Diagnosis dan Tatalaksana pada Ketuban Pecah Dini

Abstract
Premature rupture of membranes is a condition of rupture of membranes before
delivery. When rupture of membranes before 37 weeks' gestation is called premature rupture
of membranes in premature pregnancy. Early rupture of membranes (KPD) is an important
problem in obstetrics related to the complication of preterm delivery and the occurrence of
chorioamnionitis infections to sepsis, which increases perinatal morbidity and mortality and
causes maternal infection. Early rupture of membranes that occur prematurely leads to late
fetal growth, abnormalities caused by compression of the face and limbs of the fetus, as well
as pulomoner hypoplasia. In engaging in treatment, there are three choices of action that can
be done on premature rupture of membranes that is conservative, active, and aggressive. The
selection of these handlers is adjusted by considering the age of gestation, the presence of
infections in maternal and fetal complications and the presence of labor signs.
Keywords: premature rupture of membranes, perinatal, management

Abstrak

Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.
Bila ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut ketuban pecah dini pada
kehamilan premature. Ketuban pecah dini (KPD) merupakan masalah yang penting dalam
obstetri berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi korioamnionitis
sampai sepsis, yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan
infeksi ibu. Ketuban pecah dini yang terjadi terlalu dini menyebabkan pertumbuhan janin
terlambat, kelainan disebabkan kompresi muka dan anggota badan janin, serta hipoplasia
pulomoner. Dalam melakuka penanganan, terdapat tiga pilihan tindakan yang dapat
dilakukan pada ketuban pecah dini yakni konservatif, aktif, dan agresif. Pemilihan penangan
ini disesuaikan dengan melakukan pertimbangan terhadap usia gestasi, adanya infeksi pada
komplikasi ibu dan janin dan adanya tanda-tanda persalinan.
Kata kunci: ketuban pecah dini, prenatal, penanganan

Pendahuluan

Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas amnion dan korion yang
sangat erat ikatannya. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi
janin terhadap infeksi. Dalam keadaan normal, selaput ketuban pecah dalam proses
persalinan. Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.

1

Bila ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut ketuban pecah dini pada
kehamilan prematur.1
Ketuban pecah dini (KPD) merupakan masalah yang penting dalam obstetri berkaitan
dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi korioamnionitis sampai sepsis,
yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu.
Pada kehamilan aterm insidensinya 8 – 10%. Sedangkan pada kehamilan preterm
insidensinya 1% dari semua kehamilan.1 Hampir semua KPD pada kehamilan preterm akan
lahir sebelum aterm atau persalinan akan terjadi dalam satu minggu setelah selaput ketuban
pecah. Sekitar 85% morbiditas dan mortalitas perinatal disebabkan oleh prematuritas.
Ketuban pecah dini berhubungan dengan penyebab kejadian prematuritas dengan insidensi
30-40%.
ANAMNESIS

Anamnesis merupakan suatu bentuk wawancara antara dokter dan pasien dengan
memperhatikan petunjuk-petunjuk verbal dan non verbal mengenai riwayat penyakit pasien.
Anamnesis bisa dilakukan pada pasien itu sendiri (autoanamnesis) maupun dari keluarga
terdekat (alloanamnesis).2
Hal yang perlu ditanyakan antara lain3,4:
 Identitas pasien (nama, usia pasien, nama suami atau keluarga terdekat, alamat, agama,
pendidikan terakhir, suku bangsa)
 Apa keluhan utama yang dialami pasien
 Sudah berapa lama sejak cairan keluar
 Bagaimana warna, konsistensi, bau, dan jenis cairan yang keluar
 Apakah pernah terjadi sebelumnya
 Kegiatan yang dilakukan sebelum gejala muncul
 Pekerjaan atau kegiatan kesehariannya
 Keadaan kehidupan di lingkungan sekitar
 Adakah alergi obat tertentu
 Apakah pernah melakukan screening untuk kehamilan atau tes penyakit tertentu untuk
kehamilan
 Riwayat kehamilan sekarang.
Pada riwayat kehamilan sekarang, yang perlu kita ketahui adalah periode haid terakhir
(HPHT) dan periode menstruasi sebelumnya. Kemudian perkirakan tanggal partus.
Disamping itu, juga perlu dicatat:

2

 Abortus (A): kehamilan yang berakhir pada usia < 24 minggu atau berat janin < 500 gram  Riwayat keluarga:  buatlah catatan gangguan kesehatan. truma. penerimaan atau alasan pemberhentian)  Riwayat kehamilan  Berapa kali hamil  Adakah komplikasi pada kehamilan terdahulu  Apakah pernah keguguran. dan kejiwaan yang dapat mempengaruhi pasien serta keturunannya.  Riwayat menstruasi (usia saat menarke. dan masalah saat kehamilan sekarang. gunakan usia kehamilan ≥ 24 minggu.  Keluhan keluar cairan banyak dari vagina sejak 8 jam yang lalu disertai nyeri perut dan pinggang bawah. termasuk kehamilan intrauterin. hidup atau mati.  Adanya infeksi. interval periode menstruasi.  Tanda-tanda. terutama yang terjadi selama kehamilan sekarang. lama. Kehamilan multipel dihitung sebagai satu kali kehamilan. abortus. berapa kali. adakah nyeri saat haid)  Kontrasepsi (metode. kemungkinan paparan dengan zat-zat fetotoksik. pengobatan. kehamilan 8 bulan. normal dan abnormal. kehamilan ektopik. Jika berat badan bayi tidak diketahui. Rasa tidak nyaman pada perut dapat disebabkan oleh3: 3 . gejala. Dari hasil anamnesis. dan molahidatidosa.  Adakah riwayat penyakit yang sama atau mirip pada keluarga dengan pasien.  Paritas (P): kelahiran satu atau lebih bayi dengan berat > 500 gram. dan pada usia berapa bulan  Riwayat persalinan  Berapa kali bersalin  Bagaimana cara persalinan terdahulu  Kalau persalinan dengan sectio caesarea apa alasannya  Riwayat reproduksi individu bisa dicatat dengan menggunakan definisi sebagai berikut:  Graviditas (G): jumlah total kehamilan. genetik. hal yang diperoleh dari pasien ini antara lain:  Seorang ibu usia 27 tahun. lama dan jumlah darah saat menstruasi. G2P1.

