You are on page 1of 63

BAB III

HASIL PENGAMATAN

A. Gambaran Umum RSUD Dr. Soedomo Trenggalek

1. Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedomo Trenggalek

Cikal bakal berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo

Trenggalek di mulai sejak pemerintah kolonial Belanda pada masa

Bupati XI yang bernama Purbonagoro. Pada masa itu pemerintah

colonial mendirikan Rumah Sakit yang berlokasi di jalan Wahidin

Sudirohusodo. Hal ini ditandai dengan adanya prasasti yang dipasang di

pintu gerbang Rumah Sakit yang berbunyi “Didirikan Rumah Sakit

Trenggalek Tahun 1931”.

Tahun 1946 sampai dengan 1948 Rumah Sakit dibawah jawatan

kesehatan yang dibawah kepemimpinan dr. Djajoes. Tahun 1948 terjadi

CLASH sehingga pelayanan kesehatan dialihkan ke rumah dokter pada

masa itu.Pada masa Bupati Moeprapto (1950-1958) dibangun rumah

sakit baru yang berlokasi di jalan Dr. Soetomo, dibawah kepemimpinan

dr. Soedomo yang merupakan kepala jawatan kesehatan, dengan ijin

operasional Keputusan Bupati Trenggalek Nomor : B/1336/B.1/1956

tertanggal 28 November 1956. Ketika itu bangunan rumah masih sebatas

bagian depan berbentuk U. Tahun 1968 dikembangkan bangunan gedung

ke belakang yang berupa bangsal wanita (Ruang Obsgyn saat ini).

Sejak tahun 1971 secara bertahap pembangunan fisik sampai saat

ini diantaranya adalah gedung dapur, bedah sentral, radiologi dan

48

flamboyan, ruang kelas III, ruang instalasi sentralisasi sentral.Tahun

1982 berdasar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 061/5268/SJ

tanggal 29 juni 1982 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja

Rumah Sakit Umum Daerah terjadi kelembagaan baru.

2. Visi, Misi dan Motto RSUD Dr. Soedomo Trenggalek

a. Visi:

Rumah Sakit yang selalu berkembang seiring dengan

perkembangan masyarakat bermutu serta professional di bidang

pelayanan kesehatan

b. Misi :

1. Meningkatkan pelayanan administrasi dan manajemen Rumah

Sakit.

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang paripurna bermutu dan

terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

3. Meningkatkan fasilitas saranan dan prasarana serta sumber daya

yang lain didalam mendukung tingkat perkembangan Rumah

Sakit.

4. Meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga / swasta dan

pelayanan kesehatan lainnya dalam pelaksaan rujukan dan

pelayanan kesehatan.

5. Meningkatkan sumberdaya manusia dan professionalisme

petugas melalui pendidikan pelatihan.

49

c. Motto :

“Kesembuhan dan kepuasan Anda kepedulian kami”.

3. Fasilitas atau Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedomo

Trenggalek

a. Pelayanan Gawat Darurat

1) Ruang Triage (ruang untuk menyeleksi pasien sebelum di

pastikan penyakitnya)

2) Ruang Resutitasi Jantung Paru (ruang untuk mengembalikan

fungsi jantung dan paru)

3) Ruang Tindakan (ruang untuk memberikan tindakan medis

kepada pasien gawat darurat)

4) Ruang kebidanan.

5) Pacu jantung (DC syock / defibrilator)

6) Nebulizer (alat untuk mengatasi sesak nafas yang diakibatkan

serangan asma)

7) Ambulance 24Jam siap antar jemput

8) Ruang Tunggu

9) One Day Care (ODC) / Observasi (>6jam)

b. Pelayanan Rawat Jalan

Pelayanan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RSUD Dr.

SoedomoTrenggalek Terdiri dari 17 poliklinik yaitu :

1) Poli Umum

2) Poli Gigidan Mulut

50

3) Poli Gizi 4) Poli Spesialis a) Poli Spesialis Penyakit Dalam b) Poli Spesialis Bedah c) Poli Spesialis Anak d) Poli Spesialis Kandungan dan Kebidanan e) Poli Spesialis Paru f) Poli Spesialis Mata g) Poli Spesialis Saraf h) Poli Spesialis THT-KL i) Poli Spesialis Kulit Kelamin j) Poli Spesialis Orthopedi dan Traumatologi k) Poli Spesialis Kesehatan Jiwa l) Poli Spesialis Jantung 51 .

terdiri dari : 3) Lantai II Ruang Arjuna (14 Tempat Tidur) 4) Lantai III Ruang Bima (14 Tempat Tidur) 5) Ruang Yudhistira 6) Ruang Melati (Ruang Kelas I) 7) Ruang Seruni (Ruang Rawat Inap Bedah) 8) Ruang Flamboyan (Ruang Rawat Inap Paru) 9) Ruang Raflesia (Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam) 10) Ruang Mawar (Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam) 11) Ruang Nusa Indah(Ruang Rawat Inap Jiwa) 12) Ruang Anggrek (Ruang Rawat Inap Penykit Saraf) 13) Ruang Sakura (Ruang Rawat Inap Obsgyn) 14) Ruang VK (Ruang Bersalin) 15) Ruang ICU (Ruang Rawat Intensif) 16) Ruang Matahari (Ruang Inap Perinatologi/Bayi) 17) Ruang Dahlia (Ruang Rawat Inap Anak) d.c. Pelayanan Rawat Inap 1) Pelayanan Pavilliun RSUD Dr.SOEDOMO. Pelayanan Penunjang Medis 1) Pelayanan Laboratorium atau Patologi Klinik (24 jam) 2) Pelayanan Radiologi 3) Pelayanan Kefarmasian 4) Pelayanan Gizi 52 . SoedomoTrenggalek 2) Lantai I Pavilliun RSUD dr.

5) Pelayanan Sentral Sterilisasi e. Pelayanan Medical Check up Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit pada umumnya medical check up yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala. Berbagai jenis pelayanan untuk pemeriksaan kesehatan yang sangat lengkap sesuai kebutuhan anda yang telah kami siapkan antara lain : 1) Pelayanan sampah medis a) Pelayanan sampah medis b) Pelayanan limbah cair 2) Pelayanan medico legal a) Visum et repertum b) Klaim asuransi (KI) 3) Pelayanan jenazah a) Pemulasaraan jenazah b) Penguburan jenazah 4) Pelayanan administrasi a) Legalisisr b) Pemeriksaan kesehatan atau tes kesehatan 53 . penyakit liver dan diabetes mellitus. terutama penyakit – penyakit kardiovasculer. penyakit ginjal.

Gambaran Umum Rekam Medis di RSUD Dr. 5) Pelayanan ambulance a) Mobil ambulance b) Ambulance emergency (118) c) Mobil jenazah 6) Pelayanan MDG’s a) PONEK b) TB DOTS c) HIV / AIDS (VCT) 7) Pelayanan pendidikan dan pelatihan a) Diklat b) Praktikum / PKL / Magang c) Penelitian / Survey d) Study banding 8) Fasilitas Umum a) ATM Center (Bank Jatim dan BRI) b) Kantor Kas Bank Jatim c) Kantin d) Mushola e) Toilet Umum B. Soedomo dipimpin oleh seorang direktur yang membawahi Kepala Bidang Pelaporan. Kepala Bidang Pelaporan 54 . Soedomo Trenggalek 1. Gambaran Umum Rekam Medis di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Rumah Sakit Dr.

