Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. 5, No.

1

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER
SERVIKS PADA WANITA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KARAWANG TAHUN 2014

Ns. Suanda Saputra, S.Kep
Dosen Prodi DIII Keperawatan STIKes Medika Cikarang

ABSTRAK

Salah satu kanker penyebab kematian di dunia adalah kanker leher rahim (kanker
serviks) yaitu sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks, bagian terendah
dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker leher rahim merupakan jenis kanker
yang paling banyak pengidapnya di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan negara kedua di
dunia setelah Cina yang memiliki penghidap kanker leher rahim terbanyak. Banyak faktor
yang dapat menimbulkan terjadinya kanker serviks seperti umur, paritas, penggunaan pil
kontrasepsi, usia menarche, usia menikah.
Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks telah dilakukan
penelitian dengan rancangan studi Case Control terhadap penderita kanker serviks sebanyak
91 kasus dan 91 tidak penderita kanker serviks. Sampel diambil pada penderita yang datang
berobat dan rawat inap bulan Januari – Desember 2014 di Rumah Sakit Umum Daerah
Karawang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data melalui
rekam medic pasien. Pengolahan data dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan
uji chi square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel
dependent.
Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara 4
faktor yang menentukan kejadian kanker servik : paritas (p=0.000), penggunaan pil
kontrasepsi (p=0,000), usia menarche (p=0.001) dan usia menikah (p=0,000).
Berdasarkan hasil penelitian ini maka petugas kesehatan perlu melakukan sosialisasi
kanker serviks secara terpadu oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas, Departemen Agama, Tokoh
Masyarakat, melalui Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Pelaksanaan Deteksi Dini menjadi
suatu Program Penanggulangan kanker serviks, baik di tingkat daerah maupun tingkat
Puskesmas.

Kata kunci : Kanker serviks, paritas, penggunaan pil kontrasepsi, usia menarche, usia
menikah

18

Direktur Jenderal 55 tahun dan separuhnya di bawah 35 Pengendalian Penyakit dan Penyehatan tahun. Setiap kanker payudara. kanker payudara menempati dengan cepat sehingga fungsinya hancur urutan pertama pada pasien rawat inap di dan menyebabkan kematian. Namun walaupun begitu. Jika kanker ini sebagai pembunuh memang tidak dikendalikan. Senin WHO. kemampuan juta di antaranya meninggal dunia. yang diderita wanita Indonesia adalah selaku ketua umum Ikatan Dokter kanker payudara dengan angka kejadian 26 Indonesia mengungkapkan bahwa dari 19 . termasuk negara dengan insiden (26/4/2010) mengatakan kanker kanker serviks tertinggi di dunia. Salah satu penularan penyebab kematian nomor 7 (5. Kanker tertinggi Dr. 2010). Berdasarkan data Riskesdas. 2009). Mulai dari yang tertinggi perempuan terjangkit penyakit ini. baik di dunia maupun di menderita kanker serviks mencapai 2. 5.6 pada puncak vagina. hipertensi. Di dunia. 630 juta meningkat. baik di dunia Muhartono. Indonesia. perinatal seksual (Sukaca. Ironisnya. 41 wanita terdeteksi Kesehatan Prof. 20 kanker tulang. dan menurut data Yayasan (kolorektal). Kanker bisa seluruh RS di Indonesia (16. diperkirakan 26 juta belum mengungguli kanker paru-paru. Di dunia. 2010) maupun di Indonesia. kanker kulit. Prijo Sidipratomo. Sedangkan berdasarkan data Kanker adalah pertumbuhan sel yang Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tidak normal yang menyerang organ tahun 2007.000 perempuan.85%). memperkirakan setiap tahun. TB. 12% Salah satu kanker penyebab kematian seluruh kematian disebabkan oleh kanker di dunia adalah kanker leher rahim (kanker dan pembunuh nomor 2 setelah penyakit serviks) yaitu sebuah tumor ganas yang kardiovaskular. 1 per 100. cedera. dengan merupakan salah satu penyakit tidak peluang 66 persen meninggal.2 Indonesia.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. dan Diabetes Melitus. orang akan menderita kanker dan 17 juta Mungkin karena penderitanya hanya pada meninggal karena kanker pada tahun 2030.78%) (Makalah Kanker merupakan salah satu penyakit Kanker Payudara yang disampaikan tidak menular yang menjadi masalah dalam seminar kanker payudara dr. perempuan Indonesia tewas tiap hari. kanker leher rahim (11.000 Pendahuluan perempuan. WHO dan Bank Dunia tumbuh di dalam leher rahim/serviks. Kanker merupakan meninggal dunia. Setiap hari di Indonesia. wanita saja. Tjandra Yoga. Kanker Indonesia tahun 2014. juta. disusul kanker leher rahim dengan 16 per 100. 12 juta orang bagian terendah dari rahim yang menempel di seluruh dunia menderita kanker dan 7. total perempuan di dunia yang masyarakat. menurut dalam seminar di Jakarta. Menurut data Kasus kanker di Indonesia terus Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut penelitian di Australia 2007. dr. kanker leher rahim hari kanker serviks merenggut nyawa 600 (serviks). kanker prostat. kejadian ini akan terjadi lebih kanker ini tetap menjadi perhatian dunia cepat di negara miskin dan berkembang sebab angka kematian karena kanker (Depkes RI.3 per 1000 penduduk.7%) setelah yang paling utama (75%) adalah hubungan stroke. kanker hati. Kanker usus besar wanita di dunia. menurut Prof. kanker darah.Rad. di dilaporkan setidaknya ada 85 penderita Indonesia rasio tumor atau kanker adalah kanker serviks dan 40 pasiennya 4. Secara menular yang menjadi masalah kesehatan global. disusul disebabkan faktor genetik dan lingkungan. kanker paru. serviks meningkat tajam. menurut Lingkungan (P2PL) Kementerian Yayasan Kanker. Sp. kesehatan masyarakat. Tjandra Yoga Aditama terkena kanker serviks. No. Setidaknya di dunia ada lebih dari 100 Kanker ini menyerang 50 persen usia 35- jenis kanker.

