You are on page 1of 16

Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur

THURSDAY, MARCH 26, 2015

Bagikan :
A. PENGERTIAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Perusahaan pengolahan/manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan
mentah (bahan baku) menjadi barang jadi. Perusahaan manufaktur yang lebih besar, lebih-
lebih bila proses produksinya lebih komplek, biasanya menggunakan sistem akuntansi yang
didasarkan pada persediaan perpetual. Sistem akuntansi untuk operasi manufaktur yang
didasarkan pada persediaan perpetual tersebut disebut “sistem akuntansi biaya “ (Cost
accounting system), sistem ini dapat menghasilkan informasi tentang harga pokok produksi
per unit dan lebih efektif dalam membantu manajemen dalam pengawasan
Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan: Persediaan Bahan Baku, Persediaan
Barang Dalam Proses, dan Persediaan Barang Jadi

B. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan
perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga
Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi.
1. Neraca
Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang Perusahaan Manufaktur
Neraca sebagian Neraca sebagian
31 Desember 2010 31 Desember 2010
Aktiva Lancar: Aktiva Lancar:
Rp Rp
Kas 1.000 Kas 1.200

Piutang (bersih) 13.000 Piutang (bersih) 4.000
Persediaan Barang
Dagangan 9.000 Persediaan:
Sewa Dibayar di Rp
Muka 2.900 Barang Jadi 15.000
Barang Dalam
25.900 Proses 18.000
Bahan Baku 9.000
42.000
Sewa Dibayar di
Muka 1.600
48.800

2. Laporan Laba Rugi
Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi antara Perusahaan
Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang
Laporan Laba Rugi sebagian
Periode Tahun 2010
Harga Pokok Penjualan:

Rp 100.250 Perusahaan Manufaktur Laporan Laba Rugi sebagian Periode Tahun 2010 Harga Pokok Penjualan: Persediaan Barang Jadi 1 Januari …………………. Rp 700. Persediaan Barang Dagangan 1 Januari ………… Rp 10..000 (+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) …………… 688.000 Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………….000 Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb: Perusahaan Dagang: Persediaan Barang + Pembelian .250 Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………… Rp 109.250 (-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember … 9.000 (+) Pembelian Bersih …………………. 15. Persediaan Barang = Harga Pokok Dagangan (Awal) Bersih Dagangan (Akhir) Penjualan Perusahaan Manufaktur: Persediaan Barang + Harga Pokok .…………… 99. Rp 12.000 Harga Pokok Penjualan Rp 685.000 Harga Pokok Penjualan …………………………….000 (-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember …………. Persediaan Barang = Harga Pokok Jadi (Awal) Produksi Jadi (Akhir) Penjualan .

000 Total Biaya Produksi tahun ini …………………………………… 696.000 ………..000 Ditambah: Pembelian ……………….00 Januari ………………….000 Tersedia Dipakai ………….000 Listrik dan Air ………………………… 140.000 Dikurangi: Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember ……………. 100.000 Bahan Habis Pakai Pabrik …………..000 .... 200.. Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (Merupakan lampiran Laporan Laba Rugi di atas): Skedul Harga Pokok Produksi Tahun 2010 Persediaan Barang Dalam Proses 1 Rp 10..000 Biaya Overhead Pabrik: Tenaga Kerja Tidak Langsung . Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi. 18. 60. 0 Ditambah: Bahan Baku: Persediaan 1 Januari Rp ………………. 105 Dikurangi : Persediaan 31 Desember 9. 5.000 Bahan Baku Dipakai ………………………………. 105. 120.000 Total Biaya Barang Dalam Proses ………………………………… 706..…… Rp 50. 30. Rp 96.000 Penyusutan Gedung Pabrik ………..000 Penyusutan Mesin ………………….. sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.…..000 Total Biaya Overhead Pabrik ……………………… 400.. tetapi dalam Laporan Laba Rugi hanya disajikan totalnya saja.000 Harga Pokok Produksi ……………………………………………… 688.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….

baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.l. Biaya Tenaga Kerja Langsung  Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang. yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan. tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku.  Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya. a.  Biaya penyusutan gedung pabrik. bagian reparasi.000  Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses. yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.  Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode. mandor.  Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik. C.000 Rp 100. seperti terlihat pada jurnal berikut: Pembelian Bahan Baku Mei 17 Kas / Utang Dagang Rp 100. Biaya Bahan Baku  Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi. HARGA POKOK PRODUKSI Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi. dll  Biaya bahan penolong. Biaya penyusutan mesin. . tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi. baik di awal maupun akhir periode. SIKLUS AKUNTANSI  Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.:  Biaya tenaga kerja tidak langsung. 3. Biaya Overhead Pabrik  Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan. Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung. mekanik.  Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. Jadi. baik di awal maupun akhir periode. Biaya-biaya tersebut terdiri dari:  Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)  Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)  Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP) 1. dll D.  Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain. Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku. seperti Upah pengawas.  Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik:  Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa. 2.

