MAKALAH PAK ANAK

PERKEMBANGAN ANAK USIA 6 - 8 TAHUN

Oleh : Kelompok III
Nama : Maria Lendu
Melkiana A. Amtiran
Rance E. Malaituka
Noviani Sodakh
Esrim Haning
Opa Yosti Tefu
Desri ledo

Diserahkan :
Kepada : Ireni I. Pelokila, M. PD. K
Sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah PAK Anak

SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN NEGERI
KUPANG
(STAKN)
2013

Kupang. Dalam meyelesaikan makalah ini kami telah berusaha untuk mencapai hasil yang maksimum. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu. tetapi dengan keterbatasan wawasan pengetahuan.Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Desember 2013 Penulis . pengalaman dan kemampuan yang kami miliki. kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan sempurnanya makalah ini sehingga dapat bermanfaat bagi para pembaca. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Perkembangan dan penerapan Anak usia 6-8 tahun”.

. . . . . . . . .. .. .. . .. Tujuan Penulisan . .... ii BAB I : PENDAHULUAN A.. .. .... .. .. .. .. .3 B. .. .. .. . . .... . . .. .. . . .. . . ... Latar Belakang Masalah . . . . . . . ...1 B.... . . ... . .. . . . . .. . .. . .. . . . i DAFTAR IS . .. . . . . .. . .. . . . .. . .. .. . .. . . . .. Saran . . . .. .. ... . . . .. ... . . . DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . . .. ... ..... .. .. . . . . . .. .. .. . . .. . .. . ... ... . . . .. . . . .. . . . . .. 8 BAB III : PENUTUP A. . . . .. . 2 C.. . . .. . .. .. .. . . . . 11 B. . . . . .. . . . . ... . . . ... . . .. . Hakikat Perkembangan Anak Usia dini . .. . . . . . ... .. ... . Menggunakan Microsoft Excel Dengan Benar C. . .. .. . .. . . . . . 13 . . .... . . Rumusan Masalah . . .. . . . ..... . .. Kesimpulan . . . ... .. . ..... .. . . . . .. .. . . . . ..... . . ... . .. . .. . . . . . . 12 DAFTAR PUSTAKA . .2 BAB II : PEMBAHASAN A.. ..

makalah ini dibuat untuk mencoba memaparkan konsep perkembangan anak usia 6 – 8 tahun yang akan menjadi salah satu referensi dalam memahami konsep perkembangan tersebut. Masa usia dini adalah masa periode emas (golden age) sebab ini adalah masa perkembangan untuk seorang anak didalam proses pendidikan dan disini anak perlu dibimbing dan di asah potensinya dengan berbagai kegiatan pendidikan tentunya tidak terlepas dari perananan orangtua juga. BAB I PENDAHULUAN A. . Salah satu periode yang menjadi masa usia dini adalah periode keemasan. tetapi alangkah baiknya si anak juga harus dilibatkan dalam kegiatan agamawi dini(sekolah minggu) agar anak tidak hanya mengenal pendidikan duniawi tetapi dia juga bisa mengenal lebih dalam tentang agama yang dia anut. bukan hanya perenanan orang tua dan lemabaga pendidik saja yang harus diikuti oleh si anak.Oleh karena itu. Untuk mengembangkan potensi anak. banyak konsep dan fakta yang dikemukakan untuk memberikan penjelasan periode keemasan pada masa usia dini dimana potensi anak berkembang dengan cepat. Latar Belakang Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar dalam sepanjang rentang pertumbuhan serta perkembangan kehidupan manusia. Pada masa ini ditandai oleh berbagai periode penting yang fundumen dalam kehidupan anak selajutnya sampai periode akhir perkembangannya. .

3. Sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah PAK Anak 2. Mengetahui dan memahami hakikat perkembangan anak usia 6 – 8 tahun. Bagaiman penerapan PAK pada anak usia 6 – 8 tahun ? Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu : C. Tujuan Penulisan 1. dibuat berdasarkan hasil studi pustaka. Dan juga dilakukan untuk memenuhi tugas yang diberikan yang memerlukan referensi dari buku-buku yang terkait dengan permasalahan. Dari Latar Belakang diatas maka kelompok membatasi intisari pembahasan kedalam kedalam beberapa rumusan masalah yakni : B. Bagaimana tahap perkembangan anak usia 6 – 8 tahun ? 3. Mengetahui apa saja tahap perkembangan anak pada usia 6 – 8 tahun D. Metode Penulisan Makalah konsep perkembangan anak masa pertengahan (6 .8) ini. Rumusan Masalah 1. Bagaimana hakikat perkembangan anak usia 6 – 8 tahun? 2. BAB II .

