You are on page 1of 88

RENCANA STRATEGIS

(RENSTRA)

TAHUN 2012 - 2017

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

PROVINSI BANTEN

Jl. Brigjen K.H. Syam’un No. 5, Pendopo Gubernur Lama, Serang – Banten

Telp. (0254) 8243073. Fax. (0254) 8243072.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga
Rencana Strategis (Renstra) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Tahun
2012 – 2017 telah dapat disusun dengan merujuk kepada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mewajibkan kepada daerah untuk
menyusun Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah diantaranya adalah Renstra Tahun 2012 – 2017
ini.
Perkembangan lingkungan strategis mengharuskan kita untuk mengkaji ulang dasar
pendekatan dan sistem penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan yang terarah guna
terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance ). Pemerintahan yang baik
merupakan paradigma sistem peradaban, dan kunci keberhasilan bangsa dalam peyelenggaraan
negara untuk mewujudkan tujuan cita–cita bernegara. Dalam hal ini Pemerintah telah bergeser dari
unsur pelaksana menjadi lebih banyak unsur pendorong melalui desentralisasi, peningkatan daya
saing, dan peran serta dalam dunia usaha untuk pembangunan.
Dengan memperhatikan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan
Bencana dan untuk mewujudkan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 tentang
Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang
diemban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten telah menyusun Rencana
Strategis periode tahun 2012-2017 yang merupakan penetapan kinerja kewajiban Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten sebagai tolak ukur penilaian dan
pertanggungjawaban Kepala Badan kepada Kepala Daerah secara tahunan sampai pada masa
berakhirnya jabatan.
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten tahun 2012-2017
yang diusulkan ini memuat rumusan Visi dan Misi untuk mempertajam arah kebijakan, tujuan dan
sasaran yang akan dicapai, khususnya dengan memuat indikator kinerja untuk mengukur tingkat
keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan menjadi acuan dan dasar dalam
menyusun Rencana Kinerja Tahunan dan Rencana Kerja BPBD sebagaimana telah diamanatkan
dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 30 Tahun 2010 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan
Tata Kerja Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta diharapkan dapat
memberikan kontribusi dan dukungan nyata dan positif pada pemerintahan yang baik.
Dengan telah diterbitkannya Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010 tentang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten, sebagai perwujudan komitmen organisasi
dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di Provinsi Banten diperlukan integritas dan kapabilitas

i

serta akuntabilitas yang tinggi, sehingga dengan disusunnya Rencana Strategis ini diharapkan dapat
memberikan informasi penyelenggaraan penanggulangan kebencanaan di Provinsi Banten untuk 5
(lima) tahun mendatang.
Kami ucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun Renstra BPBD Provinsi Banten yang telah
mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran demi tersusunnya Renstra yang sesuai dengan harapan dan
cita-cita pembangunan untuk mewujudkan Profesional dan Kearifan Lokal dalam
Penanggulangan Bencana .
Kami menyadari bahwa isi buku ini masih jauh dari sempurna baik materi maupun
penyajiannya, untuk itu diharapkan masukan, saran, dan kritik yang sifatnya membangun untuk
bahan perbaikan selanjutnya dan semoga Buku Renstra ini dapat memberikan manfaat terutama bagi
pegawai di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten serta bagi semua
pihak yang menggunakannya.

Serang, Maret 2014

Kepala Pelaksana,
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

Dr s . Ino s . R a w i t a , M .
Pd
Pembina Utama Muda
NIP. 19590824 197912 1
002

DAFTAR ISI

ii

KATA PENGANTAR .................................................................... i - ii
DAFTAR ISI .................................................................... iii - iv
DAFTAR TABEL .................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .................................................................... vi

Bab I Pendahuluan
1.1. Latar belakang .................................................................... 1
1.2. Landasan hukum; .................................................................... 2
1.3. Maksud dan tujuan; .................................................................... 3
1.4. Hubungan kinerja daerah dengan rencana strategis SKPD; .................... 4
1.5. Sistematika penulisan. .................................................................... 6

Bab II Gambaran Pelayanan BPBD
2.1. Tugas, fungsi dan struktur organisasi BPBD; ................................ 8
2.2. Sumber daya BPBD; .................................................................... 15
2.3. Kinerja pelayanan BPBD; .................................................................... 15
2.4. Tantangan, peluang, kelemahan dan kekuatan pengembangan
pelayanan BPBD. .................................................................... 29

Bab III Isu-isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi
3.1. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi
pelayanan BPBD; .................................................................... 31
3.2. Telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah terpilih; ........................................................ 32
3.3. Telaahan Renstra BNPB; .................................................................... 34
3.4. Telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan
hidup strategis; .................................................................... 35
3.5. Penentuan isu-isu strategis. .................................................................... 37

Bab IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan
4.1. Visi dan misi BPBD; .................................................................... 38
4.2. Tujuan dan sasaran jangka menengah BPBD; ................................ 39
4.3. Strategi dan kebijakan. .................................................................... 41
Bab V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja,

iii

..................... iv .......... 48 BAB VII PENUTUP ………………………………………….............. 50 Lampiran : 1...................... Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif .... 42 Bab VI Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ...... Rencana Program dan Kegiatan BPBD Provinsi Banten Tahun 2014.....................................................

....... 41 Tabel 5.........1 Marik Kinerja Program dan Kegiatan............................ . 18 Tabel 3.......... ........1 Tujuan..2.......1........ 31 Tabel 3.1 Indikator Kinerja RPBD yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD........... . Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah...3............ ................... 49 DAFTARA GAMBAR ..........1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi BPBD.......... DAFTAR TABEL Tabel 2....2........... 33 Tabel 4.... Strategi.......... ..... ....3...... Sasaran.... dan Kebijakan...... 40 Tabel 4................................... 43 Tabel 6....................1 Indikator Kinerja Program dan Pendanaan Indikatif..1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan BPBD.1 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan BPBD Terhadap Pencapaian Visi...

...........1........ ............. Banten...Gambar 1..1 Hubungan Kinerja Pembangunan Daerah dengan RENSTRA........ 5 Gambar 2.......4......... 10 . .3 Struktur Organisasi BPBD Prov.............

gempa bumi. Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. kegagalan teknologi. angin puting beliung. RKPD. Potensi bencana yang bisa terjadi meliputi : Banjir. tanah longsor. geologis. wabah penyakit. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam dan faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Renstra SKPD. kerusakan lingkungan. Pemerintah Provinsi Banten sebagai penanggung jawab dan simpul koordinasi pembangunan telah menyusun Rencana Strategis Daerah (Renstrada) sebagai salah satu dokumen yang menunjukan arah pembangunan yang ingin dituju bagi pemerintah Provinsi Banten beserta masyarakat selama kurun waktu 5 (lima) tahun (2012-2017). 1 . Anak Krakatau). non alam dan manusia.Rencana Strategis BAB I PENDAHULUA N 1. RPJM Daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010 memiliki tugas sebagai penyelenggara penanggulangan bencana di daerah yang dilakukan secara terarah. maka dalam rangka penyelenggaraaan pemerintahan daerah disusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. terkoordinasi dan terpadu mulai sejak penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana. baik yang disebabkan oleh alam. Provinsi Banten merupakan daerah yang sangat rawan bencana. Secara geografis. penyelenggaraan penanggulangan bencana diharapkan semakin baik karena Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. bahaya industri.1 Latar Belakang Pelaksanaan otonomi daerah sebagai wujud pelaksanaan Kebijakan Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. hidrologis. kebakaran. tsunami. hama tanaman. dan konflik sosial. Dalam konteks sistem perencanaan pembangunan maka pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dalam salah satu materinya mengamanatkan kepada daerah untuk menyusun sistem perencanaan pembangunan daerah yang meliputi : RPJP Daerah. dan Renja SKPD. kekeringan. dan demografi. kerugian harta benda dan dampak psikologis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. letusan gunung berapi (G.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala BNPB Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. dan/atau pascabencana . Atas dasar penjelasan tersebut di atas dan untuk menindak lanjuti penjabaran Rencana Strategis Daerah ( RENSTRADA) Provinsi Banten 2012-2017. 3. tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD ) 2012-2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. saat tanggap darurat. 2. 1.2. Peraturan Presiden Nomor 08 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010. Landasan Hukum Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten tahun 2012- 2017 disusun berdasarkan : 1. 2 . 9.Rencana Strategis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Dana Bantuan Bencana sebagaimana dimaksud dalam pasal 6. 8. maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten diwajibkan menyusun rencana strategis yang selanjutnya akan dijadikan dokumen perencanaan taktis strategis yang menggambarkan penanganan penanggulangan bencana di Provinsi Banten serta indikasi daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk melaksanakan penanganan bencana secara terencana dan terarah melalui sumber pembiayaan APBD maupun APBN. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. secara umum penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi tahap prabencana. 7. 5. tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi. 6. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah. dengan mengutamakan standar prosedur penangangan bencana sesuai dengan prioritas kebutuhan penyelenggaraan dan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012.

3 . Fungsi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. Peraturan Gubernur Banten Nomor 30 Tahun 2010. tentang Uraian Tugas.Rencana Strategis 10.

untuk melihat secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal potensi bencana. menelaah situasi saat ini dan membuat peramalan serta proyeksi pembangunan. 3. 2. potensi. permasalahan. Maksud dan Tujuan Untuk mengakomodir muatan lokal. aspirasi. Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 – 2017 disusun dengan maksud : 1.Rencana Strategis 1. 5. 3.untuk mencapai keberhasilan dalam penanggulangan bencana. dan/atau pascabencana dan memanfaatkan peluang yang ada melalui proses analisis. Disusun dan disepakati serta mempertimbangkan prediksi dan antisipasi terhadap potensi bencana di Provinsi Banten. saat tanggap darurat. 2. Adapun tujuan dari penyusunan Renstra ini adalah : 1. untuk mengembangkan strategi dalam menanggulangi bencana baik prabencana. perumusan dan evaluasi. serta sebagai tolok ukur kinerja bagi seluruh jajaran staf dalam mewujudkan tujuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten secara berkesinambungan. Penyusunan Rencana Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012-2017 ini mempertimbangkan kriteria sebagai berikut : 1. Mempertimbangkan kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. Sejalan dengan aspirasi tingkat kabupaten/kota di Provinsi Banten. Sejalan dengan Rencana Strategis Daerah Provinsi Banten. dengan harapan dapat dipilih Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 4. 4 . sehingga dapat mengantisipasi dampak bencana yang lebih besar dengan terus mengembangkan strategi melalui inovasi yang ditindak lanjuti dengan Program dan Kegiatan prioritas. misi dan program. 2.3. untuk memberikan arah sekaligus menjadi pedoman dalam pencapaian visi. Sesuai dengan kebutuhan. dalam rangka implementasi RPJMD Provinsi Banten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. untuk menetapkan kebijakan dan program strategis dalam merencanakan pembangunan daerah yang didasarkan melalui evaluasi pembangunan lima tahun yang telah berjalan. prospek dan kondisi penanggulangan bencana di Provinsi Banten.

serta menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan.4. Hubungan Rencana Strategis SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya Hirarki perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah. 3. dan antar fungsi pemerintah. Oleh karena itu RPJM Daerah harus sinkron dan sinergis antar daerah. 4. Sehingga Renstra SKPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten harus selaras dan sinkron dengan berbagai dokumen perencanaan dan peraturan baik di tingkat Nasional maupun Provinsi Banten. RPJM Daerah merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional. Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan RPJM Daerah Provinsi Banten dan memperhatikan RPJM Nasional serta Renstra Daerah Propinsi Banten. sebagai informasi kepada seluruh jajaran staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten berkaitan dengan dokumen perencanaan pembangunan selama lima tahun yang mengacu pada RPJPD dan RPJMD. penganggaran.Rencana Strategis beberapa sasaran yang tepat sesuai kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten untuk mencapai tujuan yang ditetapkan yang selanjutnya dapat dituangkan dalam Rencana Kerja sebagai dokumen operasional tahunan. misi dan sebagai tolok ukur pertanggungjawaban Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) kepada Gubernur. Oleh karena itu. 5 . Selain itu penyusunan Renstra SKPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten juga dipergunakan sebagai landasan dalam menyusun Rencana Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten sebagai dokumen perencanaan operasional tahunan. antar ruang. memberikan landasan kebijakan pembangunan selama lima tahunan dalam kerangka pencapaian visi. yang bertujuan untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan. 1. antar waktu. pelaksanaan dan pengawasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012.

Rencana Strategis Gambar 1.4. 6 .1 HUBUNGAN KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RENSTRA Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012.

