MAKALAH ETIKA KEILMUAN

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu
yang diasuh oleh : Dr. Husnul Bahri, M.Pd

Disusun Oleh :

RENOCTHA REFFENZA
NIM. 2163060913

PROGRAM PASCASARJANA
HUKUM TATA NEGARA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU
TAHUN 2017

Persoalan etika itu pulamerupakan persoalan yang berhubungan dengan eksistensi manusia dalam segala aspeknya baik individu maupun 1 Surajiyo. . dan agama. sosial. (Jakarta: Bumi Aksara. Etika sebagai pedoman cara bertingkah laku yang baik dari sudut pandang budaya. Lebih jauh. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggung jawabkan karena setiap tindakannya selalu dipertanggung jawabkan. dapatlah dijelaskan bahwa filsafat telah memberikan konsep-kosep metafisik dan kosmis yang bergerak di jagat raya ini dan merupakan dasar dari perenungan. Latar Belakang Etika merupakan bahasan yang berbicara tentang nilai etika dan nilai moral. Dalam maknanya seperti itu. etika dan moral memiliki arti tersendiri dalam kehidupan manusia yang terwujud dalam pola perilaku masyarakat. Masalah etika itu sendiri merupakan cabang filsafat yang mencari hakikat nilai-nilai baik dan jahat yang berkaitan dengan perbuatan dan tindakan seseorang yang dilakukandengan penuh kesadaran berdasarkan pertimbangan pemikirannya. Dalam tataran ini cukup dimengerti apabila produk pemikiran filsafat mempengaruhi dan menjadi idiologi suatu masyarakat dari yang terkecil sampai dalam bentuknya yang paling besar yaitu Negara. Sebagai cabang filsafat. membicarakan perilaku manusia dalam hidupnya. 2. hal.1 Etika membicarakan soal nilai yang merupakan salah satu dari cabang filsafat. pencarian dalam filsafat. Etika merupakan sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai etika dan pola perilaku hidup manusia. BAB I PENDAHULUAN 1. etika sangat menekankan pendekatan kritis dalam melihat nilai etika dan mengenai norma etika. Etika yang sebanding dengan moral dalam ilmu filsafat yaitu mengenai adat kebiasaan. Melalui belajar dan berpikir berfikir filsafat seperti itulah banyak persoalan dan pertanyaan-pertanyaan dari yang ada dan yang tidak ada tapi ada bisa dicarikan jawabannya. 2009). Ilmu Filsafat (Suatu Pengantar).

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas. Pembagian Etika Keilmuan c. baik hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia dan dirinya. Namun ukuran baik dan buruk sangat relatif sebab sangat tergantung pada keadaan suatu daerah dan suasana suatu masa. moral. etika merupakan salah satu cabang dari kajian filsafat. maka sangatlah perlu untuk mengupas tuntas tentang permasalahan etika yang bersandarkan pada ruang lingkup filsafat. manusia pada umumnya menjadikan norma yang ideal untuk mencapai tujuaan tersebut. Oleh karena itu. Nilai-nilai yang terkandung di dalam ilmu pengetahuan ini seharusnya mampu menjadi kontrol bagi ilmwuan baik dalam berpikir maupun bertindak.nilai etika. masyarakat. etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Oleh karena. dalam mengusahakan tujuan etika. Pengertian Etika Keilmuan b. Tujuan etika dalam hal ini adalah untuk mendapatkan sesuatu yang ideal bagi semua manusia ditempat manapun dalam waktu apapupun juga mengenail penilaian baik atau buruk. Ilmu pengetahuan seharusnya mengandung nilai . Hanya saja dalam penerapan etika ilmu pengetahuan. Persoalan Etika Ilmu Pengetahuan . maka ilmu pengetahuan akan membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. ilmuwan diharapkan mempunyai konsep pemikiran mengenai baik dan buruknya sesuatu. Menurut filsafat. 2. Jika dalam penerapannya. norma dan kesusilaan. Konsep pemikiran yang mengharuskan manusia mampu membedakan hal baik dan buruk dalam tingkah laku dikenal dengan etika. Etika menentukan ukuran atas perbuatan manusia. Hubungan Etika dan Ilmu d. Sehingga dapat diketahuilah tentang pandangan para pemikir atau para ahli filsafat tentang etika. terdapat permasalahan terkait perbedaan persepsi mengenai kriteria baik dan buruknya sesuatu. Dengan menyertakan nilai-nilai etika. penyimpangan dalam penerapan ilmu pengtahuan dapat dicegah. rumusan masalah makalah adalah sebagai berikut a. ilmuwan mengabaikan nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu.