Namun tidak setiap perubahan merupakan perkembangan. “Perkembangan adalah pola perubahan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlangsung sepanjang hayat. dan perubahan. Satu sama lain memiliki hubungan yang sangat erat. Pada dasarnya merupakan perubahan. Selain itu pertumbuhan suatu aspek tertentu akan berhenti atau berakhir bila telah maksimal. Pertumbuhan berkaitan dengan aspek jasmaniah. menulis. dan berhitung. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur sedangkan perkembangan berkenaan dengan penyempurnaan fungsi dalam hal ini tersangkut juga perihal kematangan yang merupakan saat atau masa yang terbaik bagi berfungsinya aspek-aspek kepribadian tertentu. Contoh: Usia satu tahun adalah masa kematangan bayi untuk berjalan. perilaku individu juga bisa berubah. Ada beberapa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia yang diawali dari saat pembuahan dan yang berakhir kematian. yaitu perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi atau lebih sempurna. Pertumbuhan menunjukan perubahan kuantitas sedangkan perkembangan menunjukkan kualitas. sedangkan perkembangan terus berlangsung sampai akhir hidupnya. Demikian pula faktor peristiwa atau pengaruh penggunaan obat tertentu. usia enam tahun bagi kemampuan membaca. Dengan belajar. Berikut ini adalah uraian mengenai aspek-aspek tersebut : 1. Hakikat Perkembangan Anak Usia dini Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan Istilah perkembangan seringkali digandengkan dengan pertumbuhan. individu juga bisa berubah. kematangan. PEMBAHASAN A. “Perkembangan secara luas menunjuk kepada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan.” Menurut Santrock & Yussen (1992) dalam Amin Budiamin. Perkembangan (development) Menurut Hawadi (2001) dalam Desmita (2005: 4). sifat dan ciri-ciri yang baru. Untuk itu . sedangkan perkembangan menyangkut aspek rohaniah. dkk (2006: 2).

perubahan dalam arti perkembangan terutama berakar pada unsur biologis (Bjorklund& Bjorklund. perkembangan dapat mencakup perubahan baik dalam struktur maupun fungsi (Bjorklund & Bjorklund. 1992) dalam Amin Budiamin. sedangkan perubahan fungsi mengacu kepada perubahan aspek mental atau aktivitas yang ditimbulkan sehubungan dengan adanya perubahan dalam jasad tersebut. atau bagian- bagian tubuh lainnya) sedangkan perubahan fungsi mengacu kepada perubahan dalam hal aktivitas yang secara inheren terdapat dalam struktur fungsi tersebut (seperti kelenturan otot. perkembangan individu mengikuti pola-pola tertentu yang sudah dapat diketahui dan . Misalnya. otot. dkk (2006: 3). yakni perubahan yang lebih singkat dan merupakan fungsi langsung dari pengalaman- pengalaman khusus yang diupayakan. Perubahan dalam arti perkembangan lebih berkaitan dengan fungsi waktu dan kematangan biologis sehingga terjadi dalam periode yang lebih lama dan bersifat umum. dan dapat diprediksi (Bjorklund & Bjorklund. Dengan kata lain. perubahan dalam arti perkembangan dalam arti terpola. melainkan lebih merupakan perubahan dalam arti belajar. jaringan syaraf. Ini berarti bahwa secara normal.perlu ada penjelasan lebih rinci tentang perubahan yang dimaksud sebagai perkembangan. 1996) dalam Amin Budiamin. dkk (2006: 3). tidak terkaitkan dengan peristiwa atau pengalaman khusus tertentu. kaki. teratur. 1992) dalam Amin Budiamin. 1992. perubahan struktur mengacu kepada perubahan wujud jasadnya. dkk (2006: 2). Perubahan dalam struktur lazimnya merujuk kepada perubahan fisik baik dalam hal ukuran maupun bentuknya (seperti perubahan lengan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pengalaman belajar yang dialami seseorang akan mempengaruhi proses perkembangan yang bersangkutan. anak yang belajar matematika atau berhitung menjadi mahir dalam mengerjakan soal-soal hitungan: atau anak yang belajar bernyanyi menjadi piawai dalam bernyanyi. dan perubahan-perubahan sejenis lainnya). seorang anak yang berlatih menari menjadi terampil menari. Kedua. Pengalaman-pengalaman atau aktivitas-aktivitas khusus anak dapat menimbulkan perubahan pada diri yang bersangkutan. keterampilan bergerak. kemampuan berpikir. Ketiga. Santrock & Yussen. terorganisasi. reaksi-reaksi emosional. Pertama.

