You are on page 1of 20

KESELAMATAN KERJA DI PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umum
diperkirakan termasuk rendah. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauh
di bawah Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. Kondisi tersebut mencerminkan
kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah.
Indonesia akan sulit menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan
pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah). Padahal kemajuan perusahaan
sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. Karena itu disamping perhatian perusahaan,
pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama.
Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan
pada gilirannya pada kinerja perusahaan. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja
semakin sedikit kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Di era globalisasi dan pasar bebas
WTO (World Trade Organization) dan GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang
akan berlaku tahun 2020 mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu
prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar
negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota, termasuk bangsa Indonesia. Untuk
mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia;
telah ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa
depan, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memperoleh
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya. Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah
satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran
lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas
kerja. (International Labour Office, Geneva, pencegahan kecelakaan , Buku pedoman, PT.
Pustaka Binaan Presindo. Jakarta, 1989.)
Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi
pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh,
merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas. Penyakit
Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas kesehatan dan non
kesehatan kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik. Jika kita pelajari angka
kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari beberapa pengamatan)
menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi
karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang
memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-
alat pengaman walaupun sudah tersedia. Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun
1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus
melaksanakan upaya kesehatan kerja, agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja,
keluarga, masyarakat dan lingkungan disekitarnya. (Prof. Dr. Soekidjo notoamodjo, prinsip-
prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat, jakarta, rineka cipta, 2003)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah

1. Apa yang dimaksud dengan kesehatan kerja ?
2. Pengertian serta sistem kerja puskesmas ?
3. Undang – undang kesehatan kerja ?
4. Kesehatan kerja yang ada di puskesmas ?
5. Apa yang dimaksud dengan Standard operasional prosedure ?
6. Alat – alat pelindung diri dalam kesehatan kerja ?

C. Tujuan
1. Tujuan umun
Untuk mengetahui kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja serta stardard
oprasional yang ada di puskesmas.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui defenisi kesehatan kerja dan undang undang dalam kesehatan kerja
b. Untuk mengetahui allat – alat pelindung diri pada kesehatan kerja
c. Untuk mengetahui kesehatan kerja yang ada di dalam puskesmas
d. Untuk mengetahui standar operasional prosedur yang ada di puskesmas puskesmas.

pemeliharaan dan penyimpanan bahan. baik jasmani.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja. pemakaian. meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik. penggunaan. rineka cipta. peredaran. prinsip-prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat. maupun sosial. permukaan air. maka dikeluarkanlah peraturan perundangan-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya yaituVeiligheids Reglement.13 tahun 2003.Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. masih diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat. perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No. Keselamatan Kerja .12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No.9 Tahun 1960.Undang- undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan. 1.Dalam pasal 86 UU No. Sejalan dengan itu.406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada. keadaan sehat diartikan sebagai kesempurnaan keadaan jasmani. Dr.Menurut Undang – Undang Pokok Kesehatan RI No. sumber daya manusia K3 serta sarana yang ada. pembuatan. dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. perdagangan. (Prof. Kesehatan Kerja Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu. BAB I pasal 2. Soekidjo notoamodjo.Peraturan tersebut adalah Undang-undang No.(http//wikipedia. BAB II PEMBAHASAN A. rohani. Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3) Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. pemasangan. 2003). jakarta. dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. didalam tanah. baik di darat.Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan. di dalam air maupun udara. dan kemasyarakatan. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. STBl No. namun pada pelaksaannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. pengangkutan.Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. barang produk tekhnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.indonesia_kesehatan_keselamatan_kerja) 2. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Perkembangan pembangunan setelah Indonesiamerdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja. rohani. keselamatan dan keamanan kerja tidak hanya diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit.

suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Tempat-tempat demikian tersebar pada segenap kegiatan ekonomi. Keselamatan kerja merupakan salah sau faktor yang harus dilakukan selama bekerja. mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran. 4) Lingkungan kerja Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial. permukaan dan dalam air. keselamatan. 3) Teliti dalam bekerja 4) Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja. pesawat. pertambangan. 3. udara) seperti Industri. Perhubungan dan Pekerjaan umum. bentuk. psikologi. 2) Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja. jasa dan lain-lain. dipermukaan air. Sebagai contoh. dan keamanan kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja di tempat kerja.Tempat kerja adalah ruang tertutup atau terbuka. yang melakukan tugas yang telah disetel. Salah satu aspek penting sasaran . bergerak atau tetap. di dalam tanah. 2) Alat angkutan Alat angkutan adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan olehmanusia atau mesin. pekerjaan umum. didalam air. atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan tempat terdapatnya sumber-sumber bahaya. Pertanian. didalam tanah. Sasaran Segala tempat kerja (darat. Keamanan Kerja Pengertian keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin.Purtambangan. maupun diudara. 3) Bahan kimia Bahan kimia merupakan bahan berbahaya yang terdiri dari semua materidengan komposisi kimia tertentu. bahan dan proses pengolahannya. Keselamatan kerja bersasaran segala tempat kerja. Keselamatan kerja sangat bergantung. alat kerja. Namun belakangan kata pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang. Tidak ada seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan. pesawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kesehatan. 5) Penyebab yang lain Merupakan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh hal hal lain yang tidak di inginkan.( http//wikipedia. dan lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk. baik didarat. b) Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang disebabkan oleh : 1) Mesin Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubahenergi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia. pada jenis. bahan dan proses pengolahannya. dan fisik dalam perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya. seperti pertanian. Mesin dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutanpesawat. alat kerja.indonesia_kesehatan_keselamatan) a) Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah sebagai berikut : 1) Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan diatas. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun. industri. perhubungan. contoh pesawat telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Keselamatan yang bertalian dengan mesin. Alat angkutan digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Suma’mur).

