You are on page 1of 9

SKENARIO V

1. Skenario

TELINGA KELUAR CAIRAN

Seorang Anak perempuan usia 5 Tahun diantar ke Puskesmas oleh orang tuanya dengan
keluhan keluar cairan dari telinga kanan 1 hari yang lalu disertai nyeri. 5 hari yang lalu pasien
menderita demam tinggi yang disertai hidung rasa tersumbat disertai lendir berwarna kuning
kental. Menurut ibunya pasien sering mengeluhkan nyeri pada telinga sebelah kanan namun
tidak ada riwayat mengorek telinga sebelumnya. Pada saat malam hari anaknya sering gelisah
dan sukar tidur sambil menarik-narik daun telinga kanannya.

Riwayat penyakit terdahulu: Pernah mengalami keluhan yang sama pada saat berusia 1 tahun,
Riwayat batuk-pilek berulang (+), Tidak Ada riwayat Alergi (-)

Pada pemeriksaan di dapatkan keadaan umum: tampak kesakitan, pada telinga kanan: aurikula
hiperemis, palpasi: nyeri pergerakan aurikula (+), Nyeri tekan tragus (-), Meatus Akustikus
Eksterna tampak cairan berwarna putih kental dan tidak berbau di telinga kanan, Membran
Tympani tak dapat diamati karna terhalang cairan.

2. Keywords : telinga kanan keluar cairan, nyeri pada telinga, Demam tinggi, riwayat keluhan yang
sama (+),Riwayat batuk-pilek berulang , palpasi: nyeri pergerakan aurikula (+), cairan putih kental
tidak berbau,
3. Learning Objektif :
 Mahasiswa mampu memikirkan diagnosis yang paling mungkin dari tanda telinga keluar
cairan
 Mahasiswa mampu menggali dan mencari informasi yang dibutuhkan baik dari anamnesis
maupun pemeriksaan fisik dalam upaya menegakkan diagnosis
 Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi masing-masing DD
 Mahasiswa mampu mengusulkan rencana pemeriksaan penunjang dalam upaya
menegakkan diagnosis
 Mahasiswa mengetahui tanda-tanda kegawatan daruratan pada penyakit infeksi telinga

Diferensial diagnosis yang dapat dipikirkan :  OMA  OMK tipe mukosa  OE difus  OE sirkumskripta  OMK tipe tulang/cholesteatom .  Mahasiswa mampu mengusulkan rencana penatalaksanaan baik medikamentosa maupun non medikamentosa. Dari skenario ini diharapkan mahasiswa mampu memikirkan diagnosis-diagnosis penyakit telinga yang sesuai dengan keluhan telinga keluar cairan.  Mahasiswa mampu memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai gejala yang diderita pasien 4.

2 Sadé (1985). E. Streptococus anhemolitikus. otitis media supuratif akut (OMSA). pneumokokus. dan pseudomonas auruginosa . Klein.. Senturia et al. Epidemiologi Etiologi Kuman penyebab utama pada OMA ialah bakteri piogenik. Otitis media (OM) ini merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai di seluruh dunia dengan angka kejadian yang bervariasi pada tiap-tiap negara. (1980) membagi otitis media berdasarkan durasi penyakit atas akut (< 3minggu).coli. Pada makalah ini akan dibicarakan terapi otitis media supuratif akut. Kadang – kadang ditemukan juga Haemofilus influenza. otitis media sekretori (OMS) dan otitis media supuratif kronis (OMSK). stafilokokus aeureus. proteus vulgaris. seperti Streptokokus hemolitikus. subakut (3-12 minggu) dan kronis (>12 minggu). Bakteri yang sering dijumpai pada OMSA dapat diidentifikasi dengan jelas dari banyak penelitian yang telah dilakukan. Tos dan Hussl (1989) pada third and fourth International Symposium on otitis media menganjurkan membagi otitis media berdasarkan gejala klinis atas 4 kelompok yaitu miringitis.Definisi Otitis media supuratif akut (OMSA) adalah infeksi akut telinga tengah dalam waktu yang singkat.

