VISITE

No. Dokumen No. Revisi Halaman 1/1
RSK 01
Uk.01.01/SPO.I.G.23/8070/2014
LINDIMARA
WAINGAPU
SPO Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH
PELAYANAN DIREKTUR
MEDIK 19 Juni 2014

Dr. Alhairani K.L. Manu Mesa
Pengertian Visite adalah kunjungan rutin Dokter Spesialis Gizi Klinik kepada pasien
yang dirawat di ruang rawat inap
Tujuan 1. Mengoptimalkan Status gizi Pasien .
2. Mengurangi beban kerja organ yang sakit, dalam metabolism zat
gizi.
3. Mendukung kesembuhan penyakit pasien.
Kebijakan 1. Standar Pelayanan Medik SMP Gizi Klinik RSK Lindimara
Waingapu – Sumba Timur
2. Pedoman Tata Laksana Gizi Klinik, PDGKI. 2008
3. Standar Nasional Pelayanan Gizi Klinik. PDGKI, Jakarta, 2009.
4. Pedoman Penyelenggaraan Tim Terapi Gizi di Rumah Sakit,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009.
Prosedur Kerja 1. Visite dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien, dilaksanakan
oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, dietisien, perawat ruangan dan
diketahui oleh Leader Dokter Penanggung Jawab Pelayanan
(DPJP)
2. Hasil visite ditulis pada lembar catatan perkembangan terintegrasi
dengan format SOAP ( Subjective, Objective, Assessment,
Planning)
3. Visite dilakukan setiap tiga hari pada jam 08.00-10.00 wita,
diikuti oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dietisien, perawat
ruangan dan diketahui oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien.
4. Hasil visite ditulis pada lembar catatan perkembangan status gizi.
Unit Terkait 1. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)
2. Dietisien
3. Perawat ruangan.

3. 5. Setelah pasien pulang. Alhairani K. SMF Patologi Klinik memberi masukan tentang pemeriksaan penunjang laboratorium.01. SMF Gizi Klinik memberi masukan tentang nutrisi b. SMF Mikrobiologi Klinik. meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Unit Terkait 1. SMF Patologi Klinik. 7. SMF Radiologi. Semua Instalasi rawat inap di lingkungan RSK Lindimara .L. INTEGRATED CLINICAL PATHWAY (ICPW) No. 6. SMF Rehabilitasi Medis. d. 2. SMF mengusulkan Clinical Pathway sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh RSK Lindimara Waingapu 2. e. Semua SMF Yang Ada Dilingkungan RSK Lindimara. Manu Mesa Pengertian Pedoman penyusunan dan pelaksanaan Clinical Pathway yang terintegrasi antara staf medis. SMF Rehabilitasi Medis memberi masukan tentang proses rehabilitasi & mobilisasi pasien. perawat. Masing-masing SMF yang hadir memberikan masukan : a. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penyusunan dan pelaksanaan Integrated Clinical Pathway. Cara pengisian Clinical Pathway adalah dengan mencontreng (√ ) pada kolom yang telah disediakan. Komite Medis. SMF Radiologi memberi masukan tentang pemeriksaan penunjang radiologi. f. Dokumen No. Dibuat jadwal untuk SMF mempresentasikan Clinical Pathway.B.1/10763/2014 WAINGAPU SPO Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH PELAYANAN DIREKTUR MEDIS 1 Agustus 2014 Dr. SMF mempresentasikan Clinical Pathway yang dibuat dalam rapat yang dihadiri oleh Direktur Medik & Keperawatan dan atau Bidang Pelayanan Medis. Kebijakan Kebijakan Umum Pelayanan Medis RSK Lindimara Waingapu – Sumba Timur tahun 2015 Prosedur Kerja 1. Instalasi Farmasi memberi masukan tentang obat-obat yang digunakan Sesuai Formularium Nasional. c. SMF Mikrobiologi Klinik memberi masukan tentang penggunaan antibiotika. Instalasi Farmasi 4. Revisi Halaman 1/1 RSK LINDIMARA 01 UK.01/SPO. SMF Gizi Klinik. Kepala instalasi melaporkan pelaksanaan Integrated Clinical Pathway setiap bulan ke Bidang Pelayanan Medis. farmasi dan penunjang lainnya untuk mengurangi variasi dan biaya. from Clinical Pathway tetap disimpan dalam rekam medis.

