KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL
PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
Jln.Jend.Gatot Subroto Kav 51 Lt.6A Telp(021)52961311,Fax.52960456 Jakarta Selatan 12950

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

NOMOR KEP. 181/LATTAS/XII/2013

TENTANG

PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS,

Menimbang : a. bahwa dengan diberlakukannya Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2012
tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia, maka Keputusan Direktur Jenderal
Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor KEP.
164/LATTAS/XI/2009 tentang Pedoman Penyusunan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi sudah tidak
sesuai sehingga perlu disempurnakan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan
Direktur Jenderal tentang Pedoman Penyusunan Modul
Pelatihan Berbasis Kompetensi;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4279);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang
Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);

3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang
Kerangka Kualifikasi Nasionan Indonesia (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Nomor PER.12/MEN/VIII/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2013
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
378);

2

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 338). dan Buku Penilaian sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan Direktur Jenderal ini.). KETIGA : Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan acuan bagi pihak yang terkait dalam penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi. 6. KEDUA : Modul Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU terdiri atas Buku Informasi. KEEMPAT : Dengan ditetapkannya Keputusan Direktur Jenderal ini. Buku Kerja. maka Keputusann Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor KEP. 5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 364. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2013 3 .164/Lattas/XI/2009 tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. KESATU : Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal ini. KELIMA : Keputusan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI.

maka aspek-aspek yang perlu diketahui dan dilakukan oleh peserta pelatihan berkaitan dengan pengetahuan. dan sikap kerja serta ukuran pencapaian kompetensi sesuai dengan standar terdistribusi dalam satu modul. Modul pelatihan merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan. Tujuan dan Sasaran 1. dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program yang mengacu kepada standar kompetensi kerja. keterampilan. Salah satu aspek yang perlu dimodifikasi dan diadaptasikan dengan sistem pelatihan tersebut adalah modul pelatihan. Tujuan Tujuan disusunnya pedoman penyusunan modul PBK adalah untuk dijadikan sebagai acuan bagi pihak yang terkait dalam penyusunan modul PBK sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang dipersyaratkan. 181/LATTAS/XII/2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan paradigma sistem pelatihan dari konvensional kepada Sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training) berimplikasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan. keterampilan. Dengan tersedianya modul di suatu lembaga pelatihan yang berorientasi kepada PBK akan lebih memacu dan mendorong proses penyiapan dan penyediaan tenaga kerja kompeten melalui pelatihan dan siap untuk berkompetisi di pasar kerja. LAMPIRAN I KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. yaitu Buku Informasi. B. Secara substansial dengan ditetapkannya pedoman penyusunan modul PBK. Sasaran Sasaran disusunnya pedoman penyusunan modul PBK adalah tersedianya pedoman penyusunan modul PBK bagi lembaga pelatihan dari setiap sektor atau bidang dalam menyusun modul PBK yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar kerja yang mengacu pada standar kompetensi 4 . 2. Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaannya sebagai referensi bagi peserta pelatihan dan instruktur/pengajar. Modul pelatihan yang berorientasi pada sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) diformulasikan menjadi tiga buku.

persyaratan peserta dan tenaga kepelatihan serta evaluasi dan penetapan kelulusan peserta pelatihan. jangka waktu pelatihan. keterampilan. atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja. badan hukum. 9. 6. baik teori maupun praktik yang berkaitan dengan unit kompetensi yang akan dikerjakan dan sekaligus merupakan media penilaian untuk memantau kemajuan kompetensi peserta dalam proses pembelajaran sebagai penilaian formatif. metode dan sarana pelatihan. Kompetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan. Proses berpikir deduktif adalah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. 5. 7. Pengertian Dalam Keputusan Direktur Jenderal ini yang dimaksud dengan: 1. dan sikap kerja yang berkaitan dengan unit kompetensi yang akan dipelajari. materi pelatihan teori dan praktik. 3. dan buku penilaian. 4. Buku Kerja adalah panduan yang digunakan peserta untuk melakukan pekerjaan. Modul Pelatihan adalah uraian materi pelatihan yang disusun berdasarkan unit kompetensi yang terdiri dari buku informasi. adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Buku Penilaian adalah panduan penilaian yang digunakan oleh pelatih untuk menilai penguasaan teori. 2. keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan. adalah instansi pemerintah. keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.C. 5 . Buku Informasi adalah referensi yang berisi informasi tentang pengetahuan. 8. Program Pelatihan Kerja adalah keseluruhan isi pelatihan yang tersusun secara sistematis dan memuat tentang kompetensi kerja yang akan dicapai. Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disingkat LPK. buku kerja. kemampuan kerja/praktik dan sikap kerja peserta pelatihan pada akhir pelatihan sebagai penilaian sumatif guna menentukan peserta tersebut kompeten atau belum kompeten terhadap unit kompetensi tersebut. yang selanjutnya disingkat SKKNI.

