You are on page 1of 20

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
Jln. Beliang No. 110 Telp (0536) 3227707

Daftar Tilik
Antenatal Care
Beri Nilai untuk setiap langkap yang telah dilakukan, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Apabila langkah klinik Tidak Dilaksanakan
2. Apabila langkah klinik Telah Dilaksanakan Tetapi Salah
3. Apabila langkah klinik Telah Dilaksanakan Dengan Baik Dan Benar
4. Apabila langkah klinik Telah Dilaksanakan Dengan Baik Dan Benar Dan Dikerjakan Secara
Sistematis

Kasus
A MEMERIKSA KELENGKAPAN SARANA
1 2 3 4 5
1 Sarana Non Medis:
1. Meja 1 buah
2. Kursi 3 buah
3. Ruang pemeriksaan ukuran 3,5 x 2,5 m
4. Bed pemeriksaan 1 buah
5. Meja ginekologi 1 buah
6. Bantal, seprei, perlak, stik laken, selimut, masing-
masing 1 buah
7. Tempat cuci tangan (wastafel+ kran putar) dan
sabun cuci tangan.
8. Handuk 1 buah
9. Alat tulis : buku 1 buah, pulpen 1 buah, Penggaris
20 cm 1 buah
10. Tissue 1 gulung
11. Status ibu hamil 1 lbr
12. Register ibu hamil 1 buku
13. Buku KIA 1 buku
14. Masker (disposable) 2 buah
15. Tempat sampah 3 buah untuk sampah medis, non
medis dan tempat jarum
16. Keranjang pakaian kotor
17. Jam tangan dengan jarum detik 1 buah
18. Celemek 1 buah
19. Troli+ pengalas 1 buah
20. Penlight 1 buah
21. Meteran 1 buah
22. Baki ukuran 45 cmx 20 cm
2 Sarana Medis untuk pemeriksaan antenatal :
1. Tensi meter air raksa lengkap dengan manset 1
buah
2. Stetoskop 1 buah
3. Termometer axilla 1 buah
4. Refleks Hammer 1 buah
5. Timbangan (BB+TB) 1 buah
6. linex 1 buah
7. Botol kaca 1 buah berisi air DTT
8. Botol kaca 1 buah berisi air sabun
9. Botol kaca 1 buah berisi air klorin 0,5%
10. Spuit 3 cc 1 buah
11. Jangka panggul neagle 1 buah
12. Pita ukur LILA 1 buah
13. Bak instrumen sedang 1 buah
14. Tongue spatel
15. Sarung tangan sekali pakai 1 buah
B. KEGIATAN POKOK PELAYANAN
2 ANAMNESE / TANYAKAN
a. Menyapa ibu dengan suara lembut, sopan dan
ramah sambil menatap mata ibu,
b. Menanyakan identitas: setiap pertanyaan sambil
menatap wajah ibu dengan suara lembut, sopan dan
ramah kemudian baru ditulis di kartu ibu jawaban
yang diberikan.
c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di

status dan di buku KIA
a. Menanyakan pemeriksaan kehamilan yang ke
berapa dan terakhir periksa kehamilan di mana
(kehamilan tua, pasien baru) dan menanyakan
keluhan sekarang sambil menatap wajah ibu
dengan suara lembut, sopan dan ramah
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan riwayat Psikososial sambil menatap
wajah ibu dengan suara lembut, sopan dan ramah
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan riwayat Obstetri sambil menatap
wajah ibu dengan suara lembut, sopan dan ramah.
b. Kemudian pemeriksa menghitung usia kehamilan
berdasarkan haid pertama haid terakhir ibu
berdasarkan rumus (berdasarkan bulan lunar)
tanggal kunjungan- HPHT= x 4 1/3, serta
menghitung tafsiran persalinan dengan cara tanggal
HPHT di tambah 7 dan bulan HPHT dikurang 3
(apabila bulan melewati bulan ke 2) atau ditambah
9 (apabila bulan ≤ bulan ke 2).
c. Menanyakan keluhan ibu dengan ramah sambil
menantap mata ibu.
d. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan Riwayat Kehamilan, Persalinan dan
Nifas yang lalu sambil menatap wajah ibu dengan
suara lembut, sopan dan ramah.
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan Riwayat KB sambil menatap wajah
ibu dengan suara lembut, sopan dan ramah.
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan Riwayat Imunisasi TT sambil
menatap wajah ibu dengan suara lembut, sopan dan
ramah.
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
a. Menanyakan riwayat kesehatan sambil menatap
wajah ibu dengan suara lembut, sopan dan ramah
1) Riwayat penyakit
2) Riwayat operasi
3) Riwayat alergi
4) Penyakit terdahulu, menahun dan menurun
5) Riwayat keturunan kembar
b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status dan di buku KIA
Riwayat kebiasaan sehari-hari pasangan dengan ramah
lembut, sabar sambil tetap menatap mata ibu
1) Nutrisi
2) Pola Eliminasi
3) Personal Hygiene
4) Aktivitas sehari-hari
5) Binatang peliharaan di rumah
6) Istirahat
a. Menanyakan apakah ibu beserta pasangan
menderita Penyakit Menular Seksualdengan ramah
lembut, sabar sambil tetap menatap mata ibu,tidak
memutus pembicaraan dan tidak menyalahkan atau
menggurui serta mengucapkan maaf sebelumnya.
b. Menanyakan tentang pola seksualitasdengan ramah
lembut, sabar sambil tetap menatap mata ibu.
c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil anamnesa di
status

3 MENCUCI TANGAN
a. Pemeriksa melepaskan semua perhiasan atau
assesoris yang digunakan, kemudian
menyingsingkan lengan baju ke atas apabila lengan
baju panjang.

