48

BAB IV
PEMBAHASAN
Penulis melakukan Kegiatan Praktek Kerja Industri atau Prakerin di Rumah

Sakit Umum Daerah dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya yang beralamat di Jalan

Rumah Sakit Nomor 33, Telp.(0265)331683, Fax.(0265)331747. Dimulai pada

tanggal 03 Oktober 2016 sampai dengan 03 Desember 2016.
A. Pembahasan
Hasil selama kegiatan Praktek Kerja Industri di RSUD dr.Soekardjo Kota

Tasikmalaya dalam pengelolaan obat,yaitu :
1. Perencanaan
Sistem perencanaan di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya telah

berjalan dengan baik, karena alur perencanaannya berdasarkan data dari

usulan penggunaan obat dan alat kesehatan, seperti usulan dari dokter, dari

ruangan dan dari poliklinik. Surat pesanan obat dan BAHP ditandatangani

oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Perencanaan kebutuhan obat

berdasarkan kepada metode. konsumsi dan metode epidemiologi. Metode

konsumsi dilakukan untuk obat dan BAHP yang pengadaannya dengan

cara pembelian, metode epidemiologi untuk pengadaan dengan cara

drooping/hibah. Perencanaan dilakukan setiap bulan dengan perhitungan

untuk obat rata-rata perbulan dikali tiga kemudian dikurangi sisa stok

kecuali cairan infus yang ukurannya besar direncanakan untuk satu atau

dua bulan. Proses usulan perencanaan menggunakan sistem komputerisasi

atau SIMRS, data usulan diverifikasi oleh PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis

Kegiatan) dan diteruskan ke bagian pengadaan obat dan BAHP.
2. Pengadaan
Pengadaan barang farmasi di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya

dilaksanakan oleh tim Pengadaan obat dan BAHP yang ada di Instalasi

seperti nama pemesan. suhu penyimpanan . Selanjutnya dicap dan di tandatangani oleh Tim pemeriksa barang di terima dan diserahkan kebagian bendahara barang untuk disimpan digudang farmasi. kecuali obat narkotika.alfabetis. 4. Penyimpanan Metode atau sistem penyimpanan perbekalan farmasi yang diterapkan di RSUD dr. jenis. 49 Farmasi.jenis sediaan.aturan UU penyimpanan . 3. Penerimaan Pada bagian penerimaan dilakukan proses pemeriksaan perbekalan farmasi yang disesuaikan dengan surat pesanan dan faktur yang dilakukan di gudang. Setelah Surat Pesanan dibuat kemudian ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ada di Rumah sakit. Pendistribusian . psikotropika dan prkcursor dilakukan menggunakan Surat Pesanan khusus yang ditandatangani kepala Instalasi Farmasi. psikotropika dan prekursor ditandatangani oleh kepala Instalasi farmasi. FIFO(First in first out) dan FEFO(first expired first out). Untuk pengadaan narkotika.kesesuaian barang dengan SP. kadaluarsa. Sedangkan untuk psikotropika bisa untuk beberapa macam jenis obat. Surat pesanan narkotika hanya berisi satu macam obat saja. nomor dan tanggal faktur.Soekardjo Kota Tasikmalaya adalah berdasarkan metode. jumlah barang. 5.

Di ruang rawat inap juga terdapat penempatan lemari emergency yang dapat digunakan untuk kondisi darurat c. dan untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Selain itu juga dengan sistem unit dose ini. 50 Sistem pendistribusian perbekalan farmasi di IFRS dr. yaitu : a. Adapun keuntunga sistem floor stock bagi pasien yaitu adanya persediaan obat/perbekalan farmasi yang siap dipakai untuk pasien. Pelayanan rawat jalan Pelayanan obat di apotek rawat jalan terdiri dari pelayanan untuk pasien umum. Depo farmasi. yaitu sejumlah obat berdasarkan resep dokter diberikan kepada pasien untuk pengobatan jangka waktu tertentu.Soekardjo dilakukan dengan baik oleh ke 3 unit pelayanan kefarmasian. Pelayanan rawat jalan menggunakan sistem resep individual. pasien hanya membayar obat dan alat kesehatan yang digunakan saja. b. . Keuntungan sistem unit dose bagi pasien rawat inap adalah obat dikemas dalam kemasan satu kali pakai untuk satu hari per pasien dengan tujuan untuk mengurangi kesalahan penggunaan obat. Pelayanan rawat inap Untuk pasien rawat inap diterapkan sistem unit dose dan floor stock.pasien BPJS dan Jamkesmas.

. Dengan berdasarkan pada data sisa awal. penerimaan dan pengeluaran maka dibuat rekapitulasi pada tiap bulan. Pencatatan Petugas administrasi mencatat jumlah lembar resep yang di input kedalam komputer menggunakan SIM RS (Sistem Informasi Management Rumah Sakit). Untuk pencatatan atau pelaporan Narkotika dan Psikotropika dicatat terpisah dengan obat lain. 6. 51 Peran dari depo farmasi telah dilakukan dengan baik pula dalam memberikan pelayanan perbekalan farmasi untuk pasien yang akan dioperasi. Dan dilaporkan secara online (sistem komputerisasi).