LAPORAN SURVEY LAPANGAN

“SISTEM PENANGANAN BAHAYA KEBAKARAN”

Dosen:

Ir. Shirley W., MT

Oleh:

Ratu Sonya Mentari Haerdy

212014059

Kelas B

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

2016

Antapani.Smoke detector Smoke detector merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi asap yang cara kerjanya adalah ketika asap masuk ke dalam smoke detector dan saat kepadatan asapnya memenuhi ambang batas maka smoke detector akan mengaktifkan control fire alarm. Mengacu pada SNI 03-3958-2000 dan SNI 03-3986-2000 maka sistem pengamanan terhadap bahaya kebakaran terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pencegahan. Pendahuluan Kebakaran adalah nyala api pada suatu tempat berdasarkan reaksi kimia (oksidasi) yang terbentuk karena 3(tiga) unsur yaitu panas. Pencegahan Bahaya Kebakaran Pencegahan terhadap bahaya kebakaran dapat dilakukan secara aktif maupun pasif. Bandung . Secara umum smoke detector memiliki area proteksi 36 m2 untuk ketinggian plafond 4m. dan penyelamatan (evakuasi). 2. Pembahasan dan Analisis A. Terjadinya kebakaran pada suatu tempat sangatlah merugikan karena dapat memusnahkan segala benda yang ada pada tempat tersebut sehingga pada suatu ruang atau tempat haruslah memiliki sistem pengamanan terhadap bahaya kebakaran terutama pada gedung bertingkat. penanggulangan. Gambar 1 Smoke Detector Yogya Lucky Square. Pencegahan secara aktif Pencegahan secara aktif adalah pencegahan terhadap api oleh alat deteksi/detector yang meliputi: . a. Smoke detector ditempatkan pada area-area yang ketika awal kebakaran akan menimbulkan kepulan asap. oksigen dan material yang mudah terbakar.1.

Pencegahan secara pasif .Heat detector Berfungsi sebagai alat pendeteksi kenaikan suhu panas. yang memungkinkan alat ini untuk membedakan antara spectrum cahaya pada api. Area deteksi sensor detektor ini mampu mencapai 50 m2 pada ketinggian plafon 4 meter. Pelapisan struktur . . Pendinginan struktur B. APAR Air/Water b. . Pada suhu 55oC – 60oC umumnya detector sudah bias mengaktifkan alarm bel agar kebakaran tidak semakin meluas ke area lainnya. Cara kerja flame detector dirancang untuk mendeteksi penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Gambar 2 Heat Detector Hypermart Bandung Indah Plaza b. Perencanaan jarak dan ketinggian bangunan . Penanggulangan Bahaya Kebakaran Penanggulangan terhadap bahaya kebaran dilakukan untuk memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran dan komponen-komponennya yang meliputi: .Flame detector Cara kerja flame detector untuk mengidentifikasi / mendeteksi api dengan menggunakan metode optik seperti ultraviolet (UV). Kompartemenisasi (Zoning) . infrared (IR) spectroscopy dan pencitraan visual flame. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) a. APAR Busa/foam .

APAR Karbon dioksida/ CO2 Alat Pemadam Api Ringan atau dikenal APAR merupakan alat pemadam yang digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil. Gambar 3 APAR (Dry Chemical Powder) Gedung 17 ITENAS Bandung Gambar 4 APAR (Carbon Dioxide(CO2) ) SPBU Cipamokolan. APAR Dry Chemical Powder d. oli dan bensin.c. Bandung . APAR dengan karbon dioksida atau CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B yang disebabkan oleh solar. APAR yang biasa ditemukan adalah APAR dengan Dry Chemical Powder yang efektif memadamkan api semua jenis kelas kebakaran.

Hydrant Hydrant adalah koneksi di atas tanah yang menyediakan akses ke pasokan air untuk tujuan pemadam kebakaran. pertokoan. hydrant dianjurkan untuk dapat memberikan debit air minimum 250 galon per menit (945 liter per menit). museum maka dibutuhkan hydrant 1 buah/800m2 . mall. Dalam rangka menyediakan air yang cukup untuk pemadaman kebakaran. Gambar 5 Hydrant dan connector di luar ruangan RS Boromeus Bandung Gambar 6 Hydrant dan Pipa peninggi di luar ruangan RS Hasan Sadikin Bandung . sedangkan untuk asrama dan apartemen dibutuhkan 1 buah/1000m2. Jumlah hydrant yang dibutuhkan bergantung pada fungsi bangunannya. pada bangunan hiburan..

