You are on page 1of 14

SESI / KOMPETENSI V

:

MENJELASKAN KONTRASEPSI ORAL

TAHAPAN PEMBELAJARAN

Mengembangkan Kompetensi Waktu
Tahap pembekalan (classroom session) 24 jam
Tahap praktik klinik dan pencapaian kompetensi 48 minggu

KOMPETENSI:

Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik mampu:

Melakukan penggunaan kontrasepsi oral dalam praktik klinis berdasarkan pengetahuan
anatomis dan fisiologis siklus haid.

KETERAMPILAN:

1.1 Mampu menjelaskan dan memberikan konsultasi yang baik kepada pasien mengenai
proses penggunaan kontrasepsi oral
1.2 Mampu memformulasikan suatu rencana penggunaan kontrasepsi oral yang didasarkan
pada temuan pemeriksaan klinis yang dilakukan untuk pemilihan kontasepsi oral
1.3 Mampu berdiskusi dan mengembangkan kerjasama dengan sejawat dari disiplin ilmu
yang lain yang terkait dalam rangka menyusun suatu rencana penggunaan kontasepsi oral.
1.4 Mampu menerapkan rencana penggunaan dalam praktik klinis dan melakukan modifikasi
yang diperlukan dalam pemakaian kontrasepsi oral
1.5 Mampu menjelaskan alternatif dan pilihan dalam penggunaan kontrasepsi oral yang
dimaksud.
1.6 Mampu menjelaskan dengan jelas komplikasi dan efek samping dari terapi yang
diberikan.

PERSIAPAN:

G and Gordon J. 5th ed. 3.S (eds). 2005. Mampu berdiskusi dan mengembangkan kerjasama dengan sejawat dari disiplin ilmu yang lain yang terkait dalam rangka menyusun suatu rencana penggunaan kontasepsi oral . Philadelpia: Elsevier Inc. Clinical gynecologic endocrinology & infertility. TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Edisi ke-6. Edisi ke-7. pathophysiology. Barbieri.. 1997. Speroff L. F. Aron. penyunting. 2. Mampu menjelaskan dan memberikan konsultasi yang baik kepada pasien mengenai penggunaan kontrasepsi oral 2. Hipothalamus & pituitary. and Findling J. Fritz MA.C. penyunting. London: Prentice-Hall International Inc. Basic and Clinical Endocrinology. 2009. TUJUAN SESI: Modul ini disusun untuk proses pembelajaran bagi pengembangan dan pencapaian kompetensi dalam bidang obstetri dan ginekologi yang terkait endokrinologi melaui sesi pembelajaran di dalam kelas dan praktik dalam situasi yang sesungguhnya terkait dengan standar keilmuan dan praktik endokrinologi reproduksi agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dalam waktu yang telah dialokasikan dan tingkatan kompetensi sesuai dengan yang disyaratkan.W. Yen and Jaffe’s reproductive endocrinology: physiology.  Alat bantu latih:  Text book  Video Session  Komputer/LCD  Internet  Referensi: 1. Philadelpia: Lippincott Williams & Wilkins. Strauss J. RL. Mampu memformulasikan suatu rencana penggunaan kontrasepsi oral yang didasarkan pada temuan pemeriksaan klinis dan melakukan modifikasi yang diperlukan dalam memilih kontrasepsi oral 3. In Francis S. D. and clinical management.

