You are on page 1of 17

II-1

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1. Sejarah PT. Bukit Asam (Persero), Tbk.

Sejarah penambangan batubara di Tanjung Enim dapat ditarik mundur

kebelakang mulai tahun 1919. Diawali dengan kegiatan eksplorasi pada tahun

1915 sampai dengan 1918 dan produksi pertama kali pada tahun 1919, batubara

yang telah dieksploitasi dari tahun 1919 sampai dengan 1987 sebanyak kurang

lebih 23 juta ton. Saat itu tambang batubara pertama mulai dibuka dan beroperasi

di Air Laya pada zaman kolonial Belanda dengan sistem penambangan terbuka.

Pada tahun 1938, produksi untuk kepentingan komersial mulai dilakukan di dua

lokasi tambang yaitu di tambang Air Laya untuk batubara jenis bituminous dan

di tambang Suban untuk batubara semi antrasit.

Ketika tuntutan nasionalisasi perusahaan belanda kian kencang menambang,

buruh tambang Bukit Asam pun ikut berjuang menuntut status yang sama. Tahun

1950 sampai dengan 1958 pemerintah menyetujui pembentukan Perusahaan

Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Tahun 1959 sampai dengan

1960 pengelola penambangan dilaksanakan oleh Badan Urusan Perusahaan

Tambang Negara (BUPTAN) dan tahun 1961 sampai dengan 1967 beralih

menjadi Badan Pimpinan Umum (BPU) yang membawahi tiga perusahaan negara

yaitu perusahaan negara tambang batubara Ombilin perusahaan negara arang

Bukit Asam di Tanjung Enim, dan perusahaan negara tambang batubara Mahakam

di Kalimantan Timur.

II-2 Dengan adanya peraturan Pemerintah No. Pengembangan Angkutan Darat (Perumka) 4. Pelayaran Bahtera Adhiguna). di Jawa Barat. Tambang Air Laya merupakan Tambang Batubara terbesar yang dioperasikan dengan Continous Mining Method yang bersikenambungan . PANN/ PT. PTBA mulai menjadi perusahaan publik dan sahamnya mulai tercatat di bursa efek Jakarta dan bursa efek Surabaya dengan kode “PTBA”. Tujuan proyek ini terutama untuk memasok kebutuhan batubara bagi PLTU Suralaya. 23 tahun 1968 Badan Pimpinan Umum (BPU) tersebut dijadikan satu unit produksi perusahaan negara tambang batubara sehingga pada tahun 1981 perusahaan negara tambang batubara berganti menjadi PT. Pada tahun 1993. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). Dalam rangka memenuhi kebutuhan batubara diatas dikembangkan beberapa Tambang Batubara disekitar Tanjung Enim yaitu : 1. Dalam replita III pemerintah Indonesia membuat proyek pengembangan pertambangan dan pengakutan Batubara (P4BA). Pengembangan Angkutan Laut (PT. Perusahaan ditugaskan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan proyek Briket Batubara. yang meliputi kegiatan: 1. 56 tahun 1990. Pengembangan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) 2. Pada akhir tahun 2002. Dan Selain itu juga untuk memenuhi industri lainya baik didalam maupun luar negeri. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). Pengembangan Pelabuhan Batubara (PTBA) 3. pemerintah menggabungkan perusahaan umum tambang batubara diseluruh Indonesia dengan nama PT. Setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.

2. Sumber : Diklat PTBA Gambar 2. Bukit Kendi. Tbk. Banko dan sebagainya. II-3 secara terus menerus dan ada pula pengoperasian dengan menggunakan Conventional Method yang dilakukan oleh pihak kontraktor yaitu PAMA dan BKPL. Tambang Non Air Laya (NAL) yang merupakan tambang terbuka dengan menggunakan Convetional Method. . Bukit Asam (Persero).1. MTBS. Lokasi PT. Dimana Tambang NAL meliputi Tambang MTBU.