 Gangguan intrabdominal: rasa sakit dapat disebabkan oleh obstruksi.  Kontaksi uterus yang diebut dengan kontraksi Braxton Hicks menimbulkan sakit hebat dan menjengkelkan. Palpasi Lakukan palpasi abdomen untuk menemukan:  Organ atau massa. dan gangguan-gangguan lain pada saluran cerna. dan meluasd harus dipertimbangkan tentang mulainya persalinan prematur. Biasanya gerakan janin dapat dirasakan oleh pemeriksa sesudah 24 minggu. PEMERIKSAAN a. 2. teratur. Pemeriksaan Fisik 1. Inspeksi Inspeksi dilakukan saat pasien mulai masuk dalam kamar periksa. Jika tangan pemeriksa dibiarkan berada pada daerah fundus uteri. kemih. kehamilan patologis atau penyakit tuba atau ovarium. neurologis. Uterus berkontraksi tidak teratur sesudah kehamilan 12 munggu dan kontraksi uterus ini sering kali terjadi sebagai respon terhadap palpasi setelah trimester ketiga. Pemeriksa akan merasakan abdomen yang tegang atau kencang dan mengalami kesulitan untuk meraba bagian tubuh janin.5  Bentuk perut. dan sikap pasien.  Tegangan ligamentum rotundum: nyeri tekan sepanjang perjalan ligamentum rotundum (biasanya sebelah kiri) pada kehamilan lanjut disebabkan oleh penarikan struktur ini oleh uterus.5  Kontraktilitas uterus.  Tekanan: rasa berat pada panggul disebabkan oleh berat uterus pada penopang- penopang panggul dan dinding abdomen. peradangan. Dalam inspeksi hal yang perlu kita nilai antara lain:  Keadaan umum. yang tergeser oleh usus besar sehingga sedikit terputar ke kanan. Jika terjadi kontraksi yang kuat.5  Bila ketuban sudah pecah.  Gerakan janin. atau sistem pembuluh darah. maka pengamatan dengan mata biasa juga akan tampak keluarnya cairan dari vagina. jari-jarinya akan merasakan relaksasi otot rahim. kesadaran.5 4 .

4. Semua ini bergantung pada berapa minggu usia kehamilannya.118. konsistensi.5. berapa jauh presenting part sudah turun ke dalam rongga panggul ibu. Pernoll ML. bentuk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. palpasi uterus juga dilakukan untuk menetukan ukuran.6 5 .  selain untuk menentukan kontraktilitas. Tinggi Uterus dan Tahap Kehamilan Minggu kehamilan Tinggi fundus kira-kira 12 Hanya teraba di atas simfisis 15 Pertengahan simfisis dan umbilikus 20 Pada umbilikus 28 6 cm di atas umbilikus 32 6 cm di bawah xiphoid 36 2 cm di bawah xiphoid 40 4 cm di bawah xiphoid Sumber: Benson RC. Informasi ini diperlukan untuk menilai apakah pertumbuhan janin cukup memadai dan bagaimana probabilitas keberhasilan kelahiran bayi per vaginam. merupakan tanda khas kehamilan. Dengan memegang pita dan mengikuti garis tengah abdomen.5 Rumus kasar pengukuran tinggi fundus menurut masa kehamilan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Lakukan pengukuran dari puncak simfisis pubis hingga fundus uteri.h. Pengukuran tinggi fundus Pengukuran tinggi fundus uteri dilakukan dengan pita pengukur jika usia kehamilan lebih dari 20 minggu. tanda Hegar. dan posisinya. bagian janin manakah yang merupakan bagian terendah (presenting part) janin pada pintu atas panggul (kepala atau bokong). Buku saku obstetri dan ginekologi. Palpasi menurut Leopold Palpasi menurut Leopold digunakan untuk menetukan letak janin terhadap punggung ibu (letak membujur atu melintang). 3.5 3. Pelunakan yang dini pada isthmus. 2008. tempat punggung janin berada.

tidak begitu bulat dan tidak ada ballottement. Bila posisi tangan konvergen. berarti sebagian besar kepala sudah masuk panggul. Diunduh dari http://www.tanyadokteranda. keras dan ada ballottement. apabila posisi tangan sejajar. Pemeriksa menempatkan kedua tangan pada setiap sisi perut ibu dengan tujuan untuk memegang tubuh janin di antara kedua tangan tersebut. tentukan tinggi fundus. Punggung anak memberikan tahanan terbesar. Edisi Juli 2010. Dengan kedua belah tangan ditentukan seberapa jauh kepala masuk ke dalam panggul.5  Leopold 3: posisi pasien dan pemeriksa tetap.5  Leopold 2: posisi pemeriksa dan pasien tetap. Sementara. bokong konsistensinya lunak.5 6 .com/artikel/umum/2010/07/pentingnya-pemeriksaan- kehamilan. Pemeriksaan Palpasi Menurut Leopold 1 sampai Leopold 4 Sumber: Suci HK. 4 Juni 2011. Sedangkan apabila posisi tangan divergen. Dengan kedua jari.5  Leopold 4: pemeriksa menghadap kearah kaki pasien.  Leopold 1: pemeriksa berdiri di samping pasien dan menghadap ke arah kepala pasien. Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan. berarti baru sebagian kecil kepala masuk panggul. Kepala berbentuk bulat. Dengan satu tangan. berarti separuh dari kepala masuk ke dalam rongga panggul. tentukan bagian apa dari anak yang terletak dalam polus superior fundus uteri. Gambar 1. Pemeriksa memakai satu tangan menentukan apa yang menjadi bagian bawah apakah kepala atau bokong. Pemeriksaan dilakukan dengan kedua belah jari-jari uterus ditekan ketengah untuk menentukan dimana letak punggung anak apakah di kanan atau kiri.

pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan doppler dan stetoskop. detak jantung janin terdengar paling jelas pada bagian punggung atau dada janin.3 Lokasi detak jantung janin pada kehamilan 12-18 minggu terdengar di garis tengah abdomen bawah. iramanya. dan konturnya. Sebelum dilakukan pengukuran. Detak jantung bayi normal berkisar antar 120 – 160 denyut per menit. Sesudah 28 minggu. Ujung-ujung jari ditekan makin lama makin kuat di atas arteri sampai denyut maksimum teraba. Auskultasi Auskultasi dilakukan untuk mengukur detak jantung pada janin serta melihat apakah ada gangguan pada janin atau tidak. Tanda vital  Tekanan darah Alat yang digunakan pada pengukuran tekanan darah yakni sfigmomanometer.9  Frekuensi nadi Pemeriksaan denyut nadi dilakukan dengan palpasi pada arteri radialis. Pengukuran dapat dilakukan pada posisi duduk. Selain itu. atau bagian terendah digoyangkan. Pemeriksaan dengan spekulum pemeriksaan dengan spekulum pada ketuban pecah dini akan tampak keluar cairan dari orifisium uteri eksternum (OUE). megejan atau mengadakan manuvover valsava. dan berbaring dengan lengan di atur sedemikian rupa sehingga arteri brachialis setinggi jantung. detak jantung bayi dapat didengar setelah usia 26 minggu. kalau belum juga tampak keluar.5 7. arteri carotis.7. kecepatannya 120 -140 denyut per menit.9  Frekuensi napas 7 . Otot yang mngelilingi arteri tersebut harus direlaksasikan. mula-mula rabalah denyut pada arteri radialis. fundus uteri ditekan.8 6. volumenya. Mendekati cukup bulan. Dengan doppler.5.3. ketika memeriksa denyt nadi. penderita diminta batuk.5. kita juga harus memperhatrikan kecepatannya. 4 Denyut jantung janin pada awal kehamilan lebih cepat ( 160 denyut per menit) dan melambat dengan meningkatnya usia kehamilan. berdiri. akan tampak keluar cairan dari ostium uteri dan terkumpul pada fornik anterior. Sementara dengan stetoskop. Hitunglah denyut nadi dalam satu menit penuh. detak jantung janin dapat didengar setelah usia 12 minggu. atau arteri radialis.

10  Inspekulo untuk pengambilan cairan pada forniks posterior. keping darah). Suhu rektal normal adalah 37.9 Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan:  Tanda vital: ekanan darah 130/85 mmHg. pH air ketuban 7 – 7. Pemeriksaan ini dilakukan untuk:  Tes Lakmus (tes Nitrazin): cairan yang keluar dari vagina perlu diperiksa : warna. Suhu oral normal adalah 36. Hemoglobin. Penting diperiksa pada ibu hamil untuk mengindikasikan apakah ada infeksi. pernafasan 20 x/ menit  fundus uteri 3 jari di atas pusat  konsistensi uterus lunak kenyal.11 8 . sejajar dengan gusi bawah selama 3 menit. konsentrasi. dan Hematokrit. tetap kuning. dengan kertas nitrazin tidak berubah warna. Suhu oral diukur dengan meletakan termoter di bawah lidah. darah dan infeksi vagina dapat mengahsilakan tes yang positif palsu. dan persiapan jika terjadi pendarahan. jumlah sel darah (merah. anemia. dan pola pernafasan. Kecepatan pernafasan adalah jumlah inspirasi per menit. kepala di bawah. belum masuk panggul. Pemeriksaan Penunjang 1. bau dan pH nya.60 C lebih rendah daripada suhu oral.30 C. Penmgukuran suhu oral lebih mudah dilakukan tetapi dapat terjadi kesalahan.8. nadi 76 x/ menit. Pemeriksaan Laboratorium  Pemeriksaan CBC (Complete Blood Count) Pemeriksaan CBC meliputi hitung sel darah putih. Sekret vagina ibu hamil pH : 4-5.5.30 C. Selain kecepatan pernafasan kita juga perlu memperhatikan volume. b.  letak anak memanjang.2 + 0. laju endah darah (LED). 8 + 0. Pengukuran suhu rektal kurang menyenangkan tetapi lebih kecil kesalahannya.9  Suhu tubuh Suhu tubuh mencerminkan keseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran panas. uasaha bernafas.  kontraksi uterus negatif. putih. Kadang-kadang diperlukan pengukuran suhu aksila yang kira- kitra 0. jika kertas lakmus merah berubah menjadi biru menunjukkan adanya air ketuban (alkalis).

