You are on page 1of 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK

)

FIBROADENOMA MAMMAE
1. Pengertian ( Definisi) Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara.
Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan
glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut
sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau
oval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini
dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul
sehingga dapat mobil, sehingga sering disebut sebagai ”breast mouse”.
2. Anamnesis Pertumbuhan fibroadenoma mammae umumnya tidak menimbulkan rasa
sakit, hanya ukuran dan tempat pertumbuhannya yang menyebabkan nyeri
pada mammae. Pada saat disentuh kenyal seperti karet.

3. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan
palpasi pada daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil
atau tidak, kenyal atau keras,dll.

4. Kriteria Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara, yaitu dengan
pemeriksaan fisik (phisycal examination), dengan mammography atau
ultrasound, dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). Pada
pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi
pada daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau
tidak, kenyal atau keras,dll. Mammography digunakan untuk membantu
diagnosis, mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita
dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada wanita usia muda
tidak digunakan mammography, sebagai gantinya digunakan ultrasound, hal
ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat
dengan baik bila menggunakan mammography.
5. Diagnosis Kerja 1. Fibro Adenoma Mammae

6. Diagnosis Banding 1. Mastitis
2. Keganasan.
7. Pemeriksaan Penunjang 1. Darah lengkap
2. Rontgen thorax
3. USG Mammae
8. Tata Laksana Terapi operatif
Tindakan Operatif  Extirpasi tumor
Terapi Konservatif  Debridement bila disertai infeksi
Lama perawatan Terapi konservatif
1. IVFD RL, cairan(sesuai kebutuhan harian)
2. Inj Ceftriaxon 1 x 2 gram iv
3. Inj Ranitidin 2 x 1 amp iv sesuai indikasi
4. Inj ketorolak 2 x 1 amp iv sesuai indikasi
5. Ciprofloxacin 2 x 500 mg po untuk obat ulang
6. Asam mefenamat 2 x 500 mg po untuk obat ulang
7. N20 untuk anestesi umum
Lama perawatan 3 hari
9. Edukasi 1. Bed rest
(Hospital Health Promotion) 2. Diit lunak TKTP
3. Kebersihan

10. Prognosis Advitam: ad bonam
AdSanationam : ad bonam
AdFungsionam : ad bonam
11. Tingkat Evidens I/II/III
12. Tingkat Rekomendasi A

A. Penerbit Buku Kedokteran. Indikator Bebas nyeri. Ilmu Bedah Perawat. 3. Jakarta. Marylinn E. Sp. 2. EGC. (1992). R. Penelaah Kritis SMF Bedah 14. MHKes Direktur CLINIC A L P A T H W A Y F O R M . Kepustakaan 1. Yayasan Mesentha Medica. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran. Ditetapkan di : Bogor Pada tanggal : 1 Desember 2016 RS. Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Gioseffi Purnawarman. Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah. Schwartz.OG. Seymour. (2000). tidak ada komplikasi di daerah operasi 15. M. Henderson. Medika Dramaga dr. Jakarta. 13. EGC. (2000). Doenges.

Penjelasan Diagnosis ruangan Rencana terapi RencanaTindakan Tujuan Resiko Komplikasi Prognosa Di TTD Keluarga/Pasien . No. Jam : ………. PENGISIAN FORM Rencana terapi : Dokter Lembar edukasi Informed consent 8.TERAPI/ MEDIKAMENTOSA Injeksi ceftriaxone inj Atas indikasi Ketorolak inj Atasi indikasi Ranitidin inj Anestesi N20 . KONSULTASI SPPD pasien di atas usia 40 tahun Anestesi Atas indiaksi/ pasien usia Anak dibawah 14 tahun Visite 5. EDUKASI 1.* Lama hari rawat : 3 Hari Penyakit penyerta : .PEMERIKSAAN KLINIS Dokter IGD Dokter Spesialis Bedah 2. Penyakit utama : Kode ICD D24. 7.Keluar : …………. RM : ………… Nama pasien : BB : Jenis kelamin : TB : Umur/Tanggal lahir : Tgl. RADIOLOGI/IMAGING Thorax foto ELEKTROMEDIK EKG Lebih dari 40 tahun Dilakukan atas indikasi/ 4. Jam : ……….. Rujukan : Ada/Tidak Kode ICD : ………….Masuk : …………. Kode ICD : ………….Dokter/dr. Ruangan Dilakukan oleh DPJP/dr 6.. Rawat/ kelas : ……. URAIAN KEGIATAN HARI KE KEGIATAN KETERANGAN 1 2 3 4 5 1. Tindakan : . Kode ICD : …………. RencanaRawat Komplikasi : ./……. ASESMEN KLINIS Pemeriksaan DPJP Atas Indikasi Co.PROSEDUR Administrasi keuangan ADMINISTRASI 9. LABORATORIUM Darah lengkap Hitung jenis Ureum / creatinin SGOT/SGPT Masa perdarahan/masa pembekuan 3. Diagnosa masuk RS : Tgl. R. Kode ICD : ………….

MOBILISASI 1. MONITORING 1. DIET/NUTRISI Makan lunak Ektirpasi tumor/eksisi 11. TINDAKAN debridement 12. Profopol Lipuro inj Isofluran 250ml Cairan Infus RL Obat Pulang Obat Oral Ciprofloxacin 500mg Obat Pulang Asam mefenamat BHP / alkes Paket operasi besar LMA Atas indikasi Paket GV/WT sedang Folley catheter 10. RENCANA PULANG / berkaitan terapi dan EDUKASI tindakan yang sudah dilakukan Penjelasan mengenai diet yang diberikan sesuai dengan keadaan umum pasien Surat pengantar kontrol Resume Dokter Penanggung Jawab Pelayanan : Perawat Penanggung Jawab Pelaksana Verifikasi (_______________________) (___________________________) (_____________________________) Keterangan : : Yang harus dilakukan : Bisa ada atau tidak Beritanda (√) : Bila sudah di lakukan . Tirah Baring Sesuai kondisi pasien 2. Aktivitas harian mandiri 14. Perawat Monitoring tanda vital Monitoring 14 kebutuhanpasien 13. Duduk di tempat tidur Sesuai kondisi pasien 3. OUTCOME Keluhan : Nyeri Luka bekas operasi Pemeriksaan Klinis Lama Rawat Sesuai PPK Penjelasan mengenai perkembangan penyakit 15.