BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum
ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan
pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan
menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat
dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan sosial
budaya (IDI 1983).

Secara umum pelayanan kesehatan dibagi 2 yaitu pelayanan kesehatan
personal atau pelayanan kedokteran dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelayanan kedokteran keluarga adalah termasuk dalam pelayanan
kedokteran dimana pelayanan dokter keluarga ini memiliki karakteristik
tertentu dengan sasaran utamanya adalah keluarga.

Penerapan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK) yang berarti
penerapan ancangan (approach) kedokteran keluarga telah menjadi
kebutuhan dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersama Organisasi
Dokter Keluarga Sedunia (WONCA) pada tahun 1994 telah menyusun
rekomendasi bersama untuk implementasi SPDK di setiap negara. Intinya
rekomendasi itu antara lain menganjurkan agar SPDK diterapkan di semua
negara dan sistem pendidikan kedokteran pun diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat akan ancangan kedokteran keluarga. Demikian pula
dengan keluaran pendidikan dokter yang sekarang telah menggunakan
kurikulum berbasis kompetensi, yang diberlakukan sejak tahun 2005
adalah “dokter layanan primer yang mampu menerapkan pendekatan
kedokteran keluarga”. Berdasarkan itu pula IDI memfasilitasi

1

pengembangan dan penerapan SPDK yang antara lain didukung oleh
proyek Health Workforce and Services (HWS) tahun 2004-2008,
meskipun banyak kendala yang harus diatasi secara hati-hati.

1.2 Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai Prinsip Pelayanan Kedokteran
Keluarga yang mencakup 6 prinsip kedokteran keluarga antara lain:
pelayanan yang berkesinambungan, menyeluruh, terkoordinasi,
berorientasi komunitas, berorientasi pencegahan, berorientasi keluarga.

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas kepaniteraan
klinik dibagian ilmu kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran UNILA
dan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai prinsip-prinsip
pelayanan kedokteran keluarga.

2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Dokter Keluarga

Definisi dokter keluarga (DK) atau dokter praktek umum (DPU) yang
dibentuk oleh WONCA pada tahun 1991 adalah dokter yang
mengutamakan penyediaan pelayanan komprehensif bagi semua orang
yang mencari pelayanan kedokteran dan mengatur pelayanan oleh provider
lain bila diperlukan. Dokter ini adalah seorang generalis yang menerima
semua orang yang membutuhkan pelayanan kedokteran tanpa adanya
pembatasan usia, jenis kelamin ataupun jenis penyakit. Secara klinis
dokter ini berkompeten untuk menyediakan pelayanan dengan sangat
mempertimbangkan dan memperhatikan latar budaya, sosial ekonomi dan
psikologis pasien. Sebagai tambahan, dokter ini bertanggung jawab atas
berlangsungnya pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan bagi
pasiennya (Danakusuma, 1996).

Definisi kedokteran keluarga (IKK FK-UI 1996) adalah disiplin ilmu
kedokteran yang mempelajari dinamika kehidupan keluarga, pengaruh
penyakit terhadap fungsi keluarga, pengaruh fungsi keluarga terhadap
timbul dan berkembangnya penyakit, cara pendekatan kesehatan untuk
mengembalikan fungsi tubuh sekaligus fungsi keluarga agar dalam
keadaan normal. Setiap dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang
profesi dokter maupun kesehatan yang memiliki pengetahuan,
keterampilan melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran keluarga
yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek dokter keluarga.

Definisi kedokteran keluarga (PB IDI 1983) adalah ilmu kedokteran yang
mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran yang orientasinya untuk

3

ekonomi dan sosial budaya.2 Pelayanan Dokter Keluarga Batasan pelayanan dokter keluarga banyak macamnya. dan karenanya mampu mempersiapkan dokter untuk mempunyai peranan yang unik dalam menyelenggarakan penatalaksanaan pasien. ilmu kebidanan dan kandungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama dikenal sebagai primary health care. Promosi kesehatan 2. 4 . dimana tanggungjawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien . KB 4. 1969). Gizi 5. 2) Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan spesialis yang luas yang bertitik tolak dari suatu pokok ilmu yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu lainnya terutama ilmu penyakit dlam. ilmu kesehatan anak. juga tidak oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja (The American Academy of Family Physician. KIA 3. masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan. diperkaya dengan ilmu perilaku. ilmu bedah serta ilmu kedokteran jiwa. 1996) : 1. Pengendalian penyakit menular 7. yang mencangkup tujuh pelayanan (Muhyidin. memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada kesatuan individu. Pengobatan dasar 2. keluarga. biologi dan ilmu-ilmu klinik. Kesehatan lingkungan 6. yang secara keseluruhan membentuk kesatuan yang terpadu. Dua diantaranya yang dipandang cukup penting adalah: 1) Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit.

1996). pelayanan konseling. keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan. yakni The American Academy of Family Physician. (WONCA. 1979) 4. karena menunjuk pada 5 . Ilmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu. (Charmichael. (Sargent. (PB IDI. serta dapat bertindak sebagai dokter pribadi yang mengkoordinasikan seluruh pelayanan kesehatan (The American Academy of Family Physician. Ilmu kedokteran keluarga adalah salah satu cabang dari ilmu kedokteran yang ditandai dengan terdapatnya suatu kelompok pengetahuan kedokteran yang bersifat khusus. Ilmu kedokteran keluarga adalah body of knowledge tentang fenomena yang dihadapi serta teknik yang dipergunakan oleh para dokter yang menyelenggarakan perawatan kesehatan perorangan pada tingkat pertama dan berkelanjutan. Ilmu kedokteran keluarga menunjuk pada body of knowledge dari pelayanan dokter keluarga yang merupakan disiplin baru dari ilmu kedokteran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan khalayak secara lebih responsif dan bertanggung jawab. (Whinney. 1983) 2. Batasan tentang ilmu kedokteran keluarga di antaranya adalah sebagai berikut : 1. penyelesaian masalah. Rumusan yang pertama. rumusannya tidaklah sama. Ilmu kedokteran keluarga adalah sebuah pendekatan multidisipliner yang terpadu menuju perawatan kesehatan yang menyeluruh dari unit keluarga. ekonomi dan sosial budaya. Manila. 1967) Kedua batasan ini sekalipun dikemukakan oleh satu organisasi yang sama. 1969) 5. 1973) 3.

Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efektif. 2. karakteristik pelayanan. Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua macam (Azwar. dan berkesinambungan. Sedangkan rumusan yang kedua. 1995) : 1) Tujuan Umum Tujuan umum pelayanan dokter keluarga adalah sama dengan tujuan pelayanan kedokteran dan atau pelayanan kesehatan pada umumnya. perhatian tidak hanya ditujukan pada keluhan pasien semata.3 Tujuan Pelayanan Dokter Keluarga Tujuan pelayanan dokter keluarga mencakup bidang yang amat luas sekali. lebih ditujukan untuk kepentingan pendidikan danpelatihan. Bila dibandingkan dengan pelayanan kedokteran yang lain. Ini disebabkan karena dalam menangani suatu masalah kesehatan. terpadu.Dengan metode seperti ini diharapkan penyelesaian masalah kesehatan dapat dilakukan secara sempurna dan memuaskan. melainkan memandang pasien sebagai manusia seutuhnya. pelayanan dokter keluarga memang lebih efektif. dan bahkan sebagai bagian anggota keluarga dengan lingkungannya masing-masing.Pelayanan kedokteran keluarga lebih efisien disebabkan pelayanan kedokteran keluarga lebih mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit yang diselnggarakan secara menyeluruh. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efisien. b. lebih ditujukan untuk kepentingan penyelenggaraan pelayanan. karena lebih menunjuk pada penerapan disiplin ilmu. yakni terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga. Hal ini bertujuan 6 . 2) Tujuan Khusus a.

c. b. e. Dengan pelayanan yang menyeluruh. maka segala keterangan tentang keluarga tersebut. 1976) : a. akan banyak manfaat yang diperoleh. pengaturannya akan lebih baik dan terarah. baik keterangan kesehatan ataupun keterangan keadaan social dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang dihadapi. Akan dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan suatu masalah kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah lainnya.4 Manfaat Pelayanan Dokter Keluarga Apabila pelayanan dokter keluarga dapat diselenggarakan dengan baik. Akan dapat diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya. g. Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tata cara yang lebih sederhana dan tidak begitu mahal dank arena itu akan meringankan biaya kesehatan. Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan. bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan. f. 2. d. untuk menurunkan angka jatuh sakit. termasuk faktor sosial dan psikologi. yang secara tidak langsung akan menurunkan biaya kesehatan. terutama ditengah-tengah kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini. terpadu dan berkesinambungan dapat dihindari tindakan atau pemeriksaan yang berulang-ulang. 7 . Manfaat yang dimaksud antara lain adalah (Cambridge Research Institute. yang besar peranannya dalam mencegah penghamburan dana kesehatan yang bersifat tidak terbatas. Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan pelayanan kesehatan.

Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua macam: 1. melainkan dari semua sisi yang terkait (comprehensive approach) yaitu sisi fisik. Tata cara pelayanan tidak diselenggarakan secara terkotak-kotak ataupun terputus-putus melainkan diselenggarakan secara terpadu (integrated) dan berkesinambungan (continue). Pelayanan dokter keluarga harus memperhatikan kebutuhan dan tuntutan kesehatan keluarga sebagai satu kesatuan. Pusat perhatian pada waktu menyelenggarakan pelayanan kedokteran tidak memusatkan perhatiannya hanya pada keluhan dan masalah kesehatan yang disampaikan penderita saja. Kegiatan yang dilaksanakan Pelayanan yang diselenggarakan oleh dokter keluarga harus memenuhi syarat pokok yaitu pelayanan kedokteran menyeluruh (comprehensive medical services). 2. Pendekatan pada penyelenggaraan pelayanan tidak didekati hanya dari satu sisi saja. Jenis pelayanan yang diselenggarakan mencakup semua jenis pelayanan kedokteran yang dikenal di masyarakat. 2.5 Ruang Lingkup Dokter Keluarga Ruang lingkup pelayanan dokter keluarga mencakup bidang amat luas sekali. Karakteristik CMC : . . harus memperhatikan pengaruhmasalah kesehatan yang dihadapi terhadap 8 . Akan dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan kedokteran yang canggih yang memberatkan biaya kesehatan. Sasaran Pelayanan Sasaran pelayanan dokter keluarga adalah kelurga sebagai suatu unit. h. . mental dan sosial (secara holistik). melainkan pada penderita sebagai manusia seutuhnya. .

pengobatan. Comunicator (Penghubung atau Penyampai Pesan) Yang mampu memperkenalkan pola hidup sehat melalui penjelasan yang efektif sehingga memberdayakan pasien dan keluarganya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatannya sendiri serta memicu perubahan cara berpikir menuju sehat dan mandiri kepada pasien dan komunitasnya. Tugas Dan Kompetensi Dokter Keluarga Dokter keluarga memiliki 5 fungsi yang dimiliki.6 Fungsi. dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi. Care Provider (Penyelenggara Pelayanan Kesehatan) Yang mempertimbangkan pasien secara holistik sebagai seorang individu dan sebagai bagian integral (tak terpisahkan) dari keluarga. 3. 2. 9 . komprehensif. nilai etika. kontinu. dan pemanfaatan teknologi kedokteran berdasarkan kaidah ilmiah yang mapan dengan mempertimbangkan harapan pasien. yaitu (Azrul Azwar. Juga sebagai pelayanan komprehensif yang manusiawi namun tetap dapat dapat diaudit dan dipertangungjawabkan. keluarga dan harus memperhatikan pengaruh keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi oleh setiap anggota keluarga. 2. komunitas. dkk. Decision Maker (Pembuat Keputusan) Yang melakukan pemeriksaan pasien. 2004): 1. lingkungannya. dan personal dalam jangka waktu panjang dalam wujud hubungan profesional dokter-pasien yang saling menghargai dan mempercayai. “cost effectiveness” untuk kepentingan pasien sepenuhnya dan membuat keputusan klinis yang ilmiah dan empatik.

