Garis Besar Pola Kemitraan

Kemitraan harga kontrak:
o Tidak peduli harga ayam di pasar seperti apa (harga mengikat)
o Kerugian ditanggung peternak (kekeluargaan). Tapi kalau terjadi musibah alam atau
wabah penyakit, kerugian ditanggung inti. Sebaliknya, jika akibat keteledoran peternak,
kerugian ditanggung plasma.
Kemitraan bagi hasil:
o Harga pokok/sapronak terbuka, alias ditentukan di muka.
o Kerugian ditanggung bersama.
o Harga panen tergantung pasar. Tapi inti menjamin plasma tetap mendapat keuntungan
Kemitraan makloon:
- Biaya operasional dihitung inti
- Kerugian ditanggung inti
- Harga panen mengikuti pasar

a. Perusahaan Inti Rakyat (PIR)
Perusahaan inti rakyat adalah jenis kemitraan antara perusahaan peternakan sebagai inti
dengan peternak sebagai plasma. Dalam SK Mentan No. 472/1996 disebutkan bahwa
perusahaan inti adalah perusahaan peternakan yang berkewajiban menyediakan lahan, sarana
produksi, bimbingan teknis, manajemen, menampung, mengolah, memasarkan hasil produksi
peternakan rakyat ayam ras, mengusahakan permodalan, dan melaksanakan budi daya
sebagaimana dilakukan oleh peternak. Dengan aturan ini maka peternak yang bertindak
sebagai plasma hanya berkewajiban melakukan budi daya ternak sebaik-baiknya sehinggah
hasil produksinya mencapai target.

C. Manfaat dan Kelemahan Pola Kemitraan
Pelaksanaan pola kemitraan merupakan suatu bentuk usaha yang dilaksanakan oleh
pengusaha dan peternak, dan merupakan salah satu strategi pengembangan usaha peternakan
ayam ras pedaging. Menurut Mulyantono (2003) manfaat dan kelemahan dari pelaksanaan
kemitraan, manfaat bagi inti antara lain meningkatnya keuntungan dari penjualan ayam dan
keuntungan dari pembelian sarana produksi peternakan serta omset penjualan dan permintaan
pasar tetap dan dapat dipenuhi. Dari kerjasama kemitraan yang terjadi banyak manfaat yang
dirasakan oleh peternak seperti pada table 1.
Tabel 1. Manfaat Kemitraan menurut peternak

Hal ini sesuai dengan pendapat Hapsah. (1999) yang menyatakan bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap pengusaha kecil memberikan bantuan atau kemudahan memperoleh permodalan. No Manfaat Jumlah % (orang) 1 Terciptanya lapangan Kerja Baru 2 8 2 Harga penjualan ayam stabil karena dijamin perusahaan 2 8 3 Tidak diperlukan modal sendiri 9 36 4 Ada jaminan pemasaran dari perusahaan 13 52 5 Resiko kerugian kecil 10 40 6 Tambahan pengetahuan teknologi budidaya ayam ras 11 44 Sumber : Hasil penelitian Priyono. bantuan teknologi dan pembinaan berupa pembinaan mutu produksi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. 2004. . Hal ini didukung oleh pendapat Sirajuddin (2005) yang mengatakan bahwa diperlukan hubungan kemitraan sebagai antisipasi terhadap fluktuasi harga pakan dan bibit yang tidak dapat dikendalikan oleh peternak. manfaat ini tergantung dari kondisi harga jual ayam. Manfaat kedua adalah harga penjualan ayam stabil karena dijamin perusahaan. jika harga jual ayam cenderung tetap maka peternak dapat merasakan manfaatnya namun jika harga jual mengalami perubahan maka peternak tidak bisa komplain karena sudah terikat kontrak. Bengkulu. Akan tetapi masalah yang sering dihadapi dengan system kemitraan ini adalah keterikatan peternak untuk menjual produk yang dihasilkan dengan harga yang telah disepakati di dalam kontrak yang kadang-kadang lebih rendah dari harga pasar. Dari tabel 1 terlihat beberapa manfaat dari pola kemitraan yang perlu dikembangkan. penyediaan sarana produksi yang dibutuhkan. pertama terciptanya lapangan kerja baru. serta pembinaan manajemen. adanya pola kemitraan pihak perusahaan atau pengusaha yang berniat untuk bermitra akan menyediakan modal atau bermitra dengan beberapa orang sebagai peternak. secara langsung ini dapat memperluas skala usahanya dan membuka lapangan kerja baru.