Amniosentesis hampir selalu dikerjakan dengan transabdomen karena besarnya resiko infeksi jika dilakukan secara transvaginal. dan pemeriksaan berbagai kelainan. Tabung ditutup dan dikocok dalam 30 detik dan diamati adanya buih di 9 . AFP diperiksa untuk mendiagnosis defek pembuluh neural pada fetus. dan pemeriksaan interleukin-612  AFP (Alfa Fetoprotein) AFP mula-mula dihasilkan dalam kantung kuning telur. ketika kadar AFP dalam serum janin maupun cairan amnion mencapai puncak. glukosa. Buat pengenceran supernatan dengan etanol 95% (1:1 dan 1:2). dan Neisseria gonorrhoeae.  Uji surfaktan cepat / uji buih. hidramnion). mekonium.8  Aspirasi air ketuban / Amniosentesis Amniosentesis adalah aspirasi cairan amnion. bilirubin (terdapat dalam cairan sampai minggu ke-28). lipid. Pemeriksaan ini berguna untuk diagnosis antenatal.. Cairan amnion disentrifugasi pada kecepatan 2000 rpm selama 15 menit dan supernatannya diambil. Kadang-kadang amniosentesis digunakan untuk terapi (misal.11  Uji kematangan fisiologis janin Kematangan fisiologis janin dapat ditentukan oleh perbandingan lesitin/ sfingomielin (rasio LS) cairan amnion.  memeriksa adanya kemungkinan infeksi β-streptococcus.3. rasio lesitin/ sfingomielin (L/S) (penurunan sapat menunjukan sindrom gawat pernafasan). Kosentrasi AFP dalam serum janin 150 kali konsentrasi AFP dalam cairan amnion. kreatinin. dan alfa fetoprotein (AFP).11 kultur bakteri. Uji ini merupakan teknik pemeriksaan yang sederhana. AFP berasal dari hati. tetapi pada minggu ke 13.3  Analisis cairan amnion Analisis cairan amnion dapat meliputi warna.7. penentuan fosfatidilgliserol (Pg)dan uji lain untuk sufaktan paru.12  Tes Ferning: pemeriksaan ini dilakukan dengan cara dengan meneteskan air ketuban pada gelas objek dan dibiarkan kering. pengujian kematangan fisiologis. dan terpecaya untuk memperkirakan kematangan paru janin. cepat. Pemeriksaan mikroskopik menunjukkan gambaran daun pakis. Clamydia. Lakukan pemeriksaan USG segera sebelum amniosentesis untuk memadu jarum aspirasi.

h. Pernoll ML. permukaan. letak. visualisasi tumor atau kelainan uterus dan menampakan kelainan serviks (misal aeviks inkompeten). bekuan darah. korioangiosarkoma).5 – 2 Cincin buih komplit menetap selama 15 menit pada pengenceran 1:1 Belum matang < 1. visualisasi plasenta ( misal. mola hidatidiformis. menunjukan hidramnion atau oligohidramnion. perkiraan besar dan berat janin. degenerasi mola. ukuran. 2008. visualisasi tali pusat dan pengukuran darah tali pusat.3 Pada pemeriksaan USG untuk kasus yang dicurigai ketuban pecah dini. kematangan. Perkiraan Kematangan Paru Janin yang Dihubungkan dengan Rasio LS dan Uji Buih Perkiraan kematangan paru Rasio LS Uji buih Matang >2 Cincin buih komplit menetap selama 15 menit pada pengenceran 1:1 da 1:2 Pertengahan 1.239. biasanya dicari :  Indeks cairan amnion  Aktivitas atau gerakan janin  Pengukuran berat badan janin  Detak jantung janin  Kelainan kongenital atau deformitas 10 . Buku saku obstetri dan ginekologi. identifikasi kehamilan multipel. 2. memperlihatkan kelainan plasenta (misal. Perkiraan kematangan paru janin yang dihubungkan dengan rasio LS ditunjukan pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. perbandingan berbagai bagian janin. tumor). menentukan posisi dan presentasi janin.12 pengamatan organ-organ janin (misalnya: jantung) dan penentuan kesejahteraan janin.1 dengan prinsip tersebut.5 Tidak ada cincin buih komplit pada salah satu pengenceran Sumber: Benson RC. Pemeriksaan Radiologi  Ultrasonografi (USG) Merupakan suatu metode diagnosis menggunakan gelombang ultrasonik untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gambaran echo dari gelombang ultrasonik yang dipantulkan jaringan. maka USG dapat digunakan untuk indentifikasi kehamilan normal dan abnormal secara dini. merinci kelainan janin.

Karena kata prematur juga membawa konotasi kehamilan prematur.7 11 . penulis (Danforth's Obstetrics and Gynecology. Ketika PROM previable terjadi.4 Gejala adalah kunci untuk diagnosis. Dengan demikian. 10th Edition) menggunakan kata prematur untuk merujuk pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu untuk menghindari kebingungan. Bila doppler hanya menghasilkan denyut jantung bayi maka pada CTG kontraksi ibu juga terekam dan kemudian dilihat perubahan denyut jantung bayi pada saat kontraksi dan diluar kontraksi.4 WORKING DIAGNOSIS Pecah ketuban dini (Premature Rupture of Membranes/PROM) biasanya didefinisikan sebagai pecahnya amnion setiap saat sebelum terjadinya kontraksi. pasien biasanya melaporkan cairan yang tiba-tiba menyembur dari vagina dan pengeluaran cairan yang berlanjutan. persalinan segera akan mengakibatkan kematian neonatal.  Pemeriksaan CTG (Cardiotocography) Digunakan untuk mengukur denyut jantung bayi pada saat kontraksi maupun tidak. "preterm PROM remote from term" (dari kelangsungan hidup menjadi sekitar 32 minggu kehamilan). Gejala tambahan yang mungkin penting termasuk warna dan konsistensi cairan adalah adanya bintik-bintik dari vernix atau mekonium.3 Saat ini klinis lebih relevan pada perbedaan PROM preterm (PPROM) menjadi "previable PROM ". dan "preterm PROM near term" (sekitar usia kehamilan 32-36 minggu). yang terjadi sebelum batas dari viabilitas (kurang dari 23 minggu). tetapi mungkin juga menyebabkan perpanjangan latensi dan persalinan yang cukup matang untuk janin. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan adanya gawat janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik. pengurangan ukuran uterus. dan peningkatan keunggulan janin untuk palpasi. ketuban pecah dini preterm (Preterm Premature Rupture of Membranes/PPROM) mengacu pada PROM sebelum 37 minggu kehamilan. Manajemen konservatif dapat menyebabkan kelahiran previable atau periviable.