Pasien/wali setelah mendapat cukup informasi. namun menurut pertimbangan tindakan medis perlu dilakukan.01. pasien maupun Dokter. Bagi pasien dalam keadaan gawat darurat dan tidak sadar tanpa pengantar keluarga. 4. Dokumen No. Persetujuan tindakan Medis dan penolakan tindakan medis merupakan persyaratan yang harus dipenuhi pada setiap tindakan medis di RSK Lindimara 2. dengan disaksikan oleh pihak ketiga. Revisi Halaman 1/2 YM. Alhairani K. INFORMED CONSENT RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No. wajib menandatangani persetujuan tersebut. dengan membuat surat pernyataan pengambilan keputusan tindakan medis pada pasien tidak sadar tanpa keluarga terdekat yang ditanda tangani oleh Dokter I dan Dokter II . Dokter yang melakukan tindakan medik mempunyai tanggung jawab utama memberikan informasi dan penjelasan kepada pasien. Dokter yang akan melakukan tindakan medik dan therapi wajib memberikan informasi dan penjelasan apa yang akan dilakukan oleh Dokter / tim medis. resiko dan akibat yang akan terjadi bilamana tindakan tersebut akan diambil. Tujuan 1. Memberikan pelayanan terbaik dan aman kepada pasien yang memerlukan tindakan dan terapi di IRD 2. Manu Mesa Pengertian Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.04/SPO. Pemberian persetujuan atau penolakan yang akan diambil menjadi bukti yang sah bagi Rumah Sakit. 2. dapat dilakukan tindakan pasien/keluarga pasien. Pasien dapat memilih dan menentukan tindakan/pelayanan sesuai dengan hak pasien berdasarkan informasi yang diberikan oleh Dokter tanpa ada intervensi dan manapun Kebijakan 1.IE2/4969/2011 PELAYANAN 01 MEDIS Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR 28 April 2011 Dr.L. Prosedur 1. 3. ataupun bila tindakan tersebut tidak dilakukan. Dokter/Perawat menyiapkan membacakan isi persetujuan yang tertulis pada Blanko Informed Consent 3.

Instalasi Rawat Darurat 2. Doter harus ikut memberikan tanda tangan sebagai bukti telah diberikan informasi dan penjelasan yang cukup. SMF terkait . Diketahui dan ditandatangani oleh dua orang saksi. INFORMED CONSENT RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No. Revisi Halaman PELAYANAN YM. Dokumen No. Meterai tidak diperlukan 4. formulir yang asli dikembalikan kedalam berkas rekam medik pasien.04/SPO. Format Isian Informed Consent (Persetujuan tindakan Medis) atau Penolakan Tindakan Medis setelah ditandatangani. Unit Terkait 1. Formulir harus sudah diisi dan ditandatangai sebelum tindakan medis dilakukan 6. 3. Perawat bertidak sebagai salah satu saksi 2. Bila pasien atau keluarga buta huruf harus membubuhkan cap jempol ibu jari tangan kanan 7.IE2/4969/2011 01 2/2 MEDIS Format Isian Informed Consent ( Persetujuan Tindakan Medis) atau Penolakan Tindakan Medis digunakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Formulir asli harus disimpan dalam berkas rekam medik pasien 5.01.