4. Jelaskan patofisiologi dari kelainan tersebut tersebut 3. Ibu pernah 2x keguguran dan sekarang punya 2 anak Pada pemeriksaan ginekologi.badan lemas. Mampu menjelaskan alternatif dan pilihan terapi dalam penggunaan kontrasepsi oral yang kepada pasien sekaligus menjelaskan komplikasi dan efek samping dari terapi yang diberikan.pemeriksaan fisik. Rancanglah suatu anamnesis . konjungtiva anemis. serta pemeriksaan penunjang bagi pasien tersebut Nyonya I (42 tahun) mengatakan menstruasi terus-menerus dengan jumlah banyak dan darahnya menggumppal sehingga perlu mengganti pembalut 3-4x dalam sehari. 8 °C TB =157 cm BB= 58 kg Bahaslah kasus diatas : 1. Bahaslah kasus diatas : 1.Apa masalah pasien tersebut 2. Apakah diagnosis dari pasien tersebut 2. Keluhan dirasakan sudah 2 minggu berturut- turut. .terlihat porsio licin dengan OUE tertutup dan pengeluran berupa darah. nyeri perut.tidak ada cairan putih (discharge). uterus normal dan tidak ada teraba massa di kedua adneksa TD = 100/70 mmHg N= 82x/menit R = 20x/menit Suhu = 36. Buatlah perencanaan tatalaksana pasien tersebut . kulit pucat.

bermain peran atau berbagai teknik interaktif lainnya dalam menyampaikan alih pengetahuan dan upaya mencapai kompetensi kognitif lainnya dalam menyampaikan alih pengetahuan dan upaya mencapai kompetensi kognitif dalam berbagai aspek dalam menjelaskan dan memberikan konsultasi yang baik kepada pasien mengenai penggunaan kontrasepsi oral  Tujuan 2. . Alat bantu pembelajaran : model anatomi 4. Termasuk didalamnya berdiskusi dan mengembangkan kerjasama dengan sejawat dari disiplin ilmu yang lain yang terkait. Buatlah perencanaan pengamatan lanjut pada pasien tersebut Strategi dan Metoda Pembelajaran : 1. curah pendapat dan diskusi. diskusi kelompok dan simulasi kasus dan praktek pada model selama 24 jam 2. Praktek dipoliklinik : selama 48 minggu 3. Buatlah perencanaan konseling bagi pasien tersebut 5. Diperlukan serangkaian demonstrasi. Sesi pembekalan (di kelas) : terdiri dari kuliah. studi kasus dalam menyampaikan alih pengetahuan dan upaya mencapai kompetensi kognitif dan pengembangan keterampilan untuk mampu memformulasikan suatu rencana penatalaksanaan penggunaan kontrasepsi oral yang didasarkan pada temuan pemeriksaan klinis dan melakukan modifikasi yang diperlukan dalam pengguaan kontrasepsi oral.4. 3. Media pembelajaran : sesi video 5. Gunakan metoda ceramah ilustratif. Metode pembelajaran :  Tujuan 1: Mampu menjelaskan dan memberikan konsultasi yang baik kepada pasien mengenai penggunaan kontrasepsi oral Gunakan metoda curah pendapat. diskusi. dan 4: Mampu memformulasikan suatu rencana penggunaan kontrasepsi oral yang didasarkan pada temuan pemeriksaan klinis dan melakukan modifikasi yang diperlukan dalam penggunaan kontrasepsi. Pembelajaran untuk mencapai tahapan kompeten dilaksanakan pada kondisi simulatif dan kasus yang sesungguhnya.

Penguatan proses pembelajaran dan hasil yang akan diperoleh. penelitian dan bimbingan khusus PENILAIAN KOMPETENSI: Untuk penilaian kompetensi. juga dilakukan melalui metoda:  PBL  Praktik pada model  Praktik dan pengulangan praktik klinik pada klien  Diskusi klinik: konferensi audit medik. Mampu berdiskusi dan mengembangkan Ujian Lisan dan Tulis kerjasama dengan sejawat dari disiplin Pelayanan pasien di poliklinik ilmu yang lain yang terkait dalam rangka menyusun suatu rencana penggunaan . konferensi klinik sub-bagian. setiap peserta didik akan dievaluasi dengan menggunakan instrumen dan kriteria seperti yang disebutkan pada tujuan pembelajaran: Tujuan Pembelajaran Metode Penilaian 1. bimbingan dan praktik berulang-kali dari tahapan akuisi ke kompetensi untuk mencapai tingkat keterampilan yang diinginkan. Mampu memformulasikan suatu rencana Ujian Lisan dan Tulis penggunaan kontrasepsi oral yang Pelayanan pasien di poliklinik didasarkan pada temuan pemeriksaan Penilaian selama diskusi & praktik klinik klinis dan melakukan modifikasi yang diperlukan dalam memilih kontrasepsi oral 3. Mampu menjelaskan dan memberikan Ujian Lisan dan Tulis konsultasi yang baik kepada pasien Pelayanan pasien di poliklinik mengenai penggunaan kontrasepsi oral 2.

