiatan Badan Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services) adalah: a. persyaratan. f. c. menyelenggarakan penataran. Bagian Ketiga Kewajiban Pasal 61 (1) BUJP dalam melaksanakan kegiatannya wajib: a. mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pengamanan dalam lingkungan/ i. Pasal 58 Kegiatan Badan Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga adalah: a. bertugas dalam rangka pemeliharaan kemampuan dasar Satpam. melatih satwa. f. menyediakan jasa satwa yang mempunyai kemampuan khusus untuk membantu tugas Satpam sesuai dengan permintaan pengguna jasa. menyelenggarakan pelatihan penyegaran bagi anggota Satpam yang sudah g.p. uang dan barang berharga. kawasan kerjanya. peraturan perundang-undangan. merahasiakan sistem jasa pengamanan para penggunanya. lokakarya. dan/atau h. melakukan pengawalan uang dan barang berharga dalam wilayah Indonesia. c. menyiapkan tenaga pengawal tetap dari Polri dan pengemudi yang memenuhi d. Pasal 59 Kegiatan Badan Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan adalah: a. Karobinamitra setempat. standar asuransi internasional. c. anggota Satpam serta kejelasan status ketenagakerjaan sesuai ketentuan e. . dan seminar di bidang security.

6. 3. apabila menggunakan tenaga kerja asing. . Bagian Keempat Surat Rekomendasi dan Surat Izin Operasional Badan Usaha Paragraf 1 Surat Rekomendasi Pasal 62 (1) Tata Cara memperoleh surat rekomendasi adalah: a. 7. data Satpam yang dikelola. struktur organisasi badan usaha. data personel/karyawan badan usaha.(2) Isi laporan setiap semester sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. dan Tenaga Ahli) berikut riwayat hidup singkat masing- masing. pimpinan badan usaha sebagai pemohon mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Kapolda setempat U. 4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 2. apabila tidak menggunakan tenaga kerja asing. 9. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. membuat surat pernyataan di atas materai tidak menggunakan tenaga kerja asing. dan d. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Badan Intelkam Polri. Karobinamitra untuk mendapatkan surat rekomendasi dengan melampirkan: 1. surat izin kerja sebagai Tenaga Ahli Asing dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. terdiri dari: a. kegiatan usaha yang dijalankan. akte pendirian badan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang telah mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya. 5. surat keterangan domisili badan usaha dari Pemerintah Daerah setempat dan mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya. b. 8. Surat Izin Usaha Tetap dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Badan/Instansi terkait. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Staf. daftar personel (Pimpinan. c.p. daftar pengguna jasa yang menjadi pelanggan (client).

2. 6. 3. b. akte pendi rian badan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang telah mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya. Paragraf 2 Surat Izin Operasional Pasal 63 Setiap badan usaha hanya dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengamanan setelah mendapat surat izin operasional dari Kapolri. dan Tenaga Ahli) berikut riwayat hidup/curicullum vitae masing-masing. . surat keterangan sebagai anggota asosiasi yang bergerak di bidang jasa pengamanan. surat keterangan domisili badan usaha dari Pemerintah Daerah setempat dan mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya. (3) Surat rekomendasi digunakan untuk mengurus izin operasional dan bukan merupakan izin operasional/kegiatan. surat pernyataan di atas materai akan menggunakan Gam Satpam sesuai dengan ketentuan Polri. struktur organisasi badan usaha. 10. (2) Surat rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berlaku untuk satu macam/jenis bidang usaha dengan jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkannya surat rekomendasi tersebut. daftar personel (Pimpinan. Staf. 4. 12. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. persyaratan umum. yang terdaftar di Polri. Pasal 64 Persyaratan untuk mendapatkan surat izin operasional adalah: a. 7. 11. surat rekomendasi dari Polda setempat. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). yaitu: 1. 5. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan badan usaha. Polri melakukan penelitian/audit terhadap persyaratan yang diajukan dan apabila memenuhi persyaratan diterbitkan surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Karobinamitra atas nama Kapolda.