Pada pemeriksaan laboratorium di dapatkan leukosistosis pada pemeriksaan kultur darah bisa di dapatkan bakterimia pada saat episode demam tinggi.Diagnosis  Otalgia. seperti netrofil. penampang relatif besar pada anak dan posisi tuba yang datar menjelaskan mengapa suatu infeksi saluran nafas atas pada anak akan lebih mudah menjalar ke telinga tengah sehingga lebih sering menimbulkan OM daripada dewasa. bakteri menyebar dari nasofaring melalui tuba Eustachius ke telinga tengah yang menyebabkan terjadinya infeksi dari telinga tengah. bulging. Tuba Eustachius ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga tengah dengan tekanan udara luar (tekanan udara atmosfer). Patogenesis Pada keadaan normal.  Pyrexia.  Hearing loss. Pemeriksaan radiologi tidak dianjurkan kecuali di duga telah ada komplikasi. Dari pemeriksaan dengan menggunakan otoskopi didapatkan gambaran membaran timpani sesuai dengan stadiumnya. dan leukosit serta sel lokal seperti keratinosit dan sel mastosit akibat proses infeksi tersebut akan menambah permiabilitas pembuluh darah dan menambah pengeluaran sekret di telinga tengah. muara tuba Eustachius berada dalam keadaan tertutup dan akan membuka bila kita menelan. Mediator peradangan pada telinga tengah yang dihasilkan oleh sel-sel imun infiltrat. gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang dengar.  Thickened. Fungsi tuba yang belum sempurna. tuba yang pendek. Pada anak dengan infeksi saluran nafas atas.  Otorrhea. Pada saat ini terjadi respons imun di telinga tengah. pilek. Pemeriksaan Pada anamnesa dengan penderita otitis media akut didapatkan adanya riwayat batuk. monosit. hyperemic Membran tympani. . nyeri telinga.

Stadium Hiperemis (presupurasi) Pada stadium ini tampak pembuluh darah yang melebar di membrane timpani atau seluruh membrane timpani tampak hiperemis serta edem. Terjadinya OMSK disebabkan oleh keadaan mukosa telinga tengah yang tidak normal atau tidak kembali normal setelah proses peradangan akut telinga tengah. adanya peningkatan beberapa kadar sitokin kemotaktik yang dihasilkan mukosa telinga tengah karena stimulasi bakteri menyebabkan terjadinya akumulasi sel-sel peradangan pada telinga tengah. serta terbentuknya eksudat yang purulen di cavum timpani menonjol (bulging) ke arah liang telinga luar. Penyembuhan OM ditandai dengan hilangnya sel-sel tambahan tersebut dan kembali ke bentuk lapisan epitel sederhana. mempunyai stroma yang banyak serta pembuluh darah. Efusi mungkin telah terjadi. 2. 3. karena adanya absorpsi udara. Stadium Supurasi Edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superficial. tetapi tidak dapat dideteksi. Manifestasi Klinis Gejala klinik otitis media akut tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien. Stadium Oklusi Tuba Eustachius Tanda adanya oklusi tuba eustachius ialah adanya gambaran retraksi membrane timpani akibat tekanan negative didalam telinga tengah. Mukosa telinga tengah mengalami hiperplasia. . Stadium otitis media akut berdasarkan perubahan mukosa telinga tengah terdiri dari : 1. menjadi pseudostratified respiratory epithelium dengan banyak lapisan sel di antara sel tambahan tersebut. nadi dan suhu meningkat. Stadium ini sukar dibedakan dengan otitis media serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi. serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Kadang-kadang membrane timpani tampak normal atau berwarna keruh pucat. Pada keadaan ini pasien tampak sangat sakit. Sekret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar terlihat. kemudian timbul tromboflebitis pada vena-vena kecil serta nekrosis pada mukosa dan submukosa. Selain itu. mukosa berubah bentuk dari satu lapisan. keadaan tuba Eustachius yang tertutup dan adanya penyakit telinga pada waktu bayi. epitel skuamosa sederhana. Apabila tekanan nanah di cavum timpani tidak berkurang maka terjadi iskemia akibat tekanan pada kapiler-kapiler. Epitel respirasi ini mempunyai sel goblet dan sel yang bersilia.

maka dapat terjadi rupture membrane timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke telinga luar. Anak-anak yang tadinya gelisah sekarang menjadi tenang. Klasifikasi Diagnosis Banding . suhu badan turun dan anak-anak dapat tidur nyenyak. Stadium Resolusi Bila membrane timpani tetap utuh maka keadaan membrane timpani perlahan-lahan akan normal kembali bila sudah terjadi perforasi. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah. Stadium Perforasi Karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotik atau virulensi kuman yang tinggi. maka resolusi dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan. 5. Di tempat ini akan terjadi rupture. Otitis media akut dapat menimbulkan gejala sisa (sequele) berupa otitis media serosa bila secret menetap di cavum timpani tanpa terjadinya perfoasi. kemudian secret akan berkurang dan akhirnya kering. 4. Nekrosis ini pada membrane timpani terlihat sebagai daerah yang lembek dan berwarna kekuningan.

