Laporan Kuliah Lapangan BAB II

Bab 1
Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi
Daerah Bayat

BAB II

Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat

A. Bentang Alam

Dikalangan para ahli geologi, daerah Bayat lebih dikenal dengan nama daerah
Perbukitan Jiwo. Bentang alam daerah Bayat dan sekitarnya, berdasarkan elevasi,
kemiringan lereng dan proses terjadinya dapat dipilahkan menjadi lima satuan
bentang alam, yaitu:

1. Satuan pegunungan Gawir Sesar
Bentang alam pegunungan Gawir Sesar terletak dibagian selatan daerah Bayat
dan terkenal dengan sebutan Pegunungan Baturagung. Bentang alam ini
tersusun atas batun vulkanik, mempunyai kemiringan relatif terjal antara 30-
70%. Beda tinggi antara bagian kaki dan puncaknya berkisar antara 90-375 m.

2. Satuan perbukitan berstruktur kompleks
Satuan bentang alam ini terletak di sebelah utara daerah Bayat, tersusun atas
berbagai macam batuan yang telah mengalami proses perlipatan kuat, yaitu
batuan metamorf jenis sekis, filit dan marmer; batuan sedimen terdiri atas
batugamping Eosen, pasir, konglomerat, batulempung, batugamping
Nummulites, batuan beku diorit dan urat-urat kuarsa.

3. Satuan perbukitan terisolasi
Satuan bentang alam ini menempati daerah Bayat sebelah utara, tersususn atas
batu gamping berlapis yang berselang-seling dengan napal dan batu pasir
halus.

4. Satuan kipas alluvial
Satuan bentang alam ini terletak di daerah Bayat sebalah selatan, yaitu di
bagian kaki perbukitan gawir sesar. Bentang alam ini terbentuk karena adanya

Dengkeng. napal pasiran. tuff dan aglomerat. bagian bawah lapisan batupasir. serpih. batugampin konglomerat. berturut-turut dari yang paling tua (Surono. batulempung. breksi batu apung dasitan. batupasir tufan dan serpih. batulanau. dkk. B. 2. Satuan dataran alluvial Satuan bentang alam ini terdapat di daerah dataran di kanan kiri S. 5. 3.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat perbedaan elevasi yang besar antara bentang alam gawir sesar dan daerah dataran alluvial di daerah sekitarnya. batupasir tufan dan batulanau. batulempung. 5. Formasi Kebo Butak (Tomk) Terdiri atas : bagian atas perselingan batupasir. 4. sedimen mlih dan batu sabak. Formasi Wonosari-Punung (Tmwl) Terdiri atas : batugamping. batu lempung dan lapisan tipis tuff asam. Formasi Geologi Formasi Geologi atau jenis batuan yang ada di daerah Bayat dapat dipilahkan menjadi delapan formasi. Formasi Gamping-Wungkal (Tew) Terdiri atas : batupasir. . Formasi Semilir (Tms) Terdiri atas : tuff. pulam (marmer). Satuan ini tersusun atas endapan alluvial yang terdiri atas material berukuran lempung hingga kerakal hasil proses erosi dan sedimentasi batuan yang lebih tua. Batuan Malihan (KTm) Terdiri atas : sekis. yaitu : 1. dan lensa batugamping. batuan gunung api malih. 1992). batugamping napalan tufan. Proses sedimentsi kipas alluvial terjadi terus-manerus akibat erosi dan sedimentasi oleh air hujan ataupun karena gaya gravitasi.

Diorit Pendul (Tpdi) Terdiri atas : batu diorit. Alluvium Tua (Qt) Terdiri atas : konglomerat. 8. . lava dan tuff. batupasir. lanau dan lempung. Batuan Gunung Api Merapi (Qvm) Terdiri atas : breksi gunung api.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat 6. 7.

1 Singkapan Batuan Gamping G. Kegiatan penambangan batugamping ini masih berlangsung hingga sekarang.Pendul di Desa Gunung Gajah. Marmer Kegiatan penambangan batumarmer terdapat di G. 2. Jokotuwo di Desa Talang. Kampak dan sekitarnya (daerah Jimbung) dan G. Di daerah Jimbung juga terdapat beberapa tungku pembakaran batugamping yang masih aktif hingga sekarang yang menghasilkan kapur tohor (wungkul) dan kapur padam (kawur). Batugamping Nummulites oleh masyarakat umum juga disebut batumarmer kembang karena banyak mengandung fosil Nummulites seperti yang tersingkap di Watuprahu. Temas.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Gambar 2. Kampung Jimbung secara astronomis memiliki letak koordinat -7˚ 44’ 53’’ LS dan 110˚ 36’ 60’’ BT. Kegiatan penambangan batugamping Nummulites ini sekarang juga sudah berhenti. yaitu : 1. Bahan Galian Gol. namun kegaiatan penambangannya saat ini sudah berhenti.C Di daerah Bayat terdapat beberapa formasi batuan yang menjadi tambang bahan galian golongan C yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. 3.Kampak Daerah tambang batu gamping di Gunung Kampak. Batugamping (Batu Kapur ) Tambang batugamping antara lain terdapat di G. 2. Kegiatan penambangan masih berlangsung hingga sekarang walaupun dalam intensitas yang relatif kecil. .1 Peta Geologi Daerah Bayat dan Sekitarnya C. Diorit Tambang batuan beku Diorit terdapat di G. Batugamping yang ditambang di daerah tersebut merupakan bagian dari satuan batugamping yang secara regional termasuk batugamping Formasi Wonosari.

