You are on page 1of 23

PREDIKSI KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM

MEDIS AKTIF DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN SRAGEN

Irfan Agus Nurridho1,Antik Pujihastuti2, Rohmadi2
Mahasiswa APIKES Mitra Husada Karanganyar1, Dosen APIKES Mitra Husada Karanganyar2

ABSTRAK
Rak penyimpanan merupakan salah satu peralatan rumah sakit yang berfungsi menyimpan
dokumen rekam medis, dengan tersedianya rak penyimpanan dokumen rekam medis yang sesuai
dengan kapasitas penyimpanan dokumen rekam medis maka tidak akan terjadi penumpukan
dokumen di lantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan rak
penyimpanan dokumen rekam medis rawat aktif di bagian filing Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sragen Sampai tahun 2009.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini
yaitu 3 rak rawat inap dan 5 rak rawat jalan dan sampelnya adalah 200 dokumen rawat inap dan
200 dokumen rawat jalan.
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sistem penyimpanan di Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Sragen sudah ada kebijakan yang mengatur pemisahan penyimpanan antara
dokumen aktif dan inaktif, akan tetapi belum dilaksanakan. Dan belum adanya kebijakan yang
mengatur tentang sistem penyimpanan yaitu penyimpanan secara desentralisasi. Dengan perkiraan
beban penyimpanan tahun 2005 sampai tahun 2009 adalah 29156 dokumen rawat inap dan 39631
dokumen rawat jalan, panjang pengarsipan dokumen rekam medis rawat inap 13703,46 cm dan
rawat jalan 4359,49 serta rata-rata ketebalan rawat inap adalah 0,47 cm dan rawat jalan 0,11. Maka
dapat diperoleh perkiraan penghitungan hasil kebutuhan penambahan rak penyimpanan dengan
metode kuadrat terkecil (least square) sekitar 4 rak penyimpanan rawat inap dan 6 rak rawat jalan
dengan penerapan sistem penjajaran secara Terminal Digit Filling berdasarkan rak penyimpanan
yang telah ada.
Dalam pelaksanaan penyimpanan dokumen rekam medis sebaiknya dilakukan pemisahan antara
dokumen rekam medis in aktif dan aktif sesuai kebijakan yang ada dan pengadaan penambahan
rak untuk tahun 2009 sekitar 4 rak rawat inap dan 6 rak rawat jalan dapat menggunakan rak roll
o’pack dengan ukuran panjang 5,2 m, lebar 4 m, tinggi 2,2 m. Dilihat dari faktor ketahanan rak
penyimpanan yang terbuat dari besi sehingga lebih tahan lama dengan tujuan terhindar dari bahaya
kimiawi, biologi.

Kata kunci : Rak penyimpanan, kapasitas, dokumen rekam medis.
Kepustakaan : 11 ( 1995-2008)

PENDAHULUAN Unit Rekam Medis salah satunya yaitu filing

A. Latar Belakang yang merupakan media untuk penyimpanan

Dalam PerMenKes No. 269 dokumen rekam medis yang berfungsi

MENKES/PER/III/2008 Bab III, pasal 7 sebagai penyimpan, penyedia dan pelindung

bahwa sarana pelayanan kesehatan wajib dokumen rekam medis.

menyediakan fasilitas yang diperlukan Rak file merupakan tempat menyimpan

dalam rangka penyelenggaraan rekam arsip atau dokumen rekam medis yang

medis. Rekam medis diselenggarakan oleh bertujuan untuk memudahkan penyimpanan
dan pengambilan kembali dokumen rekam

80 Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-9551, VOL. III, NO. 2, OKTOBER 2009, Hal 80-101

medis di ruang filing serta menjaga Berdasarkan latar belakang tersebut,
kerahasiaan dokumen rekam medis. Oleh peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
karena itu ruang penyimpanan menampung mengenai ”Prediksi Kebutuhan Rak
dokumen rekam medis, apabila rak Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Aktif
penyimpanan melebihi daya tampung maka di Bagian Filing Rumah Sakit Umum
diperlukan perencanaan atau pengadaan rak Daerah Kabupaten Sragen”.
penyimpanan kembali. Perencanaan atau
pengadaan rak penyimpanan berdasarkan TINJAUAN PUSTAKA
jumlah dokumen rekam medis yang A. Rekam Medis
disimpan, bentuk rak dan ukuran rak 1. Pengertian Rekam medis
penyimpanan yang sesuai standar ergonomi Menurut PerMenKes No.
yaitu rak penyimpanan dapat berbentuk rak 269/MenKes/Per/III/2008 adalah berkas
roll o’pack serta memperhatikan luas suatu yang berisikan catatan dan dokumen tentang
ruangan yang tersedia (DepKes, RI. 1997). identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
Berdasarkan survei pendahuluan bahwa tindakan serta pelayanan lain yang telah
di ruang filing Rumah Sakit Umum Daerah diberikan kepada pasien.
Kabupaten Sragen bahwa dengan jumlah rak Sofari, B (2002) rekam medis adalah
penyimpanan yang tersedia saat ini, sudah rekaman atau catatan mengenai siapa, apa,
tidak dapat menampung penambahan mengapa, dimana, bilamana, serta
dokumen rekam medis pasien, sehingga bagaimana pelayanan yang diberikan kepada
dokumen rekam medis pasien baru pasien selama masa perawatan yang memuat
diletakkan di lantai pada samping rak pengetahuan mengenai pasien dan pelayanan
penyimpanan atau jumlah rak penyimpanan yang diperolehnya serta memuat informasi
tidak mampu menampung semua dokumen yang cukup untuk mengidentifikasi pasien,
rekam medis seiring dengan pertambahan membenarkan diagnosis dan pengobatan
jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit. serta merekap hasilnya.
Selain itu tinggi rak penyimpanan yang 2. Tujuan Rekam Medis
melebihi standar antropometri manusia, serta Tujuan rekam medis adalah untuk
pelaksanaan penyimpanan dan pengambilan menunjang tercapainya tertib administrasi
dokumen rekam medis pada rak dalam upaya peningkatan pelayanan
penyimpanan rawat inap yang paling atas kesehatan di rumah sakit. Tanpa didukung
yang masih menggunakan alat bantu (tangga suatu sistem pengelolaan rekam medis yang
berkaki), hal ini berpengaruh terhadap baik dan benar, maka tertib administrasi
kegiatan penyimpanan dan pengambilan rumah sakit tidak akan berhasil sebagaimana
kembali dokumen rekam medis menjadi yang diharapkan, sedangkan tertib
lama dan memungkinkan terjadi kecelakaan administrasi merupakan salah satu faktor
kerja.