" kata pengamatan apakah subyek mempunyai ahli kandungan Rumah Sakit Hasan riwayat terpapar faktor penelitian atau Sadikin (RSHS) Prof. dan stadium dini (Rasjidi. Kanker Serviks adalah dengan membandingkan kekerapan penyebab utama kematian perempuan di pajanan faktor risiko tersebut pada dunia. dr. Metode Penelitian Ribuan penderita kanker terutama mulut Penelitian ini bersifat deskriptif rahim dan payudara yang datang ke rumah analitik. umur. terhadap kejadian efek ( kanker serviks ) Bandung. ini. wanita di Rumah Sakit Umum Daerah polusi dan kebiasaan merokok. kemudian dilakukan nya sudah mencapai stadium lanjut.000 kasus baru kanker serviks di Asia Daerah Karawang periode 1 Januari 2013 Tenggara dan 22. juga akan Bandung kebanyakan berasal dari daerah diketahui hubungan antara kedua variabel di kawasan pantai utara Jawa Barat. tersebut dapat dicegah dengan berbagai (Laporan Index Diagnosa Pasien Rumah macam pemeriksaan yang mampu Sakit Umum Daerah Karawang. menarche. kata (bivariat). 1 hasil survey terbaru mengenai penyakit Sedangkan menurut data laporan kanker serviks menunjukkan terdapat index diagnose pasien Rumah Sakit Umum 40. paru dan leukaemia. 2010- mendeteksi adanya kelainan kanker dan 2014). Tingginya angka sebanyak 83 pasien penderita kanker kematian itu menunjukkan masih servik. paritas. 2010 ). pencemaran udara. kurang mengkonsumsi buah dan dengan kejadian kanker serviks pada sayuran.000 penduduk di Indonesia.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol.000 kasus kelompok kasus dengan kelompok kontrol. (ANTARA. kimia. infeksi Human Papilloma Virus (HPV) Berdasarkan uraian di atas." kata status kesehatan) diidentifikasi pada saat Herman. Di Indonesia terjadi 40. kanker kulit (7%) kanker di seluruh dunia saat ini terus naik kanker nasofaring (5%). hal ini dikarenakan setiap variabel sakit atau pusat kesehatan sekitar 70% dalam penelitian. kanker pada leher rahim. penulis hati. No. Padahal penyakit 91 kasus pasien penderita kanker servik. 2010).000 kasus per tahun. kemudian factor resiko diidentifikasi 20 . Dan pada periode 1 Januari s/d 30 kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Desember 2014 ditemukan kasus sebanyak bahaya kanker serviks. baru per tahun. ahli kandungan rumah sakit itu. Pada penelitian ini ingin mengetahui pada bincang-bincang Pencegahan Kanker apakah suatu faktor risiko berpengaruh Serviks di UPT Kesehatan Unpad. yaitu Subyek penelitian dipilih berdasarkan Mayoritas dari daerah pantura Jabar."Rata-rata Rancangan penelitian ini setiap tahun penderita kanker serviks yang menggunakan pendekatan Case Control datang ke RSHS berjumlah 400 orang.000 di antaranya s/d 30 Desember 2013 ditemukan kasus meninggal dunia. 75 % status penyakit. Penyakit kanker tertarik untuk melakukan penelitian disebabkan oleh pola hidup yang tidak tentang faktor-faktor yang berhubungan sehat. air. di seluruh dunia karena jumlah penderita kanker payudara (11%). 5. efek (penyakit atau terjadi 8. Oleh karena itu. "Sedangkan di Jawa Barat Dengan kata lain. sisanya kanker secara simultan. baik variabel independen dalam stadium lanjut (parah) dan 30% (kontrasepsi. Setiap Karawang tahun 2014. Herman Susanto tidak. usia wanita saat menikah ) maupun Pasien kanker serviks yang berobat variabel dependen (kanker serviks) akan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) digambarkan secara univariat. tahun terdapat 100 kasus penderita kanker baru per 100. Penyakit kanker yang serviks bukan hanya masalah nasional banyak dialami penduduk Indonesia saat tetapi sudah menjadi permasalahan wanita ini adalah kanker mulut rahim (17%).