1. Singkapan batu Gamping Warna segar Putih kecoklatan Warna lapuk Hitam karena lumut Warna tanah Coklat Tekstur Kasar Struktur Berlapis Komposisi mineral Mineral Kalsit (CaCO3) / Karbonat Ciri khas Bila ditetesi larutan HCl 0. didominasi oleh proses pelarutan. plesteran dinding dan lantai keramik. 2.. Reaksi kimia dapat ditulis: CaCO 3 + CO2 + H2O  Ca2+ + 2HCO3-. Proses pelarutan batu gamping diawali dengan larutnya CO2 dalam air membentuk H2CO3 . Memiliki nama lain Batu Lintang. Kosmetik dan industri Farmasi Lain-lain Terbentuk dari proses kristalisasi.1N berbuih. Seiring berjalannya waktu akan terjadi rekahan dan terjadi kristalisasi sekunder membentuk mineral kalsit di bagian rekahan tersebut.1 N akan berbuih karena mengandung Karbonat Pemanfaatan Untuk bahan Cat. Memiliki tingkat kekerasan 3 (skala Mohs). . Kekerasan 3 mhos.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Morfologi daerah pertambangan umumnya didominasi daerah perbukitan. Pengisi retakan-retakan pada batuan Gamping (mineral sekunder). Singkapan kristal Kalsit Warna segar Putih bening seperti kaca (tanpa zat pengotor) Warna lapuk Putih kecoklatan Warna tanah Coklat Tekstur Kristalin Struktur Kekar Komposisi mineral Mineral Kalsit (CaCO3) / Karbonat Ciri khas Bila ditetesi larutan HCl 0. Larutan H2CO3 tidak stabil terurai menjadi H. Daerah tambang batu gamping disana mengalami proses karstifikasi atau pembentukan lahan karst.. Selanjutnya akan terjadi kristalisasi primer dan membentuk batu gamping.dan HCO32. Lain-lain Terbentuk akibat proses sedimentasi. karena ada karbonat Pemanfaatan Campuran pada beton.ini yang menguraikan CaCO3 menjadi Ca2+ dan CO32. Kemudian ion H.

5 Kristal Kalsit Batuan Gamping 2. Batu Marmer Warna segar Hitam keabu-abuan dan bintik-bintik putih (kristal kalsit) Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur Kristalin. Morfologi daerah pertambangan umumnya di dominasi daerah perbukitan lereng Gunung Jokotuwo.2 Singkapan Batuan Metamorf G.4 Singkapan Kalsit pada celah Gambar 2.Pendul – G.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Gambar 2. 1.1 N akan berbuih karena .3 Singkapan Batu Gamping di Gunung Kampak Gambar 2.Konang Daerah Gunung Pendul di Kampung Gunung Gajah secara astronomis memiliki letak koordinat -7˚ 46’ 7’’ LS dan 110˚ 40’ 14’’ BT. granuler Struktur Jaringan Komposisi mineral Terdapat mineral kalsit / Karbonat Ciri khas Bila di tetesi larutan HCl 0.2 Tambang Batu Gamping Gambar 2.

hiasan interior. Batu Sekis Mika Warna segar Coklat muda dan akan berkilau di bawah sinar Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur Kasar agak lunak Struktur Lenses Komposisi mineral Mineral mika Ciri khas Foliasi-Mika Pemanfaatan Bahan timbunan Lain-lain Batu sekis mika terbentuk akibat proses metamorf dari batu lempung 3.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat mengandung Karbonat Pemanfaatan Sebagai hiasan batu alam. Batu Filit Warna segar Coklat tua Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur Agak kasar dan keras Struktur Lenses Komposisi mineral Mineral lempung Ciri khas Foliasi Pemanfaatan Bahan timbunan Lain-lain Batu filit terbentuk akibat proses metamorf dari batu lempung-sekis 4. batu akik Lain-lain Batu marmer terbentuk akibat proses metamorf dari batu gamping-kalsit 2. Batu Sabak Warna segar Hitam atau abu-abu Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur Kasar Struktur Lenses Komposisi mineral Terdapat mineral kalsit karena ditemukan dekat dengan batu marmer Ciri khas Foliasi Pemanfaatan Dulu biasa digunakan sebagai batu tulis Lain-lain Batu sabak terbentuk akibat proses metamorfosa dari batu .

Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat lempung.1 N tidak berbuih karena mengandung Silikat bukan Karbonat.sekis-filit (lempung keras)-sabak 5.6 Singkapan Batu Marmer Gambar 2.8 Singkapan Sekis – Filit .7 Singkapan Batu Sabak Gambar 2. Pemanfaatan Ornamen Lain-lain Kwarsit terbentuk dari proses metamorf dari batu lempung Ganbar 2. bila di tetesi larutan HCl 0. Mineral Kwarsit Warna segar Putih (tanpa zat pengotor) Warna lapuk Coklat kehitaman Warna tanah Coklat-Merah Tekstur Amorf (tidak terlihat butiran) Struktur Masif Komposisi mineral Terdapat mineral Silikat Ciri khas Sangat keras.

ada fosil Nummulites Pemanfaatan Sebagai hiasan interior Lain-lain Batu Gamping Nummulites mengandung fosil Nummulites Sp.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Gambar 2. Batu Gamping Nummulites Warna segar Hitam keabu-abuan Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat Tekstur Kristalin . 1. . Morfologi daerah pertambanagan umumnya di dominasi daerah perbukitan lereng Gunung Jokotuwo.10 Singkapan Kwarsit 2.Granuler Struktur Masif Komposisi mineral Terdapat mineral Kalsit / Karbonat Ciri khas Bila di tetesi larutan HCl 0.Daerahnya perbukitan dengan kemiringan ± 2˚-12˚ pada ketinggian 181m dpal.3 Singakapan Batuan Sedimen Watuprahu Daerah Watuprahu di Kampung Gunung Gajah secara astronomis memiliki letak koordinat 7˚ 44’ 52’’ LS dan 110˚ 36’58’’ BT.1 N akan berbuih karena mengandung Karbonat. Dikenal sebagai Marmer Kembang.9 Singkapan Sekis – Mika Gambar 2.

12 Singkapan Batu Gp.4 Singkapan Batuan Beku di G. Batu Diorit Warna segar Abu-abu hitam Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat Tekstur Kristalin Struktur Kekar Komposisi mineral Plagioklas.Nummulites 2.Nummulites Gambar 2.Pendul Daerah Gunung Pendul di Kampung Gunung Gajah secara astronomis memiliki letak koordinat -7˚ 46’ 7’’ LS dan 110˚ 40’ 14’’ BT.11 Batu Gp. Morfologi daerah pertambanagan umumnya di dominasi daerah perbukitan lereng Gunung Jokotuwo. Kwarsa Ciri khas Sphereodal Weathering Pemanfaatan Sebagai agregat dan bahan bangunan Lain-lain Terbentuknya Sphereodal Weathering (pengikisan pada bagian Kekar yang berbentuk melingkar karena celah-celah Kekar terkikis oleh air) .Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Gambar 2. 1.

1 N akan berbuih karena mengandung Karbonat Pemanfaatan Sebagai hiasan batu alam. hiasan interior / ornamen. Sekis dan Sabak dalam satu kawasan batuan yang sama. Morfologi daerah pertambanagan umumnya di dominasi daerah perbukitan Gunung Jokotuwo. Marmer terbentuk dari metamorf batu gamping-kalsit 2.13 Batu Diorit Gambar 2.5 Singkapan Batu Marmer. granuler Struktur Bulatan Massive Komposisi mineral Terdapat mineral kalsit / Karbonat Ciri khas Bila di tetesi larutan HCl 0. Lain-lain B. Batu Filit . dan Sekis di G.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Gambar 2. Di daerah tersebut di jumpai singkapan Batu Marmer. Sabak. 1.Jokotuwo Daerah Gunung Jokotuwo di Desa Talang secara astronomis memiliki letak koordinat -7˚ 46’ 2’’ LS dan 110˚ 40’12’’ BT. Batu Marmer Warna segar Hitam keabu-abuan Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur Kristalin.14 Batu Diorit yang mengalami proses pelapukan 2.

Batu Sekis Warna segar Coklat agak muda Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur - Struktur Foliasi Komposisi mineral Mineral lempung Ciri khas Foliasi-Mika Pemanfaatan Bahan timbunan Lain-lain Batu sekis mika terbentuk akibat proses metamorf dari batu lempung-filit-sekis mika 4.Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Warna segar Coklat Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur - Struktur Foliasi Komposisi mineral Mineral lempung Ciri khas Foliasi Pemanfaatan Bahan timbunan Lain-lain Batu sekis filit terbentuk akibat proses metamorf dari batu lempung-filit 3. Batu Sabak Warna segar Hitam keabu-abuan Warna lapuk Coklat Warna tanah Coklat-merah Tekstur - Struktur Foliasi Komposisi mineral Terdapat mineral lempung Ciri khas Foliasi Pemanfaatan Dulu biasa digunakan sebagai batu tulis Lain-lain Batu sabak terbentuk akibat proses metamorf dari batu lempung-filit (lempung keras)-sekis mika-sabak .

16 Singkapan Batu Sekis dan Sabak .Laporan Kuliah Lapangan BAB II Bab 1 Geologi Rekayasa Geomorfologi dan Geologi Daerah Bayat Ganbar 2.15 Singkapan Batu Marmer Gambar 2.

Related Interests