Prediksi Kebutuhan Rak Penyimpanan...(Irfan Agus N, dkk) 81

2. Suatu berkas rekam medis yang 3. mempunyai nilai Administrasi karena Dokumentasi (Documentation) isinya menyangkut tindakan Suatu berkas rekam medis berdasarkan wewenang dan tanggung mempunyai nilai dokumentasi karena jawab sebagai tenaga medis dan para isinya menjadi sumber ingatan yang medis dalam mencapai tujuan harus didokumentasikan dan dipakai pelayanan kesehatan. mempunyai nilai penelitian karena 2. medis yang bertanggung jawab dalam c. Selain itu. III. dan lain-lain. Keuangan (Financial) penyimpanan dan pengembalian kembali Suatu berkas rekam medis dokumen rekam medis. Penelitian (Research) matahari yang langsung. Rak penyimpanan mempunyai nilai keuangan karena dokumen rekam medis yang baik.yang menentukan dalam upaya pelayanan e. Mengambil kembali (retriev) dokumen rekam medis untuk berbagai keperluan. OKTOBER 2009. rawat inap dan bahan tanda bukti untuk menegakkan merupakan salah satu bagian dari unit rekam keadilan. b. untuk menetapkan biaya pembayaran biologis misalnya tikus. Administrasi (Administration) kronologis dari kegiatan pelayanan Suatu berkas rekam medis medis yang diberikan kepada pasien. pasien di rumah sakit. 1997). ISSN 1979-9551. Ruang filing jaminan kepastian hukum atas dasar Ruang filing merupakan suatu tempat keadilan. 82 Jurnal Kesehatan. dalam rangka untuk menyimpan dokumen rekam medis menegakkan hukum serta penyediaan pasien rawat jalan. NO. 1997). Pendidikan (Education) kesehatan di rumah sakit (DepKes RI. kimia. Bagian Filing isinya menyangkut masalah adanya 1. pengetahuan di bidang kesehatan. Hukum (Legal) dan pembuatan laporan Rumah Sakit Suatu berkas rekam medis (DepKes RI. sebagai bahan pertanggung jawaban b. Selain itu juga harus terlindung dari sinar d. VOL. Tugas pokok bagian filing isinya mengandung data informasi a. terhindar dari Suatu berkas rekam medis kebocoran akibat hujan dan lain-lain. Kegunaan rekam medis mempunyai nilai pendidikan karena Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari isinya menyangkut data atau berbagai aspek antara lain: informasi tentang perkembangan a. Hal 80-101 . rayap. Menyimpan dokumen rekam medis yang dapat digunakan sebagai aspek dengan metode tertentu sesuai penelitian dan pengembangan ilmu dengan kebijakan rumah sakit. harus isinya dapat dijadikan sebagai bahan terhindar dari kerusakan secara fisik. mempunyai nilai hukum karena B.

e. rawat inap ataupun gawat darurat.(Nurningsih. Desentralisasi yaitu penyimpanan (MDF) yaitu suatu sistem dokumen rekam medis seorang penjajaran dokumen rekam medis Analisis Trend Kematian Bayi. harus diatur Sistem penjajaran dokumen sedemikian rupa sehingga terjaga rekam medis berdasarkan nomor kerahasiaan dari dokumen rekam medis dan secara langsung atau berurutan mudah ditemukan kembali baik untuk disebut Straight Numerical Filing keperluan pasien maupun pihak lain. cara penyimpanan terbagi mensejajarkan folder/ dokumen menjadi : rekam medis berdasarkan urutan a. menerus). Membantu dalam pelaksanaan d. Satelit yaitu suatu sistem rekam medis in-aktif dengan penyimpanan dimana dokumen dokumen rekam medis aktif. Memisahkan penyimpanan dokumen c. Sistem penjajaran adalah pengaturan 2002) dan penjajaran dokumen rekam 3.(Shofari. pasien dalam satu kesatuan yaitu. Sistem penyimpanan rekam medis medis ke dalam rak penyimpanan Penyimpanan dokumen rekam medis dengan cara disejajarkan berdiri mempunyai arti penting sehubungan dengan sejajar satu dengan yang lain: riwayat penyakit seseorang dan kerahasiaan 1) Sistem Penjajaran Nomor yang terkandung di dalam dokumen rekam Langsung (Straight Numerical medis oleh sebab itu cara penyimpanan Filling) dokumen rekam medis. Sistem Penjajaran pemusnahan formulir.. rawat inap e. 2) Sistem Penjajaran dua Angka dokumen rekam medis rawat jalan Tengah (Middle Digit Filing) dan rawat inap disimpan ke dalam Sistem penjajaran dengan sistem folder atau map. Meretensi dokumen rekam medis pasien disimpan secara terpisah sesuai dengan ketentuan yang antara dokumen rekam medis rawat ditetapkan oleh sarana pelayanan jalan dan dokumen rekam medis kesehatan. c. d. g. angka tengah Middle Digit Filing b. Menyimpan dokumen rekam medis pasien secara continue (terus yang dilestarikan atau diabadikan. rekam medis rawat jalan. Membantu dalam penilaian nilai dan gawat darurat disimpan pada guna rekam medis. (SNF) yaitu suatu sistem Tata cara penyimpanan ditinjau dari penyimpanan dokumen rekam pemusatannya atau penyatuan dokumen medis pasien dengan cara rekam medis. dkk) 83 . Sentralisasi yaitu penyimpanan nomor rekam medis secara dokumen rekam medis seorang langsung pada rak penyimpanan.. B. unit tertentu yang digunakan oleh f.

VOL. III. Unit Numbering System (UNS) nomnor rekam medis pada Pemberian nomor secara unit atau kelompok 2 angka akhir. Serial Numbering System (SNS) 22 10 03 Pemberian nomor rekam medis secara seri atau dikenal dengan Serial 3) Sistem Angka Akhir ( Terminal Numbering System (SNS) adalah Digit Filing ) suatu sistem identifikasi dimana Sistem Penjajaran Terminal Digit setiap pasien yang berkunjung ke Filing (TDF) yaitu suatu sistem rumah sakit selalu mendapat nomor penjajaran dengan mensejajarkan rekam medis baru. folder berdasarkan urutan b. angka tengah serta angka akhir. NO. berdasarkan nomor rekam medis masing-masing kelompok terdiri dari 2 2 (dua) angka kelompok tengah. Proses berobat sebagai bagian dari identitas pribadi penggabungan disebut cross pasien yang bersangkutan. (angka). c. Dengan demikian dijumpai Contoh: kelompok angka awal. Serial Unit Numbering Sistem 03 09 11 (SUNS) Pemberian nomor secara seri unit 4. dikenal dengan Unit Numbering Contoh: System (UNS) adalah suatu sistem 98 09 10 penomoran dimana sistem ini 99 09 10 memberikan satu nomor rekam medis 00 09 11 pada pasien baik rawat jalan. Sistem Identifikasi Penomoran atau dikenal dengan Serial Unit (Numerical) Numbering System (SUNS) adalah Sistem Identifikasi dalam pelayanan suatu sistem pemberian nomor rekam medis yaitu tata cara penulisan nomor dangan menggabungkan sistem seri yang diberikan kepada pasien yang datang dan sistem unit. yaitu: 22 10 02 a. 2. dengan cara mensejajarkan medis terdiri dari 6 (enam) angka (digit) dokumen rekam medis yang terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok. ISSN 1979-9551. Hal 80-101 . OKTOBER 2009. Nomor rekam 84 Jurnal Kesehatan. 21 10 99 Dalam penyelenggaraan rekam medis 22 10 00 terdapat pula sistem identifikasi secara 22 10 01 numerical yang terbagi menjadi 3 (tiga) jenis sistem identifikasi. rawat inap maupun gawat darurat dan 01 09 11 digunakan selamanya untuk 02 09 11 kunjungan berikutnya.

