Modul 3.

KETRAMPILAN DASAR
TEKNIS

JARAK = Panjang. Lebar . Tonase / ton) . Kilometer/Km) 2. KETRAMPILAN DASAR TEKNIS Tujuan  Peserta mampu mengukur dengan benar dan menghitung volume sebuah bangun  Peserta mampu menghitung kecepatan air di saluran SATUAN 1. Tebal (Centimeter / Cm. BERAT (kilogram/kg. LUAS (meter persegi/m2 . Tinggi.Modul 3. Meter / m. Hektar/ha) 3. ISI (meter kubik / m3 ) 4.

14 x d² . LUAS SEGITIGA = ½ ( Alas x Tinggi ) = ½ ( L x T ) 3. LUAS SEGI EMPAT = Panjang x Lebar = P x L 2. LUAS LINGKARAN = ¼ x 22/7 x diameter kuadrat = ¼ x 3.RUMUS LUAS 1. LUAS TRAPESIUM = ½ ( garis sejajar bawah + atas) x tinggi =½(a+b) xT 4.

LUAS TRAPESIUM = ½ ( garis sejajar bawah + atas) x tinggi =½(a+b) xT .1. Hitung Luas daerah ini 4m 2m 8m Jawab : AAAAA 4.Soal 3.

Hitunglah Volume Bangun dibawah ini . Soal 3.2. Rumus isi / Volume  Dalam teknik bangunan sebagian besar rumus isi / volume dapat menggunakan rumus dibawah ini : VOLUME = LUAS X TINGGI contoh : Silinder : Luas Alas lingkaran x tinggi Kubus : Luas Alas segi empat x tinggi Prisma : Luas alas segi tiga x 1/3 tinggi. dll.

Jawab : .

a.0 / 12 = 0. 12 detik. Pengukuran dilakukan tiga atau empat kali dan menggunakan hasil rata-rata Contoh soal : Ember 8 liter. Benda ringan perlu 12 detik untuk berjalan 5 meter.57 liter per detik 2.18 M2 X 0.18 M 2  Kecepatan air adalah 5.417 M/detik  Debit air adalah 0.  Luas Penampang Basah adalah (0. Metode ini menggunakan rumus Debit = Kecepatan X Luas Penampang. Terisi setelah 15 detik. Dasar trapesium berukuran 30 cm.30+0. Penampang boleh berbentuk segi empat panjang. Kecepatan diukur dengan melihat berapa detik diperlukan untuk benda ringan mengalir sekian meter.Menghitung Debit Air Cara sederhana dilapangan untuk mengukur debit air dengan menggunakan alat sederhana. atau rata-rata 14. atau bentuk bebas.40 = 0. Lebarnya trapesium di permukaan air adalah 60 cm. Menggunakan ember dan jam tangan yang ada jarum detik. dengan satuan Meter per detik Contoh soal 1. misalnya 5 liter. Besarnya isi ember harus diketahui. atau trapesium.417 Meter/Detik = 0. Basah. Dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember dengan penuh. dan 12 detik 15 + 12 + 17 + 12 = 56.075 M 3/Detik atau 75 Liter/Detik . Penampang diperkirakan dengan satuan M 2.60)/2 X 0. meteran). Menggunakan jam tangan yang ada jarum detik dan alat mengukur panjang (pita ukur. ada 2 cara pengukuran : 1. 17 detik. Menghitung Debit pada Saluran Air yang berbentuk trapesium. sama dengan 0. Dalamnya air adalah 40 cm.0 detik Debit air adalah 8 liter dibagi 14 detik.

Lebarnya tiap kotak adalah seperlima dari lebar saluran/sungai. 1.80 1. L/10 L/5 L/5 L/5 L/5 L/10 0. seperti contoh di bawah ini: L = 9. . D. Kemudian pertengahan keempat kotak lainnya adalah L/5 di sebelah kanan.80 0.80 1. dan E. C.b.90 m A B C D E Luas penampang basah adalah jumlah luas dari lima kotak.80 1.90 1. dengan kedalamannya seperti yang dapat diukur di titik A. yaitu benda dibagi menjadi banyak segi empat panjang. Pertengahan bagian pertama adalah L/10 dari pinggir. Menghitung Debit Sungai  Metode yang paling umum menggunakan prinsip matematika dari kalkulus. Pertengahan kotak terakhir seharusnya L/10 dari tebing sebelah sana. B.0 meter SUNGAI Sungai dibagi lima bagian.

