KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN

KOTA SURABAYA
NOMOR : 440 / C.IX.SK.17.0003.07 / 436.6.3 / 2015

TENTANG

PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS
UPTD PUSKESMAS TAMBAKREJO TAHUN 2015

KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA,

Menimbang : a. bahwa sistem penerapan manajemen resiko klinis merupakan sistem
pengawasan resiko dan perlindungan diri pasien/pengunjung oleh petugas
atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu resiko;
b. bahwa proses pengelolaan resiko klinis mencakup identifikasi, evaluasi,
dan pengendalian resiko yang dapat mengancam kelangsungan aktifitas
pelayanan klinis dan keselamatan pasien;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf
a dan b perlu ditetapkan dengan keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota
Surabaya;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang
Pelayanan Publik;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Kesehatan;
4. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara : PER-01/MBU/2011
Tanggal 1 Agustus 2011 Tentang Penyusunan dan Penerapan Manajemen
Resiko di lingkup Instansi dan Swasta;
5. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik
Indonesia Nomor : PER/25/M.PAN/05/2006 Tentang Pedoman Penilaian
Kinerja Unit Pelayanan Publik;

Kejadian Nyaris Cidera (KNC). M EMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA TENTANG PENERAPAN MENEJEMEN RESIKO KLINIS UPTD PUSKESMAS TAMBAKREJO TAHUN 2015 KESATU : Penerapan Manajemen resiko klinis meliputi identifikasi resiko. dan Kejadian Potensi Cidera (KPC). KEDUA : Penangg jawab Penerapan Manajemen Resiko Klinis adalah Endik Agung W. Amd Kep KETIGA : Identifikasi resiko yang mungkin terjadi di layanan klinis. Adanya kesalahan prosedur dalam melakukan tindakan 5. melakukan perbaikan dan tindak lanjutnya. Adanya kesalahan memahami penjelasan petugas kesehatan 3. Adanya resiko infeksi dalam melakukan pelayanan 6. 196502281992032008 .analisis. Adanya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). Febria Rachmanita. Adanya kesalahan identifikasi pasien 2. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan Ditetapkan di Surabaya Pada tanggal 8 Juli 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN drg. Adanya Kesalahan pemberian obat 4.yang kemudian dianalisa dan direncanakan tindak lanjutnya adalah : 1. menyusun rencana perbaikan. MA Pembina Utama Muda NIP. Kejadian Tidak Cidera (KTC).