Austria . profesor fisiologi di University of Innsbruck . Sebaliknya. Haberlandt diakui sebagai yang pertama . upaya untuk membatasi reproduksi mendahului kemampuan kita untuk menulis tentang hal itu. Mampu menjelaskan alternatif dan Ujian Lisan dan Tulis pilihan terapi dalam penggunaan Pelayanan pasien di poliklinik kontrasepsi oral yang kepada pasien Penilaian selama diskusi & praktik klinik sekaligus menjelaskan komplikasi dan efek samping dari terapi yang diberikan. kontasepsi oral 4. Hanya kontrasepsi dengan steroid seks sintetis yang akan dibahas. perkembangan baru dalam sejarah manusia. menunjukkan bahwa ekstrak ovarium yang diberikan secara oral dapat mencegah kesuburan pada tikus. Mulai tahun 1920 . SEJARAH KONTRASEPSI ORAL Pada awal 1900-an diamati bahwa penghambatan ovulasi dapat dihubungkan dengan kehamilan dan korpus luteum . Materi Acuan : KONTRASEPSI ORAL Kontrasepsi umumnya dipandang sebagai peristiwa modern. Ludwig Haberlandt .

atau disebut mestranol. Pada tahun 1931 . Jika tidak. tapi steroid kimia belum siap. ia menyebutnya "sterilisasi hormonal”. baik berasal dari etinil estradiol maupun dari mestranol. metranol tidak dapat berikatan dengan reseptor estrogen selular. . Otfried Otto Fellner . Terobosan besar terjadi pada 1938 saat ditemukan bahwa penambahan grup etinil pada posisi rantai 17 meningkatkan aktifitas secara per oral. pada usia empat puluh tujuh . Edward Doisy memproses 80. FARMAKOLOGI KONTRASEPSI STEROID KOMPONEN ESTROGEN PADA KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI Estradiol merupakan estrogen alami paling kuat dan merupakan estrogen utama yang disekresikan oleh ovarium. Ekstraksi dan isolasi beberapa miligram steroid seks memerlukan beberapa galon urin atau ribuan pon organ. Etinil estradiol adalah estrogen oral paling kuat dan merupakan bentuk estrogen yang paling banyak digunakan untuk kontrasepsi oral. namun kematian dini Haberlandt karena serangan jantung pada tahun 1932 . Haberlandt mengusulkan pemberian hormon untuk pengendalian kelahiran . tidak seperti yang terlihat pada penelitian menggunakan tikus. Ekstrak bernama Infecundin diproduksi bekerja sama dengan perusahaan farmasi Hungaria Gideon Richter. Oleh karena itu. hadir pada produk-produk lama. Fellner menghilang setelah invasi Hitler ke Austria Konsep ini diinisiasi oleh Haberlandt. perbedaan kekuatan antara mestranol dan etinil estradiol tidak terlalu signifikan. Estrogen lainnya. adalah 3-metil eter dari etinil estradiol. Pada tahun 1920 . Mestranol dan etinil estradiol berbeda dengan estradiol alami dan merupakan golongan obat- obat farmakologi. mengakhiri upaya ini . etinil estradiol unkonjugasi adalah estrogen aktif dalam darah. Hambatan utama pada penggunaan steroid sex untuk kontrasepsi adalah aktifitas reduksi pada hormon tersebut saat diberikan secara per oral. Di dalam tubuh manusia. Penelitian pada hewan memperlihatkan mestranol lebih lemah daripada etinil estradiol karena mestranol harus dirubah menjadi etinil estradiol di dalam tubuh. kecuali kontrasepsi yang mengandung estradiol valerat dan estradiol. juga melaporkan sterilisasi hormonal.melakukan eksperimen dengan tujuan menghasilkan metode kontrasepsi hormonal .000 ovarium untuk menghasilkan 12 mg estradiol. Saat ini hal tersebut bukan suatu permasalahan besar karena semua jenis kontrasepsi oral dosis rendah mengandung etinil estradiol. seorang ginekolog dari Wina . melakukan eksperimen di waktu luang dengan memberikan ekstrak ovarium dan plasenta ke berbagai hewan.

