KONSEP BIAYA, MANFAAT DAN INVESTASI

PENDAHULUAN

Pokok bahasan pada materi Konsep Biaya, Manfaat dan Investasi meliputi penjelasan mengenai
pengertian konsep biaya, jenis biaya, struktur biaya, pengertian manfaat ekonomis dan
manfaat ekonomis, ekonomi teknik dan proses pengambilan keputusan

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa diharapkan dapat memahami penjelasan mengenai
konsep biaya, jenis biaya, struktur biaya, pengertian manfaat, manfaat ekonomis dan manfaat
ekonomis, ekonomi teknik dan proses pengambilan keputusan investasi.

TUJUAN INSTUKSIONAL KHUSUS

1. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai konsep biaya, jenis biaya dan
struktur biaya.
2. Mahasiswa dapat memahami penjelasan mengenai pengertian manfaat, manfaat
ekonomis dan manfaat non ekonomis.
3. Mahasiswa dapat mengambil keputusan dengan pertimbangan ekonomi teknik
4.
1……….
2……….
SKENARIO PEMBELAJARAN
3………….
4………….

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut:
1. Perkenalan
2. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab.
3. Class review dengan tanya jawab
4. Penutup

untuk pembicaraan selanjutnya. yang dimaksud dengan biaya disini adalah semua pengorbanan yang dibutuhkan dalam rangka mencapai suatu tujun yang diukut dengan nilai uang. 2. biaya berdasarkan produknya. 1. akuntan. . biaya berdasarkan waktunya. atau desainer) sehingga dalam mengklasifikasikan biaya banyak pendekatan yang dapat ditemui. biaya berdasarkan volume produk. pengeluaran (expense). yang dimaksud dengan expense ini biasanya yang berkaitan dengan sejumlah uang yang dikeluarkan atau dibayarkan dalam rangka mendapatkan sesuatu hasil yang diharapkan. insinyur. 4. biaya (cost). maka biaya yang dimaksud adalah pengertian biaya (cost) diatas. Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bahasan buku ini. Oleh karena itu. 3. setidaknya kita perlu melihat klasifikasi biaya sebagai berikut: 1. biaya berdasarkan kelompok sifat penggunaannya. 2. Konsep Biaya Pengertian Konsep Biaya Dalam membicarakan biaya sebenarnya diketahui ada dua istilah atau terminologi biaya yang perlu mendapat perhatian yaitu sebagai berikut. Dari kedua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya (cost) mempunyai pengertian yang jauh lebih lengkap dan mendalam dari pengeluaran (expense). Jenis Biaya Konsep dan istilah-istilah biaya telah berkembang selaras dengan kebutuhan disiplin keilmuan dan profesi: (ekonom.RINGKASAN MATERI A.

yaitu perkiraan biaya yang akan dikeluarkan bila kegiatan itu dilaksanakan. biaya masa lalu (hystorical cost). b. antara lain:  memperkirakan pemakaian biaya dalam merealisasikan suatu rencana kegiatan masa datang dalam rangka menjawab pertanyaan berikut: a. Penggunaan data biaya historis pada umumnya merupakan bidang utama dari orang-orang Akuntansi Keuangan. yaitu biaya yang secara riil telah dikeluarkan yang dibuktikan dengan catatan historis pengeluaran kegiatan. Di samping itu. Ada beberapa tujuan orang menghitung biaya prediktif ini. Apakah biaya itu sudah ideal atau terlalu mahal?  Memastikan apakah biaya yang akan dikeluarkan itu masih mungkin diperbaiki atau diturunkan tanpa mengurangi hasil secara kualitas maupun kuantitas. berapakah biaya yang diperlukan untuk menjalankan rencana tersbut? b.  sebagai dasar dalam pertanggungjawaban pimpinan atau pihak yang berwenang atas biaya-biaya yang telah dikeluarkannya. Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan suatu analisis yang komprehensif dan interaktif pada aspek-aspek teknis rencana tersebut. Tujuan mempelajari biaya historis ini antara lain:  sebagai dasar dalam penyusunan atau estimasi biaya masa datang.Biaya berdasarkan waktu Biaya berdasarkan waktu dapat pula dibedakan atas: a. terutama dalam kegiatan audit biaya. biaya historis digunakan secara umum oleh banyak pihak dalam menyusun (estimate) biaya kegiatan ke depan. Cukupkah dana yang tersedia? c. biaya perkiraan (predictive cost). .

