BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu usaha yang sudah

berkembang secara pesat dan telah menyebar di wilayah Indonesi. Untuk keberhas

ilan usaha penggemukan sapi potong, maka yang harus diperhatikan adalah manaj

emen pemeliharaan yang terarah dan pengelolah yang professional. Usaha pengge

mukan sapi potong sangat berkembang pesat karena masyarakat sadar akan kebut

uhan hewani, sehingga permintaan akan daging terus meningkat.

Usaha penggemukan sapi potong tidak hanya diusahakan oleh industri-ind

ustri besar tetapi juga diusahakan oleh petani peternak meskipun dalam hal manaj

emen pemeliharannya petani peternak masih relative sederhana. Usaha penggemu

kan sapi potong berkembang sangat pesat karena sapi potong sebagai ternak yang

mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi.

Tingginya nilai ekonomis ini ditentukan oleh berat karkas dan kualitas dag

ing. Usaha penggemukan sapi potong memiliki keuntungan ganda, selain pertamb

ahan bobot badan ternak sapi, limbah kotoran sapi dapat diproses untuk dijadikan

pupuk.

Manajemen pemeliharaan usaha penggemukan sapi potong harus diperhati

kan yang meliputi: perkandangan, pembibitan, pakan dan pemberiannya, pengend

alian penyakit, recording, pemanenan hasil atau pemasaran, penaganan limbah da

n manajerial.

1

2

2.2 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari magang ini adalah

1. Untuk mengetahui manajemen pemeliharaan sapi potong
2. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam usaha penggemukan sapi
potong
3. Untuk membandingkan teori dan kondisi nyata dilapangan
4. Sebagai salah satu persyaratan dalam kegiatan pembelajaran program D3
5. Manfaat pakan jerami dan konsentrat dalam perkembangan

Sedangkan manfaat yang dapat diambil dari magang di UPTD PTU Mulyo

rejo sebagai berikut

1. Mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan kongkrit tentang usaha
peternakan sapi potong

2. Mahasiswa dapat menerapkan teori yang didapat secara langsung dilapangan

3. Pengetahuan mahasiswa tentang usaha peternakan sapi potong dapat meningkat

4. Meningkatkan kreatifitas,kerjasama,tanggung jawab, pola pikir bagi mahasiswa

Lokasi usaha yang berada di sekitar perusahaan tersebut. LAL yang berlokasi di desa Ara Condong k ecamatan Stabat memiliki anak cabang peusahaan yang bergerak di bidang yang s ama yaitu di Tandem Hilir dan Pangkalan Susu.1 Sejarah Perusahaan PT. dan alat industri lain (seperti peremas tebu). jeroan. Lembu Andalas Langkat (LAL) adalah suatu perusahaan yang didirika n pada bulan November 2002 dan memfokuskan usaha pada bidang perdagangan. dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. merupakan dae rah yang strategis karena dekat dengan konsumen. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia. LAL juga mempunyai usaha penggemukan sapi potong yang dilengkapi dengan fasilitas Rumah Potong Hewa n (RPH). PT. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Hasil sampingan.2 Sapi Sapi adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Karena banyak kegunaan ini. impor dan penggemukan sapi potong. 2. Di sejumlah tempat. . Visi perusahaan adalah meningkatkan kualit as dan modernisasi tata niaga sapi potong yang bertujuan untuk menunjang usaha peningkatan gizi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan ternak sapi potong dal am lingkup regional dan nasional. sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama. pengolahan lahan tanam (bajak). seperti kulit. PT. sapi juga dipakai sebagai penggerak alat transportasi. tanduk.