Pendaftaran 1) Sistem Penamaan Sistem penamaan yang diterapkan di RSUD dr. yang tidak perlu diindeks. 55 .” dan untuk laki- laki yang belum menikah diberi tambahan “Sdr.”. maka penulisan namanya adalah “By. Kepala seksi Rekam Medis membawahi 7 koordinator yaitu : a. Bila seorang bayi yang baru lahir hingga saat pulang belum mempunyai nama. Sistem penamaan pasien ditulis dengan menggunakan huruf cetak dan mengikuti ejaan yang disempurnakan (EYD). sehingga pengindeksan akan secara otomatis dilakukan oleh komputer berdasarkan susunan alfabetik. sedangkan untuk laki-laki yang sudah menikah diberikan tambahan “Tn.”. Soedomo Trenggalek adalah sistem penamaan langsung.”.Ny nama Ibu”. Sebagai pelengkap bagi pasien perempuan yang sudah menikah. untuk anak-anak diberikan tambahan “An.”.membawahi Kepala Seksi Rekam Medis yang bekerja sama dengan Komite Medik dalam pelaksanaan tugasnya. diakhir nama lengkap diberi tambahan “Ny. Penentuan title diletakkan setelah penulisan nama lengkap. sedangkan untuk perempuan yang belum menikan diberi tambahan “Nn. Hal ini dikarenakan rumah sakit sudah menggunakan sistem komputerisasi.

b) Cara penulisan nama pasien laki-laki dewasa belum menikah Nama di KTP/SIM : Sugiono Nama di KIB pasien : Sugiono. Tn Nama didatabase computer : Ahmad Ansor. Sdr Nama didatabase computer : Sugiono.a) Cara penulisan nama pasien laki-laki dewasa dan sudah menikah Nama di KTP/SIM : Ahmad Ansor Nama di KIB pasien : Ahmad Ansor. Sdr Nama di KIUP pasien :Sugiono. 56 . Tn Nama di berkas RM pasien : Ahmad Ansor. Tn Penamaan pasien laki-laki dewasa dan sudah menikah yaitu dengan menulis nama pasien sesuai yang ada pada kartu identitas pasien serta diberi tambahan pelengkap Tn (Tuan). Sdr Penulisan nama untuk laki-laki usia 14 tahun sampai sebelum menikah yaitu dengan menggunakan nama asli sesuai kartu identitas dan diberi tambahan pelengkap Sdr (Saudara) di belakang nama. Sdr Nama di berkas RM pasien : Sugiono. Tn Nama di KIUP pasien : Ahmad Ansor.

Nn Penulisan nama untuk perempuan usia 14 tahun sampai sebelum menikah yaitu dengan menggunakan nama asli sesuai kartu identitas dan diberi tambahan pelengkap Nn (Nona) di belakang nama. 57 .c) Cara penulisan nama pasien perempuan dewasa dan sudah menikah Nama di KTP/SIM : Dwi Anggraini Nama di KIB pasien : Dwi Anggraini. Ny Nama di berkas RM pasien : Dwi Anggraini. Nn Nama di berkas RM pasien : Mutiara Pertiwi. Ny Nama di KIUP pasien : Dwi Anggraini. Ny Nama didatabase computer : Dwi Anggraini. Nn Nama didatabase computer : Mutiara Pertiwi. Nn Nama di KIUP pasien : Mutiara Pertiwi. Ny Penamaan pasien perempuan dewasa dan sudah menikah yaitu dengan menulis nama pasien sesuai yang ada pada kartu identitas pasien serta diberi tambahan pelengkap Ny (Nyonya) d) Cara penulisan nama pasien perempuan dewasa belum menikah Nama di KTP/SIM : Mutiara Pertiwi Nama di KIB pasien : Mutiara Pertiwi.

By Ny. f) Cara penulisan nama pasien Anak-anak Nama di KTP/SIM : Nana Kusuma Nama di KIB pasien : Nana Kusuma.e) Cara penulisan nama pasien bayi yang belum memiliki nama Nama Ibu : Yusnia Nama bayi : By Ny Yusnia Nama di KIB pasien : Yusnia. By Ny Nama di KIUP pasien : Yusnia. An Penulisan nama untuk pasien usia 28 hari sampai dibawah 14 tahun yaitu dengan menggunakan nama asli 58 . By Ny. Nama didatabasekomputer : Yusnia. Penulisan nama bayi yang berumur kurang dari 28 hari dan belum mempunyai nama yaitu dengan menyertakan identitas ibu bayi dan diberi tambahan pelengkap By Ny (Bayi Nyonya). An Nama di KIUP pasien : Nana Kusuma. An Nama di berkas RM pasien : Nana Kusuma. An Nama didatabase computer : Nana Kusuma. maka penamaannya dengan menyertakan nama bayi tersebut dan ditambah dengan pelengkap By (Bayi). Bayi yang berumur kurang dari 28 hari dan sudah memiliki nama. By Ny Nama di berkas RM pasien : Yusnia.

Perakitan c. Penggunaan penomoran tersebut sangat efisien dikarenakan dapat mencegah terjadinya duplikasi dokumen rekam medis pasien dan setiap pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis dan satu dokumen rekam medis. soedomo trenggalek saat ini adalah UNS (Unit Numbering System). rawat inap. Nomor rekam medis tersebut dapat digunakan di unit rawat jalan. rawat inap dan UGD dalam folder tersendiri. Sistem penyimpanan ini memisahkan dokumen rawat jalan. b. Penyimpanan 1) Sistem Penyimpanan Sistem penyimpanan yang diterapkan di RSUD dr. 2) Sistem Penomoran Sistem penomoran yang diterapkan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek adalah sistem penyimpanan desentralisasi (terpisah). Dokumen 59 . sesuai kartu identitas dan diberi tambahan pelengkap An (Anak) di belakang nama. yaitu sistem penomoran dimana satu pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis yang dapat digunakan untuk selamanya ketika pasien datang berobat kembali. melainkan hanya berdasarkan usia pasien. maupun gawat darurat. Pemberian tambahan pelengkap untuk pasien usia 28 hari sampai dibawah 14 tahun tidak dispesifikan berdasarkan jenis kelamin.

Soedomo Trenggalek. Dokumen rawat jalan disimpan pada rak filing Rawat jalan. 2) Sistem Penjajaran Sistem penjajaran berkas rekam medis pada rawat jalan dan inap menggunakan sistem nomor langsung / Straight Numerical Filing (SNF). sedangkan untuk tindakan atau pembedahan 60 . Koding dan Indeksing Pemberian kode diagnosa penyakit di RSUD dr. dimana berkas rekam medis ditata di dalam rak penyimpanan diurutkan berdasarkan 2 angka depan sebagai pedoman. rawat jalan disimpan di folder rawat jalan dan dokumen rawat inap serta UGD disimpan satu folder ditempat tersendiri dalam satu ruangan. Soedomo Trenggalek dilakukan oleh tenaga rekam medis secara manual dengan menggunakan international Clasification of disease Edition 10 (ICD-10). kemudian dua angka tengah dan dua angka akhir. untuk dokumen rawat inap dan IGD disimpan pada rak filing Rawat Inap. 35 21 14 35 21 19 35 21 15 35 21 20 35 21 16 35 21 21 35 21 17 35 21 22 35 21 18 35 21 23 d. Berikut adalah contoh pengurutan nomor dokumen rekam medis pasien di RSUD Dr.

dan indeks pasien. menggunakan ICD-9 CM. yaitu dengan menggunakan komputerisasi. Soedomo Trenggalek dibagi menjadi dua yaitu koding rawat jalan dan koding rawat inap. Proses penentuan kode oleh petugas koding dilakukan dengan melihat diagnosa utama yang ditulis oleh dokter atau perawat. Pengkodean pasien rawat jalan dilakukan setelah berkas rekam medis pasien disetorkan ke ruang koding yang berasal dari poli setelah pasien mendapatkan perawatan yang diberikan serta pasien sudah pulang.Pembuatan indeks penyakit masih dilakukan secara elektronik. e. sedangkan pengkodean rawat inap dilakukan setelah pasien mendapatkan penanganan dari dokter dan pasien dinyatakan pulang. berkas yang berasal dari ruang rawat inap kemudian disetorkan ke bagian koding dan barulah petugas melakukan proses pengkodingan diagnosa penyakit yang sudah ditulis oleh dokter atau perawat Pembuatan indeks di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek dilakukan oleh petugas rekam medis. Petugas melakukan proses pengkodingan diagnosa penyakit yang sudah tertulis di dalam lembar ringkasan pulang. Analisa 61 . Jenis indeks yang dibuat yaitu indeks penyakit. dimana pada saat petugas pendaftaran mengentry data pasien ke dalam SIMRS. maka secara otomatis data pasien yang telah dientrykan akan tersimpan secara otomatis di SIMRS. Pengkodean di RSUD dr. indeks dokter.