Menangani penyakit akut dan kronik 5. Merujuk ke dokter spesialis Kewajiban dokter keluarga. Menjadi sumber daya kesehatan 5. memberikan nasihat kepada kelompok penduduk dan melakukan kegaiatan atas nama masyarakat dan menjadi panutan masyarakat Selain fungsi. sehat. 5. dan bijaksana. Melakukan riset untuk pengembangan layanan primer Kompetensi dokter keluarga seperti yang tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter Keluarga yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia tahun 2006 adalah : 10 . Mendiagnosis dan memberikan pelayanan aktif saat sehat dan sakit 2. Community Leader (Pemimpin Masyarakat) Yang memperoleh kepercayaan dari komunitas pasien yang dilayaninya. Manager Yang dapat berkerja secara harmonis dengan individu dan organisasi di dalam maupun di luar sistem kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitasnya berdasarkan data kesehatan yang ada. ada pula tugas dokter keluarga. Melayani individu dan keluarganya 3. Menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam praktek 3. Menjunjung tinggi profesionalisme 2. Bekerja dalam tim kesehatan 4. menyearahkan kebutuhan kesehatan individu dan komunitasnya. Membina dan mengikut sertakan keluarga dalam upaya penanganan penyakit 4.4.Menjadi dokter yang cakap memimpin klinik. yaitu : 1. yaitu: 1. sejahtera.

Ketrampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu. Membaca hasilUSG e. Ketrampilan melakukan “health screening” b. BCLS. PenyakitDalam c. moral. dan BPLS 11 . ilmu perilaku. Ketrampilan Komunikasi Efektif b.1. Memanfaaatkan. Saraf j. Kompetensi Dasar a. Kedokteran Komunitas 3. Mawas diri dan pengembangan diri/belajar sepanjang hayat g. BTLS. Ketrampilan menerapkan dasar – dasar ilmu biomedik. Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut c. Ilmu dan Ketrampilan Klinis Layanan Primer Cabang Ilmu Utama a. ilmu klinik. dan profesionalisme dalam praktik 2. menilai secara kritis. Bedah b. Ketrampilan Klinik Dasar c. Psikiatri i. Mata g. Membaca hasilEKG d. KesehatanAnak e. THT f. dan bekerja sama dalam konteks Pelayanan Kesehatan Primer e. berkesinambungan. Etika. Kebidanan dan Penyakit Kandungan d. keluarga ataupun masyarakat dengan cara yang komprehensif. holistik. dan mengelola informasi f. dan epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga d. terkoordinir. Kulit dan Kelamin h. Ketrampilan Klinis Layanan Primer Lanjut a.

Mengintegrasikan komponen asuhan komprehensif o Memahami epidemiologi penyakit o Melakukan anamnesis dan pemeriksaan jasmani secara memadai o Memeahami ragam perbedaan faal dan metabolism obat o Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi o Menyelenggarakan penilaian risiko khusus usia tertentu o Menyelenggarakan upaya pencegahan. anak. Ilmu dan Ketrampilan Manajemen Klinik a. dan prilaku o Mengkonsultasikan atau merujuk pasien tepat pada waktunya bila diperlukan o Menyelenggarakan layanan paliatif o Menjunjung tinggi aspek pelayanan kedokteran 12 . 4. Memahami dan menjembatani pengobatan alternatif 6. penapisan. lansia ) 2. psikologi. Manajemen klinik dokter keluarga Standar kompetensi dokter keluarga menurut deklarasi WONCA – WHO tahun 2003 : 1. Mengajar kedokteran keluarga 5. Ketrampilan Pendukung a. bayi. Riset b. Melaksanakan asuhan bagi pasien dalam kelompok usia tertentu ( bayi baru lahir. Ilmu dan Ketrampilan Klinis Layanan Primer Cabang Ilmu Pelengkap a. dewasa. remaja. wanita hamil dan menyusui. Semua cabang ilmu kedokteranlainnya b. dan panduan serta penyuluhan gizi o Memahami pokok masalah perkembangan normal o Menyelenggarakan konseling.

Mengkoordinasikan layanan kesehatan o Dengan keluarga pasien ( penilaian keluarga. ketrampilan manajemen praktek. kepemimpinan. Segala tindakan dapat diaudit 10. kelainan kardiovaskular. Preventif 5. Melaksanakan profesi dalam tim penyedia kesehatan Menyusun dan menggerakan tim. peningkatan kualitas) Dokter keluarga memiliki peranan dan cakupan yang khusus yaitu : 1. kelainan mata dan telinga. kelainan obstetric dan ginekologi. Bermoral dan beretika yang baik 13 . Mempertimbangkan mutu dan biaya 8. Kompeten dengan ilmunya 3. kelainan kulit. Mempertimbangkan keluarga. kelainan yang mengancam jiwa. mengenali dan memanfaatkan sumber daya masyarakat. anastesia dan penanganan nyeri. dan psikiatri 5. kelainan neurologi. advokasi atau pembelaan kepentingan kesehatan masyarakat) 4. kelainan neoplastik. Segala tindakan dapat dipertanggung jawabkan 9. lingkungan kerja. Kolaboratif dan kordinatif 6. penyakit infeksi.3. Melayani kesehatan masyarakat yang menonjol Kelainan alergik. Continue ( berkesinambungan) 4. pertemuan keluarga atau pasien. dan lingkungan 7. kelainan perkemihan dan kelamin. pemeriksaan atau penilaian masyarakat. kelainan musculoskeletal. pembinaan dan konseling keluarga ) o Dengan masyarakat ( penilaian kesehatan masyarakat dan epidemiologi. Komprehensif dan holistik 2. pemecahan masalah konflik. kelainan saluran cerna. program pencegahan dan pendidikan bagi masyarakat.