Antapani. Sprinkler Merupakan alat yang berupa pipa dan kepala sprinkler dapat memadamkan api dengan cara mengeluarkan debit air ketika terdeteksi adanya kebakaran. Gambar 7 Hydrant dan hose reel dalam ruangan Yogya Lucky Square. Fire Hose Cabinet Yaitu cabinet yang berisi perlengkapan yang dapat digunakan saat terjadi kebakaran seperti selang air. Berdasarkan jenis pipanya maka sprinkler dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: . Bandung . Gambar 8 Fire Hose Cabinet RS Boromeus. pakaian anti api. helm dan sepatu tahan api. Bandung .

kepala sprinkler menghadap ke atas dilengkapi dengan bulb yang peka terhadap panas. Sistem kerjanya adalah bulb pada kepala sprinkler yang akan pecah di suhu tertentu. Gambar 10 Sprinkler (Dry Pipe) Basement Lucky Square.a. Gambar 9 Sprinkler (Wet Pipe) Bandung Electronic Center (BEC). Antapani. Wet Pipe Merupakan pipa dengan sistem terbuka. pipa berbentuk horizontal dan tidak terisi oleh air. Bandung b. Dry Pipe Menggunakan sistem terbuka. dan akan pecah di area yang dianggap melebihi batas suhu pada bulb saja. Bandung . arah bulb dan kepala sprinkler ke bawah dan pipa berisi air.

Sistem Halon Alat Pemadam Api Jenis Gas Halotron merupakan Alat Pemadam yang menggunakan gas Halon sebagai bahan pemadam. . . Deludge Sistem ini merupakan pengembangan dari dry pipe dan biasa disebut open sprinkler karena. Sistem Fog memiliki alat deteksi terhadap kelembapan ruangan (humidity). Biasa digunakan di ruangan yang tidak besar karena 1 ruang membutuhkan 1 bulb. Keunggulan sistem ini adalah tidak mengotori ruangan. d. sprinkler akan bekerja tidak menunggu bulb pecah akan tetapi ketika alarm kebakaran berbunyi maka sprinkler akan bekerja semuanya sekaligus. Alat pemadam jenis ini digunakan di pabrik. Pipa tidak terdapat air namun hanya diisi oleh tekanan saja. namun cakupannya hanya untuk ruangan 3m x 3m saja dan efektif untuk gedung perkantoran. laboratorium atau area workshop dimana terdapat kemungkinan terdapat minyak dan bahan mudah terbakar. . c. dilengkapi oleh alat deteksi. Preaction Merupakan pengembangan dari sistem dry pipe. menghemat penggunaan air karena hanya dibutuhkan 1000mL saja. Deludge biasa digunakan di area yang akan mengalami kebakaran berat seperti pabrik. Alat pemadam ini mengeluarkan uap dan gas yang menyelimuti api dan menyingkirkan oksigen sehingga dapat memadamkan api. Sistem Fog Merupakan alat pemadam kebakaran yang menggunakan kabut kering sehingga tidak menimbukan debu/kotor akibat pemadaman disbanding APAR. Salah satu kelemahan dari jenis pemadam ini adalah jika terdapat logam yang terbakar maka BCF dapat terdegradasi dan membentuk hydrogen halide yang bersifat beracun dan korosif.

Penyelamatan Jiwa dari Bahaya Kebakaran . Koridor Gambar 12 Koridor menuju lift Bandung Electronic Center (BEC). Diam di tempat (kompartemenisasi) Adanya kompartemenisasi/zoning agar api tidak menyebar luas dan tidak perlu untuk mengevakuasi jiwa Karena api dapat padam dalam waktu 1 ½ jam. Bandung . Bandung .C. Evakuasi a. Gambar 11 Kompartemenisasi denah Istana Plaza.

b. Bandung . Pintu darurat Gambar 13 Pintu Darurat Bandung Electronic Center (BEC). Bandung c. Tangga darurat Gambar 14 Tangga Darurat Bandung Electronic Center (BEC).

Related Interests