perlu dipikirkan bagaimana metode pembebanan biaya terhadap produk bersangkutan. Investasi sering juga dianggap sebagai modal dasar usaha yang dibelanjakan untuk penyiapan dan pembangunan sarana prasarana dan fasilitas usaha termasuk pengembangan dan peningkatan sumber daya manusianya. Biaya Investasi (Investment Cost) Yaitu biaya yang ditanamkan dalam rangka menyiapkan kebutuhan usaha untuk siap beroperasi dengan baik. yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan. c. Maka. biaya ini perlu diperhitungkan jika panjangnya jarak waktu antara pembelian bahan dengan waktu proses atau penjualan. Biaya aktual (actual cost).  Biaya kesempatan (opportunity cost). seperti:  Biaya real. Biaya ini biasanya dikeluarkan pada awal-awal kegiatan usaha dalam jumlah yang relatif besar dan berdampak jangka panjang untuk kesinambungan usaha tersebut. yaitu biaya yang ditanggung. Biaya Berdasarkan Kelompok Sifat Penggunaannya Biaya berdasarkan klasifikasi penggunaan setidaknya dapat dibedakan atas tiga jenis: a. Penggunaan data biaya prediktif pada umumnya selalu dipakai oleh kelompok perencana/desainer termasuk kelompok Teknik Industri. dikenal pula sifat biaya lainnya. tetapi tidak pernah dikeluarkan secara riil. .  Biaya semu (sunk cost). Metode-metode perhitungan yang lazim dipakai adalah:  First-in first-out (FIFO)  Last-in first-out (LIFO)  Rata-rata (average method)  Harga standar (standard price method) Berpadanan dengan biaya actual ini. Contoh selisih harga pembukuan aset yang akan dilikuidasi dengan harga pasar. yaitu biaya yang ditanggung akibat kelalaian dalam memanfaatkan peluang atau kesempatan meraih keuntungan. sehingga terjadi perubahan harga besar. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan secara real (expense).

mesin-mesin.  Pembelian bahan pendukung lainnya. Biaya Operasional (Operational Cost) Yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka menjalankan aktivitas usaha tersebut sesuai dengan tujuan. dan sebagainya.  dan lain-lain. Biaya ini biasanya dikeluarkan secara rutin atau periodik waktu tertentu dalam jumlah yang relatif sama atau sesuai dengan jadwal kegiatan/produksi. c.  Pengeluaran-pengeluaran aktivitas organisasi dan administrasi usaha. Biaya perawatan (Maintenance Cost) Yaitu biaya yang diperuntukkan dalam rangka menjaga/menjamin perfomance kerja fasilitas atau peralatan agar selalu prima dan siap untuk dioperasikan. fasilitas produksi lainnya serta infrastruktur yang diperlukan untuk itu.  Pembayaran gaji/upah karyawan. komputer untuk sistem informasi manajemen. pabrik. Contoh:  Pembuatan/penyediaan bangunan kantor.  Dan lain-lain. yaitu:  Biaya perawatan rutin/periodik (preventive maintenanca)  Biaya perawatan insidentil (kuratif) . b. Contoh pemakaian biaya ini antara lain:  Pembelian bahan baku produk. gudang.  Pengadaan sarana pendukung seperti perabotan kantor.  Penyediaan fasilitas produksi.  Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia. peralatan dan fasilitas kerja lainnya.  Pengadaan armada kendaraan. Sifat pengeluaran ini umumnya dibedakan menjadi dua.