7 .Daerah Program Prioritas Daerah (RPJMD) RENSTRA SKPD RPJMD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012.Rencana Strategis Kepala Daerah Kepala SKPD Visi/misi SKPD dibuat untuk Visi/Misi Visi/Misi secara langsung maupun tidak langsung untuk mendukung atau mewujudkan visi misi Tujuan/ Tujuan/ Kepala Daerah Sasaran Sasaran Program Pembangunan Program Pembangunan Daerah Daerah berisi program-program Program Prioritas Program/Kegiatan prioritas terpilih yang menjadi Prioritas “top priority” untuk Program Penyelengaraan mewujudkan visi/misi Kepala Urusan Pem.

misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.2.1. Tujuan dan Sasaran.1. Landasan hukum. Tantangan. Tujuan dan sasaran jangka menengah BPBD. 4. Telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis.4. Bab III Isu-isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi 3. Visi dan misi BPBD. Kinerja pelayanan BPBD. Bab V Rencana Program dan Kegiatan.3. Telaahan visi. 2. 1.2.3. kelemahan dan kekuatan pengembangan pelayanan BPBD. Tugas.1.1. Strategi dan Kebijakan 4. Sistematika Penulisan Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012- 2017 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR Bab I Pendahuluan 1.2. 4. Bab IV Visi.3. 1. 2. Bab II Gambaran Pelayanan BPBD 2.5. Sumber daya BPBD. Sistematika penulisan. Misi. Kelompok Sasaran dan . Telaahan Renstra BNPB.4.3. 3. Maksud dan tujuan.5. 3.2. 1.4.5. peluang. 3. 2.1. fungsi dan struktur organisasi BPBD. 3. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan BPBD. Strategi dan kebijakan. Hubungan kinerja daerah dengan rencana strategis SKPD. Indikator Kinerja. Latar belakang 1. Penentuan isu-isu strategis.

Pendanaan Indikatif Bab VI Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD BAB VII PENUTUP .

menetapkan. dan menginformasikan peta rawan bencana. yang antara lain : a. serta rekonstruksi secara merata. Melaksanakan penanggulangan bencana di Provinsi Banten secara sistematis. c. Melaksanakan penyelenggaraan penanganan bencana. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Gubernur setiap bulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana. Fungsi dan Struktur Organisasi BPBD Di dalam peningkatan utilisasi penanggulangan bencana yang ada juga terkandung maksud untuk membuka peluang perhatian Pemerintah dan Masyarakat serta Dunia Internasional yang dapat menunjang sekaligus memperkuat struktur penanganan penanggulangan bencana serta meningkatkan profesional dan kearifan lokal sumber daya manuasi yang ada.1. Menetapkan standardisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan. Menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan terhadap usaha Penanggulangan Bencana seperti : pencegahan. f. Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten mempunyai tugas sebagai penyelenggara penanggulangan bencana di daerah. Tugas. 2. b. BAB II GAMBARAN PELAYANAN BPBD 2. d. penanganan darurat. e. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang untuk bencana. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana. g. rehabilitasi. terpadu dan terkoordinasi agar efektif dan efisien sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dalam situasi tidak terjadi bencana ataupun pada saat terjadi bencana dan/atau setelah terjadi bencana merupakan salah satu prinsip dasar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten sebagai unsur Pemerintah di daerah.1. . Menyusun.1.

susunan organisasi unsur pelaksana BPBD adalah sebagai berikut :. secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten.2. 3. fungsi dan tata kerja yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2010 dimana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten.1. Sementara Unsur Pelaksana BPBD Provinsi Banten mempunyai fungsi. efektif dan efisien. 3. 2. h. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana dan terpadu serta menyeluruh. 2. dan i. Saat Tanggap Darurat. Sementara Unsur Pelaksana BPBD Provinsi Banten memliki tugas melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi. Prabencana. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari APBN dan APBD dan sumber-sumber lainnya. Fungsi Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana di atas. Pengkomandoan. Struktur Organisasi Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai Perangkat Daerah Provinsi Banten. meliputi : 1.3. 2. meliputi : 1.1. Pelaksana. . Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat. 2. Pascabencana. b. Badan Penanggulangan Bencana Daerah memiliki struktur organisasi berdasarkan uraian tugas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten mempunyai fungsi : a. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengkoordinasian.

Gambar 2.3 STRUKTUR ORGANISASI BPBD PROVINSI BANTEN .1.

umum dan keuangan. program dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Subbagian Perencanaan dan Evaluasi. memimpin. Bidang Kedaruratan dan Logistik. perumusan bahan kebijkan teknis penanggulangan bencana. meliputi prabencana. dan memiliki fungsi : 1) pelaksanaan koordinasi perencanaan dan program kerja Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.Kepala Pelaksana Adalah kepala yang memimpin unsur pelaksana pada Badan dan langsung bertanggung jawab pada Kepala Badan. pengelolaan keuangan. Kepala Pelaksana mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi. Bidang Kedaruratan dan Logistik. Adapun Sekretariat mempunyai fungsi : a. Dalam hal ini Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggungjawab langsung pada Kepala Pelaksana Badan. serta Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Adapun Kepala Pelaksana memiliki fungsi : a. dan pascabencana. penyusunan program. Sekretariat. dan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. penyelenggaraan koordinasi. kepegawaian dan umum. . dan b. serta Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. dan untuk pelaksanaan kegiatannya dibantu oleh : a. perncanaan dan penyusunan program Unsur Pelaksana. dan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. penyusunan program dan evaluasi. saat tanggap darurat. Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi. Sekretariat. dan c. penyelenggaraan koordinasi dan pengkomandoan dalam melaksanakan penanggulangan bencana. Penyusunan perencanaan dan program kesekretariatan. Pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Mempunyai tugas pokok menyelenggarakan koordinasi perencanaan dan program. Mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi. perencanaan. b. membina dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok Badan secara terintegrasi. dan 2) penyusunan bahan perencanaan.

dimana mempunyai fungsi : a. yaitu : 1.b. ketatalaksanaan. dan b. Kepala Bidang Adalah Pejabat yang membantu dan bertanggungjawab kepada Kepala Pelaksana Badan untuk mengkaji. kehumasan. Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan rencana anggaran belanja langsung dan tidak langsung Badan. c. dan 2) pelaksanaan dan koordinasi pengelolaan teknis administrasi keuangan Badan. umum dan kepegawaian. pengkajian bahan kebijakan teknis pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaan. rumah tangga. koordinasi. dan 2) pelaksanaan administrasi dokumentasi peraturan perundang-undangan. Mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Kepala Subbagian Keuangan. Mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan Badan. dan perlengkapan. mengatur. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dibantu oleh dua Kepala Seksi yaitu : . dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian. mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengendalian operasional pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang terdiri dari tiga bidang dimana masing – masing dikepalai oleh seorang Kepala Bidang. kelembagaan dan ketatalaksanaan. kelembagaan. yaitu : Pejabat yang memiliki Tugas Pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis. kearsipan dan perpustakaan. fasilitasi dan penyelenggaraan pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaann. penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaan.

.a. Kepala Seksi Pencegahan.

b. penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kedaruratan dan logistik kebencanaan. koordinasi dan fasilitasi kedaruratan kebencanaan. 2. dan 3) pelaksanaan pengelolaan sistem data dan informasi kebencanaan. Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik dibantu oleh dua Kepala Seksi yaitu : a. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. dan b. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. koordinasi dan fasilitasi pencegahan kebencanaan. koordinasi dan fasilitasi kedaruratan dan logistik kebencanaan. dan mempunyai fungsi : 1) pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis. 2) pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pencegahan kebencanaan. koordinasi fasilitasi kedaruratan bencana. . koordinasi dan fasilitasi kesiapsiagaan kebencanaan. dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan kebijakan teknis. dan fasilitasi kedaruratan dan logistik. pengkajian bahan kebijakan teknis. dan 2) penyusunan dan pengolahan data kegiatan kedaruratan. dan 2) pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi kesiapsiagaan kebencanaan. Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan. koordinasi dan fasilitasi pencegahan kebencanaan. yaitu : Pejabat yang memiliki Tugas Pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis. Kepala Seksi Kesiapsiagaan. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. koordinasi dan fasilitasi kesiapsiagaan kebencanaan. dimana mempunyai fungsi : a. koordinasi. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan kebijakan teknis.

Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dibantu oleh dua Kepala Seksi yaitu : a. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. 3. penyelenggaraan koordinasi. fasilitasi logistik kebencanaan. dan mempunyai fungsi : 1) pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis. dan b. dan 2) penyusunan dan pengolahan data kegiatan logistik kebencanaan. dan fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. dimana mempunyai fungsi : a. koordinasi. Kepala Seksi Rekonstruksi Pasca Bencana. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. Kepala Seksi Pengadaan Logistik. dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan kebijakan teknis. . Kepala Seksi Rehabilitasi Pasca Bencana.b. Memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan dan kebijakan teknis. koordinasi. yaitu : Pejabat yang memiliki Tugas Pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis. koordinasi dan fasilitasi rehabilitasi kebencanaan. dan 2) pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data rehabilitasi kebencanaan. koordinasi dan fasilitasi rekonstruksi kebencanaan. dan mempunyai fungsi : 1) penyusunan bahan dan kebijakan teknis. dan 2) penyusunan dan pengolahan data rekonstruksi kebencanaan. fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. b. pengkajian bahan kebijakan teknis. koordinasi dan fasilitasi rehabilitasi kebencanaan. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. koordinasi dan fasilitasi rekonstruksi kebencanaan. koordinasi dan fasilitasi logistik kebencanaan. koordinasi dan fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan.

e. saat bencana dan setelah bencana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana. dan rehabilitasi/rekonstruksi. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010 tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. b. Peraturan Gubernur Banten Nomor 30 Tahun 2010 tentang Uraian Tugas.2. Kelompok ini dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk. tanggap darurat.Kelompok Jabatan Fungsional Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Untuk lebih jelasnya Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten akan kami lampirkan dalam Buku Renstra ini. Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten terdiri dari pegawai yang berstatus PNS maupun Non PNS. Arah kebijakan Pemerintah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. yang bertugas di kantor dan luar kantor. Kinerja Pelayanan BPBD Kinerja Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten selama 5 (lima) tahun ke depan dititik beratkan pada penyelenggaraan penanggulangan bencana sebelum terjadi bencana. kegiatan pencegahan bencana. Fungsi dan Tata Kerja Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan . d. Unsur Pengarah yang terdiri dari instansi terkait dan tenaga ahli. 2.3. 2. serta kelompok jabatan fungsional. c. Sumber Daya BPBD Potensi sumber daya yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten meliputi : a.

luka. . dan gangguan kegiatan masyarakat.kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian. mengungsi. jiwa terancam. kerusakan atau kehilangan harta. hilangnya rasa aman. sakit.

pemenuhan kebutuhan dasar. pengurusan pengungsi. 2) Mitigasi (Mitigation) adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. C. serta pemulihan prasarana dan sarana. harta benda. Tahapan Pasca Bencana Tujuan : Pemulihan Manajemen : Manajemen pemulihan (Pascabencana) Penyelenggaraan : Masa Pemulihan Dini Kegiatan : . B. baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana (situasi tidak terjadi bencana). yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. perlindungan. Tahapan Saat Bencana Tujuan : Penanganan darurat Manajemen : Manajemen darurat Penyelenggaraan : Situasi Tanggap darurat Kegiatan : 1) Tanggap darurat (emergency response) yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. Tahapan Pra Bencana Tujuan : Pengurangan risiko bencana Manajemen : Manajemen risiko bencana Penyelenggaraan : Situasi tidak terjadi bencana dan Situasi terdapat potensi bencana Kegiatan : 1) Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana. penyelamatan. Tahapan penanggulangan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 adalah sebagai berikut : A. baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (situasi terdapat potensi bencana).

sosial dan budaya.3. kelembagaan pada wilayah pascabencana. 1) Rehabilitasi yaitu perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana. dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana. baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian. tegaknya hukum dan ketertiban. untuk lebih jelas Berikut ini adalah Matrik Kinerja dan Program dan kegiatan Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten pada Tabel 2.1 . 2) Rekonstruksi yaitu pembangunan kembali semua prasarana dan sarana.