Soedomo Trenggalek yang efektif. Motto: “Menunjukkan Rekam Medis yang lebih baik dan bernilai guna”. b. f. Visi. Soedomo Trenggalek yang baik. tepat. Soedomo Trenggalek a. efisien dan berkualitas. c. Misi dan Motto Rekam Medis RSUD Dr. cepat. akurat. Pelaporan dan Korespondensi 2. Visi: Tercapainya pengelolaan Rekam Medis RSUD Dr. 62 . dan dapat dipertanggungjawabkan. Misi: Memberikan pelayanan Rekam Medis RSUD Dr.

Alur dan Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Jalan Drop Zone Rawat Jalan Skrining Dan Pemberian Kartu Fast Track Pada Pasien Yang Memenuhi Kriteria (PAT) Pusat Adminitrasi Terpadu Loket Pendaftaran Loket Pendaftaran Pasien Pasien Rawat Jalan BPJS/ Rawat Jalan Umum Jaminan Pemeriksaan Apotek Poliklinik Tujuan Penunjang Poli IGD Rawat Rujukan Spesialis Inap RS Lain Pulang Gambar III.1 Alur Penerimaan Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. 63 . C. Alur Dan Prosedur Penerimaan Pasien dan Pendaftaran Pasien Menggunakan Aplikasi 1. Soedomo Trenggalek.Soedomo Trenggalek Sumber : Badan Penyelenggaraan Pelaporan Rekam MedisDi RSUD dr.

interview dilakukan untuk meneliti kembali apakah pasien tersebut belum pernah berkunjung ke RSUD dr. b) Pasien dengan cara pembayaran asuransi/ jaminan terlebih dahulu diminta kelengkapan persyaratan jaminan dan dicek kembali kelengkapannya persyaratannya oleh petugas loket pendaftaran rawat jalan sebagai dasar pembuatan dan penerbitan Surat Elegibilitas Pasien (SEP). d) Data identitas pasien yang telah dicek ulang kebenarannya dimasukkan ke dalam komputer sebagai data dasar sistem informasi pasien.Soedomo Kabupaten Trenggalek sebagai antisipasi penggunaan nomor ganda. e) Setiap pasien baru memperoleh nomor pasien yang disebut dengan nomor rekam medis yang digunakan sebagai Kartu 64 . c) Petugas pendaftaran akan melakukan wawancara secukupnya untuk mengecek ulang data identitas pasien dan mengetahui keadaan pasien dan tujuan pasien berobat. menunggu panggilan petugas sesuai dengan nomor yang telah di ambil.Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Jalan 1) Pasien Baru a) Pasien/ keluarganya setelah mengambil nomor antrian. Selain untuk kepentingan tersebut diatas.

c) Pasien dengan cara pembayaran asuransi/jaminan terlebih dahulu diminta kelengkapan persyaratan jaminan dan 65 . 2) Pasien Lama a) Pasien/keluarganya setelah mengambil nomor antrian menunggu panggilan oleh petugas pendaftaran sesuai dengan nomor yang telah diambil. b) Petugas meminta kartu berobat yang lama kepada pasien/keluarga pasien. Pengenal yang disebut Kartu Identitas Berobat yang harus dibawa setiap kali pasien berkunjung ke RSUD dr. h) Pasien dengan cara pembayaran asuransi. baik sebagai pasien berobat jalan maupun rawat inap. f) Penulisan identitas pasien didalam kartu identitas berobat menggunakan huruf kapital/balok. i) Petugas memberikan informasi Instalasi Rawat Jalan yang harus dituju kepada pasien berdasarkan temuan hasil wawancara atau surat rujukan yang dibawa bagi pasien dengan asuransi/jaminan./jaminan mendapatkan Surat Elegibilitas Pasien (SEP) sebagai bukti pengurusan klaim. g) Pasien dengan cara pembayaran umum/sendiri membayar sesuai dengan tarif yang telah ditentukan.Soedomo Kabupaten Trenggalek.

dicek kembali kelengkapannya persyaratannya oleh petugas loket pendaftaran rawat jalan sebagai dasar pembuatan dan penerbitan Surat Elegibilitas pasien (SEP). Bila ada perubahan data. 66 . e) Pasien dengan cara pembayaran umum/sendiri membayar sesuai dengan tarif yang telah ditentukan. petugas langsung merubah data yang diperlukan (up-date). d) Petugas melakukan registrasi/pendaftaran dengan memasukkan nomor rekam medis serta Instalasi Rawat Jalan yang dituju ke komputer.

135 191 mulut. 423 Fisioterapi. 228 bedah. 1026 Paru . 202 Mata. 54 Hemodiliasis. Anak . 2. f) Pasien dengan cara pembayaran asuransi/jaminan mendapatkan Surat Elegibilitas Pasien (SEP) sebagai bukti telah melakukan proses pendaftaran. 356 jantung. Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Jumlah kunjungan pasien Rawat Jalandi RSUD dr. 214 Gambar III. Gigi dan Orthopedi. 177 VCT. 107 THT . I Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Sumber : SIMRS di RSUD dr.Soedomo Trenggalek pada tanggal 20 Februari – 8 Maret Tahun 2017 67 .Soedomo Jiwa. 213 PD. 30 Umum. 923 kulit dan kelamin. g) Petugas memberikan informasi Instalasi Rawat Jalan yang harus dituju kepada pasien berdasarkan temuan hasil wawancara atau surat rujukan yang dibawa bagi pasien dengan asuransi/jaminan. 386 Saraf . 201 280 kandungan.

423 pasien ke poli kandungan. 30 pasien ke poli VCT . 1026 pasien ke poli dalam. Alur Penerimaan Pasien Rawat Inap Pasien Dari IGD Atau Surat Perintah Rawat Inap Instalasi Rawat Jalan (SPRI) Loket Pendaftaran Rawat Inap (P A T) Pelayanan Adminitrasi Terpadu Rujuk Ruang Perawatan Rumah Sakit Lain Keluar Rumah Sakit (Pulang) Kontrol Ulang Loket Pendaftaran Rawat jalan (P A T) Pelayanan Adminitrasi Terpadu 68 Poli Spesialis . 107 pasien ke poli Kulit dan kelamin. Kunjungan pasien tertinggi atau yang sering dikunjungi adalah poli dalam dan terendah adalah poli VCT 2. 214 pasien ke poli THT. 923 pasien ke poli syaraf. 228 pasien ke poli paru. 280 pasien ke poli Hemodialisa. 54 pasien datang ke poli gigi dan mulut. 356 psien ke poli mata. Soedomo Trenggalek yang datang berkunjung sebanyak 5146 pasien.191 pasien ke poli umum. 213 pasien ke poli jantung.Simpulan : Dari diagram diatas dapat diketahui bahwa kunjungan pasien pada tanggal 20 februairi-8 maret 2017 di RSUD Dr. 177 pasien ke poli jiwa. 135 pasien ke poli Orthopedi. 202 pasien ke poli fisioterapi. 201 pasien ke poli anak. 386 pasien ke poli bedah. Alur dan Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Inap a.

