Pajak Pertambahan Nilai

Pilihan ganda
1. B

PT. Muzamil dapat memilih menghitung PPN menggunakan deemed PM pada awal tahun
2016 apabila omzet pada tahun 2014 dan 2015 belum melebihi Rp1.800.000.000

Permenkeu Nomor 74/PMK.03/2010

Pengusaha Kena Pajak dapat menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak
Masukan apabila memenuhi syarat :

a. mempunyai peredaran usaha dalam 2 (dua) tahun buku sebelumnya tidak
melebihi Rp 1.800.000.000,00 untuk setiap 1 (satu) tahun buku;

b. Wajib Pajak yang baru dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

2. C

PT Lanang (PKP) menukar 2 sedannya dengan sedan baru dengan harga Rp
160.000.000. Sedan bekas persewaan adalah sedan yang pajak masukannya
dapat dikreditkan, sedangkan sedan bekas untuk direksi pajak masukannya
tidak bisa dikreditkan Karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan
usaha perusahaan.
Sesuai dengan konsep PPN bahwa pengkreditan pajak masukan hanya dapat
dilakukan ketika terjadi penyerahan BKP/JKP yang terutang pajak
(memungut pajak keluaran). Oleh Karena itu sedan yang dikenakan PPN
adalah sedan yang digunakan untuk persewaan dengan DPP sesuai dengan
DPP peristiwa penyerahan aktiva yang tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan dan masih tersisa DPPnya adalah harga pasar wajar yakni
Rp 75.000.000

3. C

Pembayaran PPN Pasal 16C (PPN atas kegiatan membangun sendiri) disetor
sendiri oleh wajib pajak yang melakukan kegiatan membangun sendiri paling
lambat tanggal 15 bulan berikutnya.

Kok bisa? Karena PKP B akan memnugut pajak keluaran atas jasa pengiriman paket dengan DPP nilai lain yakni tarif efektif 1% dari total penggantian sedangkan tarif PPN atas pembelian barang adalah 10%. selotip. maka PKP A dapat mengkreditkan Pajak Masukan tersebut Lain halnya jika kasusnya seperti ini PKP B (Perusahaan jasa pengiriman paket) membeli sebuah kardus. Maka PM akan selalu lebih besar daripada PK sehingga terjadilah selalu lebih bayar. A Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dari hasil penghitungan kembali diperhitungkan dengan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan pada suatu Masa Pajak. maka PKP B akan memungut PPN kepada PKP A sebagai pajak keluaran PKP B dan sebagai pajak masukan pada PKP A. 162/PMK. paling lama pada bulan ketiga setelah berakhirnya tahun buku. Maka PKP B tidak boleh mengkreditkan Pajak masukan atas pembelian alat tersebut.03/2010 7. D Pertanyaan disoal ini sebenarnya adalah DPP atas kegiatan penyerahan yang dilakukan oleh PT Dita Orchidea. paku. Jawaban yang paling tepat atas pertanyaan tersebut adalah D. Buku Pokok – pokok PPN Indonesia Untung Sukardji halaman 140 6. 8. Buku Pokok – pokok PPN Indonesia Untung Sukardji halaman 139 5. B DPP untuk penyerahan aktiva yang tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh PKP adalah Harga Pasar wajar. Pasal 5 PMK 78/PMK. palu. D . dan perkakas lainnya sebagai peralatan dalam menjalankan usahanya. B Hati – hati Kasus disini adalah pengkreditan pajak masukan atas penggunaan jasa pengiriman paket oleh suatu PKP. Mengapa? Karena akan terjadi selalu lebih bayar.03/2012 http://www.org/ortax/?mod=studi&page=show&id=11 4. Jadi missal PKP A mengirim paket dengan menggunakan jasa PKP B. DPP atas pemberian Cuma – Cuma adalah harga jual dikurangi dengan laba kotor.ortax.