Jika otalgia merupakan keluhan utamamaka nyeri alih harus dipertimbangkan terutama jika pada pemeriksaan otoscopy di dapatkan membrane tympani yang normal. Terapi tergantung pada stadium penyakitnya ditujukan untuk membuka kembali tuba eustachius sehingga tekanan negative di telinga tengah hilang. Terapi lini pertama untuk otitis media akut berupa Amoksisilin (80 mg / kg / d diberikan dalam tiga dosis terbagi selama 10 hari). Dalam kasus resisten. . Pada orang dewasa neoplasma pada faring dan laring di dapatkan otalgia sebagai satu-satunya gejala. mungkin perlu untuk menggunakan lebih antibiotik spektrum luas di masa depan .Setiap pasien yang mengalami otorea yang berulang dapat di diagnosis sebagai otitis media supuratif kronis otitis eksterna juga memberikan gejala otalgia dan otorea yang berasal dari debris pada telinga tengah yang terinfesi. amoksisilin harus diberikan dalam kombinasi denganklavulanat Pengobatan tambahan berupa dekongestan lokal atau sistemik dan antipiretik. sites of origin dari nyeri alih otalgia berasal dari gigi atau sendi tempomandibular. dengan pemberian antibiotik. dengan meningkatnya jumlah strain yang resisten terhadap bakteri. Pengobatan pada stadium awal ditujukan untuk mengobati infeksi saluran nafas atas. Penatalaksanaan Pedoman penanganan dianjurkan untuk dilakukan pengamatan awal tanpa terapi antibiotik untuk anak dengan usia diatas 2 tahun atau lebih tua dengan nonsevere otitis media (mild otalgia dan demam < 39 C). Pada neonates dan bayi dengan demam tinggi dan gejala sistemik kemungkinan meningitis harus di pertimbangkan.

Pemasangan pipa ventilasi ini juga merupakan terapi pada otitis media efusi. tindakan miringotomi ini dapat dilakukan. Sejak saat itu cara ini menjadi teknik yang populer untuk mempertahankan pembersihan cairan telinga tengah. Teknik ini diusulkan oleh Politzer tetapi dipopulerkan oleh Armstrong (1954). Penatalaksanaan medis berupa pemberian antibiotik dosis rendah dalam jangka waktu hingga 3 bulan. Indikasinya dalam pengobatan OMA dijelaskan oleh Astley Cooper (1802). Alternative lain adalah pemasangan tuba ventilasi untuk mengeluarkan secret terutama pada kasus-kasus yang membandel. Miringotomi dapat dilanjutkan dengan pemasangan pipa ventilasi ke telinga tengah. meminimalkan rekurensi episode OMSA dan mengoptimalkan pendengaran selama masa masa perkembangan berbicara. Ketika terapi antibiotika gagal dan pasien tetap berada dalam sakit yang akut pada OMSA. Mastoidektomi Sederhana (Simple Mastoidectomy) Operasi mastoidektomi sederhana ini pertama kali dilakukan pada awal abad 19 dan Jean Petit adalah orang pertama yang mengusulkan untuk melakukan operasi ini pada raja Perancis. dan juga prosedur yang bertujuan untuk diagnostik karena cairan yang didapat dari tindakan miringotomi dapat dikirim untuk kultur dan sensitivitas. baik golongan sulfa atau penisilin Penatalaksanaan bedah pada Otitis media akut Miringotomi / Timpanosintesis Miringotomi atau timpanosintesis merupakan terapi bedah pada OMSA yang populer pada tahun 1950-1960-an. 50 tahun kemudian mengatakan: “Tidak ada prosedur bedah lain yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan seseorang selain dengan mengevakuasi pus secara bijaksana dari kavum timpani melalui insisi pada membrane timpani”. yang pada waktu itu mengalami telinga berair disertai demam dan penurunan kesadaran. Keputusan untuk melakukan miringotomi umumnya berdasarkan kegagalan profilaksis secara medis atau timbul reaksi alergi terhadap antimikroba yang lazim dipakai. . Charles II. Prosedur ini merupakan prosedur terapi yaitu dengan menghilangkan tekanan udara di telinga tengah. Pengobatan pada anak-anak dengan kecenderungan mengalami otitis media akut dapat bersifat medis atau pembedahan. Schwartze.

teknik operasi ini tidak hanya dilakukan untuk membersihkan penyakit pada ruang mastoid tetapi juga untuk memberikan akses ke struktur yang lebih dalam dari tulang temporal seperti yang dikerjakan dalam operasi implant koklear atau operasi untuk telinga dalam. Operasi ini diindikasikan untuk kasus-kasus OMSA yang gagal dengan terapi antibiotika atau mulai menuju ke mastoiditis koalesen.EGC buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala dan leher FK UI Current Diagnosis & Treatment in Otolaryngology—Head & Neck Surgery. Seiring dengan kemajuan pengetahuan. Operasi ini selain bertujuan untuk mengevakuasi abses koalesen dari mastoid pada OMSA juga merupakan penatalaksanaan bedah untuk OMSK tanpa kolesteatoma. Schwartze (1873) mengembangkan dan menjelaskan teknik dan indikasi operasi untuk membersihkan korteks mastoid dan membersihkan sistem sel udara yang terlibat dalam infeksi sehingga memungkinkan terjadinya drainase yang baik dalam seluruh ruang timpanomastoid yang saat ini dikenal dengan ‘simple mastoidectomy’ atau “Schwartze’ operation”. Sumber buku ajar THT Boeis. 2nd Edition Cummings Otolaryngology Head&Neck Surgery. 2005 . 4th ed.