6) Untuk pasien BPJS. 4) Pasien atau keluarga oleh petugas IGD mendapatkan penjelasan tentang fasilitas.2) diserahkan kepada pasien/ keluarga. dan perkiraan biaya pelayanan. pasien membawa identitas sebagai peserta BPJS. kemudian pasien menandatangani inform consent 69 . Salinan lembar RM 4. 2) Pasien/keluarga pasien atau petugas ruangan mendaftarkan pasien rawat inap dengan membawa Surat Perintah Rawat Inap di loket pendaftaran rawat inap di PAT. soedomo Trenggalek Prosedur Penerimaan pasien Rawat Inap 1) Pasien rawat inap berasal dari IGD.Gambar III. Rujukan dari Puskesmas atau dokter keluaga membawa Surat Pengantar MRS. Penunggu dan Pengunjung RS (RM 4.1) dan lembar Persetujuan Umum (RM 5). 5) Keluarga pasien menandatangani lembar Hak dan Kewajiban Pasien/ Keluarga (RM 4.1 dan lembar Tata Tertib Pasien. 3) Petugas pendaftaran melakukan pencatatan identitas pasien yang akan rawat inap ke dalam formulir rawat inap dan menginputkan data kedalam SIM-RS. kamar perawatan.3 Alur Penerimaan Pasien Rawat Inapdi RSUD dr.Soedomo Trenggalek Sumber : Badan Penyelenggaraan Pelaporan Rekam Medis di RSUD Dr.

sebagai pasien BPJS. 8) Untuk peserta SKM membawa persyaratan administrasi berupa Surat Keterangan Miskin dari desa dan foto kopi KTP atau KK (Kartu Keluarga). 7) Untuk peserta Jamkesda membawa persyaratan administrasi berupa Kartu Jamkesda yang masih berlaku. 10) Petugas pendaftaran menyerahkan Berkas Rekam Medis rawat inap ke Instalasi Gawat Darurat bagi pasien MRS melalui IGD. dan foto kopi KTP atau KK (Kartu Keluarga). 9) Bagi pasien baru. petugas pendaftaran memuat berkas rekam medis dan KIB untuk pasien. lalu petugas PAT didampingi petugas BPJS menertibkan Surat Elegibilitas Pelayanan (SEP) Rawat Inap. 70 . Bila pasien datang belum dapat menunjukkan kartu BPJS maka diberi waktu 3 x 24 jam untuk melengkapi.

99 pasien dibangsal Seruni. 3 Icu. 68 pasien dibangsal Mawar. 57 Sakura. 43 pasien dibangsal Dahlia. 6 Bersalin/vk. 99 Dahlia. 62 53 Yudistira. 53 pasien dibangsal Bima. 52 pasien dibangsal Arjuna. 57 pasien dibangsal Anggrek. 75 pasien dibangsal Flmboyan.28 Februari 2017 di RSUD Dr. 43 Flamboyan. I Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap di RSUD dr. 10 Arjuna. 50 Anggrek. 234 pasien dibangsal Sakura. 62 pasien dibangsal Matahari. 234 Gambar III. 68 Raflesia. b.50 pasien dibangsal Melati.Soedomo Trenggalek pada tanggal 20 Februari – 8 Maret Tahun 2017 Kesimpulan : Berdasarkan dari tabel dan grafik diatas pada tanggal 20 Februari. 57 pasien dibangsal Raflesia. Matahari. Soedomo Trenggalek berjumlah 912 pasien yang datang berkunjung untuk rawat inap.Soedomo Trenggalek pada tanggal 20 Februari – 8 Maret Tahun 2017 Sumber : SIMRS di RSUD dr. 75 Mawar. Jumlah Kunjungan Rawat Inap di RSUD dr. 52 Bima. 57 Melati.43 pasien dibangsal Yudistira. 43 Seruni. 10 pasien di 71 .Soedomo Trenggalek Nusa indah.

ICU. 3 pasien diruang bersalin/Vk. 6 pasien dibangsal Nusa indah. Jumlah pasien yang terbanyak yaitu di ruang Sakura . Alur dan Prosedur Penerimaan Pasien Gawat Darurat a. dan yang terendah di Ruang Bersalin/VK. 3. Alur Penerimaan Pasien Gawat Darurat Loket Pendaftaran IGD di PAT Triage Mati Hidup Pemeriksan LAB/ Ruang Tindakan Penunjang CITO Untuk Pemeriksaan Kamar Dokter Konsul Dokter Jenazah Spesialis Terapi/ Tindakan Rawat Dirujuk Ke Observasi 6 Jam Jalan RS Yang Lebih Tinggi Citto Oprasi Penyelesaian aadminitrasi di PAT Pulang/ Kontrol (MRS) Ruang Rawat Inap Poli Spesialis 72 .

Soedomo Kabupaten Trenggalek atau belum.3 Alur Pendaftaran Pasien Gawat Daruratdi RSUD dr. 3) Wawancara ulang dilakukan juga untuk mereview ulang data pasien ke komputer. Gambar III. Petugas memasukkan data pasien kedalam Sistem Informasi Pasien agar mendapatkan kartu berobat yang akan di pakai setiap kali pasien berobat kembali. a) Jika pasien belum pernah berobat ke RSUD dr. ini merupakan pasien baru. 2) Petugas pendaftaran melakukan wawancara secukupnya untuk meneliti data pasien yang diberikan sebagai data dasar sistem informasi pasien. baik untuk pasien rawat jalan atau pasie rawat inap dan menyiapkan berkas rekam medis pasien baru dengan nomor rekam medis baru. untuk mengetahui apakah pasien sudah pernah berobat ke RSUD dr. 73 .Soedomo Trenggalek Sumber : Badan Penyelenggaraan Pelaporan Rekam Medis di RSUD Dr. soedomo Trenggalek b.Soedomo Kabupaten Trenggalek atau belum.Soedomo Kabupaten Trenggalek. Prosedur Pendaftaran Pasien Gawat Darurat 1) Petugas pendaftaran menanyakan apakah pasien pernah melakukan kunjungan ke RSUD dr.

6) Pasien dengan Death Of arrival (DOA) yang dibawa langsung ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) maka proses pendaftarannya bekerjasama dengan petugas di instalasi pemulasaraan jenazah. 4) Jika identitas pasien tidak diketahui maka petugas meregistrasi pasien dengan : a) Kode “Mr X” bila pasiennya laki-laki. untuk melakukan update data. c) Jika pasien pernah berobat ke RSUD dr.2. Diikuti angka 1. b) Penulisan identitas pasien di dalam kartu berobat maupun berkas rekam medis menggunaka huruf kapital/balok. petugas langsung mencatat data pasien ke dalam sistem informasi pasien. 5) Data pasien dengan Mr atau Miss tersebut dimasukkan kedalam sistem informasi pasien dan tercatat sebagai pasien baru. bulan dan tahun lahir pasien sesuai dengan tanggal kedatangan pasien.Soedomo Kabupaten Trenggalek dan mempunyai kartu berobat.3 dan seterusnya (apabila pada tahun yang sama jumlah pasien tanpa identitas lebih dari satu orang) dan diikuti tahun kedatangan pasien. b) Mencatat tanggal. 74 . dan “Miss X” bila pasiennya perempuan.

Pendaftaran Pasien Menggunakan Aplikasi a. berikut adalah prosedur pendaftaran pasien dengan menggunakan SIMRS: 1) Membuka aplikasi SIMRS 75 . 7) Pasien dengan cara pembayaran asuransi/jaminan terlebih dahulu diminta kelengkapan persyaratan jaminan dan dicek kembali kelengkapannya persyaratannya oleh petugas loket pendaftaran Instalasi Gawat Darurat sebagai dasar pembuatan dan penerbitan Surat Elegibilitas Pasien (SEP). 8) Petugas mempersilahkan keluarga pasien untuk menunggu di ruang tunggu. 9) Berkas rekam medis yang telah dilengkapi dengan formulir pendaftaran pasien dan gelang pasien yang telah dicetak. 4. Rawat Jalan Pendaftaran pasien rawat jalan di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek sudah Komputerisasi. dikirim oleh petugas pendaftaran ke Secondary Triage untuk dilakukan prosedur selanjutnya yang berlaku di Instalasi Gawat Darurat.