Menyiapkan referensi terkait yang akan dibuat anatara lain. 2. KUK dengan IUK dan materi pelatihan. dengan proses sebagai berikut: a. Penyusunan draft modul PBK Penyusunan draft modul merupakan proses penyusunan dan pengorganisasian materi/substansi pelatihan dari suatu kompetensi menjadi satu kesatuan yang sistematis. 4) Manual book terkait. Penyempurnaan modul PBK Hasil pembahasan draft modul dengan pihak terkait disempurnakan sesuai dengan masukan. b. 2) Regulasi terkait. Menyiapkan SKKNI atau standar kompetensi yang akan dibuat modulnya. b. Memastikan kesesuaian antara elemen kompetensi. 1) Pedoman penyusunan modul. Menelaah standar kompetensi dari judul sampai dengan aspek kritis. A. buku kerja dan buku penilaian) 3. Penyusun Kriteria penyusun harus memiliki kompetensi di bidang penyusunan modul. Tahapan Penyusunan Modul PBK Tahapan penyusunan modul PBK dilakukan melalui 8 (delapan) tahapan yaitu: 1. Verifikasi Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa modul yang disusun telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Mengidentifikasi standar kompetensi dimulai dari judul sampai dengan aspek kritis. Persiapan a. B. d. Hasil telaahan digunakan sebagai acuan untuk menyusun modul . Pembahasan draft modul PBK Pembahasan draft modul merupakan kegiatan penyempurnaan draft modul dengan menerima masukan dari aspek substantif materi pelatihan dan dengan melibatkan stakeholder terkait khususnya industri/pihak pengguna. 3) Buku atau referensi terkait. 5) Website terkait. 4. 5. Menuangkan kedalam format modul (buku informsi. e. saran dan regulasi teknis lainnya. BAB II TATA CARA PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI Penyusunan modul PBK merupakan proses menyusun substansi atau materi pelatihan secara sistematis sehingga siap dipelajari dan dipraktikkan oleh peserta pelatihan untuk mencapai unit kompetensi tertentu. c. 6 .

Sub-subjudul ditulis angka Arab kurung tutup sepert 1) -.) seperti 1. dan kanan 1. Apabila masih ada uraian rincian lagi. e. dst.. 6. b) -. 2. Revisi Modul Revisi modul pelatihan dilakukan karena : a. II. Rincian sub-sub-subjudul ditulis angka Arab dalam kurung seperti (1) -. -. -. Judul Bab ditulis angka Romawi seperti I. Tata Penulisan Modul 1. -. f. Penetapan Modul Pelatihan Penetapan modul PBK dilakukan oleh institusi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan PBK sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Sub-judul ditulis huruf kecil diakhiri tanda baca titik (.  -. Kebutuhan pengguna Prosesnya sebagaimana pada uraian di atas . b. i.29 cm. -.54 cm. C. maka ditulis huruf kecil dalam kurung sepert (a) -.…. misalnya seperti menulis unit kompetensi yang disalin dari SKKNI atau SKK lainnya. Validasi Materi Modul Pelatihan Validasi dilakukan melalui uji coba di lembaga pelatihan untuk mengetahui pencapaian luaran pelatihan dengan standar kompetensi (unit kompetensi) untuk perbaikan/penyempurnaan. 7. ditingkat Prov/Kab/Kota dilakukan oleh kepala bidang yang membidangi pelatihan dan ditingkat Balai/Lembaga Pelatihan oleh Pimpinan/kepala Balai/Lembaga Pelatihan. maka ditulis dengan tanda dash seperti . Apabila masih ada uraian rincian lagi. kecuali ukuran dalam tabel dan gambar disesuaikan dengan ketentuan paling kecil ukuran 8. maka penulisan unit kompetensi tersebut dimasukkan dalam kotak.27 cm.78 cm 4. tidak boleh ada perubahan. dst. ukuran tulisan di cover 20 kecuali ukuran tulisan intansi/lembaga baris pertama 12. (b) -. Catatan : Kecuali sistem penomoran yang ada dalam gambar.. Jenis huruf Tahoma. Ukuran kertas A4 3... maka ditulis dengan bullet seperti  -. d. b. Page set up: atas 2. 7 . dst. Adanya perubahan/revisi standar kompetensi b. skema. Sistem penomoran ditulis sebagai berikut: a. Ditingkat pusat dilakukan oleh Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan.) seperti a. c. Sub-sub-subjudul ditulis huruf kecil kurung tutup sepert a) -. h. Dibuat garis sebagai batas halaman atau page border 5. karena harus ditulis sama dengan aslinya.…. dst. sistem penomorannya tidak harus mengikuti sistem penomoran penulisan modul. 2. Apabila masih ada uraian rincian lagi. dan baris ketiga 12. Dengan demikian. . kiri 2. dst. dst. ukuran huruf 12 untuk uraian materi. Judul uraian materi ditulis angka Arab diakhiri tanda baca titik (. kotak. dst. bawah 1. (2) – g. 2) -. 8. baris kedua 13. dan lain-lain tidak harus mengikuti sistem penomoran tersebut di atas. dst.