sistem. nyaman. sesuai dengan kondisi tubuh dan penjajaran dokumen yang baik mendapatkan hasil kerja yang lebih optimal. sebaiknya disimpan dengan posisi Oleh karena itu dalam pendekatan ergonomi horizontal. karena dengan penjajaran memerlukan keseimbangan antara secara horizontal dapat menghindari kemampuan tubuh dengan tugas kerja dokumen dari kerusakan. tetapi ukuran lebar bahu untuk menentukan pengertian kerja secara luas adalah semua jarak antar rak penyimpanan. Ergonomi suatu ilmu yang berkaitan dengan 1. Ergonomi adalah suatu upaya dalam Antropometri secara luas akan bentuk ilmu. dimensi yang tepat yang berkaitan efisien dan produktif melalui pemanfaatan dengan produk yang dirancang fungsional tubuh manusia secara optimal (Wignjosoebroto. Pengertian antropometri rekam medis baru disatukan dengan Istilah antopometri berasal dari kata “ dokumen rekam medis yang lama antro “ yang berarti manusia dan “ dengan menggunakan nomor rekam metri “ berarti ukuran. Ergo (gerak atau dianjurkan adalah 36 cm atau 90 cm kerja) dan nomos (alamiah) adalah gerakan atau 75 cm pada ruang yang sempit. teknologi. efisien. dan lingkungan dengan Dengan demikian dapat disimpulkan kemampuan. mesin. Dengan (Santosa. adalah kegiatan mendapat upah.(Nurningsih. Secara umum medis yang lama. tidak Rekam medis disimpan dengan dua menimbulkan kelelahan dan kecapaian cara yaitu vertical dan horizontal. Anthropometri yang digunakan Dari analisis berbagai pakar di atas antara lain : bahwa ergonomi tidak lepas dari makna Jangkauan tangan keatas yaitu dasar yaitu ergon adalah kerja (work) dan sebagai acuan ukuran tinggi rak nomos adalah hukum-hukum alam (natural penyimpanan. serta keterbatasan bahwa data antropometri akan manusia sehingga tercapai suatu kondisi dan menentukan bentuk. reference yaitu apabila pasien telah 2. B. dkk) 85 . gerakan manusia merupakan kerja. aman.1995). menerapkan penjajaran secara horizontal dapat ventilasi yang lebih Analisis Trend Kematian Bayi. mesti Menurut Huffman EK (1992) bahwa tidak mendapatkan upah. Pengertian kerja (work) secara sempit menentukan lebar rak penyimpanan. ergonomis dalam interaksi manusia. yang efektif.. organisasi. dan maksimal. pekerjaan.(Shofari. Panjang depa untuk laws). Antropometri selesai pelayanan maka dokumen a. ukuran dan lingkungan yang sehat. 2002) antopometri dapat dinyatakan sebagai C. 2001).. nyaman. keahlian. Pengertian Ergonomi pengukuran dimensi tubuh manusia. b. S. dan seni untuk digunakan sebagai pertimbangan menyerasikan peralatan. aman.

diambil yang paling lebar Apabila dokumen rekam medis dalam keadaan posisi disimpan dengan cara vertical maka berdiri.) sampai dengan ujung jari Tinggi siku (Siku lengan 97.) bagian tulang pinggul Tinggi siku duduk 23. OKTOBER 2009.6 keadaan berdiri.) dengan alas kaki dalam Tinggi bahu (Bahu 132. NO.7 berubah posisi menjadi melengkung.8 tegak.2 Tinggi badan (Bagian 161.8 lengan atas kanan = duduk (Dari tulang lutut diambil yang paling paling luar sampai lebar) dengan garis vertical Lebar pinggul(Pinggul 28. dengan posisi Tinggi pinggul (Dari 93.) dokumen rekam medis lebih mudah Panjang lengan (dinding 66. III. lengan datar Indonesia ke sampan) Kriteria Ukuran (cm) Panjang lengan bawah 44.8 Tabel 1.) yang berada dalam posisi Tinggi badan duduk 84.6 dengan kaki dalam dari ujung jari tengah kiri keadaan berdiri tegak. Hal 80-101 .8 tengah kanan.1 kepala paling atas sampai (Diukur dari luar ujung dengan alas kaki dalam jari tengah sampai keadaan berdiri tegak.4 vertical sampai dengan (Bagian kepala paling kaki dalam keadaan atas sampaidengan berdiri tegak.8 (bagian atas alas duduk lengan atas sampai s. 2. Panjang lengan atas 34.d pinggul badan tegak) dengan bagian luar Panjang tungkai atas saat 44. dada ujung jari tengah.) duduk.) bagian atas smapai Panjang depa (Diukur 165.0 paling atas sampai (pantat diatas alas duduk- dengan alas kaki dalam pinggul badan tegak) keadaan berdiri. ISSN 1979-9551.) Tinggi panggul duduk 18.9 86 Jurnal Kesehatan. VOL.3 Tinggi jangkauan ke atas 202. Adapun data anthropometri orang lengan datar ke depan) Indonesia. Data anthropometri untuk orang (ketiak-siku.4 Lebar bahu (Bagian luar 39. luas antar dokumen rekam medis kiri sampaidengan dengan batas ruang penyimpanan pinggul kanan dan pada setiap sub rak penyimpanan.

akan tetapi peralatan ini akan ditempatkan pada rak penyimpanan tetap disebut sebagai file lateral. Vertical filing mempercepat dalam penemuan arsip Adalah jenis alat penyimpanan yang atau dokumen. Hal dari ujung kiri dari rak penyimpanan paling ini dikarenakan letak map atau arsip atas dan dilanjutkan ke sub rak berikutnya.) Terdiri dari 3 tipe : FD 102 (2 Laci) Panjang tungkai bawah 41. Untuk penggunaan filling cabinet adalah penyimpanan dokumen dengan bentuk peralatan tertentu.. Lateral Filling Analisis Trend Kematian Bayi.4 H 700 X W465 X saat duduk (bagian D620 bawah alas duduk sampai FD 103 (3 Laci) dengan telapak kaki) H 1000 X W465 X Tinggi lutut duduk 49. Filling Cabinet Rak penyimpanan adalah rakitan dari beberapa sub rak yang terbuat dari papan b.5 D620 (telapak kaki-lutut) FD 104 (4 Laci) (Wignjosoebroto. S. Peralatan Penyimpanan atau Rak D620 Penyimpanan Gambar 1. dkk) 87 .(Nurningsih. menyamping sehingga alat ini dapat 1. Berkas vertikal.1995). pinggang dengan posisi Filling Cabinet : sikap duduk tegak. H1 1300 X W465 X D.. umum dipergunakan dalam kegiatan pengurusan arsip dan alat ini sering disebut filling cabinet. Gambar 2. Tipe peralatan penyimpanan menghemat tempat dibandingkan Tipe peralatan penyimpanan dapat dengan file cabinet selain itu ada dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu: kegunaan yang lain yaitu a. Lateral Filing kemudian diberi tiang untuk menaruh atau Peralatan yang digunakan untuk untuk menyimpan berkas yang disusun menyimpan arsip diletakkan secara secara vertikal maupun horizontal.

