TUGAS

TEKNOLOGI MEKANIK
(perlakuan panas)

ERWIN GUNAWAN

2016310021

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

TEKNIK PERKAPALAN

2017

. Pada dasarnya annealing dilakukan dengan memanaskan logam sampai temperatur tertentu. Logam yang menjadi keras dan getas dari hasil cold working (proses pengerjaan dingin) harus dilunakkan dengan proses annealing.  memperbaiki machinability. atau sebagai suatu proses akhir yang menentukan sifat dari produk akhir. 1. Ada 2 proses. Plain carbon steel terkenal sebagai baja yang lunak. normalizing dan stress relievingpenting bagi seorang welder danmachinist.Perlakuan Panas ( Heat Treatment ) Karena machinability dan welding sebuah logam sangat dipengaruhi oleh perlakuan panas. namun bisa diubah menjadi super keras yang bisa gunakan memotong kaca dan material lain termasuk baja itu sendiri jika dalam kondisi lunak. annealing dapat merupakan suatu langkah mempersiapkan suatu bahan untuk proses pengerjaan berikutnya. menahan pada temperatur tertentu tadi selama waktu tertentu agar tercapai perubahan yang diinginkan lalu mendinginkannya dengan laju pendinginan yang cukup lambat.  menghilangkan tegangan dalam.  mengahulskan butir kristal. Annealing. Annealing dapat dilakukan terhadap benda kerja dengan kondisi yang berbeda-beda dan dengan tujuan yang berbeda pula. Tujuan melakukan annealing dapat merupakan salah satu dari sejumlah tujuan dibawah ini:  melunakkan. diantaranya hardening dan tempering. Dilihat dari fungsinya dalam suatu rangkaian proses produksi. Suatu proses laku panas (heat treatment) yang sering dilakukan terhadap logam dalam pembuatan suatu produk. maka proses annealing. sehingga proses ini penting dalam proses manufacturing logam. Kekerasan seperti itu bisa dicapai melalui perlakuan panas.

Tempering Baja yang dikeraskan dengan pembentukan martensit. akan mulai mengeluarkan karbon yang berpresipitasi sebagai karbida besi. kemudian didinginkan secara lambat sampai temperatur kama 2. Pada umumnya hasil dari normalizing mempunyai strukturmikro lebih halus. Turunnya kekerasan ini akan banyak bila temperatur pemanasan makin tinggi dan/atau holding time makin lama. untuk menghilangkan/mengurangi tegangan sisa (residual stress) dan mengembalikan sebagian keuletan dan ketangguhannya. bisa dilakukan spheroidize annealed. sehingga untuk baja dengan komposisi kimia yang sama akan mempunyai yield strength. lalu didinginkan kembali. biasanya untuk alat-alat potong. Spheroidize dilakukan pada temperatur 1250o F. Perlakuan panas ini mengakibatkan karbida berbentuk spheroid kecil-kecil dalam matrik ferrite. Dengan pemanasan kembali ini martensit. Karena itu biasanya atau hampir selalu setelah pengerasan kemudian segera diikuti dengan tempering.  Tempering pada suhu menengah ( 300° . Secara umum dapat dikatakan bahwa bila temperatur tempering makin tinggi maka kekerasannya akan makin rendah. Tempering dilakukan dengan memanaskan kembali baja yang telah dikeraskan tadi pada temperatur dibawah temperatur kritis bawah. Menurut tujuannya proses tempering dibedakan sebagai berikut :  Tempering pada suhu rendah ( 150° – 300°C ) Tempering ini hanya untuk mengurangi tegangan-tegangan kerut dan kerapuhan dari baja. sehingga tidak cukup baik untuk berbagai pemakaian. 3. Pada normalizing dan juga annealing hendaknya tidak dilakukan pemanasan sampai ke temperatur yang terlalu tinggi karena butir kristal austenit yang terjadi akan terlalu besar. mata bor dan sebagainya. BCT. dan ini sangat tidak disukai. pada kondisi as-quenched. sedang ketangguhannya akan makin tinggi. ferrit). sehingga diperoleh sifat yang lebih baik. Pembentukan martensit juga meninggalkan tegangan sisayang sangat tinggi. kekerasan dan impact strength yang lebih tinggi daripada yang diperoleh melalui annealing dan machinabilitynya akan lebih baik. sedang BCT berangsur-angsur menjadi BCC (besi alpha. Proses normalizing dilakukan dengan memanaskan bahan lebih kurang 1700oF (925oC). kemudian dinginkan pada still air (udara) atau furnace. yang merupakan suatu struktur metastabil yang berupa larutan padat supersaturated dimana karbon terperangkap dalam struktur body centered tetragonal. biasanya sangat getas. membiarkan beberapa saat pada termperatur tersebut. untuk menghilangkan tegangan dalam dan menghaluskan butiran kristalnya. Normalizing. Denga keluarnya karbon maka tegangan didalam struktur BCT akan berkurang sehingga juga kekerasannya mulai berkurang. Normalizing sering dilakukan terhadap benda hasil tuangan atau hasil tempa. Jika menghendaki kelunakan maksimum. Ini akan mengakibatkan berkurangnya keuletan/ketangguhan material.550°C ) . sehingga dapa pendinginan lambat akan diperoleh butir ferrit/pearlit yang juga kasar.

