WOC KANKER SERVIKS

Genetik HygieneHubungan sexual Infeksi Virus Merokok Ganti-ganti pasangan Infeksi
Seksual jelek dini (<16 thn) PHV HIV

SERVIKS
Kedua jenis epitel yang melapisi mendesak-desak (ektoserviks & endoserviks/SCJ

Proses metaplasi

Porsio yang erosif (metaplasia squarmosa fisiologik/patologik)

Metaplasia squarosa
Columer junction (displasia/diskariotik)

Tumor Karsinoma infasif serviks Penyebaran tumor
Eksolitil Endolitik Ulseratif Perubahan epitel diplastik Mll pembuluh getah bening
serviks
Dari SCJ kearah Dari SCJ Kearah fornises Kearah korpus Kearah
lumen vagina Dari SCJ ke Regresi spontan dan ddg vagina uterus parametrium
massa proliferasi stroma serviks Merusak jar.
serviks
Operasi/bedah
Keputihan bau Infiltrasi Ulkus luas Perdarahan Perdrhn spontan Menginfiltrasikan
Busuk saat senggama Fistula rectum septum rektovaginal dan
kandung kemih
Ulkus Anemia
Perdarahan BAB
Nekrosis jaringan MK: Ggn.intergritas
kulit MK: -keletihan
MK: Infeksi MK:-Ggn.pola MK: -Resti anemia Obstruksi KK/Ureter
MK: Ggn.rasa seksual -Ggn.eliminasi BAB MK: -Perubahan
Nyaman: -Kurang pengetahuan -Cemas eliminasi urinaria
nyeri
INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Intervensi Keperawatan Rasional
hasil
1. Cemas berhubungan Tujuan: Tindakan mandiri:
dengan krisis situasi Rasa cemas pasien  Tinjau ulang  Membantu dalam mengidentifikasi
(kanker), fungsi peran, menurun/tidak cemas pengalaman pasien/orang rasa takut dan kesalahan konsep
ancaman kematian. sama sekali terdekat sebelumnya dengan berdasarkan pada pengalaman dengan
Dibuktikan dengan: kanker. Tentukan apakah dokter kanker
 Peningkatan ketegangan, Kriteria Hasil: telah mengatakan pada pasien.
gemetaran, ketakutan,  Menunjukkan cemas  Dorong pasien untuk  Memberikan kesempatan untuk
gelisah berkurang mengungkapkan pikiran dan mengetahui rasa takut secara realistis
 Mengekspresikan  Tampak rileks dan perasaannya serta kesalahan konsep tentang

masalah mengenai melaporkan cemas diagnosa

perubahan dalam hidup berkurang
 Mendemonstrasikan  berikanlingkungan  Membantu pasien untuk dapat
penggunaan terbuka dimana pasien merasa diterima dan meningkatkan rasa
mekanisme koping aman untuk mendiskusikan percaya diri pasien
yang efektif dan perasaan atau menolak untuk
partisipasi aktif dalam berbicara  Memberi keyakinan bahwa pasien
pengobatan  pertahankan kontak tidak merasa ditolak; berikan respek
dan mengembangkan rasa percaya diri
sesering mungkin dengan pasien.
Bicara dengan menyentuh pasien
 Penyimpangan sensori dapat terjadi
dengan tepat
 sadari efek-efek jika stimulus tidak tepat sehingga
isolasi pada pasien jika dapat memperberat rasa cemas
diperlukan untuk imunosupresi
atau implant radiasi. Batasi
penggunaan pakaian/masker bila
memungkinkan  Mekanisme koping yang konstruktif
 Bantu pasien/orang akan terganggu setelah di diagnosis.
terdekat dalam mengenali dan Dukungan dan konseling sangata
mengklarifikasi rasa takut untuk diperlukan dalam menghadapi rasa
memulai mengembangkan cemas
strategi koping untuk
menghadapi rasa takut itu.  Dapat menurunkan cemas sehingga
 Beri informasi akurat, pasien membuat keputusan

konsisten mengenai prognosis. berdasarkan realitas

Hindari perdebatan tentang
persepsi pasien terhadap situasi  Penerimaan perasaan memungkinkan