Kabupaten Muara Enim.2. Provinsi Sumatera Selatan dengan jarak ± 200 km Barat Daya dari pusat kota Palembang. II-4 2. Tbk antara lain Bukit Slero.2). Tbk terletak pada posisi 103º 45’ BT sampai dengan 103º 50’ BT dan 3º 42’ 30’’ LS sampai dengan 4 º 47’ 30’’ LS atau garis bujur 9. Bukit Munggu. Wilayah (KP) PT.583. Bukit-bukit yang masuk dalam kawasan wilayah kuasa pertambangan PT.600 sampai dengan 367. Kecamatan Lawang Kidul.200 sampai dengan 9.200 dan lintang 360. Sungai yang mengalir di daearah ini adalah Sungai Enim di sebelah timur dan Sungai Lawai di sebelah barat. Bukit Asam (Persero).593. Tbk terletak di Tanjung Enim. Bukit Tapuan dan Bukit Murman. . Lokasi Kesampaian daerah dapat dilihat pada (Gambar 2. Lokasi dan kesampaian daerah Wilayah Kuasa pertambangan (KP) PT.000 dalam sistem koordinat internasional. Bukit Asam (Persero). yang pada umumnya berkomposisi batuan andesit. Bukit Asam (Persero).

adapun selain intrusi batuan beku Andesit struktur geologi pada Tambang . Lapisan batubara daerah ini tersingkap dalam sepuluh lapisan batubara yang terdiri dari lapisan Petai.2. dan tujuh buah lapisan gantung. Struktur geologi yang berkembang adalah antiklin yang membentuk kubah. Bukit Asam (Persero). sesar normal. lapisan Suban. Gambar 2. Geologi dan Stratigrafi 2. Geologi Lapisan batubara dalam daerah kuasa pertambangan PT. Lithologi utama yang dijumpai adalah Formasi Muara Enim sebagai pembawa batubara yang didominasi batuan lempung lanau dengan umur Mio-Pliosen. Unit pertambangan Tanjung Enim menempati tepi Barat bagian dari Cekungan Sumatera Selatan.3. Bukit Asam (Persero). dimana cekungan ini merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Tengah dan Selatan. Tbk. Hal ini terjadi sebagai akibat dari intrusi Andesit di daerah cadangan. lapisan Mangus. II-5 Sumber : Satuan Kerja Rencana Operasi (RENOPS) PTBA. dan sesar yang tidak menerus sampai bagian bawah dari lapisan batuan yang ada. Lokasi Kesampaian Daerah Pertambangan Tanjung Enim 2.1. sesar-sesar minor dengan pola radial.3. Tbk termasuk dalam zona fisiografis cekungan Sumatera Selatan dan merupakan bagian dari antiklonarium Muara Enim dari Cekungan Sumatrera Selatan. Daerah penambangan PT.

Peta Geologi Regional dapat dilihat pada (Gambar 2. yaitu antara lain : . Tbk termasuk ke dalam Sub Cekungan Palembang yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan dan terbentuk pada zaman Kenozoikum terdapat urutan lithologi yang terdiri dalam dua kelompok yaitu Kelompok Telisa dan Kelompok Palembang. Peta Geologi Regional Daerah Tanjung Enim Endapan Tersier pada Cekungan Sumatera Selatan dari yang tua sampai dengan yang muda dapat dipisahkan menjadi beberapa Formasi. Sumber : Satuan Kerja Eksplorasi Rinci PTBA.3). Formasi Muara Enim dan Formasi Kasai. Bukit Asam (Persero). II-6 Air Laya juga dipengaruhi adanya gaya tektonik pada zaman Pliosen dengan arah utama Utara-Selatan.3. Gambar 2. Formasi Talang Akar. Formasi Baturaja dan Formasi Gumai. Kelompok Palembang terdiri dari Formasi Air Benakat. Geologi regional daerah PT. Kelompok Telisa terdiri dari Formasi Lahat.

batugamping berlapis dan batugamping terumbu. 4. Ketebalan formasi ini berkisar antara 0 sampai 160 meter. serpih tuffan. II-7 1. Formasi Gumai tersusun oleh serpih dengan sisipan napal dengan batugamping . batu sampingan. batulempung dan batulempung sisipan batubara. batulanau dan batupasir dengan sisipan batubara. tersusun oleh batupasir. lempung tuffan. Formasi Gumai Formasi Gumai diendapkan selaras diatas Formasi Baturaja yang berumur Miosen Bawah sampai Miosen Tengah. Pada tempat yang lebih dalam. Formasi Lahat Formasi Lahat diendapkan tidak selaras diatas batuan Pra-Tersier pada lingkungan darat. Ketebalan formasi ini berkisar antara 0 sampai 300 meter. Formasi Baturaja Formasi Baturaja diendapkan selaras diatas Formasi Talang Akar. breksi dan konglomerat. Formasi Talang Akar Formasi Talang Akar diendapkan tidak selaras diatas formasi lahat. Formasi ini berumur Oligosen Bawah. delta dan laut dangkal dengan ketebalan berkisar 0 sampai 400 meter. fasenya berubah menjadi serpih. Formasi Talang akar diendapkan dilingkungan fluifatil. Formasi ini berumur Oligosen Atas sampai Oligozen Bawah. 2. tersusun oleh tuffa breksi. Formasi ini berumur Miosen Bawah yang tersusun oleh napal. 3.