atau berkendara. peralatan yang rusak. menambah daya dan lain-lain.Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari teknik keselamatan.Keselamatan kerja adalah dari. memakai kecepatan penuh. atau aktivitas sipil seperti olahraga. permukaan benda yang kasar atau tajam. c) Himbauan-himbauan d) Petugas keamanan 4. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi. b) Helm Adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja. Ada pepatah yang mengungkapkan tindakan yang lalai seperti kegagalan dalam melihat atau berjalan mencapai suatu yang jauh diatas sebuah tangga. (http//wikipedia. peralatan pelindung yang tak mencukupi. kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yang tidak aman.Keselamatan dapat . untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya dan juga masyarakat pada umumnya.Diantara tindakan yang kurang aman salah satunya diklasifikasikan seperti latihan sebagai kegagalan menggunakan peralatan keselamatan.Dari hasil analisa kebanyakan kecelakaan biasanya terjadi karena mereka lalai ataupun kondisi kerja yang kurang aman. Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung terciptanya suasana kerja yang aman.pertambangan. Sebab-sebab Kecelakaan Kerja Kecelakaan tidak terjadi begitu saja. ventilasi yang memasukkan debu dan gas. c) Kaca mata Adalah bentuk perlindungan diri yang biasanya digunakan sebagai perlindungan mata untuk berbagai aktivitas yang dapat membahayakan mata. serat resin. sarung tangan juga dapat memberi perlindungan dari peralatan gelas yang pecan atau rusak. Diantara kondisi yang kurang aman salah satunya adalah pencahayaan. layout yang berbahaya ditempatkan dekat dengan pekerja. Hal tersebut menunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk menghilangkan kondisi kelalaian dan memperbaiki kesadaran mengenai keselamatan setiap karyawan pabrik. atauplastik. d) Sarung tangan Sarung tangan merupakan solusi untuk melindungi tangan. mengoperasikan pelindung mesin mengoperasikan tanpa izin atasan. seperti helm dan gudang yang kurang baik. oleh. a) Buku petunjuk penggunaan alat b) Rambu-rambu dan isyarat bahaya. a) Baju kerja Merupakan jenis alat pelindung diri yang berfungsi melindungi tubuh dari kontaminasi langsung terhadap bahaya luar. dan material yang panas atau dingin.indonesia_kesehatan_keselamatan_kerja) Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya sebagai berikut. e) Sepatu Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat nonmaterial adalah sebagai berikut. keselamatan kerja mengingat resiko bahanya adalah penerapan teknologi. baik berupa materil maupun nonmateril. Tidak hanya melindungi tangan terhadap karakteristik bahaya bahan kimia tersebut. terutama teknologi yang lebih maju dan mutakhir. tidak hanya satu saja. Helm biasanya digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer). pelindung mesin yang tak sebanding.

keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. perekat. Penggunaan bahan kimia juga tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. untuk seseorang yang berada di kelas pelatihan kecenderungan kecelakaan mungkin hanya sedikit yang diketahuinya. manajemen keselamatan kerja. (Su’lakmono. Namun dapatlah dianggap.1997. tetapi untuk tingkat efektivitas maksimum.faktor Kecelakaan Kerja Studi kasus menunjukkan hanya proporsi yang kecil dari pekerja sebuah industri terdapat kecelakaan yang cukup banyak. menggunakan peralatan keselamatan. Sejarah higene perusahaan Suatu sebab berkembangnya dan adanya hygene perusahaan dan kesehatan kerja ialah adanya pekerjaan dalam hubungan pengupahan atau penggajian. atau bisa menimbulkan resiko kebakaran. Sejarah Perkembangan Kesehatan Kerja Bahaya ditempat kerja telah mulai diidentifikasi oleh para ahli ilmu kedokteran tahun 1800-an Ramuzzini (1633 – 1714) dikenal sebagai Bapak Pengobatan Kerja (Occupational Medicine). bahwa ketentaraan dijaman-jaman silam yang jauh dahulu adalaha pemiulan adalah pekerjaan atas dasar pengupahan itu. Kematian dan cacat akibat kerja saat itu memang dianggap biasa.CV. terutama dibidang pertambangan dan pertanian. Bahn pembersih. Tetapi pembuatan dan pemakaian dari bahan-bahan ini bisa membahayakan tubuh kita. Jakarta 1989) 1. pekerja harus dilatih. Mekanisasi memberikan banyak keuntungan. yang akhirnya mereka mati oleh karena . cat. Faktor .CV. Seiring dengan laju pertumbuhan manajemen modern. tetapi diiringi pula dengan meningkatnya resiko. bahan campuran hanyalah sedikit dari benda yang kita gunakan sehari-hari. Ada kemungkinan bahwa kejadian secara acak dari sebuah kecelakaan dapat membuat faktor-faktor kecelakaan tersendiri. pelatihan yang diberikan kepada pekerja harus dianalisa. Selain itu pekerjaan atas dasar paksaan atau hukuman juga menjadi sebab berkembangnya hygene perusahaan dan kesehatan kerja.Begitupun. dilaksanakan sedini mungkin. surabaya.Untuk mengukur kecenderungan kecelakaan harus menggunakan data dari situasi yang menunjukkan tingkat resiko yang ekivalen. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Bagaimanapun jika banyak pabrik yang melakukan hal diatas akan menyebabkan berkurangnya rata-rata pendapatan. Ramuzzini adalah orang yang merekomendasikan penyelidikan kedalam sejarah kesehatan pasien. Masagung. mahasiswa unair. maka muncul apa yang disebut Manajemen Keselamatan Kerja.Satu lagi pertanyaan yang tak terjawab ialah apakah ada hubungan yang signifikan antara kecenderungan terhadap kecelakaan yang kecil atau salah satu kecelakaan yang besar. kapan setepat-tepatnya mulai ada pekerjaan atas dasar pengupahan atau penggajian tidaklah kita ketahui. dan tidak membayar upah pekerja akan membuat pekerja malas melakukan pekerjaannya dan terus membahayakan diri mereka ataupun pekerja yang lain. Prinsip keselamatan dan kesehatan adalah salah satu solusinya. Dengan menjalankan prinsip tersebut semua bahaya dan penyakit dapat dicegah. Masagung. Pekerja-pekerja tambang jamna dahulu adalah tawanan perang dan pesakitan. Jakarta 1989) B. (Sumakmur. Semua. 5. berarti tidak ada yang tidak bisa kita lakukan tuk meniadakan suatu kecelakaan. dan peperangan dapat di anggap pekerjaan yang menimbulkan korban-korban atau kecelakaan-kecelakaan akibat perang.Pendekatan yang sering dilakukan untuk seorang manager untuk salah satu faktor kecelakaan terhadap pekerja adalah dengan tidak membayar upahnya. (Sumakmur. handout.) Dengan adanya hal-hal yang merugikan diatas maka timbullah program pencegahan bahaya-bahaya yang muncul ditempat kerja tersebut dalam bentuk Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. penyakit dan cedera pada orang yang terpapar padanya.Pekerja pada industri mengatakan itu sebagai kecenderungan kecelakaan.