yang pertama berasal dari bahasa Yunani. 2007. sedang yang kedua dari bahasa Latin. De Vos. 5 William Lillie.). Kata ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa. hal. termasuk bahasa Indonesia (pertama kali dimuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian Etika Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah. 19 57). 400. A science which judge this conduct to be right or wrong. Jadi.5 Secara singkat etika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang kesusilaan (moral). BAB II PEMBAHASAN 1. sikap. Third Edition. adat. 1988). Jadi. Hanya bahasa asalnya berbeda. Etika. adat. (New York: Simon & Schuster Macmillan Company. 1999). an Introduction to Ethics. kata mores masih dipakai dalam arti yang sama. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. kita membatasi diri pada asal-usul kata ini. Dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa lain.). to be good or bad. (New York: Barnes Nable. . perasaan. 1987). (Yogyakarta: Tiara Wacana. Bertens. hal. 1. Moral adalah ajaran-ajaran 2 K. hal. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah "etika" yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (284-322 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. ethic berarti system of moral principles3 atau a system of moral standard value4 Secara terminologi etika didefinisikan sebagai: the normatif science of the conduct of human being living societies.6 Kata yang cukup dekat dengan "etika" adalah "moral". cara berpikir. 127 4 Victoria Neufeld (ed. Kata terakhir ini berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores) yang berarti juga: kebiasaan. kandang. 1987. Pengantar Etika. maka "etika" berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. (Jakarta: Gramedia). Oxford Learner's Pocked Dictionary.P Cowie (ed. hal. hal. pada rumput. Webster'sNew WorldDictionary. watak. 6 H. 1. kebiasaan. 4 3 A. (Britania Raya: Oxford University Press. etimologi kata "etika" sama dengan etimologi kata "moral". akhlak.2 Secara etimologis. istilah "etika" berasal dari bahasa Yunani kuno ethos.

wejangan-wejangan khutbah. Dalam penerapannya ilmu pengetahuan seharusnya mengacu kepada nilai-nilai etika. kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sanksi d. bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran diri c. Persoalan etika merupakan persoalan yang berhubungan dengan eksistensi manusia dalam segala aspeknya baik individu maupun masyarakat. Etika berlakunya. 1989). terbuka. Berdasarkan sudut pandang filsafat. Masalah etika itu sendiri merupakan cabang filsafat yang mencari hakikat nilai-nilai baik dan jahat yang berkaitan dengan perbuatan dan tindakan seorang yang dilakukan dengan penuh kesadaran berdasarkan pertimbangan pemikirannya. Sumber langsung ajaran moral dapat berupa ajaran agama. tradisi. baik hubungannya dengan tuhan maupun dengan sesama manusia dan dirinya. seorang ilmuan diharapkan mampu bersikap ilmiah. logis dan sistematis untuk melahirkan karya cipta demi meningkatkan kesejahteraan merupakan tujuan dari ilmu pengetahuan. Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Dengan mengamalkan nilai-nilai etika dalam ilmu pengetahuan.7 Jadi etika terdiri dari : a. apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya b. etika berarti ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Sebagai salah satu cabang aksiologi ilmu yang banyak membahas masalah nilai-baik atau buruk etika mengandung tiga pengertian: Kata etika bisa 7 Frans Magnis Suseno. orang tua. kritis. artinya tidak dapat ditawar – tawar lagi. 14. Menggunakan akal pikiran secara mendalam. seperti bertanggung jawab. (Yogyakarta: Kanisius. Etika adalah adalah nurani (batin). nasihat para bijak. tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir. adat-istiadat dan ideologi-ideologi tertentu. Pendek kata sumber ajaran moral meliputi agama. Etika adalah niat. hal. dan tidak melanggar moral dan akhlak. . guru dan sebagainya. Etika bersifat absolut.khutbah patokan-patokan tentang bagaimana manusia hams hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik.