Faktor rendahnya vitamin C dan ion Cu dalam serum. antara lain: a. 4. 1. Trauma 5. Faktor obstetrik.5:  Serviks inkompeten  Serviks konisasi / menjadi pendek  Terdapat sefalopelvic disproposi: o Kepala janin belum masuk pintu atas panggul o Kelainan letak janin.7 6.12 12 . Infeksi STD (Sex Transmitted Disease) biasanya dikarenakan infeksi Clamydia trachomatis dan Neisseria gonorrheae. sehingga ketuban bagian terendah langsung menerima tekanan intrauteri yang dominan.12 3.12. Ketuban Pecah ETIOLOGI Sebab.12 b. Gambar 2. Over distensi uterus: kehamilan kembar. Faktor sosial: perokok.14-5 alkohol.sebab terjadinya ketuban pecah dini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Golongan darah: akibat golongan darah ibu dan anak yang tidak sesuai dapat menimbulkan kelemahan bawaan termasuk kelemahan jarinngan kulit ketuban. Faktor keturunan a.14. Kelainan genetik12 b.1. Faktor umum a.12.12.14-5 b. Faktor obstetrik1. keadaan sosial ekonomi rendah.12 2. hidramnion. Tidak diketahui penyebabnya.

Ketika ketuban pecah dini terjadi antara minggu ke 28 . Terdapat keseimbangan antara sintesis dan degradasi ekstrameduler matriks. Inkompetensi Leher Rahim EPIDEMIOLOGI Pada kehamilan aterm insidensinya 8 – 10%.15 PATOFISIOLOGI Ketuban pecah dalam persalinan secara umum disebabkan oleh kontraksi uterus dan peregangan berulang.34. 13 . Mendekati waktu persalinan. Degradasi kolagen dimediasi oleh matriks metaloproteinase (MMP) yang dihambat oleh inhibitor jaringan spesifik dan inhibitor jaringan protease.  Kekurangan tembaga dan asam askorbik yang berakibat pada pertumbuhan struktur abnormal karena antara lain merokok. Sedangkan pada kehamilan preterm insidensinya 1% dari semua kehamilan1 dan bertanggung jawab atas sepertiga dari semua kelahiran prematur. jumlah sel. Gambar 3. Selaput ketuban pecah karena pada daerah tertentu terjadi perubahan biokimia yang menyebabkan selaput ketuban inferior rapuh. Sebelum 26 minggu. Perubahan struktur. dan katabolisme kolagen menyebabkan aktivitas kolagen berubah dan menyebabkan selaput ketuban pecah. 90% Pasien datang dengan ketuban pecah dini aterm. buka karena seluruh selaput ketuban rapuh. sekitar 50% dari pasien diikuti persalinan dalam waktu 1 minggu. diikuti persalinan dalam waktu 24 jam setelah pecah ketuban. 50% pasien akan diikuti persalinan dalam waktu 24 jam dan 80% sampai 90% dari pasien akan diikuti persalinan dalam waktu 1 minggu.1 Faktor resiko terjadinya ketuban pecah dini antara lain1:  Berkurangnya asam askorbik sebagai komponen kolagen.

terjadi degradasi proteolitik dari matriks ekstraseluler dan membran janin.  Demam  bercak vagina yang banyak  nyeri perut  denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi PENATALAKSANAAN a. Pada penyakit periondontitis dimana terdapat npeningkatan MMP. dan gerakan janin. Tetapi bila duduk atau berdiri. kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya mengganjal atau menyumbat kebocoran untuk sementara.1 Mekanisme terjadinya ketuban pecah dini dapat berlangsung sebagai berikut15:  Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi  Bila terjadi pembukaan serviks maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban. Melemahnya kekuatan selaput ketuban ada hubungannya dengan pembesaran uterus. Non Medika Mentosa  Tirah baring  Tirah baring untuk mengurangi keluarnya air ketuban sehingga masa kehamilan dapat diperpanjang. Jika umur kehamilan < 32-34 minggu dirawat selama air ketuban masih 14 . Pada trimester ketiga selaput ketuban mudah pecah. dengan ciri pucat dan bergaris warna darah.1 Selaput ketuban sangat kuat pada kehamilan muda. cenderung terjadi ketuban pecah dini. Pengaruh ketuban pecah dini terhadap ibu dan janin adalah Ibu Janin Infeksi intrapartal Prematuritas Infeksi puerperalis Infeksi intra uterin Partus lama Prolaps funiculi Perdarahan post partum Asfiksia neonatorum Morbiditas dan mortalitas maternal Morbiditas dan motalitas maternal MANIFESTASI KLINIS  keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina  Aroma air ketuban berbau amis dan tidak seperti bau amoniak. kontraksi rahim. mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran.