UU Keselamatan Kerja yang berlaku di Indonesia sekarang adalah UU Keselamatan Kerja (UUKK) No. (Sumakmur. Masagung. 1 tahun 1970 adalah UUD 1945 pasal 27 (2) dan UU No. dan lain-lain. CV. Apa bila nasehat-nasehat atu peringatan-peringatan tidak dihiraukan. Undang-undang Nomor 14 tahun 1969 menyebutkan bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksana dari pembangunan. bahwa Hygene perusahaan dan kesehatn kerja kolonial itu bersemi pada kesehatan kertentaraan. Sejarah k3 di Indonesia Sejak kapan hygene perusahaan dan kesehatan kerja di indonesia mulai. yang dihasilkan di bidang-bidang perkebunan. Kemudian datanglah belanda diabad ke-17. 1 tahun 1970.C. (Sumakmur. Dasar hukum UU No. yaitu dimulai beberapa tahun sejak proklamasi kemerdekaan. jakarta 1989) C. 14 tahun 1969 1. dengan pendaratan V.UU No. di jakarta. dan para perintis mulai pekrja dan berpraktek diperusahaan. namun telah memuat pokok-pokok tentang Hygene perusahaan dan kesehatan kerja.O. Kemudian dimasukanlah jawatan-jawatan pelaksana UU kedalam tubuh departemen perburuhan. Dianas kesehatan yang di adakan oleh belanda pada permulaannya adalah dinas kesehatan militer. Masagung. pertmbangan. kehutanan. mengikuti riwayat itu. hygine perusahaan dan kesehatan kerja. Pasal 27 (2) menyatakan bahwa: “Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. sebagaiman terjadi pada perkembangan hygene perusahaan dan kesehatan kerja dimana-mana indonesia sejak permulaan penguasaan Belanda dijadikan penghasil bahan baku. menjamin suatu proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana. yang baru kemudian beralih kepada Dianas Sipil. jakarta 1989) 2. Barangkali. Jakarta 1989) Perkembangan Hygene perusahaan dan kesehatan kerja sesungguh-sungguhnya baru terjadi di jaman Indonesia Merdeka. pekerjaannya. dapatlah dikatakan. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Adanya undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah lainya dalam prakte Hygine perusahaan dan kesehatan kerja adalah keperluan yang tak bisa ditawar tawari lagi atas kekuatan undang-undanglah pejabat-pejabat departemen tenaga kerja Transkop atau departemen kesehatan dapat melakukan inspeksi dan memaksakan segala sesuatunya yang diataur oleh undang-undang atau peraturan-peraturan itu kepada perusahaan.CV. dan mengatur agar proses produksi tidak merugikan semua pihak. 14 tahun 1969. Undang undang kesehatan kerja UU Keselamatan Kerja yang digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. maka atas kekuatan undang- undang pula dipaksakan sangsi-sangsi menurut undang-undang pula. bahwa cara-cara kedokteran kuno dan pengobatan indonesia asli suda dipergunakan untuk menolong korban-korban peperangan dan penyakit atau kecelakaan-kecelakaan oleh karena pekerjaan dalam bidang perindustrian rakyat pada waktu itu. dengan munculnya UU kerja dan UU kecelakaan. Namun demikian adalah pasti. yaitu jawatan-jawatan pengawasan penburuhan dan pebgawasan keselamatan kerja.Undang-undang ini merupakan undang- undang pokok yang memuat aturan-aturan dasar atau ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja di segala macam tempat kerja yang berada di wilayah kekuasaan hukum NKRI. CV. Ini berarti setiap warga negara berhak hidup layak dengan pekerjaan yang upahnya cukup dan tidak menimbulkan kecelakaan/ penyakit. (Sumakmur. yang walaupun pada permulaannya belum berlaku.tentang ketentuan- . Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. dan mengatur agar proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana. tidaklah kita tahu dengan pasti. Masagung. hygine perusahaan dan kesehatan kerja.

jenis. APD yang sering dipakai a. bahwa pasal 16 ayat 1 tersebut belum lagi dinyatakan berlaku. pelindung muka. Pemerintah membina perlindungan yang mencakup: a. 1.I. masker dengan filter). APD (Alat Pelindung Diri) Alat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan pelindung yang digunakan oleh seorang pekerja untuk melindungi dirinya dari kontaminasi lingkungan. APD dapat berkisar dari yang sederhana hingga relatif lengkap. kesehatan.. Kacamata pelindung dan Goggle b. Undang-undang ini mengatur tentang jam kerja. perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan keraja. c. b. proteksi telinga (hearing protection) yang melindungi telinga pemakainya dari transmisi kebisingan. Anda tetap harus berhati-hati dalam memilihnya. proteksi mata dan wajah (mis. Norma keselamatan kerja. baju atau jas yang tahan terhadap bahan kimia). d.. Perlu diketahui.. cutu haid bagi pekerja-pekerja wanita. proteksi kepala (mis. Dengan melihat kata "personal" pada kata PPE terebut. Norma kesehatan kerja dan hygene perusahaan. karena bisa saja tidak cocok dan tidak cukup aman melindungi mata dan wajah Anda dari kontaminasi bahan kimia yang berbahaya. dan jas laboratorium yang memberikan perlindungan pemakainya dari kontaminisasi bahan kimia. perturan tentang kerja bagi anak-anak. Undang-undang kerja (1948-1951) Undang-undang kerja diundangkan pada tahun 1948 dan dinyatakan berlaku. pakaian pelindung (mis.. dan proteksi kaki (mis. dan lain-lain. dan bahan dari perlindungan mata tersebar di pasaran hingga saat ini. walaupun tidak untuk seluruh pasal-pasalnya. dan wanita persyaratan tempat kerja. respirator (mis. masker dengan filter yang menyerap dan menyaring kontaminasi udara. pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama (pasal 9). Pelindung mata special Yaitu goggle yang menyatu dengan masker khusus untuk melindungi mata dan wajah dari radiasi dan bahaya laser. Pemberian ganti kerugian. kacamata pelindung).1. Hal ini dimaksud untuk melindungi mata dan wajah dari kecelakaan sebagai akibat dari tumpahan bahan kimia. Proteksi mata dan wajah merupakan persyaratan yang mutlak yang harus dikenakan oleh pemakai dikala bekerja dengan bahan kimia. Perlindungan Mata dan Wajah. helm). yang syarat-syarat tersebut akan diperinci dalam peraturan-peraturan lainnya. . dengan peraturan pemerintah tahun 1951 NO. kesusilaan.. bahwa majikan harus mengadakan tempat kerja dan perumahan yang memenuhi syarat-syatat kebersihan dan kesehatan.. Sebagai contoh. 2. cutu tahunan. orang muda. APD dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Personal Protective Equipment (PPE). cuti hamil. dan radiasi. ketentuan pokok mengenai tenaga kerja mengatur hygene perusahaan dan kesehatan kerja sebagai berikut: Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. seperti baju yang menutup seluruh tubuh pemakai yang dilengkapi dengan masker khusus dan alat bantu pernafasan yang dikenakan dikala menangani tumpahan bahan kimia yang sangat berbahaya. maka setiap peralatan yang dikenakan harus mampu memperoteksi si pemakainya. Tapi ditinjau dari sudut higene perusahatan dan kesehatan kerja yang menjadi wewenan dan tanggung jawab kerja Transkop adalah pasal 16 ayat 1 yang menetapkan. D. Walaupun telah banyak model. Norma kerja. sepatu tahan bahan kimia yang menutupi kaki hingga mata kaki). Secara umum perlindungan mata terdiri dari : a. uap kimia.