dan Metaetika. ia hanya memaparkan.nilai tentang yang dianggap baik atau buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat seringkali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika umum. 2001). Filsafat Ilmu. yaitu: a. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral. Etika normatif berarti sistemsistem yang dimaksudkan untuk memberikan petunjuk atau penuntun dalam mengambil keputusan yang menyangkut baik atau buruk. Etika Normatif Mendasarkan pendiriannya atas norma. yang menekankan pada tema-tema umum seperti: Apa yang dimaksud norma etis? Mengapa norma moral mengikat kita? Bagaimana hubungan antara tanggungjawab dengan kebebasan?. 29. Ia dapat mempersoalkan norma yang diterima seseorang atau masyarakat secara lebih kritis. . anggapan tentang baik atau buruk. bagaimana manusia mengambil keputusan etis. 1. 1. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu. Etika Deskriptif Adalah cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas seperti: adat kebiasaan. Etika deskriptif lebih bersifat netral. berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis. yaitu: Etika Deskriptif. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Etika Normatif. 2. Etika normatif ini dibagi menjadi dua. 2. kebudayaan atau sub-kultur tertentu. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai. Etika umum. Ia bisa mempersoalkan apakah norma itu benar atau tidak. 8 Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tingkah laku moral dapat dihampiri berdasarkan atas tiga macam pendekatan. 8 Rizal Mustansyir dan MisnalMunir. Etika dalam hal ini sama dengan filsafat moral. tindakan yang diperbolehkan atau tidak. Misalnya kode etik. Oleh karena itu etika deskriptif ini tidak memberikan penilaian apa pun. dipakai dalam arti nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika merupakan ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Misalnya: Penggambaran tentang adat mengayau kepala pada suku primitif. hal.

Etika Sosial Etika sosial berbicara mengenai sikap dan kewajiban individu sebagai seorang anggota masyarakat atau kelompok tertentu. a. merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. dan etika profesi.prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. b. etika umum memiliki landasan dasar seperti norma moral.ungkapan etis. Dalam penerapannya. Penerapan ini bisa berwujud: Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan. hak dan kewajiban. teori-teori etika dan prinsip. seperti etika keluarga. yang didasari oleh cara. Namun. Dalam perkembangannya. Etika khusus juga namakan etika terapan. Etika Individual Etika individual menyangkut sikap dan kewajiban individu terhadap dirinya sendiri. etika masyarakat. Bahasa etis atau bahasa yang dipergunakan dalam bidang moral dikaji . Dengan kata lain. Etika Metaetika. b. Etika khusus. teori dan prinsip-prinsip moral dasar. etika khusus akan berkembang menjadi etika individual dan etika sosial. dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya. upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia yang khusus. agama. Etika umum dapat dianalogikan dengan ilmu pengetahuan yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. Cara bagaimana manusia mengambil keputusan atau tindakan. Etika khusus. penerapan itu juga dapat berwujud: Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis. yaitu kajian etika yang ditujukan pada ungkapan. 3. etika sosial akan memunculkan kajian-kajian atas etika.