Jadi.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. sudah tersusun dengan sistematis berdasrka Pada penelitian ini yaitu tujuan penelitian. (Notoatmodjo. Daftar cek berisi semua aspek dan kolom ) 21 . 1 ada atau terjadinya pada waktu yang lalu yang direncanakan akan diamati. dokumen pribadi dan dokumen resmi. Kemungkinan nilai OR: Sumber data ini biasanya disebut sebagai 1) OR > 1 : Merupakan factor resiko sumber data dari orang kedua yaitu data 2) OR = 1 : Bukan merupakan faktor yang diperoleh melalui Medical Record di resiko maupun factor pencegah Rumah Sakit Umum Daerah Karawang (seimbang). Uji statistik penelitian ini adalah RSUD Karawang yang dilakukan adalah Chi-Square dengan pada tanggal 21-22 Mei 2015. Analisa Univariat yaitu dengan menampilkan tabel-tabel distribusi Populasi adalah semua kejadian frekuensi untuk melihat gambaran kasus. Populasi dalam penelitian ini variabel yang diteliti. baik variabel adalah seluruh wanita yang didiagnosa dependen maupun variabel independen. bantuan perangkat lunak yaitu Pada penelitian ini data. membandingkan antara kelompok wanita peneliti menggunakn tanda cek (√) untuk yang terkena kanker serviks dengan yang menandai aspek yang sesuai dengan daftar tidak terkena kanker serviks dengan (Sulistyaningsih. 2005). Sumber data Interval (CI) 95%. orang atau keseluruhan atau objek distribusi frekuensi responden menurut yang diteliti. P = Presentasi Sampel dalam penelitian ini adalah f = Frekuensi seluruh jumlah populasi yang ada (sampel n = jumlah frekuensi faktor resiko jenuh) yaitu 182 pasien. 91 pasien sebagai Analisa yang digunakan dalam kasus dan 91 pasien sebagai control penelitian ini adalah bivariat yaiu bertujuan dengan perbandingan 1:1. Selain itu untuk melihat kekuatan data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh hubungan dianalisis melalui perhitungan orang yang melakukan penelitian dari nilai Odds Ratio (OR) pada Confidence sumber yang telah ada.05. tahun 2014. sumber dari arsip. 3) OR < 1 : merupakan factor Alat pengumpulan data dalam pencegah penelitian disebut instrument penelitian Uji kemaknaan didapatkan melalui yaitu suatu alat yang digunakn untuk uji Chi-Square (X2) dua arah tingkat mengukur fenomena alam maupun social kemaknaan 0. No. 2014) variable matching yaitu umur. berupa sumber tertulis yang dibagi atas sumber buku. 5. 2012). menderita kanker dan yang tidak Dengan Rumus : terdiagnosa menderita kanker serviks di P= Rumah Sakit Umum Daerah Karawang Keterangan : tahun 2014 yaitu berjumlah 182 pasien. Dalam pelaksanaannya. jurnal. Dengan rumus dibawah yang diamati (Sulistyaningsih. untuk melihat dua variabel yang diduga Lokasi dan waktu penelitian dalam berhubungan atau berkorelasi.data yang menggunakan program komputer aplikasi diperoleh adalah data sekunder yaitu Suatu statistik. Pada ini : penelitian instrument yang digunakan X2 = ∑ ( 0 – E )2 adalah Check List atau lembar pengamatan yaitu alat yang digunakan peneliti dengan E metode pengamatan pada waktu Dimana : pengumpulan data yaitu peneliti tinggal X2 = kai kuadrat memberika tanda pada tempat yang O = Observasi ( frekuensi teramati dari sel disediakan.