6 Aplikasi SIMRS 2) Pilih dan Klik menu “Registrasi”. Gambar III.9 : Registrasi Rawat Jalan 5) Isi “No Rekam Medis Pasien”. 3) Setelah itu maka akan muncul form seperti di bawah ini Gambar III. kemudian pada menu “Registrasi” akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.Gambar III.7 Registrasi Rawat Jalan. kemudian “Klik” icon 76 .8 Registrasi Rawat Jalan 4) Pada form tersebut akan tampak form seperti di bawah ini. kemudian Klik “New”untuk mendaftar pasien. Pilih dan Klik menu “Registrasi Rawat jalan” Gambar III.

berikut adalah gambar tampilan dan icon yang dimaksud: Gambar III. (“searching”) pada form register rawat jalan.10 :Registrasi Rawat Jalan 6) Agar tidak terjadi nomor ganda petugas mengecek terlebih dahulu dengan mengklik icon “Find” Gambar III. maka Klik icon “pasien Baru” yang ada pada form registrasi rawat jalan yang ada seperti tampilan di bawah ini: Gambar III.11 Tampilan Pencarian (Find) 7) Apabila pasien tersebut adalah pasien baru.12 :Registrasi Rawat Jalan 77 .

8) Setelah itu.13 Aplikasi Registrasi Pasien Baru Gambar III.14 : Tampilan Registrasi Pasien Baru 78 . maka akan muncul Tampilan registrasi pasien baru seperti gambar di bawah ini. kemudian entry data pasien Gambar III.

poli/instalasi.15 : Hasil Find 10) Klik “exit”. 79 . kemudian klik “Save”. jika pasien sudah pernah berkunjungn. dan akan muncul tarif. Gambar III. kemudian isi data pasien yang baru (asal pasien. maka seara otomatis akan muncul nama dan alamat pasien. kemudian klik tombol “Ok”. maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. penjamin). kemudian klik dua kali pada nama dan alamat pasien.9) Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. maka akan muncul data pasien. kemudian isi nama dan alamat pasien pada kolom “ find : Nama/alamat”.

16 : Tampilan Pencarian Data Pasien Gambar III. 18: Registrasi Pasien Rawat Jalan 80 . Gambar III. maka klik “Exit” pada tampilan find kemudian klik “new”. Gambar III. Kemudian isi data pasien sesuai dengan kartu identitas.17 : Tampilan Tarif Pelayanan 11) Jika pasien belum pernah berkunjung ke Rumah Sakit dan pada menu “Find” data pasien tidak ditemukn.

20 : Aplikasi SIMRS 2) Klik “Registrasi Rawat Inap” 81 . Gambar III. 19 : Registrasi Pasien Rawat Jalan b. Rawat Inap 1) Membuka aplikasi SIMRS Gambar III.

23 : Data Pasien 82 .22 : Registrasi Rawat Inap 4) Klik tombol #RJ untuk mendapatkan data pasien Gambar III.21 : Registrasi Rawat Inap 3) Klik “New’ Gambar III. Gambar III.

ruang rawat. serta tanggal pasien melakukan registrasi di unit pengirim Gambar III. kemudian isi kolom asal pasien.5) Kemudian pilih poli/ unit yang mengirim pasien (poliklinik/ IGD).24 : Tampilan Data Pasien 6) Kemudian tulis nama pasien Gambar III. instalasi pengirim. 25 : Pencarian Data Pasien 7) Klik dua kali pada nama pasien yang akan di rawat inap. cara 83 . maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. kelas.

alamat penanggung/keluarga. bayar/ penjamin. kemudian nomor registrai tersebut ditulis pada Sampul/folder berkas rekam medis Gambar III. Gambar III. kemudian klik “Save”.27 : Data pasien 84 . lalu klik “Ok” dan jumlah tarif akan keluar.26 : Data Pasien 8) Maka akan muncul nomor registrasi yang berada di atas Nomor Rekam medis.

Prosedur Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Dan Rawat Inap 1. Petugas yang bertanggung jawab mendistribusikan berkasrekam medis adalah petugas rekam medis bagaian transporter. Retensi dan pemusnahan RSUD dr. Setiap poliklinik memiliki buku ekspedisi sendiri-sendiri.D. Serah terima berkas rekam medis ke petugas poliklinikharus membubuhkan tanda tanagan dan nama terang. E. 2.Petugas transporter menerima berkas rekam medis dari bagian filling. soedomo Trenggalek menerapkan sistem retensi. 4. 3. Jadwal Penyusutan Arsip Rekam medis sebagai berikut: 85 . 5. Penyusutan dokumen rekam medis aktif menjadi dokumen rekam medis in-aktif dilihat pada tanggal kunjungan terakhir pasien berobat. dokumen di pindahkan ke penyimpanan berkas in aktif Sesuai ketentuan jadwal retensi berkas rekam medis yang di tetapkan di RSUD dr. 6. cara bayar dan jam serah terima. Soedomo Trenggalek.Petugas transporter menulis berkas rekam medis di buku ekspedisi. dan pemusnahan. nama pasien. Buku ekspedisi berisi tentang nomor rekam medis. Pasien yang tidak datang berobat.

Sebelum dimusnahkan.Tabel III. Soedomo Trenggalek Sumber: Pedoman Pelayanan Rekam Medis No Kelompok RM Aktif RM Inaktif RJ RI RJ RJ 1 Umum 5 th 5 th 2 th 2 th 2 Mata 5 th 10 th 2 th 2 th 3 Jiwa 10 th 5 th 2 th 2 th 4 Orthopedi 10 th 10 th 2 th 2 th 5 Kusta 15 th 15 th 2 th 2th 6 Ketergantungan 15 th 15 th 2 th 2 th Obat 7 Jantung 10 th 10 th 2 th 2 th 8 Paru 5 th 10 th 2 th 2 th Dokumen rekam medis yang masih aktif disimpan ke dalam rak filing. petugas memilah dokumen rekam medis berdasarkan nilai gunanya menjadi dokumen rekam medis yang dilestarikan. X Jadwal Penyusutan Arsip Rekaam Medis Di RSUD. Lembar dokumen yang dilestarikan: a. Ringkasan Keluar Masuk 86 . sedangkan dokumen rekam medis yang sudah dinyatakan in-aktif diikat berdasarkan nomor urut angka awal dokumen rekam medis tersebut. Proses pemusnahan arsip adalah proses penghancuran fisik arsip rekam medis yang telah berakhir fungsi dan nilai gunanya. Dr. Peghancuran harus dilakukan secara total deengan cara membakar habis mencacah atau daur ulang sehingga tidak dapat lag dikenal isi maupun bentuknya berkas rekam medis.

tahun terakhir berobat. b.9 5 133383 10-11-2007 2007 Obstructive ileus NOS K56. Identifikasi Bayi Baru lahir f. Kode diagnose Data diatas dientri ke komputer dengan memasukkan nomor rekam medis. Diagnosa terakhir d.3 thrombosis of cerebral arteries 3 122144 03-05-2007 2007 Typhoid fever A01. Nomer rekam medis pasien b. Tahun terakhir berobat c. Lembar kematian Data yang di masukkan daftar retensi adalah: a. Lembar Operasi d. kode diagnosa akan keluar secara otomatis sesuai dengan diagnose yang dimasukkan. Tabel III. Lembar Persetujuan Tindakan e. RM TGL KRS TAHUN DIAGNOSA KODE 1 133386 12-11-2007 2007 Hypertension I10 2 133388 13-11-2007 2007 Cerebral infraction due to I63.7 87 . dan diagnosa.2 : Daftar Pertelaan Berkas Rekam Medis Inaktif yang dilestarikan.0 4 122143 02-05-2007 2007 Hepatitis NOS K75.6 6 133381 12-11-2007 2007 Gastritis K29. Resume Medis c. NO NO.