agar tidak mudah terpancing. Perkembangan lebih lanjut dari metaetika ini adalah Filsafat Analitik.. 2. Contoh: etika medis tentang masalah aborsi. Misalnya: cara berpakaian. . secara logis. 4. Bertens. dan lain-lain. oleh karena itu ada beberapa manfaat etika yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kehidupan konkret. 15-22. Perkembangan hidup masyarakat yang semakin pluralistik menghadapkan manusia pada sekian banyak pandangan moral yang bermacam-macam. Etika. yang dalam bahasa Yunani disebut "hedone". Gelombang modemisasi yang melanda di segala bidang kehidupan masyarakat.. Etika tidak hanya berkutat pada hal-hal teoritis.9 2. Secara negatif usaha ini terungkap dalam sikap menghindari rasa sakit. bayi tabung. sehingga cara berpikir masyarakat pun ikut bernbah. sehingga diperlukan refleksi kritis dari bidang etika. dan lain- lain. Etika juga menjadikan kita sanggup menghadapi ideologi-ideologi asing yang berebutan mempengarnhi kehidupan kita. Metaetika menganalisis logika perbuatan dalam kaitan dengan "baik" atau "buruk". Hedonisme Hedonisme bertolak dari pendirian bahwa menurut kodratnya manusia mengusahakan kenikmatan. . Etika diperlukan oleh penganut agama manapun untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman dan kepercayaan sekaligus memperluas wawasan terhadap semua dimensi kehidupan masyarakat yang selalu berubah. namun tidak pula tergesa-gesa menolak pandangan baru lantaran belum terbiasa. namun juga terkait erat dengan kehidupan konkret. Aliran-Aliran Etika a. 3. yaitu: 1. hal. kebutuhan fasilitas hidup modem. dari kata inilah timbul istilah "hedonisme". Artinya kita tidak boleh tergesa gesa memeluk pandangan baru yang belum jelas. dan secara positif terungkap dalam sikap 9 K. kloning.

bahkan juga sebagai pendirian yang agak bersahaja mengenai hidup. Utilisme tampil sebagai sistem etika yang telah berkembang. Utilisme mengatakan bahwa ciri pengenal kesusilaan ialah manfaat suatu perbuatan. sedangkan kesusilaan berarti penentuan diri sendiri. dengan bersikap dengan itu ia bukan hanya hidup sesuai dengan kodratnya. barang siapa mengatakan bahwa orang seharusnya juga memberikan kenikmatan bagi orang lain. hedonisme menjadikan tujuan hidup tergantung pada keadaan lahiriah.Paham ini mengatakan bahwa orang baik ialah orang yang membawa manfaat. yang merupakan ciri pengenal bagi kesusilaan. Pengantar Etika. melainkan juga berpendapat bahwa kenikmatan benar-benar merupakan kebaikan yang paling berharga atau yang tertinggi bagi manusia. sifat susila suatu perbuatan tidak tergantung pada banyaknya kenikmatan yang dihasilkannya. melainkan juga memenuhi tujuan hidupnya. Seseorang dikatakan baik bila perilakunya dibiarkan ditentukan oleh pertanyaan bagaimana caranya agar dirinya memperoleh kenikmatan yang sebesar-besamya. Setiap orang mengusahakan kenikmatan bagi dirinya masing-masing. jika membawa manfaat. . jika menimbulkan mudarat. melainkan tergantung pada kecenderungan batiniah yang merupakan asalnya.10 b. maka sebagai seorang hedonis ia sepenuhnya akan mengalami pertentangan dengan dirinya sendiri. sehingga dengan demikian adalah baik baginya apabila mengusahakan kenikmatan. dan yang dimaksudkannya ialah agar setiap orang 10 H. De Vos. Suatu perbuatan dikatakan baik. mengejar apa saja yang dapat menimbulkan rasa nikmat. dikatakan buruk. yang berarti bermanfaat. Keberatan terhadap aliran ini tidak dapat dihindari. karena seperti telah dikatakan. Utilisme Aliran dijabarkan dari kata Latin "utilis". Namun hedonisme tidak sekadar menetapkan kenyataan kejiwaan ini. Di samping itu dalam hedonisme lenyaplah hubungan dengan pihak lain. 166-167 . hal. berarti mengakui ukuran yang berbeda dari ukuran kenikmatan. Dan bila ia tambahkan bahwa pengabdian kepada sesama manusia itu kalau perlu dengan mengorbankan kenikmatan bagi diri sendiri. Dengan kata lain...

