SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Perawatan Pasien Gangguan Jiwa
Sub Pokok Bahasan : Pengertian dan macam gangguan jiwa serta cara
perawatan pasien dengan gangguan jiwa
Waktu : 30 Menit (Pukul 08.00 – 08.30 WIB)
Tempat : Poliklinik RSJ Dr. Amino Gondho Hutomo
Hari/Tanggal : Selasa, 14 Febuari 2017
Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners An nur Purwodadi

A. LATAR BELAKANG
Gangguan jiwa yaitu sindrome atau pola prilaku yang secara klinis
bermakna yang berhubungan dengan distress atau penderitaan dan
menimbulkan gangguan pada satu atau lebih fungsi kehidupan manusia
(Keliat, 2011). Fenomena gangguan jiwa saat ini mengalami peningkatan yang
sangat signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dari Rudi Maslin dalam
Muhabarta (2011), prevalensi masalah kesehatan jiwa di Indonesia sebesar
6,55%. Dari 33 RSJ yang ada di Indonesia menyebutkan hingga kini jumlah
penderita gangguan jiwa berat mencapai 2,5 juta orang.
Fenomena yang saat ini terjadi, jika ada seorang anggota keluarga yang
dinyatakan sakit jiwa maka anggota keluarga lain dan masyarakat pasti akan
menyarankan untuk dibawa ke RSJ atau psikolog. Lebih parahnya lagi, orang
sakit jiwa tersebut diasingkan dan dipasung agar tidak menjadi aib bagi
keluarga. Hal ini, perlu adanya dukungan dari keluarga dalam proses
penyembuhan. Peran dan keterlibatan keluarga dalam proses penyembuhan
dan perawatan pasien gangguan jiwa sangat penting karena peran keuarga
sangat mendukung dalam proses pemulihan penderita gangguan jiwa.
Keluarga sebagai orang terdekat dengan klien merupakan sistem
pendukung tama dalam memberikan pelayanan langsung pada saat klien
berada di rumah. Oleh karena it, keluarga memiliki peran penting dalam upaya
pencegahan kekambuhan penyakit pada klien jiwa. Maka keluarga perlu

B. Cara perawatan diri anggota keluarga dengan gagguan jiwa 4. Pengertian gangguan jiwa 2. TUJUAN  Tujuan umum : Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit. diharapkan sasaran mampu memahami cara merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Pembukaan . Proses Kegiatan No Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audien Waktu 1. 4.  Tujuan khusus : 1. MEDIA  Leaflet  LCD F. D. Penyaji memperkenalkan . Keluarga mengerti dan paham mengenai pengertian gangguan jiwa 2. Cara merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa E.Sasaran membalas 2 menit kepada sasaran salam dari penyaji . Keluarga mengerti dan paham mengenai cara perawatan diri anggota keluarga dengan gagguan jiwa. GARIS BESAR MATERI 1. Sasaran kelompok kepada sasaran mendengarkan dan . SASARAN Pasien dan keluarga dengan gangguan jiwa. METODE  Ceramah  Tanda Jawab G. C. Penyaji menjelaskan memperhatikan . Keluarga mengerti dan paham mengenai macam-macam gangguan jiwa 3. Macam-macam gangguan jiwa 3. mempunyai pemahaman mengenai cara perawatan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.Penyaji memberi salam . STRATEGI PELAKSANAAN 1. Keluarga mengerti dan paham mengenai cara merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

Penyaji menjelaskan rumah materi tentang : . topik penyuluhan . Macam-macam gangguan jiwa 3. Penyaji menjelaskan waktu penyuluhan 2. jiwa dan perawatan di . Penyaji menjawab pertanyaan sasaran 3. Pengertian gangguan jiwa 2. Pengertian gangguan mendengarkan dan jiwa 2. Sasaran 1. Cara perawatan diri . Cara merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa Tanya jawab : . Penyaji menjelaskan tujuan penyuluhan . Evaluasi Penyaji meminta menjelaskan Sasaran menjawab 5 menit atau menyebutkan kembali pertanyaan evaluasi mengenai : 1. Cara perawatan diri anggota keluarga dengan gagguan jiwa Klasifikasi hipertensi 4. Sasaran mampu 20 menit . Penyaji membuka sesi Tanya jawab . Macam-macam memperhatikan gangguan jiwa dengan baik 3. Pelaksanaan Penyampaian materi . Penyaji menggali sedikit mengeksplorasi apa informasi pada sasaran yang diketahui mengenai ganggan jiwa mengenai gangguan dan perawatan di rumah.

Sasaran menjawab . Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan. EVALUASI 1. . b. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami materi penyuluhan yang diberikan. Setting tempat Poliklinik RSJ Dr. Evaluasi Struktur a. Cara merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa 4. Sasaran/Peserta Penyuluhan Peserta penyuluhan adalah pasien dan keluarga dengan anggotan keluarga gangguan jiwa. Terminasi . Evaluasi Proses a. c. c. b.Memberi umpan balik . Persiapan Media Media yang digunakan untuk penyuluhan berupa LCD dan leaflet yang telah disiapkan H-2 dan siap digunakan.Mengucapkan salam terimakasih dan mengakhiri dengan salam 2. baik buku maupun artikel yang menyangkut materi yang akan disampaikan. 2. Sasaran menerima 3 menit dengan membagikan leaflet yang diberikan leaflet pada sasaran . Peserta penyuluhan antusias dibuktikan dengan pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Persiapan Materi Materi yang disampaikan pada penyuluhan telah disiapkan H-5 sebelum kegiatan dilaksanakan dan materi didapatkan dari berbagai sumber. Amino Gondho Hutomo SasaranKEGIATAN Penyaji H. Alat dan bahan sudah dipersiapkan 15 menit sebelum penyuluhan dimulai. anggota keluarga dengan gagguan jiwa Klasifikasi hipertensi 4.