a. mungkin secara fisik ataupun sifat. sedangkan biaya bahan tak langsung. Biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung sering juga disebut sebagai biaya utama (prime cost). Biaya bahan langsung dan biaya overhead pabrik dapat digabung ke dalam kelompok biaya konversi (conversion cost). adalah semua bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian integral dari produk. dan biaya tidak langsung lainnya disebut dengan biaya overhead pabrik. yaitu bahan langsung.Biaya Berdasarkan Produknya Proses pengelompokan biaya berdasarkan produk dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. . Biaya Pabrikasi (Factory Cost) Biaya pabrikasi (factory cost) atau sering juga disebut dengan biaya produksi (production cost) adalah jumlah dari tiga unsur biaya.  Biaya tenaga kerja langsung. Paku dan lem pada pekerjaan mobiler tidak dimasukkan sebagai bahan langsung. Contoh bahan langsung pada pembuatan komponen mesin. atau tepung dan telur untuk membuat kue. Biaya Pabrikasi akan terdiri dari komponen-komponen biaya berikut:  Biaya bahan langsung. biaya tenaga kerja tak langsung. yang mencerminkan biaya pengubahan bahan langsung menjadi barang jadi.  Biaya bahan tak langsung. tenaga kerja langsung.  Biaya tak langsung lainnya. Biaya-biaya ini secara langsung berkaitan dengan biaya pembuatan produk secara fisik yang dikeluarkan dalam rangka kegiatan proses produksi sehingga disebut juga dengan production cost. Ciri-cirinya tanpa adanya bahan tersebut produk tidak dapat diwujudkan dan jika ditelusuri bahan tersebut ditemukan pada produk. tetapi dimasukkan sebagai bahan tak langsung.  Biaya tenaga kerja tak langsung. yaitu biaya pabrikasi dan biaya komersial. dan overhead pabrik.  Bahan langsung (direct materials).

dan lain-lain yang masih punya relevansi kuat dengan proses produksi. montir/maintenant. atau sedemikian rumitnya untuk dihitung sebagai bahan langsung. atau pembantu/pelengkap agar kualitas produk menjadi lebih baik. penyusutan peralatan dan . supervisor.  Tenaga kerja langsung (direct labor). atau karena pemakaian bahan itu sedemikian kecil. yaitu tenaga kerja yang dibutuhkan dalam rangka mendukung kelancaran proses produksi di lantai pabrik. yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka proses produksi di luar dari komponen biaya di atas. seperti pengawas. pemakaian minyak pelumas pada mesin. cleaning service pabrik. yaitu jika bahan tersebut tidak bersifat mutlak kehadirannya pada produk.  Biaya tidak langsung lainnya (pabrication overhead cost). unsur pimpinan pabrik. pemakaian bahan editif pada pekerjaan beton. dan operator. Bahan tak langsung (indirect material). Biaya untuk ini meliputi gaji karyawan yang dapat dibebankan pada produk tertentu. contoh sewa peralatan dan fasilitas pabrik. Jadi. seperti pekerja. Contoh pemakaian paku dan lem pada pekerjaan kayu. tukang.  Tenaga tak langsung (indirect labor). dan sebagainya. tanpa tenaga kerja tersebut kegiatan produksi tidak akan terjadi. yaitu tenaga kerja yang secara langsung memengaruhi terjadinya proses produksi. tetapi lebih bersifat suplemen.

pajak bumi.Grafik struktur biaya berdasarkan produknya Fasilitas pabrik. Pajak usaha sering juga digabungkan pada biaya administrasi dan umum. dan sebagainya).  Biaya pemasaran (marketing cost). Kelompok biaya yang termasuk biaya komersial adalah:  Biaya umum dan administrasi (general and administration cost). pemeliharaan dan perawatan fasilitas. pengadaan atau pembayaran sumber daya yang dibutuhkan pabrik di luar komponen di atas (listrik. air. . sarana telekomunikasi. b.  Pajak usaha dan perusahaan (companies taxed). dan dipergunakan biasanya untuk menghitung harga jual produk. Biaya komersial (Commercial Cost) Biaya komersial merupakan akumulasi biaya yang untuk membuat produk itu dapat dijual di luar biaya produksi.

 Biaya pemasaran (marketing cost). Namun. fasilitas sarana dan prasarana organisasi. dan lain-lain. Oleh karena itu. air bersih. manajemen perlu memerhatikan beberapa kecenderungan biaya tersebut untuk dapat merencanakan dan mengendalikan efek biaya terhadap volume produksi. biaya listrik untuk penerangan. 1. biaya ATK. Adapun tujuan perhitungan biaya berdasarkan produk ini antara lain:  Memproyeksikan biaya produksi dan harga produk terjual. meliputi semua pajak maupun retribusi yang perlu dikeluarkan berkaitan dengan kegiatan usaha dimaksud. biaya yang harus dikeluarkan relatif sama walaupun volume produksi berubah dalam batas-batas tertentu. Contoh biaya ini adalah gaji karyawan dan pimpinan di luar pabrik. Contoh.  Mengetahui komposisi komponen biaya produksi maupun biaya produk keseluruhan. gaji karyawan. meliputi biaya distribusi. Biaya Berdasarkan Volume Produk Beberapa jenis biaya bervariasi langsung dengan perubahan volume produksi. . Biaya umum dan administrasi. dan sebagainya. advertensi. Biaya tetap (fixed cost). surat menyurat. promosi. sering juga telah digabungkan pada komponen sebelumnya sesuai dengan pos yang relevan. dan sebagainya. sedangkan biaya lainnya relatif tidak berubah terhadap jumlah produksi. telepon.  Pajak usaha. Oleh karena itu.  Sebagai sarana informasi dalam menyelidiki dan menganalisis struktur biaya produk yang ideal oleh perencana dalam rangka memperbaiki struktur pembiayaan melalui konsep ”cost centers” (pusat-pusat biaya). yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemasaran produk. merupakan biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan menjalankan manajemen dan organisasi perusahaan sehingga sering juga disebut biaya manajemen dan organisasi. biaya berdasarkan volume produksi dapat dibedakan sebagai berikut.