Suatu maksim bersifat moral apabila dapat diuniversalisasikan (dijadikan hukum umum). 186-187. kewajiban). Kita bisa mengatakan juga bahwa sistem ini tidak menyoroti tujuan yang dipilih bagi perbuatan atau keputusan kita. Hal itu dirumuskan oleh Kant dalam apa yang disebutnya "imperatif kategoris". hal. meskipun tidak dikatakannya dan mungkin ia tidak akan mengingat-ingatnya secara sengaja. 13 Franz Magnis Suseno. 12 Ibid. hal-hal yang merugikan. 181. 2006). amoral atau jahat. yaitu berdasarkan pengertian mengenai baik dan buruk yang mendahului segala pengalaman. Deontologi Terdapat pandangan lain sistem etika lain yang tidak mengukur baik tidaknya suatu perbuatan berdasarkan hasilnya. Teori yang dimaksudkan ini biasanya disebut deontologi (kata Yunani deon berarti: apa yang hams dilakukan.137 . sebuah kitab bermanfaat untuk dibaca. Begitu pula kebalikannya.Kant mulai dengan menegaskan bahwa paham-paham moral tidak mungkin diperoleh dari pengalaman empiris-indrawi.11Karena itu seseorang yang mengatakan bahwa sesuatu hal bermanfaat. 13 Model Pendekatan Etika.. hal. sejumlah barang tertentu bermanfaat bagi pertanian. Prinsip penguniversalisasian itu adalah unsur kedua dalam etika Kant yang sangat berpengaruh terhadap etika selanjutnya. suatu obat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan. menjadikan dirinya membawa manfaat yang sebesar-besarnya. sedangkan ditinjau dari segi lain merugikan. sesuatu hal senantiasa bermanfaat bagi sesuatu hal yang lain.. melainkan semata-mata berdasarkan maksud si pelaku dalam melakukan perbuatan tersebut. suatu obat. Paham-paham moral bersifat apriori dan berdasarkan akal budi praktis. Dengan demikian suatu hal yang sama ditinjau dari satu segi dapat bermanfaat. dan sebagainya.13 11 Ibid. hal. justru mempunyai suatu tujuan tertentu. apabila tidak dapat diuniversalisasikan. misalnya. dapat bermanfaat bagi orang yang sakit dan merugikan bagi orang yang sehat. (Yogyakarta: Kanisius.12 c. Tetapi dalam kenyataannya sesuatu yang bermanfaat tidak pernah berdiri sendiri. melainkan semata-mata wajib tidaknya perbuatan dan keputusan kita. Umpamanya.

telah meletakkan berbagai prinsip dasar dalam hal memahami tanggungjawab pengetahuan dan keilmuan.14 Ilmu dan ilmuan. Ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memerhatikan kodrat dan martabat manusia. 2014). hal. serta bersifat universal karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh ekosistem manusia bukan untuk menghancurkan ekosistem tersebut. baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagaimana manusia tidak dapat menciptakan dirinya sendiri.146 . Hubungan etika dan ilmu berarti juga penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Istilah tanggungjawab. antara rohani dengan jasmani. dalam percaturan keilmuan secara luas. serta menjalaninya sebagai sebuah panggilan kodrati dan tunduk padanya. menjaga ekosistem. secara etimologis menunjuk pada dua sikap dasar ilmu dan ilmuwan. yaitu. tetapi juga harus berdiri di belakang setiap akibat apa pun yang dibuat oleh ilmu. dalam hal ini. bertanggung jawab pada kepentingan umum. ilmuwan. Tanggungjawab etis menyangkut kegiatan maupun penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. tanggung dan jawab. Manusia hanya menerima dirinya dan tanggung jawabnya. (Jakarta: Kencana. Manusia disebut etis adalah manusia yang secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka mewujudkan keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan orang lain. tetapi merupakan pemberian kodrat. tetapi menerimanya sebagai pemberian kodrat maka demikian pula halnya ia tidak dapat menciptakan tanggung jawab. Ilmu. dan lembaga keilmuan bukan hanya berdiri di depan tugas keilmuannya untuk mendorong kemajuan ilmu. Salah satu ciri pokok dari tanggung jawab keilmuan itu adalah sifat keterbatasan. 3. tanggung jawab itu sendiri tidak diasalkan atau diadakan sendiri oleh ilmu dan ilmuwan sebagai manusia. Hubungan Etika dan Ilmu Mukhtar Latif (2014). dan generasi mendatang. Orientasi Ke Arah Pemahaman Filsafat Ilmu. Tanggungjawab keilmuan memiliki sifat keterbatasan. wajib menanggung dan wajib menjawab setiap hal yang diakibatkan oleh ilmu itu sendiri maupun permasalahan-permasalahan yang tidak disebabkan olehnya. termasuk lembaga keilmuan. dalam arti bahwa. dan sebagai makhluk 14 Mukhtar Latif.