 Biarkan pasien pasien dapat menerima situasi

mengekspresikan marah, kecewa
tanpa Berikan  Tujuan pengobatan kanker adalah
konfrontasi.
informasi bahwa perasaannya menghancurkan sel-sel malignan

tsb adalah normal dan dapat sambil meminimasi kerusakan pada

diekspresikan secara tepat sel yang normal. Pengobatan dapat

 Jelaskan pengobatan meliputi pembedahan (kuratif,

yang dianjurkan, tujuannya dan preventif, paliatif) seta kemoterapi,
potensial efek samping. radiasi (internal, eksternal) atau
membantu pasien menyiapkan pengobatan lebih baru/spesifik seperti
pengobatan hipertermia seluruh tubuh atau
bioterapi. Transplantasi sumsum
tulang mungkin dianjurkan untuk
beberapa tipe kanker
 Informasi yang akurat memungkinkan
 Jelaskan presedur, pasien dapat menghadapi situasi
berikan kesempatan untuk sesuai realitas karena ketidaktahuan
bertanya dan jawaban jujur. akan menyebabkan rasa cemas atau
Tetap menemani pasien selama takut
melakukan presedur yang
menimbulkan cemas agar dapat
di diskusikan  Memudahkan istirahat, menghemat
 Tingkatkan rasa energi, dan meningkatkan kemampuan
tenang dan lingkungan yang koping
tenang pada pasien  Mengidentifikasi masalah pasien dan
 Identifikasi orang memberikan dukungan pada orang

yang terdekat dengan pasien, terdekat dapat meningkatkan koping

tempat dia meminta pertolongan, yang konstruktif

observasi koping yang tidak
efektif spt interaksi social buruk,
tidak berdaya, putus asa.  Pasien dapat menggunakan

 Waspada pada tanda mekanisme pertahanan dari
depresi misalnya menarik diri, menyangkal dan mengekspresikan
marah tanpa alasan. Tentukan harapan dimana diagnosis tidak
ide bunuh diri dan kaji potensial akurat. Perasaan bersalah, distress
nyeri pada skala 1-10 spiritual, gejala fisik atau kurang
perawatan diri dapat menyebabkan
pasien menarik diri dan yakin bahwa
bunuh diri adalah pilihan yang tepat
 Mengurangi perasaan isolasi, bila
 Dorong dan sistim pendukung keluarga tidak
kembangkan interaksi pasien tersedia, sumber luar mungkin
dengan sistim pendukung diperlukan misalnya kelompok
pendukung kanker local
 Meningkatkan interaksi interpersonal
dan menurunkan cemas dan rasa takut
 Berikan informasi
yang dapat dipercaya dan
konsisten sertab dukungan  Menjamin sistim pendukung dan
dengan orang terdekat orang terdekat terlibat dengan tepat

