BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan keluhan yang sering
dijumpai di praktek sehari-hari, dan diperkirakan hampir semua orang pernah
mengalami nyeri punggung paling kurangnya sekali semasa hidupnya. Nyeri
punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat
merupakan nyeri lokal (inflamasi), maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri
yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk ke daerah lain atau sebaliknya yang
berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah (refered pain).
Walaupun nyeri punggung bawah jarang fatal namun nyeri yang dirasakan
menyebabkan penderita mengalami suatu kekurangmampuan (disabilitas) yaitu
keterbatasan fungsional dalam aktifitas sehari-hari dan banyak kehilangan jam kerja
terutama pada usia produktif, sehingga merupakan alasan terbanyak dalam mencari
pengobatan.
Di Amerika Serikat diperkirakan lebih 15% orang dewasa mengeluh nyeri
punggung bawah atau nyeri yang bertahan hampir dua minggu (Lawrence dkk, 1998).
Nyeri punggung bawah adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada regio
punggung bagian bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders.
Nyeri punggung bawah telah teridentifikasi oleh Pan American Health Organization
antara tiga masalah kesehatan pekerjaan yang dikenalpasti oleh WHO (Choi dkk,
2001). Menurut Punnett L dkk, prevalensi 37% daripada nyeri punggung bawah
disebabkan oleh pekerjaan individu-individu tersebut, dengan pembahagian lebih
banyak pada laki-laki berbanding wanita. Sedangkan penelitian Community Oriented
Program for Controle of Rheumatic Disease (COPORD ) Indonesia menunjukan
prevalensi nyeri punggung 18,2 % pada laki-laki dan 13,6 % pada wanita. National
Safety Council pula melaporkan bahwa sakit akibat kerja yang frekuensi kejadiannya
paling tinggi adalah sakit/nyeri pada punggung, yaitu 22% dari 1.700.000 kasus

1

(Tarwaka, dkk, 2004). Di Negara industri keluhan nyeri punggung bawah merupakan
keluhan kedua setelah nyeri kepala.
Di Amerika Serikat lebih dari 80% penduduk mengeluh nyeri punggung
bawah dan biaya yang dikeluarkan tiap tahun untuk pengobatan berkisar 75 juta dolar
Amerika. Prevalensi nyeri punggung bawah pada pemandu seperti supir, pengendara
sepeda motor, atau penarik becak lebih tinggi berbanding pekerjaan-pekerjaan lain,
berdasarkan penelitian Rahmat HS (2009) yang menunjukkan masalah nyeri
punggung bawah yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering
terjadi saat ini. 60% orang dewasa mengalami nyeri punggung bawah karena masalah
duduk yang terjadi pada mereka yang bekerja atau yang aktivitasnya lebih banyak
dilakukan dengan duduk. Duduk lama dengan posisi yang salah dapat menyebabkan
otot-otot punggung menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Bila
keadaan ini berlanjut, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang
belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus. Beliau juga mengatakan,
“Saat manusia duduk, beban maksimal lebih berat 6-7 kali dari berdiri. Tulang atlas
yang menyangga tengkorak mengalami beban terberat. Jika riding position-nya salah,
bagian tulang bawah yakni vertebra lumbal 2-3 (mendekati tulang pinggul) akan
terserang nyeri punggung bawah. Jika salah terus, berulang-ulang apalagi ditambah
getaran kontinu, akan timbul radang (artrosis lumbalis) lalu pengapuran tulang bawah
dan terjepitnya syaraf tulang bawah. Jika sudah parah bisa terjadi fraktur atau patah”
(Rahmat HS, 2009).

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari nyeri punggung (Low Back Pain) ?
2. Bagaimana anatomi punggung bawah ?
3. Apasaja jenis-jenis Low Back Pain ?
4. Bagaimana etiologi Low Back Pain ?
5. Bagaimana patofisiologi Low Back Pain ?
6. Bagaimana WOC Low Back Pain ?
7. Apasaja manifestasi klinis Low Back Pain ?

2

Bagaimana penatalaksanaan Low Back Pain ? 9. Mengetahui etiologi Low Back Pain 5. Mengetahui patofisiologi Low Back Pain 6. Mengetahui WOC Low Back Pain ? 7. Mengetahui manifestasi klinis Low Back Pain 8. Mengetahui penatalaksanaan Low Back Pain 9. Mengetahui pengertian dari nyeri punggung (Low Back Pain) 2. Bagaimana pencegahan Low Back Pain ? 1. Mengetahui anatomi punggung bawah 3.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui jenis-jenis Low Back Pain 4. Mengetahui pencegahan Low Back Pain 3 . 8.

Pada prosesus spinosus dan transverses melekat otot-otot yang turut menunjang dan melindungi kolum vertebra. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat dirujuk ke daerah lain. Bagian dorsal terdiri atas masing-masing arkus vertebra dengan lamina dan pedikel yang diikat satu sama lain oleh berbagai ligament di antaranya ligament interspinal. Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah. dapat berupa nyeri lokal (inflamasi). NPB pada hakekatnya merupakan keluhan atau gejala dan bukan merupakan penyakit spesifik. dibentuk oleh arkus.1 Definisi Nyeri Punggung Bawah Dalam bahasa kedokteran Inggris. 2. Di bagian ventral terdiri atas korpus vertebra yang dibatasi satu sama lain oleh diskus intervertebralis dan ditahan satu sama lain oleh ligament longitudinal ventral dan dorsal. prosesus transverses dan prosesus spinosus. BAB II PEMBAHASAN 2. maupun nyeri radikuler atau keduanya. 4 . Segmen posterior. Meliputi korpus vertebrata dan diskus interverebralis yang diperkuat oleh ligamentum longitudinal anterior di bagian depan dan ligamentum longitudinal posterior di bagian belakang. ligament intertransversa dan ligament flavum. b. a. atau sebaliknya nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah (referred pain). fungsi utamanya adalah sebagai penyangga badan. Kolumna vertebralis dibentuk oleh unit-unit fungsional yang terdiri dari segmen anterior dan posterior.2 Anatomi Punggung Bawah Tulang belakang (vertebra) dibagi dalam dua bagian. Segmen anterior. nyeri pinggang dikenal sebagai “low back pain”. Satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh sepasang artikulasi dan diperkuat oleh sepasang artikulasi dan diperkuat oleh ligament serta otot. Nyeri Punggung Bawah atau Nyeri Pinggang (Low Back Pain) adalah nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliaka.

