You are on page 1of 9

115

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Manajemen Informasi Kesehatan

1. Alur dan prosedur penerimaan pasien raawat jalan

Berdasarkan hasil pengamatan, alur penerimaan pasien rawat jalan

di RSUD Dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek yaitu pasien diterima

dahulu di tempat pendaftaran pasien rawat jalan. Jika pasien lama umum,

pasien membawa kartu identitas berobat pasien . jika pasien BPJS disertai

rujukan dari puskesmas dan persyaratan dari jaminan kemudian dokumen

rekam medis pasien dicari di rak filing. Jika pasien baru pasien diminta

menulis identitas diri di formulir identitas pasien. Lalu dibuatkan

dokumen rekam medis baru. Selanjutnya di input ke database. Dokumen

rekam medis akan diantar kemasing-masing poli yang dituju. Pasien

dipersilahkan ke poliklinik tujuan.

Alur berkas rekam medis pasien rawat jalan di RSUD Dr.

Soedomo Kabupaten Trenggalek yaitu pasien datang ke tempat

pendaftaran rawat jalan. Untuk pasien baru pasien memberikan identitas

dan dibuatkan dokumen rekam medis baru. Sedangkan pasien lama pasien

memberikan kartu identitas berobat kemudian dicarikan dokumen rekam

medis pada bagian filing. Dokumen rekam medis tersebut di input ke

dalam komputer berdasarkan poli yang dituju. Dokumen rekam medis

diberi stempel tanggal dan nama poli, selanjutnya dokumen rekam medis

diantar kemasing-masing poli tujuan. Setelah pemeriksaan dokumen

115

116 rekam medis dikembalikan ke bagian checklist dan dikembalikan ke rak filing. Jika pasien baru. pasien diminta menulis identitas di formulir identitas pasien. keluarga pasien diminta menulis identitas di formulir 116 . Jika pasien lama. Lalu dibuatkan dokumen rekam medis baru. Alur berkas rekam medis rawat inap di RSUD Dr. Jika pasien lama. Alur penerimaan pasien rawat inap di RSUD Dr. Selanjutnya diinput ke database. pasien diminta menulis identitas di formulir identitas pasien. Soedomo Kabupaten Trenggalek yaitu pasien diterima di tempat instalasi gawat darurat. dokumen rekam medis pasien dicari di rak filing. dan indeksing. analising. Lalu dibuatkan dokumen rekam medis baru. Alur penerimaan pasien gawat darurat di Dr. Jika pasien lama. dokumen rekam medis pasien dicari di rak filing. Soedomo Kabupaten Trenggalek yaitu pasien diterima di tempat pendaftaran pasien rawat inap. Dokumen rekam medis dibawa oleh pasien menuju ruang perawatan. pasien mendapat pemeriksaan dari petugas terlebih dahulu jika pasien disarankan untuk rawat inap keluarga pasien mendaftarkan ketempat pendaftaran rawat inap. Kemudian dokumen rekam medis dikembalikan ke rak filing. Soedomo Kabupaten Trenggalek yaitu. Selanjutnya diinput ke database. Jika pasien baru. Jika pasien baru.coding. Dokumen rekam medis dibawa oleh petugas menuju ruang perawatan. keluarga pasien diterima di pendaftaran pasien rawat inap. Setelah pasien pulang dokumen rekam medis dibawa ke bagian pengolahan data untuk di assembling. dokumen rekam medis pasien biasanya dicari di rak filing.

Tetapi setelah pasien mendaftar dokumen rekam medis di bawa kembali ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Sistem Penamaan Sistem penamaan yang digunakan di RSUD dr. Alur berkas rekam medis pasien gawat darurat di RSUD Dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek sama dengan alur berkas rekam medis rawat inap. Soedomo Trenggalek yaitu sistem penomoran UNS (Unit Numbering System). Soedomo Trenggalek dengan no. Sistem penomoran Sistem penomoran yang digunakan di RSUD dr. Setiap pasien yang datang berobat baik rawat jalan maupun rawat inap dan IGD hanya memiliki satu nomor rekam medis yang digunakan selamanya. Sistem penamaan yang digunakan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) di RSUD dr. 2. Soedomo Trenggalek menggunakan sistem penamaan secara langsung sesuai kartu identitas yang masih berlaku. Dokumen 49/DALLAP/VI/2016 117 . Pemberian nomor rekam medis hanya pada saat pasien datang pertama kali untuk berobat dan selanjutnya untuk kunjungan berikutnya pasien tersebut tidak diberi nomor rekam medis lagi. 117 identitas pasien. Sistem penyelenggaraan rekam medis a. Lalu dibuatkan dokumen rekam medis baru. Selanjutnya diinput ke database. b. Dokumen rekam medis selanjutnya dibawa keluarga pasien untuk dibawa ke ruang perawatan atau IGD (Instalasi Gawat Darurat).

