INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

SOFT ROCK FISSURES

TUGAS KULIAH
MEKANIKA TANAH LANJUT

MUHAMMAD DANU DIRJA
NIM 16540029

FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN
PROGAM STUDI TEKNIK MAGISTER TEKNIK SIPIL

JAKARTA
MEI 2017

1

batuan sedimen. Namun selain sisi positif tentu ada sisi negatif yang muncul. banjir. Hasil aktivitas bumi yang menyebabkan keberagaman batuan yang ada di Indonesia yaitu tektonisme dan vulkanisme memberikan banyak kekayaan mineral dan energi yang sangat bermanfaat untuk negeri ini. Indonesia dapat dikatakan sebagai laboratorium alam yang lengkap. tsunami. Dahulu. Oleh karena keunikan di atas. sehingga perlu untuk dipelajari secara maksimal agar kita dapat memanfaatkan potensi yang ada di negeri ini secara baik dan benar. 2 . akibat keterbatasan lahan. mereka mulai membangun di daerah-daerah lain yang memiliki kemungkinan untuk ditemukan soft rock. hingga tanah longsor. Salah satu permasalahan yang masih perlu banyak dipelajari adalah soft rock atau batuan lunak. antara lain banyaknya permasalahan kebencanaan alam seperti gempa bumi. Namun sekarang. Sehingga pengetahuan mengenai soft rock sangat diperlukan agar dapat memanfaatkan suatu lahan dengan baik dan ekonomis. hingga batuan metamorf. Mulai dari batuan beku. para ahli sipil akan menghindari untuk membangun suatu bangunan di lokasi yang didominasi oleh soft rock. BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang unik karena tersusun oleh berbagai macam lapisan batuan.

Baud dan Gambin (2011) menggunakan kriteria lain. berdasarkan batas tekanan dalam pengujian pressuremeter.1. 2014) 2. lebih sulit untuk ditetapkan.4 MPa ditetapkan oleh Terzaghi dan Peck (1967) untuk material yang berperilaku lebih mirip seperti batu daripada tanah.2.5 MPa. batas bawah dari kekuatan soft rock. Dobereiner (1984) mempertimbangkan nilai UCS 0. menunjukkan nilai 2-10 MPa. Klasifikasi batuan berdasarkan kekuatan menurut beberapa peneliti (Kanji. BAB II DASAR TEORI 2. Gambar 1. SPT di atas 50 dan UCS lebih besar dari 0. Rocha (1975) menganggap batuan ketika potongan tersebut tidak runtuh atau terurai (disaggregate) ketika direndam dalam air. Disisi lain. 3 . Namun dapat diambil suatu anggapan praktis yaitu batas atas dari suatu batuan yang dapat disebut soft rock adalah batuan dengan nilai unconfined compressive strength (UCS) sekitar 25 MPa. yang membedakannya dengan tanah. Sekalipun demikian. Macam-macam Soft Rock Berdasarkan pengertian diatas dapat kita ambil gambaran umum bahwa suatu batuan dapat disebut sebagai soft rock jika memiliki nilai UCS diantara 1 – 25 Mpa. transisi antara soft dan hard rock serta tanah masih sulit untuk ditentukan. Pengertian Soft Rock Beberapa peneliti telah membuat klasifikasi mengenai batuan berdasarkan kekuatan dari masing-masing batuan dengan skala dan istilah yang berbeda-beda. yang bergantung pada modulus elastisitas hingga limit pressure ratio.

Evaporites: salt rock. dan lain-lain. and marl. Gambar 2. Pada tabel terlihat bahwa batuan yang biasanya tergolong sebagai hard rock dapat ditemukan di alam sebagai soft rock akibat pengaruh dari pelapukan seperti contohnya hasil pelapukan dari batuan kristalin seperti granite. soft rock. Tabel 1. Metavolcanic deposits rocks Di beberapa penelitian. schists. phyllite. diorit. and Weathering products of crystalline rocks Metamorphic Slate. tuff and ignimbrite. dari penelitian itu terlihat bahwa terdapat transisi secara bertahap antara material-material. tanpa terjadi perubahan yang tajam dalam hubungan tersebut. volcanic ash. and lahar. Soluble: limestone. 2014) 4 . yang mencoba memverifikasi apakah semua tipe batuan cocok dengan teori hubungan antara dry density dan porositas. 2014). Beberapa penyebaran yang berada diluar garis teoritik dapat terjadi dikarenakan perbedaan prosedur percobaan. etc. yang dilakukan oleh Galván (1999).. siltsones. and Coal Igneous rocks Volcanic conglomerates. Grafik dry density vs porositas dari beberapa tipe batuan yang berbeda. quartzite little cemented. carnallite. Piroclastic deposits.Macam-macam batuan yang biasa ditemukan sebagai soft rock ditunjukan oleh Tabel 1. dolomite. mengindikasikan batas antara hard rock. shales. Basaltic breccia. Pada Gambar 2 terlihat bahwa batas soft rock terdapat dikondisi dry density sebesar 17-28 kN/m3 dan porositas berkisar 2-20%. conglomerates and rocks beccias. and gypsum. sandstones. dan tanah secara umum (Kanji. seperti terlihat dalam Gambar 2 (Kanji. 2014) Basic types Subclasses Sedimentary Clastic: mudstones. breccias. Macam-macam soft rock (Kanji.