1 MATRIK KINERJA PROGRAM DAN KEGIATAN .3. Tabel 2.

 Penyusunan perencanaan dan program kesekretariatan. penyusunan program. LPPD dan LHP BPBD  Terselenggaranya Forum SKPD- BPBD se-Provinsi Banten RASIO KETERSEDIAAN Output : Penyusunan Subbagian DOKUMEN PENATAUSAHAAN. PENINGKATAN Out come : Output : Perencanaan. LRA. INDIKATOR KINERJA PROGRAM INDIKATOR KINERJA KEGIATAN USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM (OUTCOME) (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4  Tersusunnya laporan keuangan bulanan.  Tersusunnya LAKIP. kepegawaian dan umum. .  Tersusunnya laporan bulanan dan evaluasi internal bulanan dan triwulan SKPD. Laporan Keuangan (CaLK). direncanakan serta evaluasi  Tersusunnya Rencana Kerja program. FUNGSI :  Penyelenggaraan koordinasi.  Terselenggaranya Bimtek pengelolaan keuangan  Tersusunnya laporan asset. umum dan keuangan. LKPJ. program dan anggaran.pengelolaan keuangan. Tersusunnya laporan keuangan di Laporan Kinerja Keuangan PENGENDALIAN DAN EVALUASI lingkungan BPBD sesuai dengan Sistem Keuangan dan LAPORAN KEUANGAN Akuntansi Instansi (SAI) Neraca Aset Indikator : Indikator :  Terlaksananya penyusunan  Tersusunnya laporan neraca laporan keuangan yang Keuangan beserta Catatan atas akuntabel.  Pemutakhiran system aplikasi penatausahaan keuangan daerah. perencanaan dan penyusunan program Unsur Pelaksanaan.SATUAN KERJA PERANGKAT : BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI DAERAH BANTEN UNIT KERJA ESELON 3 : SEKRETARIAT TUGAS POKOK : Menyelenggarakan koordinasi perencanaan dan program. Subbagian KUALITAS TATA RASIO KETERSEDIAAN Terlaksananya koordinasi penyusunan Evaluasi dan Perencanaan KELOLA PEMERINTAH DOKUMEN PERENCANAAN. pemantauan dan Pelaporan BPBD dan Evaluasi DAERAH EVALUASI DAN PELAPORAN evaluasi di lingkungan BPBD sesuai BPBD RPJMD Provinsi Banten Indikator : Indikator :  Terlaksananya penyusunan  Tersusunnya Renstra BPBD Tahun program dan kegiatan yang 2012-2017. TLHP. INDIKATOR KINERJA PROGRAM INDIKATOR KINERJA KEGIATAN USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM (OUTCOME) (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 1.  Tersusunnya RKA-DPA dan perubahan DPA SKPD. Tahunan. triwulan dan tahunan.  Pengelolaan urusan kepegawaian.

Terpeliharanya sarana dan prasarana sarana dan PENGADAAN. Pengembangan data. 3. Indikator :  Pemeliharaan sarana dan prasarana  Tersedianya sarana dan aparatur. pengembangan system Sistem Informasi dan Pelaksanaan informasi kebencanaan. pendidikan dan pelatihan aparatur BPBD. Indikator :  Pengadaan sarana dan prasarana  Terlaksananya penyediaan perkantoran barang dan jasa perkantoran Outcome : Output : Fasilitasi rapat RASIO PENYELENGGARAAN Terfasilitasinya rapat koordinasi dan koordinasi dan RAPAT KOORDINASI DAN kunsultasi kunsultasi di KONSULTASI DI DALAM DAN KE dalam dan k e LUAR DAERAH Indikator : luar daerah  Fasilitasi rapat koordinasi dan Indikator : konsultasi di dalam dank e luar  Terselenggaranya rapat daerah. prasarana perkantoran. koordinasi dan konsultasi Outcome : Output : Pemeliharaan RASIO PEMBANGUNAN. STATISTIK : Outcome : Output : Penyusunan Subbagian PENYEDIAAN DATA RASIO KETERSEDIAAN DATA Tersedianya data dan informasi Profil dan Data Perencanaan PEMBANGUNAN DAN INFORMASI kebencanaan bagi seluruh lapisan Base Evaluasi dan DAERAH PEMBANGUNAN masyarakat.  Terselenggaranya pembinaan. penanggulangan bencana kualitas kinerja TATA USAHA DAN aparatur ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Indikator :  Pengembangan wawasan aparatur Indikator : BPBD. PEMELIHARAAN perkantoran prasarana DAN REHABILITASI SARANA aparatur DAN PRASARANA APARATUR Indikator :  Pemeliharaan gedung kantor.2. PENINGKATAN Outcome : Output : Pengadaan Subbagian SARANA RASIO PENYEDIAAN BARANG Tersedianya Barang dan Jasa Barang dan Jasa Umum dan PRASARANA DAN JASA ADM. INDIKATOR KINERJA PROGRAM INDIKATOR KINERJA KEGIATAN USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM (OUTCOME) (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 Outcome : Tersedianya aparatur yang tangguh dan Penguatan dan RASIO PEMBINAAN DAN handal dalam menangani peningkatan PENINGKATAN PELAYANAN. Kebencanaan pelaporan BPBD Indikator : Indikator :  Terlaksananya pengelolaan  Pengelolaan Data. PERKANTORAN Perkantoran Pekantoran Kepegawaian PERKANTORAN DAN SERTA PELAYANAN TATA KAPASITAS USAHA DAN KERUMAH Indikator : APARATUR TANGGAAN  Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran. Hubungan Masyarakat di Bidang Penanggulangan Bencana .

.

 Pembuatan dan penempatan rambu- rambu pada daerah . dan  Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaan. warning melalui media  Meningkatnya radio dan televisi. INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM PROGRAM KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 (OUTCOME) 4. jenjang SD/SLTP/  Meningkatnya SLTA. koordinasi. Perubahan Iklim di  Pemberian early daerah. Indikator :  Meningkatnya  Pembuatan media koordinasi penyampaian informasi pelaksanaan bencana. Meningkatnya  Internalisasi Pemahaman dan penanggulangan Kesadaran bencana dalam muatan Masyarakat dalam lokal pendidikan Menghadapi Bencana. Pengurangan Risiko  Pembuatan panduan Bencana & Mitigasi penanggulangan dan Adaptasi bencana. Koordinasi  Pembuatan peta rawan Kesiapsiagaan dalam bencana dan Menghadapi Bencana pemetaan di daerah. kelembagaan organisasi kebencanaan. fasilitasi dan penyelenggaraan pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaan. kesiapsiagaan dalam  Fasilitasi pembentukan pemahaman dan organisasi atau satuan kesadaran masyarakat tugas gugus bencana. PENANGGULANGAN Outcome : Output : Pencegahan dan Seksi BENCANA RASIO MITIGASI DAN Terselenggaranya Penyebarluasan Pencegahan PENGURANGAN koordinasi pelaksanaan Informasi RESIKO BENCANA pencegahan dan Peringatan Dini penyebarluasan informasi Bencana Indikator : peringatan dini bencana  Meningkatnya pada daerah rawan koordinasi bencana di Provinsi pencegahan dalam Banten menghadapi bencana di daerah-daerah. FUNGSI :  Pengkajian bahan kebijakan teknis pencegahan dan kesiapsiagaan kebencanaan. untuk menghadapi  Penguatan bencana.SATUAN KERJA PERANGKAT : BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI DAERAH BANTEN UNIT KERJA ESELON 3 : BIDANG PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN TUGAS POKOK : Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis. kebencanaan.

 Fasilitasi tempat evakuasi dan jalur-jalur evakuasi bagi korban bencana. INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM PROGRAM KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 (OUTCOME) Output : Terselenggaranya .  Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Output : Peningkatan Seksi Terlaksananya sosialisasi Kesiapsiagaan Kesiapsiagaan dalam upaya mengurangi dan Mitigasi risiko bencana dalam Bencana penanggulangan bencana Indikator :  Terlaksananya .  Rapat koordinasi lintas SKPD dalam pengurangan resiko bencana.  Terlaksananya koordinasi penguatan kapasitas kelembagaan PRB di daerah.  Tersusunnya Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Aksi PRB. Indikator :  Terlaksananya koordinasi penyusunan kebijakan PRB dan MAPI di daerah. koordinasi pelaksanaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) & Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (MAPI) di daerah.  Terlaksananya koordinasi pelaksanaan PRB di daerah. rawan bencana.  Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

 Tersusunnya laporan pelaksanaan sosialisasi yang komperhensif.  Pendidikan dan pelatihan TRC dan SRC.  Penyusunan rencana aksi daerah pengurangan resiko bencana (RAD-PRD). yaitu sosialisasi pengurangan risiko bencana.  Penyusunan pedoman standar operasional prosedur penanggulangan bencana setiap jenis bencana.  Sosialisasi pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana.  Gladi dan simulasi pengurangan resiko bencana. dan kesiapsiagaan.  Koordinasi .  Apel Siaga hari “Sadar Bencana”  Fasilitasi Organisasi Satuan Tugas Gugus Bencana.  Pameran pengurangan resiko bencana. kegiatan sosialisasi pencegahan dalam penanggulangan bencana. pemberdayaan masyarakat. INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM PROGRAM KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 (OUTCOME) Output : Terlaksananya kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapi bencana Indikator :  Penyusunan rencana kontinjensi dan protap.

 Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kesiapsiagaan.  Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kesiapsiagaan. kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di daerah. .  Sertifikasi relawan penanggulangan bencana.  Fasilitasi wadah koordinasi relawan penanggulangan bencana daerah.

SATUAN KERJA PERANGKAT : BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI
DAERAH BANTEN
UNIT KERJA ESELON 3 : BIDANG KEDARURATAN DAN LOGISTIK
TUGAS POKOK : Menyelenggarakan pengkajian teknis, koordinasi, dan fasilitasi
kedaruratan dan logistik
FUNGSI :  Pengkajian bahan kebijakan teknis, koordinasi dan fasilitasi
kedaruratan dan logistik kebencanaan; dan
 Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kedaruratan dan logistik
kebencanaan.

INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA
USULAN PROGRAM
PROGRAM (OUTCOME) KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4

4. Penanggulangan Outcome : Output : Fasilitasi Seksi
Bencana RASIO KETERSEDIAAN Terfasilitasinya operasional Penanganan Penanganan
PERALATAN DAN Pusat Pengendali Operasi Kedaruratan Kedaruratan
LOGISTIK, (Pusdalops) dalam Bencana
PRABENCANA DAN penanganan tanggap
TANGGAP DARURAT darurat bencana
BENCANA
Indikator :
Indikator :  Tersedianya sarana
 Meningkatnya operasional
koordinasi penanganan PUSDALOPS;
tanggap darurat di  Meningkatnya pelayanan
daerah; dalam penanganan
 Terlaksananya kedaruratan di daerah
koordinasi penyaluran bencana;
bantuan darurat di  Terlaksananya
daerah bencana; monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
penanganan
kedaruratan.

Output :
Terselenggaranya
koordinasi penanganan
darurat secara terpadu di
daerah terkena bencana.
Indikator :
 Meningkatnya koordinasi
penanganan tanggap
darurat di daerah terkena
bencana;
 Meningkatnya koordinasi
perencanaan,
pengendalian dan
pelaksanaan pencarian,
penyelamatan dan
evakuasi korban
bencana;
 Terlaksananya
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
tanggap darurat.

INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA
USULAN PROGRAM
PROGRAM (OUTCOME) KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4

Output :
Terselenggaranya
koordinasi penyaluran
bantuan darurat di daerah
terkena bencana
Indikator :
 Terlaksananya
koordinasi penyaluran
bantuan darurat untuk
pencarian,
penyelamatan, evakuasi,
pemenuhan kebutuhan
dasar korban bencana
dan perbaikan darurat;
 Terlaksananya
koordinasi penyaluran
bantuan santunan duka
cita dan santunan
kecacatan bagi korban
bencana;
 Terlaksananya
koordinasi perlindungan
terhadap kelompok
rentan;
 Terlaksananya
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
bantuan darurat.

Output :
Terselenggaranya
koordinasi perbaikan sarana
vital dan layanan dasar di
daerah terkena bencana
Indikator :
 Terlaksananya
koordinasi perbaikan
sarana vital dan layanan
dasar;
 Koordinasi pembersihan
lingkungan;
 Tersusunnya laporan
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
penanganan darurat.

INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA
USULAN PROGRAM
PROGRAM (OUTCOME) KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4

Indikator : Output : Fasilitasi Seksi
 Terlaksananya Terlaksananya pengelolaan Dukungan Pengadaan
koordinasi ketersediaan logistiik penanggulangan Peralatan dan Logistik
dan pemenuhan logistik; bencana Logistik
 Terlaksananya Kebencanaan
Indikator :
koordinasi ketersediaan
 Ketersediaan logistik
dan pemenuhan logistik;
kebencanaan;
 Terlaksananya
 Pemenuhan kebutuhan
koordinasi perbaikan
logistik kebencanaan;
sarana vital dan layanan
 Pendistribusian logistik
dasar di daerah;
kebencanaan pada
 Terlaksananya
daerah terkena bencana;
koordinasi ketersediaan
 Tersusunnya laporan
dan pemenuhan logistik;
monitoring dan evaluasi
 Terlaksananya
pelaksanaan kegiatan
koordinasi ketersediaan
pengelolaan logistik.
dan pemenuhan
peralatan; Output :
* Terlaksananya Terlaksananya pengelolaan
koordinasi pendistribusian peralatan penanggulangan
logistik dan peralatan. bencana
Indikator :
 Ketersediaan peralatan
kebencanaan;
 Pemenuhan kebutuhan
peralatan kebencanaan;
 Pendistribusian peralatan
kebencanaan pada
daerah terkena bencana;
 Tersusunnya laporan
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
pengelolaan peralatan.