000. Tiap unit kosen dan daun pintu dibutuhkan 0.25 hari kerja kepala tukang + 1.00/hari dan pekerja 35 ribu/hari.  Setiap produk selalu mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel. tenaga kerja langsung jika sistem penggajian berdasarkan volume. biaya perbaikan mesin.000. (lihat gambar Grafik Sifat Komponen Biaya Berdasarkan Volume Produk ) Contoh soal 1. Total biaya suatu produk merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel. upah kepala tukang Rp 50.000. Dalam rangka memenuhi kebutuhan kosen dan daun pintu kontraktor Telkom Property dihadapkan pada pilihan membeli kosen dan daun pintu siap atau membuat sendiri. Contoh. tiap unit kosen dan daun pintu membutuhkan ± 0.000. dan jika dibuat sendiri biayanya terdiri dari: harga kayu Rp 950.00/m³. Catatan:  Biaya semi variabel sebaiknya dipisahkan menjadi biaya tetap dan variabel. dan sebagainya. 2. yaitu biaya yang berubah tidak proporsional dengan perubahan volume.75 hari kerja pekerja (pembantu tukang).00/buah. Variabel cost Semi variabel cost Fixed cost Grafik Sifat Komponen Biaya Berdasarkan Volume Produk . biaya bahan baku. tukang Rp 40.20 m³ kayu. misalnya perubahan volume melewati kapasitas fasilitas yang ada sehingga diperlukan penambahan kapasitas mesin.00/hari. 3. Biaya semi variabel (semi variabel cost). dan lain-lain. Jika dibeli harga siapnya Rp 450. yaitu biaya yang berubah besarnya secara proporsional dengan jumlah produk dibuat.25 hari kerja tukang dan 0. Biaya variabel (variabel cost).

00 .00 = Rp 26.Di samping itu.700.25 hari x Rp 50.000−𝑅𝑝 278.000 BEP = 𝑅𝑝 450.Bahan kayu : 0.250.20 m³ x Rp 950. perusahaan perlu menyiapkan los kerja khusus biayanya ditaksir ± Rp 1.3. kebutuhan kosen minimal agar produksi lebih menguntungkan secara ekonomis dibandingkan dengan membeli siap adalah 22 unit.Upah Kepala Tukang : 0.500.2 juta.00 = Rp 190. .200.750.00 .000.00 . Penyelesaian: Biaya variabel untuk 1 unit Kosen: .00 tukang Jumlah Variable Cost = Rp 278.00 = Rp 50.Upah Tukang : 1.000.25 hari x Rp 40. Hitunglah berapa kebutuhan minimal kosen dan daun pintu agar keputusan yang diambil membuat sendiri.000.000.000.000.Upah Pembantu : 0.00 Jumlah biaya tetap = Rp 3.75 hari x Rp 35.000.000.5 juta serta pengadaan peralatan kerja ± Rp 2.00 = Rp 12.00 Perhitungan jumlah produksi minimal saat break even point 𝐹𝐶 BEP = dimana : S=Harga Jual 1 unit kosen 𝑆−𝑉𝐶 𝑅𝑝.500.00 Biaya tetap untuk dapat membuat kosen: .750 BEP = 21.6 unit ≈22 unit Jadi.Pengadaan peralatan kerja = Rp 2.Membangun los kerja = Rp 1.000.00 .700.