1 – 0. Pada Tabel 2 soft rock masuk kedalam golongan R1 hingga R2 atau very weak hingga weak.2 Readily indented by thumb but penetrated only S4 Stiff 0. R2 shallow indentation made by firm blow with Weak 5-25 point of geological hammer Crumbles under firm blow with point of R1 geological hammer. R3 can be fractured with single firm blow of flat end Medium strong 25-50 of the geologic hammer Can be peeled by a pocket knife with difficulty. penetrates several S3 Firm 0.1 with great effort With moderate effort.0. Soft rock dapat kita identifikasi di alam dengan menggunakan acuan klasifikasi tingkat batuan yang telah dibuat oleh Hook.05 centimeters by thumb S2 Easily penetrated several centimeters by thumb Soft 0.050 .0.012 5 . 1994. Tabel 2.0.2 – 1 S6 Indented with difficulty by thumbnail Hard >0. 1994) Grade Field identification Description UCS (MPa) Specimen can only be chipped with flat end of R6 Extremely strong > 250 geological hammer Specimen requires many blows of flat end of R5 Very strong 100-250 geological hammer to fracture Specimen requires more than one blow of flat R4 Strong 50-100 end of geological hammer to fracture Cannot be scraped or peeled with pocket knife. Di lapangan kita dapat menggolongkan suatu batuan sebagai soft rock jika dapat dikupas menggunakan pisau saku dan dapat menggompal hingga hancur bila dipukul dengan ujung runcing palu geologi. Tingkat kekuatan batuan dan tanah di lapangan (Hook.012 .2 S5 Readily indented by thumbnail Very stiff 0.025 S1 Easily penetrated several centimeters by fist Very soft < 0. can be peeled by a pocket Very weak 1-5 knife R0 Indented by thumbnail Extremely weak < 0.025 .

BAB III PERMASALAHAN 3. 2006) 6 . Seperti contoh coring lapisan lava vulkanik pada studi kasus yang dilakukan oleh Kanji. Nilai Core Recovery Rendah Core Recovery adalah panjang total inti bor yang diperoleh per kemajuan pengeboran dibagi panjang kemajuan pengeboran. Minimal persen core recovery yang diperbolehkan untuk pemboran (CEDD. Gambar 3.1. dan dinyatakan dalam persen. 2014) Tabel 3. Salah satu permasalahan yang muncul dalam soft rock adalah nilai core recoverynya yang rendah. 2014. Core recovery berfungsi sebagai parameter baik tidaknya proses pengeboran untuk menggambarkan suatu kondisi batuan/tanah di bawah permukaan. Foto inti bor dari lava vulkanik yang hancur berkeping-keping (Kanji.

Nilai RQD (Rock Quality Designation) Rendah Menurut Deere (1968) RQD adalah modifikasi presentase perolehan inti bor yang utuh dengan panjang 100 mm atau lebih dan dibagi dengan panjang inti bor. Hal ini dikarenakan jarak antar rekahannya cenderung dekat sehingga hasil inti bor akan terpecah-pecah menjadi potongan-potongan kecil yang panjangnya kurang dari 10 cm. Gambar 4. Contohnya seperti pada gambar 5 berupa inti bor dari lava vulkanik. Pengertian dan klasifikasi Rock Quality Designation (Deere. 1968) Pada soft rock dengan rekahan-rekahan (fissures) akan memiliki nilai RQD (Rock Quality Designation) yang rendah. Hal ini dikarenakan pada core yang memiliki nilai core recovery yang kecil tidak dapat menggambarkan kondisi di bawah permukaan dengan baik seperti indeks properties. 3. serta struktur (bidang diskontinu) yang ada pada batuan. Pada investigasi tanah dan batuan bila nilai core recovery kecil maka pemboran (sebaiknya) diulang di titik lain yang jaraknya tidak begitu jauh dari titik pertama.2. susunan lapisan batuan. komposisi dan tekstur batuan. 7 .