Mengambil sabun f. Menempatkan diri berdiri tegak di depan wastafel dengan jarak kurang lebih 15 cm dari bibir wastafel. s. Membersihkan ujung jari beserta ujung kuku p. Membersihkan persendian jari tangan dominan dan non dominan m. t. d. Membersihkan ujung ibu jari dan kuku tangan dominan dan non dominan. Membersihkan sela-sela jari punggung tangan non dominan dan dominan j. o. Membasahi kedua tangan e. e. Saling menyilangkan kedua telapak tangan agar sarung tangan terpasang tepat pada sela jari. q. Membersihkan kedua telapak tangan g. b. III PEMERIKSAAN FISIK UMUM 5 PENIMBANGAN BERAT BADAN a. . Membuka tutup bak instrumen dengan tangan dominan dan meletakkan tutup secara terbalik lalu mengambil sarung tangan dominan dengan tangan non dominan pada bak instrument (pegang pada bagian dalam pergelangan sarung tangan yang terlipat). Membersihkan ujung jari dan garis-garis tangan. Mengeringkan tangan 4 MEMAKAI SARUNG TANGAN a. Membilas kedua tangan di bawah air mengalir. Membersihkan sela-sela jari punggung tangan dominan dan non dominan. Membersihkan punggung tangan dan sela-sela jari h. mengambil sarung tangan berikutnya dengan memasukan empat jari ke dalam lipatan sarung tangan yang terlipat pada bagian pergelangan. k. Memastikan timbangan badan berfungsi dengan baik. pastikan sarung tangan tidak menyentuh bagian yang tidak steril. c. b. n. Memposisikan tangan non dominan diatas sarung tangan dengan merekatkan kelima jari lalu memasangkan sarung tangan pada tangan non dominan apabila jari-jari sudah tepat pada sarung tangan tarik dengan (gerakan kebagian bawah pergelangan tangan bagian luar) bagian luar sarung tangan dengan ibu jari dan telunjuk tangan dominan sampai tidak terlihat ada nya gulungan pada sarung tangan bagian bawah. c. Membersihkan sela-sela jari l. Membersihkan ibu jari tangan dominan dan non dominan. Membersihkan pergelangan tangan dominandan non dominan. Dengan menggunakan tangan yang sudah terpasang sarung tangan. kemudian pastikan sarung tangan tidak menyentuh bagian yang tidak steril. Menutup keran u. r. Memposisikan tangan dominan diatas sarung tangan dengan merekatkan kelima jari lalu memasangkan sarung tangan pada tangan dominan apabila jari-jari sudah tepat pada sarung tangan tarik dengan (gerakan kebagian bawah pergelangan tangan bagian dalam) bagian dalam sarung tangan pada luar tangan dengan jari telunjuk tangan non dominan sampai tidak terlihat ada nya gulungan pada sarung tangan baggian bawah kemudian . Membuka kran d. Melakukan semua langkah di atas sebanyak 10 kali dalam 10-15 detik.

warna kuku apakah biru atau pucat. Tentukan normal atau tidak. Meminta ibu berdiri tegak. warna kuku apakah biru atau pucat..bradipnea (<10 kl/mnt). Memerhatikan angka yang ditunjuk oleh penggaris.. dari arah depan tegak lurus dengan angka. Apakah ibu bersedia. d.. menempel pada dinding menghadap pemeriksa. Tanyakan ibu biasanya bekerja dengan tangan apa (kiri atau kanan). (baru lahir 35-50 kl/mnt.apnea (tidak bernapas). apakah ada pembesaran (pembengkakan ujung jari tangan/clubbing finger) c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pengukuran di status 8 PEMERIKSAAN NADI a. usia 2-12 th 18-26 kl/mnt. Perhatikan kuku jari tangan kanan. c. dan apakah ada tanda penyakit jamur kuku? d. Perhatikan jari tangan kanan. Lihat penunjuk pada batas pita (tepat pada ujung pita. d. d.takhikardi >100 kl/mnt). kemudian dengan mengeratkan pita tersebut lihat dan ukur sampai mana batas pita mampu melingkar pada lengan atas. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pengukuran di status 7 PENGUKURAN LILA a. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pengukuran di status . Kemudian pemeriksa mencatat hasil pengukuran di status 9 PEMERIKSAAN JARI TANGAN IBU a.. Pemeriksa memperhatikan jarum penunjuk berhenti. e. b.. c.usia <2 th 25-35 kl/mnt. Meminta ibu melepas alas kaki dan tutup kepala (topi). d. apakah ada pembesaran (pembengkakan ujung jari tangan/clubbing finger) e. d. dewasa 16-20 kl/mnt. Memastikan klien melepas sepatu/sandal serta mengarjurkan untuk mengeluarkan barang dalam kantong baju jika ada. frekuensi napas) selama 1 menit. Pemeriksaan Lila b. Minta ibu untuk menunjukkan jari tangan kanan dan kiri b. Perhatikan kuku jari tangan kanan. Kemudian pemeriksa mencatat hasil penimbangan di status 6 PENGUKURAN TINGGI BADAN : a. Hitung frekuensi napas dengan memperhatikan gerakan tangan kanan yang naik turun (gerakan naik dan turun dihitung. b.bradikardi <60 kl/mnt. Meletakkan penggaris diatas ubun-ubun ibu sejajar tempat pijakan.bradikardi atau takhikardi (normal 60-100 kl/mnt. c. Tentukan normal. Melakukan palpasi ringan pada arteri radialis dengan jari telunjuk dan jari tengah c.takhipnea(>24 kl/mnt). Pemeriksaan perapasan: Permisi ibu bisakah tangan kanan ibu diletakan di dada ibu merasakan gerakan napas c. b. Perhatikan jari tangan kanan. e. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 10 PEMERIKSAAN PERNAPASAN a. Ibu saya akan melakukan pemeriksaan pernapasan ibu untuk memastikan tidak adanya masalah. Pemeriksaan nadi b. dan apakah ada tanda penyakit jamur kuku? f.