Pada tahun 1951. serta antara satu populasi dan populasi yang lainnya. dan berhubungan dengan jumlahg dosis yang diberikan. dan yang terpenting. dan berperan dalam meningkatkan angka kematian dari berbagai macam masalah sirkulasi (di masa lalu dengan pemakaian dosis tinngi). dapat terjadi variabilitas yang signifikan saat dilakukan pengambilan sampel pada waktu yang berbeda.Metabolisme etinil estradiol bervariasi dari individu yang satu dan individu yang lain. memungkinkan pemberian oral dengan kekuatan yang signifikan. Kombinasi dari beberapa progestin dan estradiol valerat memperlihatkan efek kontrasepsi yang bagus. hal ini merubah efek . Estradiol valerat merupakan bentuk ester dari estradiol. Efek samping ini berkaitan dengan penggunaan estrogen. Komposisi (dosis) estrogen dari sebuah pil kombinasi merupakan hal yang sangat penting. dosis estrogen merupakan hal yang sangat penting saat menentukan kontrasepsi oral. tidak mengherankan jika dosis yang sama dapat memberikan efek samping pada satu individu namun tidak bagi individu yang lain. Bentuk ester ini dengan cepat dihidrolisasi menjadi estradiol. Bahkan dari individu yang sama. Trombosis merupakan efek samping paling serius. KOMPONEN PROGESTIN DARI KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI Ditemukannya substitusi etinil dan efek pemberian oral membuat dimulainya persiapan pembuatan etisteron. turunan aktif testosteron oral (akhir tahun 1930). Oleh karena itu. ditunjukan bahwa pemisahan rantai karbon-19 dari etisteron sehingga membentuk noretindron tidak menghilangkan aktifitas oral. Oleh karena itu.

dan etinodeol diasetat memiliki aktifitas estrogen namun sangat ringan karena mengikat dengan lemah pada reseptor estrogen. Setelah dilakukan penelitian ulang. secara klinis. “Ketidakmurnian” dari 19-nortestosteron. noretinodrel. Sama seperti komponen estrogen. namun kecepatan konversi ini sangat rendah sehingga jumlah etinil estradiol yang dapat ditemukan pada sirkulasi maupun urin setelah pemberian noretindron dengan dosis umum tidak terlalu signifikan. semakin diperparah dengan keyakinan bahwa hormon tersebut dimetabolisme di dalam tubuh menjadi estrogen. Penelitian terakhir menunjukan bahwa noretindron dapat dikonversi menjadi etinil estradiol. adanya efek androgenik dan progestasional. Pada penelitian yang dilakukan pada manusia dan hewan. aktifitas androgenik dan estrogenik dari komponen progestin tidak terlalu signifikan.hormon utama dari androgen menjadi agen progestasional. Oleh karena saat ini kontrasepsi oral memiliki dosis yg rendah. efek samping yang serius berhubungan dengan dosis yang tinggi dari progestin . efek anabolik dan androgenik dalam jumlah minimal masih terdapat dalam struktur ini. Turunan progestasional dari testosterone disebut 19-nortestosteron (menunjukan hilangnya rantai karbon 19). disimpulkan bahwa proses metabolisme menjadi estrogen disebabkan adanya artefak saat dilakukan analisis laboratorium. Efek androgfen dari bahan ini tidak hilang dengan total. hanya noretindron.

noretinodrel. dan penggunaan rutin dari kontrasepsi oral harus dibatasi pada produk dengan dosis rendah. dan gestoden.pada formulasi terdahulu. etinodeol diasetat. norgestrel. linestrenol. Keluarga noretindron terdiri dari kumpulan progestin 19-nortestosteron sebagai berikut: noretindron. norgestimat. . noretindron asetat. desogestrel.