dan tidak ada ditolak.171 kali Expectation (E) kurang dari 5 atau lebih besar dibandingkan dengan wanita kurang dari 20% dari jumlah sel dalam dengan paritas < 3 anak.4%) lebih banyak dibandingkan Dengan ketentuan pembacaan dengan paritas < 3 anak sebanyak 9 orang sebagai berikut: (15. tabel.5%) lebih 91wanita yang menderita kanker serviks banyak dibandingkan dengan wanita yang yang berusia > 35 tahun sebanyak 85 orang menggunakan pil kontrasepsi < 5 tahun (50%) lebih banyak dibandingkan dengan sebanyak 20 orang (27. (65. 5.171 atau kurang dari 20% jumlah sel (4. menggunakan pil kontrasepsi < 5 tahun.05 dan sebuah faktor yang tidak mengidap kanker serviks. Perhitungan Fisher’s Exact Test ≥ 3 anak merupakan factor resiko dipakai bila tabel 2 x 2 dan dijumpai terjadinya kanker serviks yaitu 10. umur dengan kejadian kanker serviks atau Nilai OR didapatkan sebesar Ho gagal ditolak.039) yang berarti secara Nilai OR didapatkan sebesar 1.000 (> α 0. nilai Expectation ( E) kurang dari 5 Nilai OR didapatkan sebesar 10.000 (> α 0.561 –22.000 epidemiologi bahwa wanita yang (0.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. Dari resiko disimpulkan tidak memiliki 91wanita yang menderita kanker serviks hubungan kemaknaan dengan dependen dengan paritas ≥ 3 anak sebanyak 82 orang variabel > dari 0.05. dan seterusnya.733(2. hubungan secara statistik antara paritas 2. 1. 1 E = Expected ( frrekuensi teramati dari Hubungan antara paritas dengan baris dan kolom ) kejadian kanker serviks pada wanita di Sebuah faktor resiko disimpulkan RSUD Karawang Tahun 2014 memiliki hubungan kemaknaan dengan Dari 182 pasien ada 91 wanita yang dependen variabel bila pV (nilai menderita kanker serviks dan 91 wanita probabilitas) ≤ 0.310 –3.733 kali lebih besar pencegah maupun factor resiko terjadinya dibandingkan dengan wanita yang kanker serviks.05) yang berarti ada misalnya 3 x 2.05) yang berarti ada Analisis uji chi square mendapatkan hubungan secara statistik antara nilai P = 1. Hubungan antara penggunaan pil kontrasepsi dengan kejadian kanker Hasil Penelitian serviks pada wanita di RSUD Karawang Analisis Bivariat Tahun 2014 Hubungan antara umur dengan Dari 182 pasien ada 91 wanita yang kejadian kanker serviks pada wanita di menderita kanker serviks dan 91 wanita RSUD Karawang Tahun 2014 yang tidak mengidap kanker serviks.000 (> α 0.8%). Perhitungan continuity Correction dengan kejadian kanker serviks atau Ho dipakai bila tabel 2 x 2.479 –9. wanita yang berusia ≤ 35 tahun sebanyak 6 Analisis uji chi square mendapatkan orang ( 50 %). 22 . Perhitungan pearson Chi-Square Analisis uji chi square mendapatkan dipakai bila tabel lebih dari 2 x 2 nilai P = 0. epidemiologi bahwa wanita dengan paritas 3. nilai P = 0.225) yang berarti secara menggunakan pil kontrasepsi ≥ 5 tahun epidemiologi bahwa wanita yang berumur merupakan factor resiko terjadinya kanker > 35 tahun bukan merupakan factor serviks yaitu 4.8%).05) yang berarti penggunaan pil kontrasepsi dengan tidak ada hubungan secara statistik antara kejadian kanker serviks atau Ho ditolak.678) yang berarti secara dalam tabel. No. 4. Dari tahun sebanyak 71 orang (64. Dari Dari 182 pasien ada 91 wanita yang 91wanita yang menderita kanker serviks menderita kanker serviks dan 91 wanita yang menggunakan pil kontrasepsi ≥ 5 yang tidak mengidap kanker serviks. 3 x 3.

