PENGELOMPOKAN DATA

Data Subjektif Data Objektif

 Pasien mengatakan kencing  Tampak urine bercampur darah dalam
bercampur darah urine bag pasien
 Pasien mengatakan sulit berkemih  Tampak terpasang kateter
 Pasien mengatakan nyeri pada perut  Pasien tampak meringis
bagian bawah  Pengkajian nyeri
 Pasien mengatakan saat berkemih P : Pada saat buang air kecil
sakit Q : Tajam
R : saluran kencing (ureter)
S:4
T : Hilang timbul
 Pemeriksaan TTV :
TD : 130/90 mmHg
N : 90 x/i
P : 18 x/i
S : 36,7oc
 Prosedur invasif : pemasangan kateter

M No.2017 Faktor Resiko : Resiko infeksi  Prosedur invasif : pemasangan kateter . ANALISA DATA Nama pasien : Tn.2017 DS: Agen biologis Nyeri Akut  Pasien mengatakan nyeri pada (spasme perut bagian bawah bladder)  Pasien mengatakan saat berkemih sakit DO:  Pasien tampak meringis  Pengkajian nyeri P : Pada saat buang air kecil Q : Tajam R : saluran kencing (ureter) S:4 T : Hilang timbul  Pemeriksaan TTV : TD : 130/90 mmHg N : 90 x/i P : 18 x/i S : 36. Register : 784096 Umur : 83 th Diagnosa Medis : BPH Ruang Rawat : Lontara 2 BD Alamat : Jl. Saele TANGGAL DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM 03-01-2017 DS : Obstruksi Gangguan eliminasi urine  Pasien mengatakan kencing anatomik bercampur darah  Pasien mengatakan sulit berkemih DO :  Tampak urine bercampur darah dalam urine bag pasien  Tampak terpasang kateter 03-01.7oc 03-01.

Gangguan eliminasi urine b. Nyeri akut b. Resiko infeksi .B.d obstruksi anatomik 2.d Agen biologis (spasme bladder) 3. Diagnosa Keperawatan 1.

. Saele No Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi 1 Gangguan eliminasi urine NOC : NIC : b. INTERVENSI KEPERAWATAN Nama pasien : Tn. Kandung kemih kosong secara 3. Tanda-tanda vital batas normal menyenangkan . menguap. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya dengan kriteria : relaksasi. Register : 784096 Umur : 83 Tahun Diagnosa Medis : BPH Ruang : Lontara 2 BD Alamat : Jl.M No. diharapkan nyeri berkurang 2. Anjurkan pasien atau keluarga pasien untuk penuh merekam output urine 2 Nyeri akut b. pola berkemih 3x8 jam. Dorong pasien untuk terlibat dalam perubahan keperawatan kepada Pasien selama posisi 3x8 jam. diharapkan gangguan 2. Merangsang refleks kandung kemih dengan eliminasi berkurang dengan kriteria : menerapkan kompres dingin pada bagian supra .d Agen biologis NOC: NIC: (spasme bladder) Setelah diberikan tindakan 1. atau bayangan yang . misalnya bernafas dalam. Nyeri terkontrol pernafasan perut.d obstruksi anatomik Setelah diberikan tindakan 1. Tidak ada spasme bladder pubik . Lakukan penilaian kemih yang komprehensif keperawatan kepada pasien selama pada output urine.

Spooling kateter . Monitor tanda-tanda infeksi normal 6. Jaga kebersihan tangan sebelum. Hematokrit tidak terganggu klien . Monitor tanda-tanda vital 3 Resiko infeksi NOC : NIC : Setelah diberikan tindakan 1. Nyeri perut tidak ada 4. . diharapkan mampu sudah dirancang mengurangi resiko infeksi dengan 3. Tidak menunjukkan resiko infeksi 4. selama dan hasil yang yang di harapkan: setelah pemasangan serta manipulasi kateter . Tempatkan pasien dalam posisi terapeutik yang 3x8 jam. Nafsu makan tidak terganggu 3. Monitor tanda-tanda vital . Kaji ulang riwayat kesehatan masa lalu keperawatan kepada Pasien selama 2. Tanda-tanda vital dalam batas 5. Tunjukkan dan praktikkan tehnik relaksasi pada .

M No. pola berkemih 2. Menganjurkan pasien atau keluarga pasien untuk merekam eliminasi urine belum teratasi output urine P : Pertahankan intervensi : 1. Melakukan penilaian kemih yang komprehensif pada S : pasien mengatakan sulit output urine. Saele No Tanggal Implementasi Evaluasi Dx 1 04-01-2017 1. Mendapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Melakukan penilaian kemih yang komprehensif pada output urine. atau O : bayangan yang menyenangkan . menguap. Menunjukkan dan praktikkan tehnik relaksasi pada klien . Merangsang refleks kandung kemih dengan menerapkan kompres dingin pada bagian supra pubik 3.Pasien masih tampak meringis 3.Pengkajian Skala nyeri . pola berkemih berkemih 2. pada bagian bawah misalnya bernafas dalam. pernafasan perut. Menganjurkan pasien atau keluarga pasien untuk merekam output urine 2 04-01-2017 1. Register : 784096 Umur : 83 Tahun Diagnosa Medis : BPH Ruang : Lontara 2 BD Alamat : Jl. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Nama pasien : Tn. Merangsang refleks kandung kemih dengan menerapkan O: tampak terpasang kateter kompres dingin pada bagian supra pubik A : Masalah keperawatan gangguan 3. Mendorong pasien untuk terlibat dalam perubahan posisi S: Pasien mengatakan nyeri perut 2.

atau bayangan yang menyenangkan 4. gatal. A: Masalah keperwatan resiko kemerahan dan pembengkakan infeksi belum teratasi .1oc Hasil : tidak ada tanda-tanda infeksi seperti panas. 4. Monitor tanda-tanda vital 3 04-01-2017 1. Mengkaji ulang riwayat kesehatan masa lalu S : Pasien mengatakan tidak ada 2. Jaga kebersihan tangan sebelum. Menempatkan pasien dalam posisi terapeutik yang sudah gatal dan tidak panas dirancang O: Tanda-tanda vital : 3. menguap. Dorong pasien untuk terlibat dalam perubahan posisi 2. misalnya bernafas dalam.1oc T : Hilang timbul A: Masalah keperawatan nyeri akut belum teratasi P : Pertahankan intervensi 1. Memonitor tanda-tanda infeksi S : 36. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Spooling kateter P : 18 x/i 5. selama dan setelah TD : 150/60 mmHg pemasangan serta manipulasi kateter N : 60 x/i 4. pernafasan perut. Memonitor tanda-tanda vital P : Saat buang air kecil TD : 150/60 mmHg Q : Tajam N : 60 x/i R : Saluran kencing (ureter) P : 18 x/i S:4 S : 36.

1oc manipulasi kateter 4.6. Monitor tanda-tanda infeksi 6. Monitor tanda-tanda vital . Jaga kebersihan tangan N : 60 x/i sebelum. Spooling kateter 5. Memonitor tanda-tanda vital P: Pertahankan intervensi TD : 150/60 mmHg 3. selama dan P : 18 x/i setelah pemasangan serta S : 36.

Related Interests