Dokter keluarga juga mendampingi pasien pada saat dilakukan konsultasi dan atau rujukan.Pelayanan dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan rawat jalan efektif dan efisien bagi pasien. Apakah kita sudah membuat kesepakatan dengan pasien untuk rencana jangka panjang penyakitnya ? d. menjaga kualitas. Apakah sebagai dokter keluarga kita telah mengetahui riwayat pasien tersebut sebelum kita membuat suatu keputusan ? b. informasi dalam riwayat kesehatan pasien sebelumnya dan pada saat datang digunakan untuk memastikan bahwa penatalaksanaan yang diterapkan sesuai dengan pasien yang bersangkutan. Rekam medis bersinambung.dan pasien yang mengalami sakit itu sedikit maka dapat dikatakan bahwa dokter keluarga tersebut berhasil. dan terus-menerus demi kesehatan pasien. yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara efektif efisien. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan bersinambung adalah: a. Sehingga yang ditekankan disini dokter keluarga adalah gate keeper sekelmpok masyarakat.Jadi pada dasarnya preventiflah yang diutamakan daripada tindakan kuratif. sadar mutu dan sadar biaya. Apakah kita sudah menjelaskan kepada pasien betapa pentingnya tindak lanjut (follow up) dalam perawatan penyakitnya ? c. Apakah pasien percaya kepada dokternya ? 14 .Pelayanan proaktif dimaksudkan pelayanan dokter keluarga menjaga kesinambungan layanan secara proaktif. Pelayanan yang Bersinambung (Continuity Of Care) Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan bersinambung. proaktif.7 Prinsip Kedokteran Keluarga 1. sebagai system pencegahan atau prventif. 2. demi kepentingan pasien.Semakin dia melakukan tindakan preventif yang tepat.

e. Apakah rekam medis pasien cukup informative untuk dapat digunakan ? c. dan memerhatikan bahwa keluarga pasien dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pasien. yang berperan 15 . Pelayanan yang terkoordinasi (Coordination Of Care) Dokter keluarga yang mengkoordinasikan semua pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pasien. apakah dia selalu dirawat oleh dokter yang sama? Hal ini penting untuk kasus-kasus penyakit kronik. Apakah tertulis dalam rekam medis pasien daftar masalah dan daftar pengobatan yang sedang dilakukan ? b. kuratif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan menyeluruh adalah: a. Apakah dokter tahu kemampuan pasiennya dalam pembayaran obat ataupun pemeriksaan yang dianjurkan ? d.Seorang dokter memandang pasien secara keseluruhan dengan memperhatikan keseluruhan kebutuhan mereka. Pelayanan dokter keluarga memiliki sIstem untuk memandang pasien sebagai bagian dari keluarga pasien. Pelayanan dokter keluarga mendayagunakan segala sumber di sekitar kehidupan pasien untuk meningkatkan keadaan kesehatan pasien dan keluarganya. Waspadai apakah pasien dalam keadaan depresi atau keluhannya hanya psikosomatik saja ? 3. Dokter keluarga menjadi guide dan bertanggungjawab dalam system pelayanan. Bila kita melihat rekam medik pasien tersebut.Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memandang pasien sebagai manusia seutuhnya. dan rehabilitatif. 2. Pelayanan yang menyeluruh (Comprehensiveness) Sebagai dokter. kita memandang pasien tidak hanya dari sisi biologis saja tetapi juga dari sisi sosial dan psikologisnya.Perlu dilakukan tindakan promotif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan bersinambung adalah: a. memberikan advokasi. memanfaatkan potensi pasien dan keluarganya seoptimal mungkin untuk penyembuhan.Kerjasama profesional dengan semua pengandil agar dicapai pelayanan kesehatan yang bermutu dan mencapai kesembuhan optimal. dan tahu apa jenis pekerjaan atau tempatnya bekerja. Apakah kita mendiskusikan pasien yang kita rujuk dengan konsultan. Hasil itu selanjutnya dilaporkan secara berkala kepada dokter yang bersangkutan. Masyarakat (Community) Pekerjaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan bersinambung adalah: a. dan lingkungan adalah aspek-aspek dalam komunitas yang dapat mempengaruhi penatalaksanaan seorang pasien. baik telepon ataupun secara langsung ? b. budaya. Apakah kita mengajarkan staf atau perawat kita hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu kita dalam mengkoordinasikan pelayanan kesehatan pasien ? d. Apakah kita pernah bersama-sama dengan pasien bertemu dengan konsultan ? c. yang mungkin dapat memberi informasi tentang penyakitnya ? 16 .Sebagai contoh: melatih anggota keluarga untuk mengukur dan memantau suhu tubuh pasien atau bahkan tekanan darah dan kadar gula darahnya. siapa yang menjelaskan kepada pasien mengenai diagnosa penyakitnya ? 4. Banyak sumber-sumber di masyarakat yang dapat digunakan dokter keluarga dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Bila perawatan pasien melibatkan banyak dokter. Apakah sebagai dokter keluarga kita tahu apa pekerjaan pasien kita.