Keluarga dapat menyebutkan pengertian gangguan jiwa 2. 3. d. Selama proses penyuluhan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran. Keluarga dapat menjelaskan 8 dari 12 cara merawat anggota keluarga dengan anggota keluarga gangguan jiwa . Keluarga dapat menjelaskan 2 dari 3 cara perawatan diri anggota keluarga dengan anggota keluarga gangguan jiwa 5. Keluarga dapat menjelaskan 2 dari 3 cara perawatan diri anggota keluarga dengan anggota keuarga gangguan jiwa 4. Keluarga dapat menyebutkan 4 dari 6 macam gangguan jiwa 3. Evaluasi Hasil Peserta dapat mengerti materi yang telah disampaikan dan dapat menjawab pertanyaan penyaji dengan benar tanpa melihat leaflet Prosedur : Tanya jawab Jenis Tes : Pertanyaan lisan Hasil yang diharapkan: 1.

Jakarta :EGC Maramis. Budi Anna. W. (2011). Keperwatan Jiwa Komunitas. DAFTAR PUSTAKA Keliat. Surabaya : Airlangga . I. (2009). F. Kedokteran Jiwa Edisi 9.

DEFINISI GANGGAN JIWA . (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3. Jakarta :EGC LAMPIRAN MATERI A.Stuart & Sundeen.

Gigi kotor dan mulut berbau tidak sedap. dan menimbulkan efek yang negative bagi kehidupan mereka atau kehidupan keluarga mereka. Bantu pasien memenuhi kebutuhan perawatan diri (Kebersihan diri. Halusinasi . dan BAB/BAK. kuku panjang dan hitam/kotor . psikologik. kulit kepala gatal.F. Maramis. dan sosiobudaya. Penampilan lusuh. perilaku. dan persepsi (penangkapan panca indera). CARA PERAWATAN DIRI ANGGOTA KEUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA Hal yang terjadi bila pasien tidak perduli ntuk merawat diri. bahkan seluruh badan gatal dan mungkinn korengan . dan perilaku (W. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi. Makan/minum berantakan . diluar kepercayaan budaya dan kepribadian mereka. Gejala-gejala inilah sebenarnya menandakan dekompensasi proses adaptasi dan terdapat terutama pada pemikiran. Berpakaian. baju berbau. B. makan/minum. Risiko Perilaku Kekerasan . Menurut (Stuart & Sundeen. pikiran atau tingkah laku mereka. 2009). Cara perawatan diri adalah sebagai berikut. Dapat kita pahami bahwa gejala-gejala gangguan jiwa ialah hasil interaksi yang kompleks antara unsur somatik. proses berpikir. yaitu: . Gangguan jiwa merupakan penyakit yang dialami oleh seseorang yang mempengaruhi emosi. Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita (dan keluarganya). Isolasi Sosial . MACAM-MACAM GANGGAN JIWA Adapun macam-macam gangguan jiwa. 2007) gangguan jiwa adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa. Risiko Bunh Diri . Rambut penuh ketombe. Harga Diri Rendah C. Perubahan Proses Pikir: Waham . Terapkan 3 cara untuk memenuhi perawatan diri: . Berdandan. Kencing/BAB tidak pada tempatnya. badan berbau . perasaan. antara lain: .

antara lain: 1. Sediakan perlengkapan yang diperlukan oleh pasien untuk pemenuhan alat makan/minum. Ingatkan pasien untuk mengikuti jadwal yang sudah ada. ingatkan kembali dimana tempatnya 3. gotong royong dan persembahyangan bersama 5. BAB/BAK. ganti pakaian dll) 2. Miminta keluarga atau teman untk menyapa pasien jika pasien mulai menyendiri atau bicara sendiri 9. “Jangan dihentikan tanpa sepengetahuan dokter”. CARA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGA GANGGAN JIWA Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga dan lingkungan daam merawat pasien di rmah. 1. Kontrol suasana lingkungan atau pembicaraan yang dapat memancing terjadinya marah 11. Hindari tindakan paksa yang menimbulkan trauma pada pasien 10. keramas. Keluarga membina hubungan saling percaya kepada pasien dengan sikap peduli pada pasien dan jangan ingkar janji 2. Keluarga memberikan kegiatan/kesibukan dengan membat jadwa sehari-hari 4. siakt gigi. Keluarga memantau agar penderita minum obat secara teratur. Jaangan biarkan pasien sendiri 8. Mengajak ikut aktif berperan serta dalam kegiatan masyarakat seperti kerja bakti. sampo. baju bersih. sabun. alat potong kuku. toiet/WC 4. Keluarga membat rencana untuk selalu bercakap-cakap dengan pasien dengan cara makan bersama dan melakukan kegiatan ruumah tangga secara bersama-sama 7. Keluarga memberikan pujian yang wajar dan jangan menyela 6. Berikan pujian dan dorong untuk melakukan kegiatan tersebut secara teratur D. sisir. Keluarga memberikan semangat pada pasien dan mendorong pasien untuk bisa melakukan kegiatan bersama-sama dengan orang lain 3. Bantu pasien buatkan jadwal kegiatan harian secara teratur ( makan/minum. Khusus BAB/BAK . odol. potong kuku. mandi. gosok gigi. .

12. . Segera kontrol ke dokter/RS jika mncul perubahan prilaku yang menyimpang atau obat habis.