map-map yang disimpan akan adalah menghemat pemakaian disusun secara melingkar. Pada rotary Keuntungan dari filing mobil filing. diperoleh yaitu memudahkan dalam 88 Jurnal Kesehatan. 2. c. Terdiri dari 3 model dasar yaitu : 1) Filing kartu Yaitu tempat penyimpanan filing yang dibuat secara khusus untuk menyimpan kartu formulir dengan ukuran tertentu. Hal 80-101 . yang dapat sakit khususnya bagian filing. elektronik atau otomatis. sehingga keuangan dan terletak diatas terhindar dari ruang yang tidak semacam rel yang mempermudah terpakai. NO. (135H x 48W x 63D) Cm. Filling Kartu 2) Filing structural Yaitu filing yang dipergunakan Gambar 4. Rotary filing bagian penyimpanan dokumen Rotary filing adalah suatu sistem dengan kapasitas yang lebih besar pengarsipan secara melingkar dan dan dapat ditemukan pada rumah dapat berputar. Filling Mobile untuk menyimpan semua jenis ukuran formulir atau arsip. (85 x 60 x63) Gambar 3. OKTOBER 2009. ISSN 1979-9551. Keuntungan lain yang gerakan ke depan dan ke belakang. CC 5 Ukuran kartu (19 x11) Cm. CC-3 Ukuran kartu (25 x15) Cm. (135 x 60 x 63) Cm. CC-8 Ukuran kartu (19 x11) Cm. VOL. Model filing ini sering digunakan untuk d. menghemat ruang pada lantai dan 3) Filing mobil atau bergerak dinding hingga 60%. Power filing Sehingga dapat dibuat gang atau sela Alat penyimpanan ini dipergunakan diantara dua rak untuk tempat berdiri untuk menyimpan arsip atau petugas yang sedang mencari dokumen dengan cara kerja secara dokumen. III.

RI. Rak penyimpanan dapat terbuat dari sangat efisien dan efketif jika dipakai bahan kayu. susunan dan penyimpanan arsip dan barang urutannya teratur sehingga sangat yang menghasilkan ekstra membantu dalam pemakaian. satu rotary filing memiliki menutup rak apabila mudah empat hingga enam tingkat sehingga ditarik dan digeser. memudahkan dalam penyimpanan. d) Dapat melindungi berkas rekam medis dari bahaya kimiawi dan fisik seperti anti rayap. dikarenakan rotary filing ini memiliki 1) Keuntungan dari rak roll o’pack : map – map yang memiliki kode – a) Sistim modern untuk kode warna. Rotary Filling khusus sehubungan dengan e. angka. Adapun almari yang terbuat dari Analisis Trend Kematian Bayi.. Hal tersebut banyak. Dalam kapasitas ruang. c) Membutuhkan perawatan Gambar 5. Mekanik dan Index Sistem sehingga (Depkes. 2) Kerugian menggunakan rak roll o’pack diantaranya adalah : a) Membutuhkan biaya yang banyak untuk pengadaan roll o’pack. 2. 1997). satu rotary filing menghemat c) Karena tempat penyimpanan penggunaan filing kabinet sebanyak 4 dapat dicapai lebih singkat. dkk) 89 . Rak Roll O’pack pengadaan dan perawatan rak Lemari Arsip dengan Penggerak roll o’pack.(Nurningsih. mengambil dan mengembalikan dokumen yang jumlahnya sangat berkas yang diperlukan. Bahan rak penyimpanan pencarian dan penghematan ruangan.. ada pula yang terbuat dari besi perusahaan yang mempunyai atau baja. sampai 6 unit. ekonomis dan setiap satu putaran dapat menyimpan efisien. b) Harus disesuaikan sumber daya petugas. map – map tersebut setara dengan b) Mengurangi beban kerja satu filing kabinet empat tingkat. anti api dan anti karat. petugas dalam hal membuka/ dimana. sehingga menambah efisiensi kerja. anti kelembaban.

air) dan lain – lain. tiap-tiap sub rak sub rak/ section d. dapat dilakukan pembongkaran dan bila digunakan rumus sebagai berikut :. dengan alasan dapat perencanan rak penyimpanan untuk dibongkar pasang sewaktu – waktu menghitung prediksi rak file x tahun yang sesuai kebutuhan sehingga mudah akan datang di bagian unit filing. terbuat dari bahan kayu tidak tahan Penghitungan rak Σ Penambahan dokumen x rata- lama. penting dalam menjaga arsip dari keamanan Y = Nilai variabel y pada suatu waktu dan kerahasiaan serta bahaya lain yang dapat tertentu terjadi. RI. Metode Penghitungan Kebutuhan Rak Untuk penghitungan perkiraan Penyimpanan Dokumen Rekam Medis kebutuhan rak penyimpanan x tahun yang Metode Kuadrat Terkecil (Least square) akan datang di bagian filing. tidak praktis dan mudah rapuh dokumen rata ketebalan Penyimpanan = (Depkes. dapat merupakan metode murni matematik dengan digunakan rumus sebagai berikut : persamaan rumus Y = a + bx. VOL. OKTOBER 2009. Rata-rata jumlah dokumen pada c. 2. Rumus Perkiraan kebutuhan rak = Hasil perkiraan tersebut digunakan untuk mengolah data jumlah rak – jumlah rak yang sudah ada dalam memprediksi peningkatan jumlah pasien dari satu rumah sakit terhadap F. perubahan variabel Y yang terjadi pipa. dihindarkan dari sinar matahari secara langsung serta 90 Jurnal Kesehatan. Menyimpan dokumen rekam medis a = Pemotongan antara garis trend dengan dengan ruang penyimpanan yang baik harus sumber tegak (x). Dokumen rekam medis Kapasitas E. Las tidak mampu melumerkan Penghitungan ketebalan Panjang dokumen rekam medis dokumen rekam medis = almari. a. ISSN 1979-9551. III. Hal 80-101 .bahan baja khusus maka dilihat dari segi Dalam penghitungan rata-rata ketebalan keamanan mempunyai keuntungan yaitu : dokumen rekam medis di bagian unit filing. api. Penyimpanan Arsip penambahan suatu berkas rekam medis Ruang penyimpanan arsip merupakan hal pasien dari waktu kewaktu. oleh karena itu bila pada setiap perubahan satu unit variabel x akan membangun tempat penyimpanan x = Periode waktu deret berkala dokumen rekam medis membuat ventilasi pintu yang tidak langsung menghadap ke matahari secara langsung. dapat menggunakan rumus sebagai beriku: b. Rata – rata bahan rak file atau penyimpanan yang ada di rumah sakit Selain itu untuk penghitungan terbuat dari besi. 1997). a = nilai y. Tahan dari gedoran palu besi. NO. Bor tidak mampu menembus almari. besarnya serangan serangga. saluran air (talang. jika x = 0 terhindar dari kemungkinan-kemungkinan b = Kemiringan garis trend.