dan mencegah kecacatan. dan promosi kesehatan gaya hidup sehat. apakah juga didapati orang lain yang terkena DHF di daerah tersebut ? 5. mengkonsultasikan atau merujuk pasien pada waktunya. Apakah faktor-faktor resiko tersebut didiskusikan dengan pasien dan membuat kesepakatan untuk mengurangi faktor resiko tersebut ? c. seperti riwayat penyakit dalam keluarga dan melakukan skrining untuk kasus dini dan pencegahan sedini mungkin.Pencegahan adalah mengenali faktor-faktor resiko tejadinya suatu penyakit. termasuk pengenalan faktor resiko dari penyakit. Pencegahan (Prevention) Pencegahan penyakit memiliki banyak aspek. mendiagnosis dan mengobati penyakit sedini mungkin. KB. Seperti Melayani KIA. seperti support group untuk penderita asma ?adanya Senam Asma yang dilakukan rutin oleh Medan Asma Centre. Apakah kita sudah melakukan antisipasi terhadap masalah-masalah yang secara normal memang terjadi dalam siklus kehidupan sebuah keluarga?Misalnya masalah yang terjadi pada pasangan yang baru menikah dan baru memiliki anak (the emptiness syndrome)? 17 . klub osteoporosis. Apakah faktor-faktor resiko tersebut tertulis dalam rekam medis pasien ? b. Apakah kita menggunakan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan bersinambung adalah: a. vaksinasi. Pencegahan juga termasuk mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin memiliki efek terhadap kesehatan emosional pasien dan keluarganya. b. Apakah kita tahu frekuensi kejadian penyakit yang sama dilingkungan tempat tinggal pasien ? Misalnya seperti pasien yang menderita demam berdarah. dan sebagainya ? c.

family circle. 18 . Penilaiannya dapat berdasarkan genogram. dan memahami pengaruh penyakit terhadap keluarga dan pengaruh keluarga terhadap penyakit. Apakah di dalam rekam medisnya tercantum genogram. family circle. c. Family circle dan Family Apgar biasanya digunakan pada kasus- kasus tertentu. komunitas.Dokter keluarga juga harus mengenali keluarga yang disfungsi atau berfungsi baik.Apgar score menilai apakah keluarga tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.Selalu mempertimbangkan pengaruh keluarga. Apakah support system dalam keluarga dicatat? d. Apakah kita mengevaluasi pengaruh penyakit terhadap keluarga dan pengaruh keluarga terhadap penyakit pasien ? Genogram (Pohon Keluarga) adalah deskripsi biologis dari silsilah keluarga. family Apgar. dan memanfaatkan keluarga. Family Circle adalah deskripsi emosional dari keluarga.6. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan pertanyaan yang perlu ditanyakan dalam pelayanan bersinambung adalah: a. masyarakat dan lingkungannya yang dapat mempengaruhi penyembuhan penyakitnya. masyarakat dan lingkungannya untuk membantu penyembuhan penyakitnya.family Apgar. tetapi genogram dan siklus Kehidupan Keluarga harus ada dalam catatan setiap pasien. Siklus kehidupan keluarga membantu kita untuk memprediksi kejadian-kejadian kritis yang secara normal akan dialami sebuah keluarga. komunitas. Keluarga (Family) Dokter keluarga memandang pasiennya sebagai bagian dari keluarganya. dan memuat informasi mengenai Siklus Kehidupan Keluarga? b.

Bentuk praktek dokter keluarga yang dimaksud secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. Terlepas apakah klinik dokter keluarga tersebut adalah suatu klinik mandiri atau hanya merupakan klinik satelit dari rumah sakit.2. Salah satu tujuannya adalah untuk menopang pelayanan dan juga penghasilan rumah sakit. lazimnya klinik dokter 19 . Apabila pasien tersebut ternyata membutuhkan pelayanan spesialistis. diwajibkan melalui bagian khusus ini. Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah suatu klinik yang didirikan secara khusus yang disebut dengan nama klinik dokter keluarga (family clinic/center). Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan oleh klinik dokter keluarga (family clinic). 2. semua pasien baru yang berkunjung ke rumah sakit. Untuk ini dibentuklah suatu unit khusus yang diserahkan tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga. baru kemudian dirujuk kebagian lain yang ada dirumah sakit. Kedua.8 Praktek Kedokteran Keluarga Terlepas dari masih ditemukannya perbedaan pendapat tentang kedudukan dan peranan dokter keluarga dalam sistem pelayanan kesehatan. Di luar negeri klinik dokter keluarga satelit ini mulai banyak didirikan. Pertama. Unit khusus ini dikenal dengan nama bagian dokter keluarga (departement of family medicine). Pada dasarnya klinik dokter keluarga ini ada dua macam. pada saat ini telah ditemukan banyak bentuk praktek dokter keluarga. Pelayanan dokter keluarga sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit (hospital based). klinik keluarga mandiri (free-standing family clinic). Pada bentuk pelayanan dokter keluarga diselenggarakan di rumah sakit. merupakan bagian dari rumah sakit tetapi didirikan diluar komplek rumah sakit (satelite family clinic).

para dokter keluarga yang terlibat akan dapat saling tukar menukar pengalaman. Pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan akan lebih bermutu Penyebab utamanya adalah karena pada klinik dokter keluarga yang dikelola secara kelompok. manajemen personalia serta manajemen sistem informasi yang sama pula. Untuk kemudian menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga yang dikelola oleh satu sistem manajemen keuangan. Pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap akan dirawat sendiri atau dirujuk ke rumah sakit kerja sama tersebut. Pada klinik dokter keluarga berkelompok ini diterapkan suatu sistem manajernen yang sama. menyebabkan pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan akan lebih bermutu. Pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan akan lebih terjangkau Penyebab utamanya adalah karena pada klinik dokter keluarga yang dikelola secara berkelompok. para dokter mempunyai cukup waktu pula untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. serta lancarnya hubungan dokter-pasien di pihak lain. 1971) : . Lebih dari pada itu. Dalam arti para dokter yang tergabung dalam klinik dokter keluarga tersebut secara bersama-sama membeli dan memakai alat-alat praktek yang sama. karena waktu praktek dapat diatur. pembelian serta pemakaian pelbagai peralatan medis dan non medis dapat dilakukan bersama-sama (cost sharing). Klinik dokter keluarga ini dapat diselenggarakan secara sendiri (solo practice) atau bersama-sama dalam satu kelompok (group practice). . Dari dua bentuk klinik dokter keluarga ini. Biasanya merupakan gabungan dari 2 sampai 3 orang dokter keluarga. Kesemuannya ini. ditambah dengan adanya kerjasama tim (team work) disatu pihak. 20 . akan diperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut (Clark. karena pendapatan dikelola bersama. pengetahuan dan keterampilan. Jika bentuk praktek berkelompok ini yang dipilih. Di samping itu. yang paling dianjurkan adalah klinik dokter keluarga yang dikelola secara berkelompok. keluarga tersebut menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan rumah sakit.