dan disembelih dengan cara yang benar dan baik. Daging sapi yang bergizi tinggi serta dengan rasa yang enak hanya diperoleh pada daging yang baik dan sehat. daging berserat halus dan sedikit berlemak. Kebutuhan daging sapi sangat dibutuhkan manusia khususnya untuk diambil sumber gizi yang terdapat pada daging sapi. Gizi adalah zat atau senyawa kimiawi yang terdapat dalam pangan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Bukan hanya di Indonesia daging sapi juga banyak di minati di dunia khususnya di eropa untuk berbagai macam olahan pangan yang memerlukan daging sapi. Protein dari daging sapi ini disbeut protein hewani yang mempunyai struktur asam amino yang mirip dengan . rasa yang enak dan bermanfaat bagi tubuh manusia apabila dagingnya baik dan sehat. setiap 100 gram daging sapi mengandung kalori 207 kkal. layak potong. terlihat kenyal dan padat. protein 18. berbau khas daging sapi. Masyarakat di Indonesia biasa memasak daging sapi dengan berbagai macam masakan yang dapat megundang selera makan. Setiap bahan pangan mempunyai kandungan zat gizi yang berbeda-beda baik jumlah maupun jenisnya. 4 Sapi banyak sekali diternakan atau di budidayakan untuk diambil dagingnya.8 gram. Bahakan sesame bahan pangan pun ada yang berbeda jumlahnya. Menurut departemen kesehatan RI. lemak berwarna kekuningan. Tanda-tanda daging sapi yang baik dan sehat adalah adanya cap dari rumah potong dimana daging itu menunjukan bahwa daging berasal dari sapi yang sehat. misalnya untuk daging sapi mempunyai kandungan protein paling tinggi dibanding dengan daging hewan lainnya. Daging sapi mempunyai gizi yang tinggi. Daging biasanya berwarna alamiah yaitu merah sedikit kekuningan.

jantung. tidak dapat dibuat oleh tubuh (essensial). protein merupakan penyusun bagian besar organ tubuh. Berdasarkan dari pentingnya daging sapi bagi kehidupan manusia maka hadirlah PT. rambut. Namun perusahaan tersebut hanya pada proses penggemukan sapi. susunan asam aminonya relative lebih lengkap dan seimbang. Kemudian cerdas ditandai dengan kepandaian disekolah dan cepat tanggap terhadap pertanyaan. cassava waste (onggok). Lembu Andalas Langkat ditengah-tengah maraknya industri peternakan sapi. greenchop (tebon). mempunyai daya tahan tubuh kuat. molasses (tetes tebu). broken corn (menir jagung). 5 manusia. dan cerdas dibanding dengan anak yang jarang makan mkanan berprotein tinggi. segar dan lebih gemuk. Anak-anak yang sering memakan bahan pangan yang mengandung protein hewani akan terlihat tumbuh cepat. Pada tubuh makhluk hidup seperti manusia. copra meal (bungkil kopra). seperti otot. Kebutuhan bahan komoditi yang diperlukan dilihat dari keperluan untuk mengupayakan penggemukan sapi hingga didapat berat daging serta zat gizi dari daging sapi yang baik. otak dan lain-lain. Bahan komoditi tersebut mencakup dua bahan yaitu bahan komoditi makro dan mikro. Tumbuh cepat itu ditandai dengan badanya berisi. Yang termasuk bahan komoditi mikro adalah. Ada berbagai bahan komoditi yang digunakan untuk diolah menjadi pakan yang baik untuk penggemukan sapi-sapi tersebut. Daya cerna protein hewani lebih baik dibanding dengan protein nabati. pemberian pakan serta kebutuhan nutrisi pakan untuk sapi dan kesehatan dari hewan ternak tersebut. Yang termasuk bahan komoditi makro adalah. tapioka chips (gaplek cacah) dan bread waste (roti bs). limestone . kulit. paru-paru. urea. palm meal (bungkil sawit).