Output : Terfasilitasinya
pendistribusian dukungan
logistik dalam menghadapi
darurat bencana
Indikator :
 Tersedianya dukungan
logistik kebencanaan
pada saat terjadi
bencana;
 Terpenuhinya kebutuhan
dasar korban dan
pengungsi;
 Terlaksananya
monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
pengadaan dukungan
logistik bencana;

.

koordinasi. PENANGGULANGAN Outcome : Output : Pemulihan Seksi BENCANA RASIO BANTUAN DAN Terfasilitasinya koordinasi Kondisi Sosial Rehabilitasi REHABILITASI penanganan rehabilitasi di Ekonomi Pascabencana PEMULIHAN KONDISI daerah terkena bencana Masyarakat PASCABENCANA Pasca Bencana Indikator : Indikator :  Tersedianya fasilitas  Meningkatnya upaya untuk rehabilitasi perlindungan korban pemulihan dan bencana dalam peningkatan sosial penanganan rehabilitasi ekonomi. pelaksanaan kegiatan penanganan rehabilitasi pascabencana. Output : Terselenggaranya koordinasi pemulihan pascabencana melalui penanganan pengungsi Indikator :  Terlaksananya koordinasi perumusan dan kebijakan penanganan pengungsi. dan fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. dan  Penyelenggaraan koordinasi. penanganan  Tersusunnya laporan rekonstruksi monitoring dan evaluasi pascabencana. FUNGSI :  Pengkajian bahan kebijakan teknis. pascabencana.SATUAN KERJA PERANGKAT : BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI BANTEN DAERAH UNIT KERJA ESELON 3 : BIDANG REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI TUGAS POKOK : Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis. INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM PROGRAM (OUTCOME) KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 4. koordinasi dan fasilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan.  Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penanganan pengungsi.  Tersedianya fasilitas  Meningkatnya upaya untuk perencanaan perlindungan korban rehabilitasi di daerah bencana dalam terkena bencana. .

Indikator :  Tersusunnya laporan  Meningkatnya monitoring dan evaluasi koordinasi perumusan pelaksanaan kegiatan kebijakan rehabilitasi rehabilitasi dan rekonstruksi. koordinasi perumusan  Terlaksananya kebijakan penanganan koordinasi pengungsi perencanaan rekonstruksi di daerah pascabencana.  Terlaksananya koordinasi pelaksanaan rehabilitasi.  Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penilaian kerusakan dan kerugian Output : Terlaksananya koordinasi perencanaan dan pelaksanaan rekonstruksi bidang prasarana fisik di wilayah pascabencana Indikator :  Terlaksananya koordinasi perencanaan rekonstruksi. Prasarana Pascabencana  Terlaksananya Pasca Bencana Indikator : koordinasi pelaksanaan  Terlaksananya rehabilitasi dan koordinasi penilaian rekonstruksi di daerah kerusakan dan terkena bencana.  Terlaksananya koordinasi perencanaan rehabilitasi dan Output : Pemulihan Seksi rekonstruksi di daerah Terlaksananya koordinasi Kondisi Sarana Rekonstruksi terkena bencana.  Terlaksananya koordinasi pelaksanaan rekonstruksi. INDIKATOR KINERJA INDIKATOR KINERJA USULAN UNIT KERJA USULAN PROGRAM PROGRAM (OUTCOME) KEGIATAN (OUTPUT) KEGIATAN ESELON 4 Output : Terlaksananya koordinasi perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi bidang sosial ekonomi di wilayah pascabencana Indikator :  Terlaksananya koordinasi perencanaan rehabilitasi. . perencanaan rekonstruksi. kerugian di daerah  Terlaksananya pascabencana.

Namun dalam pelaksanaan pelayanan ini masih dirasakan tantangan yang merupakan kendala dalam pengembangan pelayanan BPBD. komunikasi. Tantangan (Threats) Memberikan pelayanan terbaik dalam penanggulangan bencana dari mulai tahapan prabencana sampai pascabencana merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten selama 5 (lima) tahun ke depan.4. struktur. .  Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan rekonstruksi 2. Kemampuan internal organisasi ini.  Koordinasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan (Stakeholders) tinggi. 2.4. c. Kelemahan dan Kekuatan Pengembangan Pelayanan BPBD 2. kepegawaian. antara lain : perencanaan. Peluang. yaitu berupa : a. arus informasi.2. Peluang (Opportunitis) Peluang yang dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam pengembangan pelayanan BPBD di Provinsi Banten adalah sebagai berikut :  Perhatian yang semakin besar baik dari Pemerintah maupun masyarakat akan perlunya kesadaran dalam hal pengurangan risiko bencana.  Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai masih memungkinkan. sistem.  Perhatian dunia internasional terhadap penanggulangan bencana semakin besar. dan dukungan administrasi. Tantangan.1. panduan. b. hal ini disebabkan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami pentingnya kegiatan penanggulangan bencana. pembuatan keputusan. Mensosialisasikan paradigma baru yang dirasakan masih banyak mengalami kendala. prosedur. Membangun kearifan lokal dalam penanggulangan bencana. Besarnya kebutuhan pengembangan kapasitas yang merupakan kemampuan internal organisasi dalam penanggulangan bencana.4.

2.  Adanya kerjasama yang baik diantara petugas. .  Sumber daya aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten.3.  Belum terpenuhinya ketersediaan SDM Aparatur dari segi kualitas maupun kuantitas.  Belum optimalnya potensi sumber daya manusia aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten.  Belum lengkapnya pranata hukum yang mengatur manajemen penanggulangan bencana daerah.  Belum optimal sistem informasi / data base kebencanaan.  Motivasi kerja aparatur. Kekuatan (Strength)  Adanya Peraturan Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. Kelemahan (Weaknesses)  Prasarana gedung kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten belum sesuai dengan standar pelayanan.  Sarana dan prasarana yang tersedia.  Belum tersosialisasinya Peraturan Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten secara merata.  Kurang lengkapnya sarana perlengkapan dan peralatan kantor.4.  Dukungan anggaran operasional yang terbatas. 2.  Belum adanya tenaga programer dan analis program.4.4.  Adanya Struktur Organisasi dan Tupoksi BPBD.

Permasalahan yang dihadapi pada penanggulangan bencana antara lain adalah seperti ketidaksiapan perlu ditingkatkan kesiapan Pemerintah Daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten juga dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja badan dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayananya pada periode 5 (lima) tahun mendatang.1. Perencanaan menerima dibanding dengan tata ruang paradigma dan pencegahan tim siaga bencana bencana 3. Tingkat Masih dominannya Prabencana pengetahuan standar teknis dalam rencana pendidikan peran Pemerintah masyarakat dalam penanggulangan pembangunan masyarakat dan peranan luar pengurangan bencana dalam komunitas risiko bencana.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi BPBD Faktor yang Mempengaruhi Eksternal Capaian/Kondisi Standar yang Internal Permasalahan Aspek Kajian (Diluar Saat ini Digunakan (Kewenangan Pelayanan BPBD Kewenangan BPBD) BPBD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Penanganan Masih rendahnya Persyaratan 1. BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3. Untuk lebih jelasnya identifikasi permasalahan yang dihadapi akan disajikan pada tabel berikut di bawah ini : Tabel 3. 2.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPBD Disamping berbagai potensi yang dimiliki. Masyarakat dan Para Pemangku Kepentingan di Provinsi Banten dalam menghadapi bencana. Pemaduan 1. Pemberdayaan baru dari dalam dan peningkatan komunitas sendiri kemampuan . Hal ini akan berpengaruh kepada cara pandang para pemangku kepentingan yang umumnya masih terarah pada penanganan kedaruratan sehingga perlu diatasi dengan solusi yang terkoordinasi dan komperhensif.

Sarana 1.Penanganan Data awal tentang Operasi 1. Kurangnya dengan lembaga Pemerintah pemanfaatan ilmu . Infrastruktur marjinal yang sarana sosial menuju ke sangat rentan sering kurang daerah ketika terjadi valid/masih bencana bencana simpang siur 2. Isu gender saat bencana jumlah korban. Ilmu dan 1. Kerjasama 2. Kebijakan 2. penanganan teknologi yang prasarana kelompok- kerusakan darurat digunakan dan kelompok infrastruktur.

angin puting beliung dll. 3. Lingkungan Kebijakan Masih dominannya pascabencana peran serta rekonstruksi daerah bencana Pemerintah peran Pemerintah lembaga dan fasilitas vital Daerah dan dan peranan luar organisasi 2. dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Namun selain memiliki potensi sumber daya yang berpotensi untuk dikembangkan. menangani perencanaan yang penanggulangan komperhensif bencana dalam penanganan bencana Penanganan Partisipasi dan Rehabilitasi dan 1. Pusat komunitas kemasyarakatan. Masayarakat. dan pascabencana untuk mendorong perbaikan penataan dan pendataan potensi penanggulangan kebencanaan serta penataan mekanisme kerja organisasi kemasyarakatan/relawan penanggulangan bencana.2 Telaahan Visi. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini: . saat bencana/tanggap darurat. tanah longsor. sosial. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi di atas tentunya akan ditemukan faktor-faktor yang dapat menjadi penghambat dan pendorong dalam pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. gempa bumi dan tsunami. Provinsi Banten akan dapat mewujudkan diri sebagai daerah yang mandiri dalam perekonomian. Potensi tersebut dapat memperbaiki iklim investasi bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. lain yang Daerah dan teknologi. sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten sebagai Unsur Pelaksana Penanggulangan Bencana dituntut untuk memiliki arah kebijakan yang akan mendukung visi dan misi Kepala Daerah terpilih diantaranya melalui profesionalisme penanggulangan bencana baik pada tahapan prabencana. Provinsi Banten juga memiliki potensi bencana alam yang berisiko tinggi seperti letusan gunung api (Gunung Anak Krakatau). dan dan budaya daerah dengan masyarakat masih bencana tim siaga bencana dirasakan kurang dari dalam komunitas sendiri serta lemahnya koordinasi antar instansi.. banjir. Misi. ekonomi dibanding dunia usaha.

M isi N o . Banyaknya pengalaman pembangunan secara efektif penanganan bencana yang dan komprehensif. serasi dan seimbang. Pengurangan Risiko Bencana dalam perencanaan d. Maju.3. penilaian memungkinkan pembangunan masih rendahnya kerusakan dan kerugian di bidang kebencanaan dapat pemahaman pascabencana yang tidak dilaksanakan lebih terpadu dan terhadap akurat dan keterbatasan peta menjangkau wilayah Provinsi kesiapsiagaan dalam wilayah yang menyebabkan Banten secara merata menghadapi bencana terhambatnya pelaksanaan analisa kerusakan spasial. Keterbatasan jaringan ikut serta secara aktif dalam informasi dan komunikasi yang upaya penyelenggaraan efektif dalam penyebaran penanganan bencana dan informasi kebencanaan kepada adanya nilai gotong royong dan masyarakat. Permasalahan Faktor Misi dan Program No Pelayanan KDH dan Wakil KDH BPBD Penghambat Pendorong Terpilih (1) (2) (3) (4) (5) I. telah dilakukan di berbagai tempat di Provinsi Banten dapat menjadi referensi bagi kegiatan penyelenggaraan penanganan bencana yang lebih baik. yang juga merupakan Landasan Pembangunan menuju Banten Mandiri. Pr og r am 20. a. Adanya komitmen Penanggulangan memadainya kinerja tanggap darurat masih pendanaan yang lebih Bencana aparat dan tingginya ketergantungan memadai dan fleksibel bagi kelembagaan pendanaan bantuan tanggap penyelenggara Penanggulangan darurat dan bantuan Penanggulangan Bencana (on Bencana kemanusiaan kepada call dan contingensi). Provinsi dan Kabupaten /Kota yang selaras. . dan Sejahtera.2. Dalam penyelenggaraan a. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk c. 1. Telah dibentuknya BPBD kesadaran terhadap b. Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Visi : Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera berlandaskan Iman dan Takwa.1 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan BPBD Terhadap Pencapaian Visi. c. kebersamaan yang relatif masih kuat dipegang oleh d. Dalam upaya rehabilitasi dan Provinsi Banten yang risiko bencana dan rekonstruksi. 4 Penguatan Semangat Kebersamaan Antar- Pelaku Pembangunan dan Sinergitas Pemerintah Pusat. Belum terintegrasinya masyarakat. Masih rendahnya b. Tabel 3. Belum a. b. pemerintah pusat.

7) melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 5) menggunakan dan mempertanggungjawabkan sumbangan/bantuan nasional dan internasional. maupun ekonomi masyarakat dalam menghadapi bencana dan memperbaiki kondisi lingkungannya. yaitu Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana. landasan nasional dalam penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana akan memberikan advokasi dan dukungan kepada pemerintah dalam upaya melaksanakan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) secara terncana. Penanggulangan Bencana merupakan urusan bersama pemerintah. Hal ini sesuai dengan salah satu Prioritas Pembangunan Nasional. dalam hal ini adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2010–2014 pada BNPB dititik beratkan pada Penanganan Bencana yang sistemik untuk mempercepat pulihnya kondisi ketahanan sosial. Pada tataran global. masyarakat. internasional.3. maupun pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. organisasi non-pemerintah. . penanganan tanggap darurat. sistematis.3 Telaahan Renstra Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya diharapkan mampu bersinergis dengan kebijakan pemerintah pusat. 2) menetapkan standardisasi dan kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 disebutkan bahwa Tugas Pokok Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) adalah sebagai berikut : 1) memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana. dunia usaha. dan rekonstruksi secara adil dan setara. rehabilitasi. 6) mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari APBN. merupakan upaya implementasi dari Komitmen Dunia yang tertuang dalam Kerangka Aksi Hyogo (Hyogo Frmework for Action/HFA) 2005-2015 yang menjadikan Bangsa Indonesia memiliki komitmen terhadap dunia internasional dalam Pengurangan Risiko Bencana. 3) menyampaikan informasi kegiatan penanggulangan bencana kepada masyarakat. dan menyeluruh. Oleh karenanya. 4) melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Presiden setiap sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana. pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. budaya.

strategi. Harapan dari keseluruhan kegiatan dimaksud adalah dapat bermuara kepada pemenuhan hak dasar masyarakat Indonesia yang lebih waspada guna melaksanakan kehidupan yang layak dan berkelanjutan serta dalam rangka upaya mendukung pembangunan menuju Indonesia sejahtera. demokratis. Berkaitan implementasi penanggulangan dampak dan pengurangan risiko bencana dalam manajemen risiko bencana. sehingga menimbulkan kesulitan dalam melakukan koodinasi dengan lembaga dan kelompok masyarakat lainnya. . 3. Belum terciptanya sistem regulasi penanggulangan bencana yang kuat. Secara substansial penanganan dan pengurangan risiko bencana merupakan perwujudan upaya yang sistematis dalam menanggulangi dampak dan mengurangi risiko bencana secara komprehensif melalui satu rencana strategis yang tersusun sistemik dalam menampung kebijakan. maka arah penajamannya dilaksanakan dengan memadukan upaya- upaya penajaman dan pengurangan risiko bencana secara komprehensif dan sistematis dengan didukung oleh suatu komitmen yang kuat dari semua pihak (stakeholders). terpadu. Dalam menjalankan tugas pokoknya. program. 8) menyusun pedoman pembentukan BPBD. dan menyeluruh. serta efektif dan efisien. BNPB memiliki fungsi : a) perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat. Faktor penghambat yang dirasakan dalam pencapaian program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Banten terpilih adalah sebagai berikut : a. b) pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana. dan kegiatan yang komprehensif serta terpadu guna menjadi patokan pelaksanaan kegiatan Penanggulangan Bencana selama 5 (lima) tahun ke depan secara bertahap.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat sebagai wujud pelaksanaan visi dan misi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten yang merupakan penjabaran visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Tahun 2012-2017 ditinjau dari Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat dan mendorong pelayanan BPBD tersebut. dan berkeadilan.

Letak geografis Provinsi Banten sebagai daerah penyangga memudahkan akses barang dan jasa dalam penyaluran logistik bencana. c. selaras. 2) meningkatkan keseimbangan dan keserasian perkambangan antar wilayah serta keserasian antar sektor melalui pemanfaatan ruang kawasan secara serasi. . 4) meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta mencegah timbulnya kerusakan fungsi dan tatanannya. Potensi sumber daya yang tersedia belum sepenuhnya termanfaatkan. Belum adanya pemahaman sebagian besar masyarakat di pedesaan akan pentingnya program dan kegiatan pengurangan risiko bencana di Provinsi Banten. Kualitas kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana cukup memenuhi kriteria dan persyaratan. b. 3) meningkatkan kemampuan memelihara pertahanan keamanan negara yang dinamis serta memperkuat integrasi nasional. b. Sedangkan faktor yang mendorong pencapaian visi dan misi serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Banten terpilih adalah sebagai berikut : a. sehingga masih memungkinkan untuk terus digali. adalah : 1) mencapai pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan yang diarahkan dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Banten. Masih kurangnya pemberdayaan Perguruan Tinggi dan kelompok intelektual lainnya dalam penanggulangan bencana. dan seimbang serta berkelanjutan. Masih rendahnya kapasitas kemampuan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. c. d.

rencana rehabilitasi dan rencana rekonstruksi.3. Meningkatkan peran dunia usaha. hidrologis dan demografis. . baik yang disebabkan oleh alam. Memberdayakan Perguruan Tinggi dan Kelompok Intelektual lainnya. g. Hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan dan harus dilakukan dalam kondisi ini adalah sebagai berikut : a. rencana kontinjensi. Membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Satuan Reaksi Cepat (SRC). f. Melihat kondisi geografis. Provinsi Banten merupakan daerah yang sangat rawan bencana. Menguatkan regulasi penanggulangan bencana. non alam dan manusia. rencana operasi penanganan darurat. d. Meningkatkan peran Ormas/LSM dan Organisasi Mitra Pemerintah lainnya. c. b. e. Mengusulkan program-program pengurangan risiko bencana di Provinsi Banten.5 Penentuan Isu – isu Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten sebagai Unsur Pelaksana yang memiliki fungsi teknis penanggulangan dalam kebencanaan memiliki peran strategis dalam membuat rencana penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana berbasis masyarakat. geologis.

efektif dan efisien. Secara normatif. BAB IV VISI.  Mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam lingkungan organisasi.  Mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi. visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten adalah sebuah tatanan masyarakat yang terus melaksanakan proses pembangunan berkelanjutan.1 Visi dan Misi BPBD Visi dan misi merupakan suatu gambaran tentang keadaan dan upaya di masa mendatang yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi.  Menciptakan makna bagi kehidupan anggota organisasi. STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. adil.  Menarik Komitmen dan menggerakan orang. DAN SASARAN. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam perumusan visi dan misi ini adalah :  Mencerminkan apa yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi. berguna dan berhasil guna.  Menjembatani keadaan sekarang dan keadaan masa depan.” . sejahtera dan madani. 4.  Memiliki orientasi terhadap masa depan sehingga segenap jajaran harus berperan dalam mendefinisikan dan membentuk masa depan organisasinya. terukur.1 Visi Visi merupakan cara pandang jauh ke depan kemana masyarakat beserta Pemerintah Provinsi Banten membawa dan menempatkan diri pada suatu tatanan berbangsa dan bernegara yang aman.  Memberikan arah dan fokus strategis yang jelas. bertanggung jawab dan bertanggung gugat. komprehensif. TUJUAN.  Mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis yang terdapat dalam sebuah organisasi. Visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten untuk tahun 2012-2017 adalah : ” PROFESIONAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA.  Menciptakan standar keunggulan. MISI.

Mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan akibat bencana melalui pendidikan dan pelatihan penyelamatan dan evakuasi pada saat terjadi bencana. Membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. II. III. Menyediakan data/informasi potensi bencana di Provinsi Banten secara akurat dan transparan.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tujuan dari Misi I. b. yaitu : a.1. Mengoptimalkan operasi penanganan darurat pada saat terjadi bencana dengan mengutamakan penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana. Sasaran Misi I Jangka Menengah. Menyediakan kebutuhan dasar masyarakat pada saat terjadi bencana. yaitu : Terwujudnya sistem penanganan kedaruratan bencana yang efektif dan efisien. Melindungi masyarakat Banten dengan mengutamakan pengurangan risiko bencana. kesiapan dan kemampuan (pemerintah dan masyarakat) dalam upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana. yaitu : a. baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat menghadapi ancaman bencana. Berdasarkan visi yang telah ditetapkan di atas. maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten pada tahun 2012-2017 mengemban misi sebagai berikut : I. yaitu : Terwujudnya kesadaran. Sasaran Misi II Jangka Menengah. yaitu : . Tujuan dari Misi III. 4.4. adalah: a. Sasaran Misi III Jangka Menengah.2 Misi Misi merupakan hal-hal yang harus diemban dan dilaksanakan oleh suatu organisasi dalam menjabarkan dan mencapai visi yang telah ditetapkan. Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara profesional dan terkoordinasi. b. b. Tujuan dari Misi II. efisien dan handal. Melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan manajemen pemulihan pascabencana yang efektif dan efisien. Mengurangi risiko bencana.

Terwujudnya rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih baik dibanding sebelum bencana. .

1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan BPBD Target Kinerja Sasaran (Kab/Kota) Indikator No Tujuan Sasaran Sasaran 2012 2013 2014 2015 2016 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. baik melalui kesadaran.2 Melaksanakan rekonstruksi di rehabilitasi dan daerah rekonstruksi dengan manajemen pemulihan pascabencana yang efektif dan efisien .2 Mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan akibat bencana melalui pendidikan dan pelatihan penyelamatan dan evakuasi pada saat terjadi bencana 2. Tabel 4.1 Menyediakan Terwujudnya Meningkatnya data/informasi potensi upaya rehabilitasi koordinasi bencana di Provinsi dan rekonstruksi perumusan Banten secara akurat yang lebih baik kebijakan dan Setelah bencana/Pasca bencana dan transparan dibanding sebelum perencanaan bencana rehabilitasi dan 3.1 Mengoptimalkan Terwujudnya Meningkatnya operasi penanganan sistem koordinasi darurat pada saat penanganan penanganan terjadi bencana kedaruratan tanggap darurat dengan bencana yang Saat tanggap darurat di daerah mengutamakan efektif dan efisien penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana 3.1 Mengurangi risiko Terwujudnya Meningkatnya bencana. koordinasi pembangunan fisik kesiapan dan kesiapsiagaan maupun penyadaran kemampuan dalam dan peningkatan (pemerintah dan menghadapi kemampuan masyarakat) dalam bencana di masyarakat upaya daerah Tidak ada bencana/Pra bencana menghadapi ancaman penanggulangan bencana bencana dan pengurangan risiko bencana 1.2.

Sasaran. tepat. dan Kebijakan VISI : PROFESIONAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA . pembangunan fisik kesiapsiagaan dalam kabupaten/kota kemampuan dan maupun penyadaran dan mengurangi resiko kesiapsiagaan dalam peningkatan kemampuan bencana menghadapi bencana masyarakat menghadapi melalui pembentukan ancaman bencana satuan reaksi cepat penanggulangan b Mengurangi dampak bencana kerugian yang ditimbulkan akibat bencana melalui pendidikan dan pelatihan penyelamatan dan evakuasi pada saat terjadi bencana MISI II : Membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. baik melalui pencegahan dan di tingkat provinsi dan kesadaran.3 Strategi dan Kebijakan BPBD Tabel 4. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan a Menyediakan a Terwujudnya upaya a Peningkatan kapasitas a Menyelesaikan data/informasi potensi rehabilitasi dan perencanaan rehabilitasi pemulihan sarana dan bencana di Provinsi rekonstruksi yang lebih dan rekonstrusi yang prasarana fisik dan Banten secara akurat dan baik dibanding sebelum handal non fisik di wlayah transparan bencana pascabencana secara terpadu dan b Melaksanakan rehabilitasi b Peningkatan koordinasi menyeluruh dan rekonstruksi dengan .4. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan a Mengurangi risiko a Terwujudnya upaya a Peningkatan kapasitas a Meningkatkan bencana. dan terkena bencana. MISI III : Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara profesional dan terkoordinasi.1 Tujuan. pelaksanaan serta manajemen pemulihan pengarusutamaan pascabencana yang efektif pengurangan risiko dan efisien bencana dalam setiap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangka pembangunan berkelanjutan .3. logistic dan peralatan efektif serta penanggulangan terkoordinir/terpadu b Menyediakan kebutuhan bencana yang efektif dasar masyarakat pada dan efisien saat terjadi bencana. Strategi. MISI I : Melindungi masyarakat Banten dengan mengutamakan pengurangan risiko bencana. efisien dan handal Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan a Mengoptimalkan operasi a Terwujudnya sistem a Peningkatan koordinasi a Menyelesaikan penanganan darurat pada penanganan penanganan penanganan saat terjadi bencana kedaruratan bencana kedaruratan kedaruratan korban dengan mengutamakan yang efektif dan efisien b Peningkatan sarana dan bencana di wilayah penyelamatan dan prasarana pendukung pascabencana secara evakuasi masyarakat c Peningkatan sistem cepat.