sekitar 6 (enam) inchi. Instrumen penelitian karena hal ini akan memudahkan udara Pedoman observasi berisi sebuah daftar bergerak dengan bebas. Apabila terpaksa jenis kegiatan yang akan diamati pada saat harus menggunakan almari besi yang penelitian yaitu rak penyimpanan dokumen tertutup. 2006). selama 24 jam. RL-1 serta Prosedur Tetap tentang dibuka. bila hujan. jumalah dokumen rekam agak merenggang. Maka dalam menghindari serangga beri kapur barus pada rak Analisis Trend Kematian Bayi. diketahui sebelumnya. S. B. Apabila tempat penyimpanan terdapat METODE PENELITIAN saluran air maka upayakan agar saluran A. (KepANRI disamping berguna untuk menyaring debu No. untuk deskriptif yaitu penelitian yang hasilnya menghindari bahaya kebanjiran atau alamiah berupa diskripsi (penggambaran) keadaan Tempat penyimpanan yang baik dengan obyek penelitian tanpa memberikan suhu udara berkisar antara 22°C sampai kesimpulan yang berlaku umum dengan 23°C dan kelembaban udara sekitar (generalisasi) (Arief TQ. serangga kecil dan lain – lain. 2009). Instrumen Penelitian dan Cara ukuran antara rak penyimpanan yang paling Pengumpulan Data bawah dengan lantai. (Notoatmodjo.12 Tahun 2000) masuk. serta diperiksa untuk melihat apabila ruang dan rak penyimpanan dokumen rekam kertas ditumbuhi cendawan atau diserang medis (Arikunto. Jenis Penelitian tersebut tidak bocor. oleh karena itu setiap Jenis Penelitian ini adalah penelitian saat diperiksa. Dengan 50% sampai dengan 65%. terutama. Dapat menggunakan rak penyimpanan dari 2002. maka susun dokumen rekam medis rekam medis. Dokumen Rekam pendekatan retrospektif dimana peneliti Medis dalam waktu yang dekat akan lapuk mengumpulkan data-data yang ada pada bila kelembaban melebihi 65% Disamping masa lalu atau yang pernah terjadi. dkk) 91 . Menyimpan dokumen rekam medis berdasarkan cirri atau sifat-sifat yang sudah hendaknya ditempat yang memenuhi syarat. selain itu C. sehingga keadaan udara sampling yaitu pengambilan sampel yang tetap tidak berubah – ubah yang dapat didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu merusak.. Almari harus sering medis. Populasi dan Sampel yang digunakan AC ini selain berfungsi untuk mengatur adalah rak penyimpanan dan dokumen kelembaban dan temperatur udara juga rekam medis rawat inap dan Rawat Jalan untuk mengurangi debu.(Nurningsih. memperhatikan hal – hal tersebut di atas. serangga. 1.) dengan almari yang tertutup.dilengkapi jaring kawat yang halus penyimpanan secara berkala. yang dibuat oleh peneliti sendiri. Pemasangan harus dengan menggunakan metode Porposive konstan (tetap). S. M. Populasi dan Sampel maka perlu memasang AC..

OKTOBER 2009. Sedangkan untuk pelayanan dokumen rekam medis 92 Jurnal Kesehatan. Tabulasi. apabila belum sesuai dengan tujuan Dalam prosedur tetap No. memudahkan pengelompokkan dan rawat inap maupun gawat darurat yang telah penghitungan data. yang mengatur penyimpanan dokumen 3. Editing. 2. Data dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari rak penyimpanan. yaitu adalah suatu sistem penomoran dimana 2. III. a. A. penelitian ini adalah dengan menggunakan Yaitu peneliti mengamati dan analisis diskriptif yaitu dengan cara mengukur rak penyimpanan dokumen mendiskripsikan data yang telah rekam medis rawat inap dab rawat dikumpulkan dan diolah menjadi kebutuhan jalan untuk mendapatkan ukuran rak penyimpanan dokumen rekam medis panjang.2. Collecting. NO. dokumen rekam medis berdasarkan angka kemudian memasukkan hasil dari akhir atau Terminal Digit Filling (TDF) pengumpulan data kedalam tabel untuk untuk dokumen rekam medis rawat jalan.05. tinggi rak rawat inap maupun rawat jalan tahun 2009 penyimpanan dokumen rekam medis. Analisis Data dan penjajaran di Rumah Sakit. rawat kemudian disusun menurut bagian yang inap maupun gawat darurat dan digunakan diteliti agar dapat dibaca dilengkapi selamanya untuk kunjungan berikutnya. Hasil Penelitian D. Analisis data yang digunakan dalam b. Di Rumah Sakit Umum Daerah Pengumpulan ukuran desain rak Kabupaten Sragen mengunakan identifikasi penyimpanan dokumen rekam medis di penomoran secara unit numbering system ruang filing. Penyajian data. Kebijakan Rumah Sakit tentang ruang Pengolahan data melalui tahap dan penyimpanan dokumen rekam medis 1. rekam medis (filling) yang berisi penjajaran Setelah melalui tahap sebelumnya. Yaitu dalam bentuk narasi dan yang Pengamatan langsung terhadap nantinya akan menggambarkan hasil kebijakan-kebijakan dan prosedur penelitian. HASIL PENELITIAN DAN dokumen rekam medis rawat inap PEMBAHASAN mupun rawat jalan dan RL-1. Hal 80-101 . Cara pengumpulan data 4. di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten c. selesai dikoding dan indeksing. sistem ini memberikan satu nomor rekam Pada tahap ini data yang diperoleh medis pada pasien baik rawat jalan. Sumber data Sragen. tetap tentang sistem penyimpanan E. ISSN 1979-9551.P. lebar. VOL. Teknik dan Pengolahan Data 1. Observasi.038 penelitian.05. Pengukuran.

dokumen rekam medis dan dalam c. Ruang penyimpanan dokumen penderita dirawat inap. rekam medis di Rumah Sakit Umum 3. sore.(Nurningsih. g. penyimpanan dokumen rekam medis rawat d. aktif maupun inaktif.5 m dan lebar 6 m.5 m dokumen rekam medis dengan nomor rekam medis lama di satukan dengan dokumen a rekam medis lama yang berada di filling sedangkan untuk nomor baru diurutkan dan b d diberi map kemudian ditulis tanggal 5m c pengembaliannya. pemisahan antara dokumen rekam medis f. Rak penyimpanan rawat inap 3. inap maupun rawat jalan tidak ada e. penetapan luas ruangan penyimpanan b. dkk) 93 . Rak penyimpanan rawat Jalan 4. Luas ruang penyimpanan dokumen h.. maupun malam dikembalikan kebagian rekam medis pada keesokan harinya dan 10. Rak penyimpanan rawat inap 2. Jumlah kunjungan pasien rawat inap dan Daerah Kabupaten Sragen rawat jalan di Rumah Sakit Umum Di Rumah Sakit Umum Daerah Daerah Kabupaten Sragen selama tahun Kabupaten Sragen mempunyai luas ruangan 2005 sampai tahun 2009. 63m² dengan panjang 10. Rak penyimpanan rawat Jalan 3. Keterangan : selain itu belum terdapat pula tentang a. Jumlah kunjungan pasien rawat inap di berikut lay-out tentang tataletak ruang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten penyimpanan dokumen rekam medis rawat Sragen selama tahun 2005 sampai tahun inap maupun rawat jalan di Rumah Sakit 2009 berdasarkan data RL-1 (Formulir data Umum Daerah Kabupaten Sragen sebagai kegiatan rumah sakit) digunakan untuk berikut memperoleh data penghitungan jumlah pasien atau penambahan dokumen rekam medis sebagai berikut : Analisis Trend Kematian Bayi. Rak penyimpanan rawat Jalan 5. e f h g Rumah sakit menggunakan sistem penyimpanan dokumen berdasarkan desentralisasi yaitu terjadi pemisahan antara rekam medik poliklinik dengan rekam medis Gambar 6. penyimpanan dokumen secara desentralisasi. akan tetapi belum rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah terdapat kebijakan yang mengatur tentang Kabupaten Sragen. Rak penyimpanan rawat Jalan 1. 2..pasien Gawat Darurat yang berkujung pagi. Rak penyimpanan rawat Jalan 2. Rak penyimpanan rawat inap 1.

