You are on page 1of 6

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

DINAS KESEHATAN KAB. BANDUNG
UPT YANKES PPK - BLUD KECAMATAN CIMAUNG
PUSKESMAS CIKALONG
Jln Raya Pangalengan Km 27 Telp. (022) 5973076 Kode Pos. 40378
email : pkmcikalong_bandungkab@yahoo.com

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS CIKALONG

NOMOR : ...........................................

TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS

KEPALA PUSKESMAS CIKALONG

Menimbang : a. Bahwa pelayanan klinis Puskesmas dilaksanakan berdasarkan
kebutuhan pasien
b. Bahwa pelayanan klinis Puskesmas perlu memperhatikan mutu dan
keselamatan pasien
c. Bahwa untuk menjamin pelayanan klinis dilaksanakan sesuai
kebutuhan pasien, bermutu, dan memperhatikan keselamatan pasien,;
d. Berdasarkan butir (a), (b) dan (c) maka maka perlu disusun kebijakan
pelayanan klinis di Puskesmas Cikalong

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
2. Peraturan Presiden No 72 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan
Nasional
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun
2014, tentang Puskesmas;
4. Peraturan menteri kesehatan no.46 tahun 2015 tentang akreditasi
puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat
praktik mandiri dokter gigi.
5. KeputusanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 1457
tahun
6. 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di

Kabupaten/Kota. Dan Apabila Di Kemudian Hari Ternyata Terdapat Kekeliruan Dalam Penetapan Ini Akan Di Adakan Perbaikan Sebagaimana Mestinya. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS CIKALONG TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS Kesatu : Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Cikalong Sebagaimana Tercantum Dalam Lampiran Keputusan Ini Kedua : Keputusan Ini Berlaku Sejak Tanggal Ditetapkan. Novita Utami Sumitra NIP. 198211252010012007 . Ditetapkan di : Cikalong Pada Tanggal : 12 April 2017 KEPALA PUSKESMAS CIKALONG Drg.

alamat/tempat tinggal. jenis pelayanan. bahasa.Lampiran Surat Keputusan Kepala Puskesmas Cikalong Nomor : Tentang : Kebijakan Layanan Klinis Tanggal : KEBIJAKAN LAYANAN KLINIS A. serta dapat menulis dengan jelas. PENDAFTARAN PASIEN 1. 8. Pendaftaran dilakukan oleh petugas yang kompeten yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Kendala fisik. ketersediaan tempat tidur . Hak dan kewajiban pasien harus diperhatikan pada keseluruhan proses pelayanan yang dimulai dari pendaftaran 7. dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi dan ditindak lanjuti . 3. dan informasi lain yang dibutuhkan masyarakat yang meliputi: tarif. Pendaftaran pasien harus memperhatikan keselamatan pasien 4. tanggal lahir pasien. Petugas pendaftaran juga dapat mengoperasikan komputer. Petugas pendaftaran memiliki sikap dan prilaku yang sopan. b. dan informasi tentang kerjasama dengan fasilitas kesehatan yang lain harus dapat disediakan di tempat pendaftaran 6. Pendaftaran pasien harus dipandu dengan prosedur yang jelas berupa SOP pendaftaran 2. dan nomor rekam medis 5. Informasi tentang jenis pelayanan klinis yang tersedia. Petugas pendaftaran puskesmas melakukan sosialisasi hak dan kewajiban pasien kepada pasien dan kepada karyawan puskesmas. cara berkomunikasi yang baik serta memahami dan bisa berbahasa daerah. Identitas pasien harus dipastikan minimal dengan dua cara dari cara identifikasi sebagai berikut: nama pasien.

Proses kajian dilakukan dengan memperhatikan tidak terjadinya pengulangan yang tidak perlu 6. Jika dilakukan pelayanan secara tim. Proses kajian dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SOAP 8. dan kajian lain oleh tenaga profesi kesehatan sesuai dengan kebutuhan 3. Jika dibutuhkan rencana layanan terpadu. Kajian dan perencanaan asuhan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional yang kompeten 10. kajian keperawatan. DAN RENCANA LAYANAN 1. kebidanan. Kajian awal dilakukan secara paripurna dilakukan oleh tenaga yang kompeten melakukan pengkajian 2. maka kajian awal. dan profesi kesehatan lain wajib diidentifikasi dan dicatat dalam rekam medis 7. Peralatan dan tempat pelayanan wajib menjamin keamanan pasien dan petugas 15. . Kajian awal meliputi kajian medis. dan pelaksanaan layanan disusun secara kolaboratif dalam tim layanan yang terpadu 17. Penyusunan rencana layanan mempertimbangkan kebutuhan biologis. KEPUTUSAN. dan melibatkan pasien 18.B. Risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi. rencana layanan. dan pelaksanaan layanan dilakukan dengan peralatan dan tempat yang memadai 14. spiritual dan memperhatikan tata nilai budaya pasien 19. 5. Rencana layanan disusun untuk tiap pasien. Proses kajian dilakukan mengacu standar profesi dan standar asuhan 4. Proses kajian. sosial. Informasi kajian baik medis. Pendelegasian wewenang diberikan kepada tenaga kesehatan profesional yang memenuhi persyaratan 13. Rencana layanan dan pelaksanaan layanan dipandu oleh prosedur klinis yang dibakukan 16. Pasien dengan kondisi gawat atau darurat harus diprioritaskan dalam pelayanan 9. tim kesehatan antar profesi harus tersedia 11. psikologis. perencanaan. Kebutuhan dan keluhan pasien diidentifikasi selama proses pelaksanaan layanan. Rencana layanan disusun dengan hasil dan waktu yang jelas dengan meperhatikan efisiensi sumber daya 20. Pendelegasian wewenang baik dalam kajian mapun keputusan layanan harus dilakukan melalui proses pendelegasian wewenang 12. kajian kebidanan. keperawatan. PENGKAJIAN.