Program Penyediaan Data Pembangunan Daerah. e. dengan kegiatan-kegiatan antara lain: a. INDIKATOR KINERJA. d. II. Fasilitasi dukungan peralatan dan logistik kebencanaan. b. c. Program Penanggulangan Bencana. DAN PENDANAAN INDIKATIF Dalam Rencana Strategis Tahun 2012-2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. prasarana lokasi pascabencana . Peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran. b. dan pelaporan BPBD. Penyusunan Profil dan Data Base Kebencanaan. Perencanaan. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN. b. Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset. telah menentukan Program dan Kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2012-2017 Provinsi Banten. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur. IV. Pencegahan dan penyebarluasan informasi peringatan dini bencana. Pemulihan kondisi sarana. Kegiatan Fasilitasi Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke dalam dan ke luar daerah. Fasilitasi penanganan kedaruratan bencana. evaluasi. Program Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintah Daerah. dengan kegiatan- kegiatan antara lain : a. Penguatan dan Peningkatan Kualitas Kinerja Aparatur. Adapun Program dan Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : I. Pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat pascabencana. III. d. f. Prasarana Perkantoran dan Kapasitas Aparatur dengan kegiatan-kegiatan antara lain : a. Program Peningkatan Sarana. dengan kegiatan-kegiatan antara lain : a. c.

43 .Rencana Strategis TABEL 5.1 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012.

Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 44 .

Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 45 .

46 .Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012.

Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 47 .

f. g. Rasio Mitigasi dan Pengurangan Resiko Bencana. Rasio Ketersediaan Dokumen Penatausahaan. Evaluasi dan Pelaporan. Rasio Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi di Dalam dan ke Luar Daerah. Rasio Penyediaan Barang dan Jasa Adm. j. Untuk lebih rinci uraian indikator beserta target capaian setiap tahun sampai akhir periode RPJMD Provinsi Banten dapat dilihat dalam tabel 6. i. Tata Usaha dan Administrasi Kepegawaian. dan evaluasi laporan keuangan.1 di bawah ini : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. Rasio Bantuan dan Rehabilitasi Pemulihan Kondisi Pasca Bencana. Rasio Ketersediaan Peralatan dan Logistik. Pra Bencana dan Tanggap Darurat Bencana. Rasio Pembinaan dan Peningkatan Pelayanan. e. d. Rasio Ketersediaan Dokumen Perencanaan. Perkantoran serta Pelayanan Tata Usaha Kerumahtanggaan. b. c. Rasio Pembangunan.Rencana Strategis BAB VI INDIKATOR KINERJA BPBD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Indikator kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten yang secara langsung menunjuk kriteria yang akan dicapai badan dalam 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi Banten tahun 2012-2017 adalah sebagai berikut : a. Ketersediaan Data dan Informai Pembangunan BPBD. Pengadaan. Pemeliharaan dan Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Aparatur. pengendalian. 48 . h.

9 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Tata Usaha dan Administrasi Kepegawaian Ketersediaan Data dan 10 Informai Pembangunan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. dan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% evaluasi laporan keuangan Rasio Penyediaan Barang dan Jasa Adm. Pemeliharaan 8 dan Rehabilitasi 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Prasarana dan Sarana Aparatur Rasio Pembinaan dan Peningkatan Pelayanan. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Evaluasi dan Pelaporan Rasio Ketersediaan Dokumen Penatausahaan. 2 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Pra Bencana dan Tanggap Darurat Bencana Rasio Bantuan dan 3 Rehabilitasi Pemulihan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Kondisi Pasca Bencana Rasio Ketersediaan 4 Dokumen Perencanaan. 5 pengendalian.Rencana Strategis Tabel 6.1 Indikator Kinerja BPBD yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Kondisi Kinerja Kondisi pada awal Target Capaian Setiap Tahun Kinerja No Indikator periode pada akhir RPJMD periode RPJMD Tahun 0 2012 2013 2014 2015 2016 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Rasio Mitigasi dan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% 1 Penurangan Resiko Bencana Rasio Ketersediaan Peralatan dan Logistik. 6 Perkantoran serta 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Pelayanan Tata Usaha Kerumahtanggaan Rasio Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan 7 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100% 100% Konsultasi di Dalam dan ke Luar Daerah Rasio Pembangunan. 49 . Pengadaan.

b. Keberhasilan dalam mencapai visi dan misi Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan banyak dipengaruhi oleh komponen-komponen pembangunan antara lain arah kebijaksanaan. sarana dan prasarana serta semangat penyelenggaraan pembangunan di daerah.Rencana Strategis BAB VII PENUTU P Perencanaan strategis yang disusun ini merupakan upaya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten untuk ikut menentukan irama perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia usaha dimasa yang akan datang. Pada akhirnya perencanaan strategis ini akan diukur oleh seberapa jauh program yang akan dilaksanakan dapat dinikmati dan dapat memberikan manfaat kepada seluruh anggota masyarakat. maka dalam pelaksanaannya diperlukan perhatian beberapa hal diantaranya sebagai berikut : a. semua komponen tersebut harus berkembang secara dinamis. 50 . Perencanaan strategis yang disusun ini bersifat partisipatif dan konsisten dengan situasi kompetisi serta transparansi yang berlangsung. artinya bahwa perencanaan strategis ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari berbagai peluang yang ada. kualitas program. kreatif dan profesional serta bersifat proaktif dalam tuntutan semangat zaman. sehingga diharapkan akan mampu memperkecil bahkan menghilangkan dampak yang bersifat negatif dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten. partisipasi masyarakat. serta pelayanan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. oleh karena itu diharapkan program yang telah disusun dapat dilaksanakan secara partisipatif menyeluruh dan merata oleh semua lapisan masyarakat sehingga dapat merasakan keberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten dalam melakukan pembangunan yang dilakukan melalui pembinaan dan penyuluhan. struktur dan manajemen pemeliharaan. anggaran yang tersedia. Agar perencanaan strategis ini dapat diimplementasikan dengan efektif dan efisien. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. Perencanaan strategis ini memperhatikan berbagai aspek dengan menyesuaikan kemampuan yang realistis dari aparat pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten.

51 . Serang. Pd Pembina Utama Muda NIP. Maret 2014 KEPALA PELAKSANAN BPBD PROVINSI BANTEN Drs. M.Rencana Strategis c. 19590824 197912 1 002 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. Ino S. Perencanaan strategis yang telah disusun ini diupayakan sebagai pedoman penyusunan rencana kerja setiap tahun hingga akhir periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2012 – 2017. Rawita.

284.609 BELANJA LANGSUNG 10. Pemerintah Umum.496.000 Rasio Mitigasi 100 % dan Pengurangan Resiko Bencana Rasio 100 % Ketersediaan Peralatan dan Logistik.000.000 muatan lokal pendidikan Jenjang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 8 1.199. APBD media Radio (4 Banten Keg/Dok 195.222. Kepegawaian dan Persandian Organisasi : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sub Unit Organisasi : Badan Penanggulangan Bencana Daearh RENCANA TAHUN 2014 Indikator Kinerja Kebutuhan NO Urusan /Bidang Target Program / Kegiatan Dana/ Sumber Lokasi Capaian Pagu Dana Kinerja Indikatif (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) PAGU ANGGARAN 15.000. 207.000.000 (Billboard) Pemberian Early Warning melalui Prov.722.397. APBD bencana. 4 2.680.000. Administrasi Keuangan Daerah.000 Radio) Internalisasi Penanggulangan Kota 1 3. Prabencana dan Tanggap Darurat Rasio Bantuan 100 % dan Rehabilitasi Pemulihan Kondisi Pascabencana a./Dok.000 Program : Penanggulangan 1.Rencana Strategis RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN BPBD PROVINSI BANTEN TAHUN 2014 Urusan Pemerintahan : Urusan wajib Otonomi Daerah.000. Perangkat Daerah.942. 52 . 864.000 LANGSUNG BELANJA PEGAWAI 3.000 BELANJA TIDAK 4.800.000 informasi Pembuatan Media peringatan dini Penyampaian Prov. Pencegahan dan penyebarluasan 2. Informasi Bencana Banten Keg/Dok. Bencana APBD 6. Bencana dalam APBD Cilegon Keg.022.

/Kota. APBD BPBD Provinsi & Banten 150 Org 92. Kab. (3 Keg. d.000. Fasilitasi penanganan 675.000 Table Top Exercise 1 Keg 50 2. Pengurangan Resiko Kab. 145. 2./Dok. Bencana Bagi APBD Banten Orang.000 darurat bencana.000 dan mitigasi Penyusunan 1 Keg. 150 Org.095.546.000 Peralatan dan 1.000 kedaruratan Penyediaan bencana. Pengurangan Resiko Banten & 2 Keg.000.000 Aparatur Desa dan Kecamatan Rapat Koordinasi kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana Prov. Rencana Kontinjensi Org. 196.000. (TTX) Tsunami.000. Pendistribusian Prov.000 Kab.200. 1 1.000.000 (Keg. Fasilitasi dan dukungan pelayanan Prov. ) Nasional Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Bagi Organisasi Prov. operasional APBD Banten Keg/Pakt 250. 52. APBD 256. Peningkatan kesiapsiagaan 1.549. Lebak APBD Org.000 Bencana Pameran Prov.) Sosialisasi Pengurangan Risiko Prov. Dukungan Prov. 1 Keg.000 Tangguh (1 Keg) b. 50 6. Kab.556.000 kedaruratan di daerah bencana (Th).000.) c. 1 Keg/Th.000 Bencana (SATGAS Bencana) Fasilitasi Kab.710.710. 145. APBD Satuan Gugus Tugas Banten Keg/Dok 932. APBD Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 6 4. 50 5. 7.000 Bencana (2 Keg. 3. 3. 286. Fasilitsi Dukungan 825. APBD Banten 400. 53 . 1 Keg.000 Mahasiswa Dan Pramuka (1 Keg x 50 org. Lebak APBD 650 Org.Rencana Strategis SD (1 Keg) Fasilitasi Pembentukan Organisasi atau Prov.751.309. Koordinasi Prov. Banten Orang. 35 1. 4. APBD Banten 25. Pembentukan Desa APBD Pandeglang Keg. 115. 1 5. penanganan tanggap 1 Keg/Th.771.000 PUSDALOPS (Pakt/Th).) Gladi dan Simulasi 1 Keg. APBD Kepemudaan. dalam penanganan 1 Keg/Th. Lebak APBD bencana. 3 Keg.

Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten Tahun 2012. 54 .

2 1. kerugian sosial APBD ekonomi korban Banten Keg. Bantuan rekonstruksi Prov.000.000. Evaluasi dan Pelaporan. 53. e. kerugian sarana Banten prasarana di daerah 2 Keg. Penyediaan dukungan peralatan Prov.000. 5 Pakt 483. 1 Keg/Th.000.502. pasca bencana (Pakt Banten ) Koordinasi perencanaan dan pelaksanaan 3.000 APBD terkena bencana Banten (Th). Kualitas Tata Kelola APBD 612.000 rehabilitasi (Th). kerusakan dan Prov.772. 60. Koordinasi perencanaan dan Prov.000. Pemulihan kondisi sosial ekonomi 1.350.00 masyarakat Koordinasi penilaian 0 pascabencana.000. Pemulihan kondisi sarana. 55.150.000 APBD 2. Program : Peningkatan 2.680.00 lokasi pasca Koordinasi penilaian 0 Bencana kerusakan dan Prov. Rasio Dokumen Badan Penanggulangan Bencana100 % Provinsi Banten Tahun 2012- Daerah 55 . 146.000 APBD pasca Bencana. APBD saat terjadi bencana Banten 400. 1 3. APBD pelaksanaan Banten Keg. 1 Th =. 1 Th. kebencanaan pada Prov. 1.000 pascabencana (Pakt/Th).000 Pemerintah Daerah Rasio Ketersedian 100 % Dokumen Perencanaan. APBD kebencanaan Banten 400. 2. 2.000.228. sosial ekonomi 10 Pakt APBD Banten 1. rekonstruksi daerah Prov.000 pada daerah bencana (Pakt). 2 Keg. 1 Keg/Th.000 (Paket).818. f. prasarana 600.000 bencana (Th).Rencana Strategis Kebencanaan logistik kebencanaan Banten 25. Penyediaan dukungan logistik 3.000 (Paket). Fasilitasi bantuan rehabilitasi pemulihan dan peningkatan Prov.

Penatausahaan. Pengendalian dan Evaluasi Laporan Keuangan .