3 = Dalam Penghitungan ketebalan 200 dokumen rekam medis rawat inap = 0. ISSN 1979-9551. Rawat Inap 94. 2005 13540 10438 rumus: 2. Panjang pengarsipan dokumen 200 94. penghitungan rata-rata ketebalan diperoleh hasil rata-rata ketebalan dokumen rekam medis. b.11 cm dengan menggunakan rumus Berdasarkan perhitungan diatas. Data Pasien Rawat Inap dan Dari data tersebut diatas dapat Rawat Jalan Keluar Hidup dan Meningal dilakukan penghitungan untuk Jumlah pasien mengetahui rata-rata ketebalan No. OKTOBER 2009. Tahun Rawat Rawat dokumen rekam medis dengan Jalan Inap 1. NO.3 Jalan = 36836. 2008 16504 12786 Panjang dokumen rekam medis = 5. Rawat Jalan 21.Tabel 2. 2009 18473 13690 Jumlah dokumen Jumlah 78375 60051 Sumber : Laporan Rekapitulasi Kegiatan Rumah Sakit tahun 2005 sampai tahun 2009 a. Berikut data dokumen rekam medis rawat inap jumlah dokumen rekam medis dan yaitu 0. III. 2007 15319 11184 rawat inap/ rawat jalan 4. 2.25 cm 94 Jurnal Kesehatan.11 inap maupun rawat jalan.47 cm Umum Daerah Kabupaten Sragen + a. Rawat 1). cm.2 Inap Rawat Inap = 78375 x 0. VOL. Ketebalan dan panjang pengarsipan dokumen rekam medis di Rumah Sakit = 0. 2006 14539 11953 Ketebalan dokumen rekam medis 3.47 cm dan untuk dokumen panjang dokumen rekam medis rawat rekam medis rawat jalan adalah 0.2 = 4. Ketebalan dokumen rekam medis b.47 2. Hal 80-101 . Panjang pengarsipan dokumen rekam Tabel 3. Rawat 200 21. Data Jumlah Sampel Dokumen medis Rekam Medis dan Panjang Dokumen Dalam penentuan panjang Rekam Medis N Jumlah Panjang Keteran pengarsipan dokumen rekam medis o Dokumen dokumen gan dapat dilakukan dengan rumus : rekam Medis rekam Panjang pengarsipan = Σ Dokumen tahun medis 2006 sapai tahun 2010 x ketebalan dokumen rawat inap (cm) 1.

berikut ukuran rak Sap 6 penyimpanan dokumen rekam medis Sap7 rawat jalan Rumah Sakit Umum Sap 8 Daerah Kabupaten Sragen.d 2009 dengan menggunakan metode Gambar 7..25cm dan rawat inap Rumah Sakit Umum untuk dokumen rekam medis rawat jalan Daerah Kabupaten Sragen. 300 cm 5. Ukuran rak penyimpanan rawat Lebar Rak 50 inap. Analisis Trend Kematian Bayi. Penghitungan jumlah kunjungan cm pasien rawat inap tahun 2005 s.11 untuk rawat jalan dapat diketahui back.(Nurningsih. Rak penyimpanan dokumen rekam medis rawat jalan yang tersedia Sap 2 Panjang subrak 100 berjumlah 5 rak untuk masing. yaitu 6605 cm. Panjang pengarsipan dokumen b. Ukuran rak penyimpanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sragen. Ukuran rak penyimpanan rawat kuadrat terkecil. Rak 168 a. Berikut ukuran rak panjang pengarsipan dokumen rekam medis penyimpanan dokumen rekam medis untuk rawat inap yaitu 36836.. Panjang rak 200 cm Sap9 Sap10 Gambar 8. 2).47 dan dari 10 sap dan 60 subrak back to 0. Sap 1 Subrak a. dkk) 95 . cm Panjang 6. Rak penyimpanan dokumen rekam Rawat Jalan = 60051 x 0. Sap 3 masing 1 rak penyimpanan terdiri Sap4 Tinggi subrak dari 6 sap dan 12 subrak back to 28 cm Sap5 back.11 medis rawat inap di Rumah Sakit = 6605.61 cm Umum Daerah Kabupaten Sragen Berdasarkan hasil penghitungan panjang berjumlah 3 rak untuk masing- pengarsipan dengan rata-rata ketebalan masing 1 rak penyimpanan terdiri dokumen rekam medis rawat inap 0. Penghitungan kebutuhan rak subrak 100 penyimpanan dokumen rekam medis di cm Lebar bagian filing Rumah Sakit Umum Tinggi Daerah Kabupaten Tahun 2009. jalan.

2007 14539 2 27080 1 b sebagai berikut : ∑y 3. 2008 12786 1 11953 1 Maka untuk tahun 2011 jumlah dokumen 5. Hasil Penghitungan Jumlah rak penyimpanan dokumen rekam medis Pasien Rawat Jalan Tahun 2005 Sampai dengan menggunakan rumus metode kuadrat Tahun 2009 terkecil (Least square) : No Tahun Y X XY X² Y = a + bx 1.7 digunakan untuk memprediksi kebutuhan Maka nilai b adalah : 733. OKTOBER 2009. . 4 2). Penghitungan jumlah kunjungan Jumlah 60051 0 7337 10 pasien rawat jalan tahun 2006 sampai tahun 2010 dengan menggunakan Berdasarkan data tabel 3 dapat metode kuadrat terkecil. 2005 10438 . 2007 11184 . 2008 15319 .2 + ( 733. III.8 3. 2.Tabel 3. 2006 11953 2 20876 1 = 12010.2 + 2934. 4 Rumus ini untuk mencari nilai a dan nilai 2. VOL. 0 a = n 4.1 Tahun 2009 = 14211. Hasil Penghitungan Jumlah 1). NO. Tahun 2010 = 12010.2 1 16504 Maka nilai a adalah : 12010.2 + ( 733. 1. 0 = 14945 4. ISSN 1979-9551. . 2 27380 b.2 2 36946 ∑ XY Jumlah 78375 0 11831 10 b = ∑ X² = 10 Berdasarkan data tabel 4 dapat = 733. .7 rak penyimpanan dokumen rekam medis Sehingga diperkirakan jumlah dokumen dengan menggunakan rumus metode kuadrat rekam medis rawat inap pada tahun 2009 terkecil (Least square): adalah : Y = a + bx 96 Jurnal Kesehatan.2 + 2201. 2009 16504 1 14539 1 60051 = 5. Tahun 2011 = 12010. 2009 13690 0 0 4 rekam medis untuk rawat inap adalah 14945 1 12786 dokumen. digunakan untuk memprediksi kebutuhan Tabel 4. .3 Maka untuk tahun 2011 jumlah dokumen No Tahun Y X Σ XY Σ rekam medis untuk rawat inap adalah 14211 X² dokumen.7 x 3) Pasien Rawat Inap Tahun 2005 Sampai = 12010.7 x 4) 2. 2006 13540 . Hal 80-101 . 2010 18473 0 0 4 = 12010.