Pasien dapat memilih dan menentukan pelayanan sesuai dengan haknya tanpa ada intervensi dari manapun. 2. Kepala-kepala instalasi 2. Terselenggaranya pelayanan tindakan medis dan therapi secara aman. 4.L. Dokter. Tujuan 1. persiapan tindakan medis dan terapi dilaksanakan sebagaimana mestinya Unit terkait 1. Pasien yang akan mendapat tindakan medis dan therapi dengan kriteria : high risk.01. Kepala-kepala UPP 3.I. Revisi Halaman PELAYANAN YM. pasien-pasien yang memerlukan informed consent antara lain :  Tindakan operasi  Tindakan IVP  Tranfusi darah  Lumbal pungsi orang dewasa 3. Alhairani K. Manu Mesa Pengertian Persetujuan tindak medik/infomed consent adalah pernyataan tertulis yang diberikan oleh pasien/suami/istri/keluarga bahwa setuju terhadap tindakan medik atau therapi yang diberikan oleh dokter dan telah pula mengerti semua prosedur tindakan medis/therapi tersebut. Kebijakan Tindakan medis harus menggunakan informed consent sesuai dengan protap. Bial informed consent sudah ditanda tangani. Prosedur 1. Perawat yang bertugas . JENIS TINDAKAN MEDIS YANG MEMERLUKAN INFORMED CONSENT RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No. 2. Dokumen No.E2/4968/2011 1 1/1 MEDIS Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR 28 April 2011 Dr. Pasien setuju tindakan supaya menandatangani surat penolakan tindakan.04/SPO. high cost dijelaskan kepada pasien atau suami/istrinya atau kepada keluarganya : tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan itu.

Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan sesuai dengan ketentuan 2.23/5134/2011 tentang Pemberlakuan Peraturan Menteri Kesehatan RI No : 290 / MENKES/ PER/ III/ 2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran di RSK Lindimara Waingapu – Sumba Timur 7.03. Dokumen Revisi Halaman 1/3 LINDIMARA WAINGAPU YM. Manu Mesa Pengertian Persetujuan Tindakan Kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien Tujuan 1. Agar pasien benar-benar dapat memutuskan untuk setuju atau tidak setuju dengan tindakan medis yang akan diberikan kepadanya setelah mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya dari Dokter Kebijakan 1. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi I. Permenkes No : 269 / MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis 5. 1997 Prosedur Kerja PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN ( Pertindok ) 1.IV .E20/5694/2011 01 Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH SPO DIREKTUR PELAYANAN REKAM 10 Mei 2011 MEDIS Dr. Jakarta. DEPKES RI Direktorat Jendral Pelayanan Medik.01.L. Pertindok dalam bentuk tertulis diperlukan pada tindakan medik yang mengandung resiko tinggi atau yang membutuhkan bukti . Alhairani K. Tindakan kedokteran tidak boleh diberikan apabila informed consent tidak lengkap.IV. Agar pelaksanaan informed consent berjalan dengan tertib dan lancar 2. 3. Keputusan Direktur RSK Lindimara Waingapu No: HK.05/SK.20/SPO. Undang-Undang Praktek Kedokteran No 29 pasal 45 ayat (3) tahun 2008 tentang panduan pemberian informasi dalam rangka persetujuan tindakan kedokteran 4. Permenkes No : 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran 6. PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT) RSK No.

maka yang bisa sebagai wali dalam memberikan informed consent adalah : . Pemahaman atas informasi yang diberikan 6. Penjelasan yang informatif.20/SPO. Bentuk tertulis dapat dijadikan bukti bahwa informasi tersebut telah diberikan 3. Perluasan operasi yang tidak terduga dan belum diinformasikan hanya dapat dilakukan pada keadaan gawat darurat 5. Dokumen Revisi Halaman LINDIMARA WAINGAPU YM. Perindok tertulis diberikan oleh pasien sendiri bila ia kompeten (dewasa. Sukarela dalam membuat keputusan 3.Sedangkan keluarga lain. Dokter yang merawat /dokter pengganti memberikan penjelasan bisa secara lisan atau tertulis dengan memberikan kesempatan yang cukup untuk tanya jawab. Perindok tidak diperlukan apabila pasien tidak sadar/tidak kompeten dan tidak ada keluarga yang mendampingi.Saudara kandung ( bila tidak mempunyai orang tua atau anak kandung) . Apabila pasien tidak kompeten untuk melakukan informed consent. Pembuatan keputusan 7. dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. sedangkan tindakan medik sangat diperlukan oleh karena pasien dalam keadaan gawat darurat 7. Kompeten untuk memahami keputusan 2. 4. teman. bila ada.01.Anak kandung (bila tidak mempunyai suami/istri) . Catatan : Ada 7 elemen dalam pelaksanaan Informed Consent yaitu : 1. harus diinformasikan sebelumnya.E20/5694/2011 01 2/3 2. Informasi yang diberikan setidak-tidaknya meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis yang dilakukan. atau oleh keluarga terdekat atau walinya dalam hal ia (pasien) tidak kompeten 6. alternatif tindakan lain dan resikonya.Orang tua kandung (ayah/ibu) terutama untuk anak dibawah umur 21 tahun dan belum menikah . sadar dan sehat mental).IV. PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT) RSK No. Rekomendasi atau rencana tindakannya 5. kenalan lain dapat memberikan persetujuan dalam hal orang-orang yang disebut sebelumnya tidak ada.Suami/ istri (bila sudah menikah) . jujur dan lengkap 4. Kemungkinan perluasan tindakan (operasi). Otorisasi .