Trauma pada unsur miofasial NPB jenis ini disebabkan oleh lumbosakral strain dan pembebanan berkepanjangan yang mengenai otot. Pada daerah punggung bawah. semua unsur susunan neuromuskoletal dapat terkena oleh trauma. 5 . fasia dan atau ligament.3 Jenis-jenis Nyeri Punggung Bawah Berikut adalah klasifikasi penyakit nyeri punggung bawah menurut Universitas Sumatera Utara: a. NPB traumatic Lesi traumatik dapat disamakan dengan lesi mekanik. Disamping berfungsi sebagai penyangga beban. diskus juga berfungsi sebagai peredam kejut. Secara anatomic pinggang terdiri dari tulang belakang L1 sampai seluruh tulang sacrum dan otot-otot sekitarnya. 1. Dibentuk oleh annulus fibrosus yang merupakan anyaman serat-serat fibroelastik yang membentuk struktur mirip gentong. Tulang belakang (kolumna Struktur kolumna vertebralis) vertebralis lumbal 2. Tepi atas dan bawah gentong melekat pada “end plate” vertebra. Struktur lain yang tak kalah pentingnya dalam persoalan NPB adalah diskus intervertebra. sehingga terbentuk rongga antar vertebra yang berisi bahan mukopolisakarida kental kaya dengan air.

2. penyempitan diskus dan osteofit-osteofit yang dapat menimbulkan penyempitan dari foramina intervertebralis. 3.4 atau L. Terbatasnya pergerakan sepanjang kolumna vertebralis pada osteoarthritis akan menyebabkan tarikan dan tekanan pada otot-otot/ligament pada setiap gerakan sehingga menimbulkan NPB. yaitu pergeseran korpus vertebra setempat dikarenakan fraktur bilateral dari itsmus pars interartikularis vertebra. 2. Spondilosis Perubahan degenerative pada vertebra lumbosakralis dapt terjadi di daerah korpus vertebra.5 b. 6 . Hal inilah yang kemudian dikenal dengan osteoarthritis. Hal inilah yang dikenal dengan spondilosis. dapat terjadi fraktur kompresi di vertebrata torakal bawah atau vertebra lumbal atas. arkus dan posesus artikularis serta ligament yang menghubungkan bagian-bagian ruas tulang belakang satu dengan yang lain. Fraktur kompresi juga dapat terjadi pada kondisi tulang belakang yang patologik. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Proses degenerative juga dapat mengenai annulus fibrosus diskus intervertebralis yang sewaktu-waktu bisa robek selanjutnya disusul dengan protusio diskus intervertebralis yang kemudian menyebabkan hernia nucleus pulposus (HNP) yang biasanya terjadi mengenai diskus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5. NPB akibat proses degenerative 1. Trauma pada komponen keras Akibat trauma karena jatuh. Osteoartritis Lokasi lain yang sering mengalami proses degenerative di daerah tulang belakang adalah kartilago artikularis. Umumnya spondilolistesis terjadi pada L. Trauma juga bisa mengakibatkan spondilolisis atau spondilolistesis. misalnya kolumna vertebralis yang sudah osteoporotic akan mudah mendapat fraktur kompresi. Pada spondilosis terjadi rarefikasi korteks tulang belakang.

Jika terjadi kelainan degenerative di sekitar ketiga persendian ini seperti terdapatnya osteofit dan proliferasi jaringan kapsel persendian yang kemudian mengeras. Tulang mengalami proses pembentukan dan penyerapan disepanjang daur kehidupan. nyeri. dan ligament di sendi. tulang. artikulus sakroiliaka. sehingga tulang cendrung untuk patah. Rasa nyeri yang timbul disebabkan oleh terbatasnya gerakan pada kolumna vertebralis. sendi. Spondilitis angkilopoetika Kelainan pada artikus sakroiliaka yang merupakan bagian dari poliartritis rematoid juga dapat ditemukan pada tempat lain. c. Proses ini kemudian dikenal dengan remodeling tulang. Pada usia 7 . d. akan terjadi kerusakan pada tulang rawan. NPB akibat gangguan metabolisme Osteoporosis merupakan satu penyakit metabolic tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang dikarenakan berkurangnya jumlah matriks dan mineral tulang yang disertai dengan kerusakan mikro arsitektur jaringan tulang. dan kerusakan sendi. yaitu satu pada posisi depan yang dibentuk oleh korpus vertebra dan diskus intervertebralis. NPB akibat penyakit inflamasi 1. tendon. akan menyempitkan lumen kanalis intervertebralis setempat dan menyempitkan foramen intervertebra. 2. artikulus kostovertebralis dan penyempitan foramen intervertebralis. 4. dua di bagian belakang yang dibentuk oleh prosesus artikularis superior dan inferior yang berada pada kedua korpus vertebraa yang ada di atas dan di bawah diskus intervertebralis tersebut. Artritis rematoid Merupakan penyakit autoimun yang menyerang persendian tulang sehingga terjadi peradangan yang menimbulkan reaksi pembengkakkan. Stenosis Spinal Pada setiap ruas tulang belakan terdapat tiga persendian. Akibat sinovitis (radang pada sinovisium) yang menahun.