Tidak banyak data yang tersedia mengenai pemakaian agen tokolitik untuk ketuban pecah dini. dengan asumsi viabilitas fetus dan tidak ada infeksi intra amniotik. Pemberian agen tokolitik jangka panjang tidak diperkenankan dan hingga kini masih menunggu hasil penelitian lebih jauh. Indikasi vital yang dimaksudkan yakni infeksi uteri.5 – 15.12. Konservatif Tatalaksana konservatif antara lain: 15 . diikuti pemberian amoksisilin 250 mg dan eritromisin 333 mg setiap 8 jam untuk lima hari. Pemberian kortikosteroid dapat menekan morbiditas dan mortalitas perinatal pasca ketuban pecah dini preterm. Pasien yang mendapat kombinasi ini dimungkinkan dapat mempertahankan kandungan selama 3 minggu setelah penghentian pemberian antibiotik setelah 7 hari.16  Antibiotik Pemberian antibiotik pada pasien ketuban pecah dini dapat menekan infeksi neonatal dan memperpanjang periode latensi. Medika Mentosa  Kortikosteroid. keluar.9% ). atau sampai air ketuban tidak keluar lagi. dan evaluasi detak jantung janin menunjukan hasil gawat janin. Kortikosteroid juga menekan risiko terjadinya sindrom distress pernafasan ( 20 – 35. prolaps tali pusat.12 b.16 Ada tiga kemungkinan yang dapat dilakukan pada ketuban pecah dini yakni: 1. Sejumlah antibiotik yang digunakan meliputi ampisilin 2 gram dengan kombinasi eritromisin 250 mg setiap 6 jam selama 48 jam.6% ). National Institute of Health merekomendasikan pemberian kortikosteroid sebelum masa gestasi 30 – 23 minggu. Tirah baring dapat dikombinasikan dengan pemberian antibiotik sehingga dapat menghindari terjadinya infeksi.4% ). gawat janin. enterokolitis nekrotikans ( 0.8 – 4.1.14. Pemberian kortikosteroid setelah masa gestasi 34 minggu masih kontroversial dan tidak direkomendasikan kecuali ada bukti immaturitas paru melalui pemeriksaan amniosentesis.5  Sectio sesarea Sectio cesarea dilakukan pada bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2000 gram. solutio plasenta.16  Agen Tokolitik Pemberian agent tokolitik diharapkan dapat memperpanjang periode latensi namun tidak memperbaiki luaran neonatal. dan jika ada indikasi vital sehingga tidak dapat ditunda karena dapat mengancam kehidupan janin atau maternal. hemoragi intraventrikular ( 7. gagal dalam induksi partus.

12  Pada usia kehamilan 32-37 minggu berikan steroid. Antibiotik yang dapat digunakan yakni Ampisilin (4 x 500 mg) atau eritromisin bila tidak tahan terhadap ampisilin dan metronodazol (2 x 500 mg) diberikan selama 7 hari. dan kesejahteraan janin. Tatalaksana agresif Tindakan agresif dilakukan jika ada indikasi vital sehingga tidak dapat ditunda karena dapat mengancam kehidupan janin atau maternal. Pertimbangan penatalaksanaan berdasarkan masa gestasi  Masa gestasi dibawah 24 minggu. sudah inpartu.1. Nilai tanda-tanda infeksi (suhu. observasi tanda-tanda infeksi. Pemberian antibiotik dilakukan untuk mengurangi peranan infeksi sebagai pemicu terjadinya proses persalinan. belum inpartu.1 3. Dalam keadaan terpaksa harus dilakukan terminasi kehamilan untuk menyelamatkan bayi atau maternal. evaluasi detak jantung janin menunjukan hasil gawat janin.  Tirah baring dapat dikombinasikan dengan pemberian antibiotik sehingga dapat menghindari terjadinya infeksi. dan kalau memungkinkan periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu.12  Jika usia kehamilan 32-37 minggu. 16 . Indikasi vital yang dimaksudkan yakni infeksi uteri. berikan tokolitik (salbutamol).12  Jika usia kehamilan 32-37 minggu. Pemberian tokolitik digunakan untuk mengurangi atau menghambat kontraksi uterus. tanda-tanda infeksi intrauterin).1. Terminasi pada kehamilan 37 minggu.12 c. tes busa (-): beri deksametason. tidak ada infeksi. ada infeksi. tidak ada infeksi.1.1. untuk memacu kematangan paru janin. Tatalaksana aktif  Tindakan memberikan kortikosteroid tidak terlalu banyak dapat meningkatkan maturitas janin dan paru.12 2. dan berat badan janin sudah cukup untuk beradaptasi diluar kandungan. Sedian terdiri atas betametason 12 mg sehari dosis tunggal selama 2 hari atau deksametason IM 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali. gawat janin.1. prolaps tali pusat. leukosit. solutio plasenta. deksametason dan induksi sesudah 24 jam.12  Jika usia kehamilan 32-37 minggu. beri antibiotik dan lakukan induksi.

