You are on page 1of 7

Kesetimbangan Kimia

Kita telah mempelajari bahwa suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain yang kemudian
menghasilkan zat baru. Reaksi tersebut umumnya disebut Reaksi kimia yang berlangsung sampai
habis. Misalnya, pita magnesium akan bereaksi dengan oksigen membentuk magnesium oksida
(MgO). Demikian pula sebutir pualam ( CaCO3) di masukan ke dalam laruta asam klorida (HCI)
berlebihan, semua pualam akan habis bereaksi dengan asam klorida.

1.Reaksinya sebagai berikut:

Contoh:.Mg(s) + O2(s) 2Mg (s)
CaCO3 + 2HCI(aq) CaCI (aq) + H2O (l) + CO2 (g)

Ada beberapa reaksi yang dapat berlangsung dua arah, contohnya pada reaksi pembuata gas
Amonia
3H2 (g) + N2 (g) ⇋ 2 NH3 (g)

Reaksi ini disebut juga reaksi reversibel atau reaksi kesetimbangan. Pada reaksi ini setiap
NH3 terbentuk akan segera terurai lagi menjadi H2 dan N2. untuk membuat produk yang di hasilkan
melalui reaksi kesetimbangan di perlukan bebera faktor untuk mengatur arah reaksi seperti:
konsentrasi, suhu, tekanan, dan volume, reaksi kesetimbangan dapat terjadi pada reaksi homogen
dan reaksi heterogen.

2.Reaksi kesetimbangan homogen

Contoh : H2 (g) + I2 (g) ⇋ 2HI(g)

K= [ HI]2
[H2][I 2]

2. Reaksi heterogen

Contoh : C(s) + O2 (g) ⇋ CO2 (g)
K= [ CO2]
[O2 ]

Keadaan seperti itu disebut kesetimbangan dinamis. kemudian jatuh kedalam wadah. AgCl (g) ⇋ Ag+ + Cl- Pada keadaan setimbang V1=V2 . Sistem tersebut di katakan setimbang dinamis. Pada wadah tersebut terjadi dua proses yang berlawanan arah. pada reaksi H2 dan I2 menghasilkan HI yang membentuk keadaan kesetimbangan.Kesetimbangan Dinamis Pada keadaan kesetimbangan.yaitu uap air menjadi cair kembali. Hal itu dapat kita lihat volume air dalam wadah tersebut adalah tetap. Pada saat tertentu laju proses penguapan dan laju proses kondensasi akan sama. reaksi tidak berhenti. Keadaan kesetimbangan dikatakan dinamis. Keadaan seperti itu disebut kesetimbangan dinamis. bila keadaan kesetaraan laju reaksi maju dan laju reaksi balik dapat di pertahankan. Untuk lebih memahami kesetimbangan dinamis. uap air tertahan pada permukaan tutup wadah. kesetimbangan tersebut tidak bersifat statis. Air dipanaskan dalam wadah tertutup sampai air menguap. konsentrasi zat-zat yang terlibat dalam suatu reaksi tidak berubah terhadap waktu. tetapi terjadi dua reaksi berlawanan arah yang mempunyai laju reaksi sama. Hubungan laju reaksi zat-zat dengan waktu pada kesetimbangan dinamis dari reaksi H2 dengan I2 membentuk gas HI atau sebaliknya dapat dinyatakan dalam bentuk grafik seperti yang di tunjukan pada gambar tersebut : Jadi kesetimbangan reaksi itu di sebut juga ’ kesetimbangan dinamis ” kesetimbangan dinamis adalah pada keadaan-keadaan setimbang reaksi tidak diam (statis). Pada keadaan tidak setimbang ini tidak terjadi lagi perubahan bersih dalam sistem reaksi. tetapi bersifat dinamis. tetapi berlangsung dalam dua arah dengan laju yang sama. Pada saat air menguap. perhatikanlah asumsi-asumsi dibawah ini. uap air tersebut akan mengalami kondensasi. yaitu proses penguapan yang arahnya keatas dan proses kondensasi yang arahnya kebawah. maka reaksi tersebut dianggap selesai. Hal itu dapat dituliskan sebgai berikut. oleh karena itu. apabila gas H2 dengan I2 bereaksi secara kesinambungan membentuk gas HI dan lain pihak dalam sistem tersebut gas HI terurai secara kesinambungan membentuk gas H2 dan I2 dengan laju yang sama. Selanjutnya. Sebagai contoh.