TErjadinya bone turnover pada wanita menopause disebabkan oleh defiensi hormone estrogen yang mengakibatkan keluarnya mediator-mediator pengaktivasi sel osteoklas yang berperan dalam penyerapan tulang. pertumbuhan proses pembentukan lebih dominan dibandingkan proses penyerapan. 8 . Hemangioma. Hal inilah yang kemudian menyebabkan osteoporosis. ginjal. NPB akibat neoplasma 1. Tumor sekunder murah bersarang di tulang belakang dikarenakan banyaknya vaskularisasi pada daerah ini. paru dan glandula tiroidea. prostate. NPB akibat kelainan congenital Pada lumbalisasi “lumbosakral strain” lebih mudah terjadi oleh adanya 6 ruas lumbosakral. Tumor maligna Dapat bersifat primer atau sekunder. bagian lumbal kolum vertebral seolah-olah menjadi lebih panjang. sehingga tekanan dan tarikan pada daerah lumbal akan lebih sering terjadi dibandingkan pada orang normal. dapat menjadi besar sehingga menekan pada radiks-radiks yang kemudian menimbulkan nyeri hebat pada daerah lumbosakral. Tumor benigna Osteoma osteoid yang bersarang di pedikel atau lamina vertebra dapat mengakibatkan nyeri hebat yang dirasakan terutama pada malam hari. Hal inilah yang dikenal dengan bone turnover. tajam atau radikular. 2. juga dapat mengakibatkan NPB. tumor dalam kanalis vertebralis. Tumor primer yang sering dijumpai adalah myeloma multiple. Selanjutnya proses ini akan mencapai laju keseimbangan pada usia 30-40 tahun. f. Beban yang lebih berat pada otot- otot dan ligament sering menimbulkan NPB. e. Keseimbangan ini akan mulai terganggu dan lebih berat pada proses penyerapan tulang ketika wanita mencapai fase menopause. Sedangkan tumor primernya bisa berasal dari daerah mamae. Meningioma. tumor intradual namun ekstramedular. Jika tidak segera diatasi akan mengakibatkan fraktur kompresi. Nyeri yang dirasakan akibat osteoporosis bersifat pegal.

Infeksi NPB yang disebabkan infeksi akut misalnya oleh kuman pyogenik (stafilokokus. Dan sakit pinggangnya dikenal sebagai NPB kompensatorik. yaitu: a) Seorang histerik. yakni. Pada seorang yang seperti ini letak nyerinya berubah-ubah. b) Daerah lumbal setempat tidak memperlihatkan tanda-tanda abnormal. tetapi sakit pinggangnya merupakan ungkapan penderitaan mentalnya kepada dunia luar. tidak terdapatnya nyeri tekan. 2. nyeri isometric serta motalitas punggung didapati tetap dalam keadaan baik. c) Seorang yang dengan keluhannya hendak memperoleh uang ganti rugi. NPB yang disebabkan infeksi kronik misalnya spondilitis TB. b) Seorang pengeluh. nyeri gerak. Terdapat 3 jenis keluhan NPB pada penderita psikoneurotik. c) Dapat merupakan ungkapan dini satu-satunya penyakit visceral. ia sungguh-sungguh merasakan sakit di pinggang.4 Etiologi Nyeri Punggung Bawah Umumnya nyeri punggung bawah disebabkan oleh permasalahan pada system muskuloskletal yang akan semakin parah dengan semakin banyak dan 9 . streptokokus). i. waktunya banyak terbuang untuk “merengek saja”. d) Dalam tahap klinis dan selanjutnya. Sikap tuuh dapat meningkatkan atau mengurangi nyeri. NPB sebagai referred pain Ciri-cirinya yaitu: a) Nyeri hanya dirasakan pada punggung bawah. penyakit visceral mengungkapkan adanya keadaan patologik melalui manifestasi gangguan fungsi dan referred pain di daerah lumbal. h. Penykitnya adalah sekaligus hobinya. g. NPB psikoneurotik Beban psikis dapat bermanifestasi sebagai nyeri punggung dikarenakan terjadinya spasme otot.

Stenosis tulang belakang 5. sementara sisi lainnya tetap dapat memberikan perlindungan yang maksimal terhadap sumsum tulang belakang. Osteoartritis tulang belakang 4. Sedangkan. Keberadaan otot-otot abdominal dan toraks sangat penting pada aktivitas mengangkat beban. maka akan melemahkan kedua struktur pendukung ini. Regangan lumbosakral akut 2. menurut repository USU penyebab nyeri punggung bawah adalah sebagai berikut: 1. 10 . masalah pelvis. osteoporosis atau metastasis tulang 8. 3. Berikut adalah beberapa etiologi nyeri punggung bawah menurut Lukman. seperti gangguan ginjal. batang tubuh akan menstabilkan tulang belakang. Perbedaan panjang tungkai 7. dan Nurma. Low back pain karena trauma. Penyebab lain. N (2009): 1. Selanjutnya. Pada lansia. Low back pain karena pengaruh gaya berat 2. beratnya aktivitas.5 Patofisiologi Nyeri Punggung Bawah Kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai batang elastic yang tersusun atas banyak unit rigid (vertebrae) dan unit fleksibel (diskus intervertebralis) yang satu sama lainnya kemudian diikat oleh kompleks sendi faset. dan masalah psikosomatik. Masalah diskus intervertebralis 6. Hal ini memungkinkan fleksibelitas. Kelainan tulang punggung (spine) sejak lahir 2. aneurisma abdominal. akibat fraktur tulang belakang. Low back pain karena perubahan jaringan 4.tumor retroperitoneal. Jika tidak pernah dipakai. Lengkungan tulang belakang akan mencegah goncangan vertical saat seseorang berlari dan melompat. Ketidakstabilan ligament lumbosakral dan kelemahan otot 3. berbagai ligament dan otot paravertebralis.