3. perasaan aman terhadap banjir sesudah adanya proyek pengendaliaan banjir(perbaikan lingkungan hidup) . Manfaat tidak langsung adalah kebalikan dari manfaat langsung dimana manfaat yang tidak bisa diperoleh dan dirasakan secara langsung. Perlindungan daerah terhadap banjir 2. Jenis-jenis manfaat terdiri dari : 1. Manfaat nyata (tangible benefit) merupakan manfaat yang dapat diukur dalam bentuk suatu nilai uang (in terms of money). Investasi juga . Karena ada pembuatan suatu jembatan. Manfaat tidak nyata (intangible benefit) merupakan kebalikan dari manfaat nyata dimana manfaat uang tidak bisa dukur oleh uang. 4. maka tingkat pendapatan pemerintah dari pajak jadi meningkat.B. dan tidak langsung dan manfaat intagible C. Manfaat Pengertian Manfaat Manfaat adalah suatu hasil yang diinginkan dan dapat dihitung (bersifat measurable) sebagai hasil dari suatu investasi. Jenis maanfaat ini disebut juga manfaat ekonomis sebagai contoh penjualan emas disaat harga emas naik. pendapatan saat peak time dsb. sumber daya ataupun teknologi. daerah berkembang industrinya . Investasi Pengertian Investasi Dalam teori ekonomi. Pembangunan jalan tol . Manfaat langsung adalah manfaat yang langsung dapat diperoleh dan dirasakan contoh : . Bisa juga disebut juga efek multiplier contoh: . dengan modal berupa uang. Karena ada PLTA yang dibangun di suatu daerah. investasi berarti pembelian alat-alat produksi (termasuk didalamnya barang-barang untuk dijual). manfaat yang bersifat non ekonomis terdiri dari. proyek . Contoh: . Perbaikan pemandangan karena adanya taman yang indah Selain manfaat tangible. Pembangunan PLTA menghasilkan listrik . manfaat langsung.

obligasi. Investasi pada financial asset . surat berharga pasar uang. 1. pengembangan produk baru. dll . Tujuan dari investasi adalah :  Mempertahankan atau menjaga tingkat produktivitas perusahaan di masa mendatang agar tetap berada seperti saat sekarang  Meningkatkan produksi. Dilakukan di pasar modal pembelian saham. . pendirian pabrik. 2002). perkebunan. peningkatan nilai tambah produk dalam usaha meningkatkan pendapatan atau keuntungan perusahaan. membeli alat-alat produksi dan lain sebagainya. Pengambilan keputusan sebagaimana yang dikemukakan oleh George R Terry (dalam Hasan. F stoner (1978). Pendekatan analisis yang cocok dalam penentuan investasi adalah pendekatan ekonomi teknik. Pembelian asset produktif. Sertifikat deposito. berarti penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. pembukaan pertambangan. pengambilan keputusan didefinisikan sebagai proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah. dilakukan di pasar uang. Untuk memutuskan investasi mana yang paling menguntungkan maka perlu dilakukan analisis. 2. Ekonomi Teknik dan Proses Pengambilan Keputusan Investasi Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah bagian kunci dari kegiatan manajer dan tidak bisa terlepas darinya. Di bawah ini akan dibahas bagaimana ekonomi teknik dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi. Investasi pada real assets. Sedangkan menurut James A. Umumnya investasi dibedakan menjadi 2: 1.

Dalam kondisi nyata.000.100. Pendekatan yang dapat mempekirakan suatu kondisi yang penuh ketidakpastian itu salah satunya adalah pendekatan ekonomi teknik. Pengambilan keputusan membutuhkan langkah-langkah agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. namun untuk kondisi sekarang belum tentu sebanyak dahulu. Sedangkan perubahan jumlah suku bunga disebabkan oleh beberapa faktor yang kondisinya pun uncertainty.000 di suatu Bank. maka jumlah uang yang kita tabung setahun kemudian akan bertambah lebih dari Rp. Ekonomi Teknik adalah salah satu alat analisa pengambilan keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi dalam bidang teknik. Hal ini dikarenakan karena adanya bunga (interest) yang mampu mengubah nilai uang untuk suatu periode (konsep time value of money). Contoh lain. walaupun hasilnya tidak selalu benar 100%. Sebagai contoh adanya kondisi ketidakpastian (uncertainty) adalah nilai uang Rp 100.100. Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang relatif besar dan berdampak jangka . pengambilan keputusan dihadapakan pada kondisi ketidakpastian karena tidak tersedianya informasi secara lengkap. Pada waktu dahulu uang Rp 100.000 saat ini berbeda dengan nilai uang 5 tahun mendatang. Analisis Ekonomi Teknik mampu menyediakan informasi mengenai bagaimana memberikan pertimbangan terhadap keputusan-keputusan saat ini yang berkaitan dengan pengoperasian suatu organisasi di masa depan). Nilai uang kini tentu berbeda dengan jaman dahulu yang memang disebabkan oleh bunga itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengestimasi dan memperkirakan hal yang akan menjadi masukan suatu pengambilan keputusan itu sendiri.Dari pengertian-pengertian pengambilan keputusan di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah. jika kita melakukan investasi dengan cara menabung sebesar Rp. Ekonomi teknik juga adalah ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).000 mampu dibelanjakan banyak barang.

dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung lama. masa yang akan datang. 2. menyusun atau menyiapkan model keputusan. klarifikasi. Sifat keputusan bersifat futuristik. mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik. Setiap langkah yang diambil harus berdasar pada pengambilan keputusan yang tepat. klasifikasi. Oleh karena itu. misalnya yaitu :  alternatif yang paling sedikit menyebabkan kerugian ekologi  alternatif yang meningkatkan kesejahtraan orang banyak  Mampu menggunakan uang secara efisien  Dapat meminimumkan pengeluaran  Dapat memaksimalkan laba  Dapat meminimumkan waktu  Dapat meminimumkan pengangguran 7. menetapkan kriteria pengukuran alternatif.panjang terhadap aktivitas pengikutnya. 5. dan tepat waktu (timeliness) Keputusan yang baik dan rasional pada dasarnya memerlukan prosedur dan proses yang sistematis serta terukur dengan tahapan proses sebagai berikut: 1. merumuskan tujuan penyelesaian masalah. identifikasi atau pelajari alternatif pemecahan masalah yang mungkin minimal dua alternative. 6. Oleh karena itu. benar (reliable). dan validasi kebenaran data yang terkumpul. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat mengakibatkan terancamnya kehidupan individu atau organisasi yang bersangkutan. penerapan aktivitas teknik tersebut menuntut adanya keputusan-keputusan strategis yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan rasional. . 3. pengambilan keputusan harus dilandasi prosedur dan teknik serta di dukung informasi yang tepat (accurate). Ilmu Ekonomi Teknik sering juga dianggap sebagai sarana pendukung keputusan (Decision Making Support). mengumpulkan data-data yang relevan. Ada dua alternatif yang kadang diabaikan:  Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini. artinya bersangkut dengan hari depan. tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah ini)  Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali. 4.

Opportunity Cost (apa yang dikorbankan/ dihilangkan ketika pengambilan keputusan dijalankan) 12. melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yang disediakan. hambatan-hambatan yang akan terjadi dalam pengambilan keputusan) 6. dan prediksi dari hasilnya yang akan dicapai) 7. menerapkan atau mengimplementasikan keputusan yang telah diambil. Consequences of the alternatives over time ( konsekuensi dari beberapa alternatif pengambilan keputusan. Viewpoint (sudut pandang dalam melihat suatu masalah) 3. 9. berhubungan dengan suatu periode waktu dimana keputusan itu akan terus berpengaruh) 8. Alternatives (berapa banyak jalan alertnatif agar tujuan tercapai) 5. jika alternatif banyak perlu dilakukan seleksi bertingkat. mengambil keputusan sesuai dengan tujuan. The Model (sebuah model matetmatika atau grafik yang mampu mempresentasikan / mewakili elemen-elemen suatu masalah dan interaksinya) 9.jika suatu elemen yang tidak terkendali) 11. Constraints (apa yang membatasi resource.  memenuhi sifat mutually exclusive (tidak ada alternatif yang tumpang tindih). Criteria (Fungsi dari tujuan itu sendiri dan apa yang dapat menilai pengambilan keputusan itu berhasil) 4. 8. Planning Horizon (seberapa jauh keputusan akan berpengaruh. 10. Objective ( apa tujuan dari pengambilan keputusan itu? Apa yang akan anda raih dari pengambilan keputusan?) 2. . Differential Consequences (perbedaan hasil/ outcome yang akan diraih dari beragam alternatif pengambilan keputusan) 10. apa yang efeknya terhadap hasil/ outcome. Objective Function (alternatif mana yang mampu mengoptimalkan fungsi dari tujuan pengambilan itu sendiri) Dalam menyiapkan alternatif perlu diperhatikan persyaratan berikut:  jumlah alternatif yang ideal 2-10 alternatif. Menurut Ardalan proses pengambilan keputusan melewati beberapa proses yang harus diperhatikan walaupun tahapannya tidak terlalu memperhatikan urutan. Risk and Uncertainty (resiko dan ketidakpastian. Berikut diantaranya adalah : 1.

