You are on page 1of 2

PENDAFTARAN PASIEN GAWAT

DARURAT
No. Dokumen:
No. Revisi:
SOP TanggalTerbit:
Halaman:
PUSKESMAS
ONEKORE
Pengertian Pendaftaran pasien gawat darurat adalah proses registrasi pasien yang
berkunjung ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan darurat di
Puskesmas Onekore
Tujuan Sebagai acuan petugas kesehatan di Puskesmas Onekore untuk upaya
penerapan keselamatan pasien oleh petugas
Kebijakan SK Kepala PuskesmasOnekore No…/…/…./2017 tentang Prosedur
Pelayanan Klinis
Referensi 1. Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
2. Permenkes No. 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal
Prosedur 1. Pasien dan keluarga atau pengantar pasien datang
2. Petugas menyapa pasien dan keluarga atau pengantar dan langsung
melakukan penilaian
3. Petugas mengarahkan dan mengantar pasien dan keluarga atau
pengantar menuju ruang tindakan
4. Petugas meminta keluarga atau pengantar untuk melakukan
pendaftaran
5. Keluarga atau pengantar melakukan pendaftaran di loket pendaftaran
6. Petugas pendafataran meminta data pribadi pada pasien, misalnya
KTP/KK
7. Petugas pendafatarn menanyakkan data pribadi pasien, seperti
Nama, Jenis kelamin, alamat, agama, tempat tanggal lahir, tanda
tangan, nama orang tua/suami/istri dan sebagainya
8. Petugas mengecek kesamaan data pribadi pasien dengan data yang
ada di KTP/KK
9. Jika pasien baru maka petugas pendaftaran melakukan:
a. Melengkapi formulir rekam medis pasien baru ( nama, tempat
tanggal lahir, jenis kelamin ,alamat) dan membuat kartu berobat
pasien
b. Menanyakan ada atau tidaknya kartu JKN/KIS

petugas menerima kartu berobat dan mencari rekam medis pasien 10. petugas mengecek E-KTP dan masa berlakunya Jika pasien lama. Petugas mengisi data identitas pada buku rekam medis 11. Jika memiliki kartu JKN/KIS. Diagram alur BAGAN ALUR PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT Pasien datang Petugas melakukan penilaian Ruangan tindakan Loket pendaftaran Poli Tujuan Ruang Tindakan Unit Terkait Loket pendafataran dan Ruangan Tindakan . Petugas menyerahkan data-data yang sudah di dokumentasi pada rekam medis ke ruangan tindakkan. c.