masing-masing kita berkembangan dalam cara-cara tertentu seperti semua individu yang lain. perubahan dalam arti perkembangan terjadi secara bertahap (Seifert & Hoffnung) dalam Amin Budiamin. dkk (2006: 3) dalam jangka waktu yang relatif lama (Bjorklund & Bjorklund) dalam Amin Budiamin. terjadinya variasi individual dalam perkembangan anak bisa terjadi pada setiap saat. Santrock &Yussen. melainkan dapat berlanjut terus . lebih menyenangi aktivitas bermain simbolik pada kira-kira usia sekitar 4-5 tahun. bisa berjalan sendiri sekitar usia 11-12 bulan. Kelima. bisa merangkak sekitar usia 7 bulan. Lebih jauh dari itu. seperti beberapa individu yang lain. and like no other individuals”. melainkan terjadi dalam suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan dalam waktu yang relatif lama. anak bisa duduk sendiri pada sekitar usia 6 bulan. Bjorklund & Bjorklund. bisa mengucapkan kata pertama pada usia 10-12 bulan. Dalam hal ini Santrock & Yussen (1992) dalam Amin Budiamin. Keempat. Sebagai contoh. bahkan waktu terjadinyapun dapat diperkirakan. melibatkan berbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain. Jadi di samping adanya kesamaan-kesamaan umum dalam pola-pola perkembangan yang dialami oleh setiap individu. dkk (2006: 3). Perkembangan tidak hanya terbatas sampai dengan masa remaja. 1992. dkk (2006: 3) menyatakan sebagi berikut: “Each of us develops in certain ways like all other individuals. 1992) dalam Amin Budiamin. dkk (2006: 3).diperkirakan. perubahan dalam arti perkembangan dapat berlangsung sepanjang hayat dari mulai sejak masa konsepsi hingga meninggal dunia (Santrock &Yussen. Keenam. seorang anak akan bisa duduk setelah bisa menelungkup. Misalnya. dan lebih menyenangi aktivitas permainan (games) yang melibatkan aturan pada sekitar usia 7-8 tahun. dkk (2006: 3). akan merangkak setelah duduk. dan akan berjalan setelah merangkak. 1992. meskipun bersifat terpola. dan seperti tidak ada individu yang lain. perkembangan juga bersifat unik bagi setiap individu (Bjorklund & Bjorklund. Hal ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu perubahan yang kompleks. 1992) dalam Amin Budiamin. Maksudnya bahwa perubahan dalam arti perkembangan bukan merupakan perubahan yang sifatnya sesaat. Artinya.

tinggi dan berat badan. Pertumbuhan (growth) Istilah pertumbuhan (growth) dimaksudkan sebagai perubahan dalam aspek jasmaniah seperti berubahnya struktur tulang. 2005: 4) istilah petumbuhan dapat pula mencakup perubahan secara psikis kalau perubahan tersebut berupa munculnya sesuatu fungsi yang baru seperti munculnya kemampuan berpikir. 2. dan sejenisnya. Singkatnya dapat disimpulkan bahwa pengertian pertumbuhan tercakup dalam pengertian perkembangan. pertumbuhan yaitu perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan (multiplication) sel-sel. Dalam arti yang lebih luas. munculnya kemampuan berpikir abstrak. menurut Witherington & Hurlock (Amin Budiamin. melainkan juga mencakup proses penurunan dan perusakan. pengertian pertumbuhan itu lebih bersifat kuantitatif dan terbatas pada pola perubahan fisik yang dialami individu sebagai hasil dari proses pematangan. Pertumbuhan terbatas pada perubahan-perubahan yang bersifat evolusi (menuju ke arah yang lebih sempurna) sedangkan perkembangan dapat pula mencakup perubahan-perubahan yang bersifat involusi (penurunan dan perusakan ke arah kematian). pematangan.hingga seseorang meninggal dunia. semakin sempurnanya jaringan syaraf. simbolik. proporsi badan. dan penyempurnaan. 3. Dengan kata lain. Dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan dapat didefinisikan sebagai pola perubahan organisme (individu) baik dalam struktur maupun fungsi (fisik maupun psikis) yang terjadi secara teratur dan terorganisasi secara langsung sepanjang hayat. Menurut Ahmad Thonthowi (1993) dalam Desmita (2005: 5). Ini juga berarti bahwa perubahan dalam arti perkembangan tidak hanya mencakup proses pertumbuhan. dkk. tetapi tidak setiap perubahan dalam arti perkembangan merupakan pertumbuhan. Kematangan (maturation) .

