1.

Anatomi Membran tympani dihubungkan dengan perforasi pada otitis media
Jawab :
Membran Tympani
Membran timpani berkembang pada wilayah antara ectodermal meatal plug dan
resesus tubotimpanik endodermis. Pertemuan tersebut bersifat oblik sehingga membran
timpani terletak miring 45o-55o terhadap sumbu liang telinga luar. Sedangkan pada bayi,
kemiringan membran timpani sekitar 30o.

Pars flaksida merupakan bagian atas yang bersifat lentur; dan pars tensa yang
merupakan bagian bawah membentuk sebagian besar membran timpani. Pars tensa
merupakan struktur yang kaku dan berbentuk konkaf. Bagian yang paling cekung terletak di
inferior manubrium maleus (umbo). Membran ini memiliki bentuk elips, diameter terpanjang
mulai dari bagian posterosuperior menuju anteroinferior yaitu sepanjang 9-10 mm, sementara
diameter terpendek 8-9 mm.
Vaskularisasi Membran Timpani
Vaskularisasi membran timpani penting dipahami untuk perlakuan yang benar
terhadap kulit liang telinga yang dilewati oleh pembuluh darah yang mendarahi membran
timpani. Arteri yang menyuplai membran timpani terutama berasal dari cabang aurikuler a.
maksilaris interna yang bercabang-cabang di bawah lapisan kulit, dari cabang ramus

karotis eksterna dengan a.stilomastoid a. Arteri timpani anterior merupakan cabang a. Perforasi pada Otitis Media Stadium perforasi ditandai oleh ruptur membran timpani sehingga sekret berupa nanah yang jumlahnya banyak akan mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. yang ikut berperan menghubungkan a. maksilaris di belakang artikulasio temporomandibuler masuk ke telinga tengah melalui fisura petrotimpani yang menyuplai bagian anterior kavum timpani dan mukosa membran timpani. maksilaris bersama dengan a. karotis interna. profunda bermuara sebagian ke sinus tranversus. Arteri timpani anterior membentuk sirkulus vaskuler di sekeliling membran timpani dan beranastomosis dengan cabang karotikotimpanik dari karotis interna. aurikularis posterior dan dari cabang timpanika a. Arteri aurikularis profunda sering muncul dari a. maksilaris interna yang menyuplai bagian mukosa. Vena-vena yang letaknya supefisial bermuara ke v. jugularis eksterna sedangkan v. profunda bermuara ke v. kemudian ke atas di dalam kelenjar parotis di belakang sendi temporomandibuler dan menembus tulang rawan atau tulang dinding liang telinga untuk menyuplai bagian kutikular permukaan luar membran timpani. aurikularis anterior. vena-vena duramater. Kadang- . dan sebagian lagi ke pleksus venosus yang terletak sekitar tuba Eustachius. jugularis eksterna sedangkan v.

Bisa antero-inferior. Sedangkan di seluruh tepi perforasi masih ada membran timpani. kadang-kadang sub total.  Perforasi marginal: sebagian dari tepi perforasi langsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikum. dan postero-superior. Jenis jenis perforasi MT dan ukuran Klasifikasi perforasi MT  Perforasi sentral : perforasi terdapat di pars tensa (tengah) membran timpani. Referensi lain menuliskan perforasi marginal merupakan perforasi pada pinggir membran timpani dengan adanya erosi dari anulus fibrosus.  Perforasi atik : perforasi yang terletak di pars flasida. Setelah nanah keluar. Jika kedua keadaan tersebut tetap berlangsung selama lebih 1.kadang pengeluaran sekret bersifat pulsasi (berdenyut). anak berubah menjadi lebih tenang. Stadium ini sering disebabkan oleh terlambatnya pemberian antibiotik dan tingginya virulensi kuman. . postero-inferior. Jika membran timpani tetap perforasi dan pengeluaran sekret (nanah) tetap berlangsung selama lebih 3 minggu maka keadaan ini disebut otitis media supuratif subakut. 2.5-2 bulan maka keadaan itu disebut otitis media supuratif kronik (OMSK). suhu menurun dan bisa tidur nyenyak.