yang dapat membedakan antara apa yang sah dan yang tidak sah. 2. etika keilmuan hams menerapkan cara berpikir yang mendalam. ingatan. 4. Ilmu dan etika sebagai suatu pengetahuan yang diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan oerilaku penyimpangan dan kejahatan di kalangan masyarakat. membedakan apa yang benar dan apa yang tidak benar. karena perbuatan manusia itulah yang menjadi topik kajiannya. 2. Hubungan Etika dan Ilmu Pengetahuan Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang mengatakan bagaimana seharusnya hidup. Etika dan ilmu kemasyarakatan (sosiologi). antara etika dan ilmu jiwa terdapat hubungan yang amat kuat. karena: 1. sedangkan etika sangat membutuhkan obyek kajian ilmujiwa. Sehingga etika keilmuan menjadi pengontrol ilmuan dalam menyikapi ilmu pengetahuan. logis. kehendak. Pada masa sekarang ini. dapat disimpulkan bahwa etika keilmuan adalah ilmu yang mengkaji benar atau salah suatu objek. Berdasarkan penjelasan di atas. Etika dan jiwa ilmu (psikologi). Ilmu Pengetahuan dan etika sebagai suatu pengetahuan yang diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan perilaku penyimpangan dan kejahatan di kalangan masyarakat. disisi lain etika sangat mendorong untuk mempelajari kehidupan masyarakat yang mana itu menjadi pokok persoalan sosiologi. paham. Contoh hubungan antara etika dan beberapa ilmu: 1. sistematis. Jadi etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. . kritis. mengenal. terbuka. Dengan demikian. Dalam pengkajiannya. Ilmu dan etika diharapkan mampu mengembangkan kesadaran moral di lingkungan masyarakat sekitar agar dapat menjadi cendekiawan yang memiliki moral dan akhlak yang baik/mulia. Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. ciptaan-Nya. Ilmujiwa menyelidiki dan membicarakan kekuatan perasaan. bertanggungjawab. hubungan diantara kedua ilmu ini erat. dan tidak melanggar nilai-nilai moral serta akhlak. etika dibutuhkan sebagai pertimbangan pemikiran yang kritis. terdapat cabang ilmu jiwa yang disebut' ilmu jiwa masyarakat" yakni menyelidiki soal bahasa bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan susunan masyarakat. tetapi itu adalah ajaran moral.

