Rumah Sakit Puri

Medika
MEMULAI HEMODIALISA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
JL. Sungai Bambu
Raya No.5 1/2
Tg. Priuk Jakarta
Utara

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN,
DIREKTUR
RS. PURI MEDIKA
STANDAR
PROSEDUR 22 Maret 2017
OPERASIONAL
Dr. MARGIE ANAKOTTA HALLATU, MARS
DIREKTUR
Hemodialisa adalah suatu tindakan pengobatan dengan tujuan mengeluarkan
PENGERTIAN
sisa metabolism melalui proses pertukaran antara bahan yang ada dalam darah
dan dialisa melewati membrane semi permeable secara difusi konveksi dan
ultrafiltrasi
Menolong penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang sudah tidak dapat
TUJUAN
diobati dengan terapi konservatif
KEBIJAKAN
Sebelum dilakukan punksi dan memulai hemodialisa, ukur tanda tanda vital
PROSEDUR
dan berat badan predialisa
1 Setelah dilakukan punksi, sirkulasi dihentikan, pompa dimatikan, ujung
AV blood line di klem
2 Lakukan reset data untuk menghapus program yang telah dibuat, mesin
otomatis menunjukan angka nol pada UV, UFR, UFG, dan time left
3 Tentukan program pasien dengan menghitung BB pasien datang – BB
standar + jumlah makan saat hemodialisa
4 Tekan tombol UFG = target cairan yang akan ditarik
5 Tekan tombol time left = waktu yang akan deprogram
6 Atur consentrate sesuai kebutuhan pasien (jangan merubah Base Na +
karena teknisi sudah mengatur sesuai angka yang berada di gallon. Na =
140 mmol)
7 Tekan tombol temperature (suhu mesin = 360 c – 370 c)
8 Buatlah profil yang sesuai dengan keadaan pasien
9 Berikan kecepatan aliran darah 100 rpm
10 Menyambung selang fistula inlet dengan selang darah arteri
 Matikan (klem) selang infus
 Sambungkan selang arteri dengan fistula arteri (inlet)
 Masing masing kedua ujung selang darah arteri dan fistula
diswab dengan kassa betadin sebagai disinfekta

Jika aliran tidak lancar. on. sebaiknya terisi ¾ bagian  Cairan normal saline yang tersisa ditampung dalam gelas ukur namanya cairan sisa priming  Setelah darah mengisi semua selang darah dan dialyzer. rubahlah posisi jarum fistula  Perhatikan darah. matikan pompa darah 11 Menyambung selang darah venous dengan fistula outlet  Sambung selang darah venous ke ujung AV fistula outlet (kedua ujungnya diberi kassa betadine sebagai disinfektan)  Klem pada selang venous tidak ada udara. lalu hidupkan pompa darah dari 100 rpm sampai dengan yang diinginkan  Tekan tombol UF pada layar monitor terbaca “dialysis”  Selama proses hemodialisa ada 7 lampu hijau yang menyala (lampu monitor. dialysis start.  Ujung selang darah venous masukan dalam gelas ukur  Hidupkan pompa darah dan tekan tombol V atau A 100 rpm  Perhatikan aliran cimino apakah lancar. buble trap tidak boleh penuh (kosong). heparin. sedangkan klem infus ditutup  Pastikan pada selang venous tidak ada udara. UF dan flow)  Rapikan peralatan Ruang HD UNIT TERKAIT Form persetujuan DOKUMEN TERKAIT . pompa. fiksasi dengan micropore.