dan letakkan dalam bak instrument 12 PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH a. Meraba arteri brachialis yang berada di bawah aksila sebelah dalam yaitu dengan cara menarik garis khayal dari tepi kelingking menuju ke atas sampai teraba denyut nadi arteri brachialis. b. Untuk memasang manset jenis perekat caranya pasang manset 3 cm atau 2 jari di atas fosa kubiti. perhatikan agar semua air raksa telah berada dalam tabung air raksa. maka genggang bagian atas termometer dengan ibu jari dan jari telunjung menjepit bagian tengah thermometer serta arahkan tabung air raksa ke bawah. termometer diambil dari ketiak ibu dan dibaca skala pada batas air raksa yang tertinggi. Mengambil thermometer dari bak instrument. Bila ibu bersedia. Kemudian meminta ibu untuk menjepit dengan ketiak dan menyilangkan tangan ibu di atas perut(selama 5-10 menit untuk thermometer air raksa. f. ibu duduk dengan cara kaki direnggangkan. sehingga semua air raksa berada dalam tabung air raksa. c. lalu dikebaskan berulang-ulang 2-4 kearah bawah. e. Masukkan termomter ke dalam tabung termometer dan tutup tabung termometer. Memeriksa apakah air raksa dalam termometer telah berada dalam tabung air raksa. Bersihkan termometer dengan menggunakan kapas yang telah ditetesi alcohol. Memberi tahu ibu. i. Memasang pipa karet di atas denyut nadi arteri brachialis (lihat panah pada manset yang menunjukan tanda kanan dan kiri) Dan batas bawah manset setinggi 3 cm atau 2 jari diatas fosa kubiti. tentukan temperature tubuh ibu g. d. dengan cara menggenggam bagian atas termometer dan menjepit bagian tengah termometer dengan ibu jari dan jari telunjuk dan arahkan tabung air raksa kearah bawah. lingkarkan kearah kanan/ searah jarum jam pita kain pada lengan lalu kaitkan pengait pita pada . f. Meletakkan stetoskop di leher dengan cara kedua tangan memegang ujung stetoskop kemudian stetoskop dilingkarkan pada leher. dan sampai munculnya bunyi untuk thermometer digital. atau setelah termometer digital bunyi. g. lalu di kebaskan 2-4 kali. Jika menggunakan manset jenis pita kain caranya pasang manset manset 3 cm atau 2 jari di atas fosa kubiti. telapak tangan menghadap ke atas. lingkarkan kearah kanan/ searah jarum jam pada lengan tempat pemeriksaan lalu rekatkan pada perekat manset. Pemeriksa mencatat temperatur tubuh ibu di kartu status h. h. c. dan mengeluarkan thermometer dari tabungnya. j. Meletakkan pipa karet dan menentukan batas bawah manset. Menganjurkan ibu membuka pakaian yang menutupi lengan atas yang akan di periksa sehingga tidak menutupi dan menekan arteri brachialis. e. bahwa akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah.11 PEMERIKSAAN SUHU a. tangan sebelah kiri diletakkan di atas meja. maka pemeriksa menjelaskan kepada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan. Selanjutnya mengembalikan air raksa dalam thermometer. b. Setelah 5-10 menit. Mengatur posisi ibu apabila dalam posisi duduk. Bila belum semua air raksa berada dalam tabung air raksa. d. i. Menempatkan ujung reservoir termometer di tengah ketiak atau di fosa aksila.

v. Memastikan terpasang tidak terlalu kencang dengan merekatkan manset sesuai ukuran lengan ibu... dengan cara memutar kearah kanan/ searah jarum menggunakan tangan dominan.. sehingga air raksa turun dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik atau 1 skala/detik sambil mendengarkan perubahan suara yang terjadi. lingkarkan manset kearah kanan/ searah jarum jam pada lengan lalu selipkan ujung kerat manset pada lubang yang tersedia kemudian tarik manset dan rekatkan pada perekat.. meletakan karet pompa serta katub bulb dibawah manset yang telah tergulung serta meletakkanya pada bagian tengah tensimeter Hg yang kosong. Menilai kulit kepala Ibu sampai dengan rambut ibu.. Menentukan systole. Memasang stetoskop.. Menentukan diastolle. miringkan tensi meter untuk membuang udara pada air raksa. Menurunkan air raksa.. Melanjutkan menurunkan air raksa saat terjadi perubahan suara yang tiba – tiba melemah (korotkoff IV). Memastikan tinggi air raksa saat terdengar detakan I (pertama) dari arteri brachialis (korotkoff I).. Merapikan pita manset dengan cara menggulung pita kain/ manset. Jika menggunakan manset jenis perekat yang terdapat pengaitnya caranya pasang karetmanset 3 cm atau 2 jari di atas fosa kubiti.. Memompa balon karet. u. Menutup katub bulb tensimeter. Melepaskan ear piece stetoskop dari telinga w.. m. l. r. q.. p. Menambahkan pompa sehingga air raksa naik 20-30 mmHg. meletakkan bell stethoscope di atas arteri brachialis yang berada di fossa kubiti. Memutar katub bulb dengan cara meletakkan katub bulb diantara ibu jari dan jari telunjuk tangan dominan kemudian secara perlahan putar katub bulb kearah kiri/ berlawanan dengan jarum jam. Melepaskan manset x... k. Bila menggunakan tensimeter air raksa.. . memasang ear pieces stetoskop ke dalam telinga. o. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pengukuran di status 13 MEMERIKSA RAMBUT a. meletakkan dua jari tangan non dominan diatas denyut nadi arteri radialis pada pergelangan tangan selanjutnya tangan dominan memompa balon karet secara perlahan dengan menggunakan tangan dominan sampai balon benar- benar kempis hingga denyut arteri radialis tidak teraba lagi. Membersihkan ear pieces stetoskop dan diafragma stetoskop dengan menggunakan kapas alkohol secar sirkuler. n. Menghubungkan manset dengan tensimeter dengan posisi tegak. Menentukan letak penempatan bell stetoskop. dan level air raksa setinggi jantung ibu. Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan rambut ibu. b. j.. meraba arteri radialis pada bagian atas pergelangan tangan ibu dengan jari telunjuk dan jari tengah secara lembut. Meraba denyut nadi arteri radialis. meraba arteri brachialis yang berada di fossa kubiti dengan tangan dominan untuk menempatkan bell stetoskop... dan level air raksa berada pada tanda nol.tekanan diastole.tekanan sistole….Menutup tensimeter Hg dengan cara menurunkan bagian atas tensimeter Hg ke bagian bawah tensimeter sehingga kedua sisi menempel sampai terdengar suara klik.. pita yang di lingkarkan tadi.. t.. y. s.