Kenapa bisa sekret liat telinga bisa mukopurulen Jawab Sekret bersifat purulen ( kental. Pada OMSK tipe jinak.3. Sekret yang mukus dihasilkan oleh aktivitas kelenjar sekretorik telinga tengah dan mastoid. cairan yang keluar mukopus yang tidak berbau busuk yang sering kali sebagai reaksi iritasi mukosa telinga tengah oleh perforasi membran timpani dan infeksi. Keluarnya sekret biasanya hilang timbul. Meningkatnya jumlah sekret dapat . putih) atau mukoid ( seperti air dan encer) tergantung stadium peradangan.

Sekret yang bercampur darah berhubungan dengan adanya jaringan granulasi dan polip telinga dan merupakan tanda adanya kolesteatom yang mendasarinya. Pada OMSK stadium inaktif tidak dijumpai adannya sekret telinga.disebabkan infeksi saluran nafas atas atau kontaminasi dari liang telinga luar setelah mandi atau berenang. berwarna kuning abu-abu kotor memberi kesan kolesteatoma dan produk degenerasinya. perbedaan tipe benign dan maligna. Hipotesis ini menyatakan bahwa terjadinya otitis media nekrotikans. Beberapa penulis menyatakan keadaan ini sebagai keadaan inaktif dari otitis media kronis. Suatu teori tentang patogenesis dikemukan dalam buku modern yang umumnya telah diterima sebagai fakta. . berwarna putih. tatapi dalam hal ini merupakan stadium kronis dari otitis media akut (OMA) dengan perforasi yang sudah terbentuk diikuti dengan keluarnya sekret yang terus menerus. Sekret yang sangat bau. Dapat terlihat keping-keping kecil. 4. Jelaskan patofisiologi OMSK . Perforasi sekunder pada OMA dapat terjadi kronis tanpa kejadian infeksi pada telinga tengah misal perforasi kering. Suatu sekret yang encer berair tanpa nyeri mengarah kemungkinan tuberkulosis. Pada OMSK tipe ganas unsur mukoid dan sekret telinga tengah berkurang atau hilang karena rusaknya lapisan mukosa secara luas. mengkilap. Jawab Patofisiologi OMSK Patogensis OMSK belum diketahui secara lengkap. serta terapinya.

Setelah penyakit akut berlalu. 2. gendang telinga tetap berlubang. . Penulis (DFA) hanya menemukan kurang dari selusin kasus dalam 25 tahun terakhir. antara lain : 1. memberi gambaran otitis atelektasis. melainkan lebih sering berlangsung tanpa gejala dan bertambah secara bertahap. Otitis media nekrotikans sangat jarang ditemukan sejak digunakannya antibiotik. sampai diperlukan pertolongan beberapa tahun kemudian setelah pasien menyadari adanya masalah.terutama pada masa anak-anak. kejadian penyakit telinga kronis tidak berkurang dalam periode tersebut. menimbulkan perforasi yang besar pada gendang telinga. Pembentukan jaringan parut jarang terjadi. atau sembuh dengan membran yang atrofi yang kemudian dapat kolaps kedalam telinga tengah. Pasien dengan penyakit telinga kronis tidak mempunyai riwayat otitis akut pada permulaannya. 3. Anak-anak tidak dibawa berobat sampai terjadi gangguan pendengaran yang ditemukan pada pemeriksaan berkala disekolah atau merasa terganggu karena sekret yang selalu keluar dari telinga. Hipotesis ini mengabaikan beberapa kenyataan yang menimbulkan keraguan atas kebenarannya. Dipihak lain. Hampir seluruh kasus otitis media akut sembuh dengan perbaikan lengkap membran timpani. biasanya ditandai oleh penebalan dan bukannya atrofi.