Soedomo Trenggalek telah menggunakan sistem komputerisasi dengan mendapatkan data indeks dari data pasien yang telah dimasukkan dan diolah menggunakan Microsoft excel. Soedomo Trenggalek. Soedomo Trenggalek yaitu merakit DRM dengan menyusun formulir-formulir yang ada di berkas rekam medis sampai dengan kronologi penyakit setelah pasien pulang dari ruang perawatan. Sistem Penjajaran Sistem penjajaran yang dilakukan adalah dengan sistem nomor langsung (Straight Numerical Filling). Indeks Sistem indeks di RSUD Dr. Prosedur assembling ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSUD dr. Assembling Kegiatan assembling di RSUD dr. namun kelemahan pada sistem ini petugas haruslah 118 . e. apabila belum lengkap diberikan kembali ke poli atau ruang perawatan. Sehingga dokumen tertata rapi. Soedomo kabupaten Trenggalek pada tanggal 1 juni 2016. Meneliti kembali isi berkas rekam medis dan melakukan identifikasi atas ketidaklengkapan berkas rekam medis (KLPCM). Soedomo Trenggalek d. Sistem pengindeksan ini sudah seseuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSUD dr. 118 tentang Penulisan Nama Pasien yang telah ditetapkan oleh direktur RSUD dr. c. Keuntungan sistem tersebut adalah mudah untuk melatih petugas-petugas untuk melakukan penyimpanan.

Sistem penyimpanan di RSUD dr. 119 memperhatikan seluruh nomor sehingga mudah terjadi kekeliruan penyimpanan. Sistem penjajaran di RSUD dr. yaitu rekam medis nomor terbaru. Soedomo Trenggalek menggunakan sistem desentralisasi yaitu penyimpanan berkas rekam medis yang terpisah tidak dalam satu folder ataupun tempat penyimpanan. Soedomo sudah sesuai dengan teori yang bersumber dari buku Gemala Hatta tahun 2008. Pengawasan kerapian penyimpanan juga sulit dilakukan. Soedomo sudah sesuai dengan teori yang bersumber dari buku Gemala Hatta tahun 2008. Keuntungan sistem desentralisasi adalah efisiensi waktu sehingga pelayanan pasien lebih cepat dan beban kerja yang dilaksanakan petugas lebih ringan. Semakin besar angka yang diperhatikan. Sistem Penyimpanan Sistem penyimpanan yang digunakan di RSUD Dr. 119 . hal tersebut menjadikan sistem nomor langsung (Straight Numerical Filling) tidak efektif dan efisien. Petugas juga saling berhimpitan satu sama lain karena pekerjaan akan terkonsentrasi pada rak penyimpanan nomor besar. f. semakin besar kemungkinan membuat kesalahan. Sedangkan kekurangan sistem desentralisasi adalah terjadinya duplikasi dalam pembuatan berkas rekam medis dan biaya yang diperlukan untuk pengadaan peralatan dan ruangan lebih banyak.

Cari berkas di rak filing jika sudah ketemu tracer diletakkan di BRM yang diambil. Soedomo sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSUD dr. no RM. Retensi Dan Pemusnahan Di RSUD dr. Soedomo Trenggalek dengan cara menulis nama. Soedomo Trenggalek sudah melakukan Retensi dimana berkas rekam medis yang sudah masuk masa in aktif yaitu dilihat dari tanggal akhir berobat selama 5 tahun jika tidak berkunjung. Hal ini dapat dilihat dari informasi medis pasien yang hanya dapat dibuka untuk kepentingan kesehatan pasien. Soedomo Trenggalek sudah terjaga dengan baik. Soedomo hanya sebatas mengentry ke komputer belum sampai pemusnahan dikarenakan faktor tertentu. dan penelitian. Prosedur ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSUD dr. Setelah itu catat pada buku peminjaman. 4. 120 g. Hukum Kesehatan dan Etika a. Soedomo Trenggalek 3. Soedomo Trenggalek dan teori yang bersumber dari buku Savitri Citra Budi tahun 2011. Pengambilan Kembali Pengambilan Berkas Rekam Medis di RSUD dr. Retensi yang dilakukan di RSUD dr. Aspek Kerahasiaan Rekam Medis Aspek kerahasiaan dokumen rekam medis di RSUD dr. Sedangkan untuk pemusnahan di RSUD dr. dan tanggal pengembalian pada kertas kemudian diselipkan ke tracer. Yang 120 . pendidikan.