diwajibkan memiliki fasilitas kandang. 6. . 8. pawang (handler) dan tempat pelatihan. diwajibkan memiliki sarana dan prasarana pelatihan yang ditentukan Polri. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa penerapan peralatan keamanan. yaitu: 1. 11. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa pelatihan keamanan. yang terdaftar di Polri. diwajibkan memiliki sarana angkutan khusus (armored car) dan ruang khusus (strong room/vault). surat pernyataan bermaterai akan menggunakan Gam Satpam sesuai dengan ketentuan Polri. 3. Pasal 65 Tata cara untuk mendapatkan surat izin operasional adalah: a. b. 9. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan badan usaha. 10. diwajibkan memiliki tenaga ahli yang mempunyai kemampuan dan keterampilan teknis/sistem pengamanan. surat keterangan sebagai anggota asosiasi yang bergerak di bidang pengamanan. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa kawal angkut uang dan barang berharga. 12. 2. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). diwajibkan memiliki surat rekomendasi uji coba atas peralatan pengamanan yang akan dipasarkan sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh Biro Penelitian dan Pengembangan Polri. persyaratan khusus. 5. Karobimmas Polri untuk mendapatkan pengesahan izin operasional badan usahanya dengan melampirkan semua persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64. 4. bagi badan usaha jasa penyedia satwa. diwajibkan mengasuransikan anggota Satpamnya kepada PT.p. pimpinan badan usaha mengajukan permohonan surat izin operasional yang ditujukan kepada Kapolri U. Surat Izin Usaha Tetap dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Badan/Instansi terkait. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa penyediaan tenaga pengamanan. bagi Tenaga Kerja Asing harus memiliki dokumen keimigrasian yang sah dan masih berlaku. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa konsultan keamanan.

dan mendapat penunjukan melalui keputusan Kapolri. apabila persyaratan dipenuhi. dilakukan audit kesiapan bagi izin baru dan audit kinerja bagi izin lama (perpanjangan) oleh Tim Audit untuk menilai layak atau tidak diterbitkan izin operasionalnya. (6) Audit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh badan audit yang ditugaskan oleh Kapolri. (2) Audit sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi: a.b. (3) Audit kecukupan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a adalah kegiatan mereview dokumen untuk memastikan bahwa semua persyaratan dokumen administrasi dan perundangan telah dipenuhi oleh organisasi. (4) Audit kesesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun masa sertifikasi. b. diterbitkan surat izin operasional kegiatan badan usaha yang ditandatangani oleh Karobimmas Polri atas nama Kapolri. BAB VI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Bagian Kesatu Audit SMP Pasal 67 (1) Dalam rangka pengawasan dan pengendalian guna untuk memastikan penerapan SMP dilaksanakan audit. audit kesesuaian. c. dan 2 (dua) tahun bagi izin perpanjangan. (7) Badan audit sebagaimana yang dimaksud pada ayat (6) adalah Lembaga Audit Publik nasional yang independen. audit kecukupan dokumen. perusahaan dan atau instansi/lembaga pemerintah sebelum dilakukan audit kesesuaian oleh Badan Audit. (5) Audit pengawasan SMP dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun selama masa sertifikat. dan c. . Pasal 66 (1) Wilayah kegiatan dari BUJP ditentukan dalam surat izin operasional badan usaha yang diterbitkan. (2) Surat izin operasional BUJP berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun bagi izin baru. apabila dinilai layak oleh Tim Audit. audit pengawasan.

observasi. c. dan badan audit. tenaga kerja. pembuatan rencana tahunan audit bagi organisasi. melakukan: 1. Pasal 68 Dalam rangka pelaksanaan audit SMP. penunjukan personel Polri yang dilibatkan dalam tim audit. perwakilan asosiasi profesi pengamanan yg disahkan dan ditunjuk oleh Polri dan/atau instansi teknis terkait. Auditor badan audit dan/atau atas nama badan audit. perusahaan dan atau instansi/lembaga pemerintah. d.(8) Kriteria Badan audit yang dimaksud pada ayat (7) akan diatur dalam petunjuk teknis. penyampaian pemberitahuan pelaksanaan audit kepada organisasi. Polri. b. tinjauan seluruh dokumen yang dipersyaratkan. Badan audit menyiapkan personel yang dilibatkan dalam tim audit dan sistem prosedur untuk pelaksanaan audit. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah. (2) Tim Audit adalah anggota yang ditunjuk oleh Polri dan telah mendapat pelatihan teknis audit serta telah terdaftar dan tersertifikasi dari Birobimmas Polri. Pasal 70 (1) Pelaksanaan audit dilakukan dengan metode : a. Pasal 69 (1) Tim Audit SMP dibentuk serta dipimpin oleh badan audit yang anggotanya berasal dari: a. masing-masing pihak yang terkait mempunyai tanggung jawab sebagai berikut: a. b. Staf Birobinamitra dan/atau personel Polri yang ditunjuk (untuk tingkat Polda). 3. dan masyarakat sekitar. perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah menyediakan dokumen dan seluruh persyaratan yang diperlukan untuk pelaksanaan audit SMP. 2. b. yaitu pengamatan langsung terhadap suatu kegiatan di lapangan dan instalasi terpasang. Organisasi. pengurus. serta pihak terkait lainnya. . pemberian pertanyaan kepada pengusaha. c. pengisian parameter penilaian (skoring). c. Staf Birobimmas Polri dan/atau personel Polri yang ditunjuk (untuk tingkat Mabes Polri).