Ilmu pengetahuan dan etika diharapkan mampu mengembangkan kesadaran moral di lingkungan masayarakat sekitar agar dapat menjadi ilmuwan yang memiliki moral dan akhlak yang baik dan mulia. Dengan begitu dalam proses penilaiannya ilmu pengetahuan sangat berguna dalam memberikan arah atau pedoman dan tujuan masing-masing orang. etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu maupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dilakukan itu salah atau benar. Tanpa landasan moral maka ilmuwan akan mudah melakukan pemaksaan intelektual. Etika memberikan batasan maupun standar yang mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya yang kemudian dirupakan ke dalam aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat diperlukan dapat di fungsikan sebagai pedoman untuk melakukan tindakan tertentu terhadap segala macam tindakan yang secara umum dinilai menyimpang dari kode etik yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Maka inilah pentingnya etika dan moral dalam ilmu pengetahuan yang menyangkut tanggung jawab manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemaslahatan manusia itu sendiri. Di sinilah etika menjadi ketentuan mutlak yang akan menjadi . Sejarah kemanusiaan telah mencatat semangat para ilmuwan yang rela mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan apa yang mereka anggap benar. baik atau buruk. Sebab untuk menemukan dan mempertahankan kebenaran diperlukan keberanian. Kemanusiaan tak pernah urung dihalangi untuk menemukan kebenaran. Ilmu sebagai asas moral atau etika mempunyai kegunaan khusus yakni kegunaan universal bagi umat manusia dalam meningkatkan martabat kemanusiaannya. Karena dalam penerapannya ilmu pengetahuan juga mempunyai akibat positif dan negatif bahkan destruktif maka diperlukan nilai atau norma untuk mengendalikannya. Ilmu secara moral harus ditujukan untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan martabat seseorang. Masalah moral tidak dapat dilepaskan dengan tekad nanusia untuk menemukan kebenaran. Sebagai suatu obyek. Penalaran secara rasional yang telah membawa manusia mencapai harkat kemanusiaannya berganti dengan proses rasionalisasi yang mendustakan kebenaran.

5. karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia. . Beberapa problem yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dicontohkan oleh Amsal Bakhtiar (2010) pada perkembangan ilmu bioteknologi. Persoalan Etika Ilmu Pengetahuan Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu memerlukan pertimbangan-pertimbangan dari dimensi etis dan hal ini tentu sangat berpengaruh pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan. Tanggung jawab ini juga termasuk berbagai hal yang menjadi sebab dan akibat ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa lalu maupun masa yang akan datang. Tidak saja para agamawan dan pemerhati hak-hak asasi manusia tetapi para ahli bioteknologipun juga semakin khawatir karena jika akibatnya tidak bisa dikendalikan maka akan terjadi bencana besar bagi kehidupan manusia. Jadi bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menghambat atau meningkatkan keberadaan manusia tergantung pada manusia itu sendiri. ekosistem dan bertanggung jawab terhadap kepentingan generasi yang akan datang dan kepentingan umum. Sehingga seorang ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus selalu memperhatikan kodrat dan martabat manusia. perkembangan yang dicapai sangat maju seperti rekayasa genetika yang menghkhawatirkan banyak kalangan. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya. karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu bertujuan untuk pelayanan eksistensi manusia dan bukan sebaliknya untuk menghancurkan eksistensi manusia itu sendiri. mana yang baik dan mana yang buruk. yakni kedewasaan untuk menentukan mana yang layak atau tidak layak. pengendali bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Sebagai contoh adalah rekayasa genetika yang dahulunya bertujuan untuk mengobati penyakit keturunan seperti diabetes. Tanggung jawab etis ini menyangkut kegiatan atau penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.

apalagi jika jatuh pada penguasa yang lalim pasti dampaknya akan sangat membahayakan karena bisa menghancurkan eksistensi manusia. sekarang rekayasa tidak hanya bertujuan untuk pengobatan tetapi untuk menciptakan manusia-manusia baru yang sama sekali berbeda baik secara fisik maupun sifat-sifatnya. tetapi juga merupakan hasil perkembangan dan kreatifitas manusia untuk memperkokoh kedudukan serta martabat manusia baik dalam hubungan sebagai pribadi dengan lingkungannya. Meskipun teori ini belum tentu terwujud dalam waktu singkat tetapi telah menimbulkan persoalan dan kekhawatiran di kalangan ahli etika dan para agamawan. BAB III PENUTUP 1. Maka disinilah diperlukan kedewasaan dari manusia itu sendiri untuk menentukan mana yang baik dan buruk bagi kehidupannya. maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Allah Swt. Tugas terpenting ilmu pengetahuan dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat sungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya. Kesimpulan . Dengan rekayasa tersebut manusia tidak memiliki hak yang bebas lagi. Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia.