Karena 2% berasal dari pengenaan 20% dikali dengan tarif 10%. seharusnya 2% x Harga jual/penggantian. Buku Pokok – pokok PPN Indonesia Untung Sukardji halaman 141 dengan Analisa 10. DPP penyerahan emas perhiasan dan/atau jasa yang terkait dengan emas perhiasan oleh Pengusaha emas perhiasan adalah 20% dari harga jual atau penggantian. Soalnya menjebak PPN menggunakan tarif tunggal yakni 10%. II.000.400. A Hati – hati juga terhadap soal ini. Buku Pokok – pokok PPN Indonesia Untung Sukardji halaman 140 9. yaitu kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon. PPN tidak dikenakan atas pengalihan BKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha dan pengalihan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. – Pajak keluaran = DPP x 10% DPP = (keluarkan dulu PPNnya) = 100/110 x Rp 40. Esai 1. Semua tarif efektif yang dihasilkan sebagian besar adalah hasil perkalian suatu pengenaan dengan 10%. Jawaban no 1 essay Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh Pengusaha Kena Pajak. Jadi jawaban dari soal tersebut adalah A mengapa bukan C? Karena konsep dasar PPN adalah 10% dikalikan dengan DPP. DPP dari penyerahan BKO kepada pedagang perantara adalah harga yang disepakati antara pedagang perantara dengan pembeli. . Namun. Yang dikenakan adalah PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. Jadi jawaban C salah Karena sama saja dengan 2% x 20% X harga jual/Penggantian. kecuali atas penyerahan aktiva yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c Undang Undang Nomor 42 Tahun 2009.

000. atau WP yang baru dikukuhkan sebagai PKP.000. Jawaban nomor 2 essay Mekanisme yang dipakai adalah mekanisme deemed profit. WP yang berhak menggunakan mekanisme ini adalah WP yang Omzet dlm 2 thn buku sebelumnya tdk melebihi Rp1. 2. serta PKP yang melakukan penjuakan kendaraan bermotor bekas bekas.00 untuk setiap 1 thn buku. Tata cara pelaporannya yaitu Faktur Pajak dibuat kemudian dilaporkan dalam SPT masa PPN 1107A/1108A Kode II dengan PPN 10% dari harga jual.800. Kode transaksi yang digunakan untuk membuat faktur adalah 09. Tata cara perhitungannya adalah sebagai berikut : . yaitu mekanisme penghitungan PPN di mana penghitungan PM dilakukan berdasarkan persentase tertentu terhadap PK.

Untuk Pedoman Penghitungan pajak masukan bagi PKP yang melakukan usaha tertentu diatas diatur berdasarkan PMK 79/PMK.03/2014 (yang lebih update).03/2014 berbunyi Pajak Masukan yang berhubungan dengan penyerahan Emas Perhiasan dan/atau jasa yang terkait dengan Emas Perhiasan oleh Pengusaha Emas Perhiasan tidak dapat dikreditkan. Namun untuk penyerahan yang terkait dengan emas perhiasan dicabut dan diatur dalam PMK tersendiri yakni PMK-30/PMK. Pasal 5 PMK-30/PMK.03/2010. Sehingga mengubah yang semula pajak masukannya adalah 80% dari pajak keluaran menjadi tidak dapat dikreditkan Sumber : Pasal 7 ayat (3) PMK 30/PMK. .03/2014.

yang PM-nya ditagih menggunakan surat keteapan pajak h. g. sebelum PKP berproduksi . Untuk perolehan BKP/JKP yg FP-nya tdk memenuhi Ps. Jawaban esaay nomor 3 a. Untuk perolehan BKP/JKP. Utk perolehan BKP/JKP sebelum dikukuhkan sebagai PKP b. Untuk pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar/ di dalam Daerah Pabean. alamat. ditemukakan dalam pemeriksaan i. sebelum dikukuhkan sebagai PKP e. Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar/di dalam daerah pabean yg FP-nya tidak memenuhi ketentuan Pasal 13 ayat (6). NPWP Pembeli/Penerima JKP. kecuali sebagai barang dagangan atau disewakan d. 13 ayat (5) atau ayat (9) atau tidak mencantumkan Nama. station wagon. Untuk perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan. yang PM-nya tidak dilaporkan. Tdk berhubungan langsung dg kegiatan usaha melakukan penyerahan yang dikenakan pajak c. Untuk perolehan BKP/JKP.3. Utk perolehan BKP selain barang Modal atau JKP. f.

