BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara harfiah, kata “klon” (Yunani: klon, klonos) berarti cabang atau
ranting muda. Kloning berarti proses pembuatan (produksi) dua atau lebih
individu (makhluk hidup) yang identik secara genetik.” Kloning organisme
sebenarnya sudah bcrlangsung selama beberapa ribu tahun lalu dalam bidang
hortikultura. Tanaman baru, misalnya, dapat diciptakan dari sebuah ranting.
Dalam dunia hortikultura (dunia perkebunan), kata “klon” masih digunakan
hingga abad ke-20.
Secara mendetail, dapat dibedakan 2 jenis kloning. Jenis pertama
adalah pelipatgandaan hidup sejak awal melalui pembagian sel tunggal
menjadi kembar dengan bentuk identik. Secara kodrati, mereka seperti “anak
kembar”. Jenis kedua adalah produksi hewan dari sel tubuh hewan lain.

B. Tujuan
Makalah ini membahas tentang permasalahan kloning pada manusia,
selain itu makalah ini juga salah satu bentuk tugas perkuliahan.

1

Fatwa terhadap cloning. Samuel Wood dan Andrew French. kepala pegawai ilmiah laboratoriurn Stemagen Corporation di California AS. atau karena 'illat hukum cloning manusia sangat jelas sehingga tidak perlu ditetapkan hukumnya secara khusus. waris. Dr. Tujuannya adalah menvediakan sebuah sumber bagi tangkai sel embrio yang dapat hidup. oleh American Cell Technologies. dan lain-lain. namun respon dari ulama Indonesia melalui ijtihād jamā'i maupun individual belum cukup representatif. nafkah. menggunakan teknologi untuk kloning 2 . sehingga diperlukan fatwa lanjutan. Pada bulan januari 2008. Setelah 12 hari. klon ini rusak. perawatan anak. nasab. dan sebuah sel lembu yang DNA-nya dipindahkan. Wood dan seorang temannya menyumbangkan sel kulit dan DNA dari sel- sel itu untuk dipindahkan ke dalam sel-sel manusia. Belumnya lembaga fatwa yang lain menetapkan hukumnya. antara lain. hak dan kewajiban antara orang tua dan anak. Klon pertama manusia dirancang pada bulan November 1998. mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan 5 embrio manusia dewasa dengan menggunakan DNA dari sel kulit orang dewasa. Kloning pada manusia Cloning pada manusia termasuk isu besar. Fatwa yang cukup memadai datang dari MUI (2000). datang dari Bahtsul Masail yang diberikan sangat singkat dan belum tuntas. Wood menyatakan bahwa kalaupun mungkin. Tidak jelas apakah embrio yang dihasilkan akan sanggup berkernbang lebih lanjut. yang berasal dari sel kaki seorang manusia. diduga karena hal tersebut belum terjadi dan kemungkinan terjadinya masih sangat jauh sehingga dianggap tidak mendesak. BAB II PEMBAHASAN A. Memproduksi atau melipatgandakan anak manusia melalui proses cloning akan meniadakan berbagai pelaksanaan hukum Islam. Dr. Namun. hubungan kemahraman. seperti tentang perkawinan. dapat dikiyaskan kepada hukum inseminasi buatan atau bayi tabung. Dr.

Manusia tak hanya dijadikan dengan gen.” Secara etis. Secara etis. Embrio berhak hidup sebagai individu. Setiap pribadi manusia meiniliki hak atas originalitasnya. Kloning manusia memiskinkan manusia sebab manusia itu hanya berasal dari satu gen. Ada pro dan kontra. Namun. Campur tangan yang berciri manipulatif ini tidak dapat diterima. tak mungkin seseorang menjadi original. kloning tak pernah menjadikan makhluk baru yang sama persis. Ini berbeda dari kepribadian seseorang yang 3 . Dalam proses kloning. pendidikan. Adalah tidak wajar kalau seseorang dijadikan “fotokopi” atau di-”fotokopi”. Dengan kloning. melainkan sebagai sarana uji coba. sering muncul dua pendapat yang sebenarnya kurang membuktikan kebenaran. melecehkan. Penolakan terhadap kloning embrio ini berlaku juga terhadap cloning teraupetik. Peran seorang ibu waktu hamil dapat menentukan sikap seorang anak. Betapa pun. Sementara itu. walaupun peranan gen memang besar. Manusia berhak menjadi makhluk hidup secara penuh. Praktek kloning ini sudah lazim dan lama dilakukan. Muncul pertanyaan dan diskusi etis. tak ada masalah dalam kloning pada tumbuhan. Embrio semestinya dihorrnati. Sementara itu. apakah dibenarkan kalau kemajuan teknologi menghasilkan dan/atau menggunakan embrio insani yang hidup untuk menyiapkan sel-sel induk embrio? Gereja tidak membenarkan tindakan ini karena embrio manusia tidak dapat dipandang sebagai gumpalan sel. Martabatnva dilecehkan.reproduktif adalah tidak etis dan illegal. Praktek kloning ini dibolehkan sejauh hewan tersebut tidak disiksa atau disakiti. Di kalangan kelompok yang pro dengan kloning. atau mengobjekkan embrio tidak dapat diterima. Kloning pada dasarnya merupakan instruinentalisasi. Embrio adalah sesosok pribadi. Kloning manusia pada hakikatnva melecehkan manusia sendiri dan berakibat buruk. Dengan demikian. peran suasana. intervensi manusia yang merusak. dan waktu akan ikut membentuk kepribadian seseorang. terdapat perbedaan pendapat tentang kloning pada hewan. muncul pelbagai pendapat tentang kloning manusia. Manusia diobjekkan atau diperalat. Kelima embrio yang diklon tersebut akhirnya rusak. manusia menjadi tujuan.