Sebagian besar progestin yang berkaitan dengan noretindron dikonversi menjadi struktur terdahulunya. Oleh karena itu. Levonorgestrel adalah isomer aktif norgestrel. Enansiomer adalah memiliki bentuk yang sama satu sama lain dan berputar pada bidang terpolarisasi dalam arah yang berlawanan. . etinodeol diasetat. dan bentuk levorotatory adalah l-norgestrel (dikenal sebagai levonorgestrel). dan linestrenol sesuai dengan cepatnya konversi menjadi noretindron. Bentuk dekstrorotatori dikenal sebagai d- norgestrel. aktifitas dari noretinodrel. Norgestrel adalah campuran yang sama dari enansiomer dekstrorotatori dan enansiomer levorotatori. noretindron asetat.

metabolit levonorgestrel terikat erat dengan globulin sehingga sangat membatasi aktifitas biologisnya. kecuali levonorgestrel. Metabolit ini berbeda dari levonorgestrel dari kelompok metilen di posisi rantai 11. Berbeda dengan norelgestromin. Meskipun norgestimate adalah progestin baru. 3-keto-desogestrel. ahli epidemiologi memasukannya dalam kelompok kontrasepsi oral generasi kedua karena aktivitasnya diyakini sebagian besar disebabkan oleh levonorgestrel dan metabolit levonorgestrel.Desogestrel mengalami dua langkah metabolik sebelum aktivitas progestationalnya dikeluarkan dari metabolit aktifnya. sehingga disebut Δ-15 Gestoden. PRODUK GENERIK .Beberapa metabolit memiliki potensi untuk berkontribusi pada aktivitas norgestimat. Gestoden berbeda dari levonorgestrel oleh adanya ikatan ganda antara rantai karbon 15 dan 16. sekarang dikenal sebagai norelgestromin. Bentuk ini dimetabolisme menjadi banyak turunan dengan aktivitas progestational. dikenal sebagai etonogestrel. Hampir semua efek biologis kini dikaitkan dengan metabolit 17-deasetilasi.

sehingga kontrasepsi oral generik dapat berisi hanya 70% dari dosis standar. Di masa lalu. Kekuatan obat tidak menentukan keberhasilan atau keselamatan. Meskipun dianggap metode yang dapat diterima pada saat itu. . rahim. penulis medis. dan hati). dan waktu sebanding dengan obat referensi. seperti tes Clauberg (perubahan endometrium pada kelinci) dan uji prostat ventral pada tikus. dan kekuatannya bervariasi tergantung pada organ target dan titik akhir yang dipelajari. Dengan kata lain. Secara historis. Penilaian yang akurat. digunakan untuk menentukan kekuatan progestin. Progestin beraktifitas di berbagai organ target (misalnya. efek samping. telah sulit untuk dicapai karena berbagai alasan. ilmuwan. Kita harus cepat-cepat menunjukkan bahwa tidak ada bukti atau bahkan saran anekdot bahwa kontrasepsi oral generik tidak menurunkan kemampuan atau menyebabkan efek samping yang lebih seperti pendarahan. Produk-produk ini lebih murah. bagaimanapun. hanya jumlah obat yang . Kekuatan Selama bertahun-tahun. hal ini dapat mempengaruhi kemampuan. Pada kontrasepsi oral dosis rendah. Untuk memenuhi uji bioekivalensi memerlukan demonstrasi di sejumlah kecil subjek dimana kurva penyerapan. pemahaman yang lebih baik dari aktifitas hormon steroid dan metabolismenya serta kesadaran bahwa respon hewan dan manusia berbeda telah menyebabkan ketergantungan lebih besar pada data yang dikumpulkan dari studi manusia. dan keselamatan tidak diperlukan. Telah disetujui bahwa variasi produk paten tidak boleh lebih dari ± 10%. Produk generik akan disetujui jika rentang pengujian bioekivalensi sebesar 80% hingga 120% dari nilai obat referensi (perbedaan tidak lebih rendah dari 20% atau lebih besar dari 25%). kelenjar susu. konsentrasi. ini telah menjadi yang isu membingungkan karena media publikasi dan ahli menggunakan penilaian kekuatan untuk memberikan saran klinis. dokter. mengandung jumlah bahan aktifyang sama dalam konsentrasi dan bentuk sediaan yang sama. tes pada hewan. sedamgkan studi untuk menunjukkan keberhasilan. karena kekuatan berbagai progestin telah dicatat dengan penyesuaian dosis. efek biologis (dalam hal ini efek klinis) dari berbagai komponen progestational dalam kontrasepsi oral dosis rendah saat ini kurang lebih sama.Kekuatan progestin kontrasepsi oral tidak lagi menjadi pertimbangan ketika datang untuk meresepkan kontrasepsi oral. dan bahkan industri farmasi sudah berusaha untuk memberikan nilai kekuatan untuk berbagai komponen progestational dari kontrasepsi oral. dipasarkan oleh perusahaan farmasi setelah berakhirnya hak paten dari obat asli.Produk generik adalah obat terapi yang setara.Kontrasepsi oral generik hanya perlu memenuhi uji bioekivalensi.