yang menunjuk pada kera numan atau kematangan. rumpun). Laju perkembangan rohani dipengaruhi oleh laju pertumbuhan jasmani. . Sementara itu. proses mencapai kematangan atau usia matang. Menurut Chaplin (2002) dalam Desmita ( 2005: 6). atau merupakan tingkah laku khusus spesies (jenis. Pertumbuhan dan perkembangan itu pada umumnya berjalan selaras dan pada tahap-tahap tertentu menghasilkan suatu “kematangan”. ada yang baru belajar membaca dan menulis. Kemudian istilah ini diambil untuk digunakan dalam perkembangan individu karena dipandang terdapat kesesuaian. ini yang terjadi pada tahap perekmbangan jiwanya dan juga daya ingatnya sangat kuat tentang suatu yang menarik baginya contohnya dalam menghafal dan menceritakan sesuatu. mengartikan kematangan (maturation) sebagai: (1) perkembangan. Anak pad usia ini juga mempunyai rasa ingin tau yang cukup besar terhadap sesuatu dalam sebuah situasi yang dianggap baru di kehidupannya dengan cara banyak bertanya pada orang disekitarnya. sering dilawankan dengan immaturation. B. yang dalam bahasa Inggris disebut dengan maturation. Tahap Perkembangan Anak usia 6 – 8 tahun Pada tahap ini perkembangan anak usia 6 – 8 tahun ini pada umumnya adalah anak-anak yang duduk di kelas 1 – 3 Sekolah Dasar(SD). demikian sebaliknya. yang artinya tidak matang. sebenarnya merupakan satu kesatuan dalam diri manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain. kematangan juga berasal dari istilah yang sering digunakan dalam biologi. (2) proses perkembangan. Davidoff (1988) dalam Desmita ( 2005: 6). ada yang dapat belajar dengan cepat dan ada juga yang lamban dalam proses pembelajaran. menggunakan istilah kematangan (maturation) untuk menunjuk pada munculnya pola perilaku tertentu yang tergantung pada pertumbuhan jasmani kesiapan susunan saraf. oleh karena itu golongsn usis ini tersiri dengan anak-anak berbagai tingkat kemampuan belajar yang berbeda-beda. Istilah “kematangan”. ada juga yang sudah lancar dalam membaca dan menulis. baik kematangan jasmani maupun kematangan mental. Pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani yang disebutkan di atas. Seperti pertumbuhan. yang dianggap berasal dari keturunan.