b. Meminta ibu untuk mencibirkan bibirnya untuk melihat bibir pecah-pecah atau tidak. kebersihan gigi. d. konjunktiva dan sclera mata. h. perhatikan adanya pembengkakan dengan menggunakan senter dan menggunakan tong spatlle. Memeriksa gigi apa ada yang berlubang/caries kemudian pemeriksa mengamati gigi: bentuk gigi. Palpasi trakhea . e. Menganjurkan ibu untuk menoleh ke samping kanan kemudian kiri. d. Mengamati Gusi: adakah pembengkakan atau perdarahan pada gusi. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 15 PEMERIKSAAN TELINGA a. Memeriksa keadaan kulit muka: pemeriksa berhadapan dengan ibu (dalam posisi duduk) untuk melihat warna kulit daerah wajah terlihat pucat atau tidak. f. Memeriksa hidung ibu. Memeriksa Tonsil. Pemeriksaan kesimetrisan trakea. Kemudian pemeriksa menilai apakah ada pedikulus kapitis pada rambut. Memeriksa Vena jugularis eksterna(pemeriksa mempraktekkan gerakan kepala agar ditiru oleh ibu). e. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status. k. apakah ada ketombe pada kulit kepala. Lidah: perhatikan kebersihan lidah. apakah terdapat cairan serta peradangan: kemudian pemeriksaan memperhatikan kebersihan. Selanjutnya ibu silahkan menoleh kembali kesebelah kiri (posisi kepala masih dalam posisi menunduk)nilai adanya pembesaran vena jugularis eksterna disisi kiri leher ibu d. kemudian pemeriksa mengamati apakah terbentuk cekungan atau tidak. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 16 PEMERIKSAAN LEHER a. melihat kebersihan. i. 14 PEMERIKSAAN PADA DAERAH MUKA a. g. Pemeriksa menilai apakah ada bendungan/pembesaran vena jugularis eksterna disisi kanan leher ibu c. b. b. bahwa akan dilakukan pemeriksaan daerah muka. Menjelaskan kepada ibu. Oedem: pemeriksa melihat apakah ada pembengkakkan didaerah pipi sampai bagian bawah rahang. Kemudian menekan ringan bagian pipi dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah. perlukaan. Memperhatikan bibir apakah pucat atau pecah- pecah: pemeriksa mengamati warna bibir. Memeriksa mata : menanyakan kepada ibu apakah terjadi gangguan pada penglihatan atau tidak. caranya: tangan non dominan memegang penlight tangan dominan memegang tong spatle saat ibu masih membuka mulutnya dan mengatakan: (lalu meletakkan tong spatlle pada pangkal lidah ibu kemudian tekan ringan untuk mempermudah melihat keadaan tonsil dan sekitarnya. j. dan bentuk bibir. Melihat apakah pada bagian muka ibu terdapat chloasma gravidarum atau tidak. c. lihat apakah ada dermatitis pada kulit kepala. apakah terdapat cairan serta peradangan. Kemudian pemeriksa menilai kekuatan rambut ibu. c. dan mengamati bagian mukosa lembab atau kering. caries. perhatikan apakah distribusi rambut ibu merata atau tidak. Selanjutnya memeriksa selaput lendir.

dalam dan tengah serta nilai apakah ada pembesaran kelenjar limfe dan getah bening e. Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan pada ketiak ibu. kemudian tekan secara perlahan dari sisi luar. dalam dan tengah serta nilai apakah ada pembesaran kelenjar limfe dan getah bening. raba apakah adanya pembesaran kelenjar. f. serta merasakan apakah teraba benjolan. 17 PEMERIKSAAN AXILA a. dengan 4 jari tangan kanan dan kiri menempel pada leher bagian depan tepat pada bagian yang teraba sedikit menonjol kemudian tarik ke belakang sampai di bawah telinga rasakan apakah adanya benjolan atau tidak. Menjelaskan kepada ibu. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 18 PEMERIKSAAN PAYUDARA a. pada posisi tengah dengan cara menyelipkan ibu jari dan jari telunjuk tangan dominan di masing- masing pada cekungan suprasternal. kemudian arahkan 4 jari kanan dan kiri kearah depan sampai ke 4 jari kanan dan kiri bertemu. nilai apakah saat ibu menelanrasakan gerakan istmus tiroid. Memeriksa payudara kiri  Kedua tepi telapak tangan pemeriksa diletakkan dikedua samping payudara kiri ibu.Telusuri secara perlahan-lahan keatas sampai sulcus mandibula dan memperhatikan kesimetrisan trakhea pada posisi tengah atau deviasi. Pemeriksa meletakkan ujung jari tangan dominan di ketiak ibu sebalah kiri. Pemeriksaan kelenjar tiroid: pemeriksa berdiri di belakang ibu. Tekan kedua tepi telapak tangan secara lembut kearah dinding dada. bahwa akan dilakukan pemeriksaan payudara. g. palpasi secara lembut dg 3 jari yaitu jari telunjuk. Pemeriksaan kelenjar limfe: pemeriksa berdiri dibelakang ibu. kemudian tekan secara perlahan dari sisi luar. dengan cara letakkan 3 jari di rahang bawah kemudian dengan menggunakan 3 jari raba masing-masing nodus limfe dengan urutan sebagai berikut: submandibular pada dasar mandibula dengan cara 3 jari di letakkan di bawah rahang bagian depan kanan dan kiri. b. jari tengah dan jari manis tangan kanan-kiri. Pemeriksa meletakkan ujung jari tangan dominan di ketiak ibu sebelah kanan. payudara dan rahim ibu. c. d. b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status IV PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS Mengatur posisi ibu berbaring telentang di atas tempat tidur Dengan ramah meminta kesediaan ibu untuk naik dan berbaring di tempat tidur dan menjelaskan bahwa akan dilakukan pemeriksaan pada ketiak. e. kemudian goyangkan serta rasakan apakah teraba benjolan  Kemudian angkat kedua tepi lelapak tangan dan letakkan kebagian payudara kiri sebelah dalam dari posisi tepi telapak tangan sebelumnya ke arah puting payudara. tekankan secara lembut tepi kedua telapak tangan kebawah arah dinding dada dan digoyang perlahan. Posisikan ibu dalam keadaan telentang dengan kedua tangan diangkat serta di letakkan di kedua sisi kepala.  Ulangi mengangkat kedua tepi telapak tangan dan meletakannya dengan lembut pada posisi sebelah dalam dari posisi sebelumnya ke arah putung . Kemudian minta ibu untuk menelan.

bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak. d. kemudian goyangkan serta rasakan apakah teraba benjolan  Kemudian angkat kedua tepi lelapak tangan dan letakkan kebagian payu dara kiri sebelah dalam dari posisi tepi telapak tangan sebelumnya ke arah puting payudara . menggoyang dan membuat lingkaran kecil searah jarum jam tersebut. Setelah itu membuka meteran dan ambil ujung meteran dengan titik “nol” kemudian meletakkan titik nol dalam cm ujung pita pengukur pada batas atas simpisis pubis atau tepat berada dibawah ibu jari (untuk menahan ujung meteran tepat diatas tepi atas simpisis. sampai seluruh permukaan payudara sekeliling puting payudara c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 19 PEMERIKSAAN TINGGI FUNDUS UTERI a. serta merasakan apakah teraba benjolan  Ulangi mengangkat kedua tepi telapak tangan dan meletakannya dengan lembut pada posisi sebelah dalam dari posisi sebelumnya ke arah putung payu dara. tekankan secara lembut tepi kedua telapak tangan kebawah arah dinding dada dan digoyang perlahan. Pemeriksa memperhatikan bentuk perut ibu. Menarik pita pengukur melalui pusat sampai batas atas fundus uteri f. e. Memeriksa payudara kanan  Kedua tepi telapak tangan pemeriksa diletakkan dikedua samping payudara kiri ibu. pembesarannya. Merasakan apakah ada benjolah ditempat yang diraba  Meneruskan perabaan dengan cara menekan. menggoyang dan membuat lingkaran kecil searah jarum jam tersebut. c. tekankan secara lembut tepi kedua telapak tangan kebawah arah dinding dada dan digoyang perlahan. Perhatikan batas tinggi fundus pada pita pengukur. serta merasakan apakah teraba benjolan  Mengulangi perabaan seperti sebelumnya sampai pada tepi puting payu dara  Selanjutnya menggunakan ujung jari telunjung dan jari tengah meneken lembut mulai tepi bagian bawah payudara sambil mengoyang membuat lingkara kecil mengeliling payudara searah jarum jam. sampai seluruh permukaan payudara sekeliling puting payudara d. Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas . Menetukan letak tepi atas simfisis: Pemeriksa meletakkan telapak tangan diatas simpisis ibu kemudian dengan tekanan ringan sambil mencari bagian tepi atas simpisis ibu. adakah linea dan striae gravidarum serta bekas operasi b. warna perut ibu. Merasakan apakah ada benjolah ditempat yang diraba  Meneruskan perabaan dengan cara menekan. serta merasakan apakah teraba benjolan  Mengulangi perabaan seperti sebelumnya sampai pada tepi puting payudara  Selanjutnya menggunakan ujung jari telunjung dan jari tengah meneken lembut mulai tepi bagian bawah payudara sambil mengoyang membuat lingkara kecil mengeliling payudara searah jarum jam. payu dara. tekankan secara lembut tepi kedua telapak tangan kebawah arah dinding dada dan digoyang perlahan. Tekan kedua tepi telapak tangan secara lembut kearah dinding dada. .

bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak. d. b. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status .bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak. g. Ibu di posisikan bagian kepala sampai bahu lebih tinggi sedikit dan lutut di tekuk sedikit ± 15º. Menentukan bagian terbawah janin: pemeriksa meletakkan telapak tangan dominan di atas simfisis kemudian ibu jari disebelah kanan ibu dan jari telunjuk di sebelah kiri ibu sambil goyangkan perlahan dan ringan ke arah kanan dan kekiri. c. b. Menentukan bagian punggung janin: pemeriksa meletakkan kedua telapak tangan sisi rahim kemudian tangan non dominan mendorong/menekan sisi fundus secara perlahan dan lembut (untuk mempertahankan posisi janin) kearah dalam dan telapak tangan dominan meraba sambil menekan secara perlahan dan lembut dan bergerak dari bagian atas sisi uterus kebagian bawah sisi uterus dan rasakan serta nilai bagian punggung janin bila teraba memanjang seperti papan berarti disisi kanan ibu lah punggung janin tapi bila teraba bagian terkecil berari bukan punggung janin. Bila terasa lentingan (bagian janin mengikuti goyangan jari pemeriksa) berarti bagian terbawah janin kepala. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 2) Leopold II a. tentukan berapa cm tinggi fundus uteri tersebut. bila tidak terasa lentingan kemungkinan bagian terbawah janin adalah bokong. Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas . Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 3) Leolpold III a. Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas. 20 PEMERIKSAAN POSISI JANIN 1) Leopold I a.bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak b. c. c. Kemudian tangan dominan mendorong/menekan sisi fundus secara perlahan dan lembut (untuk mempertahankan posisi janin) kearah dalam dan telapak tangan non dominan meraba sambil menekan secara perlahan dan lembut dan bergerak dari bagian atas sisi uterus kebagian bawah sisi uterus dan rasakan serta nilai bagian punggung janin bila teraba memanjang seperti papan berarti disisi kanan ibu lah punggung janin tapi bila teraba bagian terkecil berari bukan punggung janin d. Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status. Menentukan bagian teratas janin: pemeriksa meletakkan kedua telapak tangan di fundus kemudian tekan secara perlahan dan ringan kearah fundus sambil merasakan bagian apa yang teraba di fundus ibu.

