You are on page 1of 2

Pada perawatan hari ke-27, penderita sudah sadar, tetapi masih belum bisa diajak

berkomunikasi. Pada pemeriksaan fisik status generalis tekanan darah 140/90 mmHg, MAP
106,67, frekuensi nadi 102 x/menit regular, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 37,80C, saturasi
O2 98%. Pada pemeriksaan neurologik, GCS 15, pupil bulat isokor, dengan diameter kanan
dan kiri 3 milimeter, pupil kanan dan kiri reaktif terhadap reaksi cahaya langsung maupun tidak
langsung. Nervus cranialis paresis N.VII sentral kanan. Status motorik hemiparesis kanan.
Tonus otot anggota gerak kanan menurun dan anggota gerak kiri normal. Refleks fisiologis :
bisep, trisep, brachioradialis, refleks patella, refleks achilles anggota gerak kanan menurun dan
kiri normal.

Penderita di diagnosis dengan stroke perdarahan intraserebral, perdarahan


intraventrikular, hipertensi terkontrol, sepsis ec pneumonia, pneumonia, dan post hematemesis.
Penatalaksanaan tirah baring, amlodipine 10mg 1-0-0, valsartan 80mg 0-0-1, Omeprazole 2 x
20mg, Sucralfat 4 x C2, inj.Meropenem 3 x 1gr, N-Acetyl sistein 3 x 500mg, konsul Neuro-
behaviour. Jawaban Neurobehaviour : Kondisi saat ini pasien menderita gangguan atensi.
Penanganan dengan pemeriksaan neuropsikologi dewasa, terapi gangguan atensi dan memori,
dijadwalkan untuk kontrol di poli Neurobehaviour.

Pada perawatan hari ke-30, penderita sadar penuh dengan gangguan perhatian. Pada
pemeriksaan fisik status generalis tekanan darah 140/90 mmHg, MAP 106,67 , frekuensi nadi
102 x/menit regular, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 38,80C, saturasi O2 98%. Pada

pemeriksaan neurologik, GCS E4M6V5, pupil bulat isokor, dengan diameter kanan dan kiri 3

milimeter, pupil kanan dan kiri reaktif terhadap reaksi cahaya langsung maupun tidak langsung.
Nervus kranialis paresis N.VII sentral kanan. Status motorik hemiparesis kanan. Tonus otot
anggota gerak kanan menurun dan anggota gerak kiri normal. Refleks fisiologis : bisep, trisep,
brachioradialis, refleks patella, refleks achilles anggota gerak kanan menurun dan kiri normal.

Penderita di diagnosis dengan stroke perdarahan intraserebral, perdarahan


intraventrikular, hipertensi terkontrol, post sepsis ec pneumonia, pneumonia, dan post
hematemesis. Penatalaksanaan adalah Amlodipine 10mg 1-0-0, valsartan 80mg 0-0-1,
Omeprazole 2 x 20mg, simvastatin 20mg 0-0-1, Sucralfat 3 x C1. Pasien sudah dapat
dipulangkan. Kemudian direncanakan untuk kontrol ke Poli Saraf vaskular, Neuro-Behaviour
dan Rehabilitasi Medik.

1
Diagnosis

Klinis : stroke perdarahan intraserebral, perdarahan intraventrikular, hipertensi


emergensi, pneumonia, dyslipidemia, gangguan atensi, hemiparesis kanan, dan
hematemesis

Topis : perdarahan intracerebral region thalamus kiri , perdarahan intraventrikular

Etiologis : stroke perdarahan

Patologis : perdarahan intracerebral region thalamus kiri , perdarahan intraventrikular

Tambahan : pneumonia, dyslipidemia, dan hematemesis.

Prognosis

Quo ad vitam : Bonam

Quo ad functionam : Dubia ad Bonam

Quo ad sanationam : Dubia ad Bonam