OMSK Benigna Aktif Prinsip pengobatan OMSK adalah : 1. air jangan masuk ke telinga sewaktu mandi. Perbedaan OMSK Benigna dengan Maligna OMSK Benigna OMSK Maligna Proses peradangan terbatas pada mukosa Proses peradangan tidak terbatas pada mukosa Proses peradangan tidak mengenai tulang Proses peradangan mengenai tulang Perforasi membrane timpani tipe sentral Perforasi membrane timpani paling sering tipe marginal dan atik. Kadang. Pemberian antibiotika : . Pembersihan liang telinga dan kavum timpan ( toilet telinga) tujuan toilet telinga adalah membuat lingkungan yang tidak sesuai untuk perkembangan mikroorganisme. dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas.timpanoplasti) untuk mencegah infeksi berulang serta gangguan pendengaran.Tabel.kadang tipe sub total (sentral) dengan kolesteatoma Jarang terjadi komplikasi yang berbahaya Sering terjadi komplikasi yang berbahaya Kolesteatoma tidak ada Kolesteatoma ada Tatalaksana OMSK Benigna Tenang Keadaan ini tidak memerlukan pengobatan. dan dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga. karena .topikal antibiotik ( antimikroba) . 2. Bila fasilitas memungkinkan sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi (miringoplasti. Membersihkan liang telinga dan kavum timpani.sistemik.

sekret telinga merupakan media yang baik bagi perkembangan mikroorganisme ( Fairbank. Kemudian dilakukan pengangkatan mukosa yang berproliferasi dan polipoid sehingga sumber infeksi dapat dihilangkan. Pada orang dewasa yang koperatif cara ini dilakukan tanpa anastesi tetapi pada anakanak diperlukan anastesi. Cara ini sebaiknya dilakukan diklinik atau dapat juga dilakukan oleh anggota keluarga. Telinga disemprot dengan cairan untuk membuang debris dan nanah. 2. 3. 1981). Pemberian serbuk antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan reaksi sensitifitas pada kulit. Toilet telinga secara kering ( dry mopping). Telinga dibersihkan dengan kapas lidi steril. Toilet telinga secara basah ( syringing). Pencucian . kemudian dengan kapas lidi steril dan diberi serbuk antibiotik. Pembersihan dengan suction pada nanah. setelah dibersihkan dapat di beri antibiotik berbentuk serbuk. misalnya asam boric dengan Iodine. Akibatnya terjadi drainase yang baik dan resorbsi mukosa. Cara pembersihan liang telinga ( toilet telinga) : 1. tetapi dapat mengakibatkan penyebaran infeksi ke bagian lain dan kemastoid ( Beasles. Toilet telinga dengan pengisapan ( suction toilet). Meskipun cara ini sangat efektif untuk membersihkan telinga tengah. dengan bantuan mikroskopis operasi adalah metode yang paling populer saat ini. 1979). Dalam hal ini dapat diganti dengan serbuk antiseptik. Pembersihan liang telinga dapat dilakukan setiap hari sampai telinga kering.

adalah tidak efektif. Pemberian antibiotik secara topikal pada telinga dan sekret yang banyak tanpa dibersihkan dulu. Djaafar dan Gitowirjono menggunakan antibiotik topikal sesudah irigasi sekret profus dengan hasil cukup memuaskan. Mengingat pemberian obat topikal dimaksudkan agar masuk sampai telinga tengah. Acidum boricum dengan atau tanpa iodine . Dianjurkan irigasi dengan garam faal agar lingkungan bersifat asam dan merupakan media yang buruk untuk tumbuhnya kuman. bahwa tempat infeksi pada OMSK sulit dicapai oleh antibiotika topikal. Obat-obatan topikal dapat berupa bubuk atau tetes telinga yang biasanya dipakai setelah telinga dibersihkan dahulu. Bila sekret berkurang/tidak progresif lagi diberikan obat tetes yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid. Bubuk telinga yang digunakan seperti : a. maka tidak dianjurkan antibiotik yang ototoksik misalnya neomisin dan lamanya tidak lebih dari 1 minggu. kecuali kasus dengan jaringan patologis yang menetap pada telinga tengah dan kavum mastoid. Selain itu dikatakannya. Cara pemilihan antibiotik yang paling baik dengan berdasarkan kultur kuman penyebab dan uji resistesni. Pemberian antibiotik topikal memiliki perbedaan pendapat mengenai manfaat penggunaan antibiotik topikal untuk OMSK. telinga dengan H2O2 3% akan mencapai sasarannya bila dilakukan dengan “ displacement methode” seperti yang dianjurkan oleh Mawson dan Ludmann.