Kolom satu berisi: 1) Tulisan “Modul PBK 2) Kategori/golongan pokok/golongan berdasarkan KBLI c. judul uraian materi.. Modul pelatihan berorientasi pada pelatihan berbasis kompetensi (competency based training) yang diformulasikan menjadi tiga buku... Dibuat dua kolom b. Pencantuman gambar/tabel diawali tulisan sebagai judul gambar/tabel dengan ketentuan sebagai berikut: a. dengan. subjudul. yaitu Buku Informasi. 7.. 9. c. 11. Gambar ilustrasi sebagai pelengkap uraian harus jelas dibaca/dilihat. dan sikap kerja kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu bardasarkan program PBK yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 6... Judul gambar/tabel ditulis di atas gambar/tabel b.. Kolom dua berisi: 3) Tulisan ”Kode Modul” 4) Kode unit kompetensi yang sedang ditulis modulnya.” diisi tahun penulisan modul. BAB III SISTEMATIKA PENULISAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI Modul pelatihan merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan. Judul bab ditulis huruf besar semua. Logo instansi/lembaga penyusun modul 2. dsb. PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI 8 . kata sambung (seperti yang. dari .. Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya sebagai referensi media pembelajaran bagi peserta pelatihan..5 10. 8. Kolom dua berisi: 1) Tulisan “Halaman . dari-). 2) Tulisan “Buku Informasi” dan “versi . Isi tulisan dalam footer: a. Jarak baris penulisan uraian materi 1. Tulisan gambar/tabel dan judul gambar/tabel ditulis dua baris..” diisi judul unit kompetensi yang sedang ditulis modulnya. ke-. dan. Isi tulisan dalam header : a. keterampilan. Tulisan: MODUL. SISTEMATIKA PENULISAN MODUL PELATIHAN COVER Berisi: 1. Kolom satu berisi: 1) Tulisan “Judul: .” diisi angka halaman. Dibuat dua kolom b...) dan kata-kata tersebut ditebali atau di-bold. sub-subjudul ditulis huruf besar setiap awal kata kecuali kata depan (seperti di-.

..................................... B..... Judul dan kode unit kompetensi 4............ Judul Pengetahuan KUK 1(judul materi mengambil dari kolom pengetahuan di silabus) 2.................... C... C....... Pengetahuan yang Diperlukan dalam EK 2 1.. B...... Sikap Kerja yang Diperlukan dalam EK 1 1.. Keterampilan yang Diperlukan dalam EK 1 1... tulisan: BUKU INFORMASI 3..... Buku Informasi 2... Tujuan Umum B... Sikap Kerja yang Diperlukan dalam EK 1 1......................3.................. .. Keterampilan yang Diperlukan dalam EK 2 1....... logo instansi/lembaga penyusun modul 2...... Judul Pengetahuan KUK dst.... – (diambil dari kolom sikap kerja di silabus) 2. ........................ Judul dan kode unit kompetensi 4... Judul Pengetahuan KUK dst........ Judul Pengetahuan KUK 1 (judul materi mengambil dari kolom pengetahuan di silabus) 2................ – (diambil dari kolom sikap kerja di silabus) 2. Buku Penilaian SISTEMATIKA PENULISAN BUKU INFORMASI COVER Berisi: 1......... Judul Pengetahuan KUK 2 3............. BAB II ELEMEN KOMPETENSI 2 A.... ......... identitas instansi/lembaga penyusun modul DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A..... – (diambil dari kolom keterampilan di silabus) 2........ Buku Kerja 3.. – (diambil dari kolom keterampilan di silabus) 2.. Judul Pengetahuan KUK 2 (judul materi mengambil dari kolom pengetahuan di silabus) 3...... Pengetahuan yang Diperlukan dalam EK 1 1... 9 . Tulisan identitas instansi/lembaga KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS PELATIHAN LAMPIRAN 1.. Tujuan Khusus BAB II ELEMEN KOMPETENSI 1 A...... ............... Gambar terkait dengan substansi unit kompetensi 5............