3 + 14945 x 0. dkk) 97 . Penghitungan perkiraan rak dokumen rekam medis untuk penyimpanan dokumen rekam medis tahun 2011 dapat dicari karena bagian filling rawat inap dan rawat diketahui : jalan tahun 2011.47 Maka nilai a adalah : 15675 = 29156. 20010 . Kapasitas berdasarkan rak yang Sehingga diperkirakan jumlah ada dokumen rekam medis rawat jalan pada Berdasarkan panjang rak dan tahun 2011 adalah : jumlah subrak dapat dicari 1). Tahun 2010 = 15675 + (1183.) Rak rawat jalan = 100 = 15675 + 2772.46 cm = 11831 Rawat Jalan= 19224.7 x 0. Panjang pengarsipan untuk ..4 cm x 12 x 1 = 1200 cm = 20407.)Jumlah DRM rawat inap 2010 1).4 3).11 = 1183..2011 periode 2 tahun yang akan datang (b.(Nurningsih.1 2).)Rata – rata ketebalan DRM dokumen rekam medis tahun rawat inap 2010 sampai tahun 2011 dan ketebalan dokumen rekam medis Analisis Trend Kematian Bayi.3 subrak dalam 1 rak Maka untuk tahun 2010 jumlah dokumen rekam medis untuk rawat jalan (a.3 + 20407.4 x 0.49cm Maka nilai b adalah : 1183.11 10 = 39631.3 x 0.) Rak rawat inap= 100 cm x 60 adalah 19224 dokumen. Tahun 2011 = 15675 + (1183.1 x 3) panjang pengarsipan rak yaitu : = 15675 + 3549.1 = 4359. Rumus ini untuk mencari nilai a dan dapat dicari panjang pengarsipan nilai b sebagai berikut : dokumen rekam medis nya dan ∑ hasilnya adalah sebagai berikut : a = Panjang pengarsipan = ∑ Dokumen 2010 = sampai 2011 x ketebalan dokumen = 15675 Rawat Inap = 14211. x 1 rak = 6000 cm 2). (a.2011 Berdasarkan data perkiraan (c.47 ∑ b = ∑ ² = 13703.1 x 4) (b. Perkiraan rak penyimpanan c.) Jumlah DRM rawat jalan yaitu 2010 sampai tahun 2011. Perkiraan rak penyimpanan Maka untuk tahun 2011 jumlah dokumen rekam medis tahun dokumen rekam medis untuk rawat jalan 2011 adalah 20407 dokumen.3 Kapasitas 1 rak = Panjang subrak x jumlah = 19224.

sedangkan back to back : 6000 untuk rak penyimpanan dokumen cm rekam medis rawat jalan (e.) Kapasitas 1 rak rawat inap rak penyimpanan . OKTOBER 2009. back to back : 1200 cm B. ISSN 1979-9551. (d. datang di bagian filling adalah Ruang penyimpanan dokumen rekam sebagai berikut: medis telah diatur dalah kebijakan Perkiraan kebutuhan rak= No.82 atau 11 rak No. kususnya rak penyimpanan Berdasarkan beban penyimpanan periode dokumen rawat inap sejumlah 4 tahun 2007 s. ruang filling Rumah Sakit Umum 2. 2.) Rak yang ada untuk rawat 1. dan terjadinya penumpukan Berdasarkan hasil penghitungan dokumen rekam medis dilantai.47 rekam medis.11 (b. VOL.99 atau 7 rak belum sesuai dengan judul kebijakan tentang 118006 x 0.P. Hal 80-101 . III. . sehingga perkiraan penambahan rak petugas kesulitan dalam pencarian dokumen penyimpanan pasien rawat inap di apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pembahasan (f.) Rak yang ada untuk rawat dokumen rekam medis jalan Di Rumah Sakit : 5 Rak Umum Daerah Pengitungan rak Kabupaten Sragen sudah ada kebijakan yang penyimpanan= mengatur tentang penyimpanan dokumen ∑ Penambahan dokumen x Rata-rata ketebalan dokumen Kapasitas rekam medis (Filling) yang didalamnya berisi tentang prosedur penjajaran dokumen 89207 x 0. Penghitungan kebutuhan rak dokumen Daerah Kabupaten Sragen untuk rekam medis rawat inap dengan 2 tahun yang akan datang menggunakan metode kuadrat terkecil. Kebijakan rumah sakit tentang inap penyimpanan dan : 3 Rak ruang penyimpanan (g.05.05. NO.038. (b.P.) Rawat Inap =7–3 dilaksanakan dikarenakan belum tersedianya = 4 rak ruang untuk penyimpanan dokumen inaktif. yaitu penjajaran secara (a.d 2009 sebanyak 29156 98 Jurnal Kesehatan. yang sudah ada akan tetapi kebijakan tersebut belum (a.) Rawat Jalan = 11 – 5 Hal ini mengakibatkan ruang penyimpanan = 6 rak menjadi sesak.044 tentang pemisahan dan Hasil perkiraan jumlah rak – jumlah rak penyimpanan dokumen dokumen non aktif.05. Kebijakan tersebut = 6.04.) Rawat Inap = 6000 Terminal Digit Filing.) Rawat Jalan = penyimpanan dokumen rekam medis 1200 = 10.) Kapasitas 1 rak rawat jalan sejumlah 6 rak penyimpanan. karena belum tercantum Perkiraan kebutuhan rak prosedur tentang penyimpanan dokumen penyimpanan 2 tahun yang akan secara desentralisasi.

