You are on page 1of 9

Potret Pembangunan dan Perekonomian Indonesia 2004-2013

Jannatul Liutammima M1*)
1
Mahasiswa Magister Sains Ilmu Ekonomi Universitas Gajah Mada
*)
NIM : 375 940

Pembangunan dan kestabilan perekonomian merupakan salah satu tujuan atau misi dari suatu
negara berkembang. Suatu perekonomian yang stabil dapat menekan laju inflasi dan
menyeimbangkan jumlah uang beredar di masyarakat dan perekonomian yang stabil dapat
mendukung kinerja dan produktivitas usaha dan bisnis sehingga menciptakan lapangan kerja baru
dan menekan tingkat pengangguran pada suatu negara. Pembangunan ekonomi juga merupakan
sebuah upaya untuk menigkatkan kesejahteraan ekonomi berskala besar, yaitu skala sebuah
Negara. Karena skalanya yang sangat besar tersebut, untuk mengevaluasi sejauh mana
keberhasilan sebuah pembangunan ekonomi bukanlah hal yang mudah. Di samping skala yang
besar tersebut, yang membuat evaluasi pembangunan menjadi titik mudah adalah karena variabel
utama yang diamati adalah variabel kesejahteraan, sebuah variabel yang tidak dapat diukur karena
sifatnya yang kualitatif. Ditambah lagi ukuran kesejahteraan itu tidak sederhana, akan tetapi
meliputi banyak hal atau multi dimensi.
Dalam tujuan pembangunan ekonomi suatu negara adanya sebuah indikator sebagai acuan
dan informasi dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, karena hal tersebut dapat mempengaruhi
dalam penentuan kebijakan yang akan diambil guna pelaksanaan pembangunan ekonomi di suatu
negara, seperti penentuan kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan sektoral (industri,
perdagangan, energi, pangan), nilai saham dan obligasi, serta neraca pembayaran.
Berikut akan di bahas indikator-indikator ekonomi dalam pelaksanaan pembangunan
ekonomi di Indonesia pada tahun 2003 hingga tahun 2013.

A. Kependudukan
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia
selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi
bertujuan untuk menetap. Indonesia merupakan salah satu negara ke-4 (215,27 juta jiwa),
setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa)

000 250.000.pada tahun 2005. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan pelatihanan yang didapatkan oleh penduduk usia anggkatan kerja. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Namun.000. Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik.000 230.2000 hingga 2010 dan tahun jumlahnya terus bertambah. 1971.000.000. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik.000 220.000. Berdasarkan aliran klasik. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran. serta pertumbuhan penduduk akan memperluas pasar dan menentu- kan cepat lambatnya pertumbuhan ekonomi.000 Axis Title Jumlah Penduduk Sumber : BPS Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Jumlah Penduduk Indonesia 2004-2013 2013 2012 2011 2010 Tahun 2009 2008 2007 2006 2005 2004 200. 1990.000 240. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir yakni 1961. persediaan barang modal. Permasalahan yang dialami oleh penduduk usia angkatan . Adam Smith berpendapat bahwa Pertumbuhan ekonomi ditandai oleh pertumbuhan output hasil dan pertumbuhan penduduk. sumber daya alam dan teknologi. 1980. kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk.000 210.000. karena hasil pertumbuhan output dipenagruhi oleh jumlah penduduk.

86 106. Bekerja.01 (10.96 8. Produk Domestik Bruto Pertumbuhan Ekonomi diartikan sebagai peningkatan produk nasional (PDB) karena ada peningkatan kuantitas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi itu dan suatu pembangunan diartikan sebagai peningkatan produk nasional (GDP) yang disebabkan bukan saja oleh peningkatan kuantitas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi melainkan karena digunakan teknologi baru.00 0. Dengan faktor yang sama.19 Bekerja 93. yakni rendahnya kualitas angkatan kerja.81 110. karena teknologi.93 102.95 113.00 Jumlah penduduk (juta orag) 120.72 93.00 40.39 Axis Title Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Sumber : BPS (diolah) Meski penduduk angkatan kerja meningkat.00 80.67 110.83 116.05 118.46 99.01 9.00 20. B.96 95.55 104.90 10. Namun ditahun 2013 juga tidak adanya peningkatan yang signifikan pada penduduk bekerja yakni hanya sebesar 0.32 7.00 100. (Hudiyanto :2001) . kerja.80 Pengangguran 10.39 109.21 109.00 60. akan tetapi peningkatan tersebut juga di ikuti dengan peningkata tingkat pengangguran di tahun 2005. Data Penduduk Angkata Kerja . bisa dihasilkan output yang lebih besar. dan Pengangguran 140. Jika hal ini tidak dapat ditangani maka akan dapat meningkat tingkat pengangguran yang seperti yang terjadi pada tahun 2005.70 7.97 105.39 8.93 10.24 7.87 108.94 111.000 orang) saja.53 117.37 118.25 11.00 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Angkatan Kerja 103.