Litologi yang dijumpai . tersusun oleh batulempung pasiran dan batuapsir glaukonitan. dengan ketebalan berkisar antara 150 sampai 750 meter. Formasi ini tersusun oleh batu tuffan yang dicirikan berwarnah putih. 5. Formasi ini berumur Miosen atas yang tersusun oleh batupasir lempungan. 7. Formasi ini merupakan hasil dari pengendapan lingkungan laut neritik sampai rawa. Lingkungan pengendapan formasi ini adalah darat sampai transisi. 2. batulempung dan sisipan batubara tipis seperti yang tersingkap di daerah Suban. 6. II-8 dibagian bawah. Formasi Air Benakat diendapkan pada lingkungan laut neritik dan berangsur menjadi laut neritik sampai rawa. batulempung pasiran dan batubara. dengan ketebalan berkisar antara 150 sampai 750 meter.3.2. Formasi Air Benakat Formasi Air Benakat diendapakan selaras diatas Formasi Gumai yang berumur Miosen Tengah. Formasi Kasai Formasi Kasai diendapkan selaras diatas Formasi Muara Enim. Lingkungan pengendapan formasi ini adalah laut dalam. Formasi Muara Enim Formasi Muara Enim diendapkan selaras diatas Formasi Benakat. Stratigrafi Proses intrusi batuan beku andesit merupakan faktor utama terbentuknya pola struktur tambang Air Laya. dengan ketebalan 300 sampai 2200 meter.

c. Ketebalan lapisan ini adalah ± 5. batu lanau. d.65 meter. Diantara lapisan batubara terdapat tanah (interburden). dan tanah timbunan bakas tambang lama.75 meter. adapun ketebalan lapisan ini ± 7. Ketebalan lapisan keseluruhan ± 50 meter. Secara keseluruhan lapisan ini memperlihatkan adanya struktur lapisan graded bedding dengan batupasir konglomerat pada bagian dasar dan batu pasir halus pada bagian atas. Sedangkan ketebalan lapisan overburden ini berkisar antara 85 sampai 150 meter. Pada lapisan ini juga terdapat konstruksi iron stone yang berbentuk cakram dan juga terdapat lapisan batubara gantung dengan ketebalan 0. II-9 didaerah Tambang Air Laya termasuk dalam Formasi Muara Enim. Lapisan Batubara A2 (Mangus Bawah) . bentonit. sedangkan lima lapisan yang lain merupakan lapisan tipis yang tidak ekonomis untuk ditambang. batu pasir halus. Lapisan Tanah Penutup (Overburden) Lapisan ini merupakan material yang terdiri dari tanah liat. Lapisan Interburden A1-A2 Lapisan ini dicirikan oleh adanya material tufaan berwarnah putih dan abu-abu. Lapisan Batubara A1 (Mangus Atas) Lapisan ini dicirikan oleh adanya material-material pengotor berupa tiga pita tanah liat (clay band). Statigrafi batuan lapisan yang ada di daerah Tambang Air Laya adalah sebagai berikut : a. dimana lapisan batubara yang ekonomis untuk ditambang terdiri dari lima lapisan.5 meter. b.

h. Lapisan Interburden A2-B1 Lapisan ini terdiri dari batu lanau. Ketebalan lapisan ini adalah ± 18.10 meter. Lapisan Interburden B2-C Terdiri atas lapisan lempung dan lapisan batu pasir yang mengandung lensa-lensa lanau. mengandung satu lapisan batu lempung. e. Lapisan Batubara C (Lapisan Petai) Lapisan batubara ini merupakan lapisan tunggal dan umumnya tidak memiliki lapisan pengotor.90 meter. j. Lapisan Interburden B1-B2 Lapisan ini terdiri atas lapisan batu pasir karbonat hitam dengan ketebalan ± 3. g.5 meter dan adanya berkas tanah liat pada bagian tengah. Ketebalan lapisan ini adalah ± 16. II-10 Lapisan ini memiliki ciri khusus yaitu adanya lapisan silikat yang keras di bagian atas dengan ketebalan 0. biasanya di kenal dari jaraknya dari lapisan batubara A2. lempungan dan batu pasir. i. Ketebalan batubara pada lapisan ini rata-rata .95 meter.80 meter.20 meter. Lapisan Batubara B2 (Suban Bawah) Lapisan ini merupakan lapisan batubara yang paling tipis. Ketebalan lapisan ini yaitu ± 4.2 . f. Ketebalan ini yaitu ± 37. Lapisan Batubara B1 (Suban Atas) Lapisan batubara ini memiliki ciri khusus.70 meter. Ketebalan lapisan ini yaitu ± 11. yang di kenal dengan nama Suban Marker Seam.0.