1. melakukan pendidikan/penyuluhan kepada pasien. Kasus-kasus yang perlu kewaspadaan universal terhadap terjadinya infeksi harus ditangani dengan memperhatikan prosedur pencegahan (kewaspadaan universal) 14. Pasien berhak untuk menolak atau mepengobatan 21. Petugas melakukan sosialisasi alur pelayanan pasien. perencanaan layanan. Pasien berhak untuk menolak jika dirujuk ke sarana kesehatan lain . pemeriksaan fisik. 17. 21.akan sesuai prosedur pelayanan pasien gawat darurat 12. Pelaksanaan layanan dilaksanakan secara tepat dan terencana untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu 19. Pelayanan mulai dari pendaftaran. Pelaksanaan layanan dipandu dengan pedoman dan prosedur pelayanan klinis (alur pelayanan pasien) 2. pelaksanaan layanan. Tindakan medis/pengobatan yang berisiko wajib diinformasikan pada pasien sebelum mendapatkan persetujuan 8. dan pelayanan profesi kesehatan yang lain 4. Pedoman dan prosedur layanan klinis meliputi: pelayanan medis. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam medis 6. 3. Kasus-kasus gawat darurat harus diprioritaskan dan dilaksan. didokumentasikan dan ditindak lanjuti 18. Efek samping dan risiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus diinformasikan kepada pasien 22. dievaluasi. Hak dan kebutuhan pasien harus diperhatikan pada saat pemberian layanan. Evaluasi harus dilakukan terhadap evaluasi dan tindak lanjut 11. Rencana layanan harus memuat pendidikan/penyuluhan pasien C. Keluhan pasien/keluarga wajib diidentifikasi. pemberian obat/tindakan. Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis 7. Pemberian informasi dan persetujuan pasien (informed consent) wajib didokumentasikan 9. Kasus-kasus berisiko tinggi harus ditangani sesuai dengan prosedur pelayanan kasus berisiko tinggi 13. Pelaksanaan layanan dilakukan sesuai rencana layanan 5. 15. keperawatan. sampai dengan pasien pulang atau dirujuk harus dijamin kesinambungannya 20. Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor. dan ditindak lanjut 10. PELAKSANAAN LAYANAN. Kinerja pelayanan klinis harus dimonitor dan dievaluasi dengan indikator yang jelas 16. Pemberian obat/cairan intravena harus dilaksanakan dengan prosedur pemberian obat/cairan intravena yang baku dan mengikuti prosedur aseptik. pemeriksaan penunjang. kebidanan. Rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis 23.

Kriteria petugas yang merujuk pasien yakni mampu melakukan monitoring kondisi pasien selama melakukan rujukan. Pendidikan/penyuluhan kesehatan pada pasien dilaksanakan sesuai dengan rencana layanan D. 23. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dilaksanakan oleh petugas yang kompeten 27. Resume klinis meliputi: nama pasien. Untuk penanganan kasus gawat darurat atau berisiko tinggi. Jika pasien tidak mungkin dirujuk. prosedur/tindakan yang telah dilakukan. Petugas wajib melakukan penulisan lengkap rekam medik untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu. 22. Status pasien wajib dimonitor setelah pemberian anestesi dan pembedahan 29. petugas melakukan penanganan sesuai dengan standar operasional prosedur tindakan di puskesmas naringgul. dan tanggung jawab mereka berkenaan dengan keputusan tersebut 24. Pemulangan pasien rawat inap dipandu oleh prosedur yang baku 2. puskesmas wajib memberikan alternatif pelayanan 5. Jika pasien menolak untuk pengobatan atau rujukan. 11. Sebelum melakukan anestesi dan pembedahan harus mendapatkan informed consent 28. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindak lanjuti oleh dokter yang menangani 4. kondisi klinis. Rujukan pasien harus disertai dengan resume klinis 6. Pasien diberi informasi tentang hak untuk memilih tempat rujukan 8. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dipandu dengan prosedur baku 26. akibat dari keputusan. wajib diberikan informasi tentang hak pasien untuk membuat keputusan. Penolakan untuk melanjutkan pengobatan maupun untuk rujukan dipandu oleh prosedur yang baku. Pasien dengan kebutuhan khusus perlu didampingi oleh petugas yang kompeten 9. 25. 10. dan kebutuhan akan tindak lanjut 7. RENCANA RUJUKAN DAN PEMULANGAN 1. Pada saat pemulangan. Dokter yang menangani bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemulangan/rujukan 3. pasien/keluarga pasien harus diberi informasi tentang tindak lanjut layanan .