Ada bahaya bahwa kloning manusia dipakai sebagai usaha atau cara untuk mengganti seseorang yang terkenal dalam sejarah atau melestarikan orang-orang dalam sebuah keluarga. sperma. dilihat dari teknis dan dampaknya dapat dipersamakan dengan inseminasi buatan atau bayi tabung. sebagai anak kandung pasangan suami-isteri tersebut atau 'kembaran terlambat' dari suaminya. Hukum cloning. maka hukumnya lebih haram. yaitu menyangkut status anaknya kelak. Manusia dapat menciptakan homoculus Dilihat dari segi teknis dan dampak hukum yang ditimbulkannya. cloning embrio dapat disamakan dengan bayi tabung. Jika demikian. atau dia tidak berayah. dan rahim terpenuhi. maka anak tersebut lebih tepat disebut sebagai kembaran dari pemberi sel.dilahirkan dari proses kehamilan yang biasa. Ulama sepakat bahwa setiap upaya mereproduksi manusia yang berdampak dapat merancukan nasab atau hubungan kekeluargaan. jika batas- batas diperkenankannya bayi tabung. tetap menghadirkan persoalan rumit. Jika sebagai kembaran 4 . dan dilaksanakan ketika suami-isteri tersebut masih terikat pernikahan maka hukumnya boleh. meskipun sel tubuh diambil dari suaminya. Dari dampak teringan tingkat kerancuannya pada praktik inseminasi buatan dan bayi tabung adalah praktik penitipan zigot yang berasal dari pasangan poligamis di rahim isterinya yang lain hukumnya haram. Dengan demikian. Kultus individu akan terus berlanjut dan manusia akan jatuh ke dalam kesombongan. Karena itu. apalagi cloning manusia yang lebih merancukan hubungan nasab dan kekeluargaan. lebih-lebih kalau kontribusi ayah tak ada dalam cloning ini. anak kembar yang dilahirkan akan berstatus sebagai anak sah pasangan tersebut. mengingat sifat genetiknya 100 % sama dengan suaminya. tanpa melibatkan pihak ketiga (donor atau sewa rahim). Campuran gen lelaki dan perempuan tidak ditemukan dalam proses kloning. Kloning membuktikan bahwa gen manusia begitu terbatas. seperti asal pemilik ovum. Kloning berarti melawan secara fundamental persatuan antara pria dan wanita. Dengan begitu. Kerancuan nasab yang ditimbulkan dari cloning reproduksi manusia yang teringan. muncul wajah-wajah yang sama.