Instalasi Rekam Medis 2. Ird. Inst. Geriatri 3. Semua SMF . B. Irna A. D.IV. Irj. Patologi Klinik.E20/5694/2011 01 Unit Terkait 1. Mikrobiologi 4. Dokumen Revisi Halaman 3/3 LINDIMARA WAINGAPU YM.20/SPO. Instalasi Radiologi. PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT) RSK No. Iwa.C. Irit.01. Patologi Anatomi. Ibs.

Permenkes Nomor 290/Menkes/PER/III/2008 Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran 4. tindakan pembiusan.  Yang dimaksud tindakan medis dalam hal ini adalah : resusitasi.00.06/3656 tentang pemberlakuan Permenkes Nomor 290/Menkes/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran 5.06/SPO.04/IV.C. Dokumen Revisi Halaman LINDIMARA WAINGAPU YM. Manu Mesa Pengertian  Penolakan tindakan medis dan keperawatan adalah penolakan yang dilakukan oleh pasien atau keluarga yang kompeten terhadap tindakan medis dan perawatan yang akan dilakukan setelah mendapat penjelasan lengkap dari petugas kesehatan yang berwenang.11-D. pemberian tranfusi dan tindakan terapi beresiko tinggi dan tindakan bayi tabung  Yang dimaksud dengan penolakan perawatan adalah penolakan terhadap rawat inap Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan saat terjadi penolakan tindakan medis dan perawatan. sebagai upaya : 1. RSK/SK-D23-HK. tindakan pembedahan.23/7918/2014 . PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN DAN PERAWATAN RSK No.L.01. Keputusan Direktur Utama RSK Lindimara Nomor HK.BI/6103/2014 01 1/2 Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR SPO PELAYANAN MEDIS 5 Mei 2014 Dr.Sumba Timur no. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit 3. Keputusan Direktur RSK Lindimara Waingapu. Menghormati hak dan tanggung jawab pasien berhubungan dengan penolakan atau tidak melanjutkan pengobatan 2. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan 2. tindakan invasive. Alhairani K. Menghormati tanggung jawab keluarga akibat dari penolakan atau tidak melanjutkan pengobatan Kebijakan 1. 02.

01. Pasien menandatangani surat penolakan tindakan medis atau perawatan disaksikan oleh saksi (keluarga pasien atau perawat / bidan ) dan dokter. Instalasi Rawat Jalan 4. Menghormati hak pasien/keluarga untuk memutuskan rencana tindakan atau perawatan 3. Menjelaskan pada pasien atau keluarga akan tanggung jawab pasien dan keluarga berkaitan dengan eputusan tersebut c. SMF/Bagian . Dokumen Revisi Halaman WAINGAPU YM. Menjelakan pada pasien dan keluarga akan tanggung jawab pasien dan keluarga berkaitan dengan keputusan tersebut d. Pasien menandatangani surat persetujuan menerima saran alternative pelayanan yang dipilih pasien di dalam Form edukasi dan Form catatan terintegrasi.BI/6103/2014 01 2/2 Prosedur Kerja 1. Menghormati keputusan pasien atau keluarga b. Bila keluarga menolak rencana tindakan atau perawatan maka DPJP akan : a. 5. Unit Kerja 1.06/SPO. Instalasi Rekam Medis Terkait 2. Instalasi Rawat Inap 3. PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN DAN PERAWATAN RSK LINDIMARA No. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang tersedianya alternative pelayanan dan pengobatan 4. Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) menjelaskan rencana tindakan medis dan perawatan yang akan dilakukan secara lengkap dan jelas 2.