Proses 10.000 Biaya Penyst.000 9. Dalam perusahaan manufaktur. 715.500. 200.000 140.000 Biaya Bahan Habis Pakai 30.000 Biaya Listrik dan Air 140.000 Pembelian Bahan Baku 100.500.000 715.000 Biaya Penyst.000 15.000 120.000 5.000 30.000 Biaya Pemasaran 40.000 18.000 Biaya Tenaga Kerja TL 50. Barang Dlm. Gedung Pabrik 120.000 10. Mesin 60.000 E.000 40.  Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang.000 60.000 1. tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.000 15.000 Persediaan Bahan Baku 5.000 18.000 9.000 200.000 12.000 Biaya Tenaga Kerja Lgsg.000 100. Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang.000 Harga Pokok Produksi 688.000 50..00 1.000 27.00 Penjualan 0 0 ………. JURNAL PENUTUP Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. ……….000 715. rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup .000 Persed.  Contoh Neraca Lajur Sebagian: Perusahaan Manufaktur Neraca Lajur sebagian Periode tahun 2010 Harga Pokok Laporan Rugi- Nama NSSD Poduksi Laba Neraca Rekening Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Persediaan Barang Jadi 12.

000 Tag : akuntansi.000 Persediaan Barang Jadi Penjualan Ikhtisar Laba Rugi (untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan) Rp 15.000 Biaya Penyusutan Mesin 50. Contoh: Harga Pokok Produksi Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Bahan Baku 31 Pembelian Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung Biaya Listrik dan Air Rp 10.000 Ikhtisar Laba Rugi Biaya Pemasaran (untuk menutup biaya pemasaran) 31 Rp 40.000 31 Rp 700. akuntansi perusahaan manufaktur .000 31 9.000 31 1.000 688.000 Pabrik 200.000 Rp 40.000 Rp 1.semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi.000 Persediaan Bahan Baku awal. dan 120.000 Ikhtisar Laba Rugi Persediaan Barang Jadi Harga Pokok Produksi (untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi) Rp 12. rekening-rekening Biaya produksi) Rp 715.515.500.000 60. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Laba Rugi. 30.000 Rp 27.000 (untuk menutup rekening 140. akuntansi dasar.000 .000 Des Barang Dalam Proses awal.000 Biaya Bahan Habis Pakai 5.000 Biaya Penyusutan Gedung 100.000 Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Bahan Baku Harga Pokok Produksi (untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku) Rp 18.

200 Piutang (bersih) 13.900 Barang Dalam Proses 18. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi. Perusahaan manufaktur yang lebih besar.000 Persediaan Barang Dagangan 9. Neraca Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur: Perusahaan Dagang Perusahaan Manufaktur Neraca sebagian Neraca sebagian 31 Desember 2010 31 Desember 2010 Aktiva Lancar: Aktiva Lancar: Kas Rp 1. PENGERTIAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR Perusahaan pengolahan/manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi. 1.000 Piutang (bersih) 4. MARCH 26. dan Persediaan Barang Jadi B.Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur THURSDAY. lebih-lebih bila proses produksinya lebih komplek. biasanya menggunakan sistem akuntansi yang didasarkan pada persediaan perpetual.900 Barang Jadi Rp 15.000 25. Persediaan Barang Dalam Proses.000 Persediaan: Sewa Dibayar di Muka 2.000 Kas Rp 1. 2015 Bagikan : A. LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Sistem akuntansi untuk operasi manufaktur yang didasarkan pada persediaan perpetual tersebut disebut “sistem akuntansi biaya “ (Cost accounting system). sistem ini dapat menghasilkan informasi tentang harga pokok produksi per unit dan lebih efektif dalam membantu manajemen dalam pengawasan Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan: Persediaan Bahan Baku.000 .

000 42.600 48.250 (-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember … 9. Rp 100.000 (+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) …………… 688.250 Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………… Rp 109.000 .000 Harga Pokok Penjualan …………………………….800 2.250 Perusahaan Manufaktur Laporan Laba Rugi sebagian Periode Tahun 2010 Harga Pokok Penjualan: Persediaan Barang Jadi 1 Januari …………………. Rp 700.000 Sewa Dibayar di Muka 1.000 (+) Pembelian Bersih ………………….…………… 99.000 Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………. Rp 12.. Bahan Baku 9. Laporan Laba Rugi Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur: Perusahaan Dagang Laporan Laba Rugi sebagian Periode Tahun 2010 Harga Pokok Penjualan: Persediaan Barang Dagangan 1 Januari ………… Rp 10.

15.000 Harga Pokok Penjualan Rp 685. Persediaan Barang = Harga Pokok Dagangan (Awal) Bersih Dagangan (Akhir) Penjualan Perusahaan Manufaktur: . (-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember ………….000 Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb: Perusahaan Dagang: Persediaan Barang + Pembelian .