3 Bahan Komoditi 1. 2. premix. Kandungan ini berbeda untuk setiap daerah asal. jenis dan mutu umbi kayu. garam. 6 (kapur). Selama ini onggok dimanfaatkan untuk pakan ternak (konsentrat) . Onggok mengandung serat kasar dan karbohidrat. ammonium sulfat (Za). dan soya bean meal (SBM). padat dan keras. teknologi yang digunakan dan penanganan ampas itu sendiri. Limbah cair berasal dari proses pengendapan yaitu filtrat (hasil saringan) yang dipisahkan dari endapan patinya. Pada tabel 1 terlihat kandungan pati dan onggok sekitar 12. Onggok Onggok adalah limbah dari pabrik tapioka (singkong) yang kering.. Pada proses ekstrasi ini hasil parutan ketela pohon ditambahkan air lalu disaring dengan menggunakan kain saring. Oleh sebab itu onggok cukup potensial digunakan untuk dibuat suatu produk. sehingga diperoleh suspense pati sebagai filtratnya dan ampas yang tertinggal di kain saring. Limbah padat dari produksi tapioka disebut ampas tapioka atau onggok yang merupakan hasil sampingan industri tapioka yang berbentuk padat yang berasal dari unit ekstraksi. biasanya berukuran satu kepal atau pecahan lebih kecil tergntung dari hasil pemerasan saat menyadap tapioka dari singkong. Pengolahan umbi kayau menjadi tapioka menghasilkan limbah cair dan limbah padat dalam bentuk onggok. Komponen penting yang terdapat dalam onggok adalah kandungan zat organic berupa pati dan serat kasar. 2003).41% dari berat kering. (Sumanti dkk.

36%. 2000). 7 (Satiawihardja dkk. Supriati. 1998. daun dan buah jagung muda yang umumnya di panen pada umur tanaman 45-65 hari (Soeharsono dan Sudaryanto.16 Lemak 0.32 Protein 1. Ali. 2005).79%.19%. 2003. dan pemantap makananan (Hefni.8% sedangkan kandungan BETN sangat tinggi yaitu 70.41 Sumber : Rahmarestia (2007) 2. Kandungan serat masih rendah yaitu 10. sehingga kandungan bahan kering sangat rendah yaitu 10. Komposisi Kimia Onggok (%bk) Komponen Jumlah Air 11 Serat kasar 1. 2004.06% kandungan serat lebih tinggi 22. 2006).90% sedangkan BETN lebih rendah yaitu 55.21 Pati 12. Namun kandungan protein cukup tinggi yaitu 15. Tabel 1. 2006). Hasil analisa proksimat terhadap tebon jagung umur 40 hari dan 50 hari tersaji pada tabel 2 kandungan air tebon jagung umur 40 hari sangat tinggi yaitu 89.97%. kandungan protein lebih rendah 12.31%.89%. Tebon umur 50 hari kandungan airnya lebih rendah dibandingkan tebon umur 40 hari 71. Greenchop (tebon jagung) Tebon jagung adalah seluruh tanaman jagung termasuk batang. . Asgnat. dan digunakan dalam industri tempe sebagai campuran (Ikawati..

protein. Bungkil kelapa (copra meal) Bungkil kelapa adalah hasil ikutan yang didapat dari ekstraksi daging buah kelapa segar atau kering. Bungkil sawit (palm meal) Bungkil kelapa sawit adalah inti kelapa sawit yang telah mengalami proses ekstraksi dan pengeringan. Biasanya bungkil kelapa sawit digunakan sebagai makanana ternak. Mutu bungkil kelapa digolongkan dalam dua tingkat mu tu. Tingkat pemberian nya 10-15% pada pakan ternak. Standar mutu bungkil inti sawit dipaparkan pada tabel 2. Dengan peningkatan nilai ekspor maka diperlukan standar dan pengawasan mutu bungkil inti sawit untuk memberikan jaminan mutu kepada konsumen. 2008). Minyak inti kelapa sawit dan bungkil inti kelapa sawit tersebut hampir seluruhnya diekspor. . Untuk itu biasanya pemebrian dicampur dengan makanan lain yang disukai ternak dan baik diberikan pada ternak sapi dan kerbau. 4. Bungkil kelapa sawit ini termasuk dalam jenis pakan konsentrat dan atau pakan penguat yang mana bermanfaat sebagai sumber energi. vitamin dan mineral (Ketaren. Zat makanan yang terkandung dalam bungkil sawit ini cukup bervariasi. Persyaratan mutu standar bungkil kelapa meliputi kandungan nutris dan batas t oleransi aflatoxin. 8 3. tetapi kandungan yang terbesar adalah protein (anatra 18 – 19 %).

