PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN MENGGUNAKAN

PESTISIDA SINTETIK
2. KALIBRASI SPRAYER (MENGHITUNG KECEPATAN JALAN DAN
WAKTU APLIKASI)
(Laporan Praktikum Pengendalian Penyakit Tanaman)

Oleh

Benardo Kristian Sitorus
1414121048
Kelompok 3

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. tapi tak selalu. 1991). Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). tikus. PENDAHULUAN 1. penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama. kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing . burung. beracun. penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur). tumbuhan pengganggu. 2008). yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas. I. tungau. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. mamalia. bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian. Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan. menolak. seperti serangga. memikat. bakteria dan virus. manusia dalam kehidupan sehari-harinya seringkali menggunakan pestisida. Dalam dunia pertanian. pestisida seringkali disebut sebagai "racun" (Sudarmo. ikan. Dalam bahasa sehari- hari. Sasarannya bermacam-macam. yaitu serangga. atau mikrobia yang dianggap mengganggu. namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali (Djojosumarto. gulma. atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran cide ("pembasmi").1 Latar Belakang Dalam mengendalikan atau mencegah hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman. Pestisida biasanya.

Menghitung waktu yang diperlukan untuk aplikasi . siput. Faktor utama yang dapat menyebabkan aplikasi insektisida kurang tepat dalam aplikasi insektisida adalah kalibrasi. hal yang penting yang harus dilakukan adalah menghitung jumlah insektisida yang diperlukan pada areal tertentu yang dikenal dengan volume semprot. burung dan hewan – hewan lain yang dianggap merugikan. Oleh karena itu dilakukan praktikum ini guna mengetahui banyaknya cairan semprot yang dibutuhkan untuk setiap satuan luas lahan dalam rangka penanggulangan hama. 1. Volume semprot adalah banyaknya cairan yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan insectisida secara merata pada areal tertentu. Namun sebelum melakukan kalibrasi alat. Untuk mengetahui cara aplikasi pestisida di lapangan 2. Menghitung kecepatan jalan tenaga kerja 3. tikus.2 Tujuan Praktikum Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah: 1.dengan ukuran mikroskopis).

ke bawah dan 45o ke atas. Sedangkan. . stopwatch dan wadah untuk menghitung cairan semprot.2 Cara Kerja Adapun cara kerja dalam praktikum ini yaitu pertama-tama dilakukan kalibrasi kecepatan aliran semprot sprayer dengan mengukur volume pestisida yang dikeluarkan oleh sprayer selama satu menit (L/menit). Dosis cairan semprot ditentuksn dari jumlah pestisida yang dikeluarkan dalam satu menit dibagi luasan yang dicapai selama satu menit berjalan (L/m2). bahan yang digunakan yaitu air. meteran. 2. Kemudian diukur lebar efektif semprot dengan mengukur lebar jangkauan droplet pada saat posisi nosel tegak lurus dengan badan 90o. 45o. METODOLOGI 2. Setelah itu diukur dosis cairan semprot dengan mengukur luas semprot yang dapat dicapai selama satu menit. II.1 Alat Dan Bahan Adapun alat dan bahan dalam praktikum ini adalah semi automatic sprayer.

Nosel 45o ke atas =2m • Luas yang dicapai setelah 1 menit aplikasi = 10 m2 • Volume pestisida yang dikeluarkan dalam 1 menit = 1. N = volume cairan semprot yang dikeluarkan dalam 1 menit luas yang dicapai setelah 1 menit aplikasi N = 1.66 m b. ...1 Hasil Pengamatan Adapun hasil pengamatan yang diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai berikut: Diketahui : • Volume cairan semprot yang dikeluarkan dalam 1 menit (Q) = 1..05 m c... Kecepatan jalan tenaga kerja (V) =.. Nosel 45o ke bawah = 1. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 3.9 L Ditanya: a. Dosis cairan semprot (N) =.? b.. Nosel tegak lurus dengan badan (90o) = 1.? c. III. Waktu yang dibutuhkan untuk aplikasi (t) lebar bidang tanah (k) adalah 20 meter dan panjang bidang tanah (l) adalah 50 meter = .9 L = 0. ? Jawab: a. ..19 L/m2 = 1900 L/Ha 10 . . .9 L/menit • Lebar efektif semprot (B): a.

66 m 𝑥 0.66 1000 t 90o = = 100.9 V 45o ke bawah = = = 9.9 L 1.05 1000 t 45o ke bawah = = 100.b.5 m/menit 1.02 1.19 L/m2 0. (B x N) 1.9 V 90o = = = 6.25 menit 9.1995 V 45o ke atas = Q .38 k l c.99 k l t 45o ke bawah = x 𝑉 B 20 50 t 45o ke bawah = x 9.975 .9 L 1.19 L/m2 0.1 menit 9. (B x N) 1. (B x N) 1.9 L 1.05 m 𝑥 0.5 1.3154 V 45o ke bawah = Q .9 V 45o ke atas = = = 5 m/menit 2 m 𝑥 0.) t 90o = x 𝑉 B 20 50 t 90o = x 6.02 m/menit 1.19 L/m2 0. V 90o = Q .