0 25 122864 11-05-2007 2007 Gastroenteritis A09 26 122596 04-05-2007 2007 Convulsions R56. 7 133379 08-11-2007 2007 Vertigo NOS R42 8 133478 09-11-2007 2007 Neonatal jaundice P59 9 133356 06-12-2007 2007 Obstructed labour O66 10 133385 14-11-2007 2007 Malaria B54 11 133375 12-11-2007 2007 Mild and moderate birth P21.1 16 121834 28-04-2007 2007 Abortion O06 17 121838 27-04-2007 2007 Neurotic disorder F48.9 membranes 88 .1 asphyxia 12 133374 12-11-2007 2007 Prolonged pregnancy O48 13 133370 12-11-2007 2007 Diffuse brain injury So6.6 20 121832 02-05-2007 2007 TBC A15.2 14 133369 11-11-2007 2007 Tetanus A35 15 133967 30-11-2007 2007 low birth weight P07.1 24 122868 19-05-2007 2007 Uterine inertia NOS O62.0 21 121831 01-08-2007 2007 DHF A91 22 122875 09-05-2007 2007 Acute nasofaringitis J00 23 122873 10-05-2007 2007 Typhoid fever A01.8 27 132596 06-11-2007 2007 Acute nasofaringitis J00 28 122145 08-05-2007 2007 Prematur ruptur of 042.0 19 121856 28-04-2007 2007 Enterostenosis K56.9 18 121837 28-04-2007 2007 Cheek NOS C76.

pendahuluan (introduction) memuat informasi pokok yang menjelaskan tujuan dari penggunaan formulir yng bersangkutan. Aspek anatomi 1) Kepala (heading) Pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien bagian kepala (heading) memuat judul dan informasi mengenai formulir. Aspek-Aspek Desain Formulir a. nama dan alamat oganisasi. 4) Badan (body) Badan (body) pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien merupakan bagian dari badan formulir yang 89 . Desain Formulir 1. tanggal penerbitan dan halaman. 2) Pendahuluan (introduction) Pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien. 3) Perintah (instruction) Pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien. 29 122772 30-12-2007 2007 J08 30 121699 28-10-2007 2007 Broncitis J40 F. nama dan nomor formulir. Biasanya tujuan ditunjukkan oleh judul. perintah (instruction) berisi instruksi yang jelas bagi pengisi untuk menuliskan data tanpa harus bertanya lagi.

konsisten. disediakan khusus untuk pekerjan substansi formulir yng sesungguhnya dalam menyusun urutan data harus logis. 4. sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami. Cara pencatatan Cara pencatatan Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien dapat dilakukan dengan tulisn tangan atau komputer. 6. Rules atau garis Rules atau garis pada formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien adalah sebuah garis vertikal atau horisontal. 5. Garis ini bisa langsung. Type style atau jenis huruf Jenis huruf penting dalam hal keterbacaan dan penonjolan untuk formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien adalah menggunakan sedikit jenis dan ukuran huruf. terputus-putus atau paralel berdekatan yang memuat tujuan. sistematis. 3. Penutup (close) Pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien terdapat penutup (close) ruangan yang disediakan untuk tanda tangan otentikasi dan peringatan untuk pasien 90 .

Soedomo berbentuk vertikal 91 . 1) Aspek fisik 1. warna yang baik adalah warna yang cerah dan menggunakan karbon. Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien di RSUD dr. Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien di RSUD Dr. Warna Penggunaan warna dan jenis tinta yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dalam merancang desain formulir. Bentuk Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien RM di RSUD Dr. Bahan Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien yang harus diperhatikan dalam penelitian bahan adalah berat kertas dan kualitas kertas yang berkaitan dengan penyimpanan maka pemilihan jenis kertas dalam pembuatan formulir sangat penting agar dapat disimpan dalam waktu yng lama. Soedomo menggunakan kertas HVS ukuran F4 berat 70 gram 2. Soedomo sudah menggunakan warna cerah dan ada tembusan kertas karbon 2. meninggal supaya pengisian tepat pada formulir sebab kematian.

Gambar III.2 : formulir Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Pasien di RSUD dr.Soedomo Trenggalek 92 .

Dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis di filing. 3. 2. Informed Consent Informed consent sangat penting dalam pelayanan kesehatan. lembar persetujuan pasien untuk pemeriksaan laboratorium. formulir pernyataan peserta untuk kesediaan penggunaan rekam medis untuk kepentingan BPJS.Soedomo Trenggalekmenggunakan informed consent secara tertulis. Hukum Kesehatan 1. Hal itu dikarenakan informed consent merupakan suatu bentuk persetujuan atas tindakan medis yang diberikan dan dapat digunakan sebagai alat perlindungan hukum bagi rumah sakit.G. Aspek Kerahasiaan Rekam Medis Informasi medis pasien di RSUD dr. terutama dalam memberikan tindakan medis kepada pasien. maupun secara implied. dan penelitian.Sedangkan isi 93 .Soedomo Trenggalekdapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien. lisan. Kepemilikan Rekam Medis dan Pelepasan Informasi Medis RSUD dr. pendidikan. RSUD dr. dan formulir persetujuan tindakan operasi.Soedomo Trenggalekkepemilikan rekam medis dalam bentuk fisik dipegang oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Informed consent secara tertulis dapat dilihat dengan adanya lembar persetujuan tindakan medis. yang dapat mengakses dokumen rekam medis dan mendistribusikan dokumen rekam medis ke poli adalah petugas rekam medis.

5 = 5.00 = 4 = 4 jam Sabtu = 07.5 jam 37.937 rekam medis 2 Menulis no. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN = 2 hari/ tahun D.05 =35.05 jam 1.25 jam/ hari KEGIATAN UTAMA DI BAGIAN FILING Kegiatan utama Waktu yang dibutuhkan Beban kerja standart 1 Menerima berkas 1 Menit = 60 detik = 0.016 jam 1.775 : 0. CUTI TAHUNAN = 12 C.016 = 110.13 = 13.875keg/th 94 . WAKTU KERJA SEnin – Kamis = 07. HARI LIBUR NASIONAL =17 hari/ tahun E.00 – 14.2 = 8. maka dari itu dokumen rekam medis yang dipinjam untuk kepentingan penelitian harus membawa surat penelitian dan hanya boleh dipinjam dalam lingkup puskesmas dan harus dikembalikan pada hari peminjaman itu juga.750 medis 3 Menyimpan BRM 3 Menit = 180 detik =0.00 – 11.13 jam 1.775 : 0.775 : 0.00 – 12.004 jam 1.500 berdasarkan sistem penjajaran 4 Melayani 8 Menit = 480 detik = 0.2jam  Total beban kerja = 1. informasi kesehatan dalam rekam medis adalah milik pasien.775: 0.004 = 443.2 603.rekam 15 detik =0.30 = 5.00 = 7 x 4 = 28 jam Jum’at = 07.840  Total waktu yang dibutuhkan =0.775 : 0. Kebutuhan Tenaga Di Unit Kerja FILING Rekam MedisPerhitungan Work Load Indicator Staff Need (WISN) Diket : Waktu Kerja Tersedia ( WKT) A.5 jam = 37. HARI KERJA = 315 hari/ tahun B. KETIDAK HADIRAN KERJA =10 hari/ tahun F. H.653 peminjman BRM TOTAL 0.5 hari kerja = 6.