b. Efektivitas. Efektivitas adalah ukuran tingkat keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan. a. 2. Kondisi yang optimal ini selalu menjadi tujuan diperbaikinya sistem produksi secara terus-menerus dengan berbagai variabel tinjauan. Efisiensi. dimana semakin hemat memakai sumber daya. input input Optimal maksimum Optimal minimum output output Grafik Optimal Maksimum dan Minimum . karena pemahaman konsep yang salah. 𝑒𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 Produktivitas = = 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖  Optimal adalah suatu nilai yang terbesar ataupun terkecil akibat adanya hubungan yang tidak linear antara dua variabel yang berpengaruh. dan optimalisasi dengan baik sangat dibutuhkan dalam melakukan analisis dari suatu rancangan teknik. efektivitas. dan Optimalisasi Memahami konsep efisiensi. Produktivitas adalah suatu ukuran yang menjelaskan seberapa besar rasio antara tingkat pencapaian tujuan dengan pemakaian sumber daya. Contohnya hampir dalam semua sistem industri akan menghasilkan hubungan Output – Input tidak selalu linear sehingga akan menghasilkan kondisi optimal. Semakin sempurna atau baik pencapaian tujuan. Adapun pengertian dari masing-masing konsep tersebut adalah sebagai berikut. maka akan semakin efisien proses tersebut dilakukan. tidak akan memberikan hasil analisis yang tajam dan bermanfaat. Efisiensi adalah ukuran tingkat penghematan pemakaian sumber daya (input) dalam suatu proses. c. artinya semakin efektif proses tersebut dilakukan.  memenuhi sifat axhausive (semua kemungkinan alternatif yang tersedia telah terwakili).

- .000.untuk 1 bulan . dan produktivitas ranvangannya dengan mencari kondisi-kondisi yang optimal dari setiap variabel yang berpengaruh terhadap rancangan tersebut. Jika semua bahan yang dibeli habis terpakai. Apa yang dimaksud manfaat ekonomis dan manfaat non ekonomis..dimana pemakaian 60% untuk mesin dan 40% untuk penerangan.untuk 15 buah meja. Bayar telepon Rp 100.000.000. Depresiasi mesin dan fasilitas Rp 500.. . Bayar upah tukang Rp 900. EVALUASI 1./ bulan. Beli paku.000. .000. Hitunglah biaya produksi untuk 1 unit kerja. Bayar gaji kepala tukang.000. c. dan perlengkapan lainnya Rp 150. dan investasi! 2. pegawai pembantu dan lain-lain Rp 1. Catatan pengeluaran bengkel perabot “kreatif” satu bulan terakhir adalah: .Suatu rancangan teknik yang baik seharusnya memerhatikan prinsip-prinsip efisiensi. .. Kelompokkan biaya berdasar biaya tetap dan biaya variabelnya. efektivitas.000./bulan. b.. lem. .. Jelaskan struktur biaya! 3./ unit. Beli 6 lembar triplek Rp 250. Kelompokkan pengeluaran berdasar biaya primer (utama). biaya.- . dan over-head pabrik. Hitunglah Break even point produksi meja jika harga jual meja Rp 300. kerjakan hal-hal sbb: a.000. Bayar rekening listrik Rp 200. d.000. Bayar upah tukang untuk 10 buah meja Rp 600.000.- .- .. Beli 1 m kubik kayu Rp 700.000.

Ardalan. Setiadi J. Jakarta : Kencana Prenada Media Group .REFERENSI 1. Pensylvania : Technomic Publishing Company. Economic & Financial Analysis for Engineering & Project Management. Abol. Business Economics and Managerial Decision Making : Aplikasi Teori Ekonomi dan Pengambilan Keputusan Manajerial dalam Dunia Bisnis. Giatman. Inc 2.2008. 2000.Nugroho. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada 3.2006. M. Ekonomi Teknik.