c. d. Dokumen rekam medis yang dipinjam untuk kepentingan penelitian hanya boleh dipinjam dalam lingkup Rumah Sakit dan harus dikembalikan pada hari peminjaman itu juga. Soedomo Trenggalek sudah sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran pasal 45 ayat (1). sedangkan isi informasi kesehatan dalam rekam medis adalah milik pasien. 269 tahun 2008 tentang rekam medis pasal 12. Menurut Permenkes nomor 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis Pasal 10 dan Pasal 11. 121 . lisan. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan informed consent secara tertulis. b. Soedomo Trenggalek sudah sesuai. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 121 dapat mengakses dokumen rekam medis di filing dan mendistribusikan dokumen rekam medis ke poli adalah petugas rekam medis. Hal ini dapat dilihat Untuk kepentingan penelitian maka harus membawa surat penelitian. Pelepasan Informasi Rekam Medis Pelepasan informasi rekam medis di di RSUD dr. maupun secara implied. Informed Consent Pelaksanaan informed consent di RSUD dr. Kepemilikan Rekam Medis Kepemilikan rekam medis dalam bentuk fisik dipegang oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

122 5. Menurut kepmenkes RI nomor 129/MENKES/SK/2008 bahwa standar minimal pengisian rekam medis pada rumah sakit harus mencapai 95%. Kelengkapan pengisian dan ketepatan pengembalian DRM Berdasarkan hasil pengamatan. Pengkodefikasian di 122 . Soedomo Trenggalek sebanyak 1 orang. dan perlu penambahan 1 petugas di bagian filing rawat inap. dan ketepatan dalam menganalisa data rekam medis maupun memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kepada masyarakan. audit medis di RSUD dr. Untuk kode tindakan menggunakan ICD-9 CM 2010. Klasifikasi Kodefikasi Penyakit Dan Masalah Terkait (KKPMT) Pengkodefikasian penyakit di RSUD dr. 7. Salah satu peningkatan mutu pelayanan kesehatan yaitu mutu pelayanan rekam medis yang meliputi kelengkapan. kecepatan. 6. Soedomo Trenggalek untuk pengkodean penyakit menggunakan ICD-10 2010 (International Classification Of Disease And Related Health Problem Tenth Revision). Diperoleh 13% tepat waktu dan 87% tidak tepat waktu untuk kelengkapan 30 berkas Rekam medis di simpulkan 36 % lengkap pengisianya dan 64 % tidak lengkap pengisiannya. Soedomo Trenggalek tentang ketepatan dokumen rekam medis belum memenuhi indikator pelayanan kesehatan yang diharapkan. Manajemen Unit Kerja (MUK) Berdasarkan hasil penghitungan dengan rumus metode WISN tenaga kerja yang bekerja di unit filing rawat inap di RSUD dr.

Pada Triwulan IV didapat BOR 65.76%.3 hari.3 hari. Nilai BTO adalah 4.0 yang menunjukkan sudah efisien dengan standart 3-12 hari. 123 RSUD dr. Indikator Rawat Inap RSUD dr.3 hari.3 hari. Statistik rumah sakit a. Nilai BTO adalah 4.59%.85%.36 .76 . Nilai aLOS adalah 4.11 .04 . Nilai TOI adalah 1.6. Nilai BTO adalah 5.8.1 123 . Nilai TOI adalah 1.85%. nilai ini menunjukkan bahwa belum efisien dengan standart yaitu 75%.85%. nilai ini menunjukkan bahwa sudah efisien yaitu 75%. nilai ini menunjukkan sudah efisien dengan standart 1. Soedomo Trenggalek pada tahun 2016 didapat BOR Triwulan 1 76. Nilai TOI adalah 1. 8. Pada Triwulan III didapat BOR 63. Pada Triwulan II didapat BOR 71. Nilai BTO adalah 5. Nilai TOI adalah 2. Nilai aLOS adalah 4. nilai ini menunjukkan sudah efisien dengan standart 1. Nilai aLOS adalah 3.3 yang menunjukkan sudah efisien dengan standart 3-12 hari.7 yang menunjukkan sudah efisien dengan standart 3-12 hari. nilai ini menunjukkan bahwa belum efisien dengan standart yaitu 75%.7. Soedomo sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSUD dr.85%. Soedomo Trenggalek.6 yang menunjukkan sudah efisien dengan standart 3-12 hari.59%. nilai ini menunjukkan sudah efisien dengan standart 1. nilai ini menunjukkan bahwa belum efisien dengan standart yaitu 75%.87 %. nilai ini menunjukkan sudah efisien dengan standart 1. Nilai aLOS adalah 4. Soedomo Trenggalek Pada indikator mutu rawat inap di RSUD dr.