KEGIATAAN PENUNJANG PENTING DI BAGIAN FILING

N0 Kegiatan penunjang Waktu yang dibutuhkan

1 Retensi 3jam/bulan x12 = 36 jam/th

2 Pemusnahan 2jam/5th sekali

3 Rapat 72 Jam/Th

5 Mengkode klaim R 9,45 Jam/Th

6 Mengkode klaim RI 25,2 Jam/Thn

Jumlah 145 jam/th

Faktor kelonggaran kategori
Ʃ WKT dalam setahun : 1775

36 𝐽𝑎𝑚
Retensi = = 0,020 𝑋 100% = 2 %
1775 𝑗𝑎𝑚

2 𝐽𝑎𝑚
Pemusnahan = = 0,001 𝑋 100% = 0,11%
1775 𝑗𝑎𝑚

72 𝐽𝑎𝑚
Rapat = = 0,040 𝑋 100% = 4,05%
1775 𝑗𝑎𝑚

9,45 𝐽𝑎𝑚
Mengkode Klaim RI = = 0,005 𝑋 100% = 0,5%
1775 𝑗𝑎𝑚

25,2 𝐽𝑎𝑚
Mengkode Klaim RI = = 0,014 𝑋 100% = 1,41%
1775𝑗𝑎𝑚

Jumlah semua waktu kegiatan penunjang = 8,07%

95

Fkk = 1 : {1-total SKK : 100 }
= 1 : {1-0,0644: 100 }
= 1 : {1-0,000644 }
= 1 : 0,999
= 0,01 Nakes ( Tenaga Kesehatan)

KEGIATAN TAMBAHAN DI BAGIAN FILING
Kegiatan tambahan Waktu yang dibutuhkan

1 Pelatihan petugas 14 jam/thn

2 Seminar 7 jam/thn

3 Membimbing mahasiswa 8 jam/thn

TOTAL 30,5 jam/th

Jumlah waktu kelonggaran individu = 30,5 / WKT
= 30,5 / 1686
= 0,1 WTE (nakes )
Jumlah berkas rekam medis tahun 2016 = 18233 DRM/th

BEBAN KERJA STANDAR DI BAGIAN FILING

18233 DRM /Thn
= 2,05
8.875 𝐾𝑒𝑔/𝑡ℎ𝑛

Sehingga

FKK = 2.05 x 1,00 = 2.05

FKI =2.0.5 + 0,02 = 2,07 = 2 Nakes Filing

Dibutuhkan 2 Petugas Filing
Bagian Staf Yang Jumlah Staf Yang Kurang/Lebih Rasio Keadaan
Ada (A) Dibutuhkan (B) (A-B) Wsn Masalah Tenaga

FILING 1 2 -1 0,5 <

96

Dari hasil perhitungan WISN di bagian filing rawat inap RSUD dr. Soedomo

Trenggalek di butuhkan tenaga 3 orang dan saat ini masih terdapat 1 tenaga di

bagian filing, jadi kekuranganTenaga yang di butuhkan adalah 2 orang.

H. Kelengkapan Pengisian Dan Ketepatan Pengembalian Dokumen Rekam

Medis

Tabel III.1 Penyetoran Berkas Rekam Medis PadaBulan Februari - Maret
2017
No No.RM Ruangan Tgl Krs Tgl Setor Ketepatan
1 3482xx Raflesia 14/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
2 3042xx Raflesia 17/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
3 2410xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
4 3344xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
5 3540xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
6 2832xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
7 3539xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
8 2808xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
9 3455xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
10 2815xx Raflesia 27/02/2017 01/03/2017 Tidak Tepat
11 3532xx Mawar 17/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
12 3532xx Mawar 17/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
13 3534xx Mawar 22/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
14 3160xx Mawar 19/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
15 3531xx Mawar 22/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
16 3532xx Mawar 18/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
17 3534xx Mawar 19/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat
18 3189xx Mawar 20/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat

97

19 3474xx Mawar 13/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat 20 3533xx Mawar 21/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat 21 3532xx Mawar 20/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat 22 3473xx Mawar 22/02/2017 25/02/2017 Tidak Tepat 23 3492xx Sakura 23/02/2017 25/02/2017 Tepat 24 3253xx Sakura 23/02/2017 25/02/2017 Tepat 25 3532xx Raflesia 18/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 26 3526xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 27 3524xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 28 3532xx Raflesia 19/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 29 3522xx Raflesia 18/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 30 3070xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 31 2690xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 32 3403xx Raflesia 19/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 34 3532xx Raflesia 18/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 35 1945xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 36 1762xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 37 3531xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 38 3531xx Raflesia 17/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 39 3532xx Raflesia 18/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 40 3533xx Anggrek 20/02/17 21/02/17 Tepat 41 3529xx Anggrek 19/02/17 21/02/17 Tidak Tepat 42 3529xx Anggrek 20/02/17 21/02/17 Tepat 98 .

9 8 2653XX TF (Typhoid Fever) A01.9 C53.9 C18.RM DIAGNOSA KODE RS KODE ICD-10 1 1297XX Ca Mamae C50.6 D48.9 A41.0 GEA (Gastroenteritis 9 2695XX A09. KODEFIKASI Analisa Ketepatan Kode Diagnosa Berdasarkan Kode ICD-10 KOKODE ICD-10 NO NO.0 A01.6 5 185884 Ca cervic C53.9 2 3510XX Ca Colon C18. 40 35 30 25 20 Jumlah 15 10 5 0 Tepat Tidak Tepat I.0 C92.9 A09.4 D21.9 AML (Acute 6 3528XX Myelogenous C92.9 11 3528XX Infeksi Sekunder B99 B99 12 3529XX DF (Dengue Fever) A90 A90 99 .4 4 3518XX Tu Mamae D48.9 Acute) 10 3249XX Sepsis A41.9 3 2035XX Tu Abdomen D21.9 B17.0 Leukaemia) 7 3516XX HepatitisAkut B17.9 C50.

91 abdomen tergilas kereta api 29 Erytopapulosa tersebar T63.0 berbisa Colles fraktur humerus 23 akibat jatuh saat akan S52.9.T63.1 hematoma 16 3530XX CF Temporal S02.9 VL Nasolabial dg 15 3526XX T14. CKR (Cidera kepala 13 3524XX S00.4 R98.20 S82.40 S36.20 14 3528XX CKR S00.0 17 Keracunan Tetracycline T36.V09.8 S61.5.49 S06.2 tangan derajat ke 2 20 Fraktur humerus distal S42.4 Keracunan Makanan 18 T62.V90.9.10 S02.0.9 Fraktur Ginggiva S09.49 mobil sedan saat membonceng motor Ruptur lien akibat terbentur kemudi motor 27 S36.V24.9 S09.2 T23.0.3 S52.6.0.V09.49 S72.8 telapak tangan Kejang tergigit ular 22 T63.4 T36.40 yng menabraknya yang menyeberang jalan 28 Luka terbuka pada S31.91 S31.8.0.V23.80 T63.9 Ringan) CF Tibia S82.V24.V79.V79.4 pembasmi serangga Fraktur femoris infeksi akibat jatuh tertabrak 26 S72.V23.1 T14.3 menaik ke atas/dalam bus CC akibat kepala (pengemudi) terbentur 24 aspal saat jatuh dari S06.80 pada seluruh tubuh akibat 100 .2 S42.0 T62.V24.49 motor yang tertabrak bus di jalan Datang sudah meninggal 25 keracunan obat R98.9 S00.8.0 S06.V24.0 Jamur Luka bakar telapak 19 T23.0 T63.V90.10 Comotio Cerebri S06.5.6.T63.9 S00.4 Luka tusuk pisau pada 21 S61.

95 3 ECG 89.674 b. terkena racun ubur-ubur saat berenang di laut 30 1630XX Anemia D64. Pasien Mati ≥ 48 Jam = 134 f. Februari.7 5 Transfusi darah 99.99 2 HD 39.7 89.08 89.52 4 Pemeriksaan Fisik 89.550 d.04 99. 260 e.95 39.99 74. TT (Tempat Tidur) = 253 101 .04 6 Konsultasi dokter 89. Kodefikasi diagnosa di RSUD dr. Pasien Keluar Mati = 248 c.Soedomo Trenggalek Analisa Ketepatan Kode Tindakan Berdasarkan Kode ICD-9 NO TINDAKAN KODE RS KODE ICD-9-CM 1 SC 74. Lama di Rawat = 17. Pasien Keluar Hidup = 4. Statistik Rumah Sakit Diketahui perhitungan indikator rawat inap sebagai berikut: Tribulan I (Januari. Kodefikasi Tindakan di RSUD dr. Maret) a.08 Tabel III.52 89.9 Tabel III.Soedomo Trenggalek I.9 D64. Pasien Mati ≤ 48 Jam = 110 g. Hari Perawatan (HP) Bulan Januari = 17.