k.4. Sumber : Satuan Kerja Eksplorasi Rinci PTBA. II-11 berkisar antara 7 meter.1.832 mm dengan suhu temperatur bervariasi antara .4. Gambar 2. Curah hujan Curah hujan daerah Tambang Air Laya ini berkisar antara 1.2. 2. Iklim Tambang Air Laya mempunyai iklim tropis basah dengan curah hujan yang sangat tinggi terutama pada bulan Desember sampai Maret sedangkan musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September. Statigrafi Tambang Air Laya 2. tetapi pada bagian Timur Laut dan Barat Laut Tambang Air Laya ketebalan batubara dapat mencapai 9 meter.795 mm sampai dengan 3.4. Iklim dan Curah Hujan 2.4. Lapisan di Bawah Lapisan Batubara C Lapisan ini umumnya terdiri dari lapisan batu pasir berbutir halus sampai sedang dan kadang-kadang dijumpai material glaukonit serta batu lempung.

yaitu Antrasit. Secara umum batubara digolongkan menjadi lima tingkatan. Intesitas curah hujan yang tinggi pada bulan Januari sampai bulan April. Tabel II.Bukit Asam Berdasarkan Tingkat Keyakinan Geologi (Juta Ton) Cadangan Jumlah Lokasi Cadangan Terukur Terkira Terduga Cadangan Air Laya 103 25 10 138 . Pada tabel ditunjukkan grafik distribusi curah hujan bulanan. Bituminous. Sub Bituminous. Cadangan dan Kualitas Batubara 2. Cadangan Batubara Berdasarkan definisi dan klafikasi tentang sumber daya dan cadangan.1.558 juta ton untuk cadangan terkira dan 1.1.074 untuk cadangan terukur. 2.1 Cadangan Batubara PT.5. Keadaan angin di daerah ini setiap 6 bulan bertiup berubah arah yaitu dari barat ketimur. masih dalam toleransi ambang batas.852 juta ton untuk cadangan terduga. terhitung jumlah cadangan batubara yang terdapat pada lokasi PTBA adalah sebesar 1. adapun kualitas udara di daerah Tambang Air Laya ini masih belum tercemar. II-12 24ºC sampai dengan 32ºC. 2. kelembaban relatif maksimum 98% pada pagi hari dan minimum 35% pada siang hari. dari tingkatan yang paling tinggi sampai tingkat yang paling rendah.5. Lignite dan Peat. Untuk cadangan batubara di PTBA dapat dilihat pada tabel 2.(Gambar Terlampir).

074 2.2.484 (Sumber : Satker perencanaan Oprasi penambangan) 2. Kualitas Batubara . II-13 Arahan Utara 0 180 50 230 Arahan Selatan 0 226 73 299 Air Slero 0 0 73 73 Banko Barat 560 0 0 560 Banko Tengah 0 308 570 878 Banko Selatan 0 580 0 580 Banjasari 0 95 800 895 Bukit Bunian 0 18 0 18 Bukit Kendi 214 53 154 421 Kungkilan 0 81 0 81 Muara Tiga Besar Utara 371 0 0 371 Muara Tiga Besar Selatan 26 53 100 179 Suka Merindu 0 18 0 18 Suban Jeriji Timur 0 325 0 325 Suban Jeriji Utara 0 502 0 502 Total 1.852 5.558 1.5.