Biasanya klinisi menghindari upaya memperlama kehamilan. Sebuah studi menunjukan bahwa penatalaksanaan konservatif antara masa gestasi 34 hingga 36 minggu akan meningkatkan risiko korioamnititis.12 Upaya mempertahankan kehamilan lebih lama setelah maturitas paru akan meningkatkan risiko amnionitis maternal. Perhatikan tanda infeksi intrauteri. 25% pada mereka yang lahir di minggu ke 22 dan 10% pada mereka yang lahir setelah masa gestasi 26 minggu. dan sebagian besar yang lahir biasanya mengalami banyak masalah seperti penyakit paru kronik.16 Oleh karena itu. Bila tidak dijumpai infeksi intraamniotik maka kehamilan diupayakan dipertahankan hingga 34 minggu. Ketuban pecah dini preterm bukan merupakan kontraindikasi persalinan pervaginam. Bila ada infeksi intraamniotik maka pasien akan melahirkan dalam waktu 1 minggu. pemberian antibiotik tetap dilakukan sebagai profilaksis infeksi streptococcus group B dan fasilitasi penanganan neonatus perematur harus disiapkan segera.16 Pertolongan persalinan kurang dari 2000 gram dapat dilakukan dengan seksio sesarea. Pemberian kortikosteroid dan antibiotik serta melakukan penilaian menyeluruh mengenai keadaan janin melalui monitoring fetal dan ultrasonografi harus dilakukan pada keadaan ini. Sekitar 50% janin dengan ketuban pecah dini pada minggu ke 19 akan mengalami sindrom Potter. induksi persalinan dan penanganan bayi premature harus segera direncanakan. Umumnya berat badan janin sudah sekitar 200 gram sehingga sudah sangat mungkin tertolong. Bahaya infeksi dan keadaan oligohidramnion akan menimbulkan masalah pada bayi.12 Sebagian besar pasien akan mengalami persalinan dalam 1 minggu bila terjadi ketuban pecah dini dengan periode latensi sekitar 6 hari. hidrosefalus dan cerebral palsy. gangguan neurologi dan perkembangan. dianjurkan untuk melakukan amniosentesis untuk menetukan maturitas paru. Walaupun kortikosteroid tidak diindikasikan untuk kehamilan lewat 34 minggu. Sulit untuk mempertahan kehamilan sampai aterm atau sampai usia kehamilan sekitar 34 minggu.16  Masa gestasi 24 – 31 minggu Persalinan sebelum masa gestasi 32 memicu morbiditas dan mortalitas neonatal berat. Pemberian kortikosteroid pada masa gestasi 24 -28 minggu tidak banyak bermanfaat.16  Masa gestasi 34 – 36 minggu Pada masa ini berat badan janin sudah cukup baik sehingga langsung dapat dilakukan terapi induksi atau seksio sesarea. kompresi umbilical cord.12  Masa gestasi 32 – 33 minggu Biasanya mengalami masalah dengan maturitas paru-paru.16 17 . rawat inap yang makin lama dan infeksi neonatal.

 Konsumsi 100 mg vitamin C secara teratur saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dapat menurunkan resiko terjadinya ketuban pecah dini. deformitas janin.17  Kebiasaan membersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang setelah berkemih atau BAB dan rajin mebersihkan daerah perineum (antara vagina dengan anus).makanan yang bisa meerangsang terjadinya kontraksi rahim. Dapat terjadi infeksi maternal amupun neonatal. kurangi aktifitas yang berlebihan. biasanya segera disusul oleh persalinan.12.17  Hindari perjalanan jauh yang melelahkan dan menimbulkan ketegangan fisik maupun mental bagi ibu hamil  Hindari trauma atau benturan fisik pada daerah perut  Pada ibu hamil kembar.PENCEGAHAN Pencegahan terjadi ketuban pecah dini diutamakan menghindari faktor resiko yakni antara lain:  Pemeriksaan kehamilan secara teratur. minum cukup. Hindari makan .  Hindari hubungan seksual lebih dari satu partner. dan berhenti merokok. meningkatnya insiden seksio sesarea.  Kebiasaan hidup sehat. hipoksia karena kompresi tali pusat. karena kehamilan kembar sendiri sudah beresiko ketuban pecah sebelum waktunya akibat pereganagan rahim. atau gagalnya persalinan normal.1  Persalinan prematur Setelah ketuban pecah.  Jaga tubuh ibu hamil dari infeksi terutama infeksi pada daerah alat kelamin  Hindari stress berlebihan yang akan merangsang hormon tubuh untuk menimbulkan kontraksi pada rahim KOMPLIKASI Komplikasi yang terjadi akibat ketuban pecah dini bergantung pada usia kehamilan. persalinan prematur. olahraga teratur. seperti mengkonsumsi makanan yang sehat. makanan yang mengandung zat fermentasi berlebihan.  Berkonsultasi dengan dokter bila ada bau sekret vagina yang berbeda. Pada kehamilan aterm 90% terjadi dalam waktu 24 jam setelah ketuban 18 . Periode laten tergantung umur kehamilan. misalnya minuman beralkohol kadar tinggi.

janin semakin gawat. infeksi lebih sering terjadi daripada aterm. omfalitis. Semakain lama kehamilan berlangsung dengan ketuban yang pecah. Semakin sedikit air ketuban. Semakin muda usia kehamilan. Bila timbul gejala antara lain demam. Pada ketuban pecah dini prematur.1  Korioamnionitis Korioamnionitis.1  Hipoksia dan asfiksia Dengan pecahnya ketuban. Pada kehamilan antara 28 – 34 minggu 50% persalinan dalam 24 jam. Pada ibu terjadi korioamnionitis. Secara umum insiden infeksi sekunder pada ketuban pecah dini meningkat sebanding dengan lamanya periode laten. amnion. atau radang selaput janin merupakan keadaan pada perempuan hamil di mana korion.12 3)Infeksi intra uterin meningkatkan mortalitas janin.12 KESIMPULAN 19 . adanya infeksi. Korioamnionitis merupakan komplikasi paling serius bagi ibu dan janin. terjadi hidroamnion yang menekan tali pusat hingga terjadi asfiksia atau hipoksia.1  Meningkatnya seksio sesarea  Infeksi Resiko infeksi ibu dan anak meningkat pada ketuban pecah dini. penatalaksanaan. pecah. dan cairan ketuban terkena infeksi bakteri. Umumnya terjadi korioamnionitis sebelum janin terinfeksi. Pada kehamilan kurang dari 26 minggu persalinan terjadi dalam 1 minggu. cairan vagina yang berbau busuk. serta hipoplasia pulomoner. dan uterus pada perabaan lembek. kelainan disebabkan kompresi muka dan anggota badan janin. dan komplikasi yang mungkin timbul serta usia kehamilan. Pada bayi terjadi septikemia.1  Sindrom deformitas janin Ketuban pecah dini yang terjadi terlalu dini menyebabkan pertumbuhan janin terlambat. pneumonia. nadi cepat. bahkan dapat berlanjut menjadi sepsis. Prognosa untuk janin tergantung pada : 1)Maturitas janin. semakin buruk prognosisnya. Korioamnionitis tidak selalu menimbulkan gejala. maka semakin besar kemungkinan infeksi intra uterin.1 PROGNOSIS Prognosis ketuban pecah dini ditentukan oleh maturitas paru janin. posisi janin.