Inflasi juga sangat berperan dalam mempengaruhi mobilisasi dana lewat lembaga keuangan formal. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi dan pembangunan agar terwujudnya kesejahteraan. Inflasi Secara luas Inflasi dapat dikatakan sebagai kenaikan harga yang terus menerus sehingga mengakibatkan daya beli dari masyarakat pun menjadi menurun. Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam menganilis perekonomian suatu negara. C. hal ini disebabkan karena Jumlah uang yang ada di tangan masyarakat tidak sebanding dengan tingkat kenaikan harga yang terjadi. terutama berakaitan dengan dampaknya yang luas terhadap variable makroekonomi agregat : pertumbuhan ekonomi. keseimbangan eksternal. daya saing. tingkat bungan dan bahkan distribusi pendapatan. Produk Domestik Bruto Indonesia 2004-2013 10000000 8000000 6000000 jumlah PDB Real 4000000 Jumlah PDB Nominal 2000000 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : BPS (diolah) Berdasarkan grafik diatas menunjukkan setiap tahunnya dari tahun 2004-2013 adanya usaha meproduk domestik Indonesia mengalami peningkatan. .

06 persen. Hal ini disebabkan pada tahun 2005 terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang pertama kali dilakukan yakni pada tangga 1 maret 2005 dari 1.78 persen. Laju Inflasi dan BI Rate Indonesia 2004-2013 18 16 14 12 Prosentase 10 8 6 4 2 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Tahun Inflasi BI Rate Sumber : BPS dan BI (di olah) Dari grafik di atas menjelaskan tentang kondisi inflasi dan BI rate pada setiap tahunnya dan tingkat inflasi yang paling tinggi terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar 17. pemerintah kembali menaikan harga BBM sebesar 87. pemerintah juga memberlukan suatu kebijakan ketika terjadi inflasi yakni menaikkan BI rate (suku bunga acuan).04 per barel.400 per liter menjadi 4. angka ini merupakan nilai inflasi terendah sepanjang sejarah di Indonesia.500 per liter. Pada tahun 2008 inflasi di indonesia juga dapat di katakan berada pada titik yang cukup tinggi yakni 11. seperti bahan bakar minyak dan listrik. Hal ini disebabkan adanya kenaikan harga komoditi dunia terutama minyak dan pangan. Hal ini ditujukan untuk menekan jumlah uang beredar . Disisi lain. Hal tersebut pada akhirnya memicu pula kenaikan tarif angkutan serta kenaikan bahan makanan secara terus menerus.810 per liter menjadi 2. Kenaikan harga tersebut berdampak pada kenaikan harga barang yang ditentukan pemerintah (administered prices) seiring dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. crude oil price atau harga rata-rata minyak mentah di tutup diharga USD 61. Fenomena ini disebabkan adanya deflasi pada barang-barang yang harga barang tersebut ditetapkan oleh pemerintah.11 persen.5 persen dari 2. Pada saat itu pada 30 desember 2005.400 per liter yang kemudian pada 1 oktober 2005. Sementara itu inflasi terendah terjadi pada tahun 2009 yaitu sebesar 2.