Sifat dari retur Mengurangi Pajak pembelian akan mengurangi pajak masukan. Jadi penghitungan PK-PM dianggap full seolah – olah telah lunas.000 = Rp 4.700.700.000 PPN = 10% x Rp 6. DPP = 100/110 x Rp 7.150.345.233.000 = Rp 670.000 = Rp 215.150.000 = Rp 6.158.000 PPN = 10% x Rp 2.000 PPN total Rp 670.014.014.370.140. Maka PKP harus membuat faktur seolah – olah telah dilunasi semuanya.000 3 Maret 2016 DPP dari peristiwa ini adalah harga jual Karena merupakan penjualan Pajak Keluaran BKP.000 x 6 = Rp 4. DPP = 100/110 x 2.373.000 (hanya perbedaan asumsi saja) 4 Maret 2016 Nota retur tersebut adalah retur pembelian.000 PPN = 10% x Rp 40.158.020.800 16 Maret 2016 Menjual AC Bekas yang digunakan untuk mess pegawai dikenakan Pajak Keluaran PPN Karena berhubungan langsung dengan kegiatan manajemen sehingga PT Iqbal Ramadhan memungut PK . Asumsi penyerahan baranh terjadi pada tanggal 3 Maret 2016 juga. DPP = 3.800 Harga jual tanpa PPN = Rp 4.000 PPN = 10% x Rp 2. yg berhubungan langsung dengan kegiatan penyerahan BKP/JKP yang dibebaskan dari pengenaan PPN SOAL HITUNGAN 2 Maret 2016 DPP dari peristiwa ini adalah harga jual Karena merupakan penjualan Pajak Keluaran BKP.000 x 12 = Rp 40.000 Pengurangan PM = Rp 475.000 3 Maret 2016 DPP dari peristiwa ini adalah penggantian Karena peristiwanya Pajak Masukan merupakan pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar dapat dikreditkan daerah pabean.000 = Rp 215. DPP = Rp 2. Masukan Pengurangan PM = harga jual dengan PPN – harga jual diluar PPN Harga jual dengan PPN = Rp 5.000 Jika asumsinya penyerahan barang dilakukan pada akhir pelunasan yaitu tanggal 27 Maret 2016 maka Perusahaan memungut PK 2 kali yakni tanggal 3 dan tanggal 27 dan akan menghasilkan jumlah total PK pada bulan maret yang tetap yakni Rp 4. Pasal 16B ayat (3) : Untuk perolehan BKP/JKP. j.758.800 = Rp 2.800 5 Maret 2016 Karena barang telah diserahkan dari pemberi ke penjual 8 PKP Pajak Masukan Penjual wajib membuat faktur pajak tertanggal penyerahan yakni 5 dapat dikreditkan Maret 2016.140.

400.562 22 Maret 2016 ✓ Pada tahun 2015 dibeli pick up dengan harga perolehan Rp Mengurangi pajak 242.000. masukan ✓ Berdasarkan data .000 x 2 unit = Rp 4.600 17 Maret 2016 Tanggal ini terjadi 2 peristiwa yakni penjualan dan pemberian Cuma Pajak keluaran – Cuma DPP penjualan = harga jual = 10 x Rp 2.000 DPP pemberian Cuma – Cuma = 100/120 x Rp 2.000.100.64 NILAI IMPOR (Rp) 81.000/4 = 275.000 x 10% = Rp 45.622 PPN impor = Rp 8.692.102.100.000 PPN atas penjualan = Rp 2. Pajak Masukan C : $ 5. diperkirakan persentase rata – rata yang tidak terutang PPN adalah 95%.500/1. DPPnya adalah nilai impor. Menjual AC Bekas yang digunakan untuk ruang direksi pegawai tidak dikenakan PPN Karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan manajemen sehingga PT Iqbal Ramadhan tidak memungut PK Jadi PPN = Rp 456.000.4 BM : $569.24 NILAI IMPOR ($) 6.400.000.000 = Rp 24.000/4 x 985.100. ✓ Masa manfaat ditetapkan sebesar 4 tahun ✓ Penghitungan kembali pajak masukan atas perolehan pick up selama tahun 2015 untuk disetor kembali ke kas negara.400.025.00 x 5% = Rp 1.000 = 217.261. ✓ Maka pajak masukan yang dapat dikreditkan dalam masa oajak April 2011 dihitung gengan menggunakan formula P = PM x Z = Rp 22.320 I : $ 106. dilakukan dalam SPT Masa Pajak Maret 2016 P’ = PM/T x Z’ P’ = 1.000.000 = Rp 2.000 22 Maret 2016 PPN atas peristiwa impor.000 termasuk PPN.4 F : $ 266 CIF : $ 5.013 ✓ Pajak masukan atas perolehan pick up yang telah dikreditkan untuk tiap tahun buku sesuai dengan masa manfaat 4 tahun adalah : ✓ 1.000.000.000 . Maka yang terutang PPN 5%.000 PPN atas pemberian Cuma Cuma = Rp 400.