b.bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 22 PEMERIKSAAN LIVER Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan liver/hati dengan meraba perut bagian kanan.bila kontraksi ditunggu sampai hilang) dengan cara menyentuh perut ibu dengan perlahan kemudian rasakan apakah dinding perut ibu kontraksi atau tidak b. serta nilai DJJ apakah sama denyut nya dengan denyut nadi ibu. kemudian cari DJJ yang terdengar paling kuat dengan menggeserkan linex secara perlahan kemudian bedakan bunyi djj yang mana yang lebih terdengar paling kuat. kemudian susuri secara perlahan dan nilai menggunakan teknik seperlima untuk menilai sejauh mana bagian terbawah janin masuk PAP. Ibu di posisikan bagian kepala sampai bahu lebih tinggi sedikit dan lutut di tekuk sedikit ± 15º (agar ibu merasa nyaman) . saat mendengarkan DJJ pemeriksa menghadap ibu) d. Pemeriksa menghadap kearah kaki Ibu. kedua sisi tangan bagian kelingking berada dibawah dan ibu jari berada di bagian kanan dan kiri bagian terbawah janin.  5/5 (kepala masih dapat diraba dg 5 jari diatas simphysis dan mudah digerakkan  4/5 (sebagian besar kepala janin belum masuk PAP dan sulit digerakkan  3/5 (bagian terbesar kepala janin belum masuk panggul  2/5 (hampir seluruh kepala sudah masuk dan tidak dapat digerakkan)  1/5 (sebagian kecil kepala dapat diraba dan sudah didasar panggul)  0/5 (kepala janin tidak teraba dari luar dan sudah diperineum) c. Kemudian Hitung DJJ selama 1 menit (pemeriksa pada saat melakukan pemeriksaan menghadap ibu) g. tengah dan manis) tepat di atas nadi ibu (arteri radialis. e. Sambil mendengarkan DJJ raba denyut nadi ibu pada pergelangan tangan dengan menggunakan 3 jari (telunjuk. Ibu di posisikan bagian kepala sampai bahu lebih tinggi sedikit dan kaki diluruskan. 21 PEMERIKSAAN DENJUT JANTUNG JANIN a. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status. Bila sama maka yang didengarkan pemeriksa bukanlah DJJ melainkan denyut jantung ibu bila berbeda irama DJJ dgn denyut jantung ibu maka yang didengar pemeriksa adalah DJJ. yang sejajar dengan ibu jari) f. a. 4) Leopold IV a. Pemeriksaan denyut jantung janin: pemeriksa meletakkan ujung linex tegak lurus pada dinding perut bagian punggung janin (jangan sampai diameter depan linex terangkat) kemudian dengarkan denyut jantung janin dengan telinga pemeriksa diposisikan pada ujung teratas linex dengan posisi telinga memenuhi diameter linex (agar DJJ dapat terdengar. Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas . Sebelum melakukan pemeriksaan nilai dinding perut (dinding perut harus lemas .

Ulangi dengan mengangkat dan memindahkan telapak tangan ke bagian atas dari posisi sebelumnya. b. Memeriksa edema tungkai kiri. Perhatikan apakah kulit yang tertekan cepat atau lambat kembali seperti semula c. rasakan apakah ada sentuhan diujung jari telunjuk d. b. c. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status. tekan perlahan dan ringan ke arah atas menuju ke sub sternum dan minta ibu menarik nafas panjang dan mengeluarkan udara pernafasan. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 23 PEMERIKSAAN LIMPA Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan limpa dengan meraba perut bagian kiri a. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 25 PEMERIKSAAN PERKUSI GINJAL Meminta ibu untuk duduk di tempat tidur dengan kedua kaki menjuntai ditepi tempat tidur. dengan cara menekankan ibu jari tangan dominan pada tungkai di daerah tibia selama 5 detik sampai kulit dan subkutan tibia tertekan kedalam. dan tanyakan kepada ibu. d. Pemeriksa menilai kebersihan kuku ibu. rasakan apakah ada sentuhan diujung jari telunjuk e. tekan perlahan dan ringan kearah ataslalu rasakan apakah ada sentuhan pada tepi jari telunjuk pada saat ibu mengeluarkan nafasnya. tangan kanan pemeriksa digenggam kemudian ketukan tepi genggaman tangan secara perlahan dan ringan tepat diatas telapak tangan kiri ( non dominan). pucat atau tidak d. Pemeriksa menempelkan telapak tangan kiri (non dominan) pada bagian belakang sebelah kanan bawah yang sejajar lumbal ke lima. Lanjutkan dengan mengangkat dan memindahkan telapak tangan ke bagian atas dari posisi sebelumnya. segera lepaskan. telunjuk. a. Perhatikan apakah kulit yang tertekan cepat atau lambat kembali seperti semula b. apakah ibu merasa sakit atau nyeri ketika di ketuk? . a. c. dengan cara menekankan ibu jari tangan dominan pada tungkai di daerah tibia selama 5 detik sampai kulit dan subkutan tibia tertekan kedalam. Pemeriksa memberitahu dan membantu ibu untuk menutup bagian perut dan memakai celana dan atau rok. manis dan kelingking) tangan kanan pada bagian terbawah perut ibu tepat diatas SIAS tekan secara perlahan dan ringan kearah atas dan minta menarik nafas panjang dan mengeluarkan nafasserta rasakan apakah ada sentuhan pada ujung jari tangan/teraba limpa pada saat ibu mengeluarkan nafas. Lutut ibu tetap dalam posisi menekuk. Letakkan telapak tangan dengan posisi telungkup (4 jari) disisi bawah perut di atas tulang panggul pada sisi kanan uterus . tengah. tekan perlahan dan ringan di sub sternum dan minta ibu menarik nafas panjang dan mengeluarkan udara pernafasan. segera lepaskan. Memeriksa edema tungkai kanan. 24 PEMERIKSAAN EDEMA TUNGKAI Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan edema tungkai dengan meraba tungkai kanan dan kiri. Letakkan ujung jari (4 ujung jari.