 Berikan dorongan
emosi untuk pasien/orang
terdekat selama test diagnostic
dan fase pengobatan.
2. Gangguan harga diri Tujuan: Tindakan mandiri:
berhubungan dengan efek Harga diri pasien  Diskusikan dengan orang  Membantu dalam memastikan
samping kemoterapi meningkat terdekat bagaimana diagnosis dan masalah untuk pemecahan masalah
Dibuktikan dengan: pengobatan yang mempengaruhi
 Mengungkapkan Kriteria hasil: kehidupan [pribadi pasien/rumah
perubahan dalam gaya  Mengungkapkan dan aktivitas kerja
hidup tentang tubuh, pemahaman tentang  Tinjau ulang efek samping  Bimbingan antisipasi dapat membantu
perasaan tidak berdaya, perubahan tubuh, pengobatan tertentu, termasuk pasien/orang terdekat
putus asa, dan tidak penerimaan diri dalam kemungkinan efek pada aktivitas
mampu situasi seksual dan rasa ketertarikan
 Tidak ada minat  Mulai mengembangkan misalnya alopesia, kecacatan
terhadap perawatan diri mekanisme koping bedah, beri tahu pasien bahwa
 kurang mengikuti untuk menghadapi tidak semua efek samping terjadi
perubahan pada persepsi masalah secara efektif  Dorong dan diskusikan tentang  Dapat membantu menurunkan
diri/persepsi orang lain  Mendemonstrasikan efek kanker, pengobatan, pada masalah yang mempengaruhi
tentang peran adaptasi terhadap peran sebagai ibu rumah tangga, penerimaan pengobatan atau
perubahan yang telah orang tua dan sebagainya. merangsang kemajuan penyakit
terjadi dibuktikan  Akui kesulitan pasien yang  Menvalidasi realita pasien dan
dengan adanya tujuan mungkin dialami, berikan memberikan izin, untuk tindakan
yang realistis dan informasi bahwa konseling perlu apapun perlu untuk mengatasi apa
berpartisipasi aktif dan penting dalam proses yang terjadi
dalamhubungan adaptasi  Membantu merencanakan perawatan
personal  Evaluasi struktur pendukung saat di rumah sakit serta setelah
yang ada untuk digunakan oleh pulang
pasien  Meskipun beberapa pasien
 Berikan dukungan emosi untuk beradaptasi/menyesuaikan diri
pasien/orang terdekat selama tes terhadap efek kanker atau efek
diagnostic dan fase pengobatan samping terapi, banyak memerlukan
 Gunakan sentuhan selama dukungan tambahan selama periode
interaksi dan pertahankan kontak ini
mata
 Kelompok pendukung biasanya sangat
Tindakan kolaborasi:
menguntungkan baik untuk
 Rujuk pasien/orang terdekat pada
pasien/orang terdekat, memberikan
program kelompok pendukung
kontak dengan pasien kanker pada
(bila ada)
berbagai tingkatan pengobatan dan
atau pemulihan
 Mungkin perlu untuk memulai dan
mempertahankan struktur psikososial
 Rujuk pada konseling
positif bila system pendukung
professional bila diindikasikan
pasien/orang terdekat terganggu
3. Perubahan eliminasi Tujuan: Tindakan mandiri: 
urinarius berhubungan Eliminasi urine kembali Perhatikan pola berkemih dan  Dapat mengindikasikan retensi urine
dengan oedema jaringan lancer awasi keluaran urine bila berkemih sering dalam jumlah
lokal sedikit/kurang (<100 cc)
Dibuktikan dengan: Kriteria hasil: Palpasi kandung kemih, selidiki  Persepsi kandung kemih penuh,
Sensasi kandung kemih Mengosongkan kandung keluhan ketidaknyamanan, blas distensi kandung kemih diatas
penuh, tiba-tiba kemih secara teratur dan penuh atau ketidakmampuan simpisis pubis menunjukan retensi
Frekuensi berkemih tuntas berkemih urine
sedikit atau tidak ada Berikan tindakan berkemih
keluar urine, rutin, mis.privasi, posisi normal,  Meningkatkan relaksasi otot perineal
inkontinensia aliran aliran air pada baskom, dan dapat mempermudah upaya
berlebihan menyiram perineum denga air berkemih
Distensi kandung kemih hangat
Berikan perawatan kebersihan
parineal dan perawatan kateter  Meningkatkan kebersihan,
(bila ada) menurunkan risiko infeksi saluran
kemih asenden
Kaji karakteristik urine,
perhatikan warna, kejernihan
dan bau  Retensi urine, drainase vaginal, dan
kemungkinan adanya kateter
intermiten/tidak menetap
Pasang kateter bila diindikasikan meningkatkan risiko infeksi,
sesuai protap juka pasien tidak khususnya bila pasien mempunyai
mampu berkemih atau tidak jahitan parineal
nyaman  Edema atau pengaruh suplai saraf
Dekompresi kandung kemih dapat menyebabkan atoni kandung
secara perlahan kemih/retensi kandung kemih
memerlukan dekompresi kandung
kemih
Pertahankan posisi kateter tidak  Bila jumlah urine terakumulasi,
tetap, pertahankan drainase dekompresi kandung kemih cepat
selang bebas lipatan menghilangkan tekanan pembuluh
pelvis, meningkatkan pengumpulan
vena
 Meningkatkan drainase bebas urine,
menurunkan statis urine retensi dan
infeksi
4. Nyeri berhubungan dengan Tujuan:  Tentukan riwayat nyeri, misalnya  Informasi memberikan data dasar
pembedahan dan terapi Nyeri hilang atau lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan untuk mengevaluasi
tambahan lainnya berkurang intensitas (skala 0-10) dan kebutuhan/keefektifan intervensi.
(kemoterapi) tindakan untuk menghilangkanya Catatan: pengalaman nyeri adalah
Dibuktikan dengan: Kriteria hasil: individual yang digabungkan dengan
 Keluhan nyeri  Mengikuti aturan  Evaluasi/sadari terapi tertentu baikrespons fisik dan emosional
 Menfokuskan pada diri farmakologis yang misalnya pembedahan, radiasi,  Ketiknyamanan rentang luas adalah
sendiri, penyempitan ditentukan kemoterapi, bioterapi. Ajarkan umum (misalnya nyeri insisi, kulit
fokus  Mendemonstrasikan pasien/orang terdekat apa yang di terbakar, nyeri punggung, sakit
 Distraksi/perilaku hati- penggunanaan harapkan kepala) tergantung pada presedur/agen
hati ketrampilan relaksasi  Berikan rasa nyama (misalnya yang digunakan
 Gelisah dan aktivitas hiburan reposisi, gosokan punggung) dan  Meningkatkan relaksasi dan
sesuai indikasi untuk aktivitas hiburan (misalnya membantu memfokuskan kembali
situasi individu musik, televise) perhatian
 Dorong penggunaan ketrampilan  Memungkinkan pasien untuk
manajemen nyeri (misalnya berpartisipasi secara aktif dan
tekhnik relaksasi, visualisasi, meningkatkan kontrol
bimbingan imajinasi), tertawa,  Tujuannya adalah kontrol nyeri
musik dan sentuhan terapeutik maksimum dengan pengaruh minimal
 Evaluasi penghilangan pada pengobatan
nyeri/kontrol.
Kolaborasi:
 Kembangkan rencana manajemen
nyeri dengan pasien dan dokter
 Rencana terorganisasi
mengembangkan kesempatan untuk
kontrol nyeri, terutama nyeri kronis,
 Beri analgesic sesuai indikasi pasien/orang terdekat harus aktif
berpartisipasi dalam menejemen nyeri
di rumah
 Nyeri adalah komplikasi yang sering
terjadi pada kanker, meskipun respons
individual berbeda