Baju parasut ini terbuat dari material yang dapat didaur ulang. panas. Pelindungan Tangan Hanscoon pelindung tangan Kontak pada kulit tangan merupakan permasalahan yang sangat penting apabila Anda terpapar bahan kimia yang korosif dan beracun. Bahan dari peralatan perlindungan badan ini haruslah mampu memberi perlindungan kepada pekerja laboratorium dari percikan bahan kimia. dan radiasi. Sarung tangan menjadi solusi bagi Anda. Semua jenis sarung tangan tersebut dipilih berdasarkan bahan kimia yang akan ditangani.Untuk apron yang terbuat dari plastik. lepaslah jas tersebut secepatnya. Banyak sekali partikel-partikel udara. dan PVC (Polivinil klorida). Jas laboratorium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. sarung tangan juga dapat memberi perlindungan dari peralatan gelas yang pecan atau rusak. uap dan gas yang dapat membahayakan pernafasan. 3. debu. permukaan benda yang kasar atau tajam. sarung tangan yang terbuat dari karet alam baik apabila Anda bekerja dengan Ammonium hidroxida. Perlindungan Pernafasan Masker pelindung pernafasan Kontaminasi bahan kimia yang paling sering masuk ke dalam tubuh manusia adalah lewat pernafasan. Tidak hanya melindungi tangan terhadap karakteristik bahaya bahan kimia tersebut. Bahan kimia dapat dengan cepat merusak sarung tangan yang Anda pakai jika tidak dipilih bahannya dengan benar berdasarkan bahan kimia yang ditangani. Jenis sarung tangan yang sering dipakai di laboratorium. Laboratorium merupakan salah satu tempat kerja dengan bahan . Selain itu.2. Sarung tangan harus secara periodik diganti berdasarkan frekuensi pemakaian dan permeabilitas bahan kimia yang ditangani. kulit dan pengisolasi (asbestos) untuk temperatur tinggi. perlindungan badan lainnya adalah Apron dan Jumpsuits. merupakan suatu perlengkapan yang wajib dikenakan sebelum memasuki laboratorium. bahwa tidak dikenakan pada area larutan yang mudah terbakar dan bahan-bahan kimia yang dapat terbakar yang dipicu oleh elektrik statis. Selain jas laboratorium. Jika jas laboratorium Anda terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia. diantaranya. uap lembab. Jas laboratorium yang kerap sekali dikenal oleh masyarakat pengguna bahan kimia ini terbuat dari katun dan bahan sintetik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda menggunakan jas laboratorium. Sebagai contoh. tetapi tidak baik bila bekerja dengan Dietil eter. Perlindungan Badan Baju Lab jas pengaman Baju yang dikenakan selama bekerja di laboratorium. terbuat dari bahan karet. Jenis karet yang digunakan pada sarung tangan. Perlengkapan yang berbentuk seperti celemek ini biasanya terbuat dari karet atau plastik. kriteria yang lain adalah berdasarkan pada ketebalan dan rata-rata daya tembus atau terobos bahan kimia ke kulit tangan. kancing jas laboratorium tidak boleh dikenakan dalam kondisi tidak terpasang dan ukuran dari jas laboratorium pas dengan ukuran badan pemakainya. 4. karena apron jenis ini dapat mengakumulasi loncatan listrik statis. yang dikenal dengan sebutan jas laboratorium ini. neoprene. dan material yang panas atau dingin. perlu digarisbawahi. nitril. dingin. diantaranya adalah karet butil atau alam. Apron sering kali digunakan untuk memproteksi diri dari cairan yang bersifat korosif dan mengiritasi.

E. Jakarta 1989) 5. Perencanaan Puskesmas Arah perencanaan puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat 2010. maka filter tersebut harus diganti. Beberapa jenis perlindungan pernafasan dilengkapi dengan filter pernafasan yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk. Ungkapan mengatakan bahwa "Lebih baik mencegah daripada mengobati". Masagung. Dari informasi mengenai beberapa APD diatas. setiap APD yang dipakai harus sesuai dengan jenis bahan kimia yang ditangani. Hasil perencanaan puskesmas adalah Rencana Usulan Kegiatan (RUK) tahun yang akan datang setelah dibahas bersama dengan Badan Penyantun Puskesmas (BPP). Pemilihan masker yang sesuai didasarkan pada jenis kontaminasi. 128/Menkes/SK/II/2004 puskesmas merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. para pekerjanya harus memakai perlindungan pernafasan. jakarta. dan 3) menetapkan kegiatan -kegiatan untuk menyelesaikan masalah. kimia yang memberikan efek kontaminasi tersebut. Selain itu. APD merupakan solusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam kontaminasi dan bahaya akibat bahan kimia. sbdodadi. Gunakanlah APD sebelum bekerja dengan bahan kimia. Pelindung kaki Sepatu yang dipakai selama bekerja merupakan suatu perlengkapan yang wajib dikenakan untuk melindungi kaki dari bahaya – bahaya yang dapat membahayakan kaki. Apabila tidak dapat menyaring udara yang terkontaminasi lagi. kosentrasi. Dengan kata lain puskesmas mempunyai wewenang dan tanggungjawab atas pemeliharaankesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. K3 dalam Pelayanan Kesehatan Puskesmas Puskesmas merupakan tempat kerja serta tempat berkumpulnya orang-orang sehat (petugas dan pengunjung) dan orang-orang sakit (pasien). Jadi. yang sesuai. Puskesmas Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusatpengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerja nya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI. Semua hal tersebut tentunya mempunyai dasar. tunggu apa lagi. Berdasarkan Kepmenkes Nomer 128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menyatakan bahwa puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaken/kota yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya. 1995) 1.CV. atau yang lebih dikenal dengan sebutan masker. manajemen keselamatan dan keselamatan kerja. Setelah . 1991). keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Oleh karena itu. Dalam perencanaan puskesmas hendaknya melibatkan masyarakat sejak awal sesuai kondisi kemampuan masyarakat di wilayah kecamatan. yaitu kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. a. dan batas paparan. Filter masker tersebut memiliki masa pakai. sehingga puskesmas merupakan tempat yang mempunyai resiko kesehatan mapun kecelakaan kerja resiko tertinggi. (Silalahi bennet dkk. Menurut Kepmenkes RI No. Pada dasarnya ada 3 langkah penting dalam penyusunan perencanaan yaitu : 1) identifikasi kondisi masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan kesehatan tentang cakupan dan mutu pelayanan 2) identifikasi potensi sumber daya masyarakat dan provider. maka setiap pengguna bahan kimia haruslah mengerti pentingnya memakai APD yang sesuai sebelum bekerja dengan bahan kimia. (Sumakmur.