Kloramfenikol tetes telinga tersedia dalam acid carrier dan telinga akan sakit bila diteteskan. Asidum borikum 2. 1984). b. Gentamisin dan Framisetin sulfat aktif melawan basil gram negatif dan gentamisin kerjanya “ sedang” dalam melawan Streptokokus. Polimiksin efektif melawan Pseudomonas aeruginosa dan beberapa gram negatif tetapi tidak efektif melawan organisme gram positif (Fairbanks. Kloramfenikol aktif melawan basil gram positif dan gram negatif kecuali Pseudomonas aeruginosa. tetapi juga efektif melawan kuman anaerob. Biasanya tetes telinga mengandung kombinasi neomisin. yang akan menyebabkan ototoksik. fragilis ( Fairbanks. polimiksin dan hidrokortison. baik pada anak maupun dewasa. Neomisin dapat melawan kuman Proteus dan Stafilokokus aureus tetapi tidak aktif melawan gram negatif anaerob dan mempunyai kerja yang terbatas melawan Pseudomonas karena meningkatnya resistensi. Terramycin. Seperti aminoglokosida yang lain. Antibiotika topikal yang dapat dipakai pada otitis media kronik adalah : . Pemakaian jangka panjang lama obat tetes telinga yang mengandung aminoglikosida akan merusak foramen rotundum. c.5 gram dicampur dengan khloromicetin 250 mg Pengobatan antibiotik topikal dapat digunakan secara luas untuk OMSK aktif yang dikombinasi dengan pembersihan telinga. khususnya B. 1984). bila sensitif dengan obat ini dapat digunakan sulfanilaid-steroid tetes mata. Tidak ada satu pun aminoglikosida yang efektif melawan kuman anaerob.

tetapi resisten terhadap gram positif. Dalam pengunaan antimikroba. daya penetrasi antimikroba di masing jaringan tubuh. koagulase positif. Koli. Proteus sp. Enterobakter. fragilis Toksik terhadap ginjal dan susunan saraf. 92% Pemberian antibiotik sistemik Pemilihan antibiotik sistemik untuk OMSK juga sebaiknya berdasarkan kultur kuman penyebab. 1. 90% Klebsiella. E. Proteus. Koli Klebeilla. 100%. Toksik terhadap ginjal dan telinga. koagulase positif. Bila terjadi kegagalan pengobatan . 96% Proteus sp. kadar hambat minimal terhadap masing-masing kuman penyebab. sedikitnya perlu diketahui daya bunuhnya terhadap masing-masing jenis kuman penyebab. 2. Pseudomonas. . Resisten pada semua anaerob dan Pseudomonas. Kloramfenikol Obat ini bersifat bakterisid terhadap : Stafilokokus. Proteus mirabilis. toksisitas obat terhadap kondisi tubuhnya . 99%Stafilokokus. dengan melihat konsentrasi obat dan daya bunuhnya terhadap mikroba. 95% Stafilokokus group A. misalnya : Stafilokokus aureus. perlu diperhatikan faktor penyebab kegagalan yang ada pada penderita tersebut. Neomisin Obat bakterisid pada kuma gram positif dan negatif. antimikroba dapat dibagi menjadi 2 golongan. B. 3. Polimiksin B atau polimiksin E Obat ini bersifat bakterisid terhadap kuman gram negatif. 60%. Pemberian antibiotika tidak lebih dari 1 minggu dan harus disertai pembersihan sekret profus.