sarana produksi. Jadi apabila pengusaha mitra menyediakan beberapa kebutuhan yang disebutkan diatas maka peternak tidak merasa berat untuk melaksanakan usaha peternakan tersebut atau peternak tidak memerlukan modal sendiri. Dengan aturan ini maka peternak yang bertindak sebagai plasma hanya berkewajiban melakukan budi daya ternak sebaik-baiknya sehinggah hasil produksinya mencapai target. Dengan daya bantuan tersebut maka peternak tidak kuatir lagi akan pemenuhan sapronak yang sudah dijamin kwalitasnya oleh perusahaan mitra. dimana dalam pelaksanaan kemitraan usaha peternakan ayam ras pedaging mempunyai hasil akhir yang . namun dalam usaha ini fasilitas dan sumber daya cukup memerlukan modal besar. maka untuk mendapatkan modal tersebut. 472/1996 disebutkan bahwa perusahaan inti adalah perusahaan peternakan yang berkewajiban menyediakan lahan. sebab dalam usaha kemitraan peternak akan dibantu dalam hal pengadaan sapronak. memasarkan hasil produksi peternakan rakyat ayam ras. Dalam memulai usaha peternakan ayam ras pedaging perlu mengetahui sumber daya yang akan digunakan. mengusahakan permodalan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sirajuddin (2007) yang mengatakan bahwa dalam membuka usaha peternakan ayam ras pedaging membutuhkan modal yang besar sedangkan modal peternak masih lemah. menampung. Maka dari itu untuk mempermudah peternak melaksanakan budidaya ayam ras pedging maka salah satu jalan yaitu melakukan kemitraan dengan pengusahaatau bermitra dengan pengusaha besar. peternak melakukan kemitraan atau kerja sama dengan perusahaan mitra yang bergerak di bidang budi daya dan penyediaan sapronak. atau modal sebagian ditanggung oleh pengusaha mitra. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharno (2005) yang menyatakan bahwa Dalam SK Mentan No. mengolah. Untuk mengatasi masalah kekurangan modal bagi calon peternak untuk memulai usaha peternakan maka dapat dilakukan pengajuan kepada pihak pengusaha mitra untuk bermitra. serta seluruh keuntungan dan risiko ditanggung sepenuhnya oleh peternak. dan melaksanakan budi daya sebagaimana dilakukan oleh peternak. bimbingan teknis. manajemen. Hal ini sesuai dengan pendapat Yunus (2009) yang menyatakan bahwa peternak mandiri prinsipnya menyediakan seluruh input produksi dari modal sendiri dan bebas memasarkan produknya. Pengambilan keputusanmencakup kapan memulai beternak dan memanen ternaknya. Persentase terbesar dari manfaat kemitraan adalah jaminan pemasarannya.

Hal ini sesuai dengan pendapat Sirajuddin (2007) yang menyatakan bahwa dalam pelaksanaan kemitraan resiko yang timbul dalam usaha peternakan ditanggung bersama oleh pihak perusahaan mitra yang apabila resiko yang diakibatkan oleh tingkat mortalitas yang tinggi maka ditanggung oleh peternak dan apabila resiko akibat harga ayam di pasar lebih rendah dari harga kontrak. membantu peternak dalam proses budidaya. Disini terhindar dari resiko tidak lakunya hasil panen dan sekaligus mendapatkan harga produk yang wajar. harga bibit dan pakan lebih tinggi dari harga kontrak maka ditanggung oleh perusahaan. Pola kemitraan dapat menambah pengetahuan teknologi budidaya ayam ras bagi peternak. menyediakan sarana produksi berupa pakan. obat. bibit (DOC).merupakan tanggung jawab pengusaha yang bermitra untuk memasarkan hasil tersebut. Ditambahkan pula oleh Seragih (2000) bahwa sistem kemitraan usaha adalah kerja sama saling menguntungkan antara pengusaha dengan pengusaha kecil. menurut Siregar (1981) bahwa usaha ayam ras mempunyai hambatan yang merupakan factor penghambat usaha peternakan tersebut. vaksin dan peralatan lainnya. Ditambahkan oleh Priyono (2004) bahwa ada jaminan pemasaran dari perusahaan inti. diterapkan suatu kontrak awal sehingga jika harga jual turun maka peternak tidak merasa rugi . dimana pihak inti melakukan suatu bimbingan khusus kepada peternak mitranya. karena adanya factor penghambat tersebut akan membuat peternak mengalami kerugian jika dalam keadaan harga jual ayam rendah. seperti harga jual ayam yang fluktuatif. mengambil dan memasarkan ayam pedaging hasil budidaya peternak. Kemitraan antara kedua belah pihak bukan hanya untuk menikmati keuntungan bersama akan tetapi juga memikul resiko secara bersama secara profesional kemitraan usaha dalam bidang peternakan bukan lagi sebagai suatu keharusan akan tetapi menjadi sebuah kebutuhan antara industry atau pemasok sapronak sebagai inti dan juga peternak sebagai plasma dengan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan. Pelaksanaan kemitraan memperkecil resiko karena kedua belah pihak masing-masing menanggung resiko yang berbeda. maka dari itu peternak tidak khawatir dengan tidak lakunya hasil panen. Hal ini sesuai dengan pendapat Amin (2005) menyatakan bahwa ada aturan (norma-norma yang harus dilaksanakan oleh inti-plasma adalah sebagai kewajiban inti. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyantono (2003) menyatakan Manfaat bagi inti antara lain . berbeda halnya dengan pola kemitraan.