Pengendalian dan Penilaian Untuk terselenggaranya proses pengendalian. Menurut International Labaour Organisation (ILO) diketahui bahwa 1. 3000. Melihat data tersebut maka sangat perlu diberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja kepada masyarakat pekerja di wilayah kerja puskesmas dengan tujuan meningkatkan kemampuan pekerja untuk menolong dirinya sendiri sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan akhirnya peningkatan produktivitas kerja . Dari 250 juta kecelakaan. (Silalahi bennet dkk. Penyelenggaraan penggerakan pelaksanaan puskesmas melalui instrumen lokakarya mini puskesmas yang terdiri dari : 1) Lokakarya mini bulanan adalah alat untuk penggerakan pelaksanaan kegiatan bulanan dan juga monitoring bulanan kegiatan puskesmas dengan melibatkan lintas program intern puskesmas.5% riwayat pernah tertusuk jarum bekas sekitar 84. sbdodadi. menunjukkan bahwa rendahnya perilaku petugas kesehatan di puskesmas terhadap kepatuhan melaksanakan setiap prosedur tahapan kewaspadaan universal dengan benar hanya 18. Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja dalam Puskesmas antara lain Kerugian Langsung yaituPenderitaan pribadi.2 juta orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat hubungan kerja (PAHK). Instrumen yang telah dikembangkan di puskesmas adalah: 1) Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) 2) Penilaian/Evaluasi Kinerja Puskesmas sebagai pengganti dan stratifikasi. Pengawasan. Proses perencanaan dapat menggunakan instrumen Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) yang telah disesuaikan dengan kondisi setempat atau dapat memanfaatkan instrument lainnya. terganggunya produksi.2 %. Adapun . Berdasarkan Kepmenkes Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar puskesmas menyatakan bahwa puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya termasuk upaya kesehatan kerja. manajemen keselamatan dan keselamatan kerja. Penggerakkan Pelaksanaan Puskesmas melaksanakan serangkaian kegiatan yang merupakan penjabaran lebih rinci dari rencana pelaksanaan kegiatan. terganggunya waktu kerja prtugas Kesehatan dll. Kesehatan kerja puskesmas Risiko petugas puskesmas terhadap kesehatan dan kecelakaan kerja dapat digambarkan sebagai hasil penelitian di Jakarta Timut thn 2004. c.000 orang meninggal dan sisanya meninggal karena PAHK oleh sebab itu diperkirakan ada 160 juta PAHK baru setiap tahunnya. 2) Lokakarya mini tribulanan dilakukan sebagai penggerakan pelaksanaan danmonitoring kegiatan puskesmas dengan melibatkan lintas sektoral. BadanPenyantun Puskesmas atau badan sejenis dan mitra yang lain puskesmas sebagai wujud tanggung jawab puskesmas perihal kegiatan. Upaya kesehatan kerja yang dimaksud meliputi pekerja disektor fomal dan informal dan berlaku bagi setiap orang selain pekerja yang berada dilingkungan tempat kerja. Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas Upaya Kesehatan Kerja Di Puskesmas Ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. 2. jakarta. mendapat kejelasan dana alokasi kegiatan yang tersedia selanjutnya puskesmas membuat Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). b.3% status vaksinasi Hepatitis B petugas kesehatan puskesmas masih rendah sekitar 12. 1995) a. rasa kehilangan dari anggota keluarga korban dan Kerugian Tak langsung (tersembunyi) yaitu Kerusakan mesin dan peralatan. Dalampuskesmas terdapat beberapa kerugian yang didapat jika tidak terlalu memperhatikan Kesehatan dan keselamatan Petugas ataupun pasien. pengawasan dan penilaiandiperlukan instrumen yang sederhana.

keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. yang meliputi upaya peningkatan kesehatan. administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja. dilakukan melalui pelayanan kesehatan paripurna. responsibilitas. Untuk menerapkan pelayanan kesehatan kerja di puskesmas. jakarta. Standard Operating Procedure (SOP) Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis. PT. prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat. 2003. Soekidjo notoamodjo. masyarakat pekerja diberbagai sektor pembangunan. Pelayanan publik yang diberikan instansi Pemerintah (Pusat. Pemerintah Propinsi. rineka cipta. pencegahan penyakit akibat kerja. dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Geneva. Kabupaten. Pada era otonomi daerah. 1986). Jakarta. Pemerintah Pusat mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan kualitas pelayanan publik. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. prinsip-prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat. sasaran dari program ini adalah pekerja di sektor kesehatan antara lain masyarakat pekerja di puskesmas. b. Tindak perbuatan manusia baik pasien. balai pengobatan/poliklinik. Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance. Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).keadaan lingkungan yang tidak aman (unsafe conditions) 80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia Suatu pendapat: Langsung atau tidak langsung semua kecelakaan disebabkan oleh semua manusia yang terlibat dalam suatu kegiatan. pengunjung ataupun ptugas kesehatan yang tidak memenuhi standar keselamatan (unsafe human acts). Oleh karenanya secara otomatis berbagai fasilitas pelayanan publik harus lebih didekatkan pada masyarakat. Penyusunan Akuntabilitas Kinerja Instansi . antara lain kebijakan tentang Penyusunan Sistem dan Prosedur Kegiatan. (International Labour Office. agar akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dapat dievaluasi dan terukur. Hasil kajian menunjukkan tidak semua satuan unit kerja instansi pemerintah memiliki SOP. (Prof. Strategi yang dikembangkan adalah dengan cara terpadu dan menyeluruh dalam pola pelayanan kesehatan puskesmas dan rujukan. fungsi pelayanan publik menjadi salah satu fokus perhatian dalam peningkatan kinerja instansi pemerintah daerah. karena itu seharusnyalah setiap satuan unit kerja pelayanan publik instansi pemerintah memiliki standar operasional prosedur sebagai acuan dalam bertindak. Keadaan. karena SOP selain digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik yang berkaitan dengan ketepatan program dan waktu. Dr. Sebab-sebab kecelakaan di Puskesmas a. b. Jaringan dokter perusahaan bidang kesehatan kerja. secara umum kita dapat melihat langkah-langkah yang dapat diterapkan sebagaimana yang tertuang dalam pedoman pelayanan kesehatan kerja yang meliputi perencanaan. 1989. Buku pedoman. sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Kota dan Kecamatan) kepada masyarakat merupakan perwujudan fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat. laboraturium kesehatan. Serta peningkatan pelayanan kesehatan kerja dilaksanakan melalui peran serta aktif masyakarat khususnya masyarakat pekerja. gunung agung.) F. jakarta. pencegahan kecelakaan . pelaksanaaan dan evaluasi serta memperhatikan aspek indikator yang harus dipenuhi. juga digunakan untuk menilai kinerja organisasi publik di mata masyarakat berupa responsivitas. (Suma’mur.) Standar operasional prosedur tidak saja bersifat internal tetapi juga eksternal. Pustaka Binaan Presindo.