Herniasi ini akan menekan syaraf yang berdekatan dengan syaraf spinal yang kemudian menyebabkan nyeri tekan di sepanjang ekstremitas bawah yang jika tidak segera diatasi akan menyebabkan kelemahan pada kaki. Penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi. biasa terjadi pada lansia yang berumur 60 tahun ke atas. dislokasi ligament. Nurma. Nyeri punggung bawah juga disebabkan oleh herniasi yang biasa terjadi pada tingkat lumbal ke-empat dan ke-lima. Hal ini akan menyebabkan tekanan pada akar syaraf sehingga menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah hingga ke bagian bokong. Nyeri punggung bawah dapat disebabkan oleh spasme otot. penyempitan pada kanal spinal. arthritis dan degenerasi diskus yang selanjutnya bermanifestasi pada nyeri punggung bawah. trauma. yaitu pergeseran satu ruas tulang belakang ke posisi satu ruas dibawahnya. Disamping itu. Adapun penyebab lain nyeri punggung bawah adalah terdapatnya deformitas pada struktur tulang belakang akibat kelainan congenital.7 Manifestasi Klinis Berikut adalah menifestasi klinis nyeri punggung bawah (Lumbosacral back pain) menurut Lukman. 2. adanya tekanan pada syaraf spinal. misalnya skeliosis. dan kelainan bentuk tulang lainnya. herniasi pada diskus. Nyeri punggung bawah akut biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma yang dapat terjadi saat mengangkat beban yang berat.6 WOC (Terlampir) 2. Penyebab lain nyeri punggung belakang adalah spondilolisis. Adanya tekanan pada syaraf akan menimbulkan rasa kebas. dan degerasi pada diskus. (2009): 11 . Stenosis tulang belakang. N. Adanya faktor obesitas akan menambah beban berat pada otot di tulang belakang yang kemudian dapat menyebabkan nyeri. khususnya pada bagian sacral akan berimplikasi pada disfungsi pada usus besar dan kantung kemih.

Penatalaksanaan Low back pain akut Sebagian besar pasien dapat diatasi secara efektif dengan kombinasi dari pemberian informasi. 38: 1. kesalahpahaman tentang nyeri dan 12 . Faktor yang berhubungan dengan hasil dan kronisitas low back pain: a) Distress b) Pemahaman tentang nyeri dan disabilitas c) Faktor perilaku 2. Dibawah ini adalah bentuk penatalaksanaan nyeri punggung bawah yang dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan pernyataan Yuliana dalam CDK 185/Vol. Kronisitas low back pain dapat dihindari dengan : memperhatikan aspek psikologis gejala yang ada. saran. Nyeri jika tungkai ditinggikan dalam keadaan lurus. analgesia. Faktor psikologis yang dimaksud adalah: distress berat. 4. 2. Bisa disertai dengan deformitas tuang belakang. 1. Adanya spasme otot paravertebralis (peningkatan tonus otot tulang postural belakang) yang berlebihan. menghindari pemeriksaan yang tidak perlu dan berlebihan.8 Penatalaksnaan Nyeri Punggung Bawah Banyak metode yang dilakukan untuk mengatasi nyeri punggung bawah. Pasien juga harus disemangati untuk segera kebali bekerja. indikasi iritasi serabut syaraf 3. dan aminan yang tepat. Penatalaksanaan Low back pain kronik Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terpenting dalam kronisitas adalah psikologikal dibandingkan dengan biomekanikal. 2. serta memberikan saran untuk mencegah rekurensi (seperti: menghindari pengangkatan beban yang berat). menghindari penatalaksanaan yang tidak konsisten. Nyeri punggung akut atau kronis lebih dari dua bulan yang disertai dengan kelemahan. Hilangnya lengkungan lordotik lumbal yang normal 5.

Penatalaksanaan Low back pain Non spesifik a) Aktivitas Lakukan aktivitas normal. Penatalaksanaan Low back pain dengan nerve root affection a) Aktivitas Pasien didorong melakukan beragam aktivitas walaupun punggung atau tungkai bawahnya nyeri. e) Manipulasi Dipertimbangkan untuk kasus-kasus yang membutuhkan obat penghilang nyeri ekstra dan belum dapat kembali bekerja dalam 1-2 minggu 4. d) Olah raga Harus dievaluasi lebih lanjut jika pasien tidak kembali ke aktivitas sehari-harinya dalam waktu 4-6 minggu. e) Operasi 13 . 3. tetapi pada beberapa kasus dapat dilakukan tirah baring dua sampai tiga hari pertama untuk mengurangi nyeri. b) Tirah baring Mungkin dibutuhkan untuk menghilangkan nyeri. c) Medikasi Obat nyeri diberikan dengan interval biasa. serta penghindaran aktivitas karena takut menyebabkan nyeri bertambah parah. implikasinya. d) Olah raga Jika pasien menjadi pasif. c) Medikasi Obat anti nyeri diberikan dengan interval biasa dan digunakan jika perlu. b) Tirah baring Tidak dianjurkan sebagai terapi. olah raga ringan mungkin berguna. dan digunakan hanya jka diperlukan.