Kosa kata . Mereka mengungkapkan perasaannya tanpa memikirkan waktu. Namun pada umumnya mereka masih sulit untuk mengendalikan emosinya. mereka senag melihat bagaimana sesuatu bekerja dan menunjukan minat ynag besar terhadap proses daripada hasil. ribet sehingga orang brpikir anak anak usia ini tiddak peduli dngan sekitarnya. mereka mulai masuk dalam lembaga pendidikan Sekolah baik itu TKK atau pun SD. khususnya ketika penat. Secara mental mereka adalah pengamat yang peduli. baca tulis dan berhitung berkembang dengan cepat. Kemampuan satuan langkah berpikir ini berfaedah bagi anak untuk mengkoordinasikan pemikiran idenya dengan peristiwa tertentu kedalam sistem pemikiran sendiri. mereka senag membongkar-bongkar barang tetapi biasanya menyerah ketikamengembalikannyapada keadaan semula. Ini merupakan waktu yang tepat untuk penginjilan. mereka belajar mengendalikan diri selama ada orang dewasa atu teman sebaya. ini artinya anak mulai meninggalkan pemikiran yang intuitif dan mulai melangkah berpikir logis tetapi hanya dalam situasi yang kongkrit terdapat keterampilan mengklasifikasikan tetapi persiapan yang abstrak tetap tidak terselesaikan artinya pada tahp ini anak anak hanya bisa menganalisa atau memecahkan masalah yang nyata dan konkrit. mereka mungkin tergerak atau menagis jika mengidentifikasikan diri dengan anak yang terluka. Berakhirnya tahap perkembangan praoperasional tidak berarti berakhir pula tahap berpikir intuitiv menurut Piaget tidak sedikitpemikiran orang dewasa yang juga menggunakan intuisi seperti pemikiran Praoperasional anak-anak sebelumnya. mereka menyukai kegiatan yang banyak membuang energi dan selalu aktif dalam melakukan seuatu. Secara fisik. Mereka perlu diajarkan untuk . Mereka mulai berpikir secara verbal dan mengungkapkan diri lebih lancar. teraniaya mereka mempunyai belas kasih yang lembut dab ingin mengungkapkan kasihnya dan keprihatinanya secara nyata. sekit. Orang tua dan Guru perlu melakukan apa saja yang mereka bisa untuk mendorong dan membangun anak-anak ini dalam konsep diri yang utuh Secara emosional mereka sangat simpatik kepada umurnta sendiri. Waktunya lebih sering diisi dengan tertawa gembira. mereka mulai bertumbuk dengan pesat dan tidak menyukai kegiatan lama.

minat yang berbeda dikembangkan. Anak. C. Babtisan anak-anak merupakan bagian dari ajaran kita mengenai Gereja. Dalam bimbingan orangtua dan guru merka bertumbuh bahkan beraksi bagi Tuhan. Mereka sangat cocok dan menikmati kegiatan berkelompok . mereka siap menerima pengajaran tentang keselamatan. Pendidikan Agama Kristen terhadap anak-anak. Pada usia ini mereka senag berteman dengan lawan jenis .mengungkapkan dirinya dengan cara yang dapat diterimanya sehingga tidak perlu biasanya mereka berteman dengan cepat bahkan dengan orang-orang asing sekalipun. Penerapan PAK bagi Anak Usia 6 – 8 tahun Dari dulu anak-anak merupaka suatu golongan penting dalam Gereja Kristen. dengan melalui pengajaran Yesus dapat menghidupkan iman yang diajarkan sehingga dapat membuahkan hasil yang baik dalam kehidupan anak sehingga dapat terliahat dari sikap dan perbuatan sehari-hari. Orangtua juga menjadi Guru yang pertama dan yang terbaik. adalh merupakan tangguang jawab semua golongan untuk mengajarkan pengajaran Yesus. Secara spiritual. kegiatan bermain lebih sedikit. Orangtua dan guru dapat berperan menjadi mode. meski sederhana mereka dapat menjadi pemimpin dan berperan aktif melalui kegiatan kelompok ini orangtua dan Guru sangat bereperan dalam mendorong mereka unutk menbangun hubungan antar pribadi yang positif. .anak dcalam jemaat itu tumbuh dibawah naungan Gereja mereka bukan daja menjadi tangguangan keluarganya tetapi tanggungan tangungan gereja pula. namun ketika sudah mulai beranjak pada kelas 3 biasanya mereka lebih memilih sesama jenisnya sebagi teman bermain. sejak lahir anak-anak mereka sudah emnjadi anggota dari keluarga oranngbpercaya. Selangkah demi selangkah PAK hendak mmbuat mereka menjadi anggota penuh dari keluarga Jemaat Kristus. dengan cara yang sederhana. melalui aktifitas mereka di gereja. sehingga mereka berkhak mendapat bagian dalam segala milik dan keuntungan gereja. Dan babtisan juga menruapkan iman Kristen yaitu perkara yang lebih luas dan besar dari pada percaya secara perseorangan saja.