Turunnya nilai mata uang akan berdampak pada perkembangan dunia usaha dan investasi. Ekspor dan impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Indonesia sebagai negara yang sangat kaya raya dengan hasil bumi dan migas.99 persen dan 74. Sedangkan impor adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Ekspor dan Impor Kegiatan Ekspor Impor merupakan faktor penentu dalam menentukan roda perekonomian di negara kita. Ketika terjadi inflasi. Secara kumulatif. Adapun import di Indonesia tak selamanya dinilai bagus. sehingga masyarakat mau menyimpan uangnya di bank.77 persen dan 75. Ekspor adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD107. . Hal tersebut yang menjadi alasan pemerintah mengambil kebijakan. Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983.894. peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama tahun 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6.63 persen. sementara ekspor nonmigas mencapai USD29.2 miliar atau meningkat 21. yang ada di masyarakat.65 persen menjadi 5. sebab menurut golongan penggunaan barang.126. tidak dapat lepas dari adanya perdagangan internasional. D. . dimana akan sulit berkembang. maka nilai mata uang yang ada menjadi turun dan berdampak pada rendahnya keinginan masyarakat untuk menabung.2 miliar atau meningkat 26. ketika inflasi tinggi maka BI rate dinaikkan seperti gambar grafik diatas.92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007.89 persen.

turun 17. impor kapal terbang dan bagiannya. Nilai Ekspor Migas dan Non Migas Indonesia 2004-2013 180000 162019. Pada tahun 2009 baik impor migas maupun non migas mengalami penurunan.3 juta .2 129739.3.5 100000 79589. Ekspor nonmigas 2009 mencapai US$19018. serta kendaraan bermotor dan bagiannya. Sedangkan impor nonmigas yang mengalami penurunan yaitu serelia.5 29126. Kenaikan juga dialami oleh nilai impor yakni pada sektor non migas pada tahun 2012 yaitu sebesar US$ 149125.7 55939. bahan baku/penolong sebesar 38.3 60000 41477 36977. . Kenaikan impor 10 barang nonmigas tertinggi selama tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya adalah barang dari besi dan baja.6 19018. dan barang modal sebesar 4.3 107894.3 21209.92 persen bila dibanding 2008.4 80000 97491.1 66428. Tren impor baik migas maupun non migas mengalami fluktuasi. Nilai ekspor Indonesia pada 2009 mengalami penurunan sebesar 19. sementara itu untuk ekspor migas juga menunjukan tren peningkatan kecuali pada tahun 2009 dan 2013.3 28039. yaitu impor barang konsumsi sebesar 28.73 persen.08 persen.3 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 TAHUN Migas Non Migas Sumber : BPS (diolah) Grafik di atas menunjukan bahwa untuk produk migas dari tahun 2004 hingga 2011 cenderung mengalami peningkatan ekspor serta mencapai titik ekspor paling tinggi pada tahun 2011 dan tahun 2012 kemudian turun pada tahun 2013.3 32633 20000 22088.6 40000 19231. Impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-September 2009 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan untuk semua golongan.8 160000 140000 DALAM JUTA $ USD 120000 92012.6 149918.6 15645.25 persen dibanding ekspor 2008.17 persen.

Hal ini disebabkan kegiatan ekspor dan impor indonesia cenderung mengikuti kondisi pasar.6 42564.3 136734. Nilai Impor Migas dan Non Migas Indonesia 2004-2013 160000 149125.9 45266. .1 140000 141362.5 40000 27412.7 18962. Suatu neraca perdagangan dikatakan surplus jika total nilai ekspor lebih tinggi dari total nilai impor sementara dikatakan defisit jika total impor lebih rendah dari total ekspor.4 42102.6 80000 60000 40243.4 100000 108250.3 120000 DALAM JUTA $ USD 98644.2 34792.6 20000 21932.7 30552. Untuk produk migas sendiri naik turunnya nilai ekspor dan impor dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia.5 40701.7 0 11732 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 TAHUN Migas Non Migas Sumber : BPS (diolah) Berdasarkan data diatas terlihat adanya fluktuasi nilai ekspor dan impor Indonesia.9 18980.8 17457. Data nilai ekspor dan impor ini juga merupakan salah satu komponen yang menunjukan neraca perdagangan.5 52540.2 77848.

Ekonomi Moneter Buku I.D. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Indonesia. BPFE. Yogyakarta. Bank Indonesia. BPS. 2001 Nopirin. 2009 . Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2004-2013. Jakarta Hudiyanto. Jakarta Bank Indonesia. Statistik Indonesia Tahun 2004-2013. Yogyakarta. Pengantar Ekonomi Pembangunan. Ph. Drs. FE UMY.