12 3. Kadar air. (b/b) % Maks. 9 Tabel 2. Molasses berdasarkan sumber sukrosanya dibagi menjadi dua yaitu :  Sugarcane (tebu). Molasses yang dihasilkan dari setiap tahap ekstrkasi sugarcane dapat digunakan kembali. Kadar protein (b/b) % Maks. Molasses yang dapat digunakan hanya yang dihasilkan dari tahap akhir ekstraksi bit. 7 2. Kadar minyak (b/b) % Maks. Tetes tebu berupa cairan kental dan diperoeh dari tahap pemisahan Kristal gula. Standar mutu bungkil inti sawit No. Jenis uji Satuan persyaratan 1. yaitu molasses yang didapat dari proses pembuatan gula dengan bahan dasar tanaman tebu. asam amino dan mineral. Molasses tidak dapat lagi dibentuk menjadi sukrosa namun masih mengandung gula dengan kadar tinggi 50-60-%. Molasses (tetes tebu) Molasses adalah hasil samping yang berasal dari pembuatan gula tebu (saccarum officinarum). Kadar Abu (b/b) % Maks. 12 4. 6 Sumber : SNI 01-0008-1987 5. Kandungan dalam cane molasses ditunjukan pada tabel 3 berikut : .  Sugarbeet (bit) yaitu molasses yang didaptkan dari proses pembuatan gula dengan bahan dasar ubi putih.

serat kasar maksimum 5%.200 kcal). Standar spesifikasi minimum dari gaplek adalah kadar kanji minimum 65%. 10 Tabel 3.4 0. energy metabolic tinggi (2. Ia mengandung kanji 70-82%. Gaplek juga biasa dikenal dengan cassava memiliki berbagai kelebihan untuk alternatif subtitusi jagung. - 6.1-1 Pigments .5 2-6 Non-nitrogen acid 5 2-8 Wax. Kandungan nutrisi gaplek dapat dilihat pada tabel 4. meski kandungan proteinnya rendah (0.900-3.7-1. . Tapioca chip (gaplek cacah) Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Typical nutrient analysis dalam (%) of cane molasses Component Indicative average Usual range Water 20 17-25 Sucrose 35 30-40 Dextrose (Glucose) 7 4-9 Levulose (fructose) 9 5-12 Other reducing substances 3 1-5 Other carbohidrat 4 2-5 Ash 12 7-15 Nitrogenous compounds 4. pasir minimum 3%. kadar air maksimum 14%. sterols dan phospolipid 0.3%). - Vitamin .

protein kasar 10.070 Hystidin % 0. tergantung kepada bahan yang digunakan dalam pembuatan roti.100 Phenylalanine % 0. Roti BS (bread waste) Roti adalah makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air yang difermentasi dengan ragi tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi.027 Cystine % 0.030 Tryptopan % 0.065 Leucine % 0.7%.065 Arginine % 0.02 Fat % 0. .57 Ca % 0.39 Methionine % 0.7%. Limbah roti adalah limbah proses pembuatan roti atau kue termasuk roti atau kue yang tidak terjual.100 Valine % 0. Limbah dari pabrik roti ini merupakan sumber energi terbaik bagi ruminansia dan efektif sebagai pengganti jagung bagi ternak.018 Lysine % 0.8% dan lemak kasar 12.120 7. tetapi karena mempunyai kadar garam yang relatif tinggi maka penggunaanya dalam ransum dibatasi hingga 20%.8%. 11 Tabel 4. Bread waste mengandung bahan kering 89. abu 3.009 Treonine % 0. Kandungan nutrisi gaplek Crude protein % 2.100 Iso leucine % 0.42 Fiber % 2. Komposisi nutrient sangat bervariasi.