7 Tahun 1999). siapa mengatur apa dan kepada siapa harus bertanggung jawab (Gibson. dalam Gibson. dan Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah (SK Menpan No. Kaum obyektivis menekankan pada struktur. Organisasi tidak hanya sekedar wadah tetapi juga terdapat pembagian kewenangan. administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja. sedangkan kaum subyektivis mendefinisikan organisasi sebagai perilaku pengorganisasian (organizing behaviour). berbelit-belit. juga dapat digunakan untuk menilai kinerja organisasi publik di mata masyarakat berupa responsivitas.) 1. prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. perencanaan. 2001. Langkah ini sebenarnya bukanlah hal baru. 1997 : 16). dana. 1994). kompetensi sumberdaya manusia (SDM). Jakarta : RajaGrafindo Persada. Dari sudut pandang obyektif. Kebijakan itu ternyata tidak secara otomatis menyelesaikan permasalahan pelayanan publik oleh instansi pemerintah yang selama ini bercitra buruk. sarana. kontrol. dan tujuan serta menempatkan faktor-faktor utama ini dalam suatu skema adaptasi organisasi. Organisasi dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu pandangan obyektif dan pandangan subyektif. sehingga kinerja pelayanan publik menjadi terukur dan dapat dievaluasi keberhasilannya. serta peningkatkan akuntabilitas pelayanan publik melalui penerapan SOP. upaya mewujudkan kinerja pelayanan publik di lingkungan unit kerja pemerintahan yang terukur dan dapat dievaluasi keberhasilannya. mempunyai tujuan-tujuan kolektif tertentu yang ingin dicapai (Muhadjir Darwin. pemerintah daerah perlu memiliki dan menerapkan Prosedur Kerja yang standar (Standar Operasional Prosedur / SOP). lamban. Standar operasional prosedur tidak saja bersifat internal tetapi juga eksternal. Ciri pokok lainnya adalah adanya hubungan antar . Standar operasional prosedur (SOP) dan langkah langkah menyusun SOP. karena SOP selain dapat digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik. Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance. Berdasarkan uraian di atas. Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis. 1996 :6). (iftah Thoha. administratif dan prosedural sesuai dengan tata hubungan kerja dalam organisasi yang bersangkutan.PAN/2/2004). Organisasi sebagai sistem sosial. budaya kerja organisasi disiapkan untuk menopang pelaksanaan berbagai peraturan tersebut. organisasi berarti struktur. dan berbiaya mahal. responsibilitas. Sistem Standar Operasional Prosedur (SOP) a) Penilaian Kinerja Organisasi Publik Organisasi adalah jaringan tata kerja sama kelompok orang-orang secara teratur dan kontinue untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan dan didalamnya terdapat tata cara bekerjasama dan hubungan antara atasan dan bawahan. karena sebelumnya kebijakan serupa telah dikeluarkan pemerintah dalam bentuk Keputusan Menpan maupun Instruksi Presiden (Inpres). Pemerintah (Inpres No. KEP/25/M. Hal tersebut berkaitan dengan persoalan seberapa jauh berbagai peraturan pemerintah tersebut disosialisasikan di kalangan aparatur pemerintah dan masyarakat. serta bagaimana infrastruktur pemerintahan. permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan penilaian kinerja organisasi publik. Selain kebijakan pemerintah. teknologi. sedangkan berdasarkan pada pandangan subyektif. dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Dengan demikian SOP merupakan pedoman atau acuan untuk menilai pelaksanaan kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis. organisasi berarti proses (Wayne Pace dan Faules.

kinerja adalah konsep utama organisasi yang menunjukkan seberapa jauh tingkat kemampuan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Penilaian tersebut dapat juga dijadikan input bagi perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi selanjutnya. melakukan penyesuaian anggaran. pengukuran kinerja organisasi publik sulit dilakukan karena belum menemukan alat ukur kinerja yang sesuai. Hubungan yang terstruktur tersebut bersifat otoritatif. data organisasi dipakai untuk mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan dan program organisasi. Penilaian terhadap kinerja dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam kurun waktu tertentu. memotivasi para birokrat pelaksana. subsistem jiwa sosial (orang-orang dalam hubungan sosial). Organisasi publik memiliki stakeholders yang jauh lebih banyak dan kompleks ketimbang organisasi privat. Atmosudirdjo (1997) mengatakan bahwa kinerja juga dapat berarti prestasi kerja. Sementara itu. Peter Jennergen (1993) mendefinisikan kinerja organisasi adalah tingkat yang menunjukkan seberapa jauh pelaksanaan tugas dapat dijalankan secara aktual dan misi organisasi tercapai. misalnya. Penilaian responsivitas bersumber pada data organisasi dan masyarakat. sedangkan data masyarakat pengguna jasa diperlukan untuk mengidentifikasi demand dan kebutuhan masyarakat. Fremont Kast dan James Rosenzweig (2000) mengatakan bahwa organisasi merupakan suatu subsistem dari lingkungan yang lebih luas dan berorientasi tujuan (orang-orang dengan tujuan). Kesulitan dalam pengukuran kinerja organisasi publik sebagian muncul karena tujuan dan misi organisasi publik seringkali bukan hanya sangat kabur. dalam arti bahwa masing-masing yang terlibat dalam pola hubungan tersebut terikat pada pembagian kewenangan formal dengan aturan yang jelas. penilaian kinerja sangat berguna untuk menilai kuantitas. kualitas. seringkali menempatkan pencapaian target sebagai ukuran kinerja sementara masyarakat pengguna jasa lebih suka menggunakan kualitas pelayanan sebagai ukuran kinerja. ukuran kinerja organisasi publik di mata para stakeholders juga berbeda-beda. Dengan demikian. Akibatnya. Para pejabat birokrasi. Stakeholders dari organisasi publik seringkali memiliki Kepentingan yang berbenturan satu sama lain. dan dikoordinasikan oleh subsistem manajemen (perencanaan dan pengontrolan semua kegiatan). Dalam institusi pemerintah khususnya. prestasi penyelenggaraan sesuatu. Faustino (1995) memberi batasan kinerja sebagai suatu cara mengukur kontribusi-kontribusi dari individu-individu anggota organisasi kepada organisasinya. subsistem struktural (orang-orang bekerja bersama pada aktivitas yang bersatu padu). Selanjutnya Pamungkas (2000) menjelaskan bahwa kinerja adalah penampilan cara-cara untuk menghasilkan suatu hasil yang diperoleh dengan aktivitas yang dicapai dengan suatu unjuk kerja. sehingga membentuk suatu sistem administrasi. mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat yang dilayani dan menuntun perbaikan dalam pelayanan publik. Berbeda dengan organisasi privat. yakni : 1) Responsivitas (responsiveness) Menggambarkan kemampuan organisasi publik dalam menjalankan misi dan tujuannya terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. tetapi juga bersifat multidimensional. peralatan dan fasilitas). termasuk subsistem teknik (orang-orang memahami pengetahuan. 2) Responsibilitas (responsibility) . dan efisiensi pelayanan. Lenvine (1996) mengemukakan tiga konsep yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik. Kinerja atau juga disebut performance dapat didefinisikan sebagai pencapaian hasil atau the degree of accomplishment. teknik. pribadi yang terstruktur ke dalam pola hubungan yang jelas dengan pembagian fungsi yang jelas.