000 – 217.000 x 10% = Rp 387.875. yang dapat PPN = 100/110 X Rp 9. Keluaran Pengurangan yang terjadi = 3 x Rp 4.000 Total biaya adalah Rp 52.000 16 maret 2016 45.800) 5 maret 2016 215. Jasa arsitek Rp 2.000 = Rp 8.000 = Rp 1.102.700.987 Lihat buku Pak Untung halaman 165 – 169.000 Tanggal Pajak Keluaran (Rp) 2 maret 2016 4.000 28 maret 2016 387.450.987) 27 maret 2016 870.000 4 maret 2016 (475.150..562 22 maret 2016 (57.000 keluaran 2.662.257.000 dikreditkan 28 Maret 2016 Jasa telpon yang PPNnya dapat dikreditkan adalah jasa telpon untuk Pajak Masukan kantor direktur yakni Rp 3.075 . pajak masukan Biaya biaya yang dapat dikenakan sebesar : maupun pajak 1.000 x 10% = Rp 870. 24 Maret 2016 Retur yang terjadi di tanggal tersebut adalah retur penjualan maka Mengurangi Pajak sifatnya akan mengurangi pajak keluaran.600 17 maret 2016 2.570.640 x 10% = Rp 1. Jasa pengurukan tanah Rp 3.020.200.043.00 4.013 = Rp 57.000 3 maret 2016 4.800. Bahan bangunan Rp 37.000 PPN atas kegiatan membangun sendiri 2% x Rp 52.800 22 maret 2016 8.150. Ongkos tukang Rp 9.500 Jumlah 9.056.678 Tanggal Pajak Masukan 3 maret 2016 215.216.216.500. ✓ Jadi pajak masukan atas pebelian pick up yang harus diperhitungkan kembali 275.000.000 3.500 29 Maret 2016 Peristiwa tersebut adalah objek PPN atas kegiatan membangun Tidak menjadi sendiri.000 24 maret 2016 (1.014.922 27 Maret 2016 Faktur pajak tertanggal 21 Desember 2015 masih dapat dikreditkan Pajak masukan dalam 3 bulan masa berikutnya sejak faktur seharusnya dibuat.922) Jumlah 9.

000.00 Rp2.980.000.000.00 Rp19.800.000.00 Rp24.00 Rp2.000.708.075 = Rp 405.300.00 Rp1.00 Rp24.000.200.00 Rp2.00 Rp2.996.780.200.00 Rp52.540.00 Maret Rp264.00 September Rp201.975.649.000.00 Oktober Rp142.395.600. Sehingga Perhitungan PPN setap masa tersebut akan selalu kurang bayar.00 Rp32.678 – 9.000.286.844.00 Mei Rp111.00 Rp4.444.00 Rp64.00 Rp28.020.00 Rp5.603 (PPN yang kurang bayar) SOAL KEDUA Dalam kasus ini sesuai dengan Pasal 5 PMK-30/PMK.753.600.00 Februari Rp162.00 Juli Rp78.000.00 Rp2.00 Agustus Rp98.000.00 Desember Rp321.223.000.490.00 Rp1.00 Rp6.000.00 Juni Rp124.000.00 Rp1.00 Rp17.00 Rp26.000.500.662.861.439.255.556.000.000.00 November Rp85.00 Rp15.450.000.000.200.00 Rp40.000.00 Rp3.03/2014 yang berbunyi Pajak Masukan yang berhubungan dengan penyerahan Emas Perhiasan dan/atau jasa yang terkait dengan Emas Perhiasan oleh Pengusaha Emas Perhiasan tidak dapat dikreditkan.065.765.305.499.420.706.000.000.000.570. Bulan Penjualan/penyerahan DPP (20% x Penjualan) PPN KB (10% x DPP) Januari Rp132.500.000.00 Rp22.00 CP : Gusdavi Rahman (085271078610) .000. PPN yang kurang/(lebih) disetor PK – PM = 9.000.000.257.000.975.100.460.325.220.000.000.00 April Rp121.600.000.