PEMERINTAH KABUPATEN POSO

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS MEKO
Alamat::Jl.Pariwisata Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat Kode Pos:94663
Kode Puskesmas: P7204011201

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS MEKO
Nomor : 800/ /SK/PKM-MEKO/ /2017

TENTANG

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
DI PUSKESMAS MEKO

KEPALA PUSKESMAS MEKO

Menimbang : a. bahwa pasien mempunyai hak untuk memperoleh
pelayanan yang bermutu dan aman;
b. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan
keselamatan pasien di Puskesmas Meko perlu disusun
kebijakan mutu dan keselamatan pasien;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
Tahun 2015 tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Poso Nomor 1 Tahun
2008 Tentang kewenangan Daerah Kabupaten Poso
,(Lembaran Daerah Kabupaten Poso Tahun 2008
Nomor 1).

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MEKO TENTANG
KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS DAN KESELAMATAN PASIEN.

KESATU : Kebijakan mutu dan keselamatan pasien Puskesmas
sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

KE : Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat pelaksanaan
Keputusan ini dibebankan pada anggaran Puskesmas Meko.

Madoli.SKM NIP.S. akan ditinjau kembali dan diadakan perubahan sebagaimana mestinya. 19790130 200604 1 012 .V. Ditetapkan di : Meko Pada Tanggal : UPTD KEPALA PUSKESMAS MEKO Djeni.KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan keputusan ini.

Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab UKP dan penanggung jawab UKM wajib berpartisipasi dalam program mutu/kinerjaPuskesmas dan keselamatan pasien mulai dari perencanaan. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran Puskesmas Meko dengan pendekatan multidisiplin. Area prioritas berdasarkan data dan informasi. Perencanaan mutu/kinerja UKM meliputi paling tidak: a. Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan pasien yang terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan. misi. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan Program mutu dan keselamatan pasien yang diselenggarakan di seluruh jajaran puskesmas. efisien. maupun keluhan pasien/keluarga/staf dengan mempertimbangan kekritisan. b. Penilaian perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga 10. Penilaian kinerja manajemen b. efektif. Kebijakan mutu dan tata nilai puskesmas dalam memberikan pelayanan disusun secara bersama dan dituangkan dalam pedoman mutu dan kinerja 6. Kajibanding kinerja dengan puskesmas lain e. ramah dan berempati dalam memberikan pelayanan yang memuaskan masyarakat. Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien c. Pedoman mutu dan perencanaan mutu/kinerja disusun berdasarkan visi. risiko tinggi dan kecenderungan terjadinya masalah. Tata nilai dalam menyediakan pelayanan baik UKM maupun UKM disepakati bersama dan menjadi acuan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat 4. dan tujuan Puskesmas 7. Tata nilai tersebut adalah : Berkomitmen. pelaksanaan. monitoring dan evaluasi. baik dari hasil monitoring dan evaluasi indikator. LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MEKO NOMOR : 800/ /SK/ PKM- MEKO/ /2017 TANGGAL : KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS MEKO 1. 3. Perencanaan mutu/kinerjapelayanan klinis dan keselamatan pasien berisi paling tidak: a. Perencanaan mutu/kinerja meliputi perencanaan mutu/kinerja manajemen. . Perencanaan mutu/kinerja manajemen meliputi paling tidak. dan dikoordinasikan oleh Penanggung jawab Manajemen Mutu. Penilaian kinerja UKM dan tindak lanjutnya 11. Pelaksanaan audit internal c. perencanaan mutu/kinerja UKM. 5. a. Pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen d. 8. aman. profesional. 2. dan perencanaan mutu pelayanan klinis 9.

Seluruh kegiatan mutu/kinerja puskesmas dan keselamatan pasien harus didokumentasikan. Dalam upaya perbaikan mutu/kinerja puskesmas dan keselamatan pasien melibatkan/memberdayakan lintas sektor. k. untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. d. indikator kinerja UKM. monitoring. Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui standarisasi. Manajemen risiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian sentinel. Mengintegrasikan serta menggabungkan berbagai proses dan sistem pelayanan. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Perancangan sistem/proses pelayanan memperhatikan butir-butir di bawah ini: a. i. dan tindak lanjut program-program kegiatan mutu/kinerja puskesmas dan keselamatan pasien. dan indikator klinis. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan pasien. Sesuai dengan praktik bisnis yang sehat. evaluasi. 15. misi. d. Memenuhi kebutuhan pasien. j. Menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan yang terkait. perancangan sistem. Indikator meliputi indikator manajerial. pedoman praktik klinis. tujuan dan tata nilai Puskesmas. b. keluarga. Mempertimbangkan informasi dari manajemen risiko. e. g. masyarakat. Program dan Kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien. dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan. kepustakaan ilmiah dan berbagai panduan dari profesi maupun panduan dari Kementerian Kesehatan. h. proses. i. f. dan keadaan potensial cedera. dan masyarakat sebagai pengguna pelayanan untuk berperan mulai dari perencanaan. Menggunakan pedoman penyelenggaraan UKM. Dibangun sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang ada di Puskesmas. g. yang meliputi indikator struktur. dan perencanaan Puskesmas. h. Penanggung jawab Manajemen Mutu wajib melaporkan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien kepada Kepala Puskesmas tiap tribulan. termasuk di dalamnya program peningkatan mutu laboratorium dan program peningkatan mutu pelayanan obat. . kejadian tidak diharapkan. 14. kejadian nyaris cedera. 13. Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan klinis maupun penyelenggaraan UKM. Konsisten dengan visi. Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan pemilihan indikator. Dibangun berbasis praktik klinis yang baik. lintas program. pengumpulan data. tindak lanjut. c. 12. e. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk menyampaikan permasalahan. pelaksanaan. l. f. dan staf. standar pelayanan klinis. rancang ulang sistem untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien. dan outcome.

maka area prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam peningkatan mutu/kinerja pelayanan klinis dan keselamatan pasien adalah: a.16. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien/keluarga dan staf. risiko tinggi.19790130 200604 1 012 . Pelayanan Farmasi d.Madoli. dan potensial bermasalah.V. Pelayanan Gawat Darurat UPTD KEPALA PUSKESMAS MEKO Djeni.SKM NIP. serta mempertimbangkan kekritisan. Pelayanan rawat jalan c.S. b. Pencapaian 6 sasaran keselamatan pasien.

Related Interests