poros batang pengggerak dan sebagainya. II-9 . maka akan menghasilkan struktur mikro yang berbeda. Jika suatu baja didinginkan dari suhu yang lebih tinggi dan kemudian ditahan pada suhu yang lebih rendah selama waktu tertentu.650°C ) Tempering suhu tinggi bertujuan memberikan daya keuletan yang besar dan sekaligus kekerasannya menjadi agak rendah misalnya pada roda gigi. Suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 500C pada proses tempering. Hal ini dapat dilihat pada d Penjelasan diagram: • Bentuk diagram tergantung dengan komposisi kimia terutama kadar karbon dalam baja.  Tempering pada suhu tinggi ( 550° . misalnya palu. Tempering pada suhu sedang bertujuan untuk menambah keuletan dan kekerasannya sedikit berkurang. pegas. pahat. Proses ini digunakan pada alat-alat kerja yang mengalami beban berat.

• Semakin tinggi kadar karbon. Semakin cepat pendinginan akan menghasilkan ukuran butir yang lebih kecil. akan menghasilkan struktur perlit dan ferit. maka kedua buah kurva C tersebut akan bergeser kekanan. • Bila ditahan suhunya pada titik tertentu dibawah garis horizontal. • Bila ditahan suhunya pada titik tertentu bagian bawah kurva C tapi masih disisi sebelah atas garis horizontal.83% yang ditahan suhunya dititik tertentu yang letaknya dibagian atas dari kurva C. maka akan mendapat struktur Martensit (sangat keras dan getas). Dalam prakteknya proses pendinginan pada pembuatan material baja dilakukan secara menerus mulai dari suhu yang lebih tinggi sampai dengan suhu rendah. . lamanya pemanasan dan semakin lama pemanasannya akan timbul butiran yang lebih besar. Pengaruh kecepatan pendinginan manerus terhadap struktur mikro yang terbentuk dapat dilihat dari diagram Continuos Cooling Transformation Diagram. • Ukuran butir sangat dipengaruhi oleh tingginya suhu pemanasan.• Untuk baja dengan kadar karbon kurang dari 0. maka akan mendapatkan struktur mikro Bainit (lebih keras dari perlit).

terutama: – jenis media pendingin – temperatur media pendingin – kuatnya sirkulasi/olakan pada media pendingin. Kekerasan maksimum yang dapat dicapai setelah proses hardening banyak tergantung pada kadar karbon. sehingga strukturmikro yang akan diperoleh juga adalah strukturmikro yang tidak ekuilibrium. Hardening dilakukan dengan memanaskan baja hingga mencapai temperatur austenit. segera diikuti dengan proses tempering. . karenanya pengerasan hanya dilakukan terhadap baja dengan kadar karbon yang memadai. Untuk menhindari itu perlu dialakukan stress relieving. Air. dipertahankan beberapa saat pada temperatur tersebut. Larutan minyak dalam air. pendinginannya sangat cepat. lalu didinginkan dengan cepat. Brine (air + 10% garam dapur). iv. Dengan laju pendinginan yang kurang dari CCR akan mengakibatkan adanya sebagian austenit yang tidak bertransformasi menjadi martensit. Laju pendinginan yang terjadi pada suatu benda kerja tergantung pada beberapa faktor. Udara. proses pengerjaan dingin atau machining yang dialami sebelumnya. tidak kurang dari 0. vi. Salt bath (garam cair). Stress Relieving. 5. iii. ii. Benda yang baru mengalami pengerjaan dingin atau machining yang berat akan menyimpan tegangan dalam. b. Hardening (Pengerasan) Pengerasan adalah salah satu perlakuan panas dengan kondisi non equilibrium. pendinginan yang tidak sama dalam proses seperti pengelasan atau casting. Pada baja dengan kadar karbon rendah kenaikan kekerasan setelah hardening hampir tidak berarti. makin tinggi kadar karbonnya makin tinggi kekerasan maksimum yang dapat dicapai. Untuk memperoleh struktur yang sepenuhnya martensit maka laju pendinginan harus dapat mencapai laju pendinginan kritis (Critical Cooling Rate – CCR). Minyak. sehingga kekerasan maksimum tentu tidak akan tercapai. Adanya tegangan dalam ini akan mengakibatkan bahan tersebut menjadi getas. Beberapa media pendingin yang sering digunakan pada proses hardening. menurut kekeuatan pendinginannya: i. v. sehingga akan diperoleh martensit yang keras. Biasanya sesudah proses hardening selesai.30 %C. Stress Relieving dimaksudkan untuk menghilangkan tegangan dalam yang timbul sebagai akibat dari : a. 4.

Related Interests