jumlah sel. selaput ketuban pecah dalam proses persalinan. adanya sefalopelvik disproposi. Komplikasi yang dapat terjadi pada ketuban pecah dini antara lain meingkatnya persalinan prematur. dan agresif. Bila ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut ketuban pecah dini pada kehamilan prematur. infeksi pada janin dan maternal.trauma. kelainan genetik. DAFTAR PUSTAKA 20 . Pemilihan penangan ini disesuaikan dengan melakukan pertimbangan terhadap usia gestasi. maka prognosisnya akan semakin bruk. Prognosis tergantung pada usia gestasi. Dalam keadaan normal. alkohol. faktor sosial seperti merokok. rendahnya vitamin C dan ion Cu dalam serum. ada tidaknya infeksi. dan penangan yang tepat. Semakin kecil usia gestasi. dan korioamnionitis. Etiologi ketuban pecah dini antara lain infeksi. Pecahnya selaput ketuban dikarenakan perubahan biokimia yang menyabakan selaput ketuban inferior menjadi rapuh dan juga dapat dikarenakan perubahan struktur. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi janin terhadap infeksi. Demikian juga dengan infeksi bahwa dengan adanya infeksi maka akan memperbruk prognosis. aktif. Pada kehamilan preterm.1 Ketuban pecah dini (KPD) merupakan masalah yang penting dalam obstetri berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi korioamnionitis sampai sepsis. Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. seksio cesarea. terdapat tiga pilihan tindakan yang dapat dilakukan pada ketuban pecah dini yakni konservatif. insidensinya 1% dari semua kehamilan dan bertanggung jawab atas sepertiga dari semua kelahiran prematur. Dalam melakuka penanganan. insidensinya 8 – 10%. Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas amnion dan korion yang sangat erat ikatannya. servix inkompeten. dan keadaan sosial ekonomi yang rendah. dan sebagian lagi tidak diketahui penyebabnya. dan katabolisme kolagen yang menyebabkan aktivitas kolagen beruban sehingga selaput ketuban pecah. yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu. adanya infeksi pada komplikasi ibu dan janin dan adanya tanda-tanda persalinan. overdistensi uterus yang dikarenakan kehamilan kembar atau hiramniion. hipoksia dan asfiksia. sindrom deformitas janin.

com/artikel/umum/2010/07/pentingnya-pemeriksaan- kehamilan. Ida Bagus Gde Manuaba. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sudiono H. Obstetrics and obstetric disorders. George MJ. 7. Edisi Juli 2010. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Gant NF. United States of America: McGraw-Hill. Adams diagnosis fisik.p. Mokhtar Ristam. Bickley LS. 142-3. 2.h.456-60. 21 . Szymanski LM.88-91. Edisi ke 8.67-73. 8. 489-90. Joyce LeFever Kee. 4. Sinopsis obsteri. Ilmu kebidanan sarwono prawirohardjo. 6. Jakarta: Hipokrates. Ilmu kebidanan. 2007. Pengantar kuliah obstetri.285–7.2-3 3. Soetomo Soewarto. Manuaba IBG. Halim SL. Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan. Johns hopkins manual of gynecology and obstetrics. 25 Mei 2012. 2010. Benson RC. Edward H.p.677-81.304–6. Papadakis MA. Pemeriksaan fisik diagnostik.229-31.724-5. Buku saku obstetri dan ginekologi. 13. MacDonald PC. 2009. Edisi ke 2. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Mardi Santoso. 3rd ed. Esensial obstetri dan ginekologi.104-130. 2004. Wallach EE.h. Buku ajar pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan bates. Penuntun patologi klinik hematologi. Cuningham FG. 753-8.p. 14. Pemeriksaan Labolatorium Hematologi Dasar. 2001.523-33. 15. Lange Current Medical Diagnosis.55-61. 5. 223-36. 2008. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. McGlynn TJ. Iskandar I. 9. 239. Jakarta: Bidang Penerbitan Yayasan Diabetes Indonesia. Fortner KB. editor. Jakarta: Biro Publikasi Fakultas Kedokteran Ukrida. 12. Pedoman pemeriksaan laboratorium dan diagnostik. Manuaba AIC. Maryland: Johns Hopkins University School of Medicine.h. Mcphee SJ. Diunduh dari http://www. 69-75. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. obstetri fisologi obstetri patologi I. 671. Manuaba IBGF. Ketuban pecah dini. 2010. Rachimhadhi T.h.427-35.h. 1998. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 23rd ed.h.tanyadokteranda. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Santoso R. kandungan. Fox HE. 10. Pernoll ML. Burnside JW. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. dan keluarga berencana untuk bidan.h. 2008. Edisi ke 4.126-9. Dalam: Saifuddin AB.h. 2007. 2008. Wiknjosastro GH.h. 2005. 11.h.1. Hacker NF. United States of America: McGraw-Hill Companies. Edisi ke 6.h. Suci HK. William obstetrics. 1994.

Morales RM. Carmina R. 22 . 17. Preterm Premature Rupture of Membranes: Diagnosis and Management.16. Casanueva E. Pfeffer F. Hill A.73(4):659-664. Maricruz T. Medina TM. Vitamin C suplementation to prevent premature rupture of the chorioamniotic membrane: a randomize trial. 2006 Feb 15. Valdilo-Ortega R. USA: Am J Clin Nutr 2005. Am Fam Physician.81:853-63. Vilchi P.