Untuk batubara dengan kandungan volatile matter lebih dari 31%. yaitu berdasarkan derajat perubahan selama proses pembatubaraan mulai dari lignit sampai antrasit. Klasifikasi batubara yang umum digunakan adalah klasifikasi menurut ASTM (American Society for Testing Materials). Metaanthracite b. zat terbang (volatile matter) dan nilai kalor. Low volatile bituminous coal 86%>FC>78% e. Meta antrasite coal FC > 98% b. Antrasite coal 98% >FC>92% c. Cara pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut : 1. Semi antrasite coal 92%>FC>86% d. Untuk itu diperlukan data karbon tertambat (fixed carbon). Medium volatile bituminous coal 78%>FC>69% 2. Untuk batubara dengan kandungan (VM) kurang dari 31 %. yaitu : a. II-14 Pengklasifikasian batubara bertujuan untuk mengetahui variasi mutu atau kelas batubara. yaitu: a. Anthracite c. Semianthracite . klasifikasi didasarkan pada fixed carbon (FC). klasifikasi didasarkan atas nilai kalorinya (btu/lb).000 Btu/lb. Group anthracitic coal yang mempunyai nilai kalor lebih dari 14. antara lain: a. Klasifikasi ini didasarkan atas analisa proksimat batubara.

batubara PTBA (UPTE) secara umum termasuk kelas sub bituminous sampai antrasit. antara lain : a. Lignit b. High Volatile C bituminous coal c. Sub bituminous C coal d. Low Volatile bituminous coal b. antara lain: a. Medium Volatile bituminous coal c.000 Btu/lb. High Volatile A bituminous coal d.300 sampai dengan 13. High Volatile B bituminous coal e.000 Btu/lb. .000 sampai dengan 14. Brown coal Dengan cara pengklasifikasian di atas. Group bituminous coal yang mempunyai nilai kalor antara 13. II-15 b. Sub bituminous B coal c.300 Btu/lb. Group Lignit coal dengan nilai kalori kurang dari 8. Group subbituminous coal yang mempunyai nilai kalor antara 8. antara lain: a. Sub bituminous A coal b.

0 40 37. Bukit Asam (Persero). Dalam pembagiannya PTBA dipimpin oleh satu direktur utama dimana dibantu dengan lima direktur lainya.6. yang mana dalam pemilihan ini sangat terukur yang tujuanya dapat membagi pekerjaan yang akan dilakukan agar hasil yang dicapai dapat maksimal dan dapat meningkatkan efektifitas kerja pada setiap bagiannya.adb) (%.5 0.adb) (%. Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga.adb) (%.5 0.adb) (%.adb) BA 59 5850 28 14.7 BA 70 7000 13 6.8 BA 63 6300 21 11.5 8.0 6.5 0.ar) (%.5 BA 67 6650 18 9. disini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimpin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertikal ke bawah dengan pendelegasian yang tegas melalui jenjang hirarki yang ada.adb) (%.0 40 47. II-16 Tabel II. Struktur Organisasi PT.5 6.0 0. Direktur keuangan.0 40 43.0 40 44. dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum.2 Klasifikasi Batubara Berdasarkan Market Brand PTBA Tanjung Enim Coal Brand CV TM IM Ash VM FC TS (kcal/kg. Sekretaris .7 2.5 6. Selain lima direktur yang membantu ada bagian lain juga ikut langsung bertanggung jawab terhadap Direktur Utama adalah. Tbk PTBA mempunyai struktur Line Organization (Organisasi Garis).

Pada Direktur Pengembangan Usaha dibantu. Departemen Perencanaan Korporat. Departemen Sumber Daya Manusia. Pada Direktur Niaga dibantu oleh. Departemen Hukum Dan Administrasi Korporat. II-17 perusahaan. Pada direktur Keuangan adalah Departemen Akutansi dan Anggaran. Departemen Pemasaran dan Departemen Logistik dan dibantu juga oleh satu Unit Perusahaan Briket. Departemen Penanganan dan Angkutan Batubara. dan Departemen Umum dan Hubungan Ekternal. dan pengembangan Korporat. Satuan Pengawasan Intern. . dan Sistem Manajemen Perusahaan. Untuk Direktur SDM dan umum terbagi atas. Departemen Kemitraan dan Bina Lingkungan. Departemen Teknologi Informasi. Pelabuhan Tarahan. Pada setiap Direktur ada juga beberapa pembagian departemen. Dermaga Kertapati Unit Pertambangan Ombilin. Pada Direktur Operasi/Produksi. Departemen Rumah Sakit Bukit Asam. dan juga dibagi menjadi empat unit kerja. Unit Pertambangan Tanjung enim. Departemen Pembendaharaan dan Pendanaan.