Dilakukan pada kasus dengan tanda-tanda neurologis progresif atau kaudal ekuina dan pengurangan nyeri yang tidak memuaskan setelah 6-12 minggu.9 Pencegahan Nyeri Punggung Bawah Nyeri punggung belakang dapat dicegah dengan mengenali dan menghindari factor penyebabnya. mengangkat barang dengan teknik yang tepat jika diperlukan. 2. serta berolah raga secara teratur (Ignatavisius & workman .  Hindari posisi kerja membungkuk kea rah depan. Nurma N. Berikut adalah cara berdiri. yang merupakan upaya untuk meningkatkan kenyamanan pekerja sehingga mengurangi resiko cidera. Contohnya dengan mendesain furnitur-furnitur di lungkungan kerja seaman mungkin untuk mengurangi cedera punggung. mengangkat barang. berbaring. … ). seperti mempertahankan postur tubuh yang baik. duduk. 2009): Posisi Cara Berdiri  Hindari berdiri dan berjalan lama  Bila harus berdiri lama. dan latihan yang benar menurut Smeltzer (dalam Lukman. 14 . Duduk  Stress pada punggung akan lebih besar pada posisi duduk dari pada posisi berdiri.  Hindari duduk dalam waktu yang lama. mungkin dengan episode nyeri yang tidak tertahankan sebelumnya.  Duduk pada kursi dengan posisi punggung tegak dengan dukungan punggung yang memadai. istirahatkan salah satu kaki pada pijakan kecil atau kotak untuk mengurangi terjadinya lordosis. Bentuk pencegahan yang dapat dilakukan pada lingkungan kerja adalah dengan mengembangkan orgonomic plan. meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

gunakan sebuah bantal dibawah lutut untuk mengurangi resiko lordosis. yang harus difleksikan pada pinggul dan lutut. duduk dengan tungkai lurus.  Jongkok dan pertahankan punggung tetap lurus bila akan mengambil sesuatu di lantai.  Hilangkan rongga pada punggung dengan cara duduk dengan posisi bokong ke depan. Mengangkat  Saat mengangkat barang. Ketika mengendarai mobil.  Letakkan papan yang keras dibawah kasur agar dapat mempertahankan kesejajaran tubuh.  Pertahankan penyangga punggung. bukan dengan otot punggung.  Hindari tidur tengkurap.  Lindungi terhadap regangan ekstensi. 15 .  Duduk dan berjalan secara bergantian. jaga agar punggung tetap lurus dan barang angkat beban sedekat mungkin dengan tubuh.  Pergunakan pijakan kaki untuk memposisikan lutut lebih tinggi dari pinggul bila perlu. Bebaring  Istirahatkan tubuh pada waktu-waktu tertentu. dorong kursi ke depan agar nyaman. karena kelelahan dapat menyebabkan spasme otot punggung.  Lindungi punggung dengan korset penyangga punggung ketika mengangkat barang. mendorong.  Ketika terlentang. Angkat dengan otot tungkai besar.  Ketika berbaring pada salah satu sisi. meraih. letakkan sebuah bantal diatas kepala dan sebuah lagi antara kedua tungkai.  Hindari ekstensi lutut dan pinggul.

2009) 16 . tingkatkan latihan secara bertahap. mengangkat di atas pinggang dan menjangkau dalam waktu yang lama.  Hindari memuntir batang tubuh. (dalam Lukman dan Nurma N.  Latihan haarian sangat penting dalam mencegah masalah Latihan punggung.  Lakukan atihan punggung yang dianjurkan dua kali sehari.  Berjalan-jalan di sekitar rumah dan secara bertahap meningkatkan jarak dan kecepatan sangat dianjurkan. Sumber: Jones B dan balkcum M dalam Yulianto A.  Hindari gerakan melompat.

Posisi berdiri yang benar dan salah Lillian S. 2014 17 . B.. S. Doris S.

Selanjutnya evaluasi cara berjalan. mobilitas tulang belakang. setelah obat habis nyeri dirasakan kembali terutama pada malam hari. Ny Z adalah seorang pegawai swasta yang bekerja sebagai operator. Ny. 3. panjang tungkai. nadi 89x/mnt. namun setelah 2 minggu nyeri tidak berkurang. sifat dan penjalaran nyeri serta kelemahan tungakai. dan persepsi sensorik. perawat juga harus mendapatkan bukti-bukti bahwa nyeri punggung mempengaruhi gaya hidup klien. Z. Dari hasil USG terjadi penyempitan kanalis spinalis. Dapat juga ditemui klien duduk dan 18 . serta ketidaknyamanan yang dialami klien. Z mengatakan tidak ada riwayat gangguan tulang lainnya dan baru pertama kali mengalami seperti ini Dari hasil pemeriksaan fisik 20 Agustus 2014 TD 140/80 mmHg. dengan menanyakan bagaimana pekerjaan dan aktivitas rekreasi klien. RR 21x/mnt. Ny Z mengatakan pertama kali merasakan nyeri biasa pada pinggang. suhu 37. Bila nyeri punggung merupakan masalah kambuhan. Nyeri dirasakan dari punggung bawah menjalar hingga ke kaki kanan. Ny.1 Kasus Ny. beratnya. Klien dengan NPB biasanya akan melakukan gerakan dengan hati-hati. selalu menjaga punggung agar tidak bergerak. durasi. usia 23 tahun datan ke RS dengan keluhan sudah 2 bulan terakhir mengalami kesulitan berjalan. mengalami nyeri hebat sejak 1 bulan terakhir. terkait lokasi. Disamping itu. Z tidak dapat melakukan aktivitas. Ny Z berinisiatif untuk berobat ke dokter dan diberikan obat pengurang nyeri.2 Pengkajian Hal yang pertama yang dilakukan perawat dalam melakukan pengkajian adalah minta klien untuk menjelaskan tentang nyeri atau ketidaknyamanan yang dirasakan. perawat perlu menanyakan control nyeri yang berhasil dilakukan. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 3. 5 hari sebelum MRS. Dari hasil wawancara. reflex. kekuatan motorik.3 oC. beliau hanya berada di tempat tidur dikarenakan nyeri meningkat ketika berjalan dan tidak bisa mengontrol BAB dan BAK.