dokumen rekam medis rawat inap dengan ada berdasarkan jumlah subrak/section rata-rata ketebalan 0.. dan tahun 2009 sebanyak Lebar \ 20407 dokumen. Jumlah dokumen rekam medis Rawat filing Unit Rekam Medis yang mempunyai Inap pada tahun 2007 sebanyak 14211 luas ruangan 63 m² dengan ukuran panjang dokumen. yaitu 7 rak jumlah subrak/section sebanyak 60 untuk rawat inap dan 11 rak untuk rawat subrak/section serta dengan jenis rak back to jalan.5 m dan tinggi 2. Oleh karena itu Gambar 9. Rak penyimpanan dokumen.3 m 19224 dokumen.47 cm untuk setiap sebanyak 12 subrak/section serta dengan dokumen rekam medis.68 m 2009 memperoleh penambahan dokumen dengan back to back sehingga mempunyai rekam medis sebanyak 734 dokumen.d lebar 0.7 m + 0.6 m) x (0.6m) maka diperoleh panjang pengarsipan = 3. Berdasarkan hasil penghitungan back. dokumen rekam medis dari tahun 2010 s. mempunyai ukuran rekam medis rawat inap dari tahun 2006 s. Jumlah dokumen rekam medis Panjang 1rak Rawat Inap pada tahun 2008 sebanyak Kelonggaran 0. dkk) 99 . penyimpanan sesuai dengan ukuran rak Perkiraan kebutuhan rak untuk dua tahun penyimpanan yang telah ada berdasarkan yang akan datang adalah 15 rak. + Kelonggaran) rata 0. Perkiraan luas 1 rak untuk menampung semua dokumen rekam penyimpanan rawat inap.49 cm untuk periode dua tahun = 4. panjang pengarsipan sepanjang 13703.25 m² sedangkan rak penyimpanan karena itu untuk menampung semua rawat jalan mempunyai ukuran panjang 2 m.8 m dengan back to 2011 membutuhkan penambahan 4 rak back sehingga mempunyai luas 1 m².7 m dan tinggi 1.3 4359.5 m dan lebar 6 m.. maka akan diperoleh jenis rak back to back. sehingga pertambahan dokumen rawat inap yang ada.46 Rak tersebut akan diletakkan di ruang cm. Oleh luas 2.6 x 1. sehingga pertambahan dokumen rekam medis rawat jalan dari rak 0.68 m² kedepan. medis rawat jalan pada tahun 2009 membutuhkan 6 rak penyimpanan sesuai dengan ukuran rak penyimpanan yang telah Analisis Trend Kematian Bayi. dan tahun 2008 sebanyak 14945 10. Perkiraan luas 1 rak rawat inap = rawat jalan berdasarkan beban penyimpanan (Panjang + Kelonggaran) x (Lebar 39631 dokumen rekam medis dengan rata.11 cm untuk setiap dokumennya.(Nurningsih.7 m tahun 2008 sampai tahun 2009 memperoleh Panjang 1 rak + penambahan dokumen rekam medis Kelonggaran 3.d panjang 3 m.6 m sebanyak 1183 dokumen. lebar 0. tersebut dapat diperkirakan luas ruangannya: Sedangkan untuk dokumen rekam medis a. = (3 m + 0.

Dan belum (Panjang + Kelonggaran) x (Lebar + adanya kebijakan yang mengatur tentang Kelongaran) sistem penyimpanan yaitu penyimpanan secara desentralisasi. ISSN 1979-9551. Hal 80-101 .46 cm dan Berdasarkan penghitungan perkiraan luas 6 rak penyimpanan rawat jalan dengan satu rak rawat jalan yaitu 2.1m sampai tahun 2009 sebanyak 89207 aran = 2.6m) xbeban 2.3m Lebar 1 rak + dan 118006 dokumen rekam medis untuk Lebar \ Kelongg 1 rak rawat jalan dengan jumlah rak yang ada aran 0.6m x 1.83 m² akan datang dengan perkiraan luas rak Luas ruang penyimpanan yang ada keseluruhan adalah 60. 1.49 cm. Saran luas ruangan di atas diketahui bahwa dengan 1. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten = Luas 1 Rak x Jumlah Rak Sragen sudah ada kebijakan yang = 4. sehingga tidak diperlukan rekam medis in aktif dan aktif sesuai penambahan ruangan.P. maka panjang pengarsipan 4359.53 m² x 11 rak penyimpanan pada tahun 2011 yang = 27.6m) dari tahun 2006 Panjang 1 rak 2 m Kelongg = 2. Dalam pelaksanaan penyimpanan jumlah perkiraan 18 rak.53 m² rekam medis untuk rawat inap dokumen 0.76 m² antara dokumen aktif dan inaktif. = Luas 1 Rak x Jumlah Rak masih dapat menampung penambahan = 2. maka kebutuhan rak penyimpanan dokumen rekam medis Gambar 10. NO. dapat diperkiraan luas untuk 11 rak rawat Dengan luas ruangan sekarang 63 m² jalan.2m untuk rawat inap yaitu 3 rak dan rawat Panjang 1 rak + Kelongaran 2. adalah 63 m² dengan perkiraan kebutuhan B.59 m². OKTOBER 2009.59 m². maka A.5 m 1. akan 3. Perkiraan luas 1 rak rawat jalan = tetapi belum dilaksanakan.68 m² x 7 mengatur pemisahan penyimpanan = 32. Perkiraan luas 1 rak aktif di bagian filling sebanyak 4 rak penyimpanan rawat jalan.5mkerja + 0. III. Berdasarkan (0.6 m jalan 5 rak . Berdasarkan penghitungan perkiraan luas SIMPULAN DAN SARAN satu rak rawat inap yaitu 4.05. dengan prosedur tetap No. Simpulan dapat dipekiraan luas untuk 7 rak rawat inap.68 m².53 m².044 tentang pemisahan dan penyimpanan dokumen non aktif yang telah ada dan di buat prosedur tetap tentang penyimpanan 100 Jurnal Kesehatan. `= ( 2m + 0.05. untuk rawat inap dokumen rekam medis sebaiknya dan rawat jalan membutuhkan luas ruangan dilakukan pemisahan antara dokumen 60. 2. penyimpanan rawat inap dengan panjang pengarsipan sepanjang 13703. VOL.

Apabila PerMenKes RI No 269/MENKES/PER/III/2008. rumah sakit memiliki sumber dana Tentang Rekam Medis. 2006 Manajemen Penelitian. dilihat dari faktor ketahanan rak penyimpanan yang terbuat dari besi Shofari.. dan rawat jalan untuk periode tahun 2012. sarana penyimpanan dengan bentuk roll Peralatan dan lingkungan. Institut penyimpanan rawat Inap dan 6 rak Teknologi Sepuluh November Guna penyimpanan rawat jalan dengan ukuran Widya. biologi. Surabaya. PORMIKI Jateng. S.Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Departemen Kesehatan RI. secara desentralisasi sehingga . Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia. Menurut penghitungan perencanaan Penelitian Kesehatan. 1998. 1995. Arief TQ. Jakarta. Prosedur tetap tentang Rekam Medis. Arikunto. dipublikasikan Surakarta Wignjo. Tidak Adapun ukuran roll o’pack dapat dilihat dipublikasikan di lampiran saran 2. o’pack. 2004. Semarang. Studi Gerak dan Waktu. dkk) 101 . Prestasi Pustaka. Jakarta : kebutuhan rak penyimpanan rawat inap Rineka Cipta. B. 1997. Pengantar Metodologi PORMIKI Jateng. Modul Pembelajaran sehingga lebih tahan lama dengan tujuan Pengelolaan Rekam Medis dan terhindar dari bahaya kimiawi. M. Metodologi 2. membutuhkan sekitar 4 rak Nurmianto. Jakarta : PT. 2002. Jakarta. Ergonomi Manusia. . rak penyimpanan sama dengan rak penyimpanan yang sudah ada.(Nurningsih.. Semarang. 2008. 2001. G. S. RI. E. S. Jakarta Analisis Trend Kematian Bayi. Revisi 1. Rineka Cipta Depkes. Tidak Penelitian untuk Ilmu Kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan penyimpanan secara desentralisasi dapat dilihat pada lampiran saran 1. Surabaya. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor memudahkan dalam pencarian dokumen 269/MENKES/PER/2008 Tentang rekam medis. Gunung Waktu. Dokumentasi Rekam Medis (Buku 1). Notoatmodjo. Modul Pembelajaran Pengelolaan Rekam Medis dan DAFTAR PUSTAKA Dokumentasi Rekam Medis (Buku 2). 2002. khusus untuk pengadaan sarana penyimpanan maka dapat mengadakan Santosa.