Produk ini didapatkan dari proses pembuatan ethanol. protein dan minyak. merupaka produk sampingan bernutrisi tinggi yang digunakan untuk memproduksi pakan ternak yang kini kita kenal dengan DDGS. DDGS merupakan protein yang dapat dicerna dengan mudah. hydrogen. DDGS (Dried Distillers Grains with Soluble) DDGS adalah produk sampingan dari industri etanol. Selanjutnya produktifitas hewan dapat ditingkatkan dengan memberikan sumber non protein serta mineral tertentu. peningkatan daya cerna dan peningkatan komsumsi pakan sehingga . 9. Disamping itu. dapat dimasukkan sebanyak 20-30% rasio campuran pakan ternak kering (belum termasuk air). Urea Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon. sedangkan nutrisi yang tersisa seperti serat. 12 8. yang hanya menggunakan saripati jagung dan sorgum biji-bijian. oksigen dan nitrogen. dan merupakan sumber energi yang baik untuk ternak sapi. Suplementasi secara keseluruhan diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik melalui peningkatan protein mikrobial. Penambahan urea pada pakan ternak adalah strategi untuk meningkatkan konsumsi pakan ternak pada kondisi pemeliharaan ialah dengan memberikan suplemen yang tersusun dari kombinasi bahan ilmiah sumber protein dengan tingkatan jumlah tertentu yang secara efisien dapat mendukung pertumbuhan. perkembangan dan kegiatan mikroba secara efisien di dalam rumen.

Ammonium sulfat mengandung 21 % nitrogen dan 24 % sulfur. densiti (tingkat kepadatan) sebesar 0. magnesium sulfat. 13 diperoleh keseimbangan yang baik antara amino dan energi didalam zat-zat makanan yang terserap. Kapur (Limestone) Tepung batu kapur atau limestone adalah merupakan hasil proses penggilingan batu kapur. 10.8 – 0. Garam Secara fisik garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk Kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar natrium klorida (>80%) serta senyawa lainnya seperti magnesium klorida. Tepung batu memiliki nilai kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang hewan. 11. seperti sebagai penyubur tanah atau sebagai bahan tambahan makanan. . dan lain-lain. Garam mempunyai sifat/karakteristik yang mudah menyerap air. Batu kapur berperan sebagai sumbermineral dan termasuk bahan baku untuk pembuatan pakan ternak. tidak berbau dan teksturnya berbentuk tepung. kalsium klorida.9 dan titik lebur pada tingkat suhu 80° C. 12. Ammonium sulfat (Za) Ammonium sulfat adalah garam organik yang memiliki beberapa kegunaan. Berwarna putih kapur.

3. Sampel darah yang telah dikol eksi kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui ada atau tidaknya peny akit atau gangguan pada sapi tersebut. Pengambilan s ampel darah dilakukan oleh petugas dari karantina. LAL berasal dari Australia melalui transportasi ja lur laut.2 Pengambilan Sampel Darah Sapi-sapi yang baru didatangkan diambil sampel darahnya. Waktu yang dibutuhkan untuk penggemukan setiap sapi tidak selalu sama. sebelum dipind ahkan sapi-sapi dipisahkan antara sapi yang sehat dan yang kurus. . 3.3 Penggemukan (Fattening) Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa untuk ditingk atkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-4 bulan). Sapi dari truk diturunkan dan se lanjutnya dimasukkan kedalam kandang yang sudah dipersiapkan. Sapi-sapi yan g kurus dimasukkan kedalam kandang terpisah dari sapi yang sehat dan yang me menuhi syarat. Sampel darah yang diambil berjumlah 10% dari jumlah keseluruhan sapi yang masuk. 14 BAB III PEMBAHASAN 3. Sapi-sapi tersebut dipindahkan dari kapal kedalam truk dengan jumlah ya ng berbeda-beda dansesuai dengan kapasitas truk.1 Pemasukan Sapi Sapi yang masuk ke PT.