tapi sebagai epidemiologi bahwa wanita yang menikah pegangan beberapa ahlinya menopause pada usia ≤ 20 tahun merupakan factor banyak dialami pada umur 45-55 tahun resiko terjadinya kanker serviks yaitu (Sukaca.579 –5. 91wanita yang menderita kanker serviks Perubahan anatomi ini terjadi pada organ- yang menikah pada usia ≤ 20 tahun organ reproduksi terutama pada bagian sebanyak 80 orang (61.7%) lebih responden dengan kasus gynecologi di banyak dibandingkan dengan wanita yang RSUD Karawang Tahun 2014 .057 –14.000 lebih nilai P = 0. Dari perubahan anatomi dan histology.917 kali lebih besar artinya pasien dengan umur > 35 tahun dibandingkan dengan wanita yang bukan merupakan factor pencegah mapun mengalami menarche pada usia > 9 tahun.05) yang berarti ada untuk melakukan tes pap smear. 2009). Usia saat seorang Nilai OR didapatkan sebesar wanita memasuki menopause masih 6.05) yang berarti ada tinggi dari nilai alpha ( hubungan secara statistik antara   0. kejadian kanker serviks di RSUD Nilai OR didapatkan sebesar Karawang Tahun 2014. factor resiko terjadinya kejadian kanker Hubungan antara usia menikah dengan serviks. sebanyak 170 orang (93.6%).642(3. serviks yaitu 2.7%). 431) yang berarti secara menjadi perdebatan sengit.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol.917(1. yang pada usia > 20 tahun sebanyak 10 orang mungkin karena alasan sederhana bahwa (19. sehingga tidak ada hubungan penggunaan pil kontrasepsi dengan yang bermakna antara umur dengan kejadian kanker serviks atau Ho ditolak.642 kali lebih besar dibandingkan Sedangkan hasil penelitian lain oleh Setyarini (2009) di Poly Obsgyn RSUD Dr 23 . lagi rentan usia 12 bulan. Kanker serviks juga banyak dibandingkan dengan wanita yang menikah menyerang perempuan usia manula. Analisis uji chi square mendapatkan Hasil uji statistik p = 1. merupakan factor resiko terjadinya kanker Hasil analisis diperoleh nilai OR: 1. wanita di RSUD Karawang Tahun 2014 Dari 182 pasien ada 91 wanita yang Pembahasan Penelitian menderita kanker serviks dan 91 wanita Hubungan antara umur dengan yang tidak mengidap kanker serviks. sebagian mengalami menarche pada usia > 9 tahun besar dengan umur ≥ 35 tahun yaitu sebanyak 26 orang (34. 1 Hubungan antara usia menarche dengan wanita yang menikah pada usia > dengan kejadian kanker serviks pada 20 tahun. 6.001 (> α 0. 5.05) .000 (> α 0. 388) yang berarti secara variable umur dijadikan variable matching epidemiologi bahwa wanita yang pada penelitian ini dan variable lain lebih mengalami menarche pada usia ≤ 9 tahun dominan dibandingkan variable umur. No.8%) lebih banyak serviks. Dari kejadian kanker serviks pada wanita di 91wanita yang menderita kanker serviks RSUD Karawang Tahun 2014 yang mengalami menarche pada usia ≤ 9 Hasil analisa data mengenai umur tahun sebanyak 65 orang (60. terjadi yang tidak mengidap kanker serviks. hal ini dikarenakan 2.4%). kejadian kanker serviks pada wanita di Perempuan yang rawan mengidap RSUD Karawang Tahun 2014 kanker serviks adalah mereka yang berusia Dari 182 pasien ada 91 wanita yang >35 – 50 tahun. setelah mengalami menopause banyak dari Analisis uji chi square mendapatkan mereka berfikir bahwa tidak perlu lagi nilai P = 0.000. hal ini diduga karena menderita kanker serviks dan 91 wanita seiring pertambahan usia. Seorang hubungan secara statistik antara perempuan disebut memasuki menopause penggunaan pil kontrasepsi dengan bila yang bersangkutan tidak menstruasi kejadian kanker serviks atau Ho ditolak.

