You are on page 1of 11

TUGAS PRA PRAKTIKUM ENDAPAN MINERAL

1. Macam Kelompok Mineral


a. Kelompok Native Element;
Kelompok ini dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau
komposisi kimia saja. Contohnya emas (Au), perak (Ag), Platina (Pt),
bismuth (Bi), arsenic (As), intan, graphite dan sulfur. Pada umumnya sifat
dalam (tenacity) mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan
palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat
memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan.
Tidak dapat menghantarkan arus listrik; berwarna transparant (jernih dan
jelas) hingga transculent (tembus cahaya) dan cenderung mempunyai
nidang belahan kristal yang jelas.
b. Kelompok Sulfida;
Kelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini
terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang) (S2-
). Pada umumnya unsur utamanya adalah logam (metal). Contohnya pirit
(FeS2), Kalkosit (Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS), dan Kalkopirit
(CuFeS2).
c. Kelompok Oksida dan Hidroksida;
Kelompok ini merupakan mineral yang terbentuk dari kombinasi unsur
tertentu dengan gugus anion oksida (O2-) dan gugus hidroksil hidroksida
(OH-). Mineral Oksida contohnya Kuprit (Cu2O), Zincite (ZnO), Rutil
(TiO2), Pirolusit (MnO2). Sedangkan Mineral Hidroksida contohnya
Manganite MnO(OH), Bauksit [FeO(OH)] dan limonite (Fe2O3.H2O).
d. Kelompok Halida
Kelompok ini Adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur-unsur
logam bersenyawa dengan unsur-unsur Halogen (Chlorine, Bromine,

1
Flourine dan Iodine). dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogen
elektro negatif, seperti: F-, Cl-, Br-, I-. Contohnya Sylvite (KCl), Cryolite
(Na3AlF6), Atacamite [Cu2ClC(OH)5].
e. Kelompok Karbonat
Kelompok ini merupakan Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2,
dan disebut karbonat, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan
kalsium karbonat, CaCO3 dikenal sebagai mineral kalsit. Mineral ini
merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Kelompok ini
dicirikan oleh persenyawaan dengan ion (CO3)2-Contohnya (dolomite
(CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan magnesite (MgCO3).
f. Kelompok Sulfat;
Kelompok ini terdiri dari anion sulfat (SO4)2- . Mineral sulfat adalah
kombinasi logam dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat
biasanya terjadi pada daerah evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar
airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan
halida berinteraksi.dicirikan oleh kombinasi logam dengan anion sufat.
contohnya barit, celestite, anhydrite, angelsit, dan gypsum.
g. Kelompok Phosphat;
Kelompok ini Adalah persenyawaan kimia antara unsur-unsur logam
dengan Phospate(PO4)3-. Ribuan species dari golongan ini dapat dikenali,
namun keberadaannya tidaklah berlimpah. Beberapa Phospates, seperti
Arsenic merupakan mineral yang utama, tetapi kebanyakan anggota-
anggotanya secara keseluruhan membentuk kelompok-kelompok dari
oksidasi sulfides. Contohnya Vivianite [Fe+2(PO4)2.8H2O], Wavellite
[Al3(PO4)2(OH,F)3.5H2O], Apatite [Ca5(PO4)3(F,Cl,OH)].
h. Kelompok Silikat
Adalah persenyawaan kimia antara unsur-unsur logam dengan salah satu
dari Si O tetrahedra (SiO4)4- tunggal atau berantai. Silikat adalah
golongan mineral yang paling besar dan sangat berlimpah-limpah

2
keberadaannya, dalam hal ini silikat adalah unsur pokok penyusun batuan
beku dan batuan metamorf. Contohnya Quartz (SiO2), Feldspar Alkali,
Feldspar Plagioklas, Muscovit, Biotit, Horblende, Piroksin, dan Olivin.sur
metal.
2. Pengertian Mineral Logam
Mineral logam adalah mineral yang mengandung unsur logam atau
agregatnya. Menurut keterdapatannya di Indonesia, mineral logam dibagi
menjadi 4 jenis, yaitu :

1. Logam Dasar (Base Metal)

logam yang secara ekonomis sangat berharga dan banyak dibutuhkan,


terdiri dari : emas (Au), Perak (Ag) dan Platina (Pt). Dalam kedua kelompok
ini satu sama lain selalu berkaitan, bisa dalam bentuk urat maupun dalam
bentuk sebaran dalam batuan, khusus untuk emas selain terkemas dalam
bentuk urat, biasanya dalam urat kuarsa, juga bisa terdapat sebagai emas
alluvial yang tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di
endapan pasir sungai yang masih aktif. Logam Dasar dan Logam Mulia
yang terbentuk dalam urat biasanya di Indonesia khususnya terjadi dalam
lingkungan batuan gunungapi dan populer disebut Emas Epitermal. Sudah
barang tentu disebut demikian setelah memenuhi kriteria-kriteria
pembentukkannya.Contoh logam dasar yang terdapat di Indonesia adalah
air raksa (Hg), seng (Zn), tembaga (Cu), timah (Sn), dan timbal (Pb).