catat adanya nyeri dan keterbatasan gerak. serta e. karena gerakkan punggung akan menyebabkan rasa yang tidak nyaman. Laporkan tanda / gejala 19 . dan terkadang meminta bantuan untuk melepaskan pakaian. Menilai factor mutu. Penggunaan analgesic yang ditentukan analgesik Nyeri yang yang tepat  Cek riwayat alergi obat dirasakan berawal d. 2) Palpasi otot paraspinal. Krista iliaka. melenggok menjauhi posisi yang paling nyeri. Selanjutnya perawat melakukan pengkajian fisik. kemudian tungkai klien diangkat ke atas dengan lutut diluruskan. 4) Minta klien membungkuk ke depan dank e samping.Z mengeluh a. berdiri dengan posisi yang tidak biasa.3 Diagnosa keperawatan NO NANDA NOC NIC 1 Nyeri akut Kontrol Nyeri Pemberian analgesik : Data subjektif : Indikator:  Menentukan lokasi . Hal-hal yang perlu dilakukan yaitu: 1) Kaji lengkung tulang belakang. dan dosis. nyeri punggung dan tungkai dengan cara meminta klien tidur terlentang. dosis.  Nn. Gunakan ukuran  Periksa order/pesanan medis terakhir pencegahan untuk obat. 7) Kaji adanya obesitas karena akan memperparah NPB. Adapun perawat sebaiknya menyediakan kursi yang memiliki lengan dengan ketinggian tempat duduk standar sehingga klien merasa nyaman selama pengkajian. 8) Kaji nutrisi klien secara lengkap.Z mengatakan c. Gunakan tanda – tanda  Mengevaluasi kemampuan pasien dari punggung vital memantau dalam pemilihan obat penghilang bawah menuju kaki perawatan sakit. 3) Catat adanya spasme serta nyeri tekan. dan frekuensi  Nn. 3. rute. dan intensitas nyeri nyeri hebat penyebab sebelum mengobati pasien semenjak 1 bulan b. dan simetrisitas bahu. karakteristik. kelemahn otot atau paralisis. 5) Catat efek keterbatasan gerak terhadap aktivitas sehari-hari. 6) Kaji adanya parestesi.

Kegelisahan pengamatan juga diakukan menahan sakit g. Melaporkan Nyeri terjadinya puncak nyeri tanpa rasa kesulitan berjalan b. Gunakan catatan nyeri memberikan efek relaksasi nyerinya tidak sebagai respon dari analgesi berkurang Tingkatan nyeri  Cek pemberian analgesik selama Data objektif : Indikator: 24 jam untuk mencegah  Nn. Perubahan frekuensi pernapasan. Perubahan frekuensi buruk atau tidak menguntungkan pernapasan ( berhubungan dengan i.Z mengalami a. berwajah mirintih f. Ketegangan Otot melihat adanya tanda dan gejala h. Perubahan Tekanan konstipasi) darah  Dokumentasikan respon pasien k. kanan nyeri pada tenaga melibatkan pasien dalam  Nn. rute pemberian. mual nadi muntah. Ekspresi wajah saat analgesic pada interval tertentu. atau interval. serta membuat rekomendasi spesifik berdasar pada prinsip equianalgesic  Mengajari tentang penggunaan analgesik. terutama dengan nyeri yang karena nyeri c. Manajemen Nyeri 20 . Frekuensi nyeri menjengkelkan  Nyeri meningkat d. dan harapan untuk keterlibatan dalam membuat keputusan dalam manajemen nyeri. dosis.  Nn. Berkeringat tentang analgesik. Hilangnya Nafsu merugikan makan  Kolaborasikan dengan dokter jika terjadi perubahan obat. Persen respon tubuh sakit. depresi. strategi ke menurunkan efek samping. Menilai gejala dari  Memberikan perawatan yang mengkonsumsi obat nyeri dibutuhkan dan aktifitas lain yang nyeri tetapi rasa g. mulut kering dan j. Ekspresi nyeri lisan  Mengevaluasi efektivitas ketika Nn. catat efek yang l.Z berjalan e.z mengatakah kesehatan professional pemilihan tersebut pernah f.Z terlihat nyeri terutama setelah dosis awal.

keributan)  Ajari untuk menggunakan tehnik non-farmakologi (spt: biofeddback. relaksasi.  Kolaborasikan dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan metoda dalam mengatasi nyeri secara non-farmakologi. pencahayaan. selama puncak nyeri . distraksi. dan sepanjang nyeri itu masih terukur. dan pijatan ) sebelum. sebelum nyeri terjadi atau meningkat. apikasi hangat/dingin. Gunakan komunikasi yang terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri  Evaluasi bersama pasien dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai efektifitas pengontrolan nyeri yang pernah dilakukan  Tentukan tingkat kebutuhan pasien yang dapat memberikan kenyamanan pada pasien dan rencana keperawatan  Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan. acupressure. TENS. sesudah dan jika memungkinkan. terapi musik. terapi bermain. hypnosis.  Menyediakan analgesic yang 21 .