5 Kurang pengetahuan Tujuan: 
tentang penyakit yang Pasien mengetahui
diderita, aspek-aspek pengertian, penyebab,
perioperatif, histerektomi gejala dan tindakan yang
dan perawatan diri akan dilakukan
berhubungan dengan Kriteria hasil:
kurang informasi Mengatakan memahami
tentang penyakitnya
6 Perubahan nutrisi: kurang Tujuan:  pantau masukan makanan setiap 
dari kebutuhan tubuh Bebas tanda malnutrisi hari
berhubungan dengan Kriteria hasil:  ukur tinggi badan, berat badan
distress emosional,  berat badan stabil dan ketebalan lipatan kulit trisep,
keletihan, status  penambahan berat pastikan jumlah penurunan berat
hipermetabolisme badan progresif badan saat ini, timbang berat
berkenaan dengan kanker,  normalitasi nilai badan setiap hari atau sesuai
konsekkuensi kemoterapi laboraturium indikasi
Dibuktikan dengan:  bebas tanda malnutrisi  dorong pasien untuk makan diet
 keluhan masukan tidak  mengungkapkan tinggi kalori kaya nutrient.
adekuat pemahaman terhadap Dorong penggunanaan suplemen
 perubahn sensasi masukan yang adekuat dan makanan sedikit tetapi sering
pengecapan  berpartisipasi terhadap  nilai diet sebelumnya, berikan
 kehilangan minat intervensi spesifik cairan 1 jam sebelum dan 1 jam
terhadap makanan untuk merangsang sesudah makan
 ketikmampuan nafsu  kontrol factor lingkungan
mencerna makan/peningkatan misalnya bau tidak seda, hindari
 berat badan turun 20% masukan diet terlalu manis, berlemak, atau
atau lebih di bawah makanan pedas
berat badan ideal untuk  ciptakan suasana makan yang
tinggi dan bentuk tubuh menyenangkan, dorong pasien
 penurunan lemak sub makan dengan keluarga/teman
kutan/massa otot  dorong penggunaan teknik
 sariawan, rongga mulut relaksasi, visualisasi, bimbingan
terinflamasi imajinasi
 diare dan/atau  identifikasi perasan mual dan
konstipasi muntah
 kram abdomen  dorong komunikasi yang terbuka
mengenai masalah anoreksia
 berikan antiemetik pada jadwal
regular sebelum/selama dan
setelah pemberian agen
antineoplastik
 evaluasi keefektifan antiemetik