Adapun alasan kuat haramnya tindakan tersebut dilihat dari sumber pemilik sel dari siapa pun akan berakibat merancukan nasab. akan menimbulkan kerancuan nasab. maka hukumnya haram. yang masih diperdebatkan mengenai usia anak klon. Analisis atas Dampak Cloning Reproduksi Manusia Meski cloning reproduksi manusia ada manfaatnya bagi manusia. maka hukumnya haram. atau duplikat terlambat suaminya. B. cloning reproduksi manusia lebih merancukan nasab. Apalagi jika cloning diambil dari pasangan yang tidak terikat pernikahan yang sah. misalnya dapat membantu pasangan yang bermasalah dengan alat reproduksinya. meskipun tidak terjadi kontak seksual. Prinsip ini bertentangan dengan kaidah fikih: “Rukhshat tidak dapat dikaitkan pada yang meragukan). di luar pasangan suami-isteri pemilik sperma dan atau ovum. namun karena dalam pelaksanaannya akan berbenturan dengan batasan-batasan syar’i. Dampak teknologi cloning reproduksi manusia akan merancukan nasab dan hal lain yang lebih luas. yang paling lemah karena menilainya sebagai bentuk intervensi atas ciptaan Allah. berbenturan dengan banyak ketentuan syar'i. dapat dikategorikan sebagai keadaan dlarūrat atau adanya hājatdlarūrat. Terhadap praktik yang melibatkan pihak ketiga. jika ada sangat sedikit dan masih bersifat spekulatif. Dilihat dari dampaknya. dugaan terkuat menyatakan akan sama dengan usia dari pemberi sel. Tidak berasal dari mani (sperma). juga tidak dapat dikaitkan dengan berbagai kemaksiatan. bagaimana hubungannya dengan wanita itu dan keturunannya serta anggota keluarganya yang lain. bahkan nyaris tidak ada kemaslahatannya. Sedangkan alasan karena dalam prosesnya menuntut harus dengan melihat alat kemaluan. menyangkut status hubungan kenasaban 5 . atau anak klon yang berasal dari sel telur seorang wanita dengan sel dewasa wanita itu sendiri atau dengan wanita lain. Di samping itu. Dari sejumlah argumen haramnya melakukan cloning reproduksi manusia yang dikemukakan di atas. maka tingkat kerancuannya lebih rumit. namun dampak yang ditimbulkannya sama dengan esensi zina.

lebih sulit menentukan statusnya. jika yang diklon adalah pihak perempuan. pemilik ovum itu sendiri atau orang lain. berstatus sebagai anak atau saudara kembar? Sebaliknya. rahim. sebagai anak atau saudara kembar. Demikian pula terhadap pemilik sperma. 6 . Status anak dengan pemilik ovum. atau sel. sperma. atau sel.dengan pemilik ovum.

tetapi pada mudarat yang ditimbulkannya. Demikian juga untuk menemukan obat-obatan tertentu yang sangat diperlukan dalam dunia pengobatan. tumbuhan dan hewan. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan. alasan pengharaman cloning reproduksi manusia bukan terletak pada proses atau teknologinya. BAB III PENUTUP A. akan merancukan dan menafikan berbagai pranata sosial. juga akan merendahkan nilai dan martabat insani. Saran Makalah ini hendaknya bisa menambah pengetahuan pembaca tentang cloning dan bisa mengenal manfaat bahaya dan manfaat melakukan kloning pada makhluk hidup 7 . bukan pada teknis pelaksanaannya di luar proses alamiah dan tradisional. Teknologi rekayasa genetika yang dapat ditolerir dan bahkan didukung hanya pada tujuan produktivitas tanaman. B. dan moral. etika.

2006. Gramedia Jakarta F. 2009 Teknologi Reproduksi Melahirkan Paradigma Baru dalam Masyarakat. Bandung 8 . DAFTAR PUSTAKA Yushinta Fujaya (Ed.).A Moeloek. Putra Thoha. Etika dan Hukum Teknik Reproduksi Buatan. Pt.

............................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................................................................................................................................................................................................... Kesimpulan ........................................ Analisis atas Dampak Cloning Reproduksi Manusia ................................................................................. 1 A......................................................................................... Kloning pada manusia ... ii BAB I PENDAHULUAN .................................................... 5 BAB III PENUTUP ..... 1 B............................................................................................................................................................................. 7 DAFTAR PUSTAKA ii9 ........ 7 B.. 2 B.................... i DAFTAR ISI ........................ Saran .................................. 2 A................................................ 7 A................... Tujuan .................................. Latar Belakang ..... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..........

Oktober 2011 Penulis i10 . Dan penulis ucapkan terima kasih. Dialah yang telah memberikan rahmat bagi kita semua dan alam semesta ini. segala puji bagi Alah SWT. yang telah membawa kita semua ke jalan yang benar. karena hal tersebut berguna bagi kami dalam proses penyempurnaan makalah ini. kami mencoba menyusunnya dengan referensi dari berbagai sumber. Semoga makalah ini menambah ilmu teman-teman sekalian. penulis menerima dengan kerendahan hati apabila ada kritikan dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun. Dalam penyelesaian makalah ini. Selanjutnya. Kami bersyukur kepada Allah. shalawat dan salam kami doakan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. karena limpahan rahmatNya kami telah dapat menyelesaikan tugas ini. Wassalam. Amin……. KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Akhir kata. dengan harapan makalah in memberi manfaat kepada penulis dan bagi orang-orang yang membutuhkannya.. dan pihak-pihak yang membimbing yang dapat mendukung materi makalah ini. Pariaman.

Related Interests