Dokumen No.23/7918/2014 tentang Hak dan Kewajiban Pasien di RSK Lindimara Prosedur 1.04/SPO.04/IV. Manu Mesa Pengertian Penjelasan yang diberikan pada pasien dan keluarga tentang penyakit. 2. Revisi Halaman PELAYANAN YM. saran pengobatan dan para pemberi pelayanan oleh staf yang berkompeten(berwenang) sehingga pasien dan keluarga dapat membuat keputusan tentang pelayanan Tujuan 1. SK Dirut RSK Lindimara Waingapu Nomor HK. Perawat mengidentifikasi pasien dan keluarga yang berhak memperoleh informasi tindakan medik dengan persyaratan sebagai berikut a. 11 – D.L.C1/6029a/2014 1 1/3 MEDIS Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR 2 Mei 2014 Dr.01. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan 2. PEMBERIAN INFORMASI PELAYANAN DAN TINDAKAN MEDIS RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No. Sebagai acuan dalam memenuhi hak pasien terkait privasi dan kerahasian penyakit pada saat diberikan informasi dan edukasi dalam perawatannya di RSK Lindimara Waingapu – Sumba Timur Kebijakan 1. Pasien keluarga usia 21 tahun . Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit 3. Alhairani K.1.02. Sebagai acuan dalam memberi informasi secara menyeluruh tentang usulan pengobatan atau tindakan kepada pasien dan bila perlu pada keluarga. C.

Kondisi b. Pasien sadar 2. Pasien yang tidak mengalami gangguan mental /jiwa e. Pemberi penjelasan adalah Dokter Penanggung Jawab Pelayanan ( DPJP) dan telah memiliki kompetensi tentang tindakan tersebut. Nama individu/DPJP yang memberi pengobatan d.1. PEMBERIAN INFORMASI PELAYANAN DAN TINDAKAN MEDIS RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No. Pasien manual/orang tua yang sedang tidak dibawah pengampuan d. Perawat menyiapkan pasien yang akan diberikan informasi 3. Potensi manfaat dan kekurangannya e.04/SPO. atau apabila DPJP berhalangan hadir maka dapat didelegasikan kepada dokter residensenior/tahap akhir yang telah kompeten terhadap tindakan tersebut 4. Usulan pengobatan c. Dokumen No.01. Pemjelasan yang diberikan meliputi : a. Kemungkinan alternative tindakan f. Dokter saat memberikan penjelasan medis harus menerangkan dengan jelas usulan pengobatan atau tindakan yang akan dilakukan pada pasien. Pasien/keluarga usia <21 tahun namun sudah menikah c. Kemungkinan keberhasilan .C1/6029a/2014 1 2/3 b. Revisi Halaman PELAYANAN MEDIS YM.

Dokumen No.C1/6029a/2014 1 3/3 g. Dokter penanggung jawap pelayanan (DPJP) akan memberikan informasi tambahan bila diminta oleh pasien tentang praktisi utama yang melayani pasien. Dokter dan pasien/keluarga menandatangani form KIE terintegrasi sebagai bukti telah dilakukan pemberian informasi pelayanan dan tindakan medis.1.04/SPO. SMF Badan 3. Dokter memberi kesempatan pada pasien/keluarga untuk bertanya setelah mendapatkan informasi tentang pelayanan dan tindakan medis dan praktisi lain yang bertanggung jawab langsung kepada pasien 7. Hemodralise . PEMBERIAN INFORMASI PELAYANAN DAN TINDAKAN MEDIS RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO No.01. Kemungkinan timbulnya masalah selama masa pemulihan h. Kemungkinan yang terjadi apabila tidak diobati 5. Dokter saat memberikan penjelasan medis wajib menerangkan/ memberitahukan nama dokter atau praktisi lain yang bertanggung jawab langsung terhadap pelayanan pasien atau siapa yang berwenang melakukan prosedur atau pengobatan tersebut 6. IBS. Revisi Halaman PELAYANAN MEDIS YM. 8. Dokter menulis semua informasi pelayanan medis dan tindakan yang telah diberikan pada form KIE terintegrasi 9. IGD. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) 2. Unit Terkait 1. instalasi Rawat jalan dan Rawat inap .