ada jaminan pemasaran dari perusahaan. serta omset penjualan dan permintaan pasar tetap dapat dipenuhi. biaya listrik. ada jaminan pemasaran dari perusahaan. Faktor Pendukung Keberhasilan kemitraan Dalam pelaksanaan kemitraan perlu adanya hal-hal yang menjadi daya tarik antara kedua pihak yang bermitra. harga penjualan ayam stabil karena dijamin perusahaan. vitamin dan vaksin. bahan bakar. agar peternak maupun pengusaha tertarik untuk melaksanakannya. selain itu pengusaha juga mendapat manfaat seperti penyediaan ayam siap potong terpenuhi. Pola kemitraan mempunyai manfaat yang dirasakan langsung oleh peternak seperti Terciptanya lapangan pekerjaan baru. serta investasi kandang dan peralatan. Ada beberapa factor pendukung keberhasilan kemitraan yang dapat menjadi dasar daya tarik peternak dan pengusaha untuk melakukan kemitraan diantaranya yaitu terlihat dalam Tabel 2 berikut : Tabel 2. resiko kerugian kecil serta tambahan pengetahuan teknologi budidaya. Ditambahkan pula oleh Yunus (2009) yang menyatakan bahwa pendapatan peternak ayam ras pedaging baik yang mandiri maupun pola kemitraan sangat dipengaruhi oleh kombinasi penggunaan faktor-faktor produksi yaitu bibit ayam (DOC). harga penjualan ayam stabil karena dijamin perusahaan. resiko kerugian kecil serta tambahan pengetahuan teknologi budidaya. obat-obatan. tidak diperlukan modal sendiri. serta omset penjualan dan permintaan pasar tetap dapat dipenuhi. pakan. tidak diperlukan modal sendiri. seperti meningkatkan pendapatan peternak.meningkatnya keuntungan dari penjualan ayam dan keuntungan dari pembelian sarana produksi petertnak. tenaga kerja. Hal ini didukung oleh pendapat Mulyantono (2003) yang menyatakan bahwa dalam pola kemitraan manfaat bagi inti antara lain meningkatnya keuntungan dari penjualan ayam dan keuntungan dari pembelian sarana produksi petertnak. Pola kemitraan mempunyai manfaat yang dirasakan langsung oleh peternak seperti terciptanya lapangan pekerjaan baru. Pernyataan responden tentang factor pendukug keberhasilan kemitraan Jumlah No Faktor Pendukung % (Orang) . Pola kemitraan mendatangkan manfaat bagi peternak. karena pihak pengusaha mengusahakan pelatihan dan pembinaan teknis pada peternak. karena pihak pengusaha mengusahakan pelatihan dan pembinaan teknis pada peternak.

Bengkulu. ini artinya apa yang disuluhkan oleh pihak inti tentang teknologi usaha peternakan telah dijalankan dengan baik serta keberhasila tersebut di dasarkan oleh faktor-faktor pendukung usaha kemitraan. Menurut Priyono (2004) menyatakan bahwa peternak telah menjalankan kemitraannya dengan baik. 2004. . Adanya perjanjian tertulis yang mengikat 1 8 32 kedua belah pihak Kredit diberikan dalam bentuk sapronak 2 5 20 bukan uang tunai Sapronak diantar langsung ke lokasi 3 11 44 kandang Pembimbingan oleh tenaga ahli dari 4 8 32 perusahaan inti Sumber : Hasil penelitian Priyono. Dari tabel terlihat beberapa factor pendukung keberhasilan kemitraan yang merupakan kriteria bagi pengusaha dan peternak untuk melakukan kemitraan.

Related Interests