Manusia dengan ilmu pengetahuan akan mampu berbuat apa saja yang diinginkan. Jika hanya rumusan berada pada dataran etika yang abstrak. Dalam proses penilaiannya etika memberikan arahan agar ilmu pengetahuan berguna dalam memberikan arah atau pedoman dan tujuan masing-masing orang. 2. akan terdapat kesulitan ketika diterapkan terhadap masalah yang bersifat konkrit. Ilmu pengetahuan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal seperti faktor politis. Dalam penyelenggaraan ilmu pengetahuan menurut pendapat beberapa tokoh menyatakan bahwa ilmu pengetahuan bersifat bebas nilai artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Sebagai suatu obyek etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh oleh individu maupun masyarakat untuk menilai suatu tindakan yang akan dikerjakan. Yang lebih penting pada konteks ini adalah perlunya pertimbangan etik apa yang harus dilakukan dengan tujuan kebaikan manusia. Saran . batasan dan arahan yang mengatur manusia dalam kelompok sosial lainnya. Ilmu secara moral harus ditujukan untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan martabat seseorang. Tetapi dalam penerapannya ilmu pengetahuan harus mempertimbangkan segi kemaslahatannya bagi umat manusia. Dimana etika memberikan penilaian. kedewasaan yang sesungguhnya dari manusia untuk menentukan mana yang baik dan buruk bagi kehidupannya. Pengembangan ilmu pengetahuan sebagai perwujudan aksiologi ilmu mengharuskan visi etik yang tepat untuk diaplikasikan. Persoalan yang mendasar dalam etika keilmuan adalah bahwa penerapan ilmu pengetahuan selalu memerlukan pertimbangan dari segi etis yang berpengaruh pada pengembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. juga diperlukan. namun pertimbangannya tidak hanya pada apa yang dapat diperbuat oleh manusia. idiologis. Sehingga dalam pengembangannya para ilmuwan harus memperhatikan dan menjaga martabat manusia dan kelestarian lingkungan. agama dan budaya. Sebenarnya mengupayakan rumusan konsep etika dalam ilmu idealnya harus sampai pada rumusan normatif yang berupa pedoman konkrit bagaimana tindakan manusia di bidang ilmu harus dilakukan.

dan sikap yang baik tidak lepas dari kaidah etika. yaitu: dengan belajar etika diharapkan kita Mahasiswa khususnya dapat memahami tingkah laku apa yang baik menurut suatu teori-teori tertentu. Dalam makalah ini hanya sedikit saran yang dapat penulis paparkan. Demikianlah makalah mengenai Etika Keilmuan yang dapat penulis susun. Oxford Learner's Pocked Dictionary. Britania Raya: Oxford University Press.).P Cowie (ed. Etika merupakan cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk. . DAFTAR PUSTAKA A. 1987.

. Yogyakarta: Tiara Wacana. Yogyakarta: Kanisius.Yogyakarta: Kanisius. 1957. Etika. Frans Magnis Suseno. K. 2014. 2006. 1999. Rizal Mustansyir dan MisnalMunir. Surajiyo. New York: Barnes Nable. De Vos. Victoria Neufeld (ed. H. 1989.). Jakarta: Kencana. Webster'sNew WorldDictionary. Jakarta: Bumi Aksara. Third Edition. an Introduction to Ethics. Bertens. llmu Filsafat (Suatu Pengantar). William Lillie. 2009. New York: Simon & Schuster Macmillan Company. 2007. 13 Model Pendekatan Etika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Orientasi Ke Arah Pemahaman Filsafat llmu. Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Pengantar Etika. 2001. Mukhtar Latif.Franz Magnis Suseno. 1987. Jakarta: Gramedia. Filsafat llmu.