dan tanyakan kepada ibu. kemudian perhatian angka yang ditunjukan pada jangka panggul. Mengukur Lingkar panggul: letakkan ujung meteran atau titik ‘nol” meteran pada tepi atas simfisis lingkarkan meteran melewati spina iliaka anterior superior (SIAS) kemudian ke Krista iliaka anterior ke trokantor mayor dekstra ke lumbal ke lima kemudian kembali ke trokantor mayor sinistra ke Krista iliaka ke spina iliaka anterior posterior kemudian ke tepi atas simfisis. h. dan meminta ibu mengulangi menarik kencang kedua tangan dengan mengaitkan jari tangan kanan dan kiri. Selanjutnya pemeriksa meraba tendon patela kaki kanan. Mengukur dintansi Kristarum: letakkan ujung jangka panggul pada tulang bagian luar yang menonjol disebelah kanan dan kiri. Boudeloque: Letakkan ujung jangka panggul di tepi atas simfisis. sambil pemeriksa bertanya kepada ibu. Kemudian pemeriksa memperhatikan angka pada meteran . Mengukur distansia Spinarum: letakkan ujung jangka panggul pada tulang bagian dalam yang menonjol disebelah kanan dan kiri. d. Pemeriksa berdiri pada sisi kanan pasien dengan tangan kiri pemeriksa meraba tendon patela yang terletak di tengah antara 2 fosa poplitea yaitu lekukan antara tulang lutut dengan tulang kering kaki kiri ibu. b. apakah ibu merasa sakit atau nyeri ketika di ketuk? c. Pemeriksa memperhatikan gerakan ektensi pada lutut kuat atau lemah dengan melihat gerakan/ayunan kaki ibu setelah di lakukan ketukan. f. ujung lainnya di lumbal ke 5 kemudian perhatian angka yang ditunjukan pada jangka panggul f. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 27 PENGUKURAN PANGGUL (bila kehamilan pertama/primi gravida ) a. Pemeriksa mengayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan mengetuk diatas tendon patella kaki kiri e. tangan kanan pemeriksa digenggam kemudian ketukan tepi genggaman tangan secara perlahan dan ringan tepat diatas telapak tangan kiri ( non dominan). Pemeriksa mengayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan mengetuk diatas tendon patella kaki kanan. Mengatur posisi kaki ibu menjuntai fleksi 90 derajat di tepi tempat tidur b. i. sambil pemeriksa bertanya kepada ibu. c. d. b. Pemeriksa memberi tahu dan membantu ibu untuk turun dari tempat tidur. Pemeriksa memperhatikan gerakan ektensi pada lutut kuat atau lemah dengan melihat gerakan/ayunan kaki ibu setelah di lakukan ketukan. kemudian perhatian angka yang ditunjukan pada jangka panggul e. Mengatur posisi ibu untuk mengukuran panggul. c. Selanjutnya pindahkan telapak tangan kiri (non dominan) pada bagian belakang sebelah kiri bawah yang sejajar lumbal ke lima. Mengalihkan perhatian ibu dengan cara meminta ibu mengaitkan jari tangan kanan dan jari tangan kiri dan menarik kencang. g. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 26 PEMERIKSAAN REFLEK LUTUT a.

ikan asin.  Pada Trimester ke-2 nafsu makan mulai meningkat. Meskipun ibu hamil mengalami keadaan tersebut tetapi asupan makanan harus diberikan seperti biasa. pembangun. telur. kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya meliputi zat sumber tenaga. Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak. Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering. Hal ini untuk kebutuhan janin. Selain itu kurangi makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam. seperti sup. zat pembangun dapat diperoleh dari protein. ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin tumbuh baik. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan kandungan. kurangi karbohidrat. Pada kondisi ini.  Sumber Pembangun.  Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk menjalani proses kehamilan yang sehat. lemak cukup tinggi  Menghindari makanan dan minuman yang mengandung alcohol. bahan pengawet dan zat pewarna  Menghindari merokok  Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi terdiri dari susunan menu yang seimbang yaitu menu yang mengandung unsur-unsur sumber tenaga. buah-buahan segar dan jus. tingkatkan protein. yang melingkari panggul. . pelindung dan pengatur. Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari sekitar 15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari. Oksigen  melatih nafas dengan senam hamil  Tidur dengan bantal yang tinggi  Makan tidak terlalu banyak  Menghentikan kebiasaan merokok  Konsultasikan ke dokter bila ada gangguan nafas seperti asma.  Sumber Tenaga (Sumber Energi) . susu. sayur-sayuran dan buah-buahan. tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan memberikan kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya keracunan saat kehamilan. biskuit. g. lemak harus tetap dikonsumsi. telur asin. Kemudian pemeriksa mencatat hasil pemeriksaan di status 28 PENYULUHAN KIE 1. tetapi jangan kelebihan. Nutrisi  Pada trimester ke-1 umumnya ibu hamil mengalami penurunan BB karena nafsu makan turun dan sering timbul muntah. antara lain :  Mengkonsumsi makanan dengan porsi yang cukup dan teratur  Menghindari makanan yang terlalu asin. pengatur dan pelindung.  Posisi miring kiri dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uterus dan oksigenasi fetoplasenta dengan mengurangi tekanan vena asenden (hipotensi supine). pembangun. 2.  Pada trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat baik. pedas.

Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran proses metabolisme tubuh. vitamin dan mineral. Personal Hygiene  Cara merawat gigi Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik menjamin pencernaan yang sempurna. Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air.  Sumber Pengatur dan Pelindung . bumbu masak (vetsin)  Menghindari pemakaian minyak goreng yang sudah berkali-kali digunakan  Memperhatikan tanggal kadaluarsa dan komposisi vitamin. Caranya antara lain :  Tambal gigi yang berlubang  Mengobati gigi yang terinfeksi  Untuk mencegah caries  Menyikat gigi dengan teratur  Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja  Manfaat mandi  Merangsang sirkulasi  Menyegarkan  Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan  Mandi hati-hati jangan sampai jatuh  Air harus bersih  Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas  Menggunakan sabun yang mengandung antiseptik  Perawatan rambut Rambut harus bersih.  Perawatan vagina / vulva Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. ibu hamil dianjurkan untuk mengolah makanan secara sehat pula. mineral dan tempat makanan kalengan  Menyimpan peralatan dapur dalam keadaan bersih dan aman jangan membiarkan binatang berkeliaran didapur. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi. puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Hal – hal yang harus diperhatikan adalah :  Celana dalam harus kering  Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina  Sesudah bab/bak dilap dengan lap khusus  Perawatan kuku . keramas satu minggu 2-3 kali  Payudara Pemeliharaan payudara juga penting. Adapun cara pengolahan makanan yang sehat dan tepat sebagai berikut:  Memilih sayuran dan buah-buahan yang segar dan berwarna kuning  Memilih daging dan ikan yang segar  Mencuci tangan yang bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan  Mencuci bahan makanan yang bersih  Tidak memasak sayuran sampai layu  Mengkonsumsi makanan yang diolah sampai matang  Menghindari pemakaian zat pewarna. 3.  Untuk memperoleh asupan makanan yang sehat. pengawet.