Pada hakikatnya perkembangan itu berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup seseorang. Ruamah tanggalah yang menanamkan dalam batin anak-anak tentang dua hal yang meru[akan intisari pengajaran agama kristen (ulangan 6 : 4-9) Pendidikan agama kristen terhadap anak adalah merupakan tugas untuk mewariskan kerohanian kepada anak-anaknya supaya lebih dekat mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. perubahan dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan. Sedangkan.20) BAB III PENUTUP A. kematangan vs pengnalaman dalam perkembangan anak. maka akan di pelajari hakikat perkembangan anak didik usia sekolah dasar dan perkembangan anak sekolah. anak sebagai suatu totalitas. untuk itu sebagai seorang guru PAK kita harus mengajar dan membimbing anak-anak sesuai dengan perintah Tuhan Yesus (mat 28 : 19 . pemasakan dan belajar. kognitif. Perkembangan itu bersifat kualitatif. dan psikososial. Kesimpulan Dalam memahami konsep perkembangan anak usia sekolah dasar. pertumbuhan adalah perubahan-perubahan individu yang bersifat kuantitatif (peningkatan dalam ukuran dan struktur). Perkembangan itu sendiri adalah serangkaian perubahan individu yang berlangsung secara teratur atau terarah dan bersifat tetap. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan konsep ini diantaranya. Dalam memahami perkembangan anak sekolah dasar yang dipelajari salah satunya adalah proses berlangsungnya perkembangan anak usia sekolah dasar. kesabaran. yang mana melalui tahapan-tahapan perkembangan dari mulai masa bayi 0-2 . kontinuitas vs diskontinuitas dalam perkembangan. kejujuran dan kegirangan dalam rumah mereka yang dengan sendirinya akan dicontohi oleh anak-anak mereka. perubahan melaju sampai mengalami pemberhentian pada fase tertentu. perkembangan sebagai proses holistik dari aspek biologis.mereka harus menciptalan suasana kenyamanan.

dan memilih strategi belajar yang sesuai dengan sifat-sifat kemampuan anak. Hal itu dikarenakan sebagai calon pendidik. dan masa dewasa usia 20-81 tahun. kita harus mempunyai keterampilan dalam memahami konsep perkembangan anak. Saran Sebagai calon pendidik. Adapun dalam setiap periode tertentu akan muncul suatu kemampuan bertingkah laku yang disebut dengan tugas-tugas perkembangan. . memilih bahan belajar yang sesuai dengan kemampuan anak. Memahami tugas-tugas perkembangan anak didik tersebut penting bagi pendidik dalam membantu anak didiknya. masa kanak-kanak usia 2-11 tahun. kita dituntut untuk mampu memahami perkembangan anak agar dalam prosesnya dapat meminimalisir terjadinya kesalah pahaman dalam memahaminya. masa remaja usia 11-19 tahun. Kemampuan kita dalam memahami konsep perkembangan anak sekolah dasar akan menjadi bekal dalam praktek di lapangan yang memiliki keragaman tingkah laku yang membutuhkan kesesuaian dalam menanganinya. B.tahun. Hal-hal tersebut yaitu menentukan tujuan pendidikan di sekolah. khususnya pada anak sekolah dasar. Sehingga dapat terjadinya keselarasan dalam proses pemahaman pada perkemabangan anak .

com/doc/23720089/Makalah-Perkembangan-Anak .Iskandar. Jakarta2006 http://www. M. Perkembangan Peserta Didik.muhklis. Websitehttp://id.com/macam- macam-strategi-pembelajaran/html. Syamsu.. 2012. 2012 . Pekembangan Peserta Didik Keo Glorius..shvoong. Strategi belajar [online]. M. Psikologi Pendidikan. [29 November 2013]. S. Bandung 2007 Affandi.Diambil dari: http://www. DAFTAR PUSTAKA Alkitab.Pd . [29 November 2013]. Tujuan Lembaga Pendidikan Sekolah [online].Pd. Sumantri.scribd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Si. Psikologi Pendidikan bagi Peserta Didik. PT Remaja Rosdakarya. Departermen Pendidikan Nasional. Gaun Persada(GP) Jakarta 2004 Hartono Agung. Mulyani dan Syaodih. Nana. Inara: Kupang 2013 Yusuf. Choirul. Dr. Muhklis.com/social-sciences/education/2256002-tujuan- lembaga-pendidikan-sekolah/#ixzz2KBVEmFhK.