berupa jaringan desidua dengan kelenjar yang telah atrofi. endometrium. Bahkan jika ada aktivitas folikel ovarium (terutama produk dengan dosis trendah). komponen progestational akan mencegah pelepasan lonjakan LH yang diperlukan untuk ovulasi. dan fungsi tuba mencerminkan stimulasi progestational. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Progestin dalam pil kombinasi menghasilkan endometrium yang tidak dapat menerima implantasi sel telur. lendir serviks. aksi ini dapat memastikan kemanjuran kontrasepsi yang baik. sementara agen estrogenik menekan sekresi follicle-stimulating hormone (FSH). risiko. Agen progestasional pada pil menekan sekresi luteinizing hormone (LH). Yang pertama adalah memberikan stabilitas endometrium sehingga peluruhan yang tidak teratur dan pendarahan yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. komponen estrogenik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektivitas kontrasepsi. dan dengan demikian mencegah munculnya folikel dominan. bahkan jika pertumbuhan folikel dan perkembangannya tidak cukup dihambat. dan dengan demikian mencegah ovulasi. Saran klinis berdasarkan peringkat kekuatan adalah latihan buatan . Ada kemungkinan bahwa pengaruh progestational pada sekresi dan peristaltik dalam saluran tuba memberikan efek kontrasepsi tambahan. Karena efek dari agen progestational akan selalu diutamakan daripada estrogen (kecuali dosis estrogen meningkat berkali lipat). . Lendir serviks menjadi tebal dan tahan terhadap transportasi sperma. Mekanisme aksi yang terjadi adalah efek estrogen dalam meningkatkan konsentrasi reseptor progestasional intraseluler. Jadi kontrasepsi oral harus dinilai oleh karakteristik klinis mereka: khasiat. tingkat farmakologis minimal dari estrogen sangat diperlukan untuk mempertahankan manfaat dari pil kombinasi. Kemajuan kita dalam menurunkan dosis steroid yang terkandung dalam kontrasepsi oral telah menghasilkan produk dengan perbedaan serius yang sedikit. Tidak ada bukti klinis bahwa progestin tertentu lebih baik atau lebih buruk dalam hal efek samping tertentu atau respon klinis. Mekanisme Aksi Pil kombinasi. diberikan setiap hari selama 3 dari 4 minggu.dibutuhkan untuk mencapai efek. efek samping. Estrogen di dalam pil memberikan dua tujuan yang lain. yang terdiri dari komponen estrogen dan progestin. Pil kombinasi mencegah ovulasi dengan menghambat sekresi gonadotropin melalui efek pada pusat hipofisis dan hipotalamus. Fungsi kedua estrogen telah memungkinkan pengurangan dosis progesteron di dalam pil. dan adanya estrogen diperlukan untuk memperkuat aksi agen progestational. Namun. dan manfaat.