Pasal 73 Dalam rangka pelaksanaan audit BUJP. persyaratan administrasi. b. c. . sarana dan prasarana. yaitu untuk tingkat Mabes Polri adalah Staf Birobimmas Polri dan/atau Personel Polri yang ditunjuk dan untuk tingkat Polda adalah Staf Birobinamitra dan atau Personel Polri yang ditunjuk. c. (3) Parameter penilaian dituangkan secara kuantitatif dan kualitatif. 2. Bagian Kedua Audit BUJP Pasal 71 Polri melakukan pengawasan terhadap BUJP melalui kegiatan audit yang dilakukan secara berkala dan insidentil. sumber daya manusia. penyampaian pemberitahuan pelaksanaan audit kepada BUJP terkait. melakukan: 1. b. b. (4) Badan audit wajib menyampaikan laporan audit lengkap kepada Kepala Biro Bimmas Polri. program dan operasional perusahaan. d. untuk memastikan bahwa semua persyaratan administratif dan ketentuan perundang-undangan telah dipenuhi oleh calon BUJP atau BUJP untuk perpanjangan izin opersional dari Mabes Polri. (2) Hasil audit dituangkan dalam bentuk laporan auditor yang ditujukan kepada Kepala Birobimmas Polri. (5) Kepala Biro Bimmas Polri melakukan evaluasi dan penilaian terhadap laporan audit yang telah masuk dan selanjutnya melaporkan seluruh kegiatan audit kepada Kapolri. masing-masing pihak yang terkait mempunyai tanggung jawab sebagai berikut: a. audit kesesuaian untuk mendapatkan atau memperpanjang perizinan BUJP yang dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun. Tim audit menyiapkan personel yang dilibatkan dalam tim audit dan sistem prosedur untuk pelaksanaan audit. penunjukan personel Polri yang dilibatkan dalam tim audit. Pasal 72 (1) Audit BUJP terdiri dari: a.(2) Proses audit meliputi: a. audit kecukupan. Polri. audit pengawasan/surveillance BUJP yang dilaksanakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun selama masa sertifikat atau perizinan.

b. b. selama kegiatan audit berlangsung. observasi. 60 – 84%. menyiapkan data yang dibutuhkan Tim Audit terkait dengan bidang usaha yang dijalankan. b. c. 0 – 59%. pengisian parameter penilaian. d. diberlakukan juga untuk audit izin operasional BUJP sebagai berikut: a. 85 – 100%. menyiapkan dukungan fasilitas yang diperlukan dalam rangka kegiatan audit. c. BAB VII EVALUASI DAN PENILAIAN Pasal 76 (1) Evaluasi dan penilaian atas laporan audit SMP dilaksanakan oleh Polri c. pencapaian mendapatkan tindakan pembinaan. wawancara. ditandatangani oleh Kapolri dan berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.q. (2) Parameter penilaian audit dituangkan secara kuantitatif dan kualitatif. pencapaian mendapatkan izin operasional dengan pengawasan setiap 3 (tiga) bulan 1 (satu) kali. pencapaian mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan plakat perak. Pasal 74 Dalam rangka audit. kegiatan yang dilaksanakan. adalah pengamatan langsung terhadap suatu kegiatan/instalasi terpasang di lapangan. 60 – 84 %. Pasal 75 (1) Metode dan parameter penilaian audit untuk penerbitan izin operasional dan perpanjangannya meliputi. BUJP wajib: a. (3) Parameter penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Petunjuk teknis. e. Birobimmas Polri. (4) Sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan c. b. c. c. dan/atau d. pencapaian tidak mendapat izin operasional. menandatangani lembar kerja yang telah diisi oleh auditor pada setiap pelaksanaan audit. pencapaian medapatkan penghargaan berupa sertifikat dan plakat emas. 85 – 100%. menyiapkan personel pendamping yang secara teknis berkompeten di bidangnya. pencapaian mendapatkan izin operasional penuh. 0 – 59 %. menyiapkan laporan kegiatan terakhir yang meliputi data personel. Polri memberikan penghargaan atau tindakan pembinaan sesuai dengan tingkat pencapaian penerapan SMP. pemeriksaan dokumen. a. (2) Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tersebut pada ayat (1). (5) Mekanisme penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Pemberian penghargaan atau tindakan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan sebagai berikut : a. .