Keuangan BPBD 1 Keg.084. Perencanaan.266. 1. 4. Internal Bulanan Prov. APBD Banten (Keg.) 4. Sarana APBD Prasarana 3. 1 Keg.000 Penyusunan 3. Forum SKPD Penanggulangan Prov. 6. 1 Th. a.000 Pelaporan BPBD. APBD SKPD (Kegiatan) Banten 17. APBD /Triwulanan BPBD (1 Banten 29.00 Perkantoran 0 dan Kapasitas Aparatur Rasio Penyediaan Barang dan Jasa Adm.214. Bencana se-Prov. Prov. APBD 6. /Triwulanan/Tahunan 17 Lap.000.00 Keuangan dan 0 Penyusunan Neraca Neraca Aset Prov. DPA (1 Keg) 1 Keg.019. 1 Keg. Perubahan DPA Prov.000 Penyusunan Laporan Bulanan dan Evaluasi 4.500 Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan Prov.000.269.000 Banten (2 Keg ) Penyusunan Renja 2. Prov.000 Prov.) Banten 1 Keg.997. 7. APBD Banten 132. APBD Banten 23. 1 Keg. 1 Keg. Penyusunan Laporan Kinerja 185.000 Program : Peningkatan 3.238.476.091.707. APBD Banten 14.000 Penyusunan Laporan Prov.000. MONEV (1 Th.000 (Th) Bintek Pengelolaan Keuangan BPBD Prov. (Keg. 3.) 1 Keg.) Banten 5. APBD CALK (Keg.) Penyusunan Laporan Prov.000 Th) Penyusunan RKA .098. 2 Keg APBD Banten 218.) Banten 15. 5. 1. 1 Keg.) Banten 4. BPBD (1 Keg. APBD Banten 14. APBD Banten 17.500 Penyusunan LRA Prov. APBD 33. Perkantoran 100 % . 5.000 Penyusunan LKPJ Prov. Evaluasi dan 427.128. APBD (1 Keg) Banten 82.877.100. APBD Aset (Keg.526. (1 Keg.000 Penyusunan LAKIP Prov. 2.) 1 Keg. 8.000 b.000 Banten (Keg. Kab/Kota se-Provinsi 1 Keg.

serta Pelayanan Tata Usaha dan Kerumah Tanggaan .

000 Aparatur Pengembengan Prov.) Fasilitasi Rapat.356.000 Data Pembangunan Daerah Ketersediaan 100 % Data dan Informasi Pembangunan BPBD .000.000.000.000. wawasan Aparatur 1 Keg.000. 1.000 4. dan Prasarana 1 Th.000 c.000 Prasarana Kantor Pemeliharaan Prov. Peningkatan Kapasitas 135. APBD 1. APBD Banten 200. APBD Aparatur (Th. APBD Banten 135.) 1 Th.) 700.000.000 Perkantoran (Th. dan Prasarana Prov. APBD Banten 200. Kepegawaian a. Koordinasi dan 2. Pengadaan Sarana dan 700. 1.000. 1 Th. 1.00 Prasarana Kantor Pengadaan Sarana 0 Prov.) Banten 500. dan Jasa Banten 1. Pemeliharaan Sarana dan 700.000 Perkantoran Penyediaan Barang Prov.000. 1 Th.000 dan ke luar daerah (Th) b. Penyediaann Barang dan Jasa 1. Konsultasi ke dalam Prov.000.000. APBD Banten Perkantoran (Th. Rasio Pembangunan 100 % Pengadaan.000 BPBD (Keg) Program : Statistik : 4. 1 Th.000 Pemeliharaan Sarana 2.000. Gedung Kantor (Th. Pemeliharaan dan Rehabilitasi Sarana Prasarana Aparatur Rasio Pembinaan dan 100 % Peningkatan Pelayanan Tata Usaha dan Adm.556. Penyediaan APBD 155.

.

000 . 1. 1 Th.800.000 Kebencanaan Fasilitasi Data Prov. Penyusunan Profil dan Data Base 155. APBD Kebencanaan (Th) Banten 155.000 JUMLAH 100 % 10.000.a.000.000.

dan Pendanaan Indikatif SKPD Provinsi Banten SKPD : Badan Penanggulangan Bencana Daerah . Kegiatan. Kelompok Sasaran.1 Rencana Program. Tabel 5. Indikator Kinerja.

Pembuatan Peta Rawan 0 .(000) Rp.000 15 750.000 penyusunan kebijakan PRB dan MAPI di daerah (4 Keg 10.000 34 2. 30 1.000 dan peningkatan bencana di daerah penyebarluasan Penyampaian Informasi kemampuan informasi peringatan Bencana (5 Paket) masyarakat dini bencana.000 25 2.(000) Rp.695.000.200. Pembuatan dan Penempata 0 .000.000 1 400.000.(000) Rp.250.000 1 435.236 100% 20.000 4 110.000 bencana melalui Bencana dan Pemetaan pendidikan dan Pemetaan kebencanaan pelatihan (154 Kecamatan) penyelamatan dan 5.500 6. Rapat Koordinasi 0 .250.718.452 100% 16.000 300 1.000 100% 15.000 Organisasi atau Satuan Gugus Tugas Bencana.000 1 500.200.000 300 1.295 100% 18. 2. Fasilitasi tempat evakuasi 0 .951 BPBD melalui dan kesiapsiagaan kesiapsiagaan Bencana Pengurangan Resiko pembangunan fisik dalam mengurangi dalam Kegiatan : Output : maupun penyadaran resiko bencana menghadapi 1 20 3 1 a.000 evakuasi pada saat Bencana dalam muatan lokal terjadi bencana pendidikan Jenjang SD/SLTP /SLTA (5 Tahun Pelajaran) 6. 1 250.925 100% 17.000 300 1.000 4 120.500.500.000 4 130. Rwn Bencana x 5) 43 .000 50 900. 300 1.000 1000 2.720 3 194.137.000 Organisasi Kebencanaan (250 Organisasi) 8.750. 15 750.400.000 15 750.000 5 2. Pembuatan Media 1 294.(000) Rp.936 5 376.000 50 700. Pemberian Early Warning 2 99.500 Sat.850.000 50 800. 4 100.000 4 140.500 800 144.000 5 2.000 250 3.200.356.065 1600 350.387 1000 203.Gugus) 7.000 30 1.940 1 375.000 1000 2.200. Pencegahan dan 1.000 1 460.000 1 410.489 900 173.000 5000 12.000 1 500. Data Capaian pada Tahun Awal Kondisi Kinerja Pada Unit Kerja Indikator Kinerja Program Perencanaan 2013 2014 2015 2016 2017 akhir periode Renstra SKPD Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) dan Indikator ( 2012 ) SKPD Penanggung Kinerja Kegiatan (Output) jawab Targe Targe Targe Targe Targe Targe Targe Rp.000 50 600.671 7 778. 1 Mengurangi risiko 1 Terwujudnya 1 Meningkatnya 1 20 Program : Outcome : bencana.650.000 154 9.000 100% 87.290.000 30 1.000 1 300. Fasilitasi Pembentukan 0 .263.050.908 6 527.000 75 3.318.600.(000) t t t t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) I. 1000 2.000 rambu-rambu pada daerah rawan bencana (5000 buah) 9.200.000 15 750.000 dan jalur-jalur evakuasi bagi korban bencana (15 Lok.340 700 123.000 1000 2.000 1.(000) Rp. (1.000 30 2.000 20 600. Penguatan Kelembagaan 0 .180.000 15 750.952 4 259.551. baik upaya pencegahan koordinasi 3 Penanggulangan Rasio Mitigasi dan 100% 1.200.000.(000) Rp.000 5000 994.800.000 1 600. 50 500. Internalisasi Penanggulanga 0 .000 300 1.467 melalui media : Radio (20 2 Mengurangi dampak Radio) Televisi (14 kerugian yang Station TV) ditimbulkan akibat 4. Pembuatan Panduan 600 100.000 1000 2.441 menghadapi Penanggulangan Bencana ancaman bencana (5000 Eksemplar) 3.

44 .

000 1 60. Mengoptimalkan 1.000 4 700.300.000 2 400.000.000 kesiapsiagaan dan Kontinjensi dan Protap (10 mitigasi bencana. 1 100.000 1 1.000 kebencanaan pada daerah 2.000 Keg x 40 org x 5 Th) 4.000 800 4.000 1 100.000 800 4. Terwujudnya 1. Peningkatan 1.000.460.000 1 25.500 1 30.000 1 1.250.400. Pendistribusian logistik 1 25.200.000 1.160. Data Capaian pada Tahun Awal Kondisi Kinerja Pada Unit Kerja Indikator Kinerja Program Perencanaan 2013 2014 2015 2016 2017 akhir periode Renstra SKPD Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) dan Indikator ( 2012 ) SKPD Penanggung Kinerja Kegiatan (Output) jawab Targe Targe Targe Targe Targe Targe Targe Rp. 1 25.250.000 1 200.000 300 3.000 5 125. Rasio Ketersediaan 100% 600.000 1.000 Prosedur Tetap (Protap) 6. 2.525 1 990.000 Daerah Pengurangan Resiko Bencana (RAD PRB) 90 orang.000 2 280.000 1.000 100 200. 90 150.000 1 200.000 800 3.000 (750 org x 2 keg.010.000 100% 5.(000) Rp.000 4 675.526 1.500.000 2 400.000 800 3.000 4 650. 1 25.000 1 25.500 2. 0 .250.000 1 100.000 300 3.000 1 1.(000) Rp.000 kebencanaan (Pakt).500.x 7.000 10 2. Koordinasi penanganan tanggap darurat di daerah Kegiatan : Output : 1.132 1 60.000 Resiko Bencana (800 org.000 1. Penyusunan Pedoman 1 51.000 100% 5.500 450.000 3.000 100 200.(000) Rp.000 1 60.000 5 300.200.000 7. 0 .000 logistik kebencanaan pada saat terjadi bencana (Pakt).000 1 1.000 100 200.000 1 1.000 100% 24.000 1 60.000 1 2. Penyusunan Rencana Aksi 30 50.000 Relawan (Satuan Gugus 9.500 500.000 1 1. terjadi bencana kedaruratan tanggap darurat di penanganan Prabencana dan dengan bencana yang daerah kedaruratan Tanggap mengutamakan efektif dan efisien Output : 1 200.000 BENCANA" (2 Keg.000.000 5 125. Sertifikasi relawan 0 . 0 .000 1 25.150.000 500 200.000 1 25.650.000 penanggulangan bencana.000 100% 4.000 1 2.000 5 500.(000) t t t t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Kegiatan : Output : 1 20 3 2 b.850.000 4000 19. Apel Siaga Hari "SADAR 0 .000 100 200.000 0 .x 5 th) 3.500 600.000. Penyediaan sarana evakuasi operasional PUSDALOPS 0 . Meningkatnya Kegiatan : Outcome : operasi penanganan sistem koordinasi 1 20 3 3 c.000 2 250.(000) Rp.000 1 1.000 10 1.500 207.500 15. X 5.480.140 4 600.520.000 1 25. Penyusunan Rencana 0 .000.500.000 1 1.000 1 100.000 1 100.000 Resiko Bencana (1 Keg.000 20 3. 90 150.000 2 400. Penyediaan peralatan 1 201. Pelatihan TRC dan SRC (4 1 190. Pameran Pengurangan 1 101.000 1 25. 3. Pemberian bantuan dan bencana pelayanan dalam penanganan kedaruratan di daerah bencana (Pakt/Th).000 1 1.000 1 200. 11. 2 240.952 1 200. Penyediaan dukungan 1 198.000 5 6.200.000 5 9. Koordinasi kesiapsiagaan 0 . Fasilitasi Organisasi 0 . X 5 Th) 10.000 2 270.000 1 25.500 1 35. Sosialisasi Pengurangan 50 74.150.000 100% 6.650.500 400.(000) Rp.000 1 32.961 800 3.000 1 240.840. 45 .000 4 625.040.500 550.000.000 penyelamatan dan 1.000 2 260.150.000 1.000 300 3.000 1 27.350.000 1 25.(000) Rp.018 0 .000 BPBD darurat pada saat penanganan penanganan Fasilitasi Peralatan dan Logistik.000 masyarakat terkena 2.000 2 400.150.790.000 5 7.250.000 5 150. 2 400.000.300.475 1 1. 300 3.000 300 3.000 5 1.000. 100 200. 8.000 1 60.000 1 2.000 dalam menghadapi 3.000.000.000 100% 3.500.000 1 2. Gladi dan Simulasi PRB 1.

45 .