pendarahan. BH harus tali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. 5. bila terdapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi. mengeluarkan air. mudah dicuci. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan. ketuban bisa pecah. khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-buahan).  Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil. Mobilisasi. Kuku bersih dan pendek 4. untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak. Eliminasi  Untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar. Ada dua pilihan BH yang biasa tersedia. enak dan aman. mudah menyerap keringat.  Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit). sperma mengandung prostaglandin. pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher. Pakaian  Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman. Korset ibu hamil didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis di sebelah depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang disebelah belakang.  BH Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui.  Pakaian wanita hamil harus ringan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. 7. yaitu BH katun biasa dan BH nylon yang halus. 6. Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tonus otot perut yang rendah. Seksual  Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari. dan persalinan bisa terangsang karena. Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 sesudah terbiasa boleh menggunakan BH tipis/ tidak memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih nyaman. Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah. Untuk kehamilan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengenakannya.  Korset Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut / pergelangan tangan. Body Mekanik . sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi kaki. Sepatu harus terasa pas. Bisa terjadi bila kurang higienis.

maupun . tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :  Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang. kaki terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan. Istirahat Tidur Wanita hamil harus menghindari posisi duduk. otot-otot dasar panggul dan lain-lain.  Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut. satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya. berdiri dalam waktu yang sangat lama.  Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus.  Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.  Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki.  Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi. Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :  Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul dengan posisi berdiri pada sebuah dinding. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri. bekerja di luar rumah yaitu letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan sebuah kotak. varices.  Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan. Exercise / Senam Hamil Secara umum.  Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.  Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan.  Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan. bengkak dan lain-lain.  Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi 8.  Mendukung ketenangan fisik  Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut:  Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)  Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak prematur pada persalinan sebelumnya  Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang  Berpakaian cukup longgar  Menggunakan kasur/ matras 9. nyeri kaki.

Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah dan punggung ibu bersandar pada kursi  Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan. 11. 12. Persiapan Laktasi  Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan dalam menyusui Persiapan psikologis ibu untuk menyusui pada saat kehamilan sangat berarti. kemudian dioleskan pada puting susu. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu tertarik dan simpati. karena keputusan atau sikap yang positif harus sudah terjadi pada saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya.  Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan. Travelling  Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol.  Satu tangan bayi diletakan di belakang .  Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah  Setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ibu akan sukses dalam menyusui bayinya.  Memecahkan masalah yang timbul dalam menyusui. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ± 1 jam.  Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula.  Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin.  Bayi diletakkan menghadap payudara. kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu ( kepala tidak boleh menengadah. kesehatan bayinya. dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan.  Memberikan kesempatan ibu untuk bertanya. 10. dan bokong menengadah. seperti konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.  Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai. Imunisasi Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neonatorum.  Pelayanan pemeriksaan payudara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali. perawatan puting susu dan senam hamil  Langkah – langkah Menyusui Yang Benar  Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit. dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ). bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian. Banyak ibu yang memiliki masalah. dan ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8 bulan.  Berpergian dapat menimbulkan masalah lain.

badan ibu dan yang satu didepan  Perut bayi menempel badan ibu.  Dagu bayi ditekan ke bawah . jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera di rujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi. ASI dikeluarkan sedikit. jangan biarkan bayi terus menghisap sebab udara akan masuk. maka payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.  Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi atau sudut mulut bayi dengan puting. Cara melepaskan isapan bayi :  Jari kelingking ibu dimasukan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau. jangan menekan puting susu atau areolanya saja seperti memegang rokok. tidak hanya membelokkan kepala bayi  Kuping dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus  Ibu menatap bayi dengan kasih sayang. badan dan kepala bayi sedikit melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu.  Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan irama perlahan namun kuat. Hal-hal di bawah ini haruslah digali dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan tersebut :  Tempat persalinan  Memilih tenaga kesehatan terlatih  Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut  Bagaimana transportasi ke tempat persalinan  Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut  Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada Langkah II : Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan tidak ada. sehingga puting susu berada di bawah langit – langit dan lidah bayi akan menekan. 13.  Melepas isapan  Bila satu payudara telah terasa kosong. Lepaskan isapan dan ganti dengan payudara yang lain. Persiapan Kelahiran Bayi Langkah I: Membuat rencana persalinan Idealnya setiap keluarga mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan.  Usahakan seluruh areola dapat masuk ke dalam mulut bayi. kemudian dioleskan pada puting susu. fasilitas . dengan cepat payudara dimasukan ke mulut bayi.Setelah menyusui.  Dimana ibu akan bersalin (Desa.  Setelah bayi membuka mulut.  Payudara dipegang dengan ibu jari di atas puting dan jari yang lain menopang di bawahnya. Penting bagi bidan dan keluarga untuk mendiskusikan :  Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga ?  Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan ? Langkah III : Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan Setiap keluarga seharusnya mempunyai rencana transportasi untuk ibu.

rumah sakit)  Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawatdaruratan  Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial Langkah IV : Membuat rencana/pola menabung. 15. Banyak sekali kasus. Informasi tanda bahaya kehamilan  Perdarahan pervaginam  Sakit kepala hebat  Gangguan penglihatan atau penglihatan kabur  Bengkak pada muka dan tangan  Nyeri perut hebat  Gerakan janin berkurang Nilai: Jumlah nilai = 28 Keterangan nilai: 1: Sangat Baik (85-100) 2: Baik (74-80) 3: Cukup (59-69) 4: Kurang (49-54) 5: Sangat kurang (<40) . Langkah V : Mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk persalinan. sabun. Memantau Kesejahteraan Bayi Memantau kesejahteraan janin dapat dilakukan ibu hamil dengan cara menghitung gerakan janin dan menimbang pertumbuhan berat badan ibu setiap trimesternya apakah mengalami peningkatan atau tidak. Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan. Ia dan keluarganya dapat mengumpulkan barang-barang seperti pembalut wanita atau kain. Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan. kesehatan. seprai dan menyimpannya untuk persiapan persalinan. 14. dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang diperlukan.