maka dikenakan sanksi peninjauan kembali terhadap penyelenggaraan pelatihan. Pasal 77 Biaya pelaksanaan audit SMP dibebankan kepada organisasi. BAB VIII SANKSI Bagian Kesatu Pelatihan Pasal 78 (1) Lembaga pelatihan yang tidak membuat laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. pembinaan. perusahaan atau instansi/lembaga pemerintah yang diaudit. (2) Ketentuan teknis tentang pemberian sanksi ditentukan oleh manajemen dari pengguna satpam yang bersangkutan. dikenakan sanksi administrasi berupa tegoran tertulis. dikenakan sanksi: a. . dikenakan sanksi berupa catatan kondite bidang disiplin yang dapat mempengaruhi penilaian dalam rangka reward dan promosi yang bersangkutan.(6) Ketentuan tentang izin operasional sebagaimana dinyatakan pada pasal 65 huruf c dan pasal 66 ayat (2). (3) Bagi penyelenggara Satpam inhouse maupun badan usaha bidang jasa pengamanan yang tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 25. apabila keterlambatan pengurusan lebih dari 1 (satu) tahun. lembaga pelatihan masih belum menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan. maka wajib dilakukan penyegaran dengan cara pelatihan kembali bagi anggota Satpam yang bersangkutan. dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Bagian Ketiga Registrasi dan KTA Pasal 80 (1) Bagi Satpam yang terlambat dalam pengurusan KTA. teguran tertulis. perintah untuk mengganti pejabat eksekutif tertinggi di bidang pengamanan (security manager) disertai pertimbangan dalam rangka terjaminnya kelancaran dari operasionalisasi sistim corporate security. (2) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah penetapan sanksi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Bagian Kedua Gam dan Atribut Pasal 79 (1) Anggota Satpam yang tidak menggunakan seragam dan atribut kewenangan kepolisian terbatas sesuai dengan ketentuan. berupa: 1. dibekukannya izin operasional sampai dengan temuan pada audit sebelumnya tidak terdapat pada audit ulang. 2.

dan/atauInstansi/Lembaga Pemerintah. (3) Anggota Satpam yang tidak dapat menunjukkan KTA Satpam pada waktu melaksanakan tugas. dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah masa berlaku Surat Izin Operasional berakhir. dikenakan sanksi pembekuan Surat Izin Operasional. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 83 (1) Peraturan ini merupakan pedoman bagi penyusunan berbagai standar teknis keamanan. (3) Perubahan atau penambahan sesuai perkembangan unsur-unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini diatur tersendiri oleh Kapolri. dikenakan sanksi berupa teguran. Bagian Keempat BUJP Pasal 81 (1) BUJP yang tidak membuat laporan setiap semester sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) huruf c. (4) Anggota Satpam yang menggunakan KTA palsu dapat dikenakan ketentuan pidana yang berlaku. (2) BUJP yang ditangguhkan izin operasionalnya wajib mengikuti pembinaan sesuai dengan rekomendasi yang ditetapkan oleh Tim Auditor. maka KTA Satpam harus dicabut dan diserahkan kepada Polres setempat.(2) Anggota Satpam yang terlibat tindak pidana atau dikeluarkan. dikenakan pembekuan sementara aktivitasnya sampai dapat menunjukkan KTA. Pasal 82 (1) BUJP yang tidak memenuhi parameter penilaian yang dihasilkan oleh Tim Auditor berdasarkan metode audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. maka izin operasionalnya ditangguhkan penerbitannya. Perusahaan. maka dikenakan sanks pembatalan Surat Izin Operasional. BUJP tidak mengajukan perpanjangan Surat Izin Operasional. (2) Pada saat Peraturan ini mulai berlaku seluruh peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengamanan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan ini. (3) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah penetapan sanksi pembekuan Surat Izin Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). selama 2 (dua) kali berturut-turut. . keselamatan untuk masing masing Organisasi. (2) BUJP yang tidak memperpanjang Surat Izin Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (2).

Pasal 84 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan Kapolri ini ditempatkan dalam Berita . Agar setiap orang mengetahuinya.