3. Gambar 6. et al. Jarak antar diskontinuitas 4.. 1974) 3. 2014) Nilai RQD yang rendah juga sebanding dengan tingkat kekuatan batuan. Rock Quality Design (RQD) 3. Kuat tekan batuan utuh 2. Gambar 5. Kondisi diskontinuitas 8 . et al. 1974 membuat kurva hubungan antara nilai RQD dan Allowable bearing stress (qa) seperti terlihat pada gambar 6. Inti bor dari lava vulkanik dengan RQD rendah (Kanji. RQD vs qa (Peck. Peck. Nilai RMR (Rock Mass Rating) Rendah Sistem klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR) menggunakan enam parameter berikut ini dimana rating setiap parameter dijumlahkan untuk memperoleh nilai total dari RMR : 1.

Tabel 3.very poor rock (tabel 4). Pembagian kelas RMR (Bieniawski. Orientasi diskontinuitas Setiap parameter memiliki pembagian nilai-nilai sendiri tergantung kepada kondisi dari massa batuan.5. 1989) = Rentang nilai yang mungkin didapat pada soft rock fissures Tabel 4. Kondisi air tanah 6. Pada soft rock yang fissures nilai dari parameter kuat tekan batuan. 1989) = Rentang nilai yang mungkin didapat pada soft rock fissures 9 . dan jarak antar diskontinuitas memiliki nilai yang kecil (kotak merah pada tabel 3). Pembagian nilai dari masing-masing parameter RMR (Bieniawski. RQD. sehingga jika di jumlahkan dengan semua parameter lainnya hasilnya akan tergolong sebagai poor rock .

tanpa lumpur pemboran (a) dan dengan lumpur pemboran (b) (Kanji. Hal ini dikarenakan beberapa soft rock bila terkena air akan menyebabkannya terpecah-pecah dan hancur bersama air pemboran. Hasil percobaan dari Kanji. 2014 sebaiknya menggunakan lumpur pemboran jenis bentonit. Hasil inti bor dari 2 pemboran yang bersebelahan.1. Penggunaan tripel tube barrel sudah terbukti dapat meningkatkan nilai dari core recovery hingga didapat nilai diatas 90%. Penggunaan Bor Tipe Triple Barrel dan Lumpur Pemboran Pemboran dengan bor tipe tripel tube barrel diperlukan karena memiliki diameter lubang bor minimum yang dibutuhkan untuk meningkatkan core recovery dari inti bor. 2014 mencoba membandingkan hasil pemboran pada soft rock yang menggunakan air dengan yang menggunakan lumpur bentonit untuk pemboran. BAB IV SOLUSI DAN PENERAPAN 4. namun berbeda bila menggunakan lumpur bentonit. 2014 dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 7. Kanji. 2014) 10 . Pemboran inti untuk soft rock menurut Kanji.

Pengambilan sampel balok undisturbed soft rock menggunakan gergaji mesin (Kanji.2. Gambar 8. 2014) Gambar 9. namun hasil sampel yang didapat tidak dalam bentuk silinder melainkan berupa balok. Pengambilan UDS pada test pit dapat menggunakan gergaji mesin. Hasil sampel balok undisturbed soft rock (Kanji. Test pit dapat memberikan gambaran kondisi batuan secara alami dan utuh.4. Penggunaan Test Pit dengan cara Blasting dan Pengambilan UDS dengan Gergaji Mesin Pada investigasi tanah dan batuan yang didominasi soft rock untuk keperluan pondasi bendungan sangat disarankan menggunakan test pit dengan cara blasting untuk menghindari core recovery yang kecil. 2014) 11 . sehingga masih diperlukan beberapa penyesuaian untuk perhitungan di uji laboratorium.

Lauffer (1958) mengusulkan bahwa stand-up time untuk batuan tanpa penyangga sementara (shotcrete) tertanggung pada jenis batuan yang digali. Untuk material dengan nilai RMR 80 rongga yang dibuat dapat bertahan hingga >4 tahun. 1989 memiliki tingkat stand up sebesar 30 menit untuk 0.4. Kelas tersebut menurut Beniawski. Artinya jika dibuat rongga dengan besar span lebih besar dari 2. dan Steel sets Klasifikasi massa batuan sangat berguna untuk menentukan apakah terowongan yang direncanakan diperlukan sistem penyangga sementara atau tidak. Penggunaan Rock bolt. 1989) 12 .5 meter span (very poor rock) hingga 10 jam untuk 2. Pada gambar 10 terdapat contoh kasus untuk pembuatan rongga sebesar 10 meter pada material batuan yang memiliki nilai RMR = 80 dan RMR = 50. Hubungan besar span. stand-up time. Arti penting dari konsep stand-up time adalah waktu yang dibutuhkan batuan untuk menahan beban sampai saat batuan akan mengalami keruntuhan.5 meter span (poor rock).5 meter maka batuan tersebut akan roboh lebih cepat. Gambar 10. dan nilai RMR (Beniawski.3. Shortcrete. Untuk mengetahui lebih detail mengenai cara penentuan besaran span dan lama waktu stand up batuan dapat di lihat pada gambar 10. Secara sederhana dapat kita nyatakan bahwa soft rock yang fissures tergolong kedalam kelas poor rock – very poor rock berdasarkan nilai dari RMR nya. sedangkan untuk material dengan nilai RMR 50 dengan besar rongga yang sama hanya dapat bertahan selama 2 hari saja.