dan Cow merupakan sap i betina yang telah kawin. lingkar dada 133 cm. Bull merupakan sapi jantan yang tidak dikastrasi atau disterilkan. kualitas bibit dan mutu paka n. Pemilihan Bakalan Bakalan merupakan faktor yang penting.5 tahun  Jenis kelamin jantan  Bentuk tubuh panjang. LAL Stabat adalah sapi Brahman Cross. kondisi sapi. jenis kelamin. . bukan karena sakit). tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan. panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm. 15 Perbedaan waktu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: umur. kejelian dan pengalaman.  Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus. Sapi-sapi yang digemukkan berusia muda 2 tahun dan y ang paling tua berumur 2. Program penggemukan sapi potong ini selain bertujuan untuk menghasilkan nil ai tambah secara ekonomis serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan dag ing sapi yang berkualitas. bera t badan sapi pada awal penggemukan. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :  Berumur di atas 1. Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemuka n sapi potong adalah : 1. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian. bulat dan lebar.  Tubuh kurus. Jenis-jenis Sapi Potong Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemu kan sapi potong PT. tulang menonjol.5 tahun. 2. karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Heifer merupakan sapi betina yang masih dara. Steer merupakan jantan yang telah di sterilkan.

karena pencernaannya melalui tiga proses. sapi digolongka n hewan ruminansia. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah.5 X 1. yaitu secara meka . sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. karena lebih banyak mendapatkan pakan. Manajemen Pemeliharaan a) Perkandangan Secara umum. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang ind ividu. Kandang yang terdapat di perusahaan tersebut merupakan kandang jenis k elompok. yaitu kandang individu dan kelompok. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat. setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2. kandang memiliki dua tipe. karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas. bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Pada kandang kelompok.5 m. Pada kandang individu. b) Pakan Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya. Perusahaan tersebut memiliki 12 kandang. d imana setiap pen memiliki 50-60 ekor sapi potong. setiap kandang memiliki 4 pen. 16  Kotoran normal 3.

kulit kopi 10 %. bungkil sawit 10 %. Zat-zat yang dibutuhkan dalam pakan sapi antara lain sebagai berikut:  Protein Pakan ternak berkualitas harus mengandung protein dalam jumlah cukup k arena protein memiliki peran sangat penting untuk pertumbuhan maupun perkemb angan ternak sapi.5 % . berperan untuk membantu pertumbuh an atau pembentukan sel-sel tubuh. Pakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan ternak. . kulit dan tenaga yang berfungsi untuk memelihara daya tahan tubuh dan keseha tan oleh karena itu kebutuhan pakan perlu diperhatikan baik kualitatif dan kuantita tif.5 %. Protein berfungsi memperbaiki dan menggantikan sel tubuh rus ak. kemudian ditambahkan dengan molase dan vitamin-vitamin untuk penambah nafsu makan. Sedangkan pakan dari hijauan adalah batang ja gung yang telah dipotong terlebih dahulu. onggok 10 %. terutama untuk sapi-sapi pekerja. bungkil kelapa 20. menghasilkan daging. terutama untuk sapi-sapi dewasa p roduktif. Hijauan sekitar 1. 17 nis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva). Pakan sapi yang dipelihara secara intensif pada umumnya terdiri dari pakan hij auan dan penguat. berp eran dalam mendukung keperluan berproduksi. Sedangkan kons entrat yang digunakan yaitu bungkil kedelai (PDGS) 10 %. sus u. k arena pakan diperlukan untuk pertumbuhan kehidupan. terutama untuk pedet maupun sapi muda. secara fermentatif dalam rume n dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen. dan gaplek 10 %. terutama untuk sapi tua atau lanjut usia.5 kg (15 % berat pakan/hari). urea 0. dedak 10 %. jagung giling 20 %. protein akan diubah menjadi energi.

dan senyawa Oksigen (O2). 18  Lemak Lemak memiliki peranan penting untuk pertumbuhan maupun perkembang an sapi. E. sebagai pembawa vitamin A. sebagai sumber u tama tenaga atau energi. dan K. Beberapa fungsi karbohidrat antara lain. yang dala m kandungannya terdiri dari senyawa Hidrogen (H2). D. sebab lemak dapat berfungsi sebagai cadangan sumber energi bagi ternak peliharaan.  Karbohidrat Karbohidrat merupakan salah satu zat makanan yang merupakan sumber ut ama energi bagi ternak. Kedua senyawa yang membentuk air ini merupakan komponen pokok dan mendas ar dalam memenuhi kebutuhan seluruh makhluk hidup di bumi selain matahari ya ng merupakan sumber energi. untuk membantu proses pe ncernaan serta penyerapan zat-zat makanan.  Air Air merupakan suatu senyawa kimia H2O yang sangat istimewa.  Mineral Beberapa fungsi mineral pada sapi adalah untuk pembentukan jaringan tul ang dan urat. Lemak berfungsi sebagai sumber energi atau tenaga. untuk membantu keperluan berproduksi. Vitamin-vitamin tersebut merupakan jenis vitamin larut dalam lemak. mineral yang diberikan melalui pakan . sebagai komponen pembentukan lemak tubuh.