5 7.85 M/detik = 5.5 Contoh Soal : Berapa zak semen diperlukan untuk membangun rabat beton seperti yang digambar di bawah ini.97 M3/detik Semakin banyak bagian. dengan menggunakan beton 1:2:4 dan zak yang 50 kg/zak. Kalau dasar sungai banyak variasi.9/5) X 9 = 7. kebutuhan semen bisa dilihat pada tabel dibawah Rasio Beton Jumlah Zak semen PC yang dibutuhkan untuk 1m3 beton 40 kg/zak 50 kg/Zak 1:2:3 9.2 C = 1.60 meter akan lebih mudah jika dibagi 6 atau 8 bagian (80 cm atau 60 cm). Bisa juga memilih angka yang mudah dalam pembagian – jika lebar 9.9 + 1.  Misalnya kedalaman air di A = 0.5  Penampang basah adalah (0. 2. sebaiknya lebar sungai dibagi sepuluh.0 6.02 M2 X 0.3 + 0.2 + 1.0 D = 0.02 M2  Debit air adalah luas penampang basah kali kecepatan air: 7.5 1:2:4 8.9 meter Lebar = 9 meter B = 1.3 E = 0.0 = (3. .5)/5 X 9. Perhitungan jumlah semen yang harus dipesan dalam pembuatan beton. Minimal dibagi lima. semakin tepat perkiraannya. beton campuran 1:2:3 dan semen campuaran 1:2:4.0 + 0.

tetapi semua harus pakai satuan yang sama.6% . Volume adalah 100 meter X 0.25 / 82 X 100% = 7. dengan rumus panjang kali lebar kali tebal. Jarak horisontal adalah 82 meter.15 meter X 0.5 zak/M3 = 58.14 m) Tanjakan adalah 6. Rumus Perhitungan Tanjakan. (Jarak menurut pemukaan hanya 82.0M 3 Kubutuhan semen adalah 6. atau 9.25 meter. Lebar 60 cm Langkah pertama adalah untuk menghitung volume.5 zak per tiap M 3.5 zak Beli 59 zak 3. Panjang 100 meter Tebal 15 cm. rumus cukup sederhana Tanjakan = (Beda tinggi / Jarak Horisontal) x 100% Panjang Mengikuti Jalan Beda Tinggi Sudut Panjang Datar Contoh Soal : Perbedaan tinggi diukur menjadi 6.0 M3 X 6.60 meter = 9.

Menghitung volume batu untuk jalan telford Berm / Bahu Jalan Lapisan Penutup 3-5% Padat : 5 cm Tebal jadi : 15 cm 5-10 cm Lapisan Pasir Urug Pasangan Batu Pokok Batu Pengunci Batu Pinggir Jumlah batu (M3) = Tebal lapisan batu X lebar perkerasan X panjang jalan X Faktor Loss Contoh Soal : Rencana panjang jalan telford 700m jika dipakai batu pokok 15/10 lebar jalan 3 m berapakah diperlukan batu pokok Jawab : Volume batu pokok (m3) = 700 m x 3m x 0.4.15 m x 1.5 m3 5.4 liter/detik x 1000 orang Jumlah layanan = 2 400 orang . Estimasi jumlah pemakaian air bersih Kunci pokok perhitungan adalah 1 liter/dtk debit air bisa melayani 1000 orang Contoh soal : Jika debit air adalah 2.4 ltr/detik berapa dapat melayani orang? Jawab Jumlah layanan = 2.3 Volume batu pokok (m3) = 409.

Estimasi ketinggian tiang atau gedung Metode ini mengandalkan bayangan matahari.5 liter per detik . 6.75 liter/detik/hektar sawah Contoh hitungan : Ada sawah 30 hektar yang mau diairi melalui saluran irigasi baru. Estimasi kebutuhan air untuk irigasi Cara menghitung. berapa tinggi pohon jika bayangan pohon 3 m? Jawab : 7. Berapa debit air diperlukan untuk kegiatan ini? Debit = 30 hektar X 1. Tinggi Pohon Tinggi mistar Panjang Bayangan mistar Panjang Bayangan Pohon Tinggi pohon / Panjang Bayanganpohon = Tinggi mistar / Panjang Bayanganmistar Contoh soal : Jika Tinggi mistar 1 m panjang bayangan 80 cm. tiap 1.75 liter/detik/hektar = 52.

Contoh Gambar : Atas Depan Samping Kanan Tampak atas Hasil : Tampak Depan Tampak Samping kanan .