Pasien Yang Datang Dengan Rujukan Susp. PENATALAKSANAAN GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) RSK No. Untuk kasus yang datang ke RSK Lindimara dan diketahui susp rabies maka dirawat diruang isolasi Kapernaum 1. . genetalia dan perlukaan luka yang luas) maka diberikan SAR secara infiltrasi disekitar luka sebanyak –banyaknya. Pemberian SAR bersamaan dengan pemberian VAR hari ke 0. Dibuatkan rujukan ke Puskesnas wilayah setempat Rumah Sakit/rabies center lainnya. Rabies Menjadi Tanggungan Negara Melalui Dana Hibah Pemda Provinsi NTT . Untuk dilanjutkan vaksinasi berikutnya. Semua Pasien Gigitan HPR Yang Datang Ke RSK Lindimara Harus Ditangani Sesuai Prosedur Perawatan Luka Gigitan 2. Segala Biaya Yang Timbul Terhadap Gigitan HPR Dan Atau Susp. dan kapan diperlukan pemberian vaksinasi dan bagaimana mengawasi HPR yang telah menggigitnya. Rabies Langsung Dirawat Diruang Isolasi Kapernaum 3.C1. bagaimana perawatan lukanya.01. Dilakukan vaksinasi rabies: luka resiko tinggi ( lokasi luka pada bahu keatas. Kebijakan 1. Pasien dengan keluhan luka gigitan HPR a. Manu Mesa Pengertian Perlakuan pada pasien dengan keluhan digigit anjing. Dilakukan pembersihan luka sesuai prosedur perawatan luka gigitan HPR di instalasi Rawat Darurat b. jari kaki. Dokumen Revisi Halaman LINDIMARA WAINGAPU YM. dan atau Askes/Jamkesmas Prosedur 1.L.06/SPO.I. Alhairani K. bagaiman proses penularannya. 2. Dilaporkan kasusnya ke Dinkes Provinsi Bali d. pernah digigit HPR Tujuan 1. Pasien datang dengan keluhan ada riwayat digigit HPR a. Bila ada sisa diberikan secara intra muskuler. Tercipta pelayanan optimal dan komprehensif dalam upaya mencegah berkembangnya virus rabies pada pasien 2. Optimalisasi dan tepat sasaran pemakain vaksin rabies. jari tangan.D3/11477/2012 01 1/2 Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR SPO PELAYANAN MEDIS 2 Juli 2012 Dr. Datang minta dilakukan vaksinasi Dilakukan pre konseling utamanya terkait apa itu rabies. c.

Dibuatkan rujukan ke Puskesmas untuk vaksinasi berikutnya. KPS 2. Datang dengan keluhan prodromal rabies Dilakukan perawatan di ruang kapernaum oleh tim rabies dan dilaporkan kasusnya ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT Unit Terkait 1.06/SPO. Dilaporkan kasusnya ke Dinas Kesehatan Propinsi NTT b. Bagian SMF . Halaman Revisi LINDIMARA 2/2 YM. Dokter Supervisor Ruangan 5.D3/11477/2012 WAINGAPU 01 Dilakukan pemberian VAR di Instalasi Rawat jalan (poli perawatan luka pada jam kerja).C1. Kepala Ruangan 4. PENATALAKSANAAN GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) RSK No.I.01. Dokumen No. Kepala Instalasi 3.

sitologi. Perawat. Manu Mesa Pengertian Ascites HD adalah pengumpulan cairan tidak normal didalam rongga abdomen pasien HD yang dapat disebabkan oleh tidak tercapainya adekuasi dialisis ataupun oleh sebab lain. Unit Terkait Dokter. Dapat dilakukan sebagai sarana diagnostik dan terapi.I. Cairan ascites yang keluar dianalisis secara fisik dan kimiawi. PUNGSI ASCITES PASIEN HEMODIALISA No. Waktu pengeluaran cairan ascites berakhir sebelum tindakan HD selesai.01. Dilakukan penusukan pada area contra Mc Burney atau 2-3 cm dibawah umblikis menggunakan Abocath 14-16 G dengan terlebih dahulu diberikan anestesi lokal dengan menggunakan lidokaine 3% 4.01/SPO. Alhairani K.L. . Kebijakan Kebijakan Umum Pelayanan Medis RSK Lindimara tahun 2012 Prosedur Kerja 1. Area penusukan ditutup dengan duk steril / berlubang 3. Cairan ascites dapat dikeluarkan sampai habis sebagai tindakan terapeutik 6. Tujuan Mengeluarkan cairan ascites dengan metode penusukan perut dengan alat khusus. 5.7/10770/2014 03 1/1 LINDIMARA WAINGAPU Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR SPO PELAYANAN MEDIS 1 Agustus 2014 Dr. 7. Jarum dilepas selesai tindakan dan dirawat luka secara steril dengan menggunakan cairan betadine dan ditutup dengan kasa steril serta plester luar. 2. Dokumen Revisi Halaman RSK UK. cairan dapat dianalisa secara fisik. kimiawi. Dilakukan desinfektan dengan betadine dan alkohol pada area contra Mc Burney dan di bawah umbilikus.G.