 Sediakan deskripsi yang jelas tentang terapi sebelum memilih jenis terapi relaksasi  Ciptakan suasana yang tenang dengan cahaya lampu yang redup dan suhu yang nyaman  Bantu individu untuk menciptakan posisi yang nyaman dengan mata yang tertutup  Kondisikan hal – hal yang memunculkan prilaku relaksasi seperti bernafas dalam.  Kaji apakah intervensi relaksasi di masa lalu berguna  Pertimbangkan kesediaan individu untuk berpartisipasi. kemampuan partisipan. pernafasan perut. manfaatnya. menguap. preferensi. serta tipe – tipenya. dibutuhkan dalam mengatasi nyeri  Modifikasi metode kontrol nyeri sesuai dengan respon pasien  Anjurkan untuk istirahat/tidur yang adekuat untuk mengurangi nyeri  Menyertakan keluarga dalam mengembangkan metoda mengatasi nyeri Terapi relaksasi :  Jelaskan rasionalitas dari terapi relaksasi. pengalaman masa lalu dan kontraindikasi sebelum memilih terapi relaksasi yang spesifik. atau 22 .

berimajinasi  Ajak pasien untuk relaks dan biarkan terjadi sensasi  Gunakan suara yang rendah. Gangguan mobilitas Posisi badan : inisiatif sendiri Tirah baring : fisik Indikator :  Menjelaskan alasan untuk Data subjektif :  Terlentang ke duduk istirahat dan tidur  Nn. jika dengan aman diperlukan  Maneuvers curbs  Perpindahan posisi tidur dengan mudah  Maneuvers pintu jalan  Menempatkan lampu agar dapar dijangkau dengan mudah Ambulasi : berjalan  Menempatkan meja disamping Indikator : pasien sehingga dengan mudah  Pertahanan berat dijangkau oleh pasien  Berjalan dengan langkah  Memutar badan sebagai indikasi efektif kulit  Berjalan dengan langkah  Mengatur imobilisasi pasien lambat sekali 2 jam sesuai jadwal yang  Berjalan dengan langkah ditentukan sedang  Mengontrol kondisi kulit 23 . 2. dan tidak berkerut Data objektif :  Jongkok ke berdiri  Menggunakan footboard untuk  Nn.Z mengeluhkan  Duduk ke terlentang  Penyediaan tempat tidur yang kesulitan berjalan  Duduk ke berdiri terapeutik  Nn. terhambat bergerak  Berdiri ke jongkok kering.Z aktifitasnya tidur (mis.Z terlihat susah tidur berjalan Ambulasi : kursi roda  Menggunakan layanan di tempat  Nn. dan berintonasi yang menentramkan  Gunakan terapi relaksasi sebagai strategi tambahan dari pengobatan nyeri.sheepskin) untuk Indikator : melindungi pasien banyak di tempat  Berpindah ke dan dari  Pencegahan terjadinya tidur kursi roda footdroop/kaki jatuh  Mendorong kursi roda  Meningkatkan siderails. pelan.Z mengatakan  Posisi dalam kesejajaran tubuh  Berdiri ke duduk  Menghindari tekstur kasar dari hanya berbaring di  Beriri ke berlutut alas tidur tempat tidur karena  Berlutut ke berdiri  Menjaga tempat tidir bersih.

jika doperlukan Latihan terapi : ambulasi :  Mengenakan pakaian pasien dengan pakaian nonrestriktif  Membantu pasien menggunakan footwear sebagai fasilitas berjalan dan pencegahan kecelakaan  Mengatur tinggi rendah tempat tidur. walker atau kursi roda) untuk ambulansi. Cane. jika dibutuhkan  Menyediakan alat bantu (mis. jika diperlukan  Mengintruksikan pasien bagaiman posisi yang benar dalam proses berpindah  Gunakan gaitbelt untuk membentu berpindah dan ambulansi. Berjalan dengan cepat  Mengajarkan latihan tidur. jika diperlukan  Mengganti posisi tidur dengan mudah dilakukan  Meningkatkan kemampuan untuk bangun dari tidur atau dari kursi roda  Membantu pasien untuk duduj dan menyamping dari tempat tidur  Konsultasi dengan terapi fisik tentang rencana ambulansi. jika diperlukan  Mengintruksikan penggunaan alat bantu. jika diperlukan  Menolang pasien untuk berpindah. jika pasien tidak siap  Membantu pasien dengan inisial ambulansi dan jika dibutuhkan  Mengintruksikan pasien tentang keamanan berpindah dan teknik ambulansi  Mengontrol pasien 24 .

jika diperlukan  Menempatkan posisi yabg terapeutik  Mempertahankan tekanan darah untuk kenyaman bagian tubuh  Menyokong kenyamanan bagian tubuh  Menyediakan pelayanan yang mendukung/menyokong leher  Menyediakan tempat tidur yang nyaman  Mengatur aliran udara tempat tidur.  Nn. Defisit Perawatan Diri : Perawatan diri Perawatan inkontinensia bowel Toileting Indikator :  Mengumpulkan informasi Data Subjektif :  Keseimbangan istirahat & tentang sejarah toilet pelatihan. jika dipelukan  Mengontrol kemampuan perawatan diri 3. jika memungkinkan  Menjaga kesejajaran tubuh  Posisi kepala dengan leher sejajajar  Menghindari posisi pasien terhadap pergeseran sendi  Merubah posisi dengan teknik berputar  Memasngkan orthosis collar  Menginstruksikan perawatan orthosis collar. dan upaya 25 .Z mengatakan tidur dengan aktifitas durasi di encopresis. menggunakan crutches atau alat bantu jalan lainya  Membantu pasien untuk berdiri dan ambulansi jarak jauh  Membantu pasien untuk meningkatkan kemandirian dalam ambulansi jarak jauh  Meningkatkan kemandirian ambulansi dengan batas aman Posisi : saraf  Mendukung kenyamanan bagian badan.