pasien dengan paritas < 3 anak. 2009). Servik. 2009).033.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. memadai. janin akan melewati 125 orang (68. sehingga ada hubungan yang (Antana. 5. Akibatnya banyak mereka yang Hasil analisa data mengenai paritas menderita kanker leher rahim dari responden dengan kasus Gynecologi di kalangan ini datang stadium yang sudah RSUD Karawang Tahun 2014.000 lebih serviks. Servik dengan nilai (p= 0. Hal yang diperoleh dalam penelitian Perempuan yang mempunyai banyak ini dimungkinkan berkaitan dengan anak atau sering melahirkan mempunyai perubahan fisik yang lain seperti faktor resiko terserang kanker serviks lebih perubahan distribusi lemak tubuh yang besar. 2010).5). sebagian lanjut dan tidak bisa disembuhkan lagi. sehingga mereka dapat lebih rutin tidak langsung. Hubungan antara penggunaan pil Menurut Wiknjosastro (1997). dan sebanyak 3 kali (Wijaya. hasil analisis diperoleh nilai OR: anak ≥ 3 untuk dapat memeriksakan diri 10. Pada mereka yang melahirkan ≥ 3 mana pada wanita menopause lemak akan kali ternyata menurut hasil riset angka menumpuk pada pinggul dan perut. Saat ini dikatakan bahwa memeriksakan keadaanya seperti dengan anak mempunyai hubungan yang positif melakukan pemeriksaan pap smear secara dikalangan yang sosial ekonominya kurang rutin. Servik dengan nilai (p= 0.7%). pembuluh darah. organ reproduksinya. kerutan kulit. kadang disertai jerawat.05 diketahui bahwa ada hubungan dan estradiol plasma (Sukaca. 1 Moewardi Surakarta dengan hasil analisis endometriumnya. No.23). Jadi jangankan dana untuk selalu Hubungan antara paritas dengan memeriksakan kesehatan sendiri untuk kejadian kanker serviks pada wanita di kehidupan sehari-hari pun rasanya serba RSUD Karawang Tahun 2014 minim.05) . bermakna antara paritas dengan kejadian Berdasarkan hal tersebut. Hal ini diakibatkan oleh uji statistik melalui uji Chi Square dengan vaskularisasi yang berkurang ataupun α =0. Pada pemeriksaan Hasil penelitian ini memiliki pap smear bisa diketahui adanya perubahan kesamaan dengan penelitian oleh Setyarini pada lapisan vagina akibat perubahan (2009) di Poly Obsgyn RSUD Dr kadar estrogen. mengakibatkan terjadinya komplikasi pada OR= 4. makin kontrasepsi dengan kejadian kanker tinggi paritas ibu maka makin kurang baik 24 . kejadian kanker serviks meningkat Perubahan tekstur kulit. serviks dan menimbulkan trauma pada Hasil uji statistik p = 0.171 artinya pasien dengan paritas ≥ 3 atau mendeteksi secara awal akan anak memiliki peluang sebesar 10 kali timbulnya Ca Servik berkaitan dengan lebih besar untuk mengalami kejadian kondisinya yang memilki resiko terjadinya kanker serviks dibandingkan dengan Ca. dan air Moewardi Surakarta dengan hasil analisis kemih bisa digunakan untuk mengukur uji statistik melalui uji Chi Square dengan kadar estrogen. progesterone serta estron α =0.05 diketahui bahwa ada hubungan perubahan atrofi pada desidua akibat yang bermakna antara usia dengan persalinan yang lampau sehingga dapat kejadian Ca. besar dengan paritas ≥ 3 yaitu sebanyak Pada saat dilahirkan. baik pada ibu dengan usia > 35 tahun Selain hubungan langsung diatas “ mengenai faktor resiko terjadinya kanker banyak Anak “ mempunyai hubungan yang servik. Bila memiliki banyak anak makin rendah dari nilai alpha ( sering pula terjadi trauma pada servik   0. maka kanker serviks di RSUD Karawang Tahun diharapkan para ibu yang telah memiliki 2014.029. diperlukan konseling dan penanganan yang OR= 5. yang bermakna antara paritas dengan Berdasarkan hasil tersebut maka kejadian Ca.

023 pil KB maupun terapi sulih hormon pada Karena nilai p (value) 0.023 < 0. Servik dengan nilai (p= 0.05) .4%). dengan kejadian kanker serviks pada Analisis data oleh international wanita di RSUD Karawang Tahun 2014 agency for research on cancer (IARC) pada Hasil analisa data mengenai usia tahun 2003 menemukan bahwa ada menikah oleh responden dengan kasus peningkatan resiko kanker serviks dengan Gynecologi di RSUD Karawang Tahun penggunaan kontrasepsi oral dan resiko 2014 . menyatakan bahwa dari 8 data hasil studi Hasil uji statistik p = 0. kanker payudara.20 kali lebih besar daripada pasien lainnya yang cendrung lebih aman. OR= rendah dari nilai alpha (   0. 1 serviks pada wanita di RSUD Karawang Hasil penelitian ini memiliki Tahun 2014 kesamaan dengan penelitian oleh Setyarini Hasil analisa data mengenai (2009) di Poly Obsgyn RSUD Dr penggunaan pil kontrasepsi oleh Moewardi Surakarta dengan hasil analisis responden dengan kasus Gynecologi di uji statistic melalui uji Chi Square dengan RSUD Karawang Tahun 2014 . Hasil analisis peningkatan resiko kanker serviks.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol.05 diketahui bahwa ada hubungan besar dengan penggunaan pil yang ≥ 5 yang bermakna antara penggunaan tahun yaitu sebanyak 110 orang (60.023. diperoleh nilai OR: 2. pilkontrasepsi > 5 tahun dengan kejadian Hasil uji statistik p = 0.05) . Laporan dari IARC orang (58. Hal ini diperoleh nilai OR: 4. Hasil analisis tahun. sehingga ada hubungan yang bermakna Fakta menunjukkan bahwa antara penggunaan pil kontrasepsi dengan penggunaan kontrasepsi pil sedikitnya 5 kejadian kanker serviks di RSUD tahun ada hubungannya dengan Karawang Tahun 2014. sehingga ada hubungan yang HPV. yang tidak menggunakan kontrasepsi oral Hubungan antara usia menarche dalam jangkalama > 4 tahun. 0. Dalam jangka berarti menunjukkan bahwa ada hubungan panjang dapat mengurangi resiko kanker antara penggunaan kontrasepsi oral dalam kandungan dan serviks. jangka lama > 4 tahun dengan kejadian Berdasarkan hasil tersebut. 5. Pasien yang menggunakan yang telah menggunakan pil kontrasepsi kontrasepsi oral dalam jangka lama > 4 lebih dari 5 tahun untuk dapat mengganti tahunberisiko untuk terkena kanker leher alat kontrasepsi pil KB dengan alkon rahim 0. sebagian besar dengan usia berkurang ketika obat kontrasepsi oral menarche ≤ 9 tahun yaitu sebanyak 108 dihentikan.001 lebih mengenai efek penggunaan kontrasepsi rendah dari nilai alpha ( oral pada wanita yang positif terhadap   0.733 artinya pasien berhubungan dengan hormon estrogen dengan penggunaan pil kontrasepsi ≥ 5 yang berlebihan dalam tubuh yang dapat tahun memiliki peluang sebesar 4 – 5 kali meningkatkan kemungkinan terjadinya lebih besar untuk mengalami kejadian kanker serviks. Kedua jenis hormon Hasil perhitungan statistik dengan uji tersebut banyak digunakan sebagai bahan chi square diperoleh nilai p (value)= 0. No. Sedangkan hormon kanker serviks dibandingkan dengan progesterone dapat mencegah timbulnya pasien dengan penggunaan pil kontrasepsi kanker serviks.000 lebih Ca. ditemukan peningkatan resiko 4 kali bermakna antara usia menarche dengan lebih besar pada mereka yang kejadian kanker serviks di RSUD menggunakan kontrasepsi oral lebih dari 5 Karawang Tahun 2014. tetapi meningkatkan resiko < 5 tahun.20).05 yang perempuan menepouse. sebagian α =0.8%). maka kanker leher rahim di RSUD Dr Moewardi diperlukan konseling pada ibu khususnya Surakarta.917 artinya pasien yang mengalami menarche pada usia ≤ 9 25 .