Mastoidektomi radikal . maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum kemudian dilakukan mastoidektomi. Mastoidektomi sederhana ( simple mastoidectomy) 2. baik tipe benigna atau maligna. Bila terdapat abses subperiosteal. Makin tinggi kadar obat. misalnya golongan beta lactam OMSK Maligna Pengobatan yang tepat untuk OMSK maligna adalah operasi. Golongan kedua adalah antimikroba yang pada konsentrasi tertentu daya bunuhnya paling baik. Peninggian dosis tidak menambah daya bunuh antimikroba golongan ini. Pengobatan konservatif dengan medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. makin banyak kuman terbunuh. antara lain : 1. Ada beberapa jenis pembedahan atau tehnik operasi yang dapat dilakukan pada OMSK dengan mastoiditis kronis. misalnya golongan aminoglikosida dengan kuinolon. Golongan pertama daya bunuhnya tergantung kadarnya.

Timpanoplasti 6. 5. mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi 4. memperbaiki membran timpani yang perforasi. serta memperbaiki pendengaran. Miringoplasti 5. 3. . Apabila terbentuk terus dapat menumpuk sehingga menyebabkan kolesteatom bertambah besar. Kolesteatoma dapat terjadi di kavum timpani dan atau mastoid. Deskuamasi tersebut dapat berasal dari kanalis auditoris externus atau membrana timpani. Pendekatan ganda timpanoplasti ( Combined approach tympanoplasty) Tujuan operasi adalah menghentikan infeksi secara permanen. Apa yg dimaksud kolesteatoma Jawab Kolesteatoma merupakan suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin).

2. Kolesteatoma dapat dibagi menjadi dua jenis: 1. Kolesteatom kongenital. Kolesteatoma akuisital. kolestetoma timbul akibat terjadi proses invaginasi dari membrana timpani pars plasida karena adanya tekanan negatif ditelinga tengah akibat gangguan tuba (teori invaginasi). Kolesteatoma biasanya terjadi karena tuba eustachian yang tidak berfungsi dengan baik karena terdapatnya infeksi pada telinga tengah. a. yang terbentuk pada masa embrionik dan ditemukan pada telinga dengan membrana timpani utuh tanpa tanda-tanda infeksi. Kolestetoma akuisital primer. Lokasi kolesteatoma biasanya di kavum timpani. migrasi epitel membran timpani melalui kantong yang mengalami retraksi ini sehingga terjadi akumulasi keratin. Kantong tersebut menjadi kolesteatoma. Saat tuba eustachian tidak berfungsi dengan baik udara pada telinga tengah diserap oleh tubuh dan menyebabkan di telinga tengah sebagian terjadi hampa udara. kolestetoma yang terbentuk tanpa didahului oleh perforasi membrana timpani. daerah petrosus mastoid atau di cerebellopontin angle 4 . Keadaan ini menyebabkan pars plasida di atas colum maleus membentuk kantong retraksi. Kolestetoma akuisital sekunder. kolestetoma terbentuk akibat dari masuknya epitel kulit dari liang telinga atau dari pinggir perforasi membrana timpani ke . b. kolestetoma terbentuk setelah adanya perforasi membrana timpani. yang terbentuk setelah anak lahir .

Terapi pembedahan. Perasaan penuh. Terapi awal. Kantong kolesteatoma dapat membesar sehingga dapat menyebabkan perasaan penuh atau tekanan dalam telinga. dengan akibatnya hilangnya tulang mastoid. dan pembungkus tulang saraf fasialis. Pasien mengeluh nyeri tumpul dan otore intermitten akibat erosi tulang dan infeksi sekuder. antibiotika dan tetes telinga. Tujuan kedua adanya . Pendengaran berkurang. bersamaan dengan kehilangan pendengaran. Perasaan sakit dibelakang atau didalam telinga dapat dirasakan terutama pada malam hari sehingga dapat menyebabkan tidak nyaman pada pasien. Terapi awal terdiri atas pembersihan telinga. Nyeri. Kolestoma merupakan penyakit bedah. Terapi bertujuan untuk menghentikan drainase pada telinga dengan mengendalikan infeksi. Tatalaksana dari Koleasteatoma . Pusing. Gejala klinis yang dapat ditimbulkan antara lain . Pada kantong dengan retraksi yang awal dapat dipasang timpanostomi. Kolesteatoma dapat tetap asimtomatik dan mencapai ukuran yang cukup besar sebelum terinfeksi atau menimbulkan gangguan pendengaran. Tujuan utama pembedahan adalah menghilangkan kolesteatoma secara total. osikula. Perasaan pusing atau kelemahan otot dapat terjadi di salah satu sisi wajah (sisi telinga yang terinfeksi). telinga tengah (teori immigrasi) atau terjadi akibat metaplasi mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi yang berlangsung lama (teori metaplasia).

