You are on page 1of 2

Komplikasi Seksio Sesaria

Kelahiran sesarea bukan tanpa komplikasi, baik bagi ibu maupun janinnya
(Bobak, 2004). Morbiditas pada seksio sesarea lebih besar jika dibandingakan dengan
persalinan pervaginam. Ancaman utama bagi wanita yang menjalani seksio sesarea
berasal dari tindakan anastesi, keadaan sepsis yang berat, serangan tromboemboli dan
perlukaan pada traktus urinarius, infeksi pada luka (Manuaba, 2003; Bobak. 2004).
Demam puerperalis didefinisikan sebagai peningkatan suhu mencapai 38,50C
(Heler, 1997). Demam pasca bedah hanya merupakan sebuah gejala bukan sebuah
diagnosis yang menandakan adanya suatu komplikasi serius . Morbiditas febris
merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pasca pembedahan seksio seksarea
(Rayburn, 2001).
Perdarahan masa nifas post seksio sesarea didefenisikan sebagai kehilangan darah
lebih dari 1000 ml. Dalam hal ini perdarahan terjadi akibat kegagalan mencapai
homeostatis di tempat insisi uterus maupun pada placental bed akibat atoni uteri
(Karsono dkk, 1999). Komplikasi pada bayi dapat menyebabkan hipoksia, depresi
pernapasan, sindrom gawat pernapasan dan trauma persalinan (Mochtar, 1988).

2001. 2004. and Jensen. Jakarta : EGC. 1998. Irene. Rayburn WF. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. 4. Manuaba.1. Obstetric Patologis. Mochtar. Edisi 4. Widya Medika. Jakarta: EGC. M. Jakarta: EGC 3. Rustam. h. 2004. 2. Sinopsis Obstetri : Obstetric Fisiologi.. I Bagus. Obstetri dan Ginekologi. Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Jakarta. Lowdermilk.. TMA Chalik. Bobak. 269-271 . Alih Bahasa: H.