000 1 1.250.000 1 25. Terwujudnya 1.280. bencana secara kebencanaan yang Pelaporan dan Evaluasi dan Pelaporan.000 2 200.(000) t t t t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 4 Menyediakan 1.500 100% 469. Pemulihan Rasio Bantuan dan 100% 585.000 5 7.000 1 1.(000) Rp.000 1 1.000 2 230.610.000 1 1.000 1 50. 0 .000 1 110. Mewujudkan kinerja 1.000 1.000 1 25. 1 25. 0 . Koordinasi perencanaan 0 . dan pelaksanaan rekonstruksi daerah terkena II. Koordinasi penilaian 1 53.371 1 80. Koordinasi penilaian 0 . 3. Evaluasi 1.000 1 25.000 5 125. Koordinasi perencanaan 0 . 9 Kelola Pemerintah Dokumen Perencanaan.000 5 500.391 2 180.000 1 25.000 5 7. 1 25.040.750.380.500 100% 518.) 5. 0 . Output : rekonstruksi di 1.000 SKPD dan Pelaporan BPBD.(000) Rp.000 1 850.580.500.000 1 1.000 100% 27.500. 0 - DPA SKPD 2012 46 .000 100% 3.000 1 1.000 pengungsi korban bencana 4.533 1 600.335.000 daerah kerusakan dan kerugian sosial ekonomi korban bencana (Pakt/Th). Tersedianya Program : Outcome : 100% 495. 0 - Provinsi Banten 2012-2017 4.000 1 50.000 100% 444.(000) Rp. Data Capaian pada Tahun Awal Kondisi Kinerja Pada Unit Kerja Indikator Kinerja Program Perencanaan 2013 2014 2015 2016 2017 akhir periode Renstra SKPD Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) dan Indikator ( 2012 ) SKPD Penanggung Kinerja Kegiatan (Output) jawab Targe Targe Targe Targe Targe Targe Targe Rp.000 1 750.000 100% 7.000 5 5.000 rehabilitasi pemulihan dan peningkatan sosial ekonomi pascabencana (Pakt/Th).904 0 .000.000 1 1. Perencanaan.000 1 2.000 1 1. 1 1.250. 1 1. Penyusunan Renja BPBD 1 50. 0 .000 1 25.000 1 25. 0 . 0 .000 2 210. Pemulihan kondisi 1.000 1 1.000 100% 5.500 0 .000 Provinsi Banten (5 Keg.420.000 100% 493. prasarana kerusakan dan kerugian lokasi pascabencana sarana prasarana di daerah 2. Penyusunan Renstra BPBD 1 149.000 10 1. Forum 1 74.(000) Rp.000 1 2. 0 .000.440.000 1 90.000 100% 6.000 1 25.000 1 25.000 1 25.450.000 1 120.000 2 220. 0 - Bencana Daerah 2012-2017 3. Rencana Penanggulangan 1 98.000 1 50. 0 .000 BPBD perencanaan kinerja Dokumen 1 20 Peningkatan Tata Rasio Ketersedian penanggulangan penanggulangan Perencanaan. 1 50.000.000 100% 2. Fasilitasi penanganan 0 .000 1 25.000 100% 4.250.000 1 50.000 sarana.000 1 25.000 1 25.350.530 0 . 0 .000 5 125. 0 .000 5 125.466 1 25.000 pasca bencana (1 Pakt x 5 4.500.000 1 1. 0 .000 (5 Keg.000 1 970. Terciptanya target 1. Meningkatnya Kegiatan : Outcome : data/informasi upaya rehabilitasi koordinasi 1 20 3 5 e.) 3.000.000 1 25.000 1 25.(000) Rp.000 bencana (1 Pakt x 5 Th.000 1 1.000 dan pelaksanaan Kegiatan : Output : 1 20 3 6 f.(000) Rp.377 100% 410. Penyusunan Perubahan 1 13. efektif dan efisien terukur Pengendalian Kegiatan : Output : Program Kegiatan 1 20 9 1 g. Mitra Praja Utama (MPU) . 0 .980.000 1 100. Penanggulangan Bencana se-Provinsi Banten (2 Keg x 2.750.590.000 5 6.000 5 125.760. 0 .) 6.000 1 25.000 BPBD potensi bencana di dan rekonstruksi perumusan kondisi sosial Rehabilitasi Pemulihan Provinsi Banten yang lebih baik kebijakan dan ekonomi Kondisi Pascabencana secara akurat dan dibanding sebelum perencanaan masyarakat transparan bencana rehabilitasi dan pascabencana. Fasilitasi bantuan 1 306.000 1 1. 2.000 1 25. Penyediaan sarana vital 0 .500.000. Bantuan rekonstruksi pasca 4 225.000 5 250.500. 1 25.

46 .

900.000 1 2. Penyediaan Barang dan 1 1.600. Pengadaan Sarana dan 1 916.(000) Rp.537 17 30.) 1 3.140 1 5.000 85 170.000 1 15.500 1 5.000 dan Jasa Perkantoran Jasa Perkantoran (5 Th.500.000.) 17 28.000 1 7.000 5 375. 7. dan Kerumah terkoordinasi dan Kegiatan : Output : berkesinambungan 1 20 10 1 i. dan aparatur Kapasitas Aparatur Pelayanan Tata Usaha terarah. Data Capaian pada Tahun Awal Kondisi Kinerja Pada Unit Kerja Indikator Kinerja Program Perencanaan 2013 2014 2015 2016 2017 akhir periode Renstra SKPD Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) dan Indikator ( 2012 ) SKPD Penanggung Kinerja Kegiatan (Output) jawab Targe Targe Targe Targe Targe Targe Targe Rp.000 100% 2.000 1 700. Penyusunan Laporan 1 32. 0 .000 1 7.(000) Rp.000 17 34.000 1 650.500 8.000 1 7.000 1 15.941 1 15.000 100% 2.000 1 6.500 5 32.400.500 1 8.000 100% 191.447 1 500.(000) Rp. Penyusunan Laporan CALK (5 Keg.000 Aset 2.000 3.250.(000) Rp.000 1 8.000 1 60. Penyediaan Barang 1.000 1 5.500 5 32.) 1 5.500 100% 206.655 1 35. 0 .932 1 6. Penyusunan LKPJ BPBD (5 1 6.000 5 75.000 4. Penyusunan TLHP (5 Keg.220 1 40.500 BPBD kinerja keuangan pengendalian dan sistem pelaporan Rasio Dokumen secara akuntable evaluasi capaian kinerja dan Penatausahaan. MONEP (5 Th.000 5 120.110.140 1 5.000 Keg.000 5 3.000 Mengendalikan 1.500 5.000 17 38.000 1 55.000 1 28.150.500 100% 177.481 1 15. Bencana 12.500 1 6.000 100% 11.000 1 6.000 17 32.500 100% 957.000 100% 2.000 1 45. Terlaksananya Program : Outcome : 100% 2. Menyelenggarakan 1.000 (5 Keg. Penyusunan Output : 1 5. kinerja dan keuangan yang Pengendalian keuangan tertib dan dan Evaluasi berkelanjutan Laporan Kegiatan : 1 20 9 2 h.000 0 .) 1 5.000 1 70.500 5 32.000 9.000 1 15.500 1 7.235 1 15. Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan /Triwulanan/Tahunan (5 Th) 1 62.000 Bulanan dan Evaluasi Internal Bulanan 8.531 1 1.000 1 700.000 100% 220.000 1 1.000 100% 2.000 1 37.) 10.700.790 1 4. Pemuktahiran Sistem Aplikasi Penatausahaan Keuangan Daerah (5 Keg) 1 5.(000) t t t t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 7. 1 20.000 1 1.000 Prasarana Perkantoran (5 2.500 1 7.000 1 6.000 1 7. Penyusunan LAKIP BPBD 1 6. 47 .000 1 1.000 1 700.000 1 26.000 5 200.000 1 75. Penyusunan Neraca Keuangan dan Neraca Keuangan BPBD (5 Keg.000 1 24.000 1 15.000 1 6.000 17 36.000 5 75.500 Laporan Kinerja 1.500 5 27. 0 .000 1 15.(000) Rp.500 1 7.100. Penyusunan Laporan Aset (5 Keg.000 1 85.000 1 50. Terlaksananya Outcome : 100% 151. Bintek Pengelolaan Keuangan BPBD Kab/Kota se-Provinsi Banten (5 Keg.000 1 15.292 1 65.000 1 22. Penyusunan RKA DPA (5 K 1 13. Terlaksananya 1.000 1 15.978 100% 1.500 1 7.000 1 15.000 1 15.500 5 37.000 5 250.000 BPBD administrasi sarana prasarana penyelenggaraan 1 20 Peningkatan Rasio Penyediaan perkantoran pelayanan administrasi 10 Sarana Prasarana Barang dan Jasa kebencanaan administrasi kantor perkantoran Perkantoran dan Perkantoran serta secara terpadu. Penyusunan Draf Perda 1 169.000 1 80.091 100% 162.500 1 6.000 5 75. Penyusunan LRA (5 Keg.500 6.500 1 6.500.000.(000) Rp.500 1 45.500 1 40.700.350.500 III.026.) 0 . 0 .000 1 15. 0 - Tentang Penanggulangan 2.) 2.) 11.040 1 5.000 1 15.000 1 42.) 1.500 1 6.000 1 15.) 1 35. Terpenuhinya 1.000 5 8.

.

Aparatur Prasarana Aparatur (5 Th.000 Rasio Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi di dalam dan Luar Daerah Kegiatan : Output : 1 20 10 2 j. dan administrasi administrasi Pemeliharaan dan perkantoran perkantoran Rehabilitasi Sarana Kegiatan : Output : 1 20 10 3 k.000 1 500.000 100% 155.000 100% 140. Penyusunan Profil dan 1.(000) Rp.000 1 140. 1 500. 1 200.000 1 145. Kepegawaian bidang kebencanaan kebencanaan Kegiatan : Output : 1 20 10 4 l.000 5 2.000 5 3.000 BPBD 3 kebencanaan kebencanaan base kebencanaan Statistik : Ketersediaan Data dan sebagai dasar sebagai dasar yang akurat dan Penyediaan Informasi Pembangunan penyusunan penyusunan berkelanjutan Data BPBD perencanaan dan perencanaan Pembangunan perumusan pembangunan Daerah pembangunan Kegiatan : Output : daerah 1 23 3 1 m.) Prasarana 2.(000) t t t t t t t (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Outcome : 0 .000 1 150.000 BPBD pengetahuan dan kualitas pelayanan penyelenggaraan Rasio Pembinaan dan wawasan aparatur yang profesional pembinaan bagi Peningkatan Pelayanan yang handal dalam aparatur Adm.000 100% 1.000 1 500.000 Data Base Kebencanaan JUMLAH 100% 5.270 500 150.928 1 800.000 1 800. Pemeliharaan Gedung 0 .991 1 130.270 100% 150.800.000 1 1.000 100% 160.451 47 . Fasilitasi Data Kebencanaan 500 119.770.000 500 155.(000) Rp. Pemeliharaan Sarana dan 1 466.000 1 800.928 100% 1.000 BPBD pemebuhan sarana prasarana sarana dan Rasio kebutuhan sarana aparatur dan prasarana Pembangunan prasarana aparatur penyelenggaraan aparatur Pengadaan.500.000 1 500.000 100% 3.000 100% 7.000 500 165.000 1 1.000 1 500. Konsultasi ke dalam dan ke luar daerah Meningkatkan Terpenuhinya Terpeliharanya Outcome : 100% 466.885.690. Tersedianya data 1.400.000.000 100% 700.000 100% 800.000 1 1. Koordinasi 0 .200.000 1 500.000 5 700.784.991 100% 130. Fasilitasi Fasilitasi Rapat. Menghimpun data 1.) Meningkatkan Terwujudnya Terlaksananya Outcome : 100% 123.000.887.000 1 800.000 1 135.988.425 100% 100% 36.000 100% 25. Pengembengan wawasan 1 123.000 100% 800. dan Konsultasi ke dalam Koordinasi dan dan ke luar daerah 3. 100% 500.000.952 100% 29.000 100% 145.000 1.000 100% 165.(000) Rp.000 100% 800.000 5 4.000 Sarana dan Kantor (5 Th.500 100% BPBD 33.051.000 100% 135.000.000 2500 800.795 165.400.000 Rapat.000 4.500. Peningkatan Kualitas Aparatur BPBD Kinerja Aparatur IV.000 100% 800. Pemeliharaan 1. Terciptanya data 1 23 Program : Outcome : 100% 119.000 1 1.000.000 500 160.(000) Rp.000 100% 1.000 100% 1.000 500 170.000.000 100% 1.(000) Rp. Data Capaian pada Tahun Awal Kondisi Kinerja Pada Unit Kerja Indikator Kinerja Program Perencanaan 2013 2014 2015 2016 2017 akhir periode Renstra SKPD Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) dan Indikator ( 2012 ) SKPD Penanggung Kinerja Kegiatan (Output) jawab Targe Targe Targe Targe Targe Targe Targe Rp.500.(000) Rp.736 100% 40.000 100% 500.000 100% 170. Penguatan dan 1.000 100% 150.500.