Rp 10.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….……….. Persediaan Barang = Harga Pokok Jadi (Awal) Produksi Jadi (Akhir) Penjualan Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi..…..000 Bahan Baku Dipakai ………………………………. Rp 5.000 Ditambah: Bahan Baku: Persediaan 1 Januari ………………. sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.000 Biaya Overhead Pabrik: . Persediaan Barang + Harga Pokok . Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (Merupakan lampiran Laporan Laba Rugi di atas): Skedul Harga Pokok Produksi Tahun 2010 Persediaan Barang Dalam Proses 1 Januari ………………….000 Ditambah: Pembelian ………………. 105 Dikurangi : Persediaan 31 Desember 9.000 Tersedia Dipakai …………. Rp 96. 200. 100... tetapi dalam Laporan Laba Rugi hanya disajikan totalnya saja.000 105..

000 Total Biaya Overhead Pabrik ……………………… 400.000 Dikurangi: Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember …………….. 18..000 C. HARGA POKOK PRODUKSI Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi. . Biaya-biaya tersebut terdiri dari: ü Biaya Bahan Baku (disingkat BBB) ü Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL) ü Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP) 1.000 Bahan Habis Pakai Pabrik ………….. 120.000 Penyusutan Gedung Pabrik ………. Biaya Bahan Baku  Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.000 Total Biaya Produksi tahun ini …………………………………… 696.  Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya.. 60...…… Rp 50.000 Total Biaya Barang Dalam Proses ………………………………… 706. Tenaga Kerja Tidak Langsung . 30.000 Harga Pokok Produksi ……………………………………………… 688.000 Listrik dan Air ………………………… 140.000 Penyusutan Mesin ………………….

 Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain.  Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik. a. baik di awal maupun akhir periode. Jadi. tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku. dll ü Biaya bahan penolong. bagian reparasi.l. Biaya penyusutan mesin. baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin. mandor. seperti Upah pengawas. mekanik. Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung. seperti terlihat pada jurnal berikut: . § Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik: ü Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa. dll D. yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi.: ü Biaya tenaga kerja tidak langsung.  Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. ü Biaya penyusutan gedung pabrik. SIKLUS AKUNTANSI § Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. Biaya Overhead Pabrik  Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan. Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku. 2. yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan. 3. Biaya Tenaga Kerja Langsung  Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang.

000 15. Pembelian Bahan Baku Mei 17 Kas / Utang Dagang Rp 100. ü Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode.000 ü Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses. § Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang. baik di awal maupun akhir periode. § Contoh Neraca Lajur Sebagian: Perusahaan Manufaktur Neraca Lajur sebagian Periode tahun 2010 NSSD Harga Pokok Poduksi Laporan Rugi-Laba Neraca Nama Rekening Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Persediaan Barang Jadi 12.000 Rp 100. tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.000 12.000 . § Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang.000 15.

000 40.000 Penjualan 1.000 Biaya Bahan Habis Pakai 30.000 10. rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi.000 Harga Pokok Produksi 688.000 5.Persed.000 50.000 Biaya Pemasaran 40.000 60..000 200.000 18.000 140. Mesin 60.500.500.000 30.000 Biaya Penyst.000 27. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Laba Rugi. 200.000 120.000 ……….000 715.000 Biaya Listrik dan Air 140.000 9. ………. Barang Dlm. 715.000 Pembelian Bahan Baku 100.000 Biaya Penyst.000 18. Proses 10.000 Biaya Tenaga Kerja Lgsg. JURNAL PENUTUP Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Gedung Pabrik 120.000 Biaya Tenaga Kerja TL 50. Dalam perusahaan manufaktur.000 9. .000 Persediaan Bahan Baku 5.000 1.000 E.000 715.000 100.

000 . rekening-rekening Biaya produksi) Rp 715.000 Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung 100.Contoh: 31 Harga Pokok Produksi Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Bahan Baku Pembelian Bahan Baku Rp 10.000 Biaya Penyusutan Gedung Pabrik 140.000 Rp 27.000 Biaya Bahan Habis Pakai 50.000 Biaya Tenaga Kerja Langsung 5.000 Biaya Listrik dan Air 200. dan Des.000 Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Bahan Baku Harga Pokok Produksi (untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku) Rp 18. Barang Dalam Proses awal.000 31 9.000 Baku awal.000 Biaya Penyusutan Mesin 30.000 (untuk menutup rekening Persediaan Bahan 120.000 60.

akuntansi perusahaan manufaktur .000 Tag : akuntansi. Persediaan Barang Jadi Penjualan Ikhtisar Laba Rugi (untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan) Rp 15.515.000 31 1.000 688.000 31 Rp 700. akuntansi dasar.000 Rp 40.000 Rp 1.000 Ikhtisar Laba Rugi Persediaan Barang Jadi Harga Pokok Produksi (untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi) Rp 12.000 Ikhtisar Laba Rugi Biaya Pemasaran (untuk menutup biaya pemasaran) 31 Rp 40.500.