6 m. Akan tetapi suatu lapisan tipis shotcrete yang bekerja sama dengan rock bolt yang dipasang segera setelah penggalian. sepenuhnya mencegah “loosening” dan mengubah batuan sekeliling menjadi self supporting arch. 1989 juga membuatkan rekomendasi perkuatan dan jenis penggalian yang tepat. Menurut Rabcewicz. cenderung mengakibatkan loosening dan voids yang timbul karena kerusakan bagian-bagian tertentu. serta ketebalan dari shotcrete yang ditunjukan pada tabel 5. shotcrete. lalu secara bersamaan dilakukan perkuatan dengan rock bolt dengan panjang bolt 4 . Beniawski. Garis pedoman untuk excavation dan dukungan untuk terowongan dengan span 10 meter berdasarkan nilai RMR nya (Beniawski. Tabel 5. sedangkan apabila digunakan baja tipe WF-200 yang 13 . Untuk soft rock yang tergolong kelas IV s/d V jika dibuat terowongan dengan besar span 10 m maka diperlukan perkuatan menggunakan rock bolt. hingga steel sets dengan beberapa ketentuan-ketentuan seperti panjang bolts dan interval jaraknya. 1964 suatu lapisan shotcrete setebal 15 cm yang digunakan pada terowongan berdiameter 10 meter dapat dengan aman menahan beban sampai 45 ton/m2. dan perkuatan shotcrete setebal 100 – 200 mm di bagian atas dan 100 – 150 mm di bagian samping dan 50 mm di bagian muka. interval 1 – 1. 1989) Penyangga sementara yang lain (kayu dan baja).5 m. Menurut Beniawski untuk batuan poor rock – very poor rock membutuhkan sistem excavation berupa heading dan benching yang lebih kecil atau multiple drift.

Gambar 11.dipasang pada jarak 1m. Contoh perkuatan rock bolt pada terowongan Gambar 12. Contoh perkuatan shotcrete pada terowongan (Gilbert. hanya mampu menahan ± 65 % dari kekuatan shotcrete tersebut. Suatu lapisan shotcrete yang “ditembakkan” pada permukaan batuan yang baru saja 14 . 1993) Kelebihan lain dari shotcrete adalah interaksinya dengan batuan sekeliling.

terutama karena kekuatan tarik lenturnya akan mencapai kira-kira 30%. Kemampuan shotcrete memperoleh kekuatannya dalam tempo yang singkat sangat menguntungkan. serta batuan yang kurang keras ditransformasikan menjadi suatau permukaan yang stabil dan keras. 15 .50% dari compressive strength setelah 1-2 hari.digali akan membentuk permukaan yang keras.

dan nilai RMR yang rendah. dan steel sets 16 . shortcrete. 3. 2. Solusi dan penerapan terbaik untuk soft rock antara lain berupa penggunaan bor tipe triple barrel dan lumpur pemboran. BAB V KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dijabarkan di bab sebelumnya didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Soft rock memiliki beberapa permasalahan yaitu nilai core recovey. Soft rock adalah batuan dengan nilai kuat tekan UCS sebesar 1 – 25 Mpa yang berada di antara kekuatan tanah dan hard rock. penggunaan test pit dengan cara blasting dan pengambilan UDS dengan gergaji mesin. nilai RQD. penggunaan rock bolt.

Engineering rock mass classification. Strength of rock and rock masses. Galvan. DAFTAR PUSTAKA Bieniawski.. V (1999) Simulation of the geotechnical properties of arenaceous soft rocks by means of artificial materials [PhD Thesis]. Kanji.B. R. vol 2 pp 4-16. T. New York: Continuing Education and Development. vol 6 pp 186 – 195. Z. New York: Wiley. Foundation Engineering. (1994).. Hanson. In: Journal of Rock Mechanics and Geotechnical Engineering. E. Hoek.H. Peck. (1974). John Wiley & Sons. MA (2014).. ISRM News Journal. Critical issues in soft rocks.T. (1989). W. 17 . pp 514. Universidade de Sao Paulo. Gedeon. and Thornburn. Gilbert (1993). Sao Paulo: Escola Politecnica. Introduction to Shotcrete Applications. Inc.E.