seperti penilaian dari wakil rakyat. Weisbord (1993) mengemukakan 6 indikator pengukuran kinerja organisasi publik. Responsibilitas dapat dinilai dari analisis terhadap dokumen dan laporan kegiatan organisasi. Pemerintah menyusun alat ukur untuk mengukur kinerja pelayanan publik secara eksternal melalui Keputusan Menpan No. 4) Kedisiplinan petugas pelayanan. 3) Akuntabilitas (accountability) Menunjuk pada seberapa besar kebijakan dan kegiatan organisasi publik tunduk pada para pejabat politik yang dipilih oleh rakyat. perilaku dan sebagainya.PAN/2/2004. . organisasi. 25/KEP/M. wewenang. Mekanisme tata kerja akan sangat bermanfaat bagi organisasi dalam hal membantu dalam koordinasi dan integrasi kerja. dan oleh masyarakat. Tujuan berkaitan dengan arah yang hendak ditempuh organisasi. Berdasarkan Keputusan Menpan No. dan penemuan. yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya. pertemuan formal. sehingga dapat diketahui apakah suatu kegiatan dapat berjalan baik atau buruk. yang meliputi tujuan. tata hubungan dan kepemimpinan. yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama. karena itu tujuan organisasi harus direncanakan sebaik mungkin dengan melibatkan anggota organisasi. dan membantu memonitor kerja organisasi. terdapat 14 indikator kriteria pengukuran kinerja organisasi sebagai berikut: 1) Prosedur pelayanan. jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya). Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan di antara bidang-bidang kerja maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan. Penilaian dilakukan dengan mencocokan pelaksanaan kegiatan dan program organisasi dengan prosedur administrasi dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam organisasi. kreativitas pegawai secara spontan untuk memecahkan permasalahan dalam bekerja. 2) Persyaratan pelayanan. Mekanisme tata kerja adalah sesuatu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan dan membentuk satuan tersebut. struktur. 25/KEP/M. terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku. 3) Kejelasan petugas pelayanan. mekanisme tata kerja. Mekanisme dapat mengacu pada barang. dan tanggung jawab masing- masing dalam suatu sistem kerjasama. yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan. aktivitas dan tersedianya sarana atau alat yang mungkin ditemukan untuk membantu orang-orang untuk bekerja sama. agenda. Penilaian kinerja aparatur pemerintah dapat dilakukan secara eksternal yaitu melalui respon kepuasan masyarakat.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Unsur-unsur penting dalam mekanisme tata kerja meliputi. aturan. Data akunta bilitas dapat diperoleh dari berbagai sumber. para pejabat politis. prosedur kebijakan. mulai dari perumusan sampai pada pelaksanaan atau upaya pencapaiannya. reward. Struktur berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi termasuk juga semua kegiatan pembagian kerja ke dalam satuan-satuannya dan koordinasi satuan-satuan tersebut. Pelaksanaan kegiatan organisasi publik dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi baik yang implisit atau eksplisit. yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan.

sedang prosedur merupakan urutan kerja atau kegiatan yang terencana untuk menangani pekerjaan yang berulang dengan cara seragam dan terpadu.(Prof. dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan. Berdasarkan pada uraian di atas. Standar internal yang bersifat prosedural in ilah yang disebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). 10) Kewajaran biaya pelayanan. Sistem adalah kesatuan unsur atau unit yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi sedemikian rupa. 2003. Paradigma governance membawa pergeseran dalam pola hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sebagai konsekuensi dari penerapan prinsip-prinsip corporate governance. sehingga muncul dalam bentuk keseluruhan. yaitu tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat. karena itu analisa tugas diperlukan dalam setiap perencanaan dan perbaikan organisasi. 14) Keamanan pelayanan. bekerja. yaitu pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani. Dr. Penilaian secara internal adalah mengetahui apakah proses pencapaian tujuan sudah sesuai dengan rencana bila dilihat dari proses dan waktu. 12) Kepastian jadwal pelayanan. jakarta. berfungsi atau bergerak secara harmonis yang ditopang oleh sejumlah prosedur yang diperlukan. Analisis sistem dan prosedur kerja. pengukuran kinerja organisasi publik dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan. yaitu pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 8) Sopanan dan keramahan petugas. Soekidjo notoamodjo. dan . sedangkan penilaian ke luar (eksternal) dilakukan dengan mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan organisasi.5) Tanggung jawab petugas pelayanan. prinsip-prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat. yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan. sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati 9) Keadilan mendapatkan pelayanan. Standar kinerja ini sekaligus dapat untuk menilai kinerja instansi pemerintah secara internal mupun eksternal. 13) Kenyamanan lingkungan. rineka cipta. 6) Kemampuan petugas pelayanan. b) Analisis Tugas Analisis tugas merupakan proses manajemen yang merupakan penelaahan yang mendalam dan teratur terhadap suatu pekerjaan. yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan. yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih. syarat pejabat. rapi. Analisa tugas diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai pekerjaan.) Analisis sistem dan prosedur kerja adalah kegiatan mengidentifikasikan fungsi- fungsi utama dalam suatu pekerjaan. yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan. 7) Kecepatan pelayanan. 11) Kepastian biaya pelayanan. yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan. sifat pekerjaan. dan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan fungsi sistem dan prosedur kerja.