. 19 berperan untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang. Proses pembentukan vitamin dalam tubuh hewan yaitu Vitamin A dapat dibentuk dari karotin yang banyak terdapat pada ransum pakan hijauan.  Vitamin Vitamin berperan untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tu buh dan berperan untuk meningkatkan kesehatan ternak terutama saat berproduksi . dan memelihara keseha tan. dan Vitamin D akan dibentuk dalam tubuh dengan bantuan s inar matahari. Vitamin C dibentuk sendiri oleh semua jenis hewan dewasa. Vitamin B dapat di bentuk sepenuhnya di dalam tubuh hewan.

20 BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Disarankan kepada perusahan PT. LAL (Lembuh Andalas Langkat) untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas baik dari segi manejemen dan administrasi perusahaan. 4. .1 Kesimpulan Berdasarkan pelaksaan kegiatan mgang yang telah dilakukan maka kami dapat menarik kesimpulan bahwa perusahaan PT. LAL (Lembuh Andalas Langkat) menjalankan perannya dengan baik dengan menjadi salah satu perusahaan yang cukup sukses di bidang peternakan dalam pemenuhan sumber protein hewani yakni pembibitan dan pengadaan sapi pedaging di daerah Sumatra Utara dan sekitarnya.

Penyakit Ruminansia.php?option=com_content&task =view&id =61&Itemid=9 Di akses tanggal 16 April 2017 Rasyid. Jurnal Litbang Pertanian. Edisi Revisi. Perkandangan Sapi Potong.U. Jakarta. 21 DAFTAR PUSTAKA Animus. 2015. Jakarta Hadi. Kanisius. Yogyakarta Badan Pusat Statistik. . Santosa. Problem dan Prospek Pengembangan Usaha Sapi Potong di Indonesia. 2009.N.Gramedia . Sapi Potong Lokal. Yogyakarta. Siregar.Jakarta. Penebar Swada ya. anggraeny (2007). Petunjuk Praktis Ransum Seimbang.go. PT. Kanisius.Gramedia . Jakarta. 2006. Penebar swadaya. 2003. 2006.id/index. Rianto dan E. U. Ternak potong. Siregar. Panduan Lengkap Sapi Potong. dan N. E. 2007. 2007. Http://kab. Metode Penggemukan Sapi. P. 2004. Jakarta. Prabowo. 2009. 2013. dan Y. Mengelola Peternakan Sapi Secara Profesional. Penebar Sw adaya. U. Letak Geografis Menurut Lintang dan Bujur Singkaw ang. Ilham. A. Budidaya Penggemukan Sapi Potong dengan Nutrisi Organik. Prabowati.merauke. Umiyasih. Animus.

Peralatan dan obat-obatan Gambar 2. 22 LAMPIRAN Dokumentasi Kegiatan Gambar 1. Distribusi pakan . Pemberian vitamin dan mineral Gambar 4. Pengobatan sapi sakit untuk sapi sakit Gambar 3.

Pembalikan pakan Gambar 7. Penjualan ternak . Membangunkan sapi untuk makan Gambar 8. 23 Gambar 5. Tetes molases Gambar 6.

24 Gambar 9. Pembersihan kandang Gambar 10. Kandang sapi Gambar 12. Pembersihan bak air dan sisa pakan Gambar 11. Tempat penimbangan sapi .

LAL . Kantor PT. 25 Gambar 13. Gudang pakan Gambar 14.