3
(a) (b)

Gambar 1 (a) Timah (b) timbal

2. Logam Mulia

Jenis logam ini disebut logam mulia karena tahan terhadap korosi
maupun oksidasi. Logam mulia yang terdapat di Indonesia adalah emas
(Au), emas placer (Au), perak (Ag) , dan platina (Pt). Karena sifatnya yang
langka dan tahan korosi maka logam mulia memiliki harga yang cukup
tinggi. Logam mulia merupakan anggota dari logam transisi. Logam ini
biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (Au, Ag), bahan tahan
karat (lapisan perak), ataupun katalis (Pt).

(a) (b) (c)


Gambar .2 (a) emas (b) Perak (c) Platinum
3. Logam Besi dan Paduan Besi

4
Jenis logam ini lazim digunakan dalam industri besi dan campurannya.
Logam besi yang terdapat di Indonesia yaitu besi (Fe), besi laterit (Fe),
kobalt (Co), krom (Cr), krom placer (Cr), mangan (Mg), molibdenum
(Mo), nikel (Ni), dan pasir besi.

(a) (b) (c)

Gambar 3 (a) mangan (b) krom (c) nikel

4. Logam Ringan dan Langka

adalah logam yang secara relatif, ditemukan dalam jumlah sedikit dan
tersebar di bumi. Unsur-unsur logam ini, jarang ditemukan terkonsentrasi
dalam jumlah banyak. Kegunaan unsur-unsur logam jarang umumnya
untuk teknologi tinggi seperti : barang elektronik, katalis dalam
pengolahan minyak bumi, keramik tahan panas dan lain-lain. Kelompok
Mineral Logam Besi dan Campuran Besi, logam yang lazim digunakan
dalam industri besi dan campurannya Jenis logam ini yang terdapat di
Indonesia meliputi aluminium (Al), monasit, titan laterit (Ti), titan placer.

(a) (b) (c)

Gambar 1.4 (a) Bauksit (b) Monaksit (c) Titanium


5
3. Sifat Fisik Mineral
a. Magnetit (Fe2O3)

Gambar 1 Magnetit

Warna : Abu-abu perak, hitam


Kilap : Logam
Kekerasan : 5-6 skala Mohs
Cerat : Coklat kemerahan
Belahan : Sempurna
Pecahan : Uneven
Bentuk : prismatik
Berat Jenis : 4.9-5.36 gr/cm2
Sifat Dalam : Brittle ( Rapuh )
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparasi : Opaq ( tidak tembus )
b. Pirolusit (MnO2)

Gambar 2 Pirolusit

6
Warna : Hitam besi
Kilap : Logam
Kekerasan : 6,5
Cerat : Hitam
Belahan : Sempurna {110}
Pecahan : Uneven
Bentuk : Kristalin
Struktur : Sacharoidal
Berat Jenis : 4,75
Sifat Dalam : Brittle ( Rapuh )
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparasi : Opaq ( tidak tembus )
c. Pirit (FeS2)

Gambar 3 Pirit
Warna : Kuning keemasan
Cerat : Hitam kehijauan hingga hitam kecoklatan
Kekerasan : 6 6,5 skala Mohs
Kilap : Logam
Transparansi : Opaq
Berat Jenis : 4,9 5,10
Belahan : Tidak Jelas (indistinct)

7
Pecahan : Uneven
Sifat Dalam : Rapuh (brittle)
Sistem Kristal : isometric diploidal 2/m 3
Mineral Asosiasi : kuarsa, kalsit, emas, sfalerit, galena, fluorit, dll..
Kemagnetan : Paramagnetic

d. Malasit (Cu2CO3(OH)2)

Gambar 4 Malasit
Warna : hijau
Kilap : kaca
Kekerasan : 2,5 - 3
Cerat : putih
Belahan : 1 arah
Pecahan : uneven
Bentuk : kristalin
Struktur : granular
Sifat dalam : brittle
Kemagnetan : paramagnetik
Sifat lain : ketembusan cahaya opaque

8
e. Kalkopirit (CuFeS2)

V
Gambar 5 Kalkopirit

Berat Jenis (BD) : 4,28


Sistim Kristal : tetragonal
Belahan : tidak jelas
Warna : kuning terang sering dengan coklat
Goresan : hitam kehijauan
Kekerasan : 3,5-4

f. Galena (PbS)

Gambar 6 Galena

9
Belahan : Sempurna
Warna : Abu-abu timbal kehitaman, abu-abu
kehitaman.
Berat jenis : 7.2 - 7.6, Rata-rata = 7.4
Derajat kemurnian : Tembus cahaya
Pecahan : Brittle umumnya ditunjukkan olehkaca dan
mineral non logam
Kekerasan : 2.5 - Finger Nail
Luminasi : Tidak ada
Kilap : Logam
Sifat magnetik : Nonmagnetik
Cerat : Hitam keabuan

g. Garnerit

Gambar 7 Garnerit

Warna : Hijau, merah, ungu

Kilap/Luster : Kaca

Transparansi kristal : Transparan menjadi buram Transparansi

Sistem kristal : Isometrik tetapi bervariasi dalam komposisi


kimia dan sifat-sifat fisiknya.

10
Berat Jenis : Pembelahan Mungkin menunjukkan
perpisahan.

Pembelahan : Tidak ada

Pecahan/Fraktur : Fraktur Conchoidal untuk tidak merata

Kekerasan : 6,5-7,5

Berat Jenis : 3,5-4,3

Karakteristik lain : Rapuh

11