rendah dari nilai alpha ( perubahan sel dapat terjadi sehingga   0. penting. Metaplasia skuamosa ini (72%). Pada usia kejadian kanker serviks pada wanita di tersebut kondisi rahim seorang remaja putri RSUD Karawang Tahun 2014 sangat sensitive.000 lebih tetapi di bawah pengaruh karsinogen.20 tahun lebih sering disebabkan karena eksposure hormone terkena kanker serviks (Lussat ). melakukan hubungan seksual pertama. Hasil analisis disebut neoplasia intraepitel serviks diperoleh nilai OR: 6. estrogen dan progesterone yang Umur pertama kali hubungan seksual berkepanjangan yang mempengaruhi merupakan salah satu faktor yang cukup pertumbuhan sel-sel pada serviks. Beberapa sarjana terjadionya kanker serviks. Hal ini koitus pada umur 15. Hasil penelitian ini memiliki sehingga hubungan seksual pertama kesamaan dengan penelitian oleh Setyarini dianggap awal dari mula proses (2009) di Poly Obsgyn RSUD Dr munculnyakanker servik pada wanita Moewardi Surakarta dengan hasil analisis (Yakub . karena terjadinya kanker penutupan estrogen yang berulang-ulang serviks dengan masa laten kanker serviks mempunyai efek rangsangan terhadap memerlukan waktu 30 tahun sejak epitel serviks ( Sukaca.05) . OR= 2. Aziz ( 2002) Wanita menikah di yang bermakna antara usia menarche bawah usia 16 tahun biasanya 10 – 12 kali dengan kejadian Ca. kanker serviks dibandingkan dengan Kawin muda berpengaruh terhadap pasien yang mengalami menarche pada terjadinya kanker serviks. yang terjadi di dalam 2014 . besar untuk mengalami kejadian kanker 26 .20).013. SandraVan Loon di RSHS (1996).7 kali lebih kanker serviks.642 artinya pasien (Cervic Intraepithel Neoplasma = CIN) yang menikah pada usia ≤ 20 tahun yang merupakan fase prainvasif dari memiliki peluang sebesar 6. sebagian besar dengan usia menikah zona transformasi selama periode ≤ 20 tahun yaitu sebanyak 131 orang perkembangan. 1 tahun memiliki peluang sebesar 2-3 kali serviks dibandingkan dengan pasien yang lebih besar untuk mengalami kejadian menikah pada usia > 20 tahun. wanita Menarche dini dan menopause yang penderita KLR kawin pertama kali antara terlambat dapat meningkatkan resiko umur 15 – 19 tahun. Penelitian usia > 9 tahun. Edward α =0. Serviks remaja lebih Hasil analisa data mengenai usia rentan terhadap stimulus karsinogenik menikah oleh responden dengan kasus karena terdapat proses metaplasia Gynecologi di RSUD Karawang Tahun skuamosa yang aktif.05 diketahui bahwa ada hubungan (2001). serviks daripada mereka yang menikah Hubungan antara usia menikah dengan setelah berusia 20 tahun ke atas. Servik dengan nilai lebih besar kemungkinan terjadi kanker (p= 0. 2009). Perubahan yang tidak kejadian kanker serviks di RSUD khas ini menginisiasi suatu proses yang Karawang Tahun 2014. Menarche melihat adanya hubungan erat antara sebelum usia 10 tahun mempunyai resiko kanker serviks dengan kawin muda. kanker serviks 20 % lebih besar dari Wanita yang kawin muda atau pertama kali menarche setelah usia 12 tahun. uji statistic melalui uji Chi Square dengan Menurut Riono (1999 ).Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. No. 5. sehingga ada hubungan yang mengakibatkan suatu zona transformasi bermakna antara usia menikah dengan yang tidak patologik. biasanya merupakan suatu proses fisiologi Hasil uji statistik p = 0.1993 ). Dimana makin muda seorang Menarche yang terlalu awal dan perempuan melakukan hubungan seksual mundurnya menopause akan menyebabkan semakin besar resiko yang harus banyaknya jumlah siklus haid dan ditanggungnya.