L.01. Dokumen Revisi Halaman YM. Administrasi obat dan alat life saving dilakukan kemudian sesuai prosedur 5. Ketersediaan obat dan alat life saving dilakukan kemudian sesuai prosedur Unit Terkait 1.E2/4898/2015 01 1/1 RSK LINDIMARA WAINGAPU Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR SPO PELAYANAN 11 Januari 2015 MEDIS Dr.memerlukan obat dan alat life saving diambil langsung dari troly emergency 4.04/SPO. Pasien yeng . Kebijakan Obat dan alat life saving harus digunakan oleh dokter dan perawat yang telah memiliki sertifikat PPGD/ATLS/ACLS Prosedur 1. sesak nafas dan gawat nafas. coma dan lain-lain 2. Alhairani K. PENGGUNAAN OBAT DAN ALAT LIFE SAVING No. Perawat jaga IRD . Dokter jaga IRD 2. Manu Mesa Pengertian Tata cara penggunaan obat dan alat life saving yang dilakukan pada penanganan pasien yang dirawat di IRD. status convulsi. Obat dan alat life saving dipergunakan bagi penderita atau korban yang datang dalam keadaan gawat darurat seperti : syok. Obat dan alat life saving ditempatkan dalam troly emergency 3. Tujuan Terselenggaranya pelayanan yang baik sesuai prosedur penggunaan obat dan alat untk life saving di IRD.

Mulai memohpa ambu bag dan pastikan tidak ada kebocoran udara (udara tidak ada yang keluar dari sela-sela masker) 5. Cecara visual perhatikan terangkatnya dada pasien yang menandakan udara berhasil dipompakan ke dalam paru-paru. Tujuan Untuk mermberikan. Manu Mesa Pengertian Alat perangkat yang digunakan untuk memberikan nafas buatan(verntilasi tekanan positif) pada pasien dengan henti nafas atau nafas yang tidak adekuat. Prosedur Kerja 1. Dokter jaga IRD 5.L. alat yang dipakai dibersihkan dan kemudian disimpan dalam troly emergency Unit Terkait 4. Dokumen No. Tempelkan masker ambu bag pada wajah pasien sampai menutupi area mulut dan hidung sambil melakukan three way maneuver 4. Revisi Halaman YM. Untuk dewasa lakukan pompa setiap 5 detik sedangkan pada anak-anak atau infant setiap 3 detik 7. Perawat jaga IRD . Apabila tindakan tersebut diatas sudah selesai dilakukan. Pastikan ambu bag tidak ada tanda-tanda bocor atau robek.04/SPO.I. dan semua komponennya lengkap.01. ATBU BAG (BAG VALVE MASK) No.E. 2. Hubungkan selang oksigen dengan kanul regulator oksigen dan buka oksigen sesuai kebutuhan pasien 3.2/4901/2015 0 1/1 RSK LINDIMARA WAINGAPU SPO Tanggal Terbit : DITETAPKAN OLEH DIREKTUR PELAYANAN 11 Januari 2015 MEDIS Dr.nafas buatan dan juga mempertahankan oksigenasi pada pasien-pasien dengan nafas tidak adekuat Kebijakan Digunakan pada pasien dengan henti nafas (apneu) dan padi pasien dengan nafas yang tidak adekuat. Alat yang digunakan untuk melihat faring dan laring pasien. 6. Alhairani K.

Related Interests