Tersedia sebagai obat bebas untuk penggunaan topikal. Tujuan ketiga adalah memeliharan sebisa mungkin penampilan anatomi normal. dan memar. Namun. 2002) . pembengkakan . Dekongestan terdiri atas 2 yaitu . ruam yang disebabkan oleh poison ivy dan poison sumac. termasuk otomycosis (infeksi jamur jamur). 6. Fungsi tampon burowi Jawab Larutan Burow adalah larutan yang mengandung aluminium triasetat . alergi. Fenilefrin HCl. Contoh dekongestan dalam obat flu antara lain: Efedrin. Selain itu juga dapat mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan melegakan pernafasan. penggunaannya utamanya adalah untuk pengobatan otitis (infeksi telinga). Farmakokinetik dan farmakodinamik dekongestan. Jawab Dekongestan merupakan agen simpatomimetik yang bertindak pada reseptor dalam mukosa nasal yang menyebabkan pembuluh darah mengecil.mengembalikan atau memelihara fungsi pendengaran. Tampon burowi besifat sebagai zat dan antibakteri dan dapat digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi kulit. Dekongestan apabila dikombinasikan dengan antihistamin sangat efektif melegakan tanda- tanda rinitis terutama bila hidung sumbat. termasuk gigitan serangga dan sengatan. Pseudoefedrin HCl (Tjay dan Rahardja. 7. dekongestan sistemik dan dekongestan sistemik (agen adrenergic-alfa). Epinefrin.

Pseudoefedrin selain diperoleh dari tanaman efedra (Ma Huang. Efedrin adalah alkaloid yang diperoleh dari tumbuhan efedra. Farmakodinamik dari efedrin sama seperti amfetamin (tetapi efek sentralnya lebih lemah) atau mirip seperti epinefrin. tetapi efeknya lebih lemah dan berlangsung lama. Pseudoefdrin HCl merupakan suatu simpatomimetik yang memiliki khasiat bronchial dan nasal dekongesti sehingga melegakan saluran pernafasan melalui cara vasokonstriksi dan menghilangkan pembengkakan mukosa hidung serta merelaksasi otot polos bronkus . Pseudoefedrin (PSE) adalah bentuk distereomer dari efedrin yang biasanya digunakan sebagai dekongestan. sama dengan efedrin). efedrin dapat diberikan peroral. Di bandingkan dengan epinefrin. efek sentralnya lebih kuat dan untuk terapi diperlukan efek yang lebih besar dari dosis epinefrin. masa kerjanya jauh lebih lama. Seperti epinefrin. efedrin menimbulkan bronkodilatasi. secara industri diperoleh dari hasil fermentasi dektrosa dengan benzaldehid.

Ed. Kelainan telinga tengah. Jakarta: FKUI.medscape. . 63-73 3.com/article/994656-overview]. Edisi kelima. h. 2001. Edisi kelima. 2001. Otitis Media. Jakarta: FKUI. Dalam: Soepardi EA.Daftar Pustaka 1. Komplikasi otitis media supuratif kronis dan mastoiditis. Available [http://emedicine. Di akses tanggal 11 Juli 2017. Iskandar N. Waseem Muhammad. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. Djaafar ZA. Ed. Helmi. h. Dalam: Soepardi EA. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. 49-62 2. Iskandar N.

Related Interests