Dokter yang menyelenggarakan praktek dokter keluarga tersebut tidak melakukan pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah atau pelayanan rawat inap di rumah sakit. Pertama. Disini para dokter yang menyelenggarakan praktek. Semua pasien yang membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat praktek dokter keluarga. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. 2. Keadaan yang seperti ini akan mengurangi kecenderungan penyelenggara pelayanan yang berlebihan. menyebabkan penghasilan dokter akan lebih terjamin. praktek dokter keluarga yang diselenggarakan sendiri (solo practice). Pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga banyak macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan melalui praktek dokter keluarga (family practice). pada gilirannya akan menghasilkan pelayanan dokter keluarga yang lebih terjangkau. Jika kebetulan pasien tersebut memerlukan pelayanan rawat inap. Pada dasarnya bentuk pelayanan dokter keluarga ini sama dengan pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan melalui klinik dokter keluarga. pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit. rnenerapkan prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga pada pelayanan kedokteran yang diselenggarakanya. Kedua praktek dokter keluarga yang diselenggarakan secara berkelompok (group practice). Kesemuanya ini apabila berhasil dilaksanakan. b. kunjungan dan perawatan pasiendirumah. Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah praktek dokter keluarga. Praktek dokter keluarga tersebut dapat dibedaka pula atas dua macam. Pada bentuk ini. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga hanya pelayanan rawat jalan saja. 21 . Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan.

Pelayanan bentuk ini lazimnya diselenggarakan oleh dokter keluarga yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat dan rumah sakit tersebut memberi kesempatan kepada dokter keluarga untuk merawat sendiri pasiennya di rumah sakit. dan bahkan dapat tidak sama antara satu daerah lainnya. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mencakup pelayanan rawat jalan serta pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah. 2. karena telah tersedia berbagai peralatan kedokteran yang dibutuhkan. Tentu saja penerapan dari ketiga bentuk pelayanan dokter keluarga ini tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya. pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah mulai jarang dilakukan. Di Amerika Serikat misalnya. 3. serta perawatan rawat inap di rumah sakit. Pasien akhirnya lebih senang mengunjungi tempat praktek dokter. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Penyebabnya adalah karena mulai timbul kesadaran pada diri pasien tentang adanya perbedaan mutu pelayanan antara kunjungan dan perawatan pasien di rumah dengan di tempat praktek. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga telah mencakup pelayanan rawat jalan.9. serta pelayanan rawat inap di rumah sakit. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. kunjungan dan perawatan pasien dirumah. Pelayanan bentuk ini lazimnya dilaksanakan oleh dokter keluarga yang tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. Pada bentuk ini. Karakteristik Pelayanan Dokter Keluarga Pelayanan dokter keluarga mempunyai beberapa karakteristik yang menurut para ahli dibedakan dan diuraikan sebagai berikut : 22 . Pada bentuk ini.

Berhubungan dengan pasien sebagai anggota dari unit keluarga. Carmichael (1973) menyusun karakteristik pelayanan dokter keluarga tersendiri: a. g. di rumah dan di rumah sakit. f. Menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu kesempatan untuk menyelenggarakan pelayanan pencegahan penyakit atau pendidikankesehatan. Memandang dirinya sebagai masyarakat yang berisikotinggi. Lan R. bukan pada disiplin ilmu kedokteran.sumber yangtersedia. Berorientasi pada pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan. Berupaya mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit dengan berbagai faktor yangmempengaruhinya. memandang keluarga sebagai dasar dari suatu organisasi sosial dan atau suatu kelompok fungsional yang saling terkait. pada mana setiap individu membentuk hubungan tingkatpertama. Lebih mengikatkan diri pada kebutuhan pasien secara keseluruhan. e. c. kelompok penyakit atau teknik . teknik kedokterantertentu. d. 2. Memanfaatkan pendekatan menyeluruh. Lynn P. c.1. Memandang dirinya sebagai bagian dari jaringan pelayanan kesehatan yang tersedia dimasyarakat. Melayani pasien di tempat praktek. McWhinney(1981): a. h. Diselenggarakan dalam suatu daerah domisili yang samadengan pasiennya. Memperhatikan aspek subjektif dari ilmukedokteran. Diselenggarakan oleh seorang dokter yang bertindak sebagai manager dari sumber . i. berorientasi pada pasien dan keluarganya dalam menyelenggarakan setiap 23 . b. b.

Mempunyai ketrampilan diagnosis yang andal serta pengetahuan tentang epidemiologi untuk menentukan pola penyakit yang terdapat di masyarakat dimana pelayanan tersebut diselenggarakan. Debra P. d. d. Hymovick and Martha Underwood Barnards (1973) menetapkan ada lima karakteristik pokok dari pelayanan dokter keluarga: a. Para dokternya memiliki pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara faktor biologis. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk diperhatikannya pasien tidak hanya sebagai orang perorang. b. serta menguasai teknik pemecahan masalah untuk mengatasi berbagai penyakit yang agak mirip atau tidak khas serta berbagai penyakit yang tergolong psikosomatik. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan kesehatan tingkat pertama (termasuk pelayanan darurat) serta pelayanan lanjutan (termasuk pengaturan rujukan). pelayanankesehatan. 3. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan pencegahan penyakit dalam stadium dini serta peningkatan derajat kesehatan pasien setinggi mungkin. 24 . e. c. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih responsif serta bertanggung jawab. sosial dan emosional dengan penyakit yang dihadapi. dan selanjutnya para dokter yang menyelenggarakan pelayanan harus memiliki keahlian mengelola berbagai penyakit yang ditemukan di masyarakat tersebut. tetapi juga sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat.

Yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian kepada penderita secara lengkap dan sempurna. 4. Sebagian melihatnya sebagai pelayanan dokter spesialis. mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta mengobati penyakit sedini mungkin. Menurut Ikatan Dokter Indonesia Ikatan Dokter Indonesia merumuskan karakteristik pelayanan dokter keluarga sebagai berikut: a.baiknya. melainkan sebagai anggota satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk dilayaninya pasien secara menyeluruh dan dapat diberikan perhatian kepada pasien secara lengkap dan sempurna. Jika diperhatikan. Tetapi 25 . Yang mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin. e. e. Yang melayani penderita tidak hanya sebagai orang perorang. karakteristik pelayanan dokter keluarga sebagaimana dikemukakan di atas. b. c. d. Yang menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan lanjutan. jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan. jauh melebihi jurnlah keseluruhan keluhan yang disampaikan. terlihat bahwa pelayanan dokter keluarga memang merupakan suatu pelayanan kedokteran yang memiliki kedudukan tersendiri. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut sebaik .

Paripurna. 2000) : DOKTER PRAKTEK DOKTER UMUM KELUARGA Cakupan Pelayanan Terbatas Lebih Luas Menyeluruh. 2.10. sebagian lainnya berpendapat hanya menunjuk pada tata cara pelayanan saja. Perbedaan Dokter Praktek Umum dan Dokter Keluarga 26 . Sifat Pelayanan Sesuai Keluhan bukan sekedar yang dikeluhkan Kasus per kasus dengan Kasus per kasus dengan Cara Pelayanan berkesinambungan pengamatan sesaat sepanjang hayat Lebih kearah pencegahan. Dokter – pasien – teman Dokter – pasien pasien sejawat dan konsultan Secara individual sebagai bagian dari Awal pelayanan Secara individual keluarga komunitas & lingkungan Tabel 1. tanpa Lebih kuratif hanya Jenis Pelayanan mengabaikan untuk penyakit tertentu pengobatan dan rehabilitasi Kurang Lebih diperhatikan dan Peran keluarga dipertimbangkan dilibatkan Promotif dan Tidak jadi perhatian Jadi perhatian utama pencegahan Hubungan dokter. Perbedaan Dokter Praktek Umum dan Dokter Keluarga Tabel ini menjelaskan tentang perbedaan antara dokter praktek umum dengan dokter keluarga (Qomariah.

1 Validity Merupakan suatu jurnal dengan metode penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. tidak mencantumkan gelar. kode pos. Sedangkan penulisan institusi pada jurnal ini dituliskan sesuai dengan aturan baku penulisan.faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Peserta ASKES Sosial dalam Pelayanan Dokter Keluarga PT. Hasilnya adalah sebagai berikut: Judul Jurnal “Faktor. ASKES (Persero). yaitu : 3. faksimile. penulis telah mendapatkan jurnal yang akan ditelaah yaitu Faktor. cukup menarik. 27 . nama keluarga ditulis lebih dahulu lalu diikuti dengan nama awal. e-mail. judul tidak terlalu pendek. ASKES (Persero)”.faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Peserta ASKES Sosial dalam Pelayanan Dokter Keluarga PT. dan tidak menggunakan singkatan. Judul jurnal menggambarkan isi utama penelitian. Aturan baku penulisan adalah meliputi alamat lembaga afiliasi penulis. dan nama dituliskan dibawah judul sehingga mengikuti standar baku penulisan nama pengarang. Aturan baku penulisan nama pengarang yaitu nama lengkap (tidak disingkat). namun tidak mengandung unsure 4W+1H. Jurnal ini telah menjawab pertanyaan dasar telaah jurnal. alamat untuk korespondensi dilengkapi dengan nomor telepon dan HP. Pengarang dan Institusi Nama pengarang pada penelitian ini telah dituliskan sesuai dengan aturan baku penulisan. BAB III CRITICAL APPRAISAL Pada kegiatan jurnal reading. Selanjutnya dilakukan telaah jurnal menggunakan “Check List Umum Penilaian Struktur dan Isi Makalah”.

nilai kemaknaan. Pendahuluan tidak lebih dari satu halaman. Setiap bagian dari abstrak informatif yaitu memberikan informasi tersendiri yang dirangkum secara ringkas dan mudah dimengerti. Namun pada penulisan tidak dicantumkan kriteria inklusi dan eksklusi. Perkiraan besar sample disebutkan namun tidak disertai alasannya. rencana analisis. tempat. Results.Abstrak Abstrak ditulis secara terstruktur dan sudah tercakup komponen IMRAD (Introduction. abstrak jurnal ini telah memenuhi syarat abstrak yang baik. Pendahuluan didukung oleh pustaka yang kuat dan relevan ditandai dengan adanya sitasi-sitasi yang merujuk ke daftar kepustakaan. pendahuluan jurnal ini telah memenuhi syarat yang baik. sesuai dengan penulisan abstrak yang baik memiliki jumlah kata antara 200-250. Metode Pada penulisan metode. Oleh karena itu. waktu penelitian. Dalam tabel disertakan nilai P 28 . variable yang dianalisis. populasi sumber (populasi terjangkau). Oleh karena itu. Abstrak terdiri dari 200 kata. Bagian pertama mengemukakan alasan dilakukannya sebuah penelitian. disebutkan desain. Methods. teknik sampling. Hasil Penulisan hasil sebaiknya didukung dengan adanya tabel deskripsi subjek penelitian. Disscussion). Disebutkan teknik pengukuran. Analisis dilakukan dengan uji yang sesuai. dan desain yang digunakan. Bagian kedua menyatakan tujuan penelitian. Pendahuluan Pendahuluan ditulis sesuai dengan komponen penulisan yang baik. Tabel menjelaskan lebih ringkas mengenai paragraf-paragraf pada hasil.