.......... Keselamatan dan kesehatan kerja 7......... Tujuan pelatihan 4. Waktu penyelesaian tugas 3..................... materi penilaian teori lebih tepat menggunakan bentuk essay tertutup yang sifatnya untuk menggali kemampuan peserta......... Standar kinerja 8.. Instruksi kerja 9.... tulisan: BUKU KERJA 3............... yaitu media untuk memantau kemajuan kompetensi yang dimiliki peserta latihan dalam proses pembelajaran......... . Nama tugas 2............ Daftar cek unjuk kerja tugas C......... ... Referensi Lainnya 1...... logo instansi/lembaga penyusun modul 2.............. D.........DAFTAR PUSTAKA A........ Dilengkapi dengan Lembar Penilaian Teori (lihat Lampiran II) B.. Daftar Bahan DAFTAR NAMA PENYUSUN SISTEMATIKA PENULISAN BUKU KERJA COVER Berisi: 1................. identitas instansi/lembaga penyusun modul DAFTAR ISI BAB I ELEMEN KOMPETENSI 1 A.... Dasar Perundang-undangan 1....... 2.... ............. Buku Kerja digunakan sebagai media penilaian formatif... 2.. Buku Referensi 1...... Dengan demikian. Daftar Peralatan/Mesin B... Tugas Teori 1... 2... Daftar alat dan bahan yang diperlukan 5..... 2. C.......... Judul dan kode unit kompetensi 4........... .......... Pengamatan Sikap Kerja 10 .... ................. Indikator unjuk kerja 6............. Materi penilaian mengacu pada Buku Informasi dan Indikator Unjuk Kerja 3. ..... .. B... Majalah/Buletin 1..... 2........................... .................. DAFTAR ALAT DAN BAHAN A....... Tugas Praktik Susunan tugas praktik ditulis sebagai berikut: 1.

B.... Metode Penilaian Menuliskan metode penilian yang digunakan dalam Buku Penilian berdasarkan PBK. Lembar Penilaian Praktik 1... Materi penilaian (soal-soal) d. Petunjuk umum c. dst. Instruksi Kerja f.: a. dst. Pengamatan Sikap Kerja . BAB II UNIT KOMPETENSI A.. Penilaian praktik disusun untuk satu unit kompetensi 2.. Lembar Penilaian Teori 1. 2. SISTEMATIKA PENULISAN BUKU PENILAIAN COVER Berisi: 1.. Materi penilaian satu unit kompetensi merupakan penilaian sumatif yang hasilnya digunakan untuk menentukan/menyatakan peserta latih kompeten atau belum kompeten. dst. Tugas Praktik ...... 4.. C. logo instansi/lembaga penyusun modul 2.. Susunan materi penilaian praktik sbb. Tujuan Menuliskan apa tujuannya Buku Penilaian dibuat (digunakan untuk apa) B.. tulisan: BUKU PENILAIAN 3.. Oleh sebab itu. 3.. Materi penilaian dibuat dengan mengikuti kaidah penyusunan materi penilaian... Standar kinerja e.. Indikator unjuk kerja d..BAB II ELEMEN KOMPETENSI 2 A. Daftar alat dan bahan yang diperlukan c. Daftar cek lis aktivitas praktik 11 .: a.. Tugas Teori . Cek lis penilaian teori/pengetahuan. Susunan materi penilaian teori sbb.. Judul dan kode unit kompetensi 4. Waktu penilaian b. Materi penilaian dalam bentuk essay tertutup manakala materi pelatihan tidak bisa lagi dikonstruksi dalam bentuk obyektif. materi penilaian dibuat dengan menggunakan bentuk Obyektif untuk menghindari subyektivitas penilai... Judul materi penilaian b. B..... identitas instansi/lembaga penyusun modul DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2013 12 . Lembar Penilaian Sikap Kerja 1. Format lihat lampiran II BAB IV PENUTUP Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi. Daftar penilaian sikap disusun setiap sikap dalam KUK 2. Dengan ditetapkannya pedoman penyusunan modul ini diharapkan lembaga pelatihan dapat menyusun dan mengembangkan sesuai dengan tuntutan industri dan kebutuhan pasar kerja. C.

BUKU KERJA 3. BUKU PENILAIAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2013 13 . BUKU INFORMASI 2. 181/LATTAS/XII/2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MODUL PELATIHAN: 1. LAMPIRAN II KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.

Related Interests