pada nosel tegak lurus dengan badan kecepatan jalannya sebesar 6. pada nosel 45o ke bawah kecepatan jalannya sebesar 9. Dari hasil perhitungan tersebut. Langkah selanjutnya adalah menghitung pestisida yang dibutuhkan atau dosis pestisida jika lahanyang digunakan adalah seluas 1 ha. Dari perhitungan diperoleh hasil 0.000 liter/ha. Dari data yang telah pengamatan. pekerja harus memenuhi kecepatan tersebut dalam pengaplikasian pestisida di lapang. . biru. kecepatan jalan tenaga kerja dibedakan berdasarkan perlakuan nosel. dapat disimpulkan bahwa untuk hasil yang optimum. Percobaan ini dilakukan dengan menghitung dosis cairan semprot. Kemudian. pada t 45o ke bawah sebesar 100. dan lebar semprot berbeda.19 liter/m².2 Pembahasan Telah dilakukan percobaan kalibrasi sprayer.5 m/menit. dari perhitungan ini diperoleh hasil yaitu pada t 90o sebesar 100. k l t 45o ke atas = x 𝑉 B 20 50 t 45o ke atas = x 5 2 1000 t 45o ke atas = = 100 menit 10 3.25 menit. maka dosis pestisida untuk satu hektar yaitu 10. Alat semprot khususnya knapsack sprayer memiliki empat macam nozzle yaitu warna merah. Nozzle merah memiliki lebar semprot 2 m. volume semprot.1 menit. Sementara itu. hijau. kecepatan jalan tenaga kerja dan waktu yang dibutuhkan untuk aplikasi. pada t 45o ke atas sebesar 100 menit. Diketahui bahwa 1ha adalah 10. pada nosel 45o ke atas kecepatan jalannya sebesar 5 m/menit.02 m/menit. menghitung waktu yang diperlukan untuk aplikasi. diperoleh hasil perhitungan yaitu dosis cairan semprot adalah sebesar 0. dan kuning yang masing-masing proyeksi.19 L/m2.000 m².

Peralatan bantu dalam kalibrasi. Ketidakpastian pengukuran merupakan suatu parameter yang berkaitan dengan hasill pengukuran yang memberikan sifat penyebaran nilai-nilai yang dihubungkan dengan besaran ukur. Standar atau acuan 2. Dengan kata lain ketidakpastian pengukuran merupakan sebuah parameter dimana terdapat nilai benar dari besaran ukuran tersebut diyakini berada di dalamnya pada tingkat kepercayaan tertentu. dan lahannya harus sama pada saat aplikasi dan kalibrasi. Benda yang diukur. Jadi. nozzle kuning 1 m dan nozzle hijau 0. Memastikan kondisi sebuah benda yang diukur masih dalam kondisi yang stabil dan tidak berubah ketika kita melakukan pengukuran dengan alat standar pengukuran. Dalam sebuah proses kalibrasi kit dapat mengetahui beberapa sumber-sumber dari ketidakpastian.nozzle biru 1. semakin lebar suatu nozzle. Dalam hal ini hasil pengukuran bisa dikatakan lengkap jika disertai dengan sebuah taksiran rentang dimana terdapat nilai benar dari besaran ukur tersebut. penghalang seperti parit dan batang melintang. maka akan sangat mempengaruhi proses kalibrasi sebuah instrument 4. Untuk mendapatkan ketinggian nosel yang konstan yaitu dengan sudut 450 dari permukaan gulma sasaran (Wudianto. dan harus memperhatikan beberapa hal. Dengan ketersediaan alat bantu yang cukup. 3. Kalibrasi dilakukan sebelum melakukan penyemprotan. alat.5 m. kecepatan jalan operator sangat mempengaruhi karena dalam pelaksanaan di lapangan sangat dipengaruhi oleh bentuk topografi areal. Dalam sebuah proses kalibrasi pastinya akan ditemukan sebuah uncertainty atau ketidakpastian dalam pengukuran. Dalam kalibrasi. Selain itu posisi nosel juga sangat mempengaruhi dalam aplikasi herbisida. 1999). yaitu kecepatan jalan dan tekanan dalam tangki harus konstan atau tetap. operator. Metode pengukuran yang diterapkan selama proses kalibrasi . volume semprot yang dihasilkan pun semakin banyak dan kecepatan kerja operator juga semakin cepat.5 m. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Volume semprot yang dihasilkan berbanding lurus dengan lebar semprot masing-masing nozzle.

. Personel pelaku pengukuran. 6. Dengan mengkondisikan tempat kita mengkalibrasi secara maksimal akan diharapkan mampu memberaikan hasil kalibrasi yang optimal. 2009). Dari sisi tenaga kalibrasi juga akan mempengaruhi khusunya ketidakpastian hasil pengukuran (Junaidi. Kondisi lingkungan tempat dimana kita melakukan proses kalibrasi.5.

KESIMPULAN Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Waktu yang diperlukan untuk aplikasi pada t 90o sebesar 100.5 m/menit.02 m/menit. Aplikasi pestisida dapat dilakukan dengan beberapa cara. dan pada nosel 45o ke atas kecepatan jalannya sebesar 5 m/menit 3. pada praktikum ini digunakan cara aplikasi dengan penyemprotan. 2.1 menit. . pada nosel 45o ke bawah kecepatan jalannya sebesar 9.25 menit. Kecepatan jalan tenaga kerja dibedakan berdasarkan perlakuan nosel. pada nosel tegak lurus dengan badan kecepatan jalannya sebesar 6. pada t 45o ke bawah sebesar 100. IV. pada t 45o ke atas sebesar 100 menit.

Agromedia Pustaka. Pestisida dan Aplikasinya. . Penebar Swadaya. Kanisius. Menentukan Kalibrasi. 2009. R. Penebar Swadaya.1991. Yogyakarta. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Djojosumarto. 1999. Pestisida. W. 2008. Panut. Jakarta Sudarmo. Jakarta. Wudianto. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Junaidi. Subiyakto. PT.

LAMPIRAN .

Nosel tegak lurus dengan badan (90o) Nosel 45o ke bawah Nosel 45o ke bawah .