Tidak disebutkan kesulitan penelitian. Semua foot note pada naskah dijelaskan di daftar pustaka.dan interval kepercayaan. Pembahasan Semua hal yang relevan dibahas pada pembahasan. 29 . penyimpangan dari protocol dan kemungkinan dampaknya terhadap hasil. Tidak dibahas keterbatasan penelitian. Semua foot note merujuk pada sumber yang jelas. Kesimpulan didasarkan pada data yang didapatkan dan ditambahkan dengan hasil tambahan.teori dan hasil penelitian terdahulu. Tidak disebutkan subyek yang drop out dalam hasil analisis. tidak disebutkan keterbatasan dan kesulitan dalam melakukan penelitian. Pembahasan dilakukan dengan menghubungkannya dengan pertanyaan penelitian. Kesimpulan Pada akhir paragraf ditulis kesimpulan dari penelitian tersebut. Hal yang dikemukakan pada hasil tidak sering diulang. Daftar Pustaka Daftar pustaka disusun sesuai dengan aturan jurnal yang baku. kemungkinan dampaknya terhadap hasil. Namun pada diskusi tidak dibahas mengenai hal yang ada pada hasil dan menghubungkannya dengan hipotesis. Dalam hasil disertakan komentar dan pendapat. dan kemungkinan dampaknya terhadap hasil pada akhirnya ditulis pula saran penelitian selanjutnya. perbedaan dengan review lainnya.

Dokter keluarga yang memiliki proses administrasi yang relative baik akan membuat pasien merasa puas terhadap pelayanan administrasi. kebersihan ruang tunggu. Faktor terakhir yaitu sarana dan prasarana. Keramahan dokter merupakan aspek yang sangat penting untuk meningkatkan kepuasan. maka tingkat kepuasan pasien akan meningkat. Pemberian informasi yang jelas dan dimengerti pasien tentang kondisi. Faktor selanjutnya yaitu pelayanan medis. serta alat kesehatan yang digunakan oleh dokter keluarga. sikap dalam pemberian pelayanan. terapi. Dokter diharapkan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. dan proses pengambilan obat di dokter keluarga. Jika penyediaan fasilitas di pelayanan dokter keluarga ditingkatkan. Dokter keluarga yang memiliki proses pelayanan medis yang baik akan membuat pasien merasa puas terhadap pelayanan medis. 30 . dan penjelasan dokter dalam pemberian obat.3. Jadwal yang tidak sesuai dan harus menunggu lama akan membuat pasien merasa tidak nyaman dan tidak puas.2 Importance Penulisan jurnal ini penting dan perlu diperhatikan oleh Praktik Dokter Keluarga. waktu tunggu periksa. dan tujuan pengobatan. proses pendaftaran. pilihan obat yang diberikan. dan efek samping. diagnosis. fasilitas ruang tunggu. meliputi ketepatan jadwal praktek dokter. karena dengan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan peserta ASKES dapat meningkatkan kepuasan peserta ASKES dalam menggunakan pelayanan dokter keluarga. cara pemberian dan pengaturan dosis obat. meliputi sikap ramah dokter. prognosis. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor pelayanan administrasi. kejelasan informasi yang diberikan. meliputi kenyamanan ruang tunggu. jika pelayanan baik dan membuat pasien merasa puas maka akan membuat pasien mematuhi anjuran- anjuran yang diberikan oleh dokter keluarga.

31 .3. Dengan kualitas pelayanan yang optimal dapat meningkatkan kepuasan pasien yang berkunjung ke Puskesmas Satelit. dan akan membuat pasien mematuhi anjuran-anjuran yang diberikan.3 Applicability Hasil penelitian ini baik dan dapat diterapkan di Puskesmas Satelit karena dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien.

Prinsip dokter keluarga meliputi pelayanan yang berkesinambungan. menyeluruh dan terkoordinasi. 4. Dokter keluarga juga berperan sebagaimana layaknya dokter praktek umum. Dokter keluarga merupakan pelayanan kedokteran yang menyeluruh. community leader dan manager. 2. BAB IV KESIMPULAN 1. Terdapat perbedaan antara dokter praktik umum dan dokter keluarga yang dapat dilihat dari cakupan pelayanan. tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lingkungan. pencegahan dan keluarga. jenis pelayanan. tidak terbatas hanya pada klinis pasien. sifat pelayanan. ekonomi. 3. decision maker. yaitu sama-sama sebagai klinisi dimana mereka menjadi communicator. cara pelayanan. masyarakat. care provider. dan sosial budaya. dan lain-lain 32 .

Wonodirekso. Prasewtyawati. Sugito. Standar Kompetensi Dokter Keluarga. 2-36. Dasar-dasar Kedokteran Keluarga. EBS. Singapore International Foundation : Singapore Danakusuma. A. 1996. 2010. 6-21. 2010. Gan. Wonodirekso. 2008. Goh Lee . Azrul. Pengantar Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas.html Fujiati. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. Nomor: 1. 1995. IDI : Jakarta Azwar. A Primer On Family Medicine Practice. Sugito.Medan: USU press. DAFTAR PUSTAKA Azwar. IDI : Jakarta Danasari.Prinsip pendekatan pelayanan DOKTER KELUARGA. Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia Maj Kedokt Indon. Muhyidin. Azrul . 2004. PDKI : Jakarta Febri. I. Available at http://febspow. Januari 2009 33 .com/2010/04/prinsip-pendekatan-pelayanan-dokter. Kedokteran Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.blogspot. Volum: 59. 2005.

LAMPIRAN 34 .