sembelit dan fecal  Gunakan pembantu/keluarga susah berjalan impaction).Z mengatakan mengurangi penyakit (misalnya.  Kebersihan  Menginstruksikan tentang  Kebersihan Mulut fisiologi dari keluarga biasa  Ambulans : Berjalan berak dan toilet pelatihan. pesing  Berpakaian  Mempersiapkan anak dan  Nn. kotoran Nn. untuk pergi ke toilet Perawatan diri : aktivitas sehari  Order untuk tes fisik penyebab Data Objektif : – hari (misalnya. susah  Asupan makanan untuk yang dilakukan untuk mengendalikan mengurangi penyakit menghilangkan masalah. di tempat tidur tidak  Mandi  Dubur melakukan ujian.  Ambulans : Kursiroda  Menyarankan diet atau Kemandirian dalam perawatan perubahan perilaku terapi. BAB dan BAK  Penyediaan makanan untuk  Menentukan penyebab soiling  Nn.  Menentuka tujuan  Membahas tentang prilaku perawatan kesehatan toileting yang baik dan benar  Menggambarkan perawatan bebas / Perawatan cukup bantuan : toileting : memaparkan  Ganti pakaian yang kotor  Mengakses sumber.Z terlihat hanya  Kamar Kecil keluarga untuk tes diagnostik. endoskopi.  Lingkungan sekitar Indikator : radiographic prosedur. Indikator : sesuai.Z tercium bau  Makan dan analisis). sebagaimana bila dibutuhkan sehingga susah mestinya. bisa berpindah  Dandan sebagaimana mestinya.jika  Membantu pasien ke toilet / perlu baju / bedpan / retak pan /  Menginstruksi Orang lain perkemihan ditentukan pada dalam perilaku perawatan interval bebas (terlatih)  Mempertimbangkan pasien  Evaluasi Pemberian Tanggapan kurangnya privasi Perawatan oleh orang lain  Memberikan privasi selama penghapusan  Memfasilitasi kebersihan toilet setelah menyelesaikan penghapusan  Mengganti pakaian pasien setelah penghapusan 26 .

furniture)  Ganti / pindahkan objek berbahaya dari lingkungan  Amankan pembatas jika perlu  Bimbing/temani pasien selama aktivitas dirumah sakit  Sediakan tempat tidur yang rendah  Sediakan bantuan untuk baradaptasi (misal : tempat duduk)  Tempatkan furniture diruangan dg rancangan keperluannya membantu pasien/ ketidakmampuan keluarga 27 . external catheter atau perkemihan). seperti yang sesuai dan diperlukan  menyediakan perangkat (misalnya. sebagaimana mestinya Pengaturan lingkungan :  Ciptakan lingkungan yang aman bagi pasien  Identifikasi kebutuhan aman pasien dalam batas level fisik dan fungsi kognitif dan riwayat prilaku terakhir  Ganti/pindahkan lingkungan yang kurang mendukung (misal : selimut kecil .  Flush toilet / membersihkan alat penghapusan  Lembaga yang toileting jadwal sebagaimana mestinya  Menginstruksikan pasien / tepat lain di toileting rutin  Institut putaran kamar mandi.

yaitu: 1) Evaluasi perkembangan klien setelah dilakukan asuhan keperawatan 2) Evaluasi asuhan keperawatan berdasarkan respon klien pasca asuhan.4 Evaluasi Secara garis besar terdapat 2 (dua) proses evaluasi yang harus dilakukan. serta tepat atau tidak asuhan keperawatan yang dipilih sebelumnya sehingga perawat dapat menentukan asuhan keperawatan sudah tepat atau perlu dilakukan revisi dalam memenuhi kebutuhan klien. 28 .  Sediakan rentangan ruangan yang cukup panjang untuk kebebasan bergerak  Tempatkan/Gunakan pemakaian objek secara berulang dg jaukauannya  Sediakan ruangan untuk indikasi  Jaga kebersihan tempat tidur tetap nyaman 3. kualitas proses pemberian asuhannya.

nyeri punggung bawah (NPB) dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat. Penderitanya dari kalangan muda hingga lansia dengan factor penyebab yng bervariasi. 4. masalah pelvis. 29 . seperti: Menjaga keseimbangan nutrisi. gangguan mobilitas fisik dan defisit perawatan diri toileting. rutin berolah raga. stenosis tulang. BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Nyeri punggung bawah merupakan penyakit yang banyak dijumpai. Untuk itu. terutama bagi perawat dan pekerja lain yang beresiko tinggi terserang NPB ini. adanya deformitas tulang belakang yang kemudian menyebabkan gangguan dalam beraktivitas. osteoporosis. Nyeri punggung bawah dapat dicegah dengan membiasakan postur tubuh yang baik. rutin berolah raga ataupun senantiasa membiasakan postur tubuh dalam keadaan baik.tumor retroperitoneal. sangat disarankan bagi pembaca untuk melakukan cara pencegahan diatas. Penyebabnya dapat dikarenakan oleh gangguan system muskuloskletal atau penyakit organ visceral yang posisinya berada di sekitar punggung bawah seperti ginjal. Diagnosa umum yang dapat dingkat dari penyakit ini adalah nyeri akut. serta menjaga nutrisi seimbang. Namun demikian. aneurisma abdominal ataupun masalah psikosomatik.1 Kesimpulan Penyakit punggung bawah merupakan penyakit yang umum terjadi. Gejala utama pada klien yang menderita nyeri punggung bawah adalah nyeri akut atau kronik. fraktur kompresi pada tulang belakang dan lain sebagainya. Adapun gangguan system muskuloskletal yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah adalah: osteoarthritis.