You are on page 1of 4

PRISMA AKRESI

VERONIKA AYU
072.12.212

Prisma akresi terbentuk dari sedimen yang terakresi ke dalam lempeng tektonik yang
menujam ke bawah batas lempeng konvergen. Sebagian besar material di prisma akresi
terdiri dari sedimen-sedimen laut yang tergerus dari bagian lempeng samudra yang
menujam dan di beberapa kasus juga berasal dari produk-produk erosi dari busur
kepulauan vulkanik yang terbentuk di lempeng diatasnya.

Material yang tergabung di prisma akresi termasuk :

Pulau-pulau prisma akresi merupakan prisma akresi yang terangkat sampai ke permukaan laut sebagai konsekuensi desakan lempeng Samudera Hindia ke arah utara dengan kecepatan 6-7 cm/tahun terhadap lempeng Benua Asia-Eropa sebagai benua pasif menerima tekanan (Hamilton. sampai Simelueu yang terangkat membentuk gugusan pulau-pulau memanjang parallel terhadap arah zona subduksi (Lubis. 2009). Proses ini terjadi karena konsekuensi dari proses tumbukan antar segmen kontinen yang menyebabkan bagian tepian lempeng daerah tumbukan tersebut mengalami proses pengangkatan. Nias.• Basal lantai samudra • Sedimen pelagik • Sedimen punggungan • busur kepulauan vulkanik • Orogen koldileran dan vulkanik benua • Masa-masa benua berdekatan sepanjang strike • Material yang tertranspot ke punggungan akibat gravity sliding • Lainnya Geomorfologi dalam Prisma Akresi : Pembentukan prisma akresi di dasar laut dikontrol oleh aktifitas tektonik sesar- sesar naik (thrusting) yang mengakibatkan proses pengangkatan (uplifting). 2009). seperti yang terjadi di Kep. sedangkan contoh prisma akresi yang belum naik ke permukaan laut diperlihatkan pada Gambar 6. yaitu prisma akresi di lepas pantai selatan Jawa. Gambar 5. Oleh sebab itulah pengangkatan dan sesar-sesar naik di beberapa tempat. Mentawai. Proses ini umumnya terjadi di kawasan barat Indonesia yaitu di samudra Hindia. Enggano. Selain itu proses pembentukan lainnya yang lazim terjadi di kawasan ini adalah aktifnya patahan (sesar) dan amblasan (subsidensi) di sekitar pantai sehingga pulau-pulau akresi yang terbentuk terpisah dari daratan utamanya (Cruise Report SO00-2. 2 . memperlihatkan prisma akresi yang naik ke permukaan laut membentuk pulau-pulau prAisma akresi di lepas pantai Aceh. 1979).

Sejarah kegempaan di kawasan ini membuktikan bahwa episentrum gempa-gempa kuat umumnya terletak pada prisma akresi ini karena merupakan gempa dangkal (kedalaman < 30 Km). Geomorfologi prisma akresi yang naik kepermukaan sebagai pulau prisma akresi di lepas pantai sebelah barat Aceh. Gambar 2. Batuan prisma akresi memiliki ke-khasan tersendiri yaitu ditemukannya batuan campur-aduk (melange. yaitu accretionary wedge 1 di bagian luar & accretionary wedge 2 di bagian dalam outer arc high yang memisahkan prisma akresi dengan cekungan busur muka (Mentawai forearc asin). Adanya outer arc high yang memisahkan dua prisma akresi tersebut mengalibatkan sedimen yang berasal dari daratan induknya tidak dapat menerus ke bagian barat tetapi terendapkan di cekungan busur muka. Di Sumatera ditemukan dua prisma akresi. Prisma akresi merupakan wilayah yang paling rawan terhadap kegempaan karena pusat-pusat gempa berada di bawahnya. karena prisma akresi di kawasan ini masih belum melepaskan energi kegempaan (locked zone) sementara kawasan disekitarnya sudah terpicu dan melepaskan energi melalui serangkaian gempa-gempa sedang-kuat. Gempa kuat yang pernah tercatat mencapai skala 9 Richter pada tagl 26 Desember 2004. ofiolit) yang umumnya berupa batuan Skist berumur muda. Beberapa ahli geologi juga masih mengkhawatirkan suatu saat akan terulang gempa sebesar ini di kawasan barat Bengkulu. 3 .

4 . Gambar 3. Geomorfologi prisma akresi di selatan Jawa yang belum muncul ke permukaan laut.