d adalah koefisien reaksi. Jika istilah tersebut berhubungan dengan konsentrasi keseimbangan. Ponstulat ini menyatakan bahwa ’jika hasil reaksi konsentrasi zat hasil reaksi yang di pangkatkan koefisiennya di bandigkan dengan hasil kali konsentrasi zat pereaksi yang di pangkatkan koefisiennya. Untuk reaksi yang dinyatakan dengan aA + bB ⇋ cC + dD. Oleh karena itu. maka akan di peroleh perbandingan yang tetap”. b. maka pernyataan ini di sewbut tetapan kesetimbangan dan nilainya dinyatakan dengan K atau Kc. Tiga buah kemungkinan dari arah reaksi tersebut adalah sebagai berikut. dan a. Nilai konstan dari perbandingan hasil kali konsentrasi hasil reaksi yang di pangkatkan koefisiennya dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang dipangkatkan koefisiennya tersebut selalu tetap selama suhu sistem tidak berubah.Tetapan Kesetimbangan Pada tahun 1886. D adalah reaksi . dengan A. c. dua orang para ahli kimia Nrwegia. harga perbandingan tersebut di namakan tetapan keseimbangan yang dinyatakan sebagai berikut: [C]c [D]d Kc= [A]a [B]b Nilai Q dalam hubungan dengan Kc dapat digunakan untuk menunjukan arah suatu reaksi berlangsung. pernyataan diatas di sebut hasil bagi (quotient) kesetimbangan dan nilainya di nyatakan dengan Q atau Qc. maka secara sistematis ponstulat Guldberg dan Waage tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: [C]c [D]d =C [A]a [B]b Dengan : C = konstanta Dalam kasus umum yang didalamnya konsentrasi dapat mempunyai nilai yamg berubak-ubah (termasuk nol). yaitu Cato maxmilian guldberg (1836-1902) dan Peter waage (1833-1900) mengajukan postulat berdasarkan sejumlah pengamatan yang mereka lakukan terhadap reaksi kesetimbangan. B adalah pereaksi C. 1. Q >1 Kc .

bahkan lebih sedikit di bandingkan dengan jumlah pereaksi. harga Kc berbanding terbalik dengan suhu. Q <1 K Hal ini berarti konsentrasi hasil reaksi terlalu rendah untuk kesetimbangan. Q =1 K Hal ini berarti sistem berada dalam kesetimbangan. jika suhu tidak berubah. Hal ini berarti konsentrai hasil reaksi terlalu tinggi untuk kesetimbangan. bisa saja tidak terjadi reaksi. Makna Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan harga tetapan kesetimbangan. sedangkan pad reaksi eksoterm. harga Kcberbanding lurus dengan suhu. suatu reaksi dapat diketahui secara kualitatif bagaimana reaksi tersebut berlangsung 1. Jika Kc < 1. sehingga reaksinya berlangsung ke kanan. tidak ada perubahan. maka harga Kc selalu teatp. Jika KC < 1. maka pada reaksi kesetimbangan tersebut di peroleh zat hasil reaksi yang sedikit. 2.dan suatu reaksi di katakan sempurna apabila reaksi tersebut memiliki Kcyang sangat besar. sehingga reaksinya berlangsung ke kiri. maka pada reaksi kesetimbangan tersebut di hasilkan zat hasil reaksi yang cukup banyak. 2. . Pada reaksi endoterem.dan apabila harga Kc suatu reaksi sangat kecil. 3. bahkan melebihi jumlah pereaksi. Harga Kc hanya di pengaruhi oleh suhu.

Oleh karena itu. Apakah tetapan kesetimbangan sistem heterogen sama dengan uraian sebelumnya? Berdasarkan penelitian. Persamaan kesetimbangannya menjadi: . baik padatan maupun zat cair. Mengapa tidak berubah? Untuk zat murni. Tinjau reaksi kesetimbangan heterogen pada penguraian termal CaCO3 berikut. misalnya air. selama reaksi berlangsung massa CaCO3 dan CaO per satuan volume zat padatnya selalu tetap. massa jenis zat murni selalu tetap. jika massa air dikurangi maka volume air juga berkurang. Untuk zat murni. Dengan kata lain. konsentrasi molar zat tidak berubah walaupun jumlahnya berkurang akibat bereaksi.Kesetimbangan Homogen dan Heterogen Suatu reaksi kesetimbangan dikatakan homogen jika pereaksi dan hasil reaksi memiliki fasa yang sama. Bagaimanakah bentuk persamaan tetapan kesetimbangan untuk sistem reaksi heterogen ini? Andaikan tetapan kesetimbangan untuk penguraian termal CaCO3 dituliskan sama seperti untuk reaksi homogen: Konsentrasi zat dalam sistem kesetimbangan adalah mol per liter. konsentrasi molar air tidak berubah. menunjukkan bahwa tetapan kesetimbangan reaksi heterogen memiliki karakter tertentu. Sedangkan zat berupa gas kemolarannya bergantung pada volume wadahnya. jika jumlah zat terlarut atau volume pelarut berkurang maka konsentrasi molarnya berubah. Oleh karena massa jenis zat murni tetap. untuk larutan. Hal ini menyebabkan konsentrasi kedua zat murni ini tidak memengaruhi nilai tetapan kesetimbangan. konsentrasi CaCO3 dan CaO dapat dipindahkan ke ruas kiri persamaan dan digabungkan dengan tetapan kesetimbangan (Kc ). Akibatnya. Berbeda dengan zat murni. sedangkan reaksi dikatakan heterogen jika salah satu zat atau lebih berbeda fasa.

com/tegangan-permukaan.gurumuda.fisikaasyik.com ô http://www.com/viskositas.html ô http://www.com/home02/content/view/201/44/.html ô http://www.html .html ô http://www.com/kapilaritas. Daftar Pustaka ô http://aktifisika.gurumuda.com/2008/11/25/tegangan-permukaan-dan-kapilaritas/ ô http://atophysics.gurumuda.wordpress.wordpress.

006 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSA TANGGARA BARAT 2016 .15. MAKALAH TENTANG HUBUNGAN ANTARA CAIRAN DAN ZAT PADAT SERTA KESETIMBANGAN KIMIA (HOMOGEN DAN HETEROGEN) OLEH: SANUSI NIM 230.