Masyarakat. Shadine. Cara Pintar 4. Jakarta: Berdasarkan hal tersebut. Jakarta: kontrol. 2009. 6. Rifdah. Astana. Yogyakarta.5%) responden Renika Cipta yang menikah pada usia ≤ 20 tahun dan 40 13. Junaidi. Lainnya. Bersahabat 18. Yogyakarta. 2009. Sukaca. Maya. Jakarta: EGC 5. Muhartono. 2010. Elex Media Komputindo. Waspadai 4 Kanker Ganas Pembunuh wanita. Muhammad. Bertiani.5%). hasil wanita yang menikah pada usia ≤ 20 10. 3. Genius Printika. diharapkan para tenaga kesehatan dapat 14. W. dan pencegahan kanker. sebanyak berobat di RSUP H. 2010. Cara cerdas dengan kenker panduan mengelola dan menghadapi kanker serviks (leher mengobati kanker serviks dan kanker rahim). Tesis : Faktor-faktor tahun meningkatkan risiko kanker leher yang Mempengaruhi Kejadian Kanker rahim.Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKes Medika Cikarang 2015 – Vol. Sarwono. Jogjakarta: Landscape. ≤ 20 tahun 15. (2009) di RSUD Dr. Wawan. Rasjidi. Laporan index diagnose pasien Rumah dengan hasil penelitian di Poly Obsgyn Sakit Umum Daerah Karawang Tahun RSUD Dr Moewardi Surakarta. Jakarta. dengan 2014. Yogyakarta: Araska. Kanker. Pengobatannya. 2009. kesamaan dengan hasil penelitian Setyarini Jakarta: PT. Setiati. Bahaya Kanker Bagi Wanita & Pria: Pengenalan. Bhuana Ilmu Populer. E. Kanker Organ Resproduksi. diketahui 46 ( Payudara yang disampaikan dalam 71. Notoatmodjo. Penyakit Kanker Serviks dan 32 Jenis Kanker Wanita. 2008. Jakarta. Jakarta: A Plus Books 27 . Moewardi Surakarta 9. 17. Budiarto. Jogyakarta. diketahui 24 (37. (2005) Sedangkan 64 responden pada kelompok Metode Penelitian Kesehatan. No. Makalah Kanker leher rahim yang ditemukan. para wanita tidak menikah pada usia muda Jakarta. yang menikah pada usia > 20 tahun. Smart. Imam. 5. 2010. maka PT. Yogyakarta: Cahaya Rineka Cipta.Grafindo Persada. Aqila. 2008. 19. Ilmu memberikan faktor resiko tersebut kepada Kebidanan. Jakarta: Keen Books. 2010. penanganan. Prawirohardjo. Yayasan Bina Pustaka. Ancaman 2. 2006. Indrawati. Yogyakarta: Cable Untuk Kedokteran dan Kesehatan Book. Arikunto. Sabella. 1. Niaga Swadaya. Mengobati 16. 2009.1%) responden Lampung. 100 Questions & (62. Adam Malik 64 responden pada kelompok kasus kanker 11. Eko (2002) Biostatistika Atas Kanker. 7. 2010. Pembunuh Ganas itu Bernama Kanker Serviks. Amalia. Jakarta: AV Publisher. 2010. Iskandar. Melva. 12. 2009. Kota Metro ≤ 20 tahun dan 18 ( 28. Eni. Answers Kanker Pada Wanita. Ilmu. Hasil penelitian di Poly Obsgyn leher rahim pada penderita yang RSUD Dr Moewardi Surakarta. DAFTAR PUSTAKA Andi Offset. Prosedur Penyakit Kanker: Deteksi dini & Penilaian Suatu Pendekatan Praktek.8%) responden yang menikah pada usia seminar kanker payudara. Delia. 1 Hasil penelitian ini memiliki juga 8. Soekidjo. Suharsimi. payudara. Supriyanto. 2009. 2009. Mahesa. Lena.