Pasien Mati ≤ 48 Jam = 88 g. Juni) a. Pasien Keluar Hidup = 3923 d. Hari Perawatan (HP) Bulan Maret = 15. Pasien Keluar Mati = 271 c. Desember) a. Hari Perawatan (HP) Bulan Februari = 16. Pasien Mati ≥ 48 Jam = 142 f. Pasien Mati ≤ 48 Jam = 99 102 .Tribulan II (April. Mei. Hari Perawatan (HP) Bulan Maret = 14. Agustus. Pasien Mati ≤ 48 Jam = 92 g.560 e. Pasien Keluar Mati = 227 c. Pasien Keluar Hidup = 4296 d. November. September) a.899 e. TT (Tempat Tidur) = 253 Tribulan III (juli. Pasien Mati ≥ 48 Jam = 179 f. Pasien Keluar Hidup = 4474 d. Pasien Mati ≥ 48 Jam = 139 f. Pasien Keluar Mati = 241 c. Lama di Rawat = 18.547 b.269 b. Lama di Rawat = 19. Lama di Rawat = 20.802 b. TT (Tempat Tidur) = 253 Tribulan IV (oktober.509 e.

674 = 4.023 Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 LOS = Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) 17260 = = 3.87% 23.6 ℎ𝑎𝑟𝑖 4.96 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 253 b.76% 23. Maret) Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 BOR = 𝑥 100% Ʃ𝑇𝑇 𝑥 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑟𝑒𝑜𝑑𝑒 17.11 𝐻𝑎𝑟𝑖 4798 Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) BTO = Ʃ𝑇𝑇 4798 = = 18. Februari.TOI. Tribulan II (April. Juni) Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 BOR = 𝑥 100% Ʃ𝑇𝑇 𝑥 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑟𝑒𝑜𝑑𝑒 16.547 = 𝑥 100% 253𝑥91 16. GDR a. Tribulan I (Januari.798 (𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑇 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒) − 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 TOI = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (253𝑥91) − 17.349 = = 1.674 = 𝑥 100% 253𝑥91 17. Mei.547 = 𝑥 100% = 71. TT (Tempat Tidur) = 253 1. aLos. Perhitungan BOR . g.674 = 𝑥 100% = 76.023 103 .NDR.798 5.

745 = = 18. September) Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 BOR = 𝑥 100% Ʃ𝑇𝑇 𝑥 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑟𝑒𝑜𝑑𝑒 14.802 = 𝑥 100% = 63.75 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 253 c.547 = 4. Tribulan III (Juli.745 (𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑇 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒) − 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 TOI = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (253𝑥91) − 16.79 ℎ𝑎𝑟𝑖 4150 (𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑇 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒)−𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 TOI = 3 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 104 .59% 23. Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 LOS = Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) 20509 = = 4.276 Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 LOS = Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) 19899 = = 4.476 = = 1. Agustus. 36 𝐻𝑎𝑟𝑖 4.745 Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) BTO = Ʃ𝑇𝑇 4. ℎ𝑎𝑟𝑖 4.745 6.802 = 𝑥 100% 253𝑥92 14.

802 = 4150 8. November.537 Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) BTO = Ʃ𝑇𝑇 105 .04 𝐻𝑎𝑟𝑖 4. Tribulan IV (oktober.150 Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) BTO = Ʃ𝑇𝑇 4150 = = 16.474 = = 2.276 Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 LOS = Ʃ𝑃𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐾𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (𝐻 + 𝑀) 18560 = = 4.09 ℎ𝑎𝑟𝑖 4537 (𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑇 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒) − 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 TOI = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 (253𝑥92) − 15. (253𝑥92) − 14.269 = 𝑥 100% 253𝑥92 15.269 = 𝑥 100% = 65.4 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 253 d. Desember) Ʃ𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 BOR = 𝑥 100% Ʃ𝑇𝑇 𝑥 𝐻𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑟𝑒𝑜𝑑𝑒 15.59% 23.76 𝐻𝑎𝑟𝑖 4.269 = 4537 80007 = = 1.

4537 = = 17.11 4.6 1.05 Grafik Barber Johnson di RSUDdr. Data Statistik di RSUD dr.76 5.3 1.87 4.0 1.6 Tribulan IV 65. Soedomo Trenggalek dalam Tribulan I. Data Statistik di RSUD dr.59 4.36 4. II.15 1. Tahun BOR Alos TOI BTO (%) (hari) (hari) (pasien) 1 Tahun 69.59 4.76 3. Bulan BOR Alos TOI BTO (%) (hari) (hari) (pasien) Tribulan I 76.45 4.93 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 253 Tabel.1 Tabel.56 5.7 Tribulan II 71. Soedomo Trengglek dibuat sesuai keperluan dari Rumah Sakit Sendiri. III. Berdasarkan Perhitungan Indikator Rawat Inap di RSUD dr Soedomo Trenggalek 1 Tahun 2016 maka diperoleh Grafik Barber Johnson Sebagai berikut : 106 . dan ke IV Pada Tahun 2016.8 Tribulan III 63. Soedomo Trenggalek dalam satu tahun Pada Tahun 2016.04 5.7 2.

31 Grafik Baber Johnson RSUD dr. Soedomo Trenggalek 2016 Keterangan : Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa titik Barber Johnson pada empat triwulan terletak pada daerah efisien 107 .Gambar III.

8. Soedomo Trenggalek 40 35 30 25 20 15 10 5 0 JUMLAH Gambar III.yang terbanyak yaitu penyakit CVA bleeding dengan total 35 orang sedangkan yang terendah yaitu penyakit asphexsia berat 108 .Soedomo Trenggalek selama triwulan terakhir . Tabel III. Soedomo Trenggalek yang didapat dari bagian pelaporan data.2. Data Mortalitas Rawat Inap Tabel mortalitas di RSUD dr. Data Mortalitas Rawat Inap Triwulan keempat 2015 Data Mortalitas Rawat Inap Tribulan ke IV di RSUD dr. Morbiditas Dan Mortalitas 1.J.Mortalitas Rawat Inap Triwulan terakhir 2016 Dari data Mortalitas Rawat Inap di RSUD dr.

Data Morbiditas Rawat Inap Data morbiditas rawat inap Triwulan ke IV 2016 di RSUD dr. Kondisi lain yang bermula pada masa 3 P96 Perinatal 91 O20-O23. Soedomo Trenggalek 2016 yang didapat dari bagian pelaporan data. Penyulit kehamilan dan persalinan 4 O63.9. P29. 025-O29. P50-54. O67. lainnya 081-O83 61 5 O64-O66 Persalinan macet 51 Diabetes melitus tidaj bergantung 6 E11 insulin 49 7 J02 Faringitis akut 48 8 P20-P21 Hipoksia intrauterus dan asfiksia lahir 41 9 I63 Infark serebral 40 10 A91 Demam berdarah dengue 39 TOTAL 608 Tabel III. Data Morbiditas Rawat Inap triwulan keempat 2016 NO KODE DIAGNOSA JUMLAH 1 K30 Dispepsia 95 A09 Diare & gastroenteritis oleh penyebab 2 Infeksi tertentu (kolitis infeksi) 93 P08. Tabel III. P56-P94.10. O69-71. O61. Data Morbiditas Rawat Jalan Triwulan Pertama 2015 Grafik Morbiditas Rawat Inap Triwulan I 16 14 109 12 10 8 .i. O73-O75.

110 . Gambar III.4.Soedomo Trenggalek selama triwulan pertama terbanyak yaitu di ruang sakura dengan total 14 orang dan yang terendah yaitu di ruang yudistira 0 . Morbiditas Rawat inap Triwulan Pertama 2015 Berdasarkan tabel dan diagram diatas dapat diketahui bahwa angka Morbiditas Rawat inap di RSUD dr.