c) Analisis prosedur kerja Analisis prosedur kerja adalah kegiatan untuk mengidentifikasi urutan langkah- langkah pekerjaan yang berhubungan apa yang dilakukan. 9) Pembagian tugas tepat. bagaimana hal tersebut dilakukan. dan siapa yang melakukannya. Deskripsi tugas harus disusun berdasarkan fungsi atau posisi. disajikan dalam bentuk terorganisasi yang mengidentifikasikan dan menjelaskan isi tugas atau jabatan tertentu. merupakan dokumen umum apabila terdapat sejumlah personel memiliki fungsi yang sama. Analisis terhadap prosedur kerja akan menghasilkan suatu diagram alur (flow chart) dari aktivitas organisasi dan menentukan hal-hal kritis yang akan mempengaruhi keberhasilan organisasi. gerakan dan usaha yang tidak perlu. 4) Berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-baiknya. mengakibatkan penghematan dalam biaya tetap dan biaya tambahan. 2) Deskripsi tugas Merupakan garis besar data informasi yang dihimpun dari analisa tugas. tanggung jawab pejabat.Prosedur kerja merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan tujuan organisasi sebab prosedur memberikan beberapa keuntungan antara lain memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan. terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu : 1) Prosedur kerja harus sederhana sehingga mengurangi beban pengawasan. dan membuat koordinasi yang lebih baik di antara bagian-bagian yang berlainan. bilamana hal tersebut dilakukan. . 7) Mencegah adanya pemeriksaan yang tidak perlu. 3) Spesifikasi tugas Berisi catatan-catatan terperinci mengenai kemampuan pekerja untuk tugas spesifik 4) Penilaian tugas Berupa prosedur penggolongan dan penentuan kualitas tugas untuk menetapkan serangkaian nilai moneter untuk setiap tugas spesifik dalam hubungannya dengan tugas lain 5) Pengukuran kerja dan penentuan standar tugas Merupakan prosedur penetapan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas dan menetapkan ukuran yang dipergunakan untuk menghitung tingkat pelaksanaan pekerjaan. bukan individual. Dalam menyusun suatu prosedur kerja. Di bidang manajemen dikenal sedikitnya 5 aspek yang berkaitan langsung dengan analisis tugas yaitu : 1) Analisa tugas Merupakan penghimpunan informasi dengan sistematis dan penetapan seluruh unsur yang tercakup dalam pelaksanaan tugas khusus. 3) Pencegahan penulisan. dan mengidentifikasikan individual dan persyaratan kualifikasi untuk mereka serta harus dipastikan bahwa mereka memahami dan menyetujui terhadap wewenang dan tanggung jawab yang didefinisikan itu. Melalui analisa tugas ini tugas-tugas dapat dibakukan. Prosedur diperoleh dengan merencanakan terlebih dahulu bermacam-macam langkah yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan. 5) Mencegah kekembaran (duplikasi) pekerjaan. 2) Spesialisasi harus dipergunakan sebaik-baiknya. Setidaknya ada dua manfaat analisis tugas dalam penyusunan standar operasional prosedur yaitu membuat penggolongan pekerjaan yang direncanakan dan dilaksanakan serta menetapkan hubungan kerja dengan sistematis. dimana hal tersebut dilakukan. 6) Harus ada pengecualian yang seminimun-minimunya terhadap peraturan. sehingga dapat dibuat pelaksanaan tugas yang baku. 8) Prosedur harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah.

Berikut beberapa manfaat dari SOP di Puskesmas: a. Fungsi utama dari peralatan keselamatan kerja adalah melindungi dari bahaya kecelakaan kerja dan mencegah akibat lebih lanjut dari kecelakaan kerja. b) Membantu pekerja menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. Alat keselamatan kerja yang biasanya dipakai oleh tenaga kerja adalah helm. d. masker. Menjelaskan secara detail semua kegiatan dari proses yang dijalankan diPuskesmas. masker. Prosedur itu antara lain adalah penggunaan peralatan kesalamatan Petugas. Prosedur itu antara lain adalah penggunaan peralatan kesalamatan Petugas. kacamata. Pedoman dari ILO (International Labour Organization) menerangkan bahawa kesehatan kerja sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Memelihara atau memperbaiki keadaan fisik. . b. Melindungi pekerja dari setiap kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja. d) Alat keselamatan kerja yang biasanya dipakai oleh tenaga kerja adalah helm. g. e. 1) Pedoman dari ILO (International Labour Organization) menerangkan bahawa kesehatan kerja sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. mental. c. Membantu pekerja menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. kacamata. Dapat meningkatkan konsistensi pekerjaan karena sudah ada arah yang jelas. maupun sosial para pekerja. Fungsi utama dari peralatan keselamatan kerja adalah melindungi dari bahaya kecelakaan kerja dan mencegah akibat lebih lanjut dari kecelakaan kerja. Membantu menganalisa proses yang berlangsung dan memberikanfeedback bagi pengembangan SOP. 2. c) Memelihara atau memperbaiki keadaan fisik. Standards Operation Procedure) di Puskesmas wajib dilakukan. atau alat perlindungan telinga tergantung pada profesinya. Pedoman itu antara lain: a) Melindungi pekerja dari setiap kecelakaan kerja yang mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja. Dapat mengurangi waktu pelatihan karena kerangka kerja sudah distandarkan. Prosedur yang berkaitan dengan keamanan (SOP. Membantu untuk menyederhanakan semua syarat yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan d. f. Sstandar Oprasional di Puskesmas Prosedur yang berkaitan dengan keamanan (SOP. c. atau alat perlindungan telinga tergantung pada profesinya. Standards Operation Procedure) di Puskesmas wajib dilakukan. Dapat meningkatkan komunikasi antar pihak-pihak yang terkait. Pedoman itu antara lain: a. b. mental. 2) Fungsi Dan Tujuan Standard Procedure di Puskesmas Fungsi Dan Tujuan Standard Operating Procedure (SOP) di Puskesmasadalah untuk mendefenisikan semua konsep dan teknik yang penting serta persyaratan dibutuhkan. maupun sosial para pekerja. terutama pekerja dengan pihak manajemen. yang ada dalam setiap kegiatan yang dituangkan ke dalam suatu bentuk yang langsung dapat digunakan oleh petugas dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas SOP yang dibuat harus menyertakan langkah kegiatan yang harus dijalankan oleh semua petugas dengan cara yang sama. Standarisasi semua aktifitas yang dilakukan pihak yang bersangkutan diPuskesmas.

k3 sangat penting dalam setiap Instansi ataupun perusahaan khususnya di puskesmas karena menyangkut kesehatan dan kelancaran puskesmas ataupun petugas kesehatan itu sendiri. B. . Mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata dalam makalah ini. Semoga menambah pengetahuan yang membacanya. Prosedur yang berkaitan dengan keamanan (SOP. Saran Dalam makalah ini menjelaskan secara rinci tentang k3 di Puskesmas. Standards Operation Procedure) di Puskesmas wajib dilakukan. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja Upaya Kesehatan Kerja Di Puskesmas Ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Kesimpulan Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani . Demikianlah Makalah ini saya buat untuk digunakan sebaik-baiknya. BAB III PENUTUP A. Prosedur itu antara lain adalah penggunaan peralatan kesalamatan Petugas.

manajemen keselamatan kerja. prinsip-prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat. jakarta. surabaya. Masagung. Pustaka Binaan Presindo. pencegahan kecelakaan . jakarta. DAFTAR PUSTAKA http//wikipedia. 2001. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta. Buku pedoman. sbdodadi. CV. handout. Jakarta : RajaGrafindo Persada. mahasiswa unair. 1989. 2003. Jakarta 1989 iftah Thoha.1997. PT. manajemen keselamatan dan keselamatan kerja. 1986 Su’lakmono. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Silalahi bennet dkk. Diposkan oleh Inno Zp di . Sumakmur. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. 1995 Suma’mur. Prof. hygine perusahaan dan kesehatan kerja. gunung agung. rineka cipta. Soekidjo notoamodjo. Dr.CV. jakarta. International Labour Office.